OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 22 April 2018

Ustadz Abdul Somad: ‘Ketika Kita Menolong Agama Allah, Itulah Hizbullah’

Ustadz Abdul Somad: ‘Ketika Kita Menolong Agama Allah, Itulah Hizbullah’

10Berita, JAKARTA  –  Pernyataan Amien Rais yang menyebut partai Allah (Hizbullah) dan partai setan (Hizbusyaiton) dalam tausyiahnya di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Jumat (13/4/2018) kini menjadi polemik.

Menurut dai kondang, Ustadz Abdul Somad, penggunaan istilah tersebut telah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

“Penggunaan istilah hizbullah dan hizbusysyaithan bukan istilah baru. Ini sudah lama, sejak zaman Nabi Muhammad,” katanya kepada wartawan di Islamic Book Fair (IBF) 2018 Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Ustadz Somad mencontohkan dengan peristiwa Perang Ahzab yang terjadi di zaman Nabi Muhammad SAW. Ia menjelaskan, disebut perang ahzab karena saat itu ada kelompok munafik, musyrikin, dan Yahudi yang bergabung dan memerangi Rasulullah.

Dai melayu asal Pekanbaru itu menegaskan, orang yang ingkar, melawan agama Allah, melawan kebenaran disebut dengan hizbusysyaithan. Sedangkan kelompok yang menolong agama Allah disebut hizbullah.

“Ketika kita menolong agama Allah menegakkan hukum halal-haram, menegakkan kebenaran maka itu hizbullah. Karena hanya ada dua saja, yang haq dan bathil. Tidak ada abu-abu,” tegasnya.

Sumber :Jurnal Islam 

Ada Kampanye #2019TetapJokowi di Car Free Day

Ada Kampanye #2019TetapJokowi di Car Free Day

10Berita  Setelah viralnya gerakan #2019GantiPresiden, kini, para sekelompok warga yang mengaku relawan Jokowi, mengkampanyekan gerakan #2019TetapJokowi di Car Free Day (CFD) Jakarta. Sepertinya Car Free Day tampaknya masih dianggap sebagai lokasi efektif untuk menyampaikan aspirasi politik.

Pagi ini, sekelompok warga mengkampanyekan dukungan terhadap Presiden Joko Widodo untuk memenangkan Pilpres 2019 di Car Free Day Bundaran HI. Berdasarkan lansiran dari Kumparan, Minggu (22/4), pada mulanya para relawan itu mengumpulkan KTP masing-masing sebagai bentuk dukungan pada Jokowi maju di Pilpres 2019 di kawasan Sarinah.

Selanjutnya, para relawan teresebut mengenakan kaos putih bertuliskan ‘Jutaan Relawan Dukung JK’. Kemudian, mereka melakukan long march ke wilayah Car Free Day, Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, untuk melakukan kegiatan yang sama. 

Baca juga: #2019GantiPresiden, Gerakan yang Merangsek Seantero Negeri

Kordinator para relawan tersebut, Silver Matutina (30), mengatakan bahwa kegiatan mereka dalam rangka meluncurkan aplikasi berbasis Android bernama ‘Jutaan Relawan Dukung Jokowi’. Aplikasi tersebut bisa diunduh di Appstore Android.

“Acara hari ini kita meluncurkan aplikasi untuk menjadi relawan Jokowi, yaitu aplikasinya bernama ‘Jutaaan Relawan Dukung Jokowi’, yang bisa nanti didownload di Appstore,” kata Silver.

Silver menjelaskan bahwa jika masyarakat ingin mendaftar menjadi relawan bisa dilakukan dengan cara yang cukup mudah, hanya perlu memfoto KTP dan menguploadnya ke aplikasi.

“Aplikasinya ini dengan memfoto KTP, dan mengisi form media sosial, dia akan bisa menjadi relawan Jokowi yang mana kita mencoba relawan ini kan dari dulu kan banyak sekali. Ada ribuan komunitas dengan masing-masing jumlah anggota, yang bahkan ada yang dari puluhan dan ratusan ribuan,” ujar Silver.

Baca juga: Ini Hasil Poling VIVA #Jokowi2Periode Vs #2019GantiPresiden

Sedangkan dalam kegiatan kali ini, Silver menyebut ada 4 kelompok relawan yang ikut seperti Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP), Solidaritas Merah Putih, Seknas, dan Arus Bawah Jokowi. 

Sumber : Ngelmu.co

Netanyahu Bungkam soal Dugaan Mossad Dalangi Pembunuhan Ilmuan Palestina di Malaysia

Netanyahu Bungkam soal Dugaan Mossad Dalangi Pembunuhan Ilmuan Palestina di Malaysia

10Berita, TEL AVIV—Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tak bersedia berkomentar ketika ditanya wartawan mengenai keterlibatan agen rahasia Mossad dalam pembunuhan ilmuan Palestina di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (21/4/2018).

Seorang ilmuan Palestina yang dinyatakan Hamas sebagai anggotanya, mengalami penembakan  ketika sedang dalam perjalanan ke masjid untuk salat subuh. Polisi setempat menyebut, penembakan itu dilakukan 2 orang pelaku bersepeda motor yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

Akademisi Palestina  yang juga seorang ulama itu bernama Fadi al-Batsh (35). Pembunuhan terhadapnya berlangsung hanya sehari setelah Menteri Intelijen Israel, Yisrael Katz, memperingatkan Hamas, penguasa Jalur Gaza, Israel akan melakukan pembunuhan terarah jika kelompok itu mengancam para komandan Israel.

Ketegangan antara Israel dan Hamas meningkat dalam beberapa pekan ini menyusul unjuk rasa warga Palestina di pagar perbatasan yang memisahkan Gaza dengan wilayah Israel.

“Unjuk rasa tersebut menimbulkan korban jiwa. Sedikitnya 37 orang tewas akibat hantaman peluru tajam pasukan Israel, sedangkan 4.500 korban lainnya mengalami luka-luka,” tulis sebuah laporan di The Wall Street Journal.

Hamas tidak secara eksplisit menyalahkan Israel dalam insiden pembunuhan Al Batsh.  Namun, keluarga al-Batsh menuduh agen rahasia Israel, Mossad, berada di balik pembunuhan ulama sekaligus ilmuwan Palestina itu.

“Keluarga al-Batsh juga minta bantuan otoritas Malaysia agar jenazah korban dikembalikan ke Palestina untuk dikuburkan di Gaza.”

Kepala Kepolisian Malaysia, Mazlan Lazim, membenarkan kematian pria Palestina berusia 35 tahun dan timnya sedang melakukan investigasi atas insiden tersebut. []

SUMBER: AL JAZEERA | THE WALL STREET JOURNAL
,  Islampos.

Wanita Palestina Berada Di Garis Depan Dalam "The Great Return March"

Wanita Palestina Berada Di Garis Depan Dalam "The Great Return March"

10Berita, Di salah satu sisi pagar, lusinan tentara “Israel” berbaring di belakang bukit pasir, melacak para demonstran Palestina melalui garis bidik penembak jitu mereka. Sedang di sisi lain, wanita-wanita muda, dengan syal kaffiyeh menutupi separuh wajah mereka untuk menghindari gas air mata, berdiri di depan para pria muda yang melakukan demonstrasi, memberikan perlindungan.

“Perempuan lebih kecil kemungkinan untuk ditembak,” ujar Taghreed al-Barawi, wanita berusia 26 tahun saat menghadiri demonstrasi ketiga berturut-turut di Gaza dekat perbatasan “Israel” dengan adik perempuannya dan teman-temannya.

“Kami hidup dalam masyarakat yang didominasi laki-laki sehingga partisipasi perempuan dalam protes bisa menjadi pemandangan yang aneh bagi sebagian orang di Gaza. Namun, kali ini laki-laki entah bagaimana lebih bisa menerima dan mendukung. Sepertinya mereka akhirnya menyadari bahwa kita semua adalah bagian dari aksi ini dan perempuan harus hadir,” kata Barawi kepada Al Jazeera.

Tetapi wanita bukanlah jaminan untuk mendapat perlindungan.

Sekitar 1.600 pengunjuk rasa, termasuk 160 wanita, telah terluka dan lebih dari 30 telah tewas oleh penembak jitu Israel sejak gerakan ‘The Great Return March’ dimulai pada 30 Maret, bertepatan dengan peringatan Hari Tanah untuk Palestina.

Meski pun Barawi berkali-kali tersedak gas air mata dan merasa seperti hendak pingsan, namun pikiran untuk berhenti melakukan protes tidak pernah terlintas dalam benaknya.

“Saya memiliki perasaan keberanian yang aneh ini, atau saya tidak tahu harus menyebutnya apa – seolah-olah semakin dekat saya sampai ke perbatasan, semakin kuat keinginan saya untuk maju. Seperti ada dorongan lain agar kami datang lebih dekat, pulang dan mengunjunginya (wilayah yang dirampas ‘Israel’ pada tahun 1948).”

“Secara pribadi, saya juga terinspirasi dan tertarik oleh Ahed Tamimi dan keberaniannya melawan tentara ‘Israel’,” kata Barawi.

The Great Return March adalah aksi damai yang menyerukan hak pengembalian pengungsi Palestina ke rumah mereka, sesuai Resolusi PBB 194, di mana mereka diusir pada tahun 1948 ketika negara “Israel” diciptakan.

Ribuan orang telah berpartisipasi dalam aksi massa, dengan puluhan tenda didirikan di sepanjang perbatasan “Israel”. Setiap tenda diberi label dengan nama kota tempat keluarga itu diusir pada tahun 1948. Ini adalah protes massa terbesar yang pernah ada di Gaza sejak Intifada pertama.

Wilayah Palestina dengan hampir dua juta penduduk hanya dapat diakses melalui Mesir dan “Israel” tetapi blokade “Israel”-Mesir telah menyengsarakan penduduk di Jalur Gaza selama 11 tahun. Kondisi kehidupan memburuk selama bertahun-tahun dan pengangguran merosot sekitar 43 persen. Penduduk mengatakan mereka telah mencapai titik puncak penderitaan.

Orang-orang Palestina telah melakukan protes di sepanjang perbatasan Gaza setiap Jum’at sore selama bertahun-tahun, tetapi yang membuat protes kali ini berbeda adalah bahwa sejumlah besar perempuan – baik yang dewasa atau pun anak-anak – telah aktif berpartisipasi dalam skala besar yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Dan itulah mengapa protes hari Jum’at ini diberi label “Women’s March of Gaza” (Pawai Wanita Gaza).

‘Tugas dan tanggung jawab saya’

Di antara mereka yang terluka dan dibunuh oleh penembak jitu “Israel” sejauh ini tidak hanya para demonstran, tetapi juga wartawan dan tenaga medis.

Razan Al-Najjar adalah perawat sukarelawan berusia 20 tahun yang telah bekerja selama 12 jam setiap hari sejak demonstrasi itu dimulai dan membantu mereka yang terluka.

Najjar sendiri telah terluka. Dia telah pingsan dua kali karena menghirup gas, sementara pada Jum’at (13/4) pergelangan tangannya patah setelah jatuh saat berlari untuk menolong demonstran yang terluka.

Banyak yang mendesaknya agar ikut ambulans ke rumah sakit, tetapi Najjar tetap bekerja.

“Tentara ‘Israel’ berniat untuk menembak sebanyak yang mereka bisa. Ini gila dan saya akan malu jika saya tidak ada di sana untuk orang-orang yang membutuhkan saya,” kata Najjar.

“Sudah tugas dan tanggung jawabku untuk berada di sana dan membantu mereka yang terluka.”

Beberapa luka yang ditangani Najjar dan rekan-rekannya sangat mengerikan – banyak pengunjuk rasa yang terluka tiba dengan luka besar yang menganga, daging mereka sepenuhnya terpapar karena penggunaan peluru eksplosif – peluru yang akan meledak saat mengenai sasaran. Banyak dari mereka yang kakinya harus diamputasi.

“Jagalah ibuku dan saudara-saudaraku, Razan,” kata seorang pemuda kepada Najjar, katanya, ketika dia berangkat ke lapangan untuk mengambil bagian dalam demonstrasi itu. Dia ditembak mati hari itu oleh seorang sniper “Israel”.

“Ini membuat hati saya hancur ketika beberapa pemuda yang terluka atau tewas menyampaikan pesan mereka di depan saya,” kata Najjar kepada Al Jazeera. “Beberapa bahkan memberi saya aksesoris (sebagai hadiah) sebelum mereka meninggal.”

Salah satu foto yang telah viral menunjukkan seorang remaja berusia 16 tahun, Hind Abu Ola melarikan diri dari pagar perbatasan dan empat pria muda bergegas di belakangnya, menghubungkan tangan membentuk rantai manusia untuk melindunginya dari desingan peluru.

Remaja itu telah melihat bahwa para pemuda telah mati lemas dan kehilangan kesadaran karena menghirup gas air mata yang jatuh di dekat pagar perbatasan.

Berbekal bawang dan sebotol parfum di tasnya, dia kemudian berlari ke arah mereka dan membantu menyadarkan mereka.

Pada saat itu, mereka menyadari bahwa mereka berada di antara tembakan dari penembak jitu “Israel”, sehingga mereka berlima mulai berlari kembali.

Komite Wanita dari pawai tersebut kemudian menghormati Abu Ola, yang telah menjadi simbol perlawanan perempuan.

Barawi, salah seorang pengunjuk rasa, menjelaskan bahwa partisipasi aktif perempuan telah membantu dalam menyatukan warga Palestina dan memperkuat gerakan.

“Saya pikir hal itu adalah sesuatu yang disadari oleh Hamas dan Fatah dalam demonstrasi tersebut. Tidak ada perbedaan antara syuhada’ Hamas dan syuhada’ Fatah. Siapa pun yang gugur maka wanita Palestina akan berduka. Demonstrasi ini sangat bagus karena mampu menyita perhatian orang. Saya melihat tidak ada bendera yang dikibarkan kecuali bendera Palestina,” kata Barawi.

“Saya menyukai rasa persatuan yang kita semua rasakan ketika pria dan wanita muda saling membantu.”

Partisipasi perempuan juga menarik perhatian juru bicara tentara “Israel” Avichay Adraee yang menyarankan melalui Twitter bahwa perempuan Palestina sebaiknya tinggal di rumah.

Pemimpin perempuan lebih mungkin mencapai tujuan

Wanita Palestina telah berkali-kali di masa lalu memimpin perlawanan tanpa kekerasan yang sukses melawan pendudukan “Israel”.

Penelitian menunjukkan bahwa gerakan yang menyambut perempuan dalam posisi kepemimpinan lebih mungkin mencapai tujuan mereka karena penggunaan taktik non-kekerasan, yang biasanya mengarah pada masyarakat yang lebih damai dan demokratis.

“Wanita Palestina adalah pilar integral dari gerakan dan komunitas nasional. Dia adalah pasien yang sabar, ibu yang berjuang, kakak perempuan dan anak perempuan kecil,” kata Hamad, ketua Komite Perempuan.

“Kehadiran perempuan dalam demonstrasi ini mengirimkan pesan yang jelas kepada dunia bahwa protes kami adalah tanpa kekerasan dan damai. Wanita Palestina adalah wanita pejuang, mereka tidak segan untuk turun ke medan juang, terutama ketika hal tersebut menyangkut kemerdekaan dan nasionalisme Palestina.”

Untuk aksi protes pada 20 April, komite perempuan akan mengatur program budaya dan kesadaran. Wanita lansia akan menceritakan kisah mereka tentang Nakba – pembersihan etnis Palestina pada tahun 1948 – kepada yang lebih muda dan membuat makanan tradisional Palestina, sementara para pemuda akan melakukan tarian tradisional dabke.

“Ini akan menanam banyak benih kesadaran di kalangan generasi muda perempuan,” kata Hamad.

Rana Shubair telah membawa anak-anaknya secara teratur untuk mengikuti aksi demonstrasi tersebut sehingga mereka dapat belajar tentang sejarah tanah air mereka. Tempat yang terletak hanya beberapa kilometer jauhnya, yang kini menjadi desa-desa palsu berpagar di “Israel”, banyak yang hancur selama Nakba dan sekarang tempat-tempat itu telah ditinggalkan oleh pemilik aslinya.

Setelah mengetahui bahwa sebagian besar wilayah Palestina telah dirampas “Israel”, anak dari temannya bertanya: “Mengapa kita tidak memberi tahu polisi?” Shubair menceritakan.

“Saya pikir apa yang diusulkan anak ini adalah apa yang kita, warga Palestina, cari – agar “Israel” bertanggung jawab dan menuntut penerapan resolusi PBB 194 tentang Hak untuk Kembali,” kata Shubair.

“Sebagai orang Palestina, saya memiliki seluruh Palestina dan saya punya hak untuk mengunjungi kota Palestina. Saya ingin menjadi bagian dari demonstrasi ini untuk mewujudkan perubahan yang saya yakini.” (Rafa/)

Sumber :arrahmah.com

Oposisi Turki Nyatakan Tetap Dukung Erdogan sebagai Presiden Kedua Kalinya

Oposisi Turki Nyatakan Tetap Dukung Erdogan sebagai Presiden Kedua Kalinya

 10Berita, PARTAI Gerakan Nasionalis (MHP) yang merupakan oposisi pemerintah Turki tidak akan mengajukan kandidat, karena mendukung presiden yang sekarang ini berkuasa. Demikian dinyatakan oleh pemimpin partai Devlet Bahceli itu, hari Sabtu (21/04/2018) kemarin.

“Tak satu pun dari anggota partai kami akan mencalonkan diri sebagai presiden. Calon kami adalah Tuan Recep Tayyip Erdogan,” ujar Bahceli pada konferensi pers di ibukota Ankara. Jika benar demikian, maka partai oposisi Turki ini mendukung Erdogan sebagai presiden untuk kedua kalinya.

Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa saat ini akan berkompetisi dalam pemilihan umum dalam pemilihan parlemen dan presiden pada tanggal 24 Juni mendatang.

Untuk pemilihan, Bahceli mengatakan strategi partai memiliki dua pilar yaitu parlemen yang kuat dan seimbang, dan pemilihan presiden yang dilakukan secara bersamaan.

Bahceli menambahkan bahwa MHP akan bekerja untuk pencalonan Erdogan serta mempromosikan kandidat mereka sendiri untuk parlemen.

Parlemen Turki pada hari Jumat mengeluarkan RUU menyerukan pemilihan awal pada 24 Juni, dengan 386 anggota parlemen dari kedua partai yang berkuasa dan oposisi mendukung langkah tersebut.

Dalam referendum April 2017, pemilih Turki menyetujui RUU yang mengalihkan Turki dari sistem parlementer ke sistem kepresidenan. []

SUMBER: WORLD Bully tinggi,  Islampos.

Tanggapi Nyinyiran Ketum PPP, Cuitan Fadli Zon ini Nampol Banget

Tanggapi Nyinyiran Ketum PPP, Cuitan Fadli Zon ini Nampol Banget


10Berita, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon turut ankat bicara mengenai omongan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy.

Pantauan TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitternya yang diunggah pada Sabtu (21/4/2018).

Diketahui, Romy sempat mengungkapkan penyebab orang suka nyinyir kepada pemerintah menurut versinya.

Menurutnya, ada 3 penyebabnya, dari tak kebagian kekuasaan hingga keinginan belum tersampai.

@MRomahurmuziy: Dan diantara sebab2 orang yg nyinyir terhadap pemerintahan adalah:
1.tak kebagian kuasa;
2. pernah menikmati kuasa namun tidak lagi; dan
3. orang yg kepengen berkuasa tapi belum kesampaian keinginannya.
Jadi, ini soal siapa makan kue saja. The end.

Dan diantara sebab2 orang yg nyinyir terhadap pemerintahan adalah:
1.tak kebagian kuasa;
2. pernah menikmati kuasa namun tidak lagi; dan
3. orang yg kepengen berkuasa tapi belum kesampaian keinginannya. Jadi, ini soal siapa makan kue saja. The end

— M. Romahurmuziy (@MRomahurmuziy) 21 April 2018

Menanggapi hal itu, Fadli Zon menganggap bahwa pernyataan tersebut sungguh dangkal. Fadli Zon kemudian menanyakan apakah Romy berbicara tentang dirinya sendiri?

@fadlizon: Duh sungguh dangkal pemikiran ini. Apakah sdg bicara ttg diri sendiri?

Duh sungguh dangkal pemikiran ini. Apakah sdg bicara ttg diri sendiri? https://t.co/4UGSkLheMo

— Fadli Zon (@fadlizon) 21 April 2018

Sementara itu, melalui akun Twitternya, Romy mengatakan jika nyinyir dasarnya adalah kebencian.

@MRomahurmuziy: Indonesia negara demokrasi, setiap pemerintahan wajib di-checks and balance dg kritik dan koreksi berlandaskan data dan fakta.
Tapi nyinyir, cemooh dan mencela, dasarnya adalah kebencian.
Ekspresi dan tujuan kedua hal itu, jelas jauh berbeda.

Ia pun menambahkan agar semua pihak menjadi santu dan sabar dalam mengingatkan pihak lain.

Ayo terus saling mengingatkan dalam kebenaran dengan cara yg santun dan penuh kesabaran demi kemajuan Indonesia. Bangsa Indonesia dikenal berabad2 kesantunannya hingga mancanegara, jangan nodai hanya krn pilihan politik yg berbeda

— M. Romahurmuziy (@MRomahurmuziy) 21 April 2018

Postingan-postingan tersebut kemudian mendapat beragam komentar dari warganet.

@Fxaris: Dangkal.

@ujangahmaad: Yah ini ketua umum apa ketua nyinyir?..
sekarang ini bukan karna tidak kebagian kursi tapi tidak terrealisinya janji2 kampanye dulu…
gimana orang gak mau ganti presiden kalau presidennya ingkar janji..

@Quvvatt: apakah valid bahwa yang mengkritik itu semuanya orang politik? dan apakah penyebab kritiknya adalah ingin kekuasaan kalau mau berargumen coba luruskan dulu nalar Mas. 

Sumber :beritaislam24H

Sekjen PPP Akui Banyak Akar Rumputnya Masih Setia ke Prabowo

Sekjen PPP Akui Banyak Akar Rumputnya Masih Setia ke Prabowo


10Berita -Sekretaris Jenderal DPP PPP Arsul Sani blak-blakan mengungkapkan adanya perbedaan pandangan di akar rumput partainya untuk mendukung Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

Bahkan, kata dia, berdasarkan survei internal Partai Ka’bah, hampir sebagian kader masih belum ingin berpaling dari Prabowo Subianto.

“Indikatif survei kami masih sekitar 40-an persen akar rumput PPP belum move on dari Pilpres 2014. Ini kami sikapi secara wajar dan apa adanya,” kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (20/4/2018).

Berdasarkan sejarah panjang PPP, partai yang mengatasnamakan diri ‘Rumah Besar Umat Islam’ ini, tak pernah mendukung Jokowi, baik di pemilihan Wali Kota Solo, Pilkada DKI Jakarta 2012 hingga di Pilpres 2014 yang bergabung di poros Prabowo-Hatta.

“Kalau dilihat dari sejarah panjang Jokowi dengan PPP itu kan selalu berhadap-hadapan, bukan mengusung. Oleh karena itu, wajar kalau kemudian di akar rumput belum menerima Jokowi,” bebernya.

Dengan demikian, Arsul mengaku, PPP yang saat ini berbelok arah mendukung Jokowi punya PR besar guna membujuk dan meyakinkan seluruh kader untuk menerima Jokowi sebagai Capres 2019.

“Ini menjadi kewajiban kami di PPP. Pak Romi dan teman-teman DPP, termasuk saya harus turun ke daerah untuk menjelaskan kenapa hasil Mukernas alim ulama ganti posisi. Di Mukernas, dari awal kami mengusung Pak Jokowi di 2019,” pungkasnya. []

Sumber :teropongsenayan

Ternyata PDIP Siapkan Sosok Ini Sebagai Cawapres Jokowi, Cak Imin Harus Rela Patah Hati

Ternyata PDIP Siapkan Sosok Ini Sebagai Cawapres Jokowi, Cak Imin Harus Rela Patah Hati

Jokowi dan Muhaimin Iskandar (Sumber Gambar : https://statik.tempo.co)

10Berita, Teka-teki tentang siapa sosok yang akan menjadi Cawapres mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 kini mulai menemukan titik terang. Sosok yang disiapkan untuk mendampingi Jokowi ternyata bukan berasal dari luar partai, bukan AHY, Cak Imin, atau Gatot Nurmantyo.

Sosok bakal Calon pendamping Jokowi di Pilpres 2019 ternyata merupakan kader PDI Perjuangan. Ketua DPP PDIP Sukur Nababan, seperti dilansir jawapos.com (21/04/18) menyatakan bahwa untuk Cawapres Jokowi yang diperioritaskan adalah Puan Maharani, Putri sang Ketua Umum.

Sukur Nababan (Sumber Gambar : https://cdn.sindonews.net)

Meski belum ada pengumuman resmi tentang siapa sosok pendamping Jokowi, namun dengan memperioritaskan Puan Maharani, maka cerita akhirnya gampang ditebak. Ternyata PDI Perjuangan sudah mempersiapkan Puan sebagai Cawapres Jokowi.

Keputusan PDI Perjuangan untuk memperioritaskan Puan sebagai pendamping Jokowi sebenarnya cukup beralasan. PDI Perjuangan merupakan partai yang salah satu pengikatnya adalah Soekarno.

Megawati dan Puan Maharani (Sumber Gambar : https://asset.kompas.com)

Nama besar Presiden pertama Indonesia Soekarno, dijadikan sebagai magnet untuk menghimpun sumber daya yang ada di dalam PDI Perjuangan. Tentu agar magnet ini tetap ada, maka diperlukan sosok yang kelak akan menggantikan posisi sang Ketua Umum Megawati.

Pengganti Megawati tentu harus berasal dari trah Soekarno, yang paling mungkin saat ini adalah Puan Maharani. Memposisikan Puan Maharani sebagai Cawapres di Pilpres 2019 akan menjadi titik tolak bagi Puan untuk mengemban amanah sebagai pewaris PDI Perjuangan.

Puan sebagai Cawapres juga akan memberikan keuntungan bagi PDI Perjuangan di masa depan. Jika Puan menjadai Cawapres di Pilpres 2019 berpasangan dengan Jokowi, maka di Pilpres 2014 mendatang PDI Perjuang bisa mengorbitkan Puan sebagai Capres dari PDI Perjuangan.

Jokowi dan Megawati (Sumber Gambar : https://statik.tempo.co)

PDI Perjuangan akan memanfaatkan sebaik mungkin tingginya popularitas dan elektabilitas Jokowi di Pilpres 2019. Sebagaimana kita ketahui Jokowi sama sekali tidak memiliki kendali atas PDI Perjuangan.

Momentum Pilpres 2019 bagi PDI Perjuangan adalah momentum untuk melahirkan pewaris PDI Perjuangan. Jika hal ini menjadi kenyataan maka bisa dipastikan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin bakal patah hati.

Bagaimana menurut sahabat UCers, setuju dengan saya? Silahkan tulis pendapat kalian di kolom komentar di bawah ini.

Sumber :

Https: //www.jawapos.com/read/2018/04/21/206187/pdip-prioritaskan-putri-megawati-jadi-cawapresnya-jokowi

 

 

 

 

Jokowi Hadapi Perlawanan Umat Islam akibat Salah Urus dan Ketidakadilan

Jokowi Hadapi Perlawanan Umat Islam akibat Salah Urus dan Ketidakadilan

 

10Berita - Munculnya perlawanan umat Islam terhadap Jokowi merupakan reaksi atas faktor ketidakadilan, salah urus ekonomi-politik dan aneka kezaliman. Demikian pandangan seorang pengamat politik.

Menurut Faizal Asegaf, pengamat itu, pemantik meningkatnya suhu politik dipicu oleh rangkaian kasus persekusi terhadap para ulama kritis, dinamika Pilkada dan beban problem sosial-ekonomi yang kian mencemaskan.

Kenyatan tersebut membuat PDIP dan rezim Jokowi bakal terjebak dalam kepungan kemarahan umat serta berpotensi memicu konflik politik yang lebih krusial.

"Walhasil secara kebatinan, PDIP dan rezim Jokowi terlihat galau, frustasi serta panik. Terlebih makin menguatnya stigma anti Islam dan dicurigai berbau komunis," imbuh Faizal.

Lebih lanjut kata Faizal, solidaritas bela Islam dan gerakan anti komunis akan menyatukan kekuatan umat. Diperkirakan eskalasinya jauh lebih tinggi dari tahun 2016 dan 2017.

Ruang gerak PDIP dan Jokowi diyakininya akan semakin terjepit. Pengaruh mereka di perhelatan Pilkada di sejumlah daerah strategis menjadi kacau-balau. Akibatnya, ambisi Jokowi untuk melangkah ke pertarungan Pilpres 2019 mengalami hambatan serius.

"Segala modus rekayasa politik apapun tidak akan mampu meredam kegusaran umat. Apalagi pendekatan represif digunakan, justru akan mempercepat eskalasi dan menyeret PDIP dan Jokowi dalam bencana politik yang lebih buruk," tegas eks aktivis mahasiswa 98 ini.

Faizal mengingatkan, PDIP dan Jokowi perlu menyadari bahwa munculnya perlawanan umat Islam merupakan reaksi atas faktor ketidakadilan dan aneka kezaliman.

"Janji-janji politik yang digulirkan tidak terbukti, bahkan penyelenggaraan pemerintahan dirasakan makin bobrok dan lebih amburadul. Fakta tersebut tidak bisa dipungkiri," demikian Faizal.[wid]

Sumber : Konfrontasi

[Video] : TAKHLUKNYA TIBET: TENTARA RRC YANG MENYAMAR JADI PEKERJA

[Video] : TAKHLUKNYA TIBET: TENTARA RRC YANG MENYAMAR JADI PEKERJA


10Berita – Saat ini, Tibet adalah wilayah jajahan RRC. Rezim Komunis Cina mengklaim jika wilayah Tibet adalah bagian dari Cina, namun sejarah membantah klaim tak berdasar ini. Adalah menarik, awal penjajahan RRC terhadap Tibet tidak didahului dengan mengirimkan pasukan dengan senjata api, melainkan dengan membanjiri wilayah tersebut dengan para pekerja yang ternyata adalah tentara komunis yang menyamar.

Bagaimana sesungguhnya Tibet dan proses lengkap aneksasinya oleh RRC bisa didapatkan secara lengkap di Eramuslim Digest edisi 12 dengan tema: Bahaya Imperialisme Kuning.

Eramuslim Digest bisa didapatkan di Plaza Eramuslim dengan nomor kontak 085811922988

Saksikan Video persembahan kami ini, dan jangan lupa dukung kami dengan subscribe dan share sebanyak banyaknya . Terimakasih.

Ini videonya :

Sumber :Portal Islam