OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 23 April 2018

Ternyata Tas “Bantuan Langsung Lempar” Ala Jokowi Gunakan APBN

Ternyata Tas “Bantuan Langsung Lempar” Ala Jokowi Gunakan APBN


10Berita, Kalangan aktivis pergerakan menyoroti kegiatan Presiden Joko Widodo membagi-bagikan “bantuan langsung” kepada masyarakat dalam setiap kunjungan ke daerah.

Sejauh ini di antara yang paling disoroti adalah pembagian sepeda kepada anggota masyarakat yang dapat menjawab kuis dari Jokowi. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Jokowi kepada calon penerima sepeda, biasanya anak-anak, kerap dianggap hanya mengedepankan aspek lucu dan menghibur semata.

Selain itu kalangan aktivis juga menyoroti kebiasaan Jokowi melemparkan bantuan dari dalam mobilnya. Ini yang kemudian melahirkan istilah baru di kalangan aktivis, “Bantuan Langsung Lempar”.

Kalangan aktivis pun mempertanyakan keterlibatan pasukan keamanan di lapangan membagi-bagikan tas putih-merah berisi bantuan kepada anggota masyarakat yang berdiri di pinggir jalan saat mobil Jokowi melintas.

Belakangan Ketua Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan DPP Partai Gerindra, Iwan Sumule, mempertanyakan penggunaan APBN di balik pengadaan tas yang digunakan dalam aksi “Bantuan Langsung Lempar” yang ditenderkan oleh Kementerian Keuangan dengan menggunakan dana APBN. (Klik disini)

“Wah, ternyata, “Bantuan Langsung Lempar” menggunakan dana APBN dan ditenderkan pula agar tampak seperti layaknya proyek-proyek APBN lainnya,” kata Iwan Sumule, dalam perbincangan dengan redaksi.

Menurut Iwan Sumule, aksi Jokowi membagikan “Bantuan Langsung Lempar” terkesan dan tampak seperti sedang kampanye Pilpres 2019, selain tidak mendidik.

“Melempar paket bingkisan dari dalam mobil kepada rakyat, mempertontonkan sebuah prilaku tak beradab seorang pemimpin kepada rakyatnya. Gagalnya sebuah revolusi mental, nawa cita dan trisakti. Jadi sudah pantas tahun 2019 kita ganti presiden,” demikian Iwan Sumule.

Sumber: rmol,

Mardani: Sudah Jadi Gerakan Rakyat, #2019GantiPresiden Insya Allah Terwujud

Mardani: Sudah Jadi Gerakan Rakyat, #2019GantiPresiden Insya Allah Terwujud


10Berita, Penggagas gerakan #2019GantiPresiden, Dr. Mardani Ali Sera yakin #2019GantiPresiden akan terwujud dengan niat ikhlas, kerja keras, dan fastabiqul khairot.

"Teman-teman sekalian, kembali kita luruskan niat bahwa semua ini kita lakukan dalam rangka ibadah dan fastabiqul khairot, doa yang banyak usaha yang ikhlas. Saya hadir diskusi dengan berbagai lembaga-lembaga survei atas rilis-rilis terbarunya, kesimpulan yang didapat adalah Insya Allah 2019 besar peluang perubahan kepemimpinan nasional, apalagi #2019GantiPresiden makin membesar," kata Mardani melalui akun twitternya, Ahad (22/4/2018).

Berikut selengkapnya KULTWIT #2019GantiPresiden oleh Dr. Mardani Ali Sera:

1. Sebulan ini saya hadir di banyak tempat & berdiskusi dari berbagai kalangan, tua muda, lintas generasi & lintas agama, juga menghadiri diskusi publik maupun talk show di media. 

2. Saya juga hadir atas undangan diskusi dengan berbagai lembaga2 survei atas rilis-rilis terbarunya, kesimpulan yang didapat adalah Insya Allah 2019 besar peluang perubahan kepemimpinan nasional, apalagi #2019GantiPresiden makin membesar.

3. Hampir semua lembaga survei membuat kesimpulan: Jokowi tidak aman dalam pilpres, padahal 4 tahun wajah & programnya menghiasi seluruh media, padahal dibackup koalisi gemuk, didukung banyak elemen negara dan kabarnya mempunyai jutaan relawan. 

4. Lembaga survei memperlihatkan hasil, Jokowi kalah di pemilih rasional & tidak rasional pada pendidikan SMA keatas, dan pak Jokowi hanya menang tipis pada pemilih SMA kebawah dan yang tidak terkonek ke sosial media. 

5. Tapi rata2 lembaga survei mempunyai kesimpulan Jokowi masih tidak aman dan sangat besar juga kemungkinan ada pergantian presiden jika janji2 belum terpenuhi dan ekonomi tidak juga membaik. 

6. Lembaga survei tidak berani bilang Jokowi aman, khawatir hasilnya jadi rujukan dia memilih cawapres yang hanya asal saja. 

7. Tim #2019GantiPresiden harus banyak bergerak di lapangan pada segmen pemilih pendidikan SMP kebawah dan mendekati warga yang belum/kurang dalam pendidikan. 

8. Pertarungan ide dan gagasan terbesar ada di segmen pemilih SMP kebawah, ini pertarungan besar relawan #2019GantiPresiden agar idenya bisa diterima mereka. Ini memang unik, tapi memang seperti itu menurut lembaga survei jika ingin menang.

9. Jika SELAIN Jokowi bisa memenangkan kontestansi capres, artinya masyarakat tidak melihat lagi dukungan parpol banyak atau sedikit, ada inti masalah dan keinginan besar dari rakyat tentang adanya perubahan. #2019GantiPresiden.

10. Ini bukan lagi simbol2 kaos sebagai identitas, tapi sudah menjadi gerakan rakyat yang secara mandiri berkreasi dan sosialisasi. Berbagai pernak pernik dibuat secara individu namun merata didalam maupun luar negeri. #2019GantiPresiden.

11. Siapapun, selain Jokowi bisa menang, itu kira2 kesimpulan beberapa lembaga Survei, sehingga tidak relevan membicarakan "Tokohnya belum ada kok cetak kaos". Padahal tanpa tokohpun sudah membuat harapan perubahan. #2019GantiPresiden.

12. Ini sungguh luar biasa, bukan hanya sekali atau dua kali saya bertemu pimpinan2 lembaga survei untuk berdiskusi dan meminta masukan, dan saya mendapat kesimpulan yang sama. Gerakan #2019GantiPresiden baru 2 bulan namun membuat histeria dimana2. Sangat berdampak ke pilpres.

13. Bisa dibayangkan, selain pak Jokowi belum banyak melakukan sosialisasi, belum melakukan apa2, namun disurvei "para penantang" sudah ada yg diatas 20%, ada yg 10% dan ada yg 5%. #2019GantiPresiden,

14. Teman2 sekalian, kembali kita luruskan niat bahwa semua ini kita lakukan dalam rangka ibadah dan fastabiqul khairot, doa yang banyak usaha yg ikhlas. Salam #2019GantiPresiden.

Sumber: Twitter @MardaniAliSera (22/4/2018).

Siang Ini Dua Ekonom Anti Neolib Bertemu di Jakarta

Siang Ini Dua Ekonom Anti Neolib Bertemu di Jakarta

Foto: Antara

10Berita – Rizal Ramli dan Kwik Kian Gie punya pemikiran yang sama. Keduanya  sama-sama sebagai ekonom yang menentang mazhab neoliberalisme, sistem ekonomi yang telah diterapkan sejak 1967 namun terbukti gagal membawa rakyat Indonesia sejahtera.

Rizal dan Kwik juga sependapat neolib telah menjadi pembuka pintu lebar-lebar bagi masuknya neokolonialisme dan neoimperialisme.

Rizal dan Kwik sudah lama dikenal sebagai pengeritik keras kaum neolib. Keduanya selalu berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran dan nasionalisme. Rizal dan Kwik kerap bersuara lantang baik ketika di dalam maupun luar kekuasaan.

Rizal pernah ditunjuk Presiden Abdurahman Wahid menjadi Kepala Bulog pada tahun 2000, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan dan Menko Maritim oleh Presiden Jokowi.

Adapun Kwik Kian Gie pernah menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, dan Menko Perekonomian.

Jika tidak ada aral melintang, Kwik Kian Gie akan menggelar pertemuan dengan Rizal Ramli di kediaman Rizal di Jalan Bangka IX, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (22/4). Sejumlah isu strategis terkait perjalanan bangsa dan negara akan dibicarakan keduanya.

Informasi yang dihimpun redaksi, pertemuan Rizal dan Kwik diawali makan siang. Setelah berbincang, Rizal yang belakangan namanya disebut pemerhati dan lembaga survei pantas berlaga di Pilpres 2019, dan Kwik yang merupakan kader PDIP, akan memberikan penjelasan ke publik.(kk/)

Sumber :rakyatmerdeka

Potret Pengantin di Mobil Pick up ini Bukti Bahagia itu Sederhana

Potret Pengantin di Mobil Pick up ini Bukti Bahagia itu Sederhana


10Berita - Orang hidup di dunia tak bisa menghindar dari berbagai cobaan. Segala rintangan harus dijalani dengan sabar dan usaha keras. Manusia nggak boleh putus asa dan banyak mengeluh.

Selain itu, hidup harus memperbanyak bersyukur. Sebab, apa yang kita dapatkan sejak dalam kandungan hingga sekarang adalah rezeki dari Tuhan. Kita tidak perlu iri dengan rezeki orang lain.

Setiap orang memiliki ukuran kebahagiaan sendiri dalam hidupnya. Apa yang menurut kita membahagiakan belum tentu bagi orang lain dan sebaliknya. Seperti kisah di balik foto pengantin yang diunggah akun @kusumandaru. Kala itu sepulang kerja dirinya mengendarai kendaraan. Lalu berada tepat di belakang pasangan pengantin bersama pengiring naik bak belakang mobil pick up bernomor polisi BA daerah Sumatera Barat.

Pemandangan itu seketika membuatnya introspeksi diri. Pasalnya, kedua mempelai tetap bahagia di tengah kesederhaan.

"I was driving home, tired. Then I came across them.
Suddenly the edges of my lips turned into a smile as I drove behind them for few minutes.

I thank you for making my day, and I wish nothing but happiness for the bride and groom :)

(Saya sedang mengendarai mobil pulang, lelah. Lalu saya menemukan mereka.
Tiba-tiba bibir saya berubah menjadi tersenyum saat saya berkendara di belakang mereka selama beberapa menit.

Saya berterima kasih karena telah membuat hari saya menyenangkan, dan saya tidak mengharapkan apa pun kecuali kebahagiaan bagi calon pengantin)," tulis pemilik akun @kusumandaru dikutip brilio.net, Minggu (22/4).

Sontak foto yang menyentuh itu memantik komentar warganet. Mereka juga merasakan pesan mendalam dalam foto pengantin itu.

"Cinta itu sederhana, gengsinya yang mahal. Proud of them," komentar akun @Andraiueo.

"Gua ikut bahagia, terharu. Cinta bisa membuat bahagia apapun keadaannya," timpal akun @juan_azzuro.

"Adem banget bisa nemu momen langka gini... jadi ngabuat rasa syukur selalu menjadi semakin besar," tambah akun @AndiHaris27.

Sumber : Brilio.net

Begini Cara Mossad Menghabisi Ilmuan-ilmuan Islam

Begini Cara Mossad Menghabisi Ilmuan-ilmuan Islam

10Berita, MALAYSIA  – Pembunuhan seorang ilmuwan Palestina berusia 35 tahun, Fadi al-Batsh di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, telah membuka tabir program pembunuhan rahasia yang ditargetkan terhadap warga Palestina yang dianggap sebagai ancaman besar oleh Israel.

Al-Batsh mempelajari teknik elektro di Gaza sebelum melanjutkan untuk mendapatkan gelar PhD dalam bidang yang sama di Malaysia.

Dia mengkhususkan diri dalam sistem tenaga dan penghematan energi dan telah menerbitkan sejumlah makalah ilmiah tentang masalah ini.

Hamas yang berkuasa di Gaza mengatakan al-Batsh adalah anggota penting kelompok itu dan menuduh badan intelijen Israel Mossad berada di balik insiden hari Sabtu (21/4/2018).

Hamas mengatakan al-Batsh adalah anggota setia dan merupakan seorang  ilmuwan cendekiawan muda Palestina yang berpotensi dan memiliki kontribusi penting dan berpartisipasi dalam forum internasional di bidang energi.

Berbicara kepada Al Jazeera, ayah al-Batsh mengatakan dia mencurigai Mossad berada di belakang pembunuhan putranya dan mengajukan tuntutan ke pihak berwenang Malaysia untuk mengungkap plot “pembunuhan” sesegera mungkin.

Menurut wartawan investigasi Israel, Ronen Bergman, yang merupakan salah satu ahli terkemuka intelijen Israel dan penulis buku Rise and Kill First, pembunuhan al-Batsh menanggung semua keunggulan operasi Mossad.

“Fakta bahwa para pembunuh menggunakan sepeda motor untuk membunuh target mereka, yang banyak digunakan di operasi Mossad sebelumnya dan merupakan operasi pembunuhan yang bersih dan profesional di lokasi yang jauh dari Israel, menunjukkan keterlibatan Mossad,” Bergman mengatakan kepada Al Jazeera melalui telepon.

Intelijen Israel biasanya mengidentifikasi target pembunuhan melalui beberapa langkah institusional dan organisasional dalam internal Mossad, serta komunitas intelijen Israel yang lebih luas dan kepemimpinan politik.

Terkadang target diidentifikasi oleh layanan domestik dan militer Israel lainnya.

Misalnya, al-Batsh diidentifikasi sebagai target melalui pengumpulan intelijen secara umum melalui unit-unit di dalam organisasi militer dan intelijen Israel yang membuntuti Hamas.

Al-Batsh juga bisa diidentifikasi melalui operasi intelijen Israel lainnya dan jaringan mata-mata Israel di seluruh dunia.

Sumber mengatakan kepada Al Jazeerabahwa komunikasi antara Hamas dengan Gaza, Istanbul (Turki) dan Beirut (Lebanon) diawasi ketat oleh jaringan intelijen Israel. Dengan demikian, pemilihan awal al-Batsh sebagai target bisa dilakukan melalui saluran-saluran ini.

Teman-teman al-Batsh yang berbicara dengan Al Jazeera dengan syarat anonimitas mengatakan dia tidak menyembunyikan hubungannya dengan Hamas.

“Dia dikenal dalam komunitas Palestina untuk hubungannya dengan Hamas,” kata seorang teman.

Setelah al-Batsh diidentifikasi sebagai target, Mossad kemudian akan mengevaluasi intelijen yang tersedia untuk memutuskan apakah dia harus dibunuh, apa manfaat membunuhnya dan cara terbaik untuk melakukannya.

Setelah unit khusus Mossad menyelesaikan arsipnya pada target, mereka membawa temuannya ke kepala Komite Layanan Intelijen, yang terdiri dari para pemimpin organisasi intelijen Israel dan dikenal dengan akronim Ibrani, VARASH, atau Vaadan Rashei Ha-sherutim.

VARASH hanya akan membahas operasi dan memberikan masukan serta saran.

Namun, ia tidak memiliki otoritas hukum untuk menyetujui suatu operasi.

Hanya perdana menteri Israel yang memiliki wewenang untuk menyetujui operasi semacam itu.

Para Petinggi Mossad

Bergman mengatakan bahwa perdana menteri Israel biasanya memilih untuk tidak mengambil keputusan itu sendiri karena alasan politik.

“Seringkali perdana menteri akan melibatkan satu atau dua menteri lain, yang seringkali termasuk menteri pertahanan, dalam keputusan untuk menyetujui operasi,” kata Bergman.

Setelah persetujuan diperoleh, rencana operasi kemudian dibawa kembali ke Mossad untuk persiapan dan pelaksanaan, yang bisa memakan waktu berpekan-pekan, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, tergantung pada target.

Caesarea atau Kaisarea adalah cabang operasi rahasia di Mossad yang bertugas menempatkan dan menjalankan mata-mata terutama di negara-negara Arab dan di seluruh dunia.

Unit ini didirikan pada awal 1970-an, dan salah satu pendirinya adalah mata-mata Israel yang terkenal, Mike Harari.

Caesarea memanfaatkan jaringan mata-mata di negara-negara Arab dan Timur Tengah yang lebih luas untuk mengumpulkan informasi dan melakukan pengawasan terhadap target saat ini dan masa depan.

Harari kemudian mendirikan unit yang paling mematikan di Caesarea, yang dikenal dalam bahasa Ibrani sebagai Kidon (“bayonet”), yang terdiri dari pembunuh profesional yang mengkhususkan diri dalam operasi pembunuhan dan sabotase.

Anggota Kidon sering diambil dari cabang militer Israel termasuk tentara atau pasukan khusus.

Yang membunuh al-Batsh di Kuala Lumpur mungkin anggota Kidon; sumber mengatakan kepada Al Jazeera.

Mossad tidak hanya menargetkan para pemimpin dan operator Palestina tetapi juga warga Suriah, Lebanon, Iran dan Eropa.

Caesarea setara dengan Pusat Kegiatan Khusus CIA (Special Activities Center-SAC), yang dulu disebut Divisi Kegiatan Khusus (Special Activities Division), sebelum reorganisasi dan perubahan nama pada tahun 2016.

CIA melakukan misi paramiliter rahasia – termasuk operasi pembunuhan yang ditargetkan – melalui Special Operation Group(SOG), yang merupakan bagian dari SAC dan memiliki beberapa kesamaan dengan Kidon milik Mossad.

Bergman menulis bahwa, hingga tahun 2000, yang menandai dimulainya Intifada kedua di wilayah Palestina yang diduduki, Israel telah melakukan lebih dari 500 operasi pembunuhan yang mengakibatkan kematian lebih dari 1.000 orang, termasuk target dan yang melihat eksekusi.

Selama Intifada Kedua, Israel melakukan 1.000 operasi lagi, di mana 168 operasi dinilai berhasil, tulisnya dalam bukunya.

Sejak itu, Israel telah melakukan sedikitnya 800 operasi lainnya yang ditujukan untuk membunuh para ilmuan, pemimpin sipil dan militer Hamas di Jalur Gaza dan di luar negeri.

Sumber : Jurnalislam.com

Ini Isi ‘Semprotan’ Lengkap SBY Anggap Roy Suryo ‘Ember’

Ini Isi ‘Semprotan’ Lengkap SBY Anggap Roy Suryo ‘Ember’

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono

10Berita , JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo ‘disemprot’ langsung oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal itu tertuang dalam pesan elektornik yang dikirim Ketua Umum Partai Demokrat itu agar Roy Suryo tak banyak bicara kepada media massa.

Dikonfirmasi, Roy pun membenarkan perihal pesan yang didapat dari SBY itu.

Pesan tersebut, didapatnya melalui aplikasi Whatssapp oleh ajudan SBY pukul 14.38 WIB dan 15.02 WIB.

Saat itu, Roy langsung membalas ‘siap pesan diterima dengan baik dan dilaksanakan. Terimakasih’.

Sikap menerima langshng tersebut, jelas politisi asal Yogyakarta itu, bentuk kepatusan terhadap ketum dan dilakukannya sepenuh hati.

“Memang demikianlah yang seharusnya terjadi, tanpa perlu saya tanyakan lagi kepada beliau mengapa hal tersebut dilakukan, apa alasannya, dan sebagainya,” jelas Roy dalam pesan singkat, Minggu (22/4/2018).

Dia menganggap, pesan SBY itu sebagai sikap ‘ngemong’ (pembinaan) yang sangat baik selaku ketum partai terhadap semua kadernya.

Karena itu, ia pun tak segan menyampaikan terimakasih.

Namun, yang justru menarik, lanjut dia, pesan WA tersebut sebenarnya hanya terkirim kepada tiga nama dalam tujuan: Roy, Sekjend Demokrat Hinca Pandjaitan dan Kadivisi Komunikasi Publik Imelda Sari.

Berikut isi WA ‘semprotan’ SBY untuk Roy Suryo:

Kepada: Bung Roy Suryo
Dari: SBY
Tembusan: Sekjen PD & Kadiv Komlik

Mengingat banyaknya statement Bung Roy Suryo di media yang tidak sesuai dengan posisi dan kebijakan Partai, untuk sementara Bung Roy Suryo tidak melakukan talk show termasuk ILC dengan TV dan media lain agar tidak menimbulkan kebingungan bagi kader Demokrat.

Untuk diketahui, untuk kesekian kalinya para kader Demokrat di berbagai daerah sering menyampaikan hal itu kepada saya.

Saya harap bung Roy fokus pada tugas di parlemen dan pemenangan di DIY yang saya nilai berlangsung dengan baik. Terima kasih.

Selamat bertugas.

Sumber : pojoksatu

Mulai Menantang Tuhan dan Mengusik Masjid Umat Islam, Tanda-Tanda Kekalahan Makin Nyata!

Mulai Menantang Tuhan dan Mengusik Masjid Umat Islam, Tanda-Tanda Kekalahan Makin Nyata!


10Berita, Tanda-tanda kekalahan makin nyata:
➡️Aksi mengumpulkan sejuta KTP Jokowi. Mengulang cara Teman Ahok yang dah nyungsep di Pilkada DKI
➡️Mengusik umat Islam dengan mengusik Masjid. Mirip-mirip mengusik Al Maidah 51. Sudah lompat pagar ngurusi agama lain.
➡️Menantang Tuhan. Dengan sombongnya mengatakan Jokowi Tak Ada Lawan, Hanya Tuhan yang bisa kalahkan Jokowi.

Biidznillah.. dengan izin Allah SWT #2019GantiPresiden akan terwujud.

Relawan Jokowi Luncurkan Program Antipolitisasi Masjid
https://nasional.tempo.co/read/1082066/relawan-jokowi-luncurkan-program-antipolitisasi-masjid

Tanggapi #2019GantiPresiden, Relawan: Hanya Tuhan yang Bisa Kalahkan Jokowi di 2019
http://www.tribunnews.com/nasional/2018/04/22/tanggapi-2019gantipresiden-relawan-hanya-tuhan-yang-bisa-kalahkan-jokowi-di-2019

Relawan Bagikan Kaos di Peluncuran Aplikasi Jutaan KTP Dukung Jokowi
https://news.detik.com/berita/d-3984286/relawan-bagikan-kaos-di-peluncuran-aplikasi-jutaan-ktp-dukung-jokowi

Simak video mereka sudah mulai menantang Tuhan...

Insya Allah... tantangan mereka akan dikabulkan di 2019.

[video]

— Enggal Pamukty (@Enggalpm) 22 April 2018


Luar biasa kesombongannya. Bersiaplah kalian ditenggelamkan Allah.

— #2019GantiPresiden (@izzulislam77) 22 April 2018


Semakin takabur semakin mendekati kejatuhan

— RL Dennis (@romeodannish) 22 April 2018


Semoga Allah menunjukkan kuasaNya aamiin

— Zara Zettira ZR 1️⃣4️⃣ (@zarazettirazr) 22 April 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

”Tamparan Keras” Dahnil untuk Relawan Jokowi yang Gagas Program Anti Politisasi Masjid


”Tamparan Keras” Dahnil untuk Relawan Jokowi yang Gagas Program Anti Politisasi Masjid


10Berita, Gerakan Nasional Jutaan Relawan Dukung Joko Widodo atau Jokowi membuat program antipolitisasi masjid. Program itu dilakukan melalui ceramah dan pengajian yang digelar relawan.

"Kami melakukan ceramah soal itu tiap ada pengajian relawan," kata koordinator gerakan, Sylver Matutina di Sarinah, Jakarta Pusat, Ahad, 22 April 2018. Relawan menggagas program ini untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai tempat ibadah.

Para ustaz dan takmir akan berbicara mengenai Islam yang benar.

“Bukan Islam yang dipakai untuk tujuan tertentu yang tidak baik."

Gerakan relawan Jokowi langsung mendapat tanggapan dari warganet.








Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah pun ikut berkomentar, bahkan tanggapan Dahnil ini benar-benar menjadi "Tamparan Keras" buat para pendukung Jokowi.

Sumber : b-islam24h.com

  

Amirul Mukminin yang Tak Dikenali

Amirul Mukminin yang Tak Dikenali

10Berita, SALMAN al-Farisi atau dengan nama asli Ruzbah lahir di desa Isfahan, Persia. Penduduk Persia ketika itu menyembah api sebagai perlambang cahaya.

Ketika tumbuh dewasa, salman resah dengan agama yang dianutnya. Ia kemudian memeluk agama Nasrani. Namun, ia kecewa karena pendeta yang diikutinya ternyata seorang yang korup. Salman akhirnya memutuskan untuk keluar dari Nasrani.

Salman lantas pergi ke negri Arab untuk mencari agama yang lebih baik yaitu dengan mengikuti serombongan pedagang. Ditengah jalan, ia dijual oleh pemimpin kafilah sebagai budak.

Selama di Madinah dia mendengar kedatangan Rasulullah SAW. Dia mencoba mendekati Rasulullah untuk memastikan bahwa ciri-ciri yang telah didengar dari berbagai sumber tentang kedatangan Rasul sebagai pembawa rislah kebenaran, benar-benar ada ppada diri Rasulullah.

Setelah berhasil menemukan kepastian, Salman akhirnya memeluk Islam. Dalam perjalanannya, Rasulullah membeli salman dan membebaskannya. Ia lantas memeluk Islam dengan bebas dan ikut serta dalam berperang membela Islam.

Ketika kaum Muslimin berhasil menaklukan Persia. Salman Al-Farisi merupakan orang yang ditunjuk menjadi amir atau gubernur oleh Khalifah Umar bin Khaththab. Salman digaji 5000 dirham. Namun, seluruh gajinya ia bagikan kepada fakir miskin.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, Salman menjual keranjang dari anyaman daun kurma. Penghasilan dari menjual keranjang tersebut hanya tiga dirham saja. Jumlah tersebut tak seberapa dibandingkan dengan 5000 dirham. Namun, inilah kerendahan hati serta kesederhanaan seorang salman Al-Farisi. Ia tidak mau menerima uang dari jabatannya.

Pada suatu hari Salman berjalan-jalan di Pasar dengan pakaian yang sederhana. Orang-orang yang melihatnya mengira bahwa Salman seorang yang fakir miskin. Tiba-tiba seorang musafir di pasar tersebut memanggilnya. Salman pun segera datang mendekat.

“Tolong bawakan barang-barangku ini!” ucap musafir tersebut sembari menunjuk kepada karung yang isinya begitu penuh.

“Iya, baiklah” jawab Salman, lalu barang itu diangkatnya dan ia mengikuti musafir tesebut dari belakang.

Tiba-tiba dalam perjalanan ada yang menyapa “Assalamu’alaikum, wahai Amir.”

“Wa’alaikumsalam wa rahmatullah,” jawab Salman.

Musafir tersebut kaget mendengarnya, bahkan rasa kagetnya semakin menjadi saja setelah beberapa orang lainnya kembali menyapa dengan mengatakan, “Wahai Amir, izinkalah kami yang membawa barang tersebut.”

Akhirnya musafir tersebut bertanya kepada salah seorang laki-laki yang berada di pasar, “Siapa laki-laki miskin yang membawakan barangku ini?”

“Tidak tahukah engkau, bahwa ia adalah seorang Amir?”

Musafir tersebut seketika pucat pasi mendengar jawaban dari laki-laki tersebut. Ia merasa bersalah dan malu.

Barulah ia tahu laki-laki yang diperintahnya adalah seorang Amir.

“Maafkan saya tuan, saya sungguh tidak tahu bahwa engkau adalah seorang amir. Izinkan barang itu saya yang membawanya,” ucap sang musafir kepada Salman.

“Jangan! Biarkan aku selesaikan tugasku yaitu membawakan barang-barangmu.” Jawab salman dengan penuh kelembutan.

Begitulah sifat rendah hati seorang Salman Al-Farisi, dari kerendahan hatinya dan kesederhanaannya membuatnya jarang dikenali sebagai seorang amir melainkan seorang fakir miskin. Namun Allah menjamin surga baginya lantaran ia pemimpin yang adil.[]

Sumber: jalansirah.com,  Islampos.

Pilpres 2019: Koalisi Pendukung Jokowi Diperkirakan Enggan Terima Anggota Baru

Pilpres 2019: Koalisi Pendukung Jokowi Diperkirakan Enggan Terima Anggota Baru

Partai Demokrat mengukuhkan Agus Harimurti Yudhoyono (keenam dari kiri) sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk Pemilukada 2018 dan Pemilu 2019 di Wisma Proklamasi, Jakarta, pada Sabtu (17/2/2018). Bisnis.com - Agne Yasa

10Berita , JAKARTA - Koalisi partai-partai pendukung Joko Widodo dinilai terlalu gemuk sehingga enggan menerima partai pendukung baru.

Toto Sugiarto, Direktur Eksekutif Riset Indonesia mengatakan bahwa koalisi yang tambun tersebut menyebabkan kubu Joko Widodo enggan menerima partai pendukung baru seperti Demokrat.

Selain itu, dia juga meragukan Joko Widodo bergandengan dengan Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pemilu 2019.

“Saya belum berpikir bahwa akan ada koalisi antara kubu Joko Widodo dan Demokrat,” ujarnya, Minggu (22/4/2018).

Menurutnya, koalisi yang tambun bisa merepotkan Joko Widodo jika berhasil meraih kursi orang nomor satu di Indonesia untuk kedua kalinya.

Pasalnya, kepentingan-kepentingan dari anggota koalisi harus diakomodasi setelah kontestasi berakhir, berkaca dari periode kedua kepemimpinan SBY.

Sebelumnya, berbagai kalangan memperkirakan Partai Demokrat akan merapat ke kubu Joko Widodo setelah pengadilan memerintahkan pengusutan kembali perkara pemberian fasilitas pinjaman jangka pendek (FPJP) Bank Century sebesar Rp6,7 triliun.

Djoko Edhi Abdurrahman, mantan Anggota DPR mengatakan bahwa yang menjadi sasaran penyidikan perkara ini adalah Boediono. Jika penyidikan berjalan dan Boediono mulai membeberkan berbagai kronologi perkara ini, maka Susilo Bambang Yudhoyono bakal ikut terseret. Itu dimungkinkan karena kasus bailout terhadapBank Century terjadi di masa kepemimpinan SBY.

“SBY terbuka mendukung koalisi Jokowi saat ini untuk menghindari sangkaan penyertaan,” ujarnya.

Dia mengatakan, tidak mungkin Budi Mulya menjadi pelaku tunggal dan dalam dakwaan terhadapnya pun sudah diuraikan keterkaitan pihak-pihak lain yang juga diperintahkan untuk disidik oleh hakim dalam putusan praperadilan.

Sumber : Bisnis.com