OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 25 April 2018

Kenapa Nama Politisi PDIP Tidak Ada Dalam Vonis Novanto?

Kenapa Nama Politisi PDIP Tidak Ada Dalam Vonis Novanto?


10BERITA, Tidak adanya nama politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di dalam amar putusan Setya Novanto dipertanyakan.

Padahal di dalam dakwaan, sejumlah nama kader banteng gemuk disebut menerima duit hasil korupsi proyek pengadaan KTP elektronik.

Pertanyaan itu disampaikan tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri. Vonis Pengadilan Tipikor Jakarta terhadap Novanto yanh dibacakan majelis hakim pada Selasa (23/4), benar-benar mengusik Rachma.

Hakim memvonis Novanto 15 tahun penjara. Dalam pertimbanganya hakim menyebut selain Novanto tipikor proyek KTP el memperkaya atau menguntungkan 27 pihak lain dan korporasi. Diantaranya politikus Demokrat Jafar Hafsah sebesar 100 ribu dolar AS, Miryam S Haryani selaku politisi Hanura sebesar 1,2 juta dolar AS, politisi Golkar Markus Nari sebesar 400 ribu dolar AS.

“Kenapa nama-nama dari partai itu (PDIP) sama sekali tidak ada?” tanya Rachma.

Politisi PDIP yang disebut di dalam dakwaan adalah Arif Wibowo, Yasonna Hamonangan Laoly, Olly Dondokambey dan Ganjar Pranowo.

Arif Wibowo disebut-sebut menerima 108 ribu dolar AS, Olly Dondokambey senilai 1,2 juta dolar AS, Ganjar Pranowo senilai 520 ribu dolar AS, dan Yasonna Laoly sebesar 84 ribu dolar AS.

Sementara dalam kesaksiannya di persidangan Novanto menyebut Puan Maharani dan Pramono Anung masing-masing menerima duit haram KTP el sebesar 500 ribu dolar AS.

Sebelum keluar vonis Novanto, Rachma menyebut kasus KTP el sebagai kasus besar setelah BLBI dan Century. Dia mendorong semua pelaku diusut tuntas tanpa pandang bulu.

Sumber: rmol

Masya Allah.. Anies Beri Kuliah Umum di Hadapan Guru Besar Turki

Masya Allah.. Anies Beri Kuliah Umum di Hadapan Guru Besar Turki


10Berita,  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Jumat (20/4/2018) pekan lalu melawat ke Turki.

Ternyata, selain mendapat sambutan istimewa dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Anies juga mendapat kejutan dari para guru besar Turki.


Melalui akun media sosialnya, Anies pagi ini memposting pengalamannya saat "ditodong" untuk memberi kuliah umum di Bahcesehir Universiteti, Istanbul, dihadapan para guru besar Turki.

“Bersedia,” ujar Anies memulai postingannya, saat Dubes Turki menanyakan kesediaannya untuk memberikan kuliah umum di Bahcesehir Universiteti. Adapun tema yang akan disampaikan yakni seputar kota dan masa depannya.

"Siang itu saya datang terlambat di kampus mereka, karena saat Jumatan ada tambahan kegiatan mendadak bersama Presiden Erdogan di Masjid Eyub Sultan. Kampusnya terletak di tepi Selat Bosphorus, pemandangan indah dari kampus ke arah selat," ujar Anies dalam akun Istagram dan akun Facebook-nya, Rabu (25/4/2018) pagi.

Anies sempat terkejut. Ketika masuk ruangan, ternyata kuliah umumnya bukan dihadiri mahasiswa, tetapi para guru besar dan dekan di kampus itu. "Siang ini mereka telah menunggu lebih dari satu jam. Format ruangannya pun seperti untuk diskusi intensif. Terlebih lagi, ketika moderator menyampaikan pembuka, ternyata mereka mengumumkan tema kuliah umum ini soal dunia internasional," kata Anies.

Meski dapat dua kejutan, yakni peserta dan tema kuliah umum, namun bagi Anies justru jadi materi diskusi yang menarik. Setelah memberikan paparan, mereka kemudian saling tukar pikiran. Dengan spektrum tema yang amat luas, dari soal sistem logistik, smart city, konsep pendidikan, perbankan syariah, hingga soal kehadiran kekuatan Tiongkok di Asia dan soal keseimbangan kekuatan militer di Asia.

"Dialog dan diskusi benar-benar menyenangkan karena deretan pertanyaan dari para guru besar dan dekan itu amat banyak dan variatif. Pertanyaan mereka menggambarkan penguasaan atas kondisi di Asia," sebut Anies.

Menurut Anies, diskusi penuh pertanyaan tajam, menantang dan bagus, terasa mencerahkan bagi semua. Diskusi pun jadi lebih panjang dari jadwal yang direncanakan. "Tapi semua merasakan, bukan hanya perjumpaan ide tapi ini merupakan simpul perikatan hubungan antarbangsa, Indonesia dan Turki. Dan tentu saja, dari sini muncul berbagai ide baru, yang bisa jadi bahan untuk terobosan-terobosan," pungkas Anies.

Sumber: IG Anies Baswedan

Saya jawab: “Bersedia”, saat Dubes Turki menanyakan kesediaan saya untuk memberikan kuliah umum di Bahçeşehir University di Istanbul. Temanya tentu saja seputar kota dan masa depannya. . Siang itu saya datang terlambat di kampus mereka, karena saat jumatan ada tambahan kegiatan mendadak bersama Presiden Erdogan di Masjid Eyub Sultan. Kampusnya terletak di tepi Selat Bosphorus, pemandangan indah dari kampus ke arah selat. . Ketika masuk ruangan, ternyata kuliah umumnya bukan dihadiri mahasiswa, tetapi para guru besar dan dekan di kampus. Siang ini mreka telah menunggu lebih dari satu jam. Format ruangannya pun seperti untuk diskusi intensif. Terlebih lagi, ketika moderator menyampaikan pembuka, ternyata mereka mengumumkan tema kuliah umum ini soal dunia internasional. . Meski dapat dua kejutan, justru jadi materi diskusi yang menarik. Setelah saya memberikan paparan, kami benar-benar saling tukar pikiran. Dengan spektrum tema yang amat luas, dari soal sistem logistik, smart city, konsep pendidikan, perbankan syariah, hingga soal kehadiran kekuatan Tiongkok di Asia dan soal keseimbangan kekuatan militer di Asia. . Dialog dan diskusi benar-benar menyenangkan karena deretan pertanyaan dari para guru besar dan dekan itu amat banyak dan variatif. Pertanyaan mereka menggambarkan penguasaan atas kondisi di Asia. Diskusi penuh pertanyaan tajam, menantang dan bagus, terasa mencerahkan bagi semua. Diskusipun jadi lebih panjang dari jadwal yang direncanakan. Tapi semua merasakan, bukan hanya perjumpaan ide tapi ini merupakan simpul perikatan hubungan antar bangsa: Indonesia dan Turki. Dan tentu saja, dari sini muncul berbagai ide baru, yang bisa jadi bahan untuk terobosan-terobosan. *ABW

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on Apr 24, 2018 at 6:09pm PDT


Sumber : PORTAL ISLAM

JEBRET! Guntur Romli Ngeles Melulu, Sesepuh Katolik Beri Saran: Lakukan Sumpah Pocong!

JEBRET! Guntur Romli Ngeles Melulu, Sesepuh Katolik Beri Saran: Lakukan Sumpah Pocong!


10Berita, Seorang warganet yang dikenal lugas dalam bercuit di lini masa twitter, Antonius S. Boediono yang akrab disapa Romo Boed, agaknya cukup geram melihat polah tingkah pentolan Jaringan Islam Liberal (JIL) sekaligus kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli.

Guntur memang terus berkilah dan menuding bahwa cuitan-cuitan lawas yang banyak dibagikan dan diunggah ke berbagai jejaring sosial merupakan fake tweet alias kicauan palsu yang dibuat dengan aplikasi tertentu.

Padahal, untuk mengecek kebenaran cuitan lawas Guntur, meski telah dihapus, tidaklah sulit. Contohnya cuitan lawas Guntur yang terdapat dalam https://web.archive.org/web/20180418020237/https://twitter.com/GunRomli/status/5288416480591872?s=19


Melihat polemik cuitan lawas yang terus dibantah oleh Guntur meski ada seabreg bukti, Romo Boed pun gemas.

Ia menyarankan agar pihak yang mengelak dan tak mengakui pernah bercuit segera melakukan sumpah pocong.

melihat / membaca ada polemik “ tulisan lawas Okotober 2010 tentang Kitab Suci “ merupakan sebuah rekayasa digital oleh penulisnya, agar semua pasti bukan kejahatan penistaan” saya hanya menyarankan “ Sumpah Pocong “ saja seperti yang dilakukan banyak orang #hening

— MARISSA❤DANIEL & ME (@asboediono) April 24, 2018

Saran Romo Boed ini ditanggapi banyak warganet lain.

Wah ide bagus...dukung! Sesekali kudu dibikin kapok. Dikira semua orang bisa dibodohi.

— DivHumasMbloh (@KakaLebah) April 25, 2018

kalo sumpah pocong terlalu meanstream, romo, gimana kalo sumpah cebong? 😄😄

— Jagalabilawa #212 (@ArjunaPutra19) April 25, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Marak Upaya Pisahkan Agama dan Politik, Begini Penjelasan Makjleb Ustadz Somad

Marak Upaya Pisahkan Agama dan Politik, Begini Penjelasan Makjleb Ustadz Somad


10Berita, Ustadz Abdul Somad Lc MA menyampaikan argumen yang dinilai tak bisa dibantah terkait adanya usaha beberapa kelompok yang berniat memisahkan agama dan politik.

"Memisahkan agama dari politik sama dengan memisahkan agama dari jual beli, memisahkan agama dari pernikahan." kata Ustadz Abdul Somad dalam program Fakta TV One beberapa waktu lalu.

Ustadz Somad menjelaskan, agama merupakan panduan dalam kehidupan. Agama tidak hanya mengatur tentang bagaimana menghadapi kematian, tetapi juga ajaran tentang petunjuk dalam menjalani kehidupan

"Agama datang mengatur kehidupan." terangnya.

Karenanya, semua hal terkait kehidupan umat manusia diatur dengan sangat baik dan terperinci di dalam agama. Mulai dari urusan yang terlihat sederhana hingga urusan besar terkait sebuah bangsa atau peradaban.

"Jual beli, pernikahan, politik itu bagian dari kehidupan (sehingga diatur oleh agama)." tegasnya.

Karenanya, lanjut dai asal Pekanbaru ini, melepaskan agama dari politik atau bagian kehidupan lainnya bermakna melepaskan agama dari kehidupan itu sendiri.

"Melepaskan agama dari bisnis berarti melepaskan agama dari kehidupan." pungkas Ustadz Somad.

Dakwah Ustadz Somad

Lulusan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini menjadi fenomena baru dan tren dalam dakwah di Nusantara. Ustadz Somad menghadirkan dakwah yang ringan dihiasi canda tetapi sarat makna.

Sepak terjak dakwah Ustadz Somad ini menjadi sorotan publik. Ia digelari dai sejuta followers karena tayangan ceramahnya di berbagai kanal media selalu dibanjiri umat Islam.

Di dunia nyata, lulusan Darul Hadits Maroko ini juga digemari mereka yang beragaman selain Islam. Banyak umat agama lain yang mengajak foto, bahkan mengidam pingin bertemu Ustadz Somad ketika hamil.

Atas kiprah dakwahnya itu, Ustadz Somad terpilih sebagai Tokoh Perubahan Republika tahun 2017.

Sumber : tarbawia.net

 

Pekerja Pribumi Tergulung Banjir Pekerja Asing

Pekerja Pribumi Tergulung Banjir Pekerja Asing


10Berita – Gaduh pekerja asing (China), memancing Wakil Presiden Jusuf Kalla angkat bicara. China diminta tak membawa pekerja dalam jumlah besar di proyek-proyek yang mereka biayai. Apa mau?

Menurut JK ketika menerima Wakil Perdana Menteri China, Liu Yandong di Istana Wapres, belajar dari pengalaman masa lalu, datangnya arus besar pekerja asal China merugikan tenaga kerja RI.

Solusi yang dinilai sama-sama menguntungkan adalah menggunakan tenaga kerja Indonesia. Di mana, pekerja Indonesia, pertama-tama diberi bekal kemampuan supaya memiliki kompetensi. Sesuai dengan standar China. Diharapkan, Pemerintah China bisa melaksanakannya untuk proyek-proyek investasi mereka selanjutnya.

Asal tahu saja, kekhawatiran akan serbuan tenaga kerja asing asal Cina masuk ke Indonesia, menguat dalam beberapa waktu terakhir ini.

Perdebatan di masyarakat soal jumlah pekerja asing, terutama asal Cina, terus terjadi. Sebagian mengatakan, jumlah pekerja China yang mengais rejeki di Indoneria mencapai 10 juta orang. Jumlah ini didominasi TKA illegal.


Namun, angka ini dibantah Direktur Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, Hery Sudarmanto. Hanya saja, bantahan itu tidak mengubah kecemasan dan kekhawatiran rakyat Indonesia atas banjir TKA China ke tanah air.

Pekerja asing yang terdaftar di Kemenaker, khusus dari China mencapai 21.271 orang. Mereka adalah yang mengajukan perizinan. Namun laporan resmi itu tak dipercaya rakyat. Apalagi banyak TKA China yang bermasalah. Misalnya, mereka adalah TKA ilegal yang masuk ke Indonesia untuk menyelundupkan narkoba dan lainnya.

Mereka juga menipu aparat pemerintah dan rakyat dengan modus yang ditemukan oleh Kemenakertrans. Semisal, mencantumkan posisi tenaga ahli, seperti mechanical engineering atau manajer quality control. Kenyataannya, mereka tak punya skill alias pekerja abal-abal.

Apa lagi yang dilanggar? Undang-undang UU No 13 Tahun 2003 tegas melarang TKA unskill labours bekerja di Indonesia. Kecuali yang memiliki keterampilan seperti tenaga ahli mesin berteknologi tinggi, ahli hukum internasional, akuntansi internasional, dan lainnya.

Selain itu, pekerja asing diwajibkan bisa berbahasa Indonesia. Satu orang TKA didampingi 10 orang pekerja lokal. Dengan pola ini diharapkan bisa terjadi transfer of knowledge dan transfer of job. Namun, dalam praktiknya semua dilanggar TKA China. Mereka menukangi dengan banyak cara.

Polemik soal pekerja asing semakin mengeras. Lantaran Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Di dunia maya, masalah ini menjadi viral.

Ada apa pasal? Terkesan, ini kebijakan panik Jokowi guna memastikan datangnya dana segar dari investasi. Kaitannya, tentu saja dengan kejar target dan kejar tayang pembangunan infrastruktur jelang Pilpres 2019.

Tafsir dari kebijakan itu adalah China akan memperbanyak investasi langsung ke Indonesia. Termasuk menggelontorkan utang dalam jumlah besar.

Di tengah sulitnya pekerja lokal sulit mencari nafkah, Jokowi justru menerbitkan Perpres yang memberikan karpet merah kepada masuknya TKA ke Indonesia.

Tentu saja, kebijakan ini bertolak belakang dengan kebutuhan tenaga kerja lokal. Adalah ironi, peristiwa ini terjadi karena kebijakan Jokowi. Pertanda apakah?

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, menilai, Perpres 20/2018 sangat memprihatinkan. Terkesan kuat kebijakan ini tidak memiliki sense of crisis, sense of urgency serta sense of direction.

Kata Said, di tengah kesulitan pekerja lokal mencari kerja, pemerintah seharusnya memfasilitasi lahirnya peluang kerja. Hal iotu lebih pas dengan janji kampanye Jokowi tentang penciptaan lapangan kerja untuk 10 juta tenaga kerja.

Namun, kenyataan jauh panggang dari api. Bukannya memfasilitasi pekerja lokal untuk mendapatkan pekerjaan, pemerintah malah mempermulus TKA untuk masuk ke tanah air.

Menurut Iqbal, Perpres Jokowi ini akan mengorbankan pekerja lokal. Di mana, mereka tidak akan bisa terserap. Meski arus investasi yang masuk cukup besar, pengangguran tetap saja tinggi.

Ya, karena investasi China diikuti dengan masuknya buruh-buruh kasar (unskill workers). Tidak ada perpres saja, buruh China menbanjiri Indonesia. Padahal, UU Nomor 13 tahun 2003 dan UUD 1945 mengamanatkan negara untuk menjaga ini.

Apalagi dengan adanya Perpres yang mempermudah TKA, patut diduga jumlah buruh kasar TKA China akan berkali-kali lipat jumlahnya. Bisa jadi, buruh lokal hanya akan menjadi penonton di negri sendiri.

Belum lagi soal diskriminasi gaji atau upah antara buruh lokal dengan TKA, meskipun jenis pekerjaan yang dilakukan, mirip. Mereka bergantian menggunakan alat yang sama, namun bayarannya berbeda.

Sebagai contoh, seorang sopir forklif di sebuah perusahaan investasi China yang memproduksi baja di daerah Pulogadung, Jakarta Timur, bergaji kurang lebih Rp10 juta per bulan. Sedangkan pekerja Indonesia di perusahaan yang sama hanya dibayar Rp3,6 juta per bulan. Sepertiga gaji pekerja asing.

Persoalan urgen lainnya adalah soal ketidakseimbangan jumlah pengawas dengan perusahaan yang ada. Di Jawa Timur, sedikitnya ada 40.000 perusahaan. Namun, jumlah pengawas hanya 200 orang.

Di Surabaya saja, terdapat sekitar 15 ribu perusahaan, pengawasnya hanya 15 orang. Bagaimana mungkin satu orang mengawasi seribu perusahaan? Jadi, jangann heran apabila banjirnya TKA bikin resah dan dikhawatirkan menjadi sumber kisruh.

Kenyataan lain, Survey Lembaga Survey Indonesia (LSI) menyebutkan, salah satu isu yang berpotensi menurunkan elektabilitas Jokowi adalah soal TKA. Dengan keluarnya perpres ini, dikhawatirkan bisa membuat tingkat kepercayaan rakyat kepada Jokowi, menurun. Tentunya, masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Apalagi Jokowi masih ingin berlaga di Pilpres 2019.

Ah, Jokowi. Oleh sebab itu, sangat masuk akal desakan dari kalangan serikat pekerja dan civil society agar Jokowi mencabut Perpres 20/2018. Karena, mengancam nasib tenaga kerja lokal. []

Sumber :inilah, Eramuslim.com

Profile Mohamed Salah, Dari Usia 10 Tahun ke 25 Tahun

Profile Mohamed Salah, Dari Usia 10 Tahun ke 25 Tahun


10Berita, Liverpool menang 5-2 atas AS Roma pada leg pertama semifinal Liga Champions, di Stadion Anfield, Liverpool, Selasa (24/4/2018) waktu setempat. Mohamed Salah menjadi bintang dengan kontribusi dua gol dan dua assist.

Tren mencetak gol Mohamed Salah akan sulit dihentikan pemain dan tim mana pun. Itulah pujian pelatih Liverpool, Juergen Klopp, seusai laga versus AS Roma.

Saat mencetak gol ke gawang AS Roma, Salah tidak melakukan selebrasi luapan kegembiraan. Salah mengangkat kedua tangannya. Itu cara Salah menghormari mantan klubnya AS Roma, sebelum dia pindah ke Liverpool.

Banyak mantan bintang sepakbola yang menyebut Salah layak meraih Ballon d'Or (pemain terbaik dunia) tahun ini.

Lalu siapakah Mohamed Salah yang telah mencuri perhatian dunia dan selalu dipuja puji fans Liverpool?

Naman lengkapnya Mohamed Salah Ghaly (محمد صلاح غالي‎), lahir 15 Juni 1992 (umur 25 tahun) di Mesir. "Salah" penyebutan umumnya, kalau di kita "Soleh" atau "Solih" yang artinya Baik.

Tim Lokal:

- Salah bermain sepak bola sejak kecil. Sejak usia 10 tahun sudah masuk klub El Mokawloon Sporting Club.

- Ia memainkan debut di tim senior mereka di Premier League Mesir dari pemain pengganti pada tanggal 3 Mei 2010 di hasil imbang 1-1 melawan Mansoura.

- Selama musim 2010-2011 Salah maju dan menjadi reguler di tim.

- Dia mencetak gol pertamanya bagi klub pada tanggal 25 Desember 2010 pada hasil imbang 1-1 melawan Al Ahly SC.

- Dia menjadi pemain reguler untuk El Mokawloon, muncul dalam setiap pertandingan musim 2011-12.

- Namun, setelah bencana Stadion Port Said, awal Februari 2012, Liga Mesir dihentikan dan semua pertandingan selanjutnya dibatalkan.

Debut Internasional:

Klub Swiss Super League Basel telah memantau Salah untuk beberapa waktu, dan setelah bencana Stadion Port Said klub mengadakan pertandingan persahabatan dengan Mesir U-23 tim. Pertandingan ini berlangsung pada tanggal 16 Maret di Stadion Rankhof, di Basel, dan meskipun Salah hanya bermain pada paruh kedua, ia mencetak dua gol. Permainan berakhir dengan kemenangan 4-3 untuk Mesir U-23 tim. Basel selanjutnya mengundang Salah untuk tetap tinggal di kota itu untuk trial satu minggu. Pada tanggal 10 April 2012, diumumkan bahwa Salah telah menandatangani kesepakatan untuk Basel pada kontrak empat tahun dimulai dari tanggal 15 Juni 2012.

Karier junior
2002–2010: El Mokawloon

Karier senior
2010–2012: El Mokawloon
2012–2014: Basel
2014- : Chelsea
2015–2016: Fiorentina (pinjaman)
2016-2017: A.S. Roma
2017- : Liverpool F.C.

[Simak Video - Profil Mohamed Salah, dari usia 10 hingga 25 tahun]

Sumber :Portal Islam 

Islam Disebarkan dengan Pedang, Benarkah?

Islam Disebarkan dengan Pedang, Benarkah?

10Berita, INI adalah tuduhan umum yang dibuat terhadap umat Muslim dan Islam secara umum: “Satu-satunya alasan Islam menjadi agama yang menyebar di dunia adalah karena agama ini disebarkan dengan pedang.”

Ini adalah pernyataan favorit kaum Islamofobia, para analis dan sejarawan yang takut akan ancaman Islam pada Dunia Barat. Ini sudah lama menjadi sebuah topik hangat yang diperdebatkan, dan adalah tepat untuk menganalisis dan mempelajari topik ini untuk lebih memahami apakah sah atau tidak.

Mesir, Suriah, Iraq, dan Persia – Penaklukan Pertama

Setelah periode pemerintahan Nabi Muhammad (SAW), ekspansi Islam sebenarnya dimulailah, atau pada awal tahun 630. Kampanye melawan Kerajaan Bizantium dan Sassanid (Persia) dimulai dengan prajurit Arab gurun melawan kerajaan kuno yang sudah mapan ratusan tahun dan berpusat di Konstantinopel dan Ctesiphon.

Abu Bakar, khalifah pertama Islam, mengeluarkan aturan kepada para tentara yang akan berperang:

“Berhentilah sejenak, hai pasukan, supaya aku bisa menerangkan dahulu kepada kalian aturan bagaimana kalian di medan perang. Jangan melakukan pengkhianatan atau menyimpang dari jalan yang benar. Kalian tidak boleh melakukan mutilasi mayat. Kalian tidak boleh membunuh seorang anak kecil, atau seorang wanita, atau seorang pria tua. Kalian tidak boleh merusak pohon, atau membakar pohon dengan api, khususnya yang tengah berbuah. Jangan sembelih ternak, simpanlah untuk persiapan makanan kalian. Kalian akan melewati orang-orang yang telah mengabdikan hidup mereka untuk layanan monastik, janganlah kalian ganggu mereka.” (Aboul-Enein, H. Yousuf and Zuhur, Sherifa, Islamic Rulings on Warfare, p. 22, Strategic Studies Institute, US Army War College, Diane Publishing Co., Darby PA)

Di semua sejarah perang, aturan-aturan ini sangat unik dan inovatif. Jauh sebelum penyebaran Islam, Persia dan Bizantium telah memulai perang selama puluhan tahun mulai dari Suriah sampai Iraq  dan menjadikannya reruntuhan. Abu Bakar menjelaskan bahwa tentara Muslim tidak beroperasi dengan prinsip yang sama dan membatasi peperangan hanya dilakukan kepada tentara dan pemerintah musuh, bukan masyarakat umum. Hukum Syariah Islam, berdasarkan contoh dari Abu Bakr, jelas melarang penggunaan kekuatan terhadap siapa pun kecuali dalam kasus perang yang sah melawan musuh yang jelas. (Kennedy, H. (2007). The Great Arab Conquests: How the Spread of Islam Changed the World We Live In. Philadelphia: Da Capo Press. pg.91)

Secara tegas, Islam sudah mengatur keyakinan setiap orang sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Islam tidak pernah memaksa siapapun untuk meyakini Islam artinya sama sekali tidak dipaksa atau terpaksa untuk masuk Islam. Ketika terjadi penaklukan Yerusalem, khalifah pada saat itu, Umar ibn al-Khattab, menulis dalam perjanjian penyerahan dengan para leluhur kota:

“Ia [Umar] telah memberi mereka jaminan keamanan bagi diri mereka sendiri, untuk properti mereka, gereja-gereja mereka, salib mereka, orang sakit dan sehat. Gereja mereka tidak akan dihuni oleh kaum Muslim dan tidak akan dihancurkan … Mereka tidak akan dipaksa untuk masuk Islam.” (Kennedy, H. (2007). The Great Arab Conquests: How the Spread of Islam Changed the World We Live In. Philadelphia: Da Capo Press. pg.91).

Tidak ada kerajaan lain atau negara pada saat itu yang memiliki ide-ide toleransi beragama seperti ini. Umar, menjadi sahabat Nabi, yang pertama menetapkan preseden dalam perjanjian ini tentang pengobatan masyarakat yang ditaklukkan dalam hukum Islam. Ketika Mesir, Suriah, Iraq, dan Persia ditaklukan warga yang beragama Kristen, Yahudi, Sabian, atau Zoroastrian, diizinkan untuk menjaga tradisi keagamaan mereka.

Bukti itu masih ada sampai sekarang. Bahwa komunitas-komunitas  Kristen banyak tersisa di negara-negara tersebut, misalnya Kristen Koptik di Mesir. Selama beberapa abad pertama setelah penaklukan Muslim, mayoritas penduduk daerah ini tetap Kristen. Perlahan, mereka mulai menyatakan Islam sebagai agama mereka dan bahasa Arab sebagai bahasa mereka. Hari ini, persentase orang Kristen di Mesir adalah 9%, Suriah 10%, Lebanon 39%, dan Iraq 3%. Jika di awal penaklukan negeri-negeri ini orang dipaksa masuk Islam, maka tidak akan ada komunitas Kristen di negara-negara tesrebut. Keberadaan mereka adalah bukti Islam tidak menyebar dengan pedang.

Para prajurit dan pemimpin pasukan yang menaklukan di Mesir, Suriah, Iraq, dan Persia merupakan generasi pertama umat Islam. Banyak dari mereka bahkan sahabat Nabi. Apa yang akan terjadi ketika ekspansi Muslim berlanjut, saat tentara Muslim melawan Bizantium lanjut Barat, di Afrika Utara dan kemudian, di Spanyol?

Mayoritas penduduk pantai Afrika Utara di tahun 600 SM adalah Barbar. Sementara Kekaisaran Bizantium menguasai sebagian besar pantai dari Mesir ke Aljazair, orang-orang dari daerah-daerah yang umumnya tidak setia kepada Bizantium yang mengalami kesulitan besar mencoba untuk menaklukkan wilayah tersebut. Pergolakan politik dan sosial di abad sebelum Islam menyebabkan wilayah ini terkena bencana.

Ketika Khalifah Umayyah, Muawiyah, menunjuk seorang jenderal, Uqba bin Nafi, untuk menaklukkan pantai Afrika Utara dari Bizantium pada tahun 660 SM tersebut, sekali lagi, tanpa menyebutkan rincian strategi dan pertempuran, dalam beberapa dekade, kontrol Muslim di Afrika Utara diperketat.

Pola yang sama kita lihat di Asia Barat Daya berlanjut di Afrika Utara. Orang di wilayah ini sama sekali tidak dipaksa untuk masuk Islam. Tidak ada satu pun sumber, baik oleh Islam maupun non-Muslim, menyebutkan bangsa Barbar masuk Islam dengan paksaan. Kenyataannya memang banyak bangsa Barbar yang masuk Islam cukup cepat dan langsung memperkuat barisan tentara Muslim.

Seandainya para Barbar ini dipaksa masuk Islam, tentu mereka pun tidak akan bersemangat dan antusias untuk bergabung dengan militer Islam.

Setelah penaklukan Afrika Utara, datang sebuah proposal yang mengubah sejarah dunia selamanya. Pada tahun 700-an awal, Semenanjung Iberia (sekarang Spanyol dan Portugal) berada di bawah kendali Raja Visigoth Roderic. Seorang bangsawan dari Iberia yang dikirim pada gubernur Muslim Afrika Utara. Ia mengeluh tentang aturan yang menindas dan tiranical dari Roderic. Sang bangsawan berjanji untuk mendukung invasi Muslim melawan Roderic dengan pasukannya sendiri jika mereka melakukan intervensi.

Setelah serangan permulaan untuk mengukur dukungan penduduk lokal terhadap intervensi itu, Tariq bin Ziyad membawa tentara dari Maroko ke Iberia di tahun 711. Dalam beberapa bulan saja, pasukan Tariq berhasil mengalahkan Raja Roderic. Dalam waktu 3 tahun, seluruh Semenanjung Iberia berada di bawah kendali Muslim. Banyak kota yang kemudian menyuarakan tentang keadilan kekuasaan Islam, dan secara sukarela membuka pintu dan menyambut tentara Muslim, yang mengakhiri penindasan Visigoth.

Lebih banyak bukti dokumenter dari penaklukan ini yang membuktikan bahwa penaklukan Islam tidak berarti pemaksaan. Pada bulan April 713, seorang gubernur muslim di wilayah tersebut melakukan perjanjian dengan Visigoth, termasuk ketentuan bahwa masyarakat “tidak akan dibunuh atau ditawan. Tidak pula mereka dipisahkan dari perempuan dan anak-anak mereka. Mereka tidak akan dipaksa dalam hal agama, gereja-gereja mereka tidak akan dibakar.” (Kennedy, H. (2007). The Great Arab Conquests: How the Spread of Islam Changed the World We Live In.  Philadelphia: Da Capo Press. pg.315).

Kita lihat satu lagi contohnya pada Muslim Spanyol (yang kemudian akan disebut sebagai al-Andalus) bahwa penduduk setempat (kebanyakan Kristen, meskipun populasi Yahudi yang cukup besar juga ada) tidak dipaksa untuk masuk Islam. Bahkan, dalam beberapa abad kemudian, masyarakat bertoleransi terhadap semua agama yang ada di al-Andalus, di mana Muslim, Yahudi, dan Kristen mengalami zaman keemasan pengetahuan, budaya, dan filsafat.

Berbeda misalnya dengan masa Reconquista Kristen yang secara efektif, etnis Muslim dan Yahudi dibersihkan dari seluruh semenanjung itu. []

Sumber: Lost Islamic History, Islampos.

GENIUS!!! ROCKY GERUNG HEBOHKAN PEMIRSA DI ILC

GENIUS!!! ROCKY GERUNG HEBOHKAN PEMIRSA DI ILC


10Berita, Pengamat politik dan peneliti perhimpunan pendidikan demokrasi, Rocky Gerung menjadi nara sumber utama di acara ILC tvOne tadi malam, Selasa (24/4/2018), yang mengangkat topik "Kuda Hitam Pilpres 2019".

Paparan Rocky sangat tak terduga dan sangat cerdas memetakan politik dan dinamikanya.

Rocky di awal menekankan bahwa "elektabilitas-elektabilitas" yang dilakukan berbagai lembaga survei TAK ADA GUNANYA. Karena survei yang dilakukan seolah-olah Pemilu dua hari lagi, padahal pilpres masih berbulan-bulan lagi. Dan selama rentang waktu itu banyak variabel yang mungkin terjadi. Variabel dalam negeri maupun variabel luar negeri.

"Omong kosong elektabilitas," tegas Rocky.

Paparan yang sangat cerdas, genius. Demikian kesimpulan warganet.

"Proffesor cerdas yang sukses bikin gw begadang... Tajam bgt pandangannya," ujar Yudi Get, di kolom komentar chanel Youtube yang menayangkan rekaman paparan Rocky.

"Cebong sangat berharap orang secerdas RG (Rocky Gerung) ada di pihak para monyet, sayang kenyataannya RG orang yg berpihak pada logika dan akal sehat ...," timpal Riza Zidane.

Simak selengkapnya paparan Rocky Gerung di ILC edisi Selasa 24 April 2018.

[video]

Sumber :Portal Islam 

Nampol Banget! Rocky Gerung: Capres boleh mulai kampanye, Tapi jangan pakai APBN

Nampol Banget! Rocky Gerung: Capres boleh mulai kampanye, Tapi jangan pakai APBN


10Berita,  Kupon pembagian sembako dari Presiden Joko Widodo untuk warga sempat jadi sorotan. Kini, ganti pengadaan tas sembako senilai Rp 3 miliar yang ramai dibahas.

Pembahasan soal tas sembako Jokowi ini ramai di media sosial Twitter dan Facebook. Informasi soal tas sembako ini berasal dari situs LPSE Kemenkeu.

Di laman lpse.kemenkeu.go.id, tercantum informasi soal lelang 'Pengadaan Tas Sembako Bantuan Presiden' dengan kode lelang 23246011. Pengadaan ini ada di bawah Kementerian Sekretariat Negara, satuan kerja Istana Kepresidenan Jakarta.

Nilai pagu paket Rp 3.000.000.000 dengan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) paket Rp 600.000.000. Anggaran ini bersumber dari APBN.

detikcom telah meminta keterangan dari pihak Istana Kepresidenan terkait pengadaan tas sembako Jokowi senilai Rp 3 miliar yang jadi sorotan ini namun belum mendapatkan tanggapan. 

Link: https://news.detik.com/berita/3985532/anggaran-rp-3-m-untuk-tas-sembako-jokowi-jadi-sorotan

***

Beberapa pihak menilai pembagian sembako oleh Presiden sebagai kampanye terselubung. Bahkan Bawaslu sudah memperingatkan Jokowi untuk hentikan bagi-bagi sembako.

Bawaslu Minta Jokowi Hentikan Kegiatan Bagi-bagi Sembako
https://nasional.kompas.com/read/2018/04/10/18535821/bawaslu-minta-jokowi-hentikan-kegiatan-bagi-bagi-sembako

Pengamat dan Peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, Rocky Gerung secara tegas menyentil kelakuan penggunaan Anggaran (APBN) untuk kampanye.

"Capres boleh mulai kampanye. Tapi jangan pakai APBN," kata Rocky Gerung melalui akun twitternya, Selasa, 24 April 2018.

Capres boleh mulai kampanye. Tapi jangan pakai APBN.

— Rocky Gerung (@rockygerung) 24 April 2018

Warganet lain ramai menanggapi pernyataan Rocky...

— ⓛⓞⓚⓐⓛ (@anonLokal) 24 April 2018

— tukiman (@tukiman07) 24 April 2018

presiden itu mengabdi memenuhi janji
bukan kampanye, apalagi menggunakan duit negara
itu sih presiden ugal2an, tenggelamkeun!

— #2019PresidenBaru (@RudyKei) 24 April 2018

— Jalan Ketiga (@panca66) 24 April 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Bertemu Di Istana Bogor, Alumni 212 Tagih Janji

Bertemu Di Istana Bogor, Alumni 212 Tagih Janji



10Berita - Saat berlangsung pertemuan antara Presiden Jokowi dengan GNPF Ulama di Istana Negara pada Hari Raya Idul Fitri 1438 H / 2017 hampir setahun lalu, ada kesepakatan bahwa Presiden Jokowi menunjuk dan mempercayakan pada Menko Polhukam Wiranto untuk menghentikan *"Kegaduhan Nasional"* dan membangun *"Dialog Damai"* dengan para Ulama dan Aktivis 212, termasuk akan menghentikan *"Kriminalisasi terhadap para Ulama dan Aktivis 212"*.

Namun faktanya sampai saat ini tak satu pun Ulama dan Aktivis 212 yang dikriminalisasi dihentikan kasusnya dengan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) seperti Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Adnin Armas, H Munarman, KH Muhammad Al-Khaththath, Kivlan Zein, Ahmad Dhani dan Rahmawati Soekarnoputri serta lainnya.

Bahkan sebagian kasus Ulama dan Aktivis 212  alih-alih di-SP3 tetapi malah justru diangkat ke pengadilan hingga divonis penjara, seperti Ustadz Alfian Tanjung, Jonru Ginting, Buni Yani, Habib Haidar BSA dan Asma Dewi serta lainnya.

Hari Ahad, 22 April 2018 Presiden Jokowi mengundang kembali sejumlah Ulama dan Tokoh 212 ke Istana Bogor, Jawa Barat. Maka Para Ulama dan Tokoh 212 pun mengontak Habib Rizieq di Mekkah dan meminta izin untuk memenuhi undangan tersebut.

Menurut salah satu peserta pertemuan, Habib Rizieq sesuai karakternya yang tidak anti Dialog pun merestui dengan syarat *"Tagih Janji Presiden"* untuk *"Stop Kriminalisasi Ulama dan Aktivis 212"* serta sampaikan aspirasi umat Islam secara terus terang.

Hadir dalam pertemuan tersebut Enam Tokoh yaitu Ketum Parmusi H Usamah Hisyam,  Ketum GNPF Ulama H Yusuf Martak, Ketum PA 212 Ustadz Slamet Maarif, Dewan Syuro Adz Dzikro KH Rouhdul Bahar, Sekjen FUI KH Muhammad Al-Khaththath dan Ketum FPI KH Ahmad Sobri Lubis.

Pertemuan berlangsung sejak pukul 12:10 sampai dengan 14:30 WIB, serta tempat di Masjid istana Bogor kemudian berlanjut di ruang kerja Presiden, dan diakhiri dengan makan siang bersama.

Dalam pertemuan ini para Ulama dan Tokoh 212 menyampaikan langsung kepada Presiden Jokowi semua kritik dan saran dengan bahasa yang santun dan ramah. Presiden Jokowi pun membuka diri mendengarkan semua masukan dan berjanji kembali untuk mengambil langkah yang tepat.

Di samping itu juga Presiden Jokowi dalam pertemuan menyampaikan berbagai keluhan seputar aneka tuduhan terhadap dirinya sekaligus mengklarifikasinya.

Dari hasil pertemuan terkesan bahwa Itikad baik Presiden Jokowi tidak terimplementasikan dengan baik di jajaran bawah yang berwenang. Entah karena komunikasi yang tersumbat antara Istana dan jajaran bawah yang berwenang atau memang jajaran bawahnya yang tidak bisa menterjemahkan keinginan baik tersebut atau memang ada agenda lain. Wallahu A'lam.

Menurut sumber informasi terpercaya dari FPI, Pihak Istana meminta pertemuan tersebut dirahasiakan, namun faktanya justru mereka yang bocorkan.

Rombongan Ulama dan Tokoh 212 tidak diperkenankan membawa HP apalagi Kamera atau Alat Rekam, karena ada kesepakatan bahwa pertemuan dirahasiakan, namun ternyata diam-diam pihak istana mengambil foto dan memviralkannya.

Dengan demikian bisa jadi pihak istana juga merekam semua isi pembicaraan dalam pertemuan. Sumber terpercaya dari FPI menyatakan justru kalau isi Dialog direkam dan diputar maka Para Ulama dan Tokoh 212 yang hadir akan sangat senang, karena isinya aneka saran dan kritik tegas dan lugas langsung dihadapan Presiden.

Para Ulama dan Tokoh tidak pernah khawatir tentang pertemuan itu dirahasiakan atau pun diumumkan, karena mereka hanya menagih janji dan menyampaikan aspirasi umat serta menyuarakan yang Haq.

Andai pun pihak istana telah membocorkannya,  justru para Ulama dan Tokoh 212 lebih plong dan lega, sehingga tidak ada beban untuk menyampaikan ke umat tentang seluruh isi pembicaraan.

Dengan demikian semua permintaan dan saran-saran dari para Ulama sudah disampaikan langsung kepada Jokowi, kini umat Islam menunggu langkah tepat yang segera diambil oleh Presiden Jokowi.

Rencananya besok, Rabu 25 April 2018 siang para Ulama dan Tokoh yang bertemu dengan Presiden Jokowi akan menggelar Siaran Pers.

Sumber: faktakini