OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 26 April 2018

Amien Rais: Insya Allah Anies Baswedan Jadi Penyelamat Negeri

Amien Rais: Insya Allah Anies Baswedan Jadi Penyelamat Negeri


10Berita, JAKARTA - Tokoh Reformasi dan mantan Ketua MPR RI, Prof. Dr. Amien Rais hadir di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018). Ia diundang menjadi pembicara dalam acara Tasyakuran Satu Tahun Ustazah Peduli Negeri.

Di tengah-tengah Amien menyampaikan pidatonya, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan masuk ke ruangan Balai Agung. Anies masuk melalui pintu samping. Ia langsung naik ke panggung dan menghampiri Amien yang masih berdiri di podium.

Kedatangan Anies disambut sorak-sorai ratusan ustazah. Sampai di atas panggung, Anies sempat menyalami Amien. Tak langsung melepaskan, Amien memegang tangan Anies untuk beberapa saat.

"Ini tangannya mau saya ramal, insya Allah besok jadi penyelamat negeri," ujar Amien.

Pernyataan Amien itu pun diamini oleh para ustazah yang memenuhi ruang Balai Agung. Mendengar hal itu, Anies tak membalas sepatah kata pun. Ia hanya tersenyum lebar dan tertawa sambil menuju ke kursi yang telah disediakan untuknya.

Setelah situasi dan kondisi ruangan mulai tenang, Amien melanjutkan pidatonya. Dalam pidato tersebut, Amien menceritakan pengalaman dalam Pilkada DKI.

Amien menuturkan, saat Pilkada DKI 2017 Anies dan Wakil Gubernur Sandiaga Salahuddin Uno diprediksi akan kalah karena kekurangan logistik dalam bertarung. Namun, pada kenyataannya mereka justru dapat keluar sebagai pemenang.

"Kadang-kadang kita (berpikir) kalah logistik, mana mungkin bisa menang pilkada. Ini buktinya, kekurangan logistik bisa jadi (pemenang) dibanding (lawannya) itu," katanya.

Saat dikonfirmasi selepas acara terkait 'ramalan'nya kepada Anies Baswedan jadi penyelamat negeri, Amien sempat tertawa. Menurut dia, pernyataan itu bertujuan untuk mengetes calon pemilih dari kalangan ibu-ibu. "Saya sedang testing the voter saya. Jadi, reaksi ibu-ibu gimana?" ucapnya, seperti dilansir Republika.

Anies Baswedan santer disebut berbagai pengamat sebagai 'kuda hitam' yang berpotensi besar kalahkan Jokowi di Pilpres 2019 yang akan datang.

Berikut cuplikan videonya...

— #2019GantiPresiden❤ComeTrue (@sailordreamer) 25 April 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Tanggapi Soal Partai Setan, Ustaz Somad: Saya pun Akan Dilaporkan Orang karena Bicara Ini

Tanggapi Soal Partai Setan, Ustaz Somad: Saya pun Akan Dilaporkan Orang karena Bicara Ini


Ustaz Abdul Somad menanggapi pernyataan mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais yang kontroversial.

Yakni tentang istilah partai yang membela Allah dan partai setan yang dilontarkan dalam acara keagamaan di Mampang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Somad menyebut bahwa istilah tersebut merupakan istilah yang sudah lama dipakai sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

Ia juga menyadari bahwa akhir-akhir ini sejumlah tokoh kerap berbicara dan mengaitkan isu dengan agama.

Hal tersebut dianggap wajar karena agama dianggap sebagai petunjuk dalam hidup.

Hanya saja, isu yang dikaitkan agama kini dianggap sensitif.

"Tapi memang zaman sekarang musimnya lagi lapor-melaporkan, dan tidak tertutup kemungkinan, saya pun akan dilaporkan orang karena bicara ini," kata Somad sambil tersenyum.

Sumber : b-islam24h.com

PKS Minta Ulama Alumni 212 Tetap Waspada dan Tidak Dimanfaatkan Jokowi

PKS Minta Ulama Alumni 212 Tetap Waspada dan Tidak Dimanfaatkan Jokowi


10Berita – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera mengapresiasi silaturahim yang dilakukan Presiden Joko Widodo dengan sejumlah ulama alumni aksi unjuk rasa 2 Desember 2016 atau alumni 212.

Namun, ia mengingatkan alumni 212 agar jangan sampai pertemuan itu dimanfaatkan untuk keuntungan politik Jokowi.

“Bagus silaturahim. Tetap waspada dimanfaatkan,” kata Mardani saat dihubungi, Rabu (25/4/2018).

Mardani mengatakan, dari pertemuan Jokowi dengan para alumni 212 itu, bisa muncul persepsi bahwa Jokowi didukung ulama.

Padahal, belum tentu pertemuan tersebut membawa manfaat bagi umat.

“Pastikan kata kuncinya umat dapat kebijakan dan program apa setelah pertemuan,” kata dia.

Menurut Mardani, salah satu yang harus dilahirkan dari pertemuan itu adalah menghentikan kriminalisasi sejumlah ulama alumni 212, sesuai tuntutan yang disampaikan.

Namun, pertemuan itu juga harus melahirkan kebijakan besar untuk umat.

Misalnya, kebijakan tentang perbankan syariah hingga pendidikan agama.

“Karena itu kalau umat tidak dapat kebijakan atau program yang jelas, pertemuan itu perlu dievaluasi,” kata salah satu bakal calon presiden dari PKS ini.

Jokowi sebelumnya mengakui ia menggelar pertemuan tertutup dengan para alumni 212 di Istana Bogor, Minggu (22/4/2018).

Pertemuan yang diawali dengan shalat zuhur dan makan siang bersama itu sebenarnya digelar tertutup, namun belakangan bocor ke publik.

Jokowi menyebut pertemuan itu bertujuan untuk silaturahim, sehingga menyelesaikan berbagai masalah yang ada.

Namun, Presiden enggan merinci masalah-masalah yang dimaksud.

Sementara itu, alumni 212 yang bertemu Jokowi menyebut, dalam pertemuan itu mereka meminta Kepala Negara untuk menghentikan kriminalisasi terhadap sejumlah ulama.[]

Sumber :tribunnews

Ulama 212 Jumpa Pers Tegaskan Tetap Ogah Dukung Jokowi Meski Diundang ke Istana

Ulama 212 Jumpa Pers Tegaskan Tetap Ogah Dukung Jokowi Meski Diundang ke Istana

Jumpa pers Persaudaraan Alumni 212 soal pertemuan dengan Jokowi, Rabu (25/4/2018?/Foto: Firdaus.

10BeritaSekretaris Tim Sebelas Alumni 212 Muhammad Al Khaththath menegaskan pertemuan tokoh alumni 212 dengan presiden Jokowi tidak ada kaitannya dengan Pilpres.

“Kita tidak mengenal suhu politik ya, pasti kita fokus untuk menyampaikan informasi tentang kriminalisasi. Tidak ada kaitannya dengan suhu politik,” kata Al Khaththath di Jakarta Selatan, Rabu (25/4/2018).

Bahkan, kata Al Khaththath, dengan tegas ia menepis isu beredarnya dukungan alumni 212 terhadap Jokowi terkait pertemuan di istana tersebut.

“Dalam pertemuan itu tidak ada dukung-mendukung, ini murni untuk kriminalisasi ulama,” tegasnya.

Seperti diketahui Presiden Jokowi mengundang sejumlah ulama 212 ke Istana Bogor pada Minggu (22/4/2018) lalu.

Dikabarkan pertemuan itu semula diminta untuk dirahasiakan namun akhirnya bocor ke publik.

 
Sumber : Riauaktual.com
 

 

 

Kasus Viktor Laiskodat dalam Pertemuan Rahasia Alumni 212-Jokowi

Kasus Viktor Laiskodat dalam Pertemuan Rahasia Alumni 212-Jokowi

Victor Laiskodat saat menyampaikan pidato kontroversialnya di NTT. Foto via youtube

10Berita , JAKARTA – Sejumah ulama dan tokoh Alumni 212 menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Minggu (22/4/2018) pekan lalu.

Awalnya, pertemuan dua kubu yang dianggap oleh banyak pihak selama ini berseberangan itu tak terungkap ke publik.

Namun pada perkembangannya, foto pertemuan tersebut kemudian bocor ke publik.

Dalam konferensi pers, Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) menegaskan sama sekali tak membahas soal dukung-mendukung.

Ditegaskan pula, bahwa pertemuan itu juga bukan untuk memberika dukungan kepada calon petahana, di Pilpres 2019.

Selain menagih janji penuntasan kasus kriminalisasi ulama dan aktivis 212, juga disampaikan sejumlah tuntutan.

Yakni penyelesaian kasus dugaan penistaan agama politisi Nasdem Vicktor Laiskodat.

Kendati demikian, tak disebutkan jelas nama dalam penyempaian di pertemuan yang digelar di Masjid Istana Bogor itu.

Demikian disampaiakn anggota PA 212 Yusuf Muhammad Martak saat konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (25/4/2018).

“Bahkan penista-penista itu ada yang menjadi calon gubernur. Itulah yang kita sampaikan keluhan umat kepada Presiden dalam pertemuan di Istana Bogor,” kata Yusuf.

Yusuf mengatakan, keluhan yang sudah pernah disampaikan kepada Jokowi sebelum pertamuan Bogor.

Ketika itu Jokowi langsung memerintahkan Menkopolhukam untuk menindaklanjutinya.

“Namun setelah 9 bulan, tidak ada satupun kasus-kasus yang menimpa ulama diselesaikan dengan baik,” tegas dia.

Dalam pertemuan itu, PA 212 juga mengatakan bersama rekan-rekannya kembali mengeluhkan soal belum tuntasnya kasus yang menimpa para ulama dan aktivis 212.

Padahal menurut mereka cacat dari segi penegakan hukum.

Sebaliknya, mereka mengeluhkan laporan terhadap orang-orang yang menistakan Islam dan ulama cenderung lama dalam proses penangananya.

Untuk dikethaui, Vicktor Laiskodar saat ini tengah sibuk mengurus pemenangan sebagai calon gubernur NTT.

Sebelumnya Vicktor dilaporkan atas pidatonya yang menyebut sejumlah partai politik mendukung pro-khilafah dan intoleran.

Adapun pelapornya adalah Partai Gerindra, PAN, Demokrat, dan PKS.

Viktor disebut melanggar Pasal 156 KUHP atau UU Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Sebelumnya, Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Eggy Sudjana pun angka bicara soal pertemuan tersebut.

Menurutnya, pertemuan itu tak lebih untuk mempertanyakan dan menagih janji-janji Presiden terkait kriminalisasi ulama dan aktivis 212.

Demikian dikatakan Eggy di komplek gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2018).

“Kami menagih janji Presiden agar betul-betul selesaikan masalah ulama,” tegas Eggy.

Advokat itu menambahkan, salah satu janji yang ditagih adalah soal penyelesaian kasus Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Menurutnya, Habib Rizieq tak bisa pulang sampai saat ini dikarenakan tak adanya jaminan kemanan dan penuntasan kasusnya.

“Bagaimana dia pulang dengan aman, jangan dikriminalisasi dong. Itu yang kami tagih kepada presiden,” bebernya.

Eggy menambahkan, kasus Habib Rizieq memang menjadi bagian yang harus diselesaikan oleh pemerintah.

“Jangan diombang-ambangin begini. Mau Pemilu, mau apa, nanti kepentingannya lain lagi. Susah jadinya,” sambungnya.

Selain itu, Eggy juga membantah bahwa dalam pertemuan yang digelar di Masjid Istana Bogor itu juga terdapat pembicaraan politik antara PA 212 dan Jokowi.

“Saya sebagai penasihat di 212, lebih pada penekanan kemaslahatan umat, terutama ulama-ulama ini jangan dikriminalisasi,” tutupnya.

(ruh/)

Sumber :pojoksatu

"Sipong" Sang Algojo Pembantai Ulama Dari PKI Ini Tewas Karena Kelakuannya

"Sipong" Sang Algojo Pembantai Ulama Dari PKI Ini Tewas Karena Kelakuannya Sendiri

 

10Berita - Peristiwa Madiun 1948, merupakan salah satu sejarah mengenai kebiadaban PKI terhadap para ulama, banyaknya ulama dan tokoh tokoh agama yang dibunuh dikarenakan bertentangan dengan ideologi mereka.

Dilansir dari matapadi.com(25/4). Seorang yang bernama Sipong ini dijuluki sebagai algojo dari peristiwa medium/PKI Madiun tahun 1948.

https://megamein.com/

Dia berhasil ditangkap bersama kawanannya, oleh pasukan siliwangi yang dipimpin oleh Yon Umar yang berhasil melakukan pengejaran sampai ke daerah Magetan.

Ketika memasuki daerah Magetan Yon Umar juga berhasil menyelamatkan para istri dan anak-anak polisi, yang sedang disandera dan akan di eksekusi di sebuah lubang di pinggiran desa oleh orang-orang PKI.

https://megamein.com/

Para istri polisi itu diikat dengan tali bambu dengan posisi berjongkok, sedangkan anak Mereka berdiri di belakangnya sambil menangis menyaksikan ibunya.

Karna serangkaian teror tersebut akhirnya berhasil menyulut kemarahan masa, masa yang dulunya takut balik marah dan Mengarak sang algojo tersebut ke alun-alun magetan untuk dieksekusi.

https://megamein.com/

Sang eksekutor algojo tersebut adalah prajurit dari Siliwangi yang bernama Thabrani, menurut cerita yang beredar konon Sipong memiliki sejenis ilmu kanuragan yaitu kebal terhadap senjata.

https://megamein.com/

Dengan saran dari Muhammad Yusuf, akhirnya prajurit Siliwangi itu menusukkan sebuah cundrik (keris kecil) yang telah dibacai dengan ayat kursi, yang akhirnya membuat sang algojo kebal itu kehilangan kesaktiannya dan tamatlah nasibnya.

Sumber : www.megamein.com/tewasnya-sipong-si-algojo-dari-peristiwa-medium/

6 Inspirasi Taman Mini Ini Bisa Bikin Rumah Tambah Asri Tanpa Perlu Lahan Luas

6 Inspirasi Taman Mini Ini Bisa Bikin Rumah Tambah Asri Tanpa Perlu Lahan Luas

10Berita, Memilki hunian yang asri merupakan impian banyak orang. Salah satu caranya adalah dengan membangun taman di depan, atau belakang rumah. Tapi, luas tanah yang gak terlalu besar selalu jadi kendala buat bangun taman impian ini. Apalagi untuk yang tinggal di apartemen, rasanya susah dan gak mungkin, banget ya.

Eits, tenang aja! Ada tips, nih, buat kamu yang ingin mempunyai taman, tapi hanya mempunyai lahan yang kecil. Seperti yang dilansir dari Homify, trik dan tata letak yang tepat kamu tetap bisa mempunyai taman di rumah kamu, lho. Simak di bawah ini, yuk!

1. Taman Bertingkat

Tipe taman ini cocok banget untuk rumah yang mempunyai tanah naik turun. Kamu bisa membangun taman bertingkat ini dengan menambahkan batu yang berbentuk balok sebagai pembatas jalan. Isi dengan bunga favorit kamu, selain menyegarkan hal ini juga membuat rumah jadi lebih cantik.

2. Kolam Teratai

Teratai merupakan salah satu bunga yang mudah untuk ditanam dan dirawat. Gak perlu kolam yang besar, kok. Cukup dengan pot besar atau kolam yang sederhana di belakang rumah, kamu bisa dapatkan kolam teratai yang bikin teduh ini.

3. Tanaman Kering

Ingin punya taman tapi takut gak punya waktu untuk menyiramnya? Tanaman kering ini bisa jadi pilihan. Pilih tanaman yang berdaun tebal dan berisi air di dalamnya seperti kaktus, atau sukulen. Meskipun tidak perlu disirami air tiap hari, tanaman ini tetap bisa mempercantik ruangan kamu.

4. Alih fungsikan Sebagai Pagar

Taman juga bisa kamu fungsikan sebagai pembatas rumah. Kamu bisa menaruh bunga atau rumput hijau di celah dinding rumah atau di depan teras rumah. Selain membuat rumah tampak asri tapi bisa juga sebagai alat melindungi privasi kamu.

5. Gunakan Sudut Lahan

Membangun sudut lahan menjadi taman gaya tropis membuat taman menjadi lebih menarik. Ciri dari tanaman tropis adalah tanaman bambu, palem atau hiasan kayu. Meskipun terlihat menarik, tapi tetap harus di rawat secara teratur supaya tidak menjadi sarang nyamuk, ya.

6. Taman Vertikal

Daripada hanya dihiasi dengan dinding yang membosankan, coba kreasikan dinding belakang rumah kamu dengan taman vertikal. Gak perlu lahan yang besar, cukup dengan tempelkan tanaman gantung pada dinding dan atur sesuai keinginan. Kamu bisa mendapatkan suasana yang asri meskipun di ruangan yang sempit.

Itulah 6 inspirasi Taman yang bisa kamu coba di rumah kamu. Gak perlu lahan yang besar ko, untuk membuat taman dan membuat rumah terlihat lebih asri. Asal tahu trik dan tips nya kamu tetap bisa mendapatkan hunian asri impianmu. Selamat mencoba!

Sumber : Rimma 

Tiga Corak Arsitektur Masjid Agung Palembang

Tiga Corak Arsitektur Masjid Agung Palembang

Pengaruh nusantara, cina, dan Eropa tampak dalam kemegahan bangunan masjid.

10Berita , JAKARTA -- Sedikitnya, ada tiga corak arsitektur yang mewarnai Masjid Agung Palembang sekarang, yakni Nusantara, Cina, dan Eropa. Gerbang masjid ini tampak besar dan tinggi, seperti halnya bangunan Cina.

Sama halnya dengan menara yang berada di dekatnya atau atap yang menyerupai bagian atas kelenteng.Denah menara yang terdapat di bagian depan Masjid Agung Palembang berbentuk segi delapan.

Tampak jelas nuansa budaya Tionghoa dari menara berwarna putih ini.Sementara itu, pintu-pintu dan birai jendela yang terdapat pada bangunan utamanya meniru kebudayaan Eropa.Demikian pula dengan pilar-pilar yang menyangga bagian depan masjid.Aulanya dilapisi lantai berbahan pualam dengan kualitas terbaik.

Ruangan utama yang dipakai untuk shalat menyerupai pada masjid-masjid kerajaan di Jawa.Ada pilar-pilar kayu berwarna hijau, dengan ukiran motif di bagian bawahnya.Tidak ada plafon, melainkan bagian interior atap yang berwarna putih.

Di tengah-tengah terdapat lampu gantung yang berguna menyinari ruangan ini. Namun, saat siang cahaya matahari juga dapat masuk dari celah-celah jendela dan pintu.Di dekat mihrab, terdapat mimbar yang terbuat dari bahan kayu dengan corak Melayu.

Ada anak tangga untuk khatib atau penceramah naik ke mimbar ini, yang dihiasi dengan pelbagai ukiran khas Palembang. Seluruh lantai ruang utama tersebut dilapisi permadani hijau, yang tampak selaras dengan keseluruhan masjid ini.

Atap pada bangunan utama Masjid Agung Palembang berlapis tiga.Pada puncaknya berbentuk piramida yang dihiasi motif-motif mirip kelopak bunga.Jika diperhatikan, susunan atap ini menyerupai bangunan joglo khas Jawa.

Di sekitar bangunan utama Masjid Agung Palembang, terdapat hamparan rumput dan taman, serta kolam air mancur. Fasilitas itu mendukung nuansa damai bagi para jamaah yang berkunjung ke sana.

Selain itu, ada pula fasilitas lain, semisal tempat parkir, gedung serbaguna, ruangan kan tor sekretariat, kamar mandi, dan tempat berwudhu.Bagi para pelancong yang hen dak ke Palembang, sayang bila mele watkan keindahan bangunan historis ini.

Sumber : Republika.co.id

Jubir PSI Girang ELEKTABILITAS Jokowi Terus Melesat, Warganet NGAKAK: Itu Namanya ELEKIBULITAS!

Jubir PSI Girang ELEKTABILITAS Jokowi Terus Melesat, Warganet NGAKAK: Itu Namanya ELEKIBULITAS!


10Berita, Juru bicara PSI, Dedek Prayudi (Uki) mengatakan naiknya elektabilitas Jokowi sudah bisa diprediksi karena beberapa faktor khususnya dalam kinerja pemerintah saat ini seperti klaim turunnya angka kemiskinan dan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia.

Untuk itu, ungkap Uki, PSI sebagai parpol pendukung Jokowi akan terus berjuang agar Presiden Jokowi kembali terpilih di Pilpres 2019.

"PSI sebagai pendukung Pak Jokowi senang dengan hasil survei itu. Kalau melihat tren survei, Insyaallah Pak Jokowi akan menjadi presiden kita untuk periode kedua," tutur Uki, seperti dikutip Inilahcom, Rabu, 25 April 2018.

------
Kegembiraan Uki tersebut langsung menjadi bahan tertawaan warganet.

— Warta🌐Politik™ (@wartapolitik) April 25, 2018

Silahkan main Akrobat Elektabilitas bong Kami tidak berpengaruh tetap #2019gantijokowi

— Zamaramoudry (@Zamaramoudry1) April 25, 2018

Mendirikan partai hanya buat lucu-lucuan, namanya mubazir.
Mendirikan partai untuk mendongkrak elektabilitas sang tuan, mubazir juga faktanya
Mendirikan partai bukan untuk berpolitik, ini baru betul jika menyangkut PSI alias Partai Semrawut Indah.

— Masreddy (@Masreddy1) April 25, 2018

abis make putawww.. makanya ngeflay dia serasa di awan

— Amyr Wagu (@Amyr_Czam) April 25, 2018

SAYA TIDAK MAU DIRECOKI,, dengan ELEKTABILITAS,,! Si PSI gak ngerti apa.....

— Fajar pahlevi (@Fajarpahlevi5) April 25, 2018

Pasukan Sekolam Indonesia.... Masih di angka 200 IQ nya

— 2019presidenbaru (@indh4) April 25, 2018


— agus setiawan (@e4agus) April 25, 2018

Dulu juga Ahok elektabilitasnya tinggi, tapi buktinya NYUNGSEP 😂😂😂

— D H I S 。 (@ziannnaralendra) April 25, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

7 Poin Penjelasan PA 212 soal Pertemuan dengan Jokowi

7 Poin Penjelasan PA 212 soal Pertemuan dengan Jokowi



10Berita, Tim 11 Persaudaraan Alumni (PA) 212 menggelar konferensi pers terkait pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. Mereka mengungkap isi pertemuan.

Konferensi pers digelar di Restoran Larazetta, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (25/4/2018). Hadir Ketua Tim 11 Alumni 212 Misbahul Anam, Ketua PA 212 Slamet Maarif, Sekretaris Tim 11 Muhammad al-Khaththath, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak, Abdul Rasyid AS, Muhammad Husni Thamrin, dan Muhammad Nur Sukma.

Ada 7 poin yang disampaikan Misbahul Anam dalam konferensi pers tersebut. Berikut tujuh poin tersebut:

1. Pertemuan tersebut adalah pertemuan yang bersifat tertutup dan tidak dipublikasikan, dan tidak ada wartawan Istana yang menyaksikan.

2. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyampaikan informasi akurat terkait dengan kasus-kasus kriminalisasi para ulama dan aktivis 212.

3. Pertemuan tersebut diharapkan agar Presiden mengambil kebijakan menghentikan kriminalisasi ulama dan aktivis 212 dan mengembalikan hak-hak para ulama dan aktivis 212 korban kriminalisasi sebagai warga negara.

4. Para ulama dari Tim 11 yang hadir telah menyampaikan berbagai harapan dan penjelasan terkait masalah kriminalisasi ulama dan aktivis 212, secara lugas dan apa adanya, walaupun tetap dengan acara yang santun sebagai tugas amar makruf nahi mungkar kepada Presiden, bahkan termasuk dalam kategori yang disebut dalam hadis Nabi Muhammad SAW di Musnad Ahmad juz 17 ayat 228.

5. Menyesalkan bocornya foto dan berita tersebut yang ditengarai adanya pihak ketiga yang ingin mengadu domba antara Presiden dan ulama serta umat Islam.

6. Meminta Istana mengusut tuntas bocornya foto dan berita tersebut sebagai kelalaian aparat Istana yang tidak menjaga rahasia Negara.

7. Para ulama dan aktivis 212 yang bertemu dengan Presiden tetap istiqomah dalam perjuangan membela kebenaran dan keadilan, serta melaksanakan amar makruf nahi mungkar, dan tetap mendesak Presiden untuk segera menghentikan kebijakan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis 212.

Sebelumnya, pertemuan Jokowi dengan PA 212 terungkap dari sebuah foto yang diterima detikcom, Selasa (24/4). Jokowi terlihat berada di salah satu ruangan masjid.

Di foto tersebut, Jokowi memakai kemeja lengan panjang berwarna putih, celana panjang, dan peci warna hitam. Pin presiden tersemat di bagian dada kiri kemeja putihnya.

Sumber : b-islam24h.com