OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 01 Mei 2018

2 Anak Tewas dalam Pembagian Sembako Paskah di Monas, Warganet: Halo Bong, Ini Gerombolan Anda Kok Diam?

2 Anak Tewas dalam Pembagian Sembako Paskah  di Monas, Warganet: Halo Bong, Ini Gerombolan Anda Kok Diam?


10Berita, JAKARTA - Dua anak warga Pademangan, Jakarta Barat dilaporkan menjadi korban tewas di acara pembagian sembako yang dilaksanakan panitia dari Forum Untuk Indonesia di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Sabtu (28/4). Tewasnya dua anak ini dibenarkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

"Fakta kejadian telah terjadi dan kami sangat prihatin. Adanya dua korban yang mesti kehilangan nyawanya yaitu saudara kita Mahesha Junaedi dan satu lagi, Adinda Rizki. Keduanya warga Pademangan," kata Sandiagadi Balai Kota DKI Jakarta, Senin (30/4) malam.

Link: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/18/04/30/p807mn409-sandi-dua-anak-tewas-pada-acara-pembagian-sembako-di-monas

***

Mirisnya.. Tewasnya dua anak ini tak seheboh kejadian CFD yang digorang goreng untuk mendiskreditkan gerakan #2019GantiPresiden.

"Dua Anak Tewas dalam Pembagian Sembako di Monas http://brt.st/5Ruj  pic.twitter.com/VH0lzv22Qp Halllo Gerombolan #Bong200 kok diam saja. Ini gerombolan ente nih. Coba kalau yang gelar umat Islam dan yang kontra Jokowi, bisa-bisa Menag ikut kecam," kata eks jurnalis senior, Effendi di akun twitternya @eae18.

— Effendi (@eae18) 30 April 2018

"Ini biadab Bong dan lbh pantas segera diusut dan dimintai pertanggungjawaban...!!!" komen akun @MbahUyok.

"Harusnya panitia bagi sembako Monas jd tersangka tanpa perlu ada laporan!!!" kata akun @dulatips.

Dulatip lebih lanjut merinci:

"Pantia bagi sembako Monas melakukan pelanggaran yang bisa dipidanakan:
- melakukan kelalaian menyebabkan nyawa melayang
- pemalsuan dokumen pemprov
- buang sampah sembarangan
- bahkan bisa dikenakan TPPU andai ditemukan pidana asal dari duit yang mereka kumpulkan karena tak transparan," urai @dulatips.

Ini biadab Bong dan lbh pantas segera diusut dan dimintai pertanggungjawaban...!!!

Sandiaga: Dua Orang Tewas di Acara Bagi-Bagi Sembako di Monashttps://t.co/LmFjzSOHoW

— ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ (@MbahUyok) 30 April 2018


Harusnya panitia bagi sembako Monas jd tersangka tanpa perlu ada laporan!!!

— Kak DuL 🔞 (@dulatips) 30 April 2018


Pantia bagi sembako Monas melakukan pelanggaran yg bisa dipidanakan:
- melakukan kelalaian menyebabkan nyawa melayang
- pemalsuan dokumen pemprov
- buang sampah sembarangan
- bahkan bisa dikenakan TPPU andai ditemukan pidana asal dr duit yg mrk kumpulkan krn tak transparan.

— Kak DuL 🔞 (@dulatips) 30 April 2018


Udah telanjang bulat rejim ini berat sebelah, kapan dewasanya ini Republik.

— elisedya (@elisedya1) 30 April 2018


Dan seperti biasa Bong diam seribu bahasa, nggak ada satupun yg ribut, padahal masalah nyawa anak-anak https://t.co/6teEegvycK

— M. KHUMAINI (@mkhumaini) 30 April 2018


Cuma korban bully, itupun krn konyolnya sendiri tdk menghindari.. pada lebay..
Dua nyawa melayang karena acara "Untukmu Indonesiaku", mingkem kabeh cangkeme..

Bong #SampahPeradaban

— ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ (@MbahUyok) 30 April 2018


Sumber :Portal Islam 

Sosiolog: Saya Prihatin Hasby Yusuf Jadi Tersangka karena Mengkritik Jokowi

Sosiolog: Saya Prihatin Hasby Yusuf Jadi Tersangka karena Mengkritik Jokowi

 

10Berita, JAKARTA -Hasby Yusuf, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara menjadi tersangka dugaan ujaan kebencian, ihwal kritikan Hasby terhadap Presiden Jokowi.

Menanggapi hal itu, sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Musni Umar mengaku prihatin dengan ditetapkannya Hasby Yusuf sebagai tersangka.

"Sebagai sosiolog saya amat prihatin Hasby Yusuf, dosen Univ. Khairun Maluku Utara yang juga sekretaris Korps Alumni HMI dijadikan tersangka karena mengeritik Jokowi bagi-bagi sembako," tulis Musni dalam akun twitternya, Minggu (29/4/2018).

Menurut Musni, kritik justru diperlukan agar roda pemerintahan berjalan sesuai dengan jalurnya.

"Jika kritik dibungkam sejarah kelam bakal terulang," ucap dia.

Hasby Yusuf sebelumnya mengaku siap jika kritiknya terhadap Jokowi itu dianggap dosa. Dia juga siap menjalani proses hukum yang ada.

"Saya percaya serusak apapun penegakan hukum di negeri ini, saya masih percaya bahwa cahaya keadilan masih tetap bersinar pada para penegak hukum," ucapnya.

Hasby mengungkapkan, dia tidak merasa takut sedikit pun dengan kritiknya yang membuatnya diperiksa polisi. Menurutnya, nantinya pasti ada pertolongan berupa keadilan bagi orang-orang yang benar.

"Tidak ada kekuataan yang lebih hebat dan lebih kuat dari kekuataan Allah. Itu keyakinan saya dalam menghadapi masalah ini. Keperpihakan saya hanya pada agama, dan hingga kapan pun akan membela agama, para habaib dan para ulama," tegasnya.(yn)

Sumber : Teropongsenayan

Analisa Rateka Lee Soal Acara Untukmu Indonesia

Analisa Rateka Lee Soal Acara Untukmu Indonesia



10Berita, NAMA Rateka  Lee sempat mencuat pada 2014 silam. Ratake adalah netizen yang berhasil membongkar upaya kristenisasi di momen car free day Jakarta, 2 Nopember 2014. Hasil liputan video Ratake yang kemudian viral ini membelalakan mata banyak pihak perihal nyatanya kasus kristenisasi di Ibukota Negara.

Kini, acara Untukmu Indonesia: Berkarya Dalam Harmony tak luput dari perhatian Rateka. Dalam website rtkchannel.wixsite.com, Rateka menganalisa acara tersebut. Seperti apa?

=================

Mencurigai kegiatan bertajuk "Untukmu Indonesia: Berkarya Dalam Harmony" yang diadakan untuk menyambut Hari Tari Sedunia Sabtu (28/4) sebagai bagian dari upaya Kristenisasi publik tentunya bukan tanpa sebab. Sama seperti saat kami memutuskan untuk meliput kegiatan serupa tiga tahun lalu di Jakarta. 

Pertama, tema. Hampir dipastikan membawa semangat nasionalisme alias cinta Indonesia, disertai dengan pertunjukkan atau aksi kebudayaan dan seni. Juga pemecahan rekor ini-itu, pasar rakyat murah, pengobatan gratis, hingga berbagai macam door prize yang akan menarik banyak massa terutama dari kalangan menengah ke bawah sebagai target mereka. 

Kedua, desain. Meski kami akui desain flyer mereka kali ini nampak lebih baik ketimbang tiga tahun lalu, namun tetap saja bukan desain sekelas acara milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Apalagi lihat saja, menulis "harmoni" saja masih menggunakan "y" di belakang. Ketiga, simbol terselubung alias subliminal message. Coba perhatikan huruf "i" kedua pada kata "Indonesia" yang seolah dilambangkan dengan jantung terbelah, di mana bagian bawah dikelir dengan warna biru. 

Bisa dikatakan ini adalah simbol favorit mereka yang hampir hadir di setiap acara. Masalahnya, simbol ini sama sekali tidak mencerminkan nasionalisme karena merupakan lambang burung merpati, sebagai perwujudan Roh Kudus (Matius 3:16). Padahal kalo toh mau menggunakan lambang burung, mengapa tidak menggunakan burung Garuda? 

Tentu saja tim desain mereka tidak akan gegabah dalam mencantumkan logo, mengingat aksi mereka sebelumnya sudah kami pergoki sehingga harus lebih hati-hati dalam bergerak. Karena itu, lambang burung merpati yang sedang menukik ke bawah tersebut juga dapat dilihat atau diartikan sebagai tangan yang sedang menengadah. 

Tak percaya itu simbol burung merpati? Coba saja lihat kupon sembako yang dibagikan kepada masyarakat ini. Lalu apa hubungannya sembako dengan merpati? Atau nasionalisme dengan merpati?  

Keempat, siapa sih penyelenggara kegiatan gede-gedean ini? Coba saja Anda lihat pada salah satu flyer, tercantum akun Instagram mereka @untukmu.indonesia. Tapi ketika kami coba cari, akun tersebut tidak ada. Palingan yang namanya mirip-mirip saja. 

Kelima, viral-nya video kami tiga tahun lalu terbukti meningkatkan kepedulian masyarakat muslim Jakarta pada khususnya mengenai kegiatan sejenis, sehingga bisa Anda Googling dengan kata kunci "Forum Untukmu Indonesia" ada banyak sekali berita yang mengangkat kegiatan ini. Bahkan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta sampai harus memberikan klarifikasi.

Panitia acara hanya menekankan bahwa acara ini bebas dari atribut parpol, karena memang mereka bukan membawa bendera parpol, melainkan agama. Klarifikasi tersebut juga menjadi bukti kuat kecurigaan kami dan banyak pihak lainnya, termasuk Majelis Ulama Indonesia seperti dikutip dari VOA-Islam berikut ini. 

Ketua Komite Dakwah Khusus Majelis Ulama Indonesia (KDK MUI), Ustadz Abu Deedat Syihabuddin meminta umat Islam agar tidak menghadiri acara Untukmu Indonesia yang bakal digelar Sabtu (28/4/2018) di Monumen Nasional (Monas) Jakarta. 

Menurut Ustadz Abu Deedat, acara tersebut adalah pemurtadan yang dikemas kegiatan sosial. Seperti diketahui pada acara yang digagas Forum Untukmu Indonesia ini akan ada pembagian sembako dan hadiah bagi masyarakat yang hadir. 

“Ya ini acara pemurtadan dilakukan kaum Nasrani yang dikemas acara sosial. Mereka mendompleng acara kebangsaan untuk misi pemurtadan,” ungkap Ustadz Abu Deedat kepada Voa Islam, Jumat (27/4/2018).

Ilustrasi merpati yang tertera pada kupon makan, sembako, dan hadiah adalah salah satu bukti yang paling sederhana bahwa acara tersebut ada misi pemurtadan. 

“Gambar merpati itu berarti ruh kudus. Dari sini saja sudah kebaca misi mereka,” jelas pakar kristologi ini. 

Dikatakan Ustadz Abu Deedat, pasar murah, pengobatan gratis, serta pembagian sembako adalah hal yang sering dijadikan topeng untuk misi tersembunyi pemurtadan.

Dengan banyaknya pemberitaan dan kritisnya masyarakat, bisa ditebak bahwa panitia acara kemungkinan akan mengubah beberapa acara agar lebih "halus" lagi sehingga kegiatan yang bebas dihadiri siapa saja termasuk mereka yang bertindak sebagai pengawas dari masyarakat tersebut tidak mudah mengidentifikasi jika memang benar ada proses Kristenisasi. 

Pertanyaan penutup dari kami; jika mereka memang benar dari kelompok agama tertentu, jika memang mereka benar berniat berbagi kepada sesama dalam rangka Paskah, lalu mengapa tidak terang-terangan saja? Mengapa harus menggunakan nama forum fiktif dengan membawa Indonesia? Seolah mereka yang menentang kegiatan ini adalah orang-orang yang tidak nasionalis.

Sekali lagi, mengapa harus terselubung jika memang tidak ada yang perlu ditutupi?

Sumber :Voa-islam.com 

12 Rahasia Cina Sukses Mencetak Atlet Dunia. Anak 6 Tahun pun Banyak yang Masuk Pelatnas!

12 Rahasia Cina Sukses Mencetak Atlet Dunia. Anak 6 Tahun pun Banyak yang Masuk Pelatnas!

Asian Games 2018 sudah di depan mata!


10Berita, Perhelatan olahraga akbar se-Asia tersebut terasa semakin spesial karena akan dilaksanakan di dua kota besar Indonesia, Jakarta dan Palembang, pada bulan Agustus mendatang. Sebagai tuan rumah, Indonesia tentu berharap bisa memperoleh hasil terbaik karena mendapat dukungan langsung orang seantero negeri. Meski tuan rumah diuntungkan, tapi rasanya tetap sulit deh mematahkan dominasi Cina di ajang seperti ini. Mau Asian Games atau Olimpiade sekalipun, Cina hampir dipastikan selalu bertengger di posisi tertinggi peraih medali emas.

Advertisement

Kira-kira apa ya rahasianya? Pernah kepikiran nggak sih kenapa atlet-atlet Cina begitu superior di banyak cabang olahraga? Kalau cuma masalah besar populasi, Indonesia dan India juga punya populasi besar tapi pencapaian olahraganya jauh di bawah Cina. Yang jelas, atlet-atlet di Cina dilatih sejak usia yang sangat muda. Bahkan kabarnya, anak-anak usia 6 tahun pun ada yang sudah dimasukkan pelatihan nasional. Wah gila banget ya! Buat yang penasaran, yuk lihat lebih dalam sistem pelatihan atlet di Cina bareng Hipwee News & Feature! Siapa tahu bisa disontek~

1. Sejak keberhasilan diplomasi ‘ping-pong’ tahun 1970an, prestasi olahraga digunakan untuk memperoleh status & kehormatan. Atlet berprestasi dianggap dapat menaikkan martabat bangsa

Olahraga bahkan bisa mencairkan hubungan dua negara yang berseteru via www.politico.com

2. Bukan cuma soal status, menjadi atlet juga dianggap sebagai ‘tiket keluar’ dari kemiskinan. Banyak orangtua mendorong anaknya jadi atlet di tengah ekonomi Cina yang masih terseok-seok beberapa dekade lalu

Kalau mau kaya, jadi atlet! via www.dailymail.co.uk

3. Akhirnya menjamurlah berbagai sekolah yang kurikulum utamanya adalah pelatihan olahraga. Tujuannya? Ya untuk mencetak atlet-atlet peraih medali emas olimpiade

Kebanyakan sekolah ini juga gratis karena dibiayai negara via www.worldofbuzz.com

4. Sekolah khusus seperti ini bahkan ada di tingkat TK lho. Anak-anak seusia taman kanak-kanak sudah dikategorikan berdasarkan talenta olahraganya

Pencarian talenta olahraga dimulai sedini mungkin di Cina  via www.businessinsider.com

5. Ada 5 kategori dari mereka yang berbakat dan layak diberi beasiswa olahraga : international sportsman, national sportsman, grade 1, grade 2, & grade 3 

Hanya mereka yang peringkatnya grade 1 atau lebih tinggi bisa tinggal di asrama  via widerimage.reuters.com

6. Meski dinilai berhasil mencetak generasi peraih medali emas, sistem ini juga banyak dikritik karena kurangnya perhatian terhadap materi selain olahraga

Sekolah-sekolah atlet ini diyakini tidak memiliki kurikulum pendidikan dasar yang cukup via www.businessinsider.com

7. Bahkan mantan atlet wushu Cina yang pensiun di usia 25, Wang Linwen, mengaku hanya disuruh belajar saat weekend. Akibatnya, dia merasa tidak pernah mengenyam pendidikan

Weekdays hanya diisi jadwal latihan via widerimage.reuters.com

8. Persoalan ini berkembang jadi masalah besar bagi mereka yang gagal ke Olimpiade atau atlet yang sudah pensiun. Mereka tidak punya skill lain untuk bertahan di dunia nyata

Atlet senam berprestasi yang harus pensiun karena cidera, Zhang Shangwu, menjual medali-medalinya untuk makan via www.straitstimes.com

9. Dibarengi dengan meroketnya perekonomian dan taraf hidup di Cina, obsesi terhadap prestasi olahraga tampaknya sedikit berkurang. Kini banyak orangtua yang lebih memilih sekolah akademik berkualitas bagi anak-anaknya

Mengedepankan pendidikan dan mengejar masa depan yang lebih cerah via www.scmp.com

10. Tahun 2010 yang lalu, pemerintah juga tampaknya ingin memperbaiki sistem pendidikan atlet dengan ‘Dokumen 23’ – untuk meningkatkan kualitas kurikulum akademik & jaminan untuk atlet yang sudah pensiun

Siswa-siswa di sekolah olahraga nomor 1, Shichahai sports school, sedang belajar di kelas via widerimage.reuters.com

11. Pemerintah bahkan mulai merileksasi aturan dan tradisi yang telah berjalan selama 40 tahun, dimana anak-anak harus tinggal full-time di asrama. Setengahnya kini punya opsi untuk bersekolah di tempat lain

Opsi bersekolah di tempat lain atau tinggal di luar asrama via www.sportstwo.com

12. Ternyata selain kerja keras, disiplin, dan sistem pendidikan atlet yang begitu tertata, ada ‘harga mahal’ yang memang harus dibayar di Cina. Meski sulit, kayaknya pemerintah dan warganya pelan-pelan ingin berubah

Sistemnya sekarang tidak seekstrem dulu via widerimage.reuters.com

Prestasi Cina di dunia olahraga memang terkenal, tapi kayaknya belum banyak orang paham proses yang luar biasa berat di baliknya. Sekarang Cina tampaknya tidak lagi seekstrem dulu mengejar pundi-pundi emas Olimpiade-nya. Tapi ya tetap aja, Cina merupakan pesaing paling kuat yang akan bertanding di ajang Asian Games tahun ini. Jadi nggak sabar nunggu perhelatan Asian Games 2018 Agustus mendatang!

Sumber :Hipwee 

Ketum MUI Pusat: Politik harus Didasari oleh Agama

Ketum MUI Pusat: Politik harus Didasari oleh Agama



10Berita, JAKARTA - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, kiai Ma’ruf Amin membantah pertanyaan wartawan yang menanyakan bahwa politik sebagaimana arahan Presiden mestilah dipisah dari agama. “Tidak begitu. Pengertian politik itu seperti apa?” bantah kiai, Senin (30/4/2018), di gedung MUI Pusat, Jakarta.

Menurut beliau, politik tidaklah demikian yang dimaksud. Akan tetapi, ia menjelaskan bahwa perpolitikan itu ada beberapa kategori ataupun anggapan. 

“Politik itu ada politik dengan pengertian sempit dan politik  kebangsaan dan kenegaraan. Ada politik yang harus didasari oleh agama,” jelasnya.

Sebab, masih menurut beliau, jika politik tidak didasari oleh agama, bisa jadi perpolitikan itu menghalalkan semua cara dalam menempuh keinginan. “Nanti kalau tidak ada agamanya malah menghalalkan segala cara. Nanti kita posisikan,” sambungnya.


Namun demikian, ia juga menghimbau agar agama itu juga jangan dijadikan alat politik. “Dalam arti sempit. Kira-kira begitu. Nanti kita bahas lebih dalam,” katanya lagi. 

Kiai Ma’ruf menyampaikan demikian dalam rangka pra acara Itjma Ulama yang ke-6. Acara ini akan menjawab beberapa hal selain perpolitikan. Acara direncakan akan berlangsung pada tanggal 7-10 Mei 2018 mendatang di Banjar Baru, Banjarmasin, Kalimantan. (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

Putra Mahkota Saudi kepada Orang Palestina: Terima Proposal Perdamaian AS atau Diam

Putra Mahkota Saudi kepada Orang Palestina: Terima Proposal Perdamaian AS atau Diam


10Berita, TEL AVIV, ISRAEL - Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (MBS) mengatakan bahwa orang Palestina harus menerima proposal perdamaian dengan Zionis atau "diam", media Israel melaporkan.

Menurut berita Channel 10 Israel pada hari Ahad (29/4/2018) MBS membuat pernyataan tersebut ketika dalam perjalanan ke New York bulan lalu di mana dia bertemu dengan beberapa pemimpin Yahudi.

“Selama 40 tahun terakhir, kepemimpinan Palestina telah kehilangan kesempatan lagi dan lagi, dan menolak semua tawaran yang diberikan,” kata sang Putra Mahkota. “Sudah saatnya rakyat Palestina menerima tawaran itu, dan setuju untuk datang ke meja perundingan - atau mereka harus diam dan berhenti mengeluh."

Dia juga mengatakan bahwa masalah Palestina bukan lagi prioritas utama bagi pemerintah Saudi

"Ada banyak masalah yang lebih mendesak dan lebih penting untuk dihadapi - seperti Iran," tambahnya.

Dalam sebuah wawancara dengan majalah TIME yang diterbitkan pada tanggal 5 April, orang pertama dalam baris tahta Saudi itu berbicara tentang prospek hubungan Riyadh-Tel Aviv, menggambarkan konflik rezim dengan Palestina sebagai satu-satunya hambatan untuk normalisasi hubungan dengan Israel.

Pernyataan itu datang beberapa hari setelah MBS, dalam sebuah wawancara dengan Atlantik, berusaha untuk menempatkan klaim tanah Israel dan Palestina pada pijakan yang sama dalam perubahan dramatis dalam posisi yang dipegang lama di Riyadh di Palestina, mengatakan orang Israel, seperti Palestina, memiliki "hak" "Memiliki" tanah air mereka sendiri. "

Arab Saudi telah menjadi sponsor utama Inisiatif Perdamaian Arab, yang membayangkan apa yang disebut solusi dua negara terhadap konflik Israel-Palestina.

Namun, sebelum Mohamed bin Salman, tidak ada pejabat senior Saudi yang secara terbuka menerima bahwa Israel memiliki hak atas tanah apa pun.

Dalam beberapa bulan terakhir, kerajaan secara bertahap melunakkan sikap publiknya terhadap Israel dalam apa yang digambarkan oleh para analis sebagai upaya Riyadh untuk menyiapkan opini publik di rumah dan di tempat lain untuk potensi hubungan normal dengan Israel.

Laporan terbaru juga menunjukkan bahwa Arab Saudi telah mengambil peran aktif dalam upaya AS untuk menyegerakan kesepakatan "damai" antara Israel dan Palestina untuk menyingkirkan konflik selama puluhan tahun, yang dilihat Riyadh sebagai batu sandungan untuk menjalin hubungan dengan Tel Aviv. (st/ptv)

Sumber :Islampos 

Kim Jong Un Janji akan Tutup Fasilitas Nuklir Korea Utara

Kim Jong Un Janji akan Tutup Fasilitas Nuklir Korea Utara


10Berita, KOREA UTARA—Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah berjanji menutup situs uji nuklirnya pada Mei mendatang. Kim Jong Un juga siap membuka fasilitas nuklirnya bagi para ahli dan wartawan dari Korea Selatan dan AS.

Kantor kepresidenan Korea Selatan mengumumkan rencana itu dan mendapat pujian sebagai lompatan besar dalam pembicaraan damai menjelang negosiasi nuklir krusial dengan Donald Trump.

Presiden AS diperkirakan akan bertemu dengan Kim Jong Un dalam beberapa minggu ke depan, di tengah rasa keraguan yang meluas tentang apakah Korea Utara akan sepenuhnya menyerahkan senjata nuklirnya atau tidak. Jong Un membuat komentar selama pertemuan puncaknya dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada hari Jumat (27/4/2018) di sebuah desa gencatan senjata perbatasan.

“Dia juga menyatakan optimisme tentang pertemuannya dengan Trump, mengatakan presiden AS akan belajar bahwa dia bukan orang yang akan menembakkan rudal ke AS,” kata jurubicara Jae-in, Yoon Young-chan.

Para pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan berjanji untuk bekerja menuju ‘denuklirisasi lengkap’ di Semenanjung Korea, tetapi tidak membuat referensi untuk verifikasi.

Korea Utara bulan ini mengumumkan telah menangguhkan semua tes perangkat nuklir dan rudal balistik antarbenua dan berencana untuk menutup tempat uji coba nuklirnya. Dalam percakapannya dengan Presiden Korea Selatan, Kim membantah bahwa ia hanya akan membersihkan barang-barang yang rusak, mengatakan bahwa situs itu juga memiliki dua terowongan baru yang lebih besar dari fasilitas pengujian sebelumnya. []

SUMBER: METRO ,  Islampos.

Sukiyah Kapok, Panas-panasan Antri Empat Jam di Monas Hanya Dapat Tiga Bungkus Mie Instan

Sukiyah Kapok, Panas-panasan Antri Empat Jam di Monas Hanya Dapat Tiga Bungkus Mie Instan



10Berita, JAKARTA —Sukiyah (53) menarik nafas dalam-dalam. Bersama sang suami ia duduk di peron stasiun Djuanda, Jakarta Pusat menunggu kedatangan commuter line (KRL) jurusan Bekasi.

Wajah Sukiyah tampak lelah. Begitu juga suaminya. Mereka berdua baru saja mengantri sembako gratis pada acara Untukmu Indonesia: Berkarya dalam Harmoni yang digelar di Monas, Sabtu (28/4/2018).

Kepada Voa Islam, Sukiyah mengaku menyesal hadir pada acara yang diselenggarakan Forum Untukmu Indonesia (FUI) itu. Sejak dari rumah di Bekasi, Sukiyah sudah terpikir ia akan mendapat paket sembako yang layak dari panitia.

“Dalam pikiran saya, satu kupon sembako saya dapat paket sembako sekantong besar, isinya macam-macam. Ini nggak. Satu kupon yang saya tukar ternyata hanya dapat satu pilihan sembako. Saya hanya dikasih tiga bungkus mie instan. Ini juga mie instan yang nggak terkenal, bukan Indomie” ungkap Sukiyah.

Tak hanya itu, perjuangan Sukiyah mendapat tiga bungkus mie instan sangat berat. Ia harus antri desak-desakan selama empat jam  berdiri di tengah terik matahari di kawasan Monas.

Untuk kupon makan, lagi-lagi tak sesuai harapan. “Makannya mah kaya buat kasih kucing. Nasi sedikit, ada nugget tiga potong kecil. Kapok saya Mas. Ini kupon hadiah gak saya tukar, pasti panjang ngantrinya. Mending saya pulang saja,” kata Sukiyah.

Sukiyah mengaku tak tahu tujuan diselenggarakan acara Untukmu Indonesia. Ketika diberi tahu bahwa acara tersebut dalam rangka perayaan Paskah seperti yang disampaikan panitia pelaksana. Sukiyah pun terkaget.

"Kok gitu ya Mas? Kenapa nggak terus terang saja ya. Kalau tahu gini, saya nggak datang sekalian," sesal Sukiyah.

Dari pengeras suara terdengar informasi dari petugas, KRL jurusan Bekasi segera tiba. Sukiyah dan suami pun pamit. Ia merangsek di tengah-tengah kerumunan massa calon penumpang KRL yang kebanyakan baru saja mengikuti acara yang sama di Monas.* [Syaf/]

Sumber :voa-islam.com

Warganet: Apa Mesti Jadi Cebong Dulu Baru Istana Peduli?

Warganet: Apa Mesti Jadi Cebong Dulu Baru Istana Peduli?


10Berita, Kenekatan seorang Susi Ferawati dan anak lelakinya menerobos kerumunan massa aksi #2019GantiPresiden yang sedang beraktivitas di area CFD Jakarta memicu kontroversi.

Meski Kapolres Jakarta Pusat Roma Hutajulu mengatakan bahwa petugas kepolisian telah mengimbau agar massa pendukung Jokowi yang berkaos #DiaSibukKerja tak mendekati kawasan bundaran Hotel Indonesia (HI) karena ditakutkan akan berbenturan dengan massa cair berkaos #2019GantiPresiden, namun kenekatan Susi, di mata pendukung Jokowi justru banjir pujian.

Padahal, akibat kenekatannya, Susi diduga mendapat intimidasi dari sekelompok pria berkaos #2019GantiPresiden.

Akibatnya, banyak pendukung Jokowi, termasuk koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, menyesalkan aksi intimidasi tersebut.

Ia berpendapat, upaya intimidasi terhadap kelompok lain seharusnya tak terjadi. Seluruh masyarakat pun dimintanya agar dapat menjaga situasi politik menjelang pemilu sehingga tak semakin memanas.

"Pilihan terhadap Presiden pada 2019 itu adalah kebebasan semua orang," ujar Teten ketika dikonfirmasi, Senin, 30 April 2018.

Keprihatinan pihak Istana memicu reaksi keras warganet.

Mereka membandingkan sikap pihak Istana yang dengan mudah menyesalkan intimidasi yang diterima Susi dengan persekusi yang diterima oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat berkunjung ke Manado beberapa waktu lalu.

— 🇲🇨 ONE 🇯🇴 (@Bg_0ne) April 30, 2018


Warganet lain juga heran, mengapa saat Ustaz Abdul Somad dan para ulama lain terancam nyawanya, tak sekalipun ada pernyataan istana mengenai hal ini.

Cara kalian menggoreng isu CFD sudah berlebihan. Suara kalian mingkem ketika UAS dipersekusi, ketika ustaz dan kiai dibunuh orang yang pura-pura gila. Masih waras nalar kalian? https://t.co/3PSwOVt4NM

— Effendi (@eae18) April 30, 2018

— #RajaHutang (@Ghoz4ly) April 30, 2018

Ulama di bogem sampai ada ygmeninggal UAS Di usir dari Bali..sama sekali ga reaksi

— R Te Jamil.. (@Aslicila) April 30, 2018

— Kanjeng_Semar (@flinstone_mr) April 30, 2018

— #MerdekaBro! (@Fahrihamzah) April 30, 2018


"Seekor KANCIL masuk kandang SINGA,kancilnya diserang"
pertanyaannya, kancilnya yang GOBLOK atau singanya yang agresif? Dan mana anak itu ?? pic.twitter.com/nFkv2vPfNV

— #2019GantiPresiden 🇮🇩 #MCA #ℑℜ (@Gemacan70) April 30, 2018


Sumber :Portal Islam 

Angka Pengangguran Tinggi, Jokowi Diminta Batalkan Perpres TKA

Angka Pengangguran Tinggi, Jokowi Diminta Batalkan Perpres TKA


10Berita, JAKARTA -Anggota DPR RI Daeng Muhammad menyikapi keras keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA). Politisi PAN dari Dapil 7 Jawa Barat ini mengatakan keluarnya Perpres TKA menunjukkan kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak berpihak kepada tenaga kerja lokal.

"Pemerintah harus segera membatalkan perpres TKA ini. Keras saya katakan, ini adalah keputusan yang sangat tidak tepat. Di saat masyarakat kita masih banyak yang kesulitan cari kerja, pemerintah malah membuat aturan yang mempermudah masuknya tenaga kerja asing," tegas Daeng, Senin (30/04).

Menurut Daeng, pemerintah seharusnya berpikir keras bagaimana supaya masyarakat lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan dengan membuka banyak lapangan kerja, bukan malah membuka pintu gerbang untuk tenaga kerja asing.

"Di daerah kawasan industri seperti Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta saja angka pengangguran masih sangat tinggi. Ini persoalan buat pemerintah. Kalau ditambah lagi dengan membanjirnya tenaga kerja asing, bagaimana nasib para pencari kerja lokal?" cetusnya.

Terkait Hari Buruh (May Day) 2018 yang akan diperingati Selasa (01/05/2018), Daeng berharap pemerintah dapat memperhatikan tuntutan para buruh.

"Saya kira cukup rasional dan patut didukung apa yang disuarakan buruh pada May Day tahun ini. Seperti tuntutan menurunkan harga beras, listrik dan BBM yang memang memberatkan mereka. Termasuk tuntutan mereka agar pemerintah mencabut Perpers 20/2018 tentang TKA," pungkas Daeng.* [Syaf/]

Sumber:voa-islam.com