OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 03 Mei 2018

BONGKAR #GelangKode, Mustofa Diserang Propaganda Pakai Foto Buram, Ternyata Gelang #2019GantiPresiden

BONGKAR #GelangKode, Mustofa Diserang Propaganda Pakai Foto Buram, Ternyata Gelang #2019GantiPresiden


10Berita, Insiden "intimidasi" CFD yang terjadi pada hari Minggu (29/4/2018), antara massa yang memakai kaos tagar #2019GantiPresiden terhadap pendukung Jokowi pemakai kaos tagar #DiaSibukBekerja, telah menjadi polemik luas di media sosial.

Di acara DUA SISI yang disiarkan tvOne tadi malam, Rabu (2/5/2018), dibahas terkait insiden CFD ini.

Salah satu narasumber, Mustofa Nahrawardaya yang merupakan aktivis #2019GantiPresiden dan hadir langsung saat terjadi insiden di CFD, membongkar "Gelang" yang sama dipakai oleh pelaku maupun korban insiden CFD.

[video - Paparan Mustofa Nahra di DUA SISI tvOne]

Mustofa memaparkan berdasarkan rekaman video saat kejadian. Dari video tsb di-capture gambar-gambar dan ternyata ditemukan "Gelang" yang sama, yang dipakai oleh pelaku maupun korban "intimidasi". Ini tentu menimbulkan tanda tanya dan kemungkinan ada rekayasa dibalik kejadian tersebut.

"Kenapa mereka memakai gelang yang sama? Ini luar biasa, kenapa kodenya sama? Jangan-jangan ini operasi intelijen yang luar biasa, ini temuan di video," kata Mustofa Nahra di acara DUA SISI tvOne, Rabu (2/5).

Temuan "Gelang" yang sama ini, sontak viral di sosial media. Warganet meramaikan dengan tagar #GelangKode yang jadi Trending Topik di twitter.

NAMUN... tak berapa lama, rupanya ada yang "kepanasan" dengan temuan #GelangKode. Di sosial media kemudian beredar foto-foto Mustofa Nahra yang seolah-olah juga memakai #GelangKode. Bahkan foto-foto itu ditulisi "Korlap #GelangKode" Tolong Pak Polisi Usut Dong".

Foto-foto ini memang sengaja dipilih yang samar-samar, tidak jelas bentuk gelang yang dipakai Mustofa Nahra sehingga seolah itu #GelangKode.


PROPAGANDA foto-foto yang menyasar Mustofa Nahra ini tak bertahan lama... Melalui akun twitternya Mustofa Nahra langsung menampilkan bukti foto dirinya saat di CFD.

TERNYATA... Mustofa Nahra bukan memakai #GelangKode, melainkan gelang bertuliskan tagar #2019GantiPresiden.


Cebong makin nyungsep, keantup kalajengking 🤣

— Mustofa Nahrawardaya (@NetizenTofa) 3 Mei 2018


14. Lebih jelas lagi, ini gelang yang saya pakai. Memang ada yang coklat. Warna mirip dengan #GelangMisterius 😀😀😀 pic.twitter.com/PjfOJZ5yDX

— Mustofa Nahrawardaya (@NetizenTofa) 3 Mei 2018


Sumber :Portal Islam 

Gusti Allah itu Netral??

Gusti Allah itu Netral??

Benarkah Pernyataan “Gusti Allah itu Netral??”

Ada orang mengatakan, gusti Allah itu netral… apakah kalimat ini benar?

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Diantara bentuk dosa besar adalah berbicara tentang Allah tanpa dasar dan ilmu yang benar.

Allah berfirman,

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Katakanlah, “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. al-A’raf: 33)

Ibnul Qayyim menjelaskan,

فرتب المحرمات أربع مراتب، وبدأ بأسهلها وهو الفواحش، ثم ثنى بما هو أشد تحريما منه وهو الإثم والظلم، ثم ثلث بما هو أعظم تحريما منهما وهو الشرك به سبحانه، ثم ربع بما هو أشد تحريما من ذلك كله وهو القول عليه بلا علم، وهذا يعم القول عليه سبحانه بلا علم في أسمائه وصفاته وأفعاله وفي دينه وشرعه

Allah menyebutkan hal yang diharamkan secara berurutan. Allah awali dari yang paling ringan, yaitu fahisyah, kemudian  Dia sebutkan nomor dua, dengan yang lebih berat keharamannya, yaitu dosa dan kedzaliman. Kemudian Dia sebutkan yang nomor tiga, yang lebih berat lagi keharamannya, yaitu berbuat syirik kepada-Nya – subhanah – kemudian Allah sebutkan yang nomor empat, yang paling berat dari semuanya, yaitu berbicara tentang Allah tanpa ilmu. Dan ini mencakup berbicara tentang Allah terkait nama-Nya, sifat-Nya, perbuatan-Nya, atau berbicara terkait agama dan syariat-Nya. (I’lam al-Muwaqqi’in, 1/31).

Sudah selayaknya bagi kita untuk menjag lisan, jangan sampai melanggar larangan berbicara tentang Allah tanpa ilmu.

Allah itu Netral?

Netral berarti tidak memisah siapapun.

Jika maknanya demikian, tentu saja menyebut Allah netral adalah kesalahan. Bertentang dengan banyak ayat dalam al-Quran, dimana Allah membela para hamba-Nya yang baik, dan memusuhi hamba-hamba-Nya yang jahat.

Diantaranya,

[1] Allah akan menolong para hamba-Nya yang beriman,

وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ

“Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman. (QS. ar-Rum: 47)

[2] Allah bersama para hamba-Nya yang bertaqwa, berbuat baik dan bersabar

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. (QS. al-Baqarah: 153)

Allah juga berfirman,

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.” (QS. al-Baqarah: 194)

Allah juga berfirman,

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ

“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. an-Nahl: 128).

Sebaliknya, Allah memusuhi para hamba-Nya yang kufur kepada-Nya, yang durhaka kepada-Nya,

فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ

“Sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir.” (QS.  al-Baqarah: 98).

Allah juga memerangi beberapa hamba-Nya karena melakukan pelanggaran tertentu, seperti pemakan riba.

Yang ini semua menunjukkan bahwa Allah membela hamba-Nya yang baik, dan memusuhi bagi para hamba-Nya yang jahat.

Bagaimana mungkin disebut netral?

Demikian, Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Sumber : Konsultasisyariah.com

Faisal Basri: Kerja Sama dengan China Untungkan Kroni Jokowi

Faisal Basri: Kerja Sama dengan China Untungkan Kroni Jokowi


10Berita, Pengamat Ekonomi Faisal Basri menilai, kebijakan pemerintah Joko Widodo yang memperlonggar masuknya Tenaga Kerja Asing ke Indonesia adalah sebuah ironi. Sebab, demi investasi pemerintah rela mengobral peluang kerja yang mestinya dinikmati anak-anak bangsa, justru menjadi dinikmati bangsa lain.

"Ini kan ekses ya. Intinya, kita kan mengobral. Demi investasi, semua kita buka. Dan, nyatanya sebagian besar yang datang buruh kasar. Jadi, salah pemerintah sendiri. Tidak ada masalah dengan negara lain, kecuali Tiongkok," kata Faisal di sela pertemuan Asia Pasifik Media Forum (APMF) 2018 di Nusa Dua, Bali, Rabu 2 Mei 2018.

Ia mengakui, sebelumnya pemerintah pernah bekerja sama dengan tenaga kerja asal Tiongkok. Sebut saja dalam hal pembangkit listrik di Riau, Sumatera. Hanya saja, bedanya dulu tenaga kerja asal Tiongkok itu kembali ke negara asalnya begitu pekerjaan selesai. Saat ini, mereka bisa tinggal lama, bahkan berganti-ganti orang.

"Kalau sekarang, mereka memanfaatkan fasilitas bebas visa, sehingga mereka rotasi," ujar dia.

Faisal mengaku belum lama ini mengunjungi Kendari. Ia mengakui, ada mobilitas warga asal Tiongkok yang begitu tinggi di Kendari.

"Di bandara sana, memang ada pesawat Sriwijaya Air pukul 03.00 pagi dan pukul 06.00 pagi itu Lion Air. Isinya rata-rata separuh mereka (WNA Tiongkok). Jadi ironis, karena kita mengobral," tuturnya.

Menurut dia, tak sedikit pelanggaran terjadi dari keberadaan mereka. Pelanggaran-pelanggaran itu, bahkan amat nyata di depan mata. Sialnya, hal itu justru dibiarkan.

"Bahasa Indonesia tidak bisa mereka itu. Jadi, apa yang didapat Republik ini?" ujarnya.

Ia mencontohkan, asumsi nilai tambah dari kehadiran mereka seperti dikatakan pemerintah dengan analogi pembangunan smelter oleh perusahaan tambang.

"Kita bangun smelter itu tujuannya meningkatkan nilai tambah. Nilai tambah itu apa? Yakni output minus input antara. Nilai tambah itu isinya apa saja? Ada upah, modal, laba dan lainnya. Upahnya mereka yang menikmati. Lalu, modalnya lari ke mereka juga. Laba juga begitu, lari ke mereka juga (WNA asal Tiongkok)," tutur dia.

"Jadi, apa yang didapat Republik ini? Hanya sewa tanah saja. Ini kebijakan apaan begini. Sekalian saja sewakan kayak Hong Kong ke Inggris biar jelas. Silakan suka-suka di sana. Sewanya bayar di muka biar bisa buat bayar utang. Parah. Tidak jelas visinya, nilai tambah tidak ada. Ke mereka semua kok larinya. Industri kita juga tidak mendapatkan keuntungan apapun. Dia numpang lahan saja. Nikel tadinya dia ekspor, sekarang dia mengolah langsung di sini di bawa ke Tiongkok. Apa bedanya. Industri kita tidak berkembang, nilai tambah tidak ada," tambah Faisal.

Faisal menduga, kebijakan itu hanya dinikmati oleh segelintir anak negeri yang memang memiliki akses kerja sama dengan Tiongkok.

"Paling yang kerja sama kroni-kroni mereka. Luhut ada di situ, kan. Apa yang Anda harapkan dari pejabat seperti itu, jual negerinya. Yang untung dia doang. Coba selidiki siapa di belakang itu semua, sehingga mereka tutup mata dengan pelanggaran itu. Masak dibandingkan jumlah TKI Indonesia yang bekerja di luar negeri dengan yang ratusan ribu yang ada di Indonesia. Cara berpikirnya tuh bagaimana. Mengerikan. Pejabat semua di belakangnya," tutur Faisal.

Sumber: Viva.co.id

Terdakwa "Zakat Maut" Dihukum 3 Tahun Penjara, Bagaimana dengan Panitia "Sembako Maut"?

Terdakwa "Zakat Maut" Dihukum 3 Tahun Penjara, Bagaimana dengan Panitia "Sembako Maut"?


10Berita,  Keluarga Muhammad Rizky Saputra (10), korban tewas yang sempat terinjak-tinjak saat mengantre makanan di acara pembagian sembako di Monas pada Sabtu, 28 April 2018, akhirnya resmi melaporkan pihak panitia penyelenggara ke Bareskrim Mabes Polri.

Ibunda korban, Komariyah didampingi pengacara Muhammad Fayyadh melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri Jakarta Pusat, Rabu, 2 Mei 2018.

Pihak yang dilaporkan adalah Dave Refano Santoso dari Forum Untukmu Indonesia sekaligus ketua panitia penyelenggara acara bagi bagi sembako di Silang Monas beberapa hari lalu.

"Kami jerat dengan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian," kata Muhammad Fayyadh saat memberikan keterangan pers di Mabes Polri Jakarta Pusat, Rabu, 2 Mei 2018.

Fayyadh merinci sejumlah kelalaian yang diduga dilakukan panitia. Pertama, tidak ada larangan untuk membawa anak kecil dalam acara itu. Padahal, jumlah peserta yang datang tumpah ruah memadati seisi lapangan Monas.

Selanjutnya, tidak ada pertolongan medis yang memadai dari panitia saat kedua bocah mengalami kondisi kritis. Kemudian, sikap panitia terkesan cuek saat diberi tahu kondisi korban saat kejadian. "Panitia justru bilang mohon maaf, kami sedang sibuk," kata Fayyadh.

"Kami mengecam dan menuntut pihak Dave sebagai penyelenggara acara dengan Pasal 359 KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun kurungan penjara," pungkasnya.

"ZAKAT MAUT"

Kejadian yang mirip dengan kasus "Sembako Maut" Monas ini adalah kejadian pembagian Zakat yang menelan korban jiwa karena berdesakan. Yang akhirnya divonis tiga tahun penjara.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pasuruan yang menyidangkan perkara ‘zakat maut’ akhirnya menjatuhkan putusan tiga tahun penjara kepada terdakwa Haji Ahmad Faruq, yang merupakan anak Haji Syaichon, Selasa (2/62009) siang ini di Pengadilan Negeri Pasuruan.

Majelis hakim yang diketuai Sutarjo didampingi dua anggotanya yakni Ratna dan Ahmad Rifa’i menganggap terdakwa telah lalai ketika melaksanakan pembagian zakat sehingga mengakibatkan 21 orang meninggal dunia dan 12 orang luka-luka.

Mejelis hakim menetapkan kalau terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 359 dan 360 KUHP. Dalam pasal 359 menyatakan kalau kelalaian terdakwa mengakibatkan oaring meninggal dunia. Sedangkan pada pasal 360 menyebutkan kalau kelalain terdakwa menimbulkan orang luka-luka.

Dalam amar putusannya, beberapa hal yang memberatkan terdakwa antara lain, terdakwa tidak mampu mengatur jalannya pembagian zakat, tidak pernah memberitahukan kepada aparat pengamanan seperti polisi maupun TNI berkaitan dengan kegiatan pembagian zakat tersebut. Selain itu, terdakwa juga tidak menyiapkan bantuan medis sebagai antisipasi ketika ada kejadian.

Link: https://nasional.tempo.co/read/179413/terdakwa-zakat-maut-pasuruan-dihukum-tiga-tahun-penjara

Hadiri!!! Tabligh Akbar "Umat Bersatu Bela Al-Quds" Bersama Para Ulama Dan Habaib

Hadiri!!! Tabligh Akbar "Umat Bersatu Bela Al-Quds" Bersama Para Ulama Dan Habaib

  

10Berita - Bogor - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF) Bogor Raya akan menggelar Tabligh Akbar Persatuan dalam rangka membela Al-Quds Palestina pada Sabtu 5 Mei 2018 mendatang di Masjid Al Muttaqien, Indraprasta, Kota Bogor.

Ketua GNPF Ulama Bogor Ustaz Iyus Khaerunnas menjelaskan, acara tersebut digelar untuk menunjukkan solidaritas bagi Palestina khususnya terkait Al-Quds. “Kita menolak kebijakan Amerika Serikat (AS) yang pada bulan Mei ini rencananya akan mengambil alih Al-Quds menjadi Ibu Kota Israel,” jelasnya, Kamis (3/5).

Selain itu, kata Ustaz Iyus, Tabligh Akbar tersebut juga digelar dalam rangka mensukseskan dan mengawali rencana aksi besar-besaran umat Islam di Jakarta pada 11 Mei mendatang (Aksi 115). “Kita bersama para Ulama dan Habaib di Bogor akan mengkonsolidasikan umat Islam khususnya di Bogor agar pada 11 Mei nanti bisa bersama-sama ke Jakarta,” ujarnya.

Menurutnya, aksi 11 Mei merupakan acara nasional yang juga serempak digelar oleh negara-negara lain. “Kita berharap aksi ini menjadi gerakan internasional sehingga memiliki pengaruh yang kuat untuk menggagalkan rencana pengambilalihan Al-Quds oleh Israel dan sekutunya,” jelas Ustaz Iyus.

Tabligh Akbar yang bertajuk “Umat Bersatu Bela Al Quds” pada 5 Mei mendatang akan digelar mulai pukul 08.00 pagi hingga waktu menjelang zuhur. Rencananya sejumlah Ulama, Habaib, Pimpinan Ormas Islam serta perwakilan tokoh mahasiswa akan hadir, diantaranya Prof Dr KH Didin Hafidhuddin (Ketua Umum BKsPPI), KH Shabri Lubis (Ketua Koalisi Pembebasan Al Quds), KH Roudl Bahar (Pembina GNPF Ulama), Habib Mahdi Assegaf (Pimpinan Majelis Syababul Khaer), Ustaz Ahmad Syuhada (Sekjen Koalisi Pembebasan Al Quds), Ustaz Iyus Khaerunnas (Ketua GNPF Ulama Bogor Raya), Ustaz Muhammad Nur Sukma (Pimpinan PA 212), Ustaz Abdul Halim (Ketua DDII Kota Bogor), Ustaz Ery Nugroho (KNRP Bogor), Rohmi Rohminudin (Ketua FSLDK Bogor) dan Ustazah Euis Sufi (Pimpinan PD Salimah).

Acara tersebut juga akan dihadiri Ketua Forum Jurnalis Muslim (Forjim) Dudy Sya’bani Takdir. Kehadirannya akan menjelaskan bagaimana perjuangan dan pengorbanan para jurnalis di Palestina khususnya saat ini yang sedang melakukan peliputan pada momen Pawai Kepulangan Akbar (Great Return March) di Gaza. Aksi pawai itu digelar dalam rangka mengembalikan tanah Palestina yang dirampas penjajah Israel. [ ]


Sumber : kontenislam.com

TERBONGKAR "Insiden" CFD, #GelangKode Jadi Trending Topik No.1 di Twitter Indonesia

TERBONGKAR "Insiden" CFD, #GelangKode Jadi Trending Topik No.1 di Twitter Indonesia


10Berita,  Insiden "intimidasi" CFD yang terjadi pada hari Minggu (29/4/2018), antara massa yang memakai kaos tagar #2019GantiPresiden terhadap pendukung Jokowi pemakai kaos tagar #DiaSibukBekerja, telah menjadi polemik luas di media sosial.

Di acara DUA SISI yang disiarkan tvOne tadi malam, Rabu (2/5/2018), dibahas terkait insiden CFD ini.

Salah satu narasumber, Mustofa Nahrawardaya yang merupakan aktivis #2019GantiPresiden membongkar "Gelang" yang sama dipakai oleh pelaku maupun korban insiden CFD.

— ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ (@MbahUyok) 2 Mei 2018


— #2019GantiPresiden (@liem_id) 2 Mei 2018


Mustofa memaparkan berdasarkan rekaman video saat kejadian. Dari video tsb di-capture gambar-gambar dan ternyata ditemukan "Gelang" yang sama, yang dipakai oleh pelaku maupun korban "intimidasi". Ini tentu menimbulkan tanda tanya dan kemungkinan ada rekayasa dibalik kejadian tersebut.

Yang paling menarik dan bikin tercengang adalah HASIL INVESTIGASI yang dipaparkan Mustofa Nahrawardaya.

"Kenapa mereka memakai gelang yang sama? Ini luar biasa, kenapa kodenya sama? Jangan-jangan ini operasi intelijen yang luar biasa, ini temuan di video," kata Mustofa Nahra di acara DUA SISI tvOne, Rabu (2/5).

"Maka logikanya orang-orang yang di video itu yang pakai gelang yang sama tangkap semua, periksa semua," lanjut Mustofa.

Temuan "Gelang" yang sama ini, sontak viral di sosial media. Warganet meramaikan dengan tagar #GelangKode.

Tagar #GelangKode ini bahkan menjadi Trending Topik urutan pertama di Twitter pagi ini, Kamis (3/5/2018).

Berikut beberapa cuitan netizen dengan tagar #GelangKode.

Jeli juga ya bung tofa ngamati #GelangKode yg dipakai peserta yg pura2 mengintimidasi mba Susi yg ternyata juga pake gelang yg sama.
Kalo saya mengamati video pas si cowok dr arah belakang ambil uang ratusan ribu seperti sdh disiapkan dan ada kamera yg siap merekam..#DramaCFD

— Navi Agustina (@NaviAgustina) 3 Mei 2018

— #2019GANTIPRESIDEN (@Al_Fatih1453__) 3 Mei 2018


Setelah #GelangKode dibongkar Mas @NetizenTofa, ke depan operasi intelijen mereka akan menggunakan alat lain. Mungkin gelang cacing berprotein, atau gantungan kunci kecebong hingga kalajengking.

Lebih sulit lagi jika mereka menggunakan sekop yg dilempar sebagai sandi operasinya.

— Azzam M Izzulhaq (@AzzamIzzulhaq) 3 Mei 2018

Tidak ada kejahatan yang sempurna, maksudnya sekali drama mau nepuk dua..gerakan #2019gantipresiden dan umat Islam dengan berteriak "muslim apa kalian"

Lupa ada Allah sebaik-baik pembuat tipu daya #GelangKode

— Vierda Mila (@vierda) 2 Mei 2018


Mirip cerita detetif, Murder in the Orient Express, Hercule Poirot sudah bisa pastikan korban dan pelaku adalah satu kelompok dari #GelangKode nya.. Tinggal tangkapin mereka dan telusuri otaknya.. Itu kalo detektifnya cerdas seperti Hercule Poirrot

— @budiwidagdo (@budiwidagdo2) 3 Mei 2018


Sumber :Portal Islam 

Gara-Gara Gelang Kode, O O Kamu Ketahuan

Gara-Gara Gelang Kode, O O Kamu Ketahuan


10Berita, Gelang yang sama
Sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat akan jatuh juga. Peribahasa ini diisyaratkan oleh keberhasilan Mustofa Nahrawardaya membongkar gelang kode di kericuhan Car Free Day. Kericuhan yang dicurigai sandiwara itu sempat mencoreng gerakan #2019GantiPresiden.




Dengan dibongkarnya gelang kode, dugaan adanya operasi jahat semakin kuat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mustofa Nahrawardaya membongkar operasi jahat tersebut di acara Dua Sisi di TV One, Rabu (2/5/2018) malam.

Mustofa mendapatkan inspirasi dari Film De Javu yang di dalamnya diputar video kecelakaan kapal dengan cara dimajukan dan dimundurkan. Mustofa kemudian mengamati video yang disebut-sebut sebagai persekusi massa #2019GantiPresiden terhadap wanita tersebut.

Aktifis Muhammadiyah itu kemudian mendapatkan fakta aneh. Pelaku yang mengibas-ibaskan uang dan korbannya ternyata memakai gelang yang sama, baik warna maupun bentuknya. Demikian pula sejumlah orang berkaos #2019GantiPresiden yang bertindak provokatif ternyata juga memakai gelang yang sama.

Mustofa pun meminta polisi untuk mengusutnya.

“Video itu saya amati detik demi detik, menit demi menit dan ada temuan yang sangat luar biasa dan nggak pernah ada yang tahu itu,” paparnya.

Ia langsung ingat bahwa dulu ketika demo zaman mahasiswa, antara korlap dengan anggota memakai kode yang sama misalnya pita. Agar bisa diketahui siapa saja kelompok yang sama dan siapa pihak yang berbeda. 



“Di tangan kanan mereka, antara yang memberi uang dan yang diberi uang memakai gelang yang sama warna coklat. Bentuknya pun sama gelangnya. Lihat ini, yang memberi uang, yang ngipas-ngipas ini sangat provokatif, baju biru yang kanan itu. Tolong diperiksa, polisi,” ungkapnya.

Orang yang merebut bendera dan mengaku polisi juga memakai gelang sama. Orang yang merebut kaos dan spanduk juga memakai gelang yang sama.

Melihat video ini, patut diduga adanya keterlibatan pihak yang paham mengenai operasi intelijen dengan memakai kode 'gelang yang sama'

Settingan menjijikan yang dicover dan diback up oleh aparat intelijen

Beranikah polri usut ini? Atau akan brnasib sama dgn kasus novel Baswedan pic.twitter.com/Fi9YK50FlT

— Do_Ra_Dong (@Ronin1948) 3 Mei 2018


Setelah Mustofa membongkar temuan tersebut, banyak akun yang sebelumnya mengangkat isu tersebut untuk menghantam gerakan #2019GantiPresiden hari ini terdiam.

“Hari ini, saya jamin 99,99% Cebong diistirahatkan. Hanya dedengkotnya yang muncul. Itupun omongannya rada ngigau,” kata Mustofa melalui akun Twitter pribadinya, @NetizenTofa, Kamis (3/5/2018).

Hari ini, saya jamin 99,99% Cebong diistirahatkan. Hanya dedengkotnya yang muncul. Itupun omongannya rada ngigau. https://t.co/C8dHAj7Kjx

— Mustofa Nahrawardaya (@NetizenTofa) 3 Mei 2018


Kini, hastag #GelangKode menjadi trending topic pertama di Twitter. [Ibnu K/]

Sumber : Tarbiyah.net

SURAT TERBUKA Untuk Pak Mahfud MD: "Tolong Ajarlah Kami Supaya Bisa Menghormati Anda"

SURAT TERBUKA Untuk Pak Mahfud MD: "Tolong Ajarlah Kami Supaya Bisa Menghormati Anda"


Pak Mahfud MD, Tolong Ajarlah Kami Supaya Bisa Menghormati Anda

(by : Daniel Wijayanto)

Kemarin saya menonton pernyataan anda di video tentang "kemirisan/kesedihan anda, tentang dugaan persekusi terhadap seorang ibu di CFD." Saya melihat anda begitu serius menunjukkan kesedihan anda.

Pak, hanya sehari sebelumnya ada dua anak tewas saat berebut antrian pembagian sembako di Monas, kesedihan anda kemana saja Pak?

Ratusan ribu rela berebut antri hanya untuk mendapatkan sembako yang tidak seberapa itu. Itu potret kemiskinan bangsa kita Pak, kemana kesedihan anda?

Tiap tahun ribuan pekerja di PHK. Dan jutaan rakyat yang makin terjepit biaya hidup karena kebutuhan pokok yang makin mahal. Kemana kesedihan anda Pak?

Banyak manusia-manusia laknat yang dengan sengaja menghina Agama anda, Rosul anda dan kitab suci anda. Kemana kesedihan anda Pak?

Ada beberapa ulama di persekusi dan di ancam saat dakwah. Kemana kesedihan anda Pak?

Anda akui atau tidak, rakyat merasakan hidup lebih susah di jaman ini Pak Mahfud yang terhormat.

Kita percaya bahwa hati manusia bisa berubah setiap saat.dan mungkin hati anda memang sedang berubah Pak.

Namun begitu, tolong ajarlah kami untuk menghormati anda Pak, dengan tidak berstatemen dan berlogika layaknya cebong yang kehilangan nalar.

__
Sumber: fb, PI

Soal Kericuhan Bagi-bagi Sembako di Monas, Sandi: Panitia Kooperatif dan Sudah Minta Maaf

Soal Kericuhan Bagi-bagi Sembako di Monas, Sandi: Panitia Kooperatif dan Sudah Minta Maaf

10Berita, JAKARTA— Terkait kericuhan pada saat pembagian sembako di Monumen Nasional (Monas) Ahad lalu ditanggapi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

sandi sapaan akrabnya mengatakan, panitia sudah kooperatif dengan Pemprov DKI. Dan pihak panitia juga sudah menyampaikan permohonan maaf.

“Kami sudah berkoordinasi sampai Senin pagi, panitia sudah kooperatif dan sudah menyampaikan permohonan maafnya, baik kepada kami dan kepada masyarakat luas,” ujar Sand, pada Rabu (2/5/2018) kemarin.

Pemprov saat ini menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjuti jatuhnya korban jiwa, kemudian sandi juga akan melakukan review setiap aturan yang dilanggar panitia sebelum menjatuhkan hukuman.

“Kami menyerahkan kepada aparat hukum untuk menindaklanjuti pengusutan yang berkaitan dengan kejadian yang ada di hari Sabtu. Tapi dari 4 atau 5 pelanggaran yang dilakukan panitia penyelenggara, kami akan melakukan review, kita akan melakukan penelaahan, akan menjatuhkan sanksi,” jelasnya.

Sebelumnya, Sandiaga menuntut empat pertanggungjawaban kepada panitia. Salah satunya meminta maaf karena memakai logo Pemprov DKI tanpa izin.

“Satu adalah mengganti kerugian. Kedua memastikan sarana-prasarana kembali normal. Ketiga pencatutan logo Pemprov DKI harus ada permintaan maaf dari pihak penyelenggara. Terakhir tentunya menanggung akibat dan berpartisipasi dalam, satu, masalah hukum yang diselesaikan dengan aparat hukum. Dan dengan keluarga korban,” pungkasnya. []

SUMBER: DETIKNEWS

Rahasia Kampung Saporkren Papua Barat Raup 300 Juta Setahun

Rahasia Kampung Saporkren Papua Barat Raup 300 Juta Setahun

10Berita, Saporkren adalah salah satu kampung di barat Pulau Waigeo, Kabupaten Raja Ampat, PapuaBarat. Kampung ini sukses beradaptasi seiring laju wisata alam di Raja Ampat.

Menurut Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat, R Basar Manullang, sepanjang 2017, kampung ini memiliki pendapatan kurang lebih Rp 300 juta setahun, seiring dengan jumlah kunjungan yang mencapai 1.000 orang dalam setahun.

Capaian ini meningkat lebih dari delapan kali lipat dibandingkan tahun 2014. Kampung Saporkren ini juga termasuk kampung binaan kedua terbaik versi Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2017.

Kampung Saporkren bersinggungan dengan kawasan konservasi Cagar Alam Waigeo Barat. Dulunya kampung yang berpenduduk 398 jiwa itu sebagian warganya pembalak kayu. Usaha tersebut menjadi andalan penghasilan selain sebagai nelayan.

Kondisi itu menarik perhatian Balai Besar KSDA Papua Barat, Raja Ampat dan Fauna & Flora International-Indonesia Program (FFI-IP) dan menjadikannya target kampung binaan.

Konsep yang ditawarkan adalah ekowisata pengamatan burung cenderawasih yang dikombinasikan dengan wisata laut yang lebih dulu tenar. Usaha ini mengalami banyak tantangan. Penolakan didapat dari oknum pemerintah kampung maupun adat yang mendapatkan hasil dari usaha pengolahan kayu.

Seiring dengan jumlah kayu olahan yang berkurang dan patroli rutin yang gencar dijalankan serta rutinnya sosialisasi, beberapa warga kampung mulai sadar dan mau menerima konsep yang ditawarkan. Tahun 2014 dibentuklah Kelompok Tani Hutan Sapokren yang beranggotakan delapan orang, diketuai oleh Orgenes Dimara.

Berawal dari tiga homestay yang dibangun swadaya dan dibantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Raja Ampat, di tahun 2018 menjadi delapan homestay yang dibangun dengan pemandu wisata sebanyak 26 orang. Dampak wisata terus meningkat bagi kesejahteraan warga kampung tersebut.

Peningkatan kapasitas anggota kelompok rutin dilakukan. Mulai dari pengenalan jenis burung, tata cara guide yang baik, pelatihan administrasi, dan bantuan modal berupa peralatan pengamatan burung. Pada 2018, perwakilan kelompok melakukan studi banding ke tempat wisata di Yogyakarta.

Dwi Suryana - Peneliti Fauna & Flora International Indonesia Programme (FFI-IP)


Sumber :Liputan6.com