OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Sabtu, 05 Mei 2018

Ini Alasan Kenapa "Orang Arab" Doyan ke Puncak, Alasannya Tidak Bisa Dipercaya!

Ini Alasan Kenapa "Orang Arab" Doyan ke Puncak, Alasannya Tidak Bisa Dipercaya!

Puncak )Foto: Cimanggubogor)

10Berita, TAHUKAH Anda bahwa Indonesia menjadi salah satu destinasi wisata Halal dunia? Memiliki kelompok muslim terbesar, memberi kemudahan bagi wisatawan mancanegara yang ingin mendapatakan wisata halal yang tentunya friendly terhadap umat muslim.

Nah, sebagai salah satu destinasi wisata halal, ternyata Indonesia ini memiliki banyak spot khusus yang bisa dikatakan sebagai fasilitas bagi wisman muslim. Sebut saja banyaknya masjid dan juga kuliner halal yang tersebar di banyak wilayah di Indonesia.

Bicara mengenai penggolongan wisman, ternyata Indonesia banyak dilirik oleh wisman dari Malaysia, Singapura, Middle East, China, Thailand, Jepang, maupun Korea Selatan. Wisman ini cukup bisa menikmati paket wisata halal yang dihadirkan di negara ini.

Baca juga:

"Paket halal di sini lebih mengarah pada friendly tourism, sih, belum bisa yang 100% halal. Sebab, banyak juga dari wisman itu yang non-Islam," terang Ketua DPW ATHIN (Asosiasi Travel Halal Indonesia) Jakarta Ananto Pratikno, saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (4/5/2018).

Ananto melanjutkan, secara spesifik, ternyata para wisman ini punya tujuan yang paling sering mereka datangi saat berlibur ke Indonesia. Misalnya saja wisman Malaysia dan Singapura. Dijelaskan Ananto, ternyata mereka itu sangat suka berbelanja dan untuk lokasi tujuannya biasanya Bandung, Jawa Barat.

Berbeda dengan mereka wisman yang berasal dari Middle East. "Percaya atau tidak, mereka itu memiliki sebuah pemahaman religius yang kuat di mana yang namanya surga adalah sesuatu yang hijau, subur, dan mengalir sungai di bawahnya. Makanya, mereka itu sangat suka mengunjungi kawasan Puncak Bogor atau Lembang Bandung," sambung Ananto.

Kemudian, mereka para wisman yang berasal dari China, Thailand, Jepang, atau Korsel, paling suka menikmati alam. "Jangan heran juga kalau ternyata mereka-mereka itu sangat suka pergi ke pantai, khususnya pantai Bali dan Lombok. Bahkan, saya bisa mengatakan jika mereka ini sangat terobsesi dengan pantai di Indonesia," tambahnya sedikit tertawa.

Terkait dengan "Halal Tourism" yang sedang diusahakan booming, perlu diketahui bahwa biasanya wisman ini memcari lokasi makan yang menawarkan makanan halal yang lengkap. Begitu juga dengan wisata tempat bersejarah dan yang cukup penting adalah ketersediaan tempat ibadah yang nyaman dan bersih.

Baca juga:

Ananto menambahkan, pihaknya juga kini sedang mengembangkan perluasan lini "halal tourism" ini. Jadi, tidak hanya menyoal penawaran paket liburannya, tetapi juga sampai ke hal oleh-oleh halal yang bisa dibawa pulang para wisman setelah mereka puas berkeliling di tempat berliburnya.

(dno)

Sumber :okezone 

Tempo Ubah Berita untuk Tutupi Hoax, Begini Jejak Digitalnya

Tempo Ubah Berita untuk Tutupi Hoax, Begini Jejak Digitalnya



10Berita - Laman Tempo sempat memberitakan informasi hoax terkait Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga S Uno soal penyelenggara acara Forum Untukmu Indonesia.

Setelah Sandi membantah, judul dan bada berita diubah. Tapi jejak digitalnya masih tersimpan rapi. Inilah penelusuran Tarbawia.net

Awal Mula

Tempo mengutip pernyataan Ketua Perindo DKI Jakarta yang menyatakan bahwa ketua panitia bagi-bagi sembako di Monas yang menewaskan 2 anak pada Sabtu (28/4/18) merupakan relawan ok oce.

Judul yang dibuat Tempo; Ketua Perindo DKI: Ketua Panitia Sembako Monas Relawan OK OCE.



Bantahan Sandi

Diklarifikasi wartawan soal informasi yang menyatakan bahwa ketua panitia sembako Monas merupakan relawan OK OCE, Sandi lekas membantah. Sandi menyatakan baru pertama kali bertemu dengan Dave.

"Kalau relawan OK OCE, bisa dipastikan tidak. Saya langsung bantah ya. Jangan berkembang lagi. Saya tidak pernah bertemu sama Pak Dave itu." kata Sandi seperti dilansir detik pada Kamis (3/5/18).

Jejak Digital

Untuk mengetahui jejak digital hoax yang diberitakan Tempo sangat mudah. Buka laman penelusuran. Ketika kata kunci:



Ketua Perindo DKI: Ketua Panitia Sembako Monas Relawan OK OCE

Akan muncul temuan dengan judul tersebut, lalu klik. Saat diklik, judul yang ditampilkan di badan berita sudah diganti, meski gambarnya masih sama.



Di tempat yang berbeda, Ketua Perindo DKI Jakarta juga membantah bahwa panitia sembako Monas bukanlah relawan OK OCE.

Sumber: Tarbawia.net,


Syahganda: Tak Ada Presiden Di Negara Manapun Bicara Seperti Jokowi

Syahganda: Tak Ada Presiden Di Negara Manapun Bicara Seperti Jokowi

 

10Berita, Bisa jadi pidato Presiden Jokowi tentang berharganya racun kalajengking sebagai kode. Jokowi butuh jaringan yang kuat. "Dia (Jokowi) butuh kekuatan seperti kalajengking atau apa, kita kan nggak tahu tapi kalau bahasa rasional ini kan nggak jelas, tidak ada seorang presiden di negara manapun berbicara seperti ini. Apa namanya, terlalu lucu terlalu naif karena orang harus bicara nyata," ujar Direktur Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan di DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta, Kamis petang (3/5).

Jika dikilas balik, kata Syahganda, sudah seringkali Jokowi menggunakan simbol dalam pemerintahannya.

"Pertama gini Jokowi manusia dengan banyak simbol tahun lalu kodok, terus simbolnya burung, kemudian sekarang kalajengking," urai mantan aktivis 90an tersebut.

Menurut dia, sebagai presiden seharusnya Jokowi membicarakan hal-hal yang riil, bukan justru mengarahkan ke budidaya racun kalajengking.

"Contoh pengembangan produksi singkong dan lele, kalau kalajengking orang tidak tahu supply demandnya dan kebutuhan orang seberapa besar akan racun tersebut," terangnya.[rgu]

 Sumber : Rmolsumut

Demokrat Tanggapi Nyanyian Menhan Soal 'Pengemis Politik'

Demokrat Tanggapi Nyanyian Menhan Soal 'Pengemis Politik'

Menhan Via Sidomi

10Berita  - Menteri pertahanan Ryamizard Ryacudu mengeluarkan 'nyanyian' yang memicu kontroversi. Dalam pernyataannya, Ryamizard menyinggung soal tentara yang baru masuk TNI namun sudah mengincar jabatan kepala daerah bahkan presiden.

"Jadi masuk tentara jangan sampai baru masuik, baru di tengah jalan, sudah berangan-angan pengin jadi apa, ini sudah rusak. Jadi bupati, gubernur, terakhir jadi presiden," kata Ryamizard.

Dia juga mengatakan bahwa figur yang dimaksud bisa disamakan dengan pengemis politik karena sering meminta-minta.

"Jangan minta-minta. Itu nggak bener. Nah yang minta-minta itu siapa itu, tahu nggak? Ya pengemis. Tapi kalau dikasih, alhamdulillah," lanjutnya.

Untuk diketahui, Partai Demokrat memiliki sosok yang berindikasi sama. Adalah seorang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang sudah 'nongol' sejak 2017 lalu. AHY adalah politikus Demokrat yang berlatar belakang militer, jabatan terakhirnya adalah Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kemuning (AK), dengan pangkat terakhir adalah Mayor.

Dia mundur dari TNI pada 2016 untuk berlaga menjadi cagub di Pilgub DKI 2017, meski akhirnya gagal.

Demokrat pun angkat bicara.

Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menilai bahwa ungkapan Menhan terjadi karena dirinya tidak ingin dikalahkan oleh juniornya.

"Saya tidak tahu apa motifnya, mungkin saja Pak Ryamizard juniornya lebih mentereng dalam persaingan capres/cawapres," kata Ferdinand kepada wartawan.

Ini dikarenakan Ryamizard pernah mengajukan diri untuk menjadi cawapres Jokowi pada 2014 lalu namun tidak terlaksana.

"Mungkin saja itu penyebabnya karena dulu nama Ryamizard ramai digadang-gadang jadi cawapres Jokowi tapi gagal," lanjutnya.

Ferdinand juga mengungkit soal undang-undang yang tak melarang siapapun untuk maju menjadi capres atau cawapres, termasuk sosok yang datang dari kalangan TNI. Menhan diharapkannya untuk tidak mengaduk-aduk perasaan tentara yang ingin menjadi seorang pemimpin.

"Jadi Pak Ryamizard sebaiknya tidak usah mengaduk-aduk perasaan tentara yang diperbolehkan oleh UU untuk berpindah pengabdian dari tentara menjadi politisi," pungkasnya.

Sumber : Sumber.com

Yaqut Gak Rela Kasus Habib Rizieq Distop

Yaqut Gak Rela Kasus Habib Rizieq Distop


10Berita – Ketua Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyatakan pihaknya bakal mendatangi kepolisian untuk mencari tahu alasan penghentian kasus yang menjerat Habib Rizieq Shihab oleh Polda Jawa Barat.

Polda Jabar menghentikan kasus penodaan Pancasila dengan tersangka Rizieq Shihab lantaran menyimpulkan perbuatan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu bukan termasuk tindak pidana.

“Kami akan tanyakan ke kepolisian alasan penghentian kasus yang sebenarnya,” ujar Yaqut kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Jumat (4/5).

Dia berharap penghentian kasus Rizieq tidak disebabkan oleh intervensi dari pihak luar. Jika kasus Rizieq dihentikan karena intervensi atau tekanan, Yaqut menilai hal itu jadi contoh buruk penegakan hukum di Indonesia.

“Saya berharap penghentian itu bukan karena intervensi atau tekanan dari siapa pun. Karena jika itu yang menjadi sebab penghentian, akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia,” ucap Yaqut.

Menurutnya, intervensi dalam penegakan hukum hanya akan membuat masyarakat tidak percaya dengan aparat penegak hukum. Jika terbukti ada intervensi, Yaqut menyatakan, Ansor akan mengambil sikap.

“Tentu akan membuat Ansor dan masyarakat distrust kepada aparat penegak hukum, kehilangan harapan atas penegakan hukum,” katanya.

Polda Jabar telah menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) sekitar Februari atau Maret lalu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Umar Surya Fana menerangkan alasan pihaknya menerbitkan SP3 karena menyimpulkan tidak ada tindak pidana dalam kasus yang menjerat Rizieq.

“Hasil penyidikan menyimpulkan bukan merupakan tindak pidana,” ujarnya.

Pekan lalu, sebelum Polda Jabar membenarkan penghentian kasus itu, Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyatakan tidak rela jika Presiden Joko Widodo menghentikan kasus Rizieq Shihab.

Yaqut mengutarakan hal tersebut setelah Jokowi bertemu dengan sejumlah petinggi Persaudaraan Alumni 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama.

“Enggak (rela) lah. Biar pengadilan yang memutuskan. Presiden tak usah intervensi,” kata Yaqut melalui pesan singkat, Sabtu (28/4). []

Sumber :cnnindonesia

Buruh Minta Jatah Menaker ke Prabowo, Presiden KSPI Bilang Begini

Buruh Minta Jatah Menaker ke Prabowo, Presiden KSPI Bilang Begini

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal. FOTO: RILIS.ID/Tio Pirnando

10Berita , Jakarta— Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengklaim tak pernah menuntut jatah Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai syarat dukungannya di Pilpres 2019.

KSPI, kata Iqbal, hanya berharap Menaker nantinya bisa dipegang dari kalangan buruh sebagaimana yang terjadi di negara-negara Amerika dan Eropa.
"Di Amerika, konfederasi buruh di Amerika, mereka berharap menterinya dari serikat buruh. Begitu juga di Jerman, menteri urusan buruhnya ya dari buruh. Begitu juga di Inggris. Tapi itu harapan," kata Iqbal kepada rilis.id, Kamis (3/5/2018).
Iqbal menegaskan, harapan kalangan buruh mendapatkan jatah Menaker itu bukan bagian dari kontrak politik. Bahkan, lanjutnya, keinginan itu juga tak dimasukkan dalam 10 Tuntutan Rakyat (Sepultura).
"Enggak masuk dalam tuntutan kontrak politik. Harapan itu sama dengan negara lain," ujarnya.
Iqbal menegaskan, dukungan ke Prabowo bukan sekonyong-konyong terjadi pada peringatan Mayday kemarin. Namun, hal itu adalah bagian dari proses yang sudah dilakukannya selama dua tahun dalam menentukan capres yang didukung KSPI pada 2019 mendatang.
"KSPI dalam menentukan calon presiden yang didukung itu sudah dilakukan sejak dua tahun lalu. Jadi itu organisasi yang memutuskan, melalui Kongres KSPI," paparnya.
Seperti diketahui, saat memperingati aksi May Day, KSPI mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo sebagai Capres 2019.
KSPI juga membuat kontrak politik dengan Prabowo, yang salah satunya mencalonkan Presiden KSPI, Said Iqbal sebagai Menteri Tenaga Kerja.
Ketua Harian KSPI, Muhammad Rusdi menyebut, kontrak politik KSPI dengan Prabowo salah satunya meminta jatah menteri terkait ketenagakerjaan kesejahteraan, dengan tujuannya menyuarakan kepentingan buruh.

Sumber : RILIS.ID

PKS Minta Cawapres Prabowo Tak Berasal Dari PAN Lagi, Ini Alasannya

PKS Minta Cawapres Prabowo Tak Berasal Dari PAN Lagi, Ini Alasannya

10Berita  - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus mendesak Prabowo Subianto untuk memilih satu dari sembilan nama calon wakil presiden yang diajukan oleh partainya itu. Bahkan, partai berlambang bulan sabit kembar itu menolak jika nantinya mantan Danjen Kopassus itu justru memilih calon yang diajukan oleh PAN.

Menurut Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, pada pilpres 2014 lalu, partai yang dinahkodainya itu telah memberikan kesempatan pada PAN untuk memajukan ketua umumnya. Atas dasar itu, karena itu 2019 merupakan kesempatan PKS.

"2014 kan udah dari PAN, sekarang 2019 ya dari PKS," kata Mardani di Kantor Indikator Politik Indonesia, Jakarta, Kamis (3/5).

Tak hanya itu, Mardani pun mendesak Prabowo segera memutuskan untuk memilih salah satu nama yang telah diajukan oleh partai yang dinaunginya itu. Dia pun tak mempermasalahkan jika nantinya hanya terbentuk koalisi kecil.

"Kita tidak perlu koalisi besar dan tidak tentu, (yang penting) gerbong yang efektif bekerja, ketimbang aset koalisi besar justru lebih beban," tuturnya.

Pasalnya, kata Mardani, dengan telah diumumkan cawapres yang bakal mendampingi Prabowo, maka pihaknya dapat langsung dapat bergerak untuk melakukan pemenangan jagoannya itu. Termasuk pula langsung membentuk kabinet yang bakal diusulkan oleh koalisi itu.

“Karena yang di inginkan PKS adalah segera bekerja dan menyiapkan semuanya, termasuk segera kabinet juga umumkan, sehingga masyarakat tidak membeli kucing dalam karung," tukasnya

Lebih jauh, Mardani menegaskan, pihaknya pun mengaku tak sepakat untuk mengumumkan cawapres setelah perhelatan pilkada berlangsung. Dia meminta, Prabowo untuk mengumumkannya sebelum ramadhan. "Jangan nunggu (pilkada dulu)," tutupnya

Sumber : JawaPos.com