OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Sabtu, 05 Mei 2018

Ini 4 Amalan Sederhana untuk Menyambut Ramadhan

Ini 4 Amalan Sederhana untuk Menyambut Ramadhan

10Berita, TIBALAH kita di minggu-minggu terakhir Bulan Sya’ban. Ini artinya dalam beberapa hari mendatang kita akan memasuki bulan yang penuh dengan keberkahan. Ya, bulan Ramadhan. Bulan paling ditunggu-tunggu umat Muslim. Bulan ketika Allah SWT memberikan banyak pahala dan keberkahan di dalamnya.

Tentunya untuk menyambut bulan Ramadhan yang hanya ada satu tahun sekali ini kita harus mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin. Namun, bagaimanakah seharusnya kita mempersiapkan diri menghadapi bulan Ramadhan?

Berikut ini empat amalan yang dapat kita persiapkan untuk menyambut Ramadhan.

 

1. Memperbaiki hubungan dengan saudara dan keluarga

Allah berfirman :

“Bertakwalah kepad Allah dan perbaiki hubungan diantara kalian”.

Memperbaiki kembali hubungan dalam keluarga menyambut ramadhan akan semakin menambah keharmonisan dalam keluarga ketika menjalankan ibadah puasa, karena hati yang bersih akan semakin suci. Maka menjelang ramadahn saatnya untuk saling meminta maaf dan memaafkan.

Itulah beberapa amalan yang bisa kita lakukan untuk menyambut bulan suci penuh ampunan.

2. Memperbanyak istighfar dan taubat.

Setiap anak adam pasti pernah salah dalam kehidupannya. Iman yang selalu naik dan turun, perjalanan hidup yang banyak godaan pasti akan membuat anak adam pernah terpeleset sehingga terkotori oleh dosa, dan kotoran itu perlu dibersihkan. Maka istighfar dan taubat adalah pembersihnya.

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS. Al-Anfaal: 33)

3. Mempelajari fikih selama bulan Ramadhan

Karena Allah perintahkan manusia untuk berbekal selama perjalanan hidupnya,

“Ambillah bekal, dan sebaik-baik bekal adalah taqwa” (QS. Al-Baqarah: 197)

Untuk bisa menggapai taqwa selama ramadhan, kita harus mengikuti aturan syariat yang berlaku selama bulan mulia itu. Dan satu-satunya jalan untuk bisa mengikuti aturan syariat itu adalah dengan mempelajari aturan terebut dan berusaha mengamalkannya.

Karena itulah, para ulama sejak masa silam, selalu memotivasi kaum muslimin untuk belajar dan belajar. Belajar aturan syariat kemudian berusaha mengamalkannya.

4. Melatih diri dengan shaum sunnah

Untuk menghadapi Ramadhan kita membutuhkan energy yang cukup baik. Salahsatu cara kita untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan adalah dengan memperbanyak shaum sunnah di bulan Sya’ban.

Dari Aisyah ra, ia berkata: “Tidaklah saya melihat Rasulullah menyempurnakan satu bulan puasa kecuali ramdhan, dan tidaklah saya melihat Rasulullah yang paling banyak puasanya kecuali di bulan sya’ban. (HR. Bukhori). []

 

Sumber :Islampos.

Beredar 'Tanda Hitam' di Percakapan WhatsApp, Bila Disentuh Hp Error? Ini Dia Penjelasannya!

Beredar 'Tanda Hitam' di Percakapan WhatsApp, Bila Disentuh Hp Error? Ini Dia Penjelasannya!

Ilustrasi WhatsApp.

10Berita  - Whatsapp kini menjadi aplikasi pesan yang banyak digunakan oleh pengguna telepon pintar.

Banyak pengguna yang suka pada kesederhanaan tampilannya dan kecepayannya berbalas pesan berupa tulisan, gambar maupun video.

Tidak hanya itu, Whatsapp juga diketahui tidak boror RAM, baterai dan irit kuota.

Dengan semua kelebihan itu banyak orang yang menggunakan Whatsapp sebagai aplikasi chat utamanya.

Semakin digemarinya Whatsapp di masyarakat menyebabkan orang pesan berantai mudah tersebar.

Akhir-akhir ini, pengguna Whatsappdihebohkan dengan beredarnya pesan tentang tombol hitam yang bisa membuat Hp error.

Pesan tersebut disebut phising atau malware.

Nah apakah benar jika tombol tersebut kamu sentuh akan membuat hpmu eror dan hank?

Dari percobaan TribunSolo.com, hal tersebut ternyata benar.

Saat kamu mencoba menekan tombol hitam tersebut atau hendak meng-copy pesan tersebut, maka hp mu akan tiba-tiba hank.

Namun hal ini hanya berlaku di handphone berbasis android.


Tombol hitam

Saat TribunSolo.com mencoba menyentuh pesan tersebut di Iphone dan Whatsapp Web semua masih dalam keadaan baik.

Nah buat kamu yang mengalami hal ini tidak perlu khawatir.

Tekan tombol home untuk mengembalikan ke layar utama.

Setelah itu tutup Whatsapp dengan menyentuh tombol overview.

Smartphone kamu pun akan kembali berfungsi seperti biasa. (*)

Sumber :Beredar 'Tanda Hitam' di Percakapan WhatsApp, Bila Disentuh Hp Error? Ini Dia Penjelasannya!


Terkait Pertamina, Faisal Basri Tampar Balik Jokowi

Terkait Pertamina, Faisal Basri Tampar Balik Jokowi

Faisal Basri membalas kritikan Joko Widodo tentang kinerja Pertamina.

10Berita, Politikus dan ekonom Faisal Basriytimg.com/youtube

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kritikan Jokowi terhadap kinerja Pertamina yang tidak pernah melakukan eksplorasi dalam skala besar mengundang komentar pedas dari pengamat ekonomi Faisal Basri.

Hadir dalam acara Konferensi Regional Akuntansi di Malang, Jawa Timur, pada Kamis (3/5), alumnus Universitas Indonesia itu mengingatkan sang presiden bahwa terlalu banyak kritik membuat kerja Pertamina tidak fokus.

Peraih penghargaan Pejuang Anti Korupsi itu juga menilai eksplorasi besar-besaran yang digagas Jokowi kurang masuk akal.

"Eksplorasi Pertamina itu mahal, pembiayaannya berkelanjutan hampir mustahil dengan dana sendiri. Karena keuntungan Pertamina sebagian besar diminta oleh pemerintah, jadi tidak pernah terkumpul uangnya untuk melakukan eksplorasi yang besar," kata Faisal seperti dilansir viva.co.id.

Faisal juga mengkritik sikap pemerintah yang selalu menyeret Pertamina ke ranah politik. Ditambah lagi, kebijakan pemerintah membuat Pertamina terganggu secara finansial. Salah satunya adalah penerapan BBM satu harga.

"Mereka mau membangun kilang terpaksa ditunda, kemudian ada kebijakan lima tahun ditengah jalan ada kebijakan satu harga. Boleh saja pemerintah menerapkan itu diseluruh Indonesia untuk BBM tapi harus diperhatikan selisih ongkos dengan harga," kata Faisal dikutip dari beritajatim.com.

Gaya Jokowi yang kerap mengganti pucuk kepemimpinan di Pertamina juga membuat perusahaan minyak dan gas negara itu merasa tidak aman.

"Jadi, Presiden harus sadar (agar) Pertamina tidak semakin diincar, karena baru bikin rencana saja sudah diganti. Di era Jokowi sudah dua kali ganti presdir,” pungkasnya.

 
Sumber : Jitunews4
 

 

PKS Terima Keputusan Prabowo Terkait Cawapres, Tapi...

PKS Terima Keputusan Prabowo Terkait Cawapres, Tapi...

10Berita, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) bersama pasangan calon gubernur Jawa Barat dari Partai Koalisi Asyik, Sudrajat (kiri) - Ahmad Syaikhu (kanan) saat melakukan pertemuan di Jakarta, Kamis (1/3). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mengatakan PKS akan menerima apabila Partai Gerindra pada akhirnya tidak memilih kader dari partainya untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Namun, pemilihan nama cawapres untuk Prabowo harus didasarkan oleh musyawarah.

Menurut Mardani, saat ini masih banyak hal yang harus dibicarakan. Di antaranya termasuk pula PAN yang beberapa waktu ikut menghadiri rapat koordinasi nasional (Rakornas) Partai Gerindra. Apabila PAN bergabung dengan koalisi Gerindra-PKS maka nantinya musyawarah akan dilakukan untuk seluruh anggota koalisi.

Ia menegaskan, tujuan PKS adalah agar berhasil di Pemilihan Presiden 2019. Sehingga, segalanya harus dibicarakan dengan matang baik itu terkait pencalonan Prabowo Subianto sebagai calon presiden ataupun pendampingnya.

"Nanti mudah-mudahan kalau PAN gabung, PAN juga ngajukan nama. Nah kalau tiga, maka tiga partai ini akan musyawarah untuk mufakat dengan mengedepankan bagaimana pasangan yang dipilih yang punya kapasitas dan punya peluang untuk menang. Karena, itu apapun hasil keputusan PKS akan merima selama berjalannya penuh dengan khidmat kebijaksanaan musyawarah untuk mufakat," kata Mardani ketika dihubungi Republika.co.id, Ahad (15/5).

Lebih lanjut, Mardani mengatakan, bagaimana pun nanti hasil musyawarah antaranggota koalisi harus diterima dengan lapang dada oleh siapapun. "Perlu disadari kalau Pak Prabowo sama PKS pun yang lain harus terima karena itu bagian dari musyawarah seperti PKS harus terima kalau ternyata Pak Prabowo bersama yang bukan PKS. Tapi tetap digaris bawahi yang lain pun harus terima kalau Prabowo ingin dengan PKS," kata Mardani menegaskan.

Beberapa waktu lalu, PKS telah mengajukan sembilan nama untuk menjadi pendamping Prabowo dalam Pilpres 2019. Nama-nama tersebut adalah Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, mantan presiden PKS Anis Matta, Guebernur Sumatra Barat Irwan Prayitno. Lalu, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Majelis Syura PKS Salin Segaf Al-Jusfri, mantan menkominfo Tifatul Sembiring, Muzammil Yusuf, dan Mardani Ali Sera.

Saat ini, Partai Gerindra telah memberikan mandat kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden untuk Pilpres 2019. Namun, pendeklarasian secara resmi belum dilakukan dari pihak terkait. Oleh karena itu, Mardani mengatakan berbagai peluang masih sangat terbuka termasuk calon presiden selain Prabowo.

"Atau ada opsi lain ternyata pas musyawarah mungkin bukan nama Prabowo yang diajukan. Jadi hasil akhirnya masih sangat terbuka," ujar Mardani.

Sumber :Republika.co.id 

KPK Harus Selidiki Motif Percakapan Rini Soemarno Dan Sofyan Basir

KPK Harus Selidiki Motif Percakapan Rini Soemarno Dan Sofyan Basir


10Berita, Aparat penegak hukum, dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mengusut tuntas rekaman percakapan Menteri BUMN, Rini Soemarno dan Direktur Utama PLN, Sofyan Basir yang diduga membahas fee proyek.

Begitu dikatakan Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar dalam perbincangan di Jakarta, Jumat (4/5).

“Sebenarnya penegak hukum, khususnya KPK, sudah bisa menindaklanjuti dengan penyelidikan. Apalagi pembicaraan ini sudah membicarakan fee proyek,” tegasnya.

Maksud fee yang dibahas Rini-Sofyan diduga terkait proyek LNG di Bojonegara, Serang, Banten yang akan dibangun oleh PT Bumi Sarana Migas (BSM).

Penyelidikan, lanjut Fickar, perlu dilakukan agar ada kejelasan dan tidak menjadi polemik yang berlarut-larut di masyarakat. Apalagi, penyelidikan juga sudah diatur dalam UU yang berlaku di Indonesia.

“Jika memang itu suatu kebenaran atau fakta, maka sudah dapat ditingkatkan menjadi penyidikan. Pasal 25 UU Tipikor (UU 31/1999) menyatakan bahwa penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan perkara korupsi harus didahulukan dari perkara lain,” tandasnya.

Dalam banyak kesempatan, Rini Soemarno sudah membantah bahwa percakapan tersebut membahas fee proyek.

Adik kandung Ari Soemarno ini, juga sudah melaporkan ke polisi insiden pembocoran percakapannya dengan Sofyan. Rini ingin kasus tersebut disidik lantaran dirinya merasa dirugikan. [rmol]

Sumber : rmol,

Rizki-ku Ada di Langit, Bukan di Tempat Kerja !

Rizki-ku Ada di Langit, Bukan di Tempat Kerja !


10Berita, Hatim Al Ashom, ulama besar muslimin, teladan kesederhanaan dan tawakal.

Hatim suatu hari berkata kepada istri dan 9 putrinya bahwa ia akan pergi utk menuntut ilmu.

Istri dan putri putrinya keberatan. Krn siapa yg akan memberi mereka makan.

Salah satu dari putri-putri itu berusia 10 tahun dan hapal Al Quran.

Dia menenangkan semua: Biarkan beliau pergi. Beliau menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rizki dan Tidak Pernah mati!

Hatim pun pergi
Hari itu berlalu, malam datang menjelang…

Mereka mulai lapar. Tapi tdk ada makanan. Semua mulai memandang protes kepada putri 10 tahun yg tlh mendorong kepergian ayah mereka.

Putri hapal Al Quran itu kembali meyakinkan mereka: Beliau menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rizki dan Tidak Pernah mati!

Dlm suasana spt itu, pintu rumah mereka diketuk. Pintu dibuka. Terlihat para penunggang kuda. Mereka bertanya: Adakah air di rumah kalian?

Penghuni rumah menjawab: Ya, kami memang tidak punya apa-apa kecuali air.

Air dihidangkan. Menghilangkan dahaga mereka.

Pemimpin penunggang kuda itu pun bertanya: Rumah siapa ini?

Penghuni rumah menjawab: Hatim al Ashom.

Penunggang kuda terkejut: Hatim ulama besar muslimin…..

Penunggang kuda itu mengeluarkan sebuah kantong berisi uang dan dilemparkan ke dalam rumah dan berkata kpd para pengikutnya: Siapa yg mencintai saya, lakukan spt yg saya lakukan.

Para penunggang kuda lainnya pun melemparkan kantong-kantong mereka yg berisi uang. Sampai pintu rumah sulit ditutup, krn banyaknya kantong-kantong uang. Mereka kemudian pergi.

Tahukah antum, siapa pemimpin penunggang kuda itu…?
Ternyata Abu Ja’far Al Manshur, amirul mukminin.

Kini giliran putri 10 thn yg telah hapal Al Quran itu memandangi ibu dan saudari-saudarinya. Dia memberikan pelajaran aqidah yg sangat mahal sambil menangis:

JIKA SATU PANDANGAN MAKHLUK BISA MENCUKUPI KITA, MAKA BAGAIMANA JIKA YG MEMANDANG KITA ADALAH AL KHOLIQ!
***
Terimakasih nak, kau telah menyengat kami yg dominasi kegelisahannya hanya urusan dunia.
Hingga lupa ada Al Hayyu Ar Rozzaq

Hingga lupa jaminan Nya: dan di LANGIT lah RIZKI kalian…

Bukan di pekerjaan…bukan di kebun…bukan di toko…tapi DI LANGIT!

Hingga kami lupa tugas besar akhirat

اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا

Duhai Allah, jangan Kau jadikan dunia sebagai kegundahan terbesar kami….

Budi Ashari, Lc
-Madrasah Al Fatih-

Barokallahu fiikum…. [EM]

Sumber :Dakwah media 

Jumat, 04 Mei 2018

AJI Indonesia sebut Polisi Musuh Kebebasan Pers

AJI Indonesia sebut Polisi Musuh Kebebasan Pers



10Berita, JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independent (AJI) Indonesia menyebutkan bahwa Polisi sebagai musuh kebebasan pers Indonesia 2018 karena menjadi pelaku kekerasan terbanyak dalam kurun waktu Mei 2017 hingga Mei 2018. AJI Indonesia pun meminta dan mendesak agar aparat penegak hukum memproses dengan serius laporan kasus kekerasan terhadap jurnalis dan media.

“Selain kasus kekerasan, AJI juga memberikan catatan soal ancaman terhadap kemerdekaan pers Indonesia tahun ini karena menjelang adanya pemilihan kepala daerah secara serentak Juni dan pemilu presiden tahun 2019,” demikian kata AJI Indonesia, Kamis (3/5/2018), di akun Twitter resminya.


Melihat hal demikian, menurut AJI Indonesia ini akan menjadi ujian bagi independensi jurnalis dan media. Belajar dari tahun politik sebelumnya, yakni 2014, kondisi media tak lagi lurus menjalankan fungsi dan perannya, kental aroma partisan, memberi dampak yang luar biasa pada masyarakat.

“Di sebagian media, bias partisan itu muncul karena alasan ekonomi media. Karena iklan kampanye selama masa pemilihan umum adalah salah satu sumber pendapatan yang signifikan bagi media. Di sisi lain, tambah AJI Indonesia, sebagian pemilik korporasi media saat ini juga tercatat sebagai tokoh politik, sebagian lain memiliki kedekatan dengan partai politik tertentu. 

“Padahal Dewan Pers telah menegaskan dalam Surat Edaran Dewan Pers No 01/SE-DP/I/2018 tentang Posisi Media dan Imparsialitas Wartawan Dalam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, menegaskan tentang peran media sebagai pengawas dan pemantau pemilu. Dewan Pers pun telah menegaskan jurnalis yang telah memilih jalur perjuangan untuk kepentingan pribadi dan golongan dengan mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah/wakil, anggota legislatif, DPD atau tim sukses telah kehilangan legitimasi sebagai jurnalis.”

Memperhatikan kondisi terkini AJI menyatakan:

1. Polisi sebagai musuh kebebasan pers Indonesia 2018 karena menjadi pelaku kekerasan terbanyak dalam kurun waktu Mei 2017 hingga Mei 2018 #WPFD2018  #WPFDAJI2018

2. Mendesak aparat penegak hukum memproses dengan serius laporan kasus kekerasan terhadap jurnalis dan media #WPFD2018  #WPFDAJI2018

3. Mengajak masyarakat dan organisasi massa menyelesaikan kasus sengketa pemberitaan sesuai mekanisme yang diatur dalam UU #WPFD2018  #WPFDAJI2018

4. Mendesak pemilik media tidak memanfaatkan ruang redaksi untuk kepentingan politik praktis. Menjaga independensi ruang redaksi untuk kepentingan publik dan demokrasi sebagaimana amanat UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers #WPFD2018  #WPFDAJI2018

5. Mengajak jurnalis untuk menjalankan tugas dengan profesional selama tahun politik sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik dan amanat UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers #WPFD2018  #WPFDAJI2018.

Sejak 2000, total sudah 11 kali polisi menjadi Musuh Kebebasan Pers. Selain tahun ini, polisi juga menjadi pelaku kekerasan paling banyak pada: 2000, 2003, 2004, 2005, 2006, 2008, 2012, 2015,2016, 2017. 

“Selamat Hari Kebebasan Pers Dunia/World Press Freedom Day, untuk kawan semua. Mari bersama menjaga independensi ruang redaksi, dan melawan siapapun yang lakukan kekerasan terhadap jurnalis!” (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

DIHAJAR Kabar Foya-Foya Acara IMF-Bank Dunia, Buzzer Istana TERKAPAR dan Bungkam Serentak

DIHAJAR Kabar Foya-Foya Acara IMF-Bank Dunia, Buzzer Istana TERKAPAR dan Bungkam Serentak


10Berita, Dugaan kuat adanya permainan anggaran yang melibatkan banyak pihak terkait penyelenggaraan Rapat Tahunan IMF dan Bank Dunia di Nusa Dua Bali telah diungkap oleh warganet Hasan Yahya Assegaf. (Baca: NGERI! Warganet UNGKAP Bau Anyir Permainan 6,9 T Duit Anggaran Pemerintah untuk Rapat Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali )

Reaksi keras warganet pun mulai bermunculan. Warganet geram dan berharap pihak Istana segera melakukan klarifikasi.

"...Benar2 tumben luar biasa lho ini buzzer2 istana terkapar isu foya2 acara IMF-WB 1 Triliun, bungkam serentak wkwkwkwk... Kira2 narasi arahan dari istana untuk mengcounter isu ini bagaimana yah? Menarik ditunggu...Eaaaaa... (``,)," cuit @iyutVB.

...Benar2 tumben luar biasa lho ini buzzer2 istana terkapar isu foya2 acara IMF-WB 1 Triliun, bungkam serentak wkwkwkwk...Kira2 narasi arahan dari istana untuk mengcounter isu ini bagaimana yah? Menarik ditunggu...Eaaaaa... (``,)

— Buruh, jangan takut berserikat...!!! (@iyutVB) May 4, 2018


"Secara teoritis, mereka memang harus mingkem. Karena setiap enggagement hanya bikin terperosok. @nufransa aja mungkin udah menyesali perbuatannya. Ngundang @_haye. Kita justru jangan diem. Suarakan terus," balas Ardi Wirda Mulia.

Secara teoritis, mereka memang harus mingkem. Karena setiap enggagement hanya bikin terperosok. @nufransa aja mungkin udah menyesali perbuatannya. Ngundang @_haye. Kita justru jangan diem. Suarakan terus.

— Pelan-pelan, Ardi! (@awemany) May 4, 2018

"Dikiranya @nufransa habib @_haye_ ini orangnya bodoh dan penakut, jadi dia soksokan ngundang habib haye utk datang ke lapangan banteng:D malah bikin makin keciumlah itu bau bangkai setrilyun :D," imbuh akun @mulaigerak.

dikiranya @nufransa habib @_haye_ ini orangnya bodoh dan penakut, jadi dia soksokan ngundang habib haye utk datang ke lapangan banteng:D malah bikin makin keciumlah itu bau bangkai setrilyun:D

— g a n t i 2019 g a n t i (@mulaigerak) May 4, 2018

Diketahui sebelumnya, Hasan Yahya Assegaf, seorang warganet yang terkenal kritis mempertanyakan beberapa poin penting terkait pendanaan Rapat Tahunan IMF dan Bank Dunia yang akan digelar di Bali, 12-14 Oktober 2018 mendatang.

Tak hanya berhenti pada tahap kritis, Hasan Yahya juga mulai menelisik dan menemukan banyak keganjilan terkait besarnya anggaran yang digunakan pemerintah.

Cuitan-cuitan Hasan Yahya ini dibalas Nufransa Wira Sakti, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan. Keduanya pun terlibat perang kicau.

Nufransa pun mengundang Hasan ke Kantor Kemenkeu untuk memberi penjelasan lebih komprehensif terkait pendanaan acara Rapat Tahunan IMF-Bank Dunia.

Selepas bertemu Nufransa, Hasan justru lebih lantang memaparkan temuan-temuan baru yang lebih menguatkan dugaan adanya permainan dana anggaran penyelenggaraan rapat yang konin dibiayai dari APBN ini.

Sumber :Portal Islam 

Jokowi Unggul Survei Ketimbang Prabowo, Burhanudin: Tim Jokowi Jangan Senang Dulu, Prabowo Belum Ngapa-ngapain

Jokowi Unggul Survei Ketimbang Prabowo, Burhanudin: Tim Jokowi Jangan Senang Dulu, Prabowo Belum Ngapa-ngapain

Pilpres 2019 nanti akan diikuti dua kandidat yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

istimewa

10Berita, JAKARTA - Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, Jokowi unggul jauh dari Prabowo. Di samping itu, menurut surveinya, Pilpres 2019 nanti akan diikuti dua kandidat yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

"Hasil survei, Jokowi 60,6 persen sementara Prabowo (Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto) 29 persen dan yang menyatakan tidak tahu sebesar 10,4 persen," kata Direktur Eksekutif Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi di kantornya, Jakarta, pada hari Kamis (3/5).

Meski begitu, Burhanudin mengingatkan, tim Jokowi jangan terlalu senang, karena hasil survei ini masih sangat bisa berubah. Apalagi saat survei dilakukan, Prabowo belum berbuat apa-apa.

"Dari hasil survei, perolehan Prabowo cukup besar, padahal belum ngapa-ngapain. Berbeda dengan Jokowi yang sudah muter-muter ke mana-mana," ujarnya.

Burhanudin juga mengungkapkan, survei ini dilakukan sebelum Prabowo dideklarasikan sebagai calon presiden.

"Kalau setelah deklarasi perubahannya Wallahu a'lam," katanya.

Hasil survei kali ini dinilai tidak jauh beda dengan yang dilakukan lembaganya enam bulan lalu. Kenaikan dan penurunan kedua kandidat sangat tipis.

"Jokowi meningkat dari 58,9 persen pada September menjadi 60,6 persen pada Maret 2018. Prabowo turun dari 31,3 persen pada September 2017 menjadi 29,0 persen pada Maret 2018," jelasnya.

Sementara itu, survei kali ini dilakukan pada Maret 2018, dengan menggunakan 1.200 responden. Dipilih dengan multistage random sampling dengan margin of error ± 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

 Sumber : Jitunews

Setnov Mau Bantu KPK Sibak Keterlibatan Pramono dan Puan Maharani

Setnov Mau Bantu KPK Sibak Keterlibatan Pramono dan Puan Maharani

 

"Nanti kita lihat (di persidangan)," kata Novanto.

10Berita, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/4/2018). [Suara.com/Dwi Bowo Rahardjo]

Suara.com - Setya Novanto, terpidana kasus korupsi KTP elektronik, pernah menyebut dua nama politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang kekinian berada dalam kabinet Presiden Joko Widodo, sebagai orang yang turut menerima dana hasil rasywah.

Dua nama politikus PDIP yang disebut Setnov dalam persidangan ialah, Puan Maharani yang kekinian menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Setelah dijatuhi vonis penjara selama 15 tahun, Setnov menyerahkan sepenuhnya kelanjutan pembuktian pernyataannya itu kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Setnov mengakui siap bekerja sama dengan KPK, agar peran keduanya terungkap di persidangan.

"Tentu kami percayakan kepada KPK. Kita lihat keterangan-keterangan yang terus berkembang," kata Setnov saat hadir menjadi saksi terdakwa Fredrich Yunadi di Gedung Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).

Namun, Setnov tak mengungkapkan dirinya akan menunggu waktu yang tepat untuk membuka dugaan keterlibatan Puan dan Pramono dalam skandal e-KTP. Setnov, ketika diberi pertanyaan itu oleh wartawan, hanya tersenyum.

Novanto hanya meminta kepada masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan sidang tersangka-tersangka lain dalam kasus korupsi e-KTP.

"Nanti kita lihat (di persidangan)," kata Novanto.

Untuk diketahui, ketika proyek e-KTP bergulir, Puan menjabat Ketua Fraksi PDIP di DPR. Sementara Pramono menjabat Wakil Ketua DPR.

Berdasarkan pengakuan Setnov dalam persidangan, Puan dan Pramono masing-masing menerima uang USD 500 ribu dalam proyek e-KTP.

Selain Puan dan Pramono, Novanto juga menyebut mantan pimpinan Komisi II DPR Chairuman Harahap dan Ganjar Pranowo, serta para mantan pimpinan Banggar DPR turut menerima uang hasil bancakan e-KTP.

Sumber : SUARA.COM