OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 10 Mei 2018

ICMI Dukung Aspirasi Umat Islam 115 di Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis

ICMI Dukung Aspirasi Umat Islam 115 di Aksi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis



10Berita, JAKARTA - Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) mendukung umat Islam Indonesia mengekspresikan ketidaksetujuannya atas pemindahan Kedubes Amerika dari Tel Aviv ke Al-Quds, pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, ataupun solidaritas untuk Palestina secara menyeluruh di hari Jum’at, tanggal 11 Mei 2018 nanti. Melalui Ketua ICMI, Prof. Jimly Asshiddiqie ekspresi itu penting karena ada aspirasi yang akan disampaikan.

“ICMI mendukung acara untuk al-Quds secara aspirasi. Aspirasi itu penting. Dan kita meminta kepada pemimpin dunia, mumpung mereka sedang berkuasa, jadi Raja, jadi Perdana Menteri, Presiden di negerinya masing-masing, jangan biarkan hubungan Islam dengan in the west terus bermasalah hanya gara-gara al-Quds,” sampainya, Rabu (9/5/2018), di Jakarta.


Menurut Jimly, persoalan yang sudah memakam waktu lalu antara Palestina dan Israel seharusnya segera diselesaikan. “Ini sudah hampir 1 abad, masak tidak selesai-selasai. 

Itu kan semua ingin damai, tapi caranya bagaimana? Ya, dialog,” sambungnya. Dengan itu, Jimly mempunyai pemikiran bahwa hal demikian bisa saja ada pihak-pihak tertentu yang mendamaikannya. “Maka orang Kristen jangan berpihak. Damaikan. Sebab orang Islam juga pernah tidak berpihak. 

Nabi “Isa” kan disalip sama orang Yahudi. Islam datang, kemudian dalam sejarah hubungan Islam, Yahudi, Nasrani kan selalu saja pasang surut. Jadi tiga saudara ini harus konsolidasi,” katanya lagi. (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

#DiaSibukKerja Tapi PLN, Pertamina dan Garudi Merugi TRILIUNAN, Wasekjen MUI: Minta 2 Periode.. Mimpi Buruk!

#DiaSibukKerja Tapi PLN, Pertamina dan Garudi Merugi TRILIUNAN, Wasekjen MUI: Minta 2 Periode.. Mimpi Buruk!


10Berita, Mendekati tahun pergantian Presiden 2019 mendatang, PT PLN (Persero) justru mencatatkan kerugian sebesar Rp 6,49 triliun pada kuartal I 2018.

Kinerja keuangan PLN mengalami penurunan dibanding kuartal I 2017 yang berhasil meraup laba bersih Rp 510,17 miliar.

Dikutip dari kumparan, diketahui laporan keuangan PLN untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2018 dan 2017, jumlah beban usaha PLN naik menjadi Rp 70,35 triliun dari Rp 60,63 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Hal yang sama juga dialami oleh PT Pertamina dan PT Garuda Indonesia.

 PT Pertamina (Persero) mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 5,5 triliun. Hal tersebut disebabkan oleh penyaluran Solar dan Premium.

Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengatakan kerugian tersebut terjadi pada periode Januari hingga Februari 2018.

"Total loss kita sampai Februari ini total kerugian Solar yang paling gede, di Premium kan sudah mencapai dua bulan nih Januari, Februari Rp 5,5 triliun," katanya di DPR, Jakarta, Selasa 10 April 2018.

Sedangkan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sepanjang 2017 mencatatkan kerugian sebesar US$ 213,4 juta atau setara Rp 2,88 triliun. Kondisi ini berbanding terbalik dengan capaian perseroan di 2016 yang masih berhasil meraup laba sebesar US$ 9,4 juta atau sekitar Rp 126,9 miliar.

"Memang untuk laba di kuartal IV 2017 saja juga lebih rendah dari kuartal IV 2016 yang mampu membukukan laba lantaran melakukan efisiensi dari karyawan," tutur Dirut Garuda Pahala N Mansury di Kantor Garuda Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta, Senin 26 Februari 2018.

Fenomena kerugian yang melanda perusahaan-perusahaan ini tentu berbanding terbalik dengan tagar yang saat ini digembor-gemborkan pendukung Jokowi, yaitu tagar #DiaSibukKerja.

Hal ini akhirnya dijadikan sorotan oleh Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ukama Indonesia (MUI) Ust. Tengku Zulkarnain.

Dia Sibuk Kerja.....!
PLN Rugi 6,49 Trilyun.
Pertamina Rugi 5 Trilyun.
Garuda Rugi 2,88 Trilyun.
Jadi Sebenarnya APA YG DISIBUKKAN....?
Rugi Melulu, Terus Untuk Rakyat UNTUNGNYA APA Sih...?
Minta 2 Priode Lagi...!
O, My God, Kanjeng Gusti...!
Mimpi Buruk....? pic.twitter.com/2GLBpUpm33

— tengkuzulkarnain (@ustadtengkuzul) May 8, 2018

Sumber : PORTAL ISLAM

Hotel Sofyan Sudah Dapatkan Sertifikasi Halal MUI

Hotel Sofyan Sudah Dapatkan Sertifikasi Halal MUI

Hotel yang lainnya baru mendapatkan label syariah

10Berita ,  JAKARTA -- Sekretaris Bidang Bisnis dan Ekonomi Syariah Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), M Dawud Arif Khan mengatakan, sejauh ini baru Hotel Sofyan yang benar-benar syariah dan mendapatkan sertifikasi halal dari DSN MUI. Sementara, yang lainnya baru mendapatkan label syariah.

"Hotel syariah itu setahu saya baru Hotel Sofyan yang benar-benar bersertifikat dari DSN. Yang lain baru label syariah tapi belum bersertifikat karena belum diverifikasi," ujar Dawud saat menjadi pembicara dalam Diskusi dan Peresmian Logo Baru Sofyan Hotel di Jakarta, Rabu (9/5).

Kendati demikian, menurut dia, bisa jadi hotel yang belum tersertifikasi tersebut sudah menjalankan prinsip syariah. Hanya saja, kata dia, hotel tersebut belum mendapatkan sertifikasi dari DSN MUI.

"Jadi luar biasa sekali Hotel Sofyan ini. Pelopor," ucapnya.

Dia menjelaskan, sebenarnya sektor pariwisata lebih dulu menjadi prioritas pemerintah dibandingkan dengan rumah sakit syariah. Namun, kata dia, rumah sakit syariah bisa berkembang dengan cepat, sehingga pariwisata halal harus didorong terus.

"Sebenarnya lebih berkembang pariwisatanya, tapi karena gerakan yang sangat kuat dari asosiasi rumah sakit Islam, membuat cepat larinya. Kalau kita masih berjalan. Harus didorong ini," katanya

Menurut dia, untuk tahun ini saja rumah sakit Islam di Indonesia ditargetkan menjadi 50 yang tersertifikasi. Sementara, yang sudah tersertifikasi ada sembilan rumah sakit. "Jadi rumah sakit itu tahun ini targetnya 50 RS Syariah. Yang sudah sertifikasi ada sembilan. Sementara hotel syariah itu setahu saya baru Hotel Sofyan," jelasnya.

Sumber :Republika.co.id 

Rupiah Nyungsep Jadi Bukti Elektabilitas Jokowi 'Jadi-jadian'

Rupiah Nyungsep Jadi Bukti Elektabilitas Jokowi 'Jadi-jadian'

FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

10Berita , Jakarta— Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyuono menyebutkan, elektabilitas Joko Widodo yang anjlok di Survei INES akhirnya terjawab pasar keuangan internasional. Sebab, menurutnya, jawaban real masyarakat terhadap kinerja ekonomi pemerintahan Jokowi terbukti dengan terpuruknya rupiah.

Diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tembus pada kisaran Rp14.073 rupiah per dolar. Ini artinya, menurut Arief, kepercayaan para pelaku pasar keuangan global sangat mempercayai hasil survei INES dibandingkan survei-survei yang melambungkan tingkat elektabilitas Jokowi.
"Hingga ngos-ngosan Bank Indonesia melakukan intervensi terhadap nilai kurs dolar yang makin perkasa 'memblejeti' kampanye propaganda dengan elektabilitas Joko Widodo menggunakan lembaga survei yang katanya kredibel, tapi pada ngawur hasil surveinya saat pilkada DKI Jakarta 2012 dan 2017," ujar Arief kepada rilis.id di Jakarta, Rabu (9/5/2018).
Arief melanjutkan, terbukti sudah jika elektabilitas Jokowi hanya 'jadi-jadian'. Sebab, jika elektabilitasnya tinggi sejak akhir tahun 2017 hingga saat ini, tentu saja punya pengaruh besar terhadap menguat nilai kurs rupiah terhadap dolar AS.
"Jika memang bukan jadi-jadian elektabilitas Joko Widodo, pasti pelaku pasar modal dan investor akan lebih percaya dengan akan terpilihnya kembali Joko Widodo. Sehingga keberlangsungan bisnis mereka di Indonesia dalam 6 tahun ke depan bisa diprediksi dengan perencanaan yang baik yang berhubungan dengan kinerja pemerintah," bebernya.
Tapi nyatanya, tambah Arief, elektabilitas Jokowi yang katanya tinggi justru direspons dengan nilai kurs rupiah yang makin 'nyungsep'. Serta sudah mulai terjadi capital flight alias 'mbah Gondrong (USD) pulang kampung'.
"Utang dalam bentuk dolar AS makin numpuk di era Joko Widodo. Katanya juga arus modal asing terus membanjir. Secara teori ekonomi, harusnya rupiah menguat hingga di bawah Rp10 ribu per USD, tapi kok ini tidak? Cuma bohong-bohong aja tuh data ekonomi Pemerintah," tegasnya.

Editor: Eroby JF

 Sumber : RILIS.ID

Belasan Jam Mako Brimob Rusuh, Kemana Pejabat Tinggi Polri?

Belasan Jam Mako Brimob Rusuh, Kemana Pejabat Tinggi Polri?

 

10Berita, Jakarta - Kericuhan terjadi di rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, sejak Selasa (8/5) malam. Sebanyak lima anggota kepolisian meninggal akibat kericuhan dengan napi teroris. Sementara, satu polisi lainnya masih disandera hingga kini.

Lantas, ke mana para perwira tinggi Polri saat kejadian?

1. Kadiv Humas Polri tengah berada di Surabaya

IDN Times/Afriani Susanti

Pasca kerusuhan, banyak awak media mendatangi Mako Brimob, namun tidak diperbolehkan mendekat dengan alasan keamanan. Dalam pesan pendek pada pukul 22.58 WIB, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengabarkan dirinya tengah berada di Surabaya.

"Teman-teman, Pak Karopenmas segera akan konperensi pers. Mohon maaf saya masih di Surabaya," kata Setyo, Selasa malam (8/5).

Pukul 23.13 WIB, Karopenmas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal mengirimkan pesan tertulis kepada awak media, yang pada intinya membenaran adanya insiden di Mako Brimob, namun dia tidak menjelaskan lebih detil.

"Betul ada insiden dan sekarang sedang ditangani oleh Brimob dan kepolisian setempat," kata Iqbal saat itu.

Sesampainya di Mako Brimob pada pukul 01.00 WIB, Iqbal mendatangi awak media yang saat itu berada di depan gerbang Mako Brimob. Dia memberikan keterangan sedikit tentang kericuhan.

“Maaf saya tidak terlalu detil, insiden ini terjadi kapan dan berapa korban luka. Tapi yang saya pastikan, tidak ada korban meninggal dunia,” kata Iqbal, Rabu (9/5) dini hari.

2. Kapolri melakukan kunjungan kerja di luar negeri

IDN Times/Afriani Susanti

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kapolri Jenderal Tito Karnavian masih melakukan kunjungan kerja ke Yordania pada 7-10 Mei. Dia menghadiri pameran industri strategis dan pertahanan keamanan Special Operation Force Exhibition and Conference (SOFEC).

Selain Tito, petinggi Polri lain yang turut serta ke Yordania adalah Karomisinter Divhubinter Polri Brigjen Pol Krishna Murti dan Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol HS Maltha. Tito dikabarkan akan segera kembali ke Indonesia setelah mendengar kabar kericuhan tersebut.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menggelar pertemuan tertutup di kantornya Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, hari ini. Pertemuan itu untuk membahas tindak lanjut usai terjadi kerusuhan di Rutan Mako Brimob.

Dalam pertemuan tersebut terlihat berbagai pejabat tinggi negara terkait bidang keamanan seperti Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius, Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, dan Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto.

3. Banyak berita kericuhan simpang siur

IDN Times/Afriani Susanti

Pasca-kericuhan di Mako Brimob, banyak berita simpang siur seputar serangan yang dilakukan napi teroris di media sosial, mulai dari video yang diunggah di YouTube, Twitter, hingga Instagram.

Awak media berupaya mengonfirmasi kabar yang beredar, namun Humas Polri tak cepat merespons. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto hanya mengimbau awak media tidak mudah termakan hoax atau berita bohong.

Sore ini, Setyo dijadwalkan bertolak ke Jakarta dan langsung ke Mako Brimob. Setyo bersama Karopenmas Polri Muhammad Iqbal pun segera memberikan keterangan pers di markas pasukan elite Kepolisian itu.

Sumber : Idntimes

BREAKING NEWS. Napi Teroris Kuasai Seluruh Rutan Mako Brimob, Termasuk Tempat Ahok Ditahan

BREAKING NEWS. Napi Teroris Kuasai Seluruh Rutan Mako Brimob, Termasuk Tempat Ahok Ditahan

Penjagaan ketat di depan Mako Brimob Kelapa Dua Depok

10Berita , DEPOK - Lebih dari 27 jam drama kerusuhan dan penyanderaan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, situasi semakin memburuk.

Jika sebelumnya napi teroris hanya menguasai Blok B can C, kini hampir seluruh blok tahanan dikuasai oleh para napi.

Bahkan, blok tempat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahokditahan juga sudah dikuasai kelompok bersenjata tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto, Rabu (9/5/2018) malam.

Menurut Setyo, napi terorisme menguasai enam blok tahanan terletak di dalam tiga gedung.

"Satu rutan ada enam blok, sekarang semua sudah dikuasai," ujar Setyo saat memberikan keterangan di Markas Korps Sabhara Baharkam, Depok, Rabu (9/5/2018).

"Gedung A, B, C itu sudah dikuasai semua, memang semua tahanan itu ada di situ semua. Satu kompleks ada enam blok," ucap Setyo saat ditanya soal tempat Ahok ditahan.

Setyo menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan kondisi tahanan yang lain.

Sebab, polisi kesulitan untuk masuk ke area rutan yang dikuasi oleh penyandera.

Ia juga belum bisa memastikan jumlah napi teroris yang menjadi pihak penyandera.

Namun, kata Setyo, ada sekitar 30 sampai 40 orang yang pertama kali melakukan provokasi kericuhan dan membobol teralis besi tahanan di gedung C.

Kelompok tersebut kemudian menguasai seluruh area Rutan Mako Brimob.

"Sekitar 30 sampai 40 orang dari kelompok yang keras. Artinya mereka yang awalnya melakukan provokasi," kata Setyo.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal mengungkapkan bahwa terdapat korban jiwa dalam insiden keributan antara narapidana terorisme dan beberapa polisi di Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Selasa (8/5/2018) malam.

Lima polisi gugur dan satu narapidana tewas dalam insiden tersebut.

Satu narapidana terorisme itu ditembak karena melawan dan merebut senjata petugas.

"Kami sampaikan bahwa kejadian insiden ini memakan korban jiwa. Ada lima rekan kami dan satu dari mereka (narapidana terorisme) terpaksa kami lakukan upaya kepolisian karena melawan dan mengambil senjata petugas," ujar Iqbal.

Sumber : TRIBUNBATAM.id

Rontoknya Empat Pilar Istana

Rontoknya Empat Pilar Istana


10Berita, Gerakan kelompok Asal Bukan Jokowi (ABJ) tak dapat dibendung. Makin lama makin membesar. Salah satunya hashtag #2019GantiPresiden. Sudah mulai kepung istana. Dibiarkan, terus membesar. Dilarang, makin cepat besarnya.

Elektabilitas Jokowi diprediksi akan terus turun. Tak dapat ditahan. Kelompok ABJ tak berhenti bergerak. Terus mengambil posisi dan masif melakukan serrangan.

ABJ mirip gerakan massa yang liar dan natural. Tak terkordinir. Tapi punya isu dan tujuan yang sama #2019GantiPresiden.

Istana panik, pasti. Gerakan ABJ merepotkan tim Jokowi untuk membendungnya. Jika gelombang #2019GantiPresiden terus membesar, tak menutup kemungkinan akan jadi anti klimaks.

Operasi kaos putih di CFD gagal mengganti kaos #2019GantiPresiden. Kabarnya ada 1200 kaos disiapkan. Siapa yang nyiapin? Satpol PP? Ah, gak mungkin. Gak punya anggaran. Pasti ada orang lain. Pemprov? Lebih tak mungkin lagi. Mereka yang ada di CFD adalah para pendukung Gubernur dan Wakil Gubernur. Lalu, kelompok mana? Pikirkan sendiri.

ABJ semakin kreatif melakukan serangan. Tak berhenti. Melalui semua lini. Media mainstream tak kompromi, medsos jadi sarana tak kalah efektif. Kelompok ABJ mengoptimalkan penggunaan medsos. Facebook, WA, Tweeter, dan Instagram jadi sarana menggalang massa yang sangat efektif. Bisa digunakan 24 jam.

Setiap persekian detik ABJ menembakkan peluru-pelurunya di medsos. Sangat beragam. Ada kaos, spanduk, mug, tas, pepsodent, aplikasi gojek online, ATM, sampai meme, video dan foto-foto CFD. Dari Aceh sampai Papua. Bahkan juga dari sejumlah negara. Semuanya satu suara: #2019GantiPresiden. Terbukti, peluru-peluru itu sangat tajam mengarah ke istana. Efektif menggoyang elektabilitas penghuni istana.

Ada empat isu besar yang dijadikan narasi saat peluru itu ditembakkan. Pertama, isu ekonomi. Rakyat merasakan hidup sulit. Setelah subsidi dicabuti, rakyat dikejar pajak, daya beli melemah, kehidupan dirasa makin susah.

Kedua, isu banjirnya tenaga kasar dari China. Semakin dibantah, makin jelas datanya. Semua orang ngomong buruh China. Bahkan, pihak imigrasi menemukan kampung China di hutan. Tak bisa ditutup-tutupi. Ternyata bukan hoaxs. Sudah pukuhan ribu buruh China didatangkan. Dan terus mengalir deras, karena teken kontrak sudah dibuat bersamaan dengan ketergantungan hutang negara ke China yang semakin besar.

Ketiga, ketidakadilan hukum. Publik curiga. Kenapa penangkapan sejumlah ulama dan aktivis tanpa proses hukum. Habib Rizieq dijerat 17 kasus. Waktunya super singkat. Menjelang pilpres, satu persatu kasus Habib Rizieq mulai di SP3 kan. Ada apa? Publik makin curiga, kok hukum begitu rapuh? Tak bisa disalahkan jika publik menduga, ada permainan. Tepatnya, ada intervensi. Hukum tak lagi independen.

Keempat, isu janji-janji Jokowi. Tak kalah beratnya untuk bisa di atasi. Ada jejak digital terhadap 66 janji Jokowi. Satu persatu mulai diingat dan ditagih publik. Sementara, 2019 mesti buat janji lagi. Meme-meme mulai beredar. Narasinya berupa pertanyaan: janji yang lama gak dipenuhi, mau janji lagi?

Empat isu di atas yang terus menerus disuarakan dalam hashtag #2019GantiPresiden akan berpengaruh terhadap elektabilitas istana. Jika elektabilitas Jokowi terus runtuh, maka secara otomatis mengancam empat pilar kekuasaan istana. Empat pilar itu adalah partai koalisi, pemilik modal, media dan aparat hukum. Orang bilang oknum. Tepat sekali.

Pertama, rasionalitas partai hanya akan mendukung penenang. Diprediksi menang, dukung. Estimasi kalah, tinggalkan. Balik kanan dan ucapkan: Goodbye.

Manuver PKB untuk zig zag cari capres alternatif di luar Jokowi dipahami publik sebagai pertanda akan robohnya satu pilar istana. Apa yang dilakukan PKB disebabkan karena elektabilitas Jokowi tak aman. Di bawah 40%, bagi incumbent itu tak aman.

Begitu juga dengan PAN. Dukung istana, Amin Rais ancam Konggres Luar Biasa (KLB).

Langkah PKB dan PAN hampir pasti diikuti oleh partai-partai koalisi yang lain, terutama Golkar dan PDIP jika elektabilitas Jokowi tak bisa diselamatkan.

Kedua, konglomerat. Proses politik kita sarat logistik. Hanya para pemilik modal yang mampu menyiapkan peluru. Kabarnya, mereka mulai cari calon alternatif. Lobi-lobi sudah mulai dilakukan di luar istana. Ini tanda, pilar kedua istana juga terancam roboh.

Ketiga, media. Hitam putihnya kekuasaan bergantung kepada media. Hampir semua fakta bisa dicover oleh opini yang dikelola media. Media menjadi sumber opini yang paling efektif untuk memoles kekuasaan. “X” bisa diberitakan jadi “Bukan X”.

Masifnya gerakan #2019GantiPresiden mulai menggoda media. Satu persatu media mulai tertarik meliputnya. Termasuk detik.com dan tribun yang selama ini lebih dekat ke istana, pelan-pelan mulai ke tengah. Orang bilang, mulai insaf. Begitulah seharusnya media, jaga independensi

Keempat, aparat hukum. Hal yang sering terjadi, bahwa kekuasaan adalah pihak yang paling berpeluang untuk mengontrol hukum. Tidakkah aparat hukum itu netral? Itu harapannya. Tak semua harapan berbanding lurus dengan kenyataan. Faktanya, hukum bisa menjadi alat sandera yang efektif terhadap lawan. SP3 Habib Rizieq yang lagi hangat di media dianggap publik tak lepas dari dinamika penyanderaan.

Empat pilar ini mulai melemah, seiring dengan melemahnya elektabilitas Jokowi. Tak mustahil akan roboh. Artinya, jika penurunan elektabilitas Jokowi tak bisa ditahan, maka empat kelompok yang selama ini jadi pilar istana akan balik badan, cari selamat. Jokowi terancam tak dapat tiket untuk maju di pilpres 2019.

Penulis: Tony Rosyid

Sumber: PORTAL ISLAM

Rabu, 09 Mei 2018

Allahu Akbar! Penonton Membludak, Tiket Film 212 The Power of Love Ludes

Allahu Akbar! Penonton Membludak, Tiket Film 212 The Power of Love Ludes



10Berita, Hari pertama pemutaran Film 212 The Power of Love dilaporkan penuh penonton. Sejumlah sumber Tarbiyah.net menyebutkan, mereka kehabisan tiket.

“Dari empat jadwal dalam sehari ini full semua,” kata Trias, Direktur Koperasi Al Ummah, Rabu (9/5/2018).

Sedianya, Trias membelikan 40 tiket untuk rombongan Al Ummah Gresik. Ia berangkat lebih dulu ke Tunjungan Plaza XXI. Namun, tiket telah habis. 

“Insya Allah kami akan nonton di hari lainnya, mungkin besok Senin.”

Sumber Tarbiyah lainnya juga menginformasikan hal serupa. Empat pemutaran film 212 The Power of Love di bioskop dekat rumahnya telah soldout.


Tiket film 212 The Power of Love ludes

Ketika Tarbiyah mengecek melalui M Tix, tiket Film 212 The Power of Love untuk pemutaran paling malam juga sudah habis.



Film yang dibintangi Hamas Syahid ini mengisahkan tentang Rahmat, seorang jurnalis di Majalah Republik. Sosoknya yang dingin dan cenderung sinis membuat ia tidak memiliki banyak teman, kecuali Adhin sang fotografer. Suatu ketika Rahmat mendapat kabar bahwa ibunya meninggal dunia, ia pun harus pulang ke Ciamis, setelah 10 tahun ia pergi dan belum pernah satu kalipun kembali karena persoalan di masa lalu. Di Ciamis Rahmat bertemu kembali dengan Yasna, sahabat kecil yang diam-diam masih ia kagumi hingga saat ini.

Usai pemakaman ibunya, Rahmat bermaksud kembali ke Jakarta, namun ia mendapat informasi bahwa ayahnya Ki Zainal akan melakukan longmarch bersama para santri dari Ciamis untuk mengikuti aksi pada tanggal 2 Desember 2016. Hubungan Rahmat dan Ki Zainal diketahui sangat tidak harmonis, ia menganggap Rahmat seorang pengecut yang tidak bertanggung jawab.

Rahmat berupaya menggagalkan niat ayahnya, karena khawatir aksi tersebut akan memicu kerusuhan serta menimbulkan korban jiwa seperti peristiwa aksi 98. 

Berhasilkan Rahmat menggagalkan niat ayahnya? Tonton langsung film yang diangkat dari Aksi Bela Islam 212 ini. [Ibnu K/]

Sumber :Tarbiyah.net

Danau Laguna Ngade, Spot Paling Indah dan Instagramable di Ternate. Yuk Liburan ke Sana!

Danau Laguna Ngade, Spot Paling Indah dan Instagramable di Ternate. Yuk Liburan ke Sana!

10Berita, Bicara mengenai Ternate, pasti rasanya jauh sekali ya. Ya ternate memang salah satu kota di Maluku Utara. Dulunya sih ibukota provinsi, tapi sekarang sudah dipindah ke Sofifi. Kalau bicara sejarah, Ternate dulunya adalah kerajaan yang kaya akan rempah-rempah yang akhirnya dijajah bertahun-tahun oleh Portugis maupun Belanda. Untuk itu kota ini sangat bersejarah dan sisa peninggalan masa silam masih bisa kamu kunjungi. Sebut saja Benteng Oranje atau Benteng Tolukko di pusat kota Ternate.

Siapa sangka, kota di bagian utara dan timur Indonesia ini juga punya berbagai destinasi wisata alam yang memukau. Salah satunya Danau Laguna Ngade yang panoramanya begitu memesona. Jika dilihat dari atas, terlihat danau berpadu dengan laut dan juga 2 pulau di seberang, yakni Pulau Maitara dan Pulau Tidore. Yuk simak keindahan Laguna Ngade bersama Hipwee Travel.

Ternate, sebuah pulau kecil dengan pusatnya Gunung Gamalama. Pulau ini dikelilingi laut dan punya 3 danau yang indah, salah satunya Danau Ngade atau disebut Danau Laguna Ngade

laguna ngade via www.instagram.com

Advertisement

Pulau Ternate adalah pulau yang sangat kecil. Cuma butuh waktu satu jam saja untuk mengelilingi pulaunya. Meski begitu, pemandangan alamnya banyak sekali. Di pulau Ternate, wisatawan punya banyak spot favorit untuk menikmati pemandangan alam. Ada 3 danau yakni Danau Tolire Besar, Danau Tolire Kecil dan Danau Laguna Ngade. Bagi yang suka pantai ada Pantai Sulamadaha (akan kita bahas di artikel selanjutnya) atau Pantai Jikomalamo. Buat yang suka dengan gunung ada Gunung Gamalama. Banyak ‘kan, terserah wisatawan mau pilih yang mana. Kali ini kita bahas Danau Laguna Ngade yang spotnya paling indah di Ternate.

Kalau kamu lebih teliti, pemandangan dua pulau di depan (Maitara dan Tidore) pasti sering kamu jumpai. Lihat di mana hayo? Yap, uang kertas 1000-an berwarna biru

ada anjungan via travellersindo.blogspot.co.id

Akses ke Danau Laguna Ngade ini cukup mudah kok. Tapi sebaiknya jangan berkunjung ke danau di bawah ya. Cara menikmati danau ini ya dari ketinggian. Dari kota Ternate pilihlah jalan yang menanjak dan ikuti jalan ke atas kemudian belok kiri turun terus. Di kiri jalan nanti ada spot ayunan kuning yang bikin ngiler. Pemandangan dari sana keren banget, Gaes. Selain ayunan, ada anjungan/ jembatan yang bisa buat foto-foto juga.

Dua pulau yang berada di seberang Ternate, yakni Maitara dan Tidore ada di gambar uang 1000 rupiah edisi Pattimura. Kalau kamu anak kosan, pasti hapal karena punya banyak duit seribuan. Hehehe. Tapi foto di uang 1000 itu diambil dari tepi pantai, bukan dari anjungan ini. Tapi sejujurnya pemandangan dari atas Laguna ini jauh lebih indah dibandingkan pemandangan dari pantai yang bisa kamu lihat di uang seribuan. Sepakat?

Ayunan ini sudah dipasang sejak 6 bulan lalu. Ternyata, ayunan ini bikin banyak orang pengen pergi ke Ternate nih

ayunan bikin tambah kece via www.instagram.com

Advertisement

Generasi millennial memang suka banget sama spot foto yang instagramable. Salah satu spot yang hits banget di Ternate ya Laguna Ngade. Apalagi setelah ada ayunan warna kuning yang epik banget. Makin banyak deh orang berlibur ke sana. Anak muda dari Jakarta, Bandung maupun Jogja kini sudah banyak yang mengunjungi Laguna Ngade dan berfoto di ayunan ini. Biayanya juga cukup murah kok, cukup bayar 5 ribu rupiah saja per orang. Menarik ‘kan?

Bagaimana cara datang ke Danau Laguna Ngade dari Bandara atau Pelabuhan Ternate?

Kalau kamu dari bandara Sultan Baabullah, carilah kendaraan taksi atau ojek. Cari taksi atau ojek jangan di dalam bandara ya, mahal soalnya. Kalau kamu dapat di luar bandara, ojek cukup membayar 40 ribu atau taksi 100 ribu sampai ke Ngade. Jangan lupa ditawar ya. Sekitar 30 menit perjalanan, kamu sudah sampai di Danau Ngade. Kalau dari Pelabuhan lebih dekat, cuma 15 menit sudah sampai. Kalau kamu mau keliling seharian di kota Ternate, sewa motor cuma 100 ribu kok. Akses ke Laguna Ngade cukup mudah, jadi sebenarnya nggak butuh warga lokal. Hehehe. Datangnya kalau bisa pagi atau sore ya, ketika belum berawan. Indah banget deh, nggak nyesel ke sana!

Yuk segera cek kalender, agendakan liburan ke Ternate, Maluku Utara!

Sumber :Hipwee 

Politisi: Amien Rais bukan Pengkhianat

Politisi: Amien Rais bukan Pengkhianat



10Berita, JAKARTA  Politisi Gerindra angkat suara terkait Bapak Reformasi, Amien Rais yang nampaknya dituding sebagai pengkhianat terhadap Indonesia, salah satunya terkait amandemen UUD 45. Menurut politisi Gerindra ini, malah apa yang disematkan ke Amien Rais tidaklah semuanya negatif, terlebih jika melihat situasi ketika demokrasi diperjuangkan kala itu.

“Pak Amien Rais sama sekali bukan pengkhianat/pecundang reformasi. Amandemen UUD 45 tak semuanya buruk, ada juga yang baik seperti pembatasan masa jabatan Presiden untuk menghindari rezim otoritarian. 


Yang lainnya tidak bagus tapi itu tanggung jawab kolektif semua Fraksi di MPR saat itu,” kata Habiburokhman, baru-baru ini, melalui akun Twitter pribadi miliknya.

Di lain soal, terkait ucapan Amien Rais, Habiburokhman setuju, yakni pemimpin yang tak memikirkan rakyatnya adalah sontoloyo.

“100 persen agree dengan Pak Amien Rais dan yang sebut pemimpin yang tak fikirkan rakyat dan jadi agen kekuatan asing adalah sontoloyo. Saya gak lihat ada predikat lain yang lebih tepat untuk jenis pemimpin seperti itu. Inga-inga 2019 jangan pilih pemimpin sontoloyo.” (Robi/)

Sumber :voa-islam.com