OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 22 Mei 2018

Interview Zaki (2): Terungkap, Dalam 2 jam Facebook Langsung Blokir Film 'Cadar'

Interview Zaki (2): Terungkap, Dalam 2 jam Facebook Langsung Blokir Film 'Cadar'


10Berita, Jakarta - Kejam! Terungkap bahwa tak lebih dari 2 jam setelah diunggah ke Facebook, Film AADC alias 'Ada Apa Dengan Cadar' langsung diblokir sepihak Facebook.

Sontak saja film Cadar menjadi viral di group-group Whatsapp, Facebook dan jejaring sosial.

Film sosial eksperimen ini ternyata disyuting singkat dalam dua jam dengan menggunakan smartphone besutan steve jobs.

Bagaimana proses pembuatan Cadar dan Ambulance ini?

Simak hanya di VOA ISLAM TV

Alhamdulillah, dalam sebuah pertemuan tak terduga tim redaksi Voa Islam melakukan Special Interview bersama Ahmad Zaki alias Zaki Dispenser tentang kisah produksi film pendek Ambulance dan Cadar.

Film kedua Zaki kembali viral yang berjuluk Social Experiment 'Cadar', film yang diunggah pada Jumat, 18 Mei 2018 ini berupaya menjawab kegelisahan muslimah bercadar akibat arus Islamophobia dan serangan bom di Surabaya dan Riau.

Film berjenis social experiment ini langsung memakan korban 'akun' Facebook Zaki yang dalam durasi tak lebih dari 2 jam setelah mengunggah video 'AADC' alias Ada Apa Dengan Cadar ini langsung ditutup sepihak tanpa pemberitahuan kepada Zaki, baik email atau notifikasi ke smartphonenya.

Entah atas perintah siapa, yang pasti Islamophobia makin jelas dan nilai toleransi dalam film pendek yang disyuting di ITC Fatmawati Jakarta Selatan ini membuat Islam makin terdeskreditkan, 'Diskriminasi Islam dalam film 'AADC' alias Ada Apa Dengan Cadar' menjadi nyata.

Akibat pemblokiran Akun Zaki, dua hari kemudian Film Cadar meluas dan banyak umat Islam membuat social experiment serupa di enam kota lain di Indonesia


Simak wawancara Eksklusif Voa-Islam TV bersama Ahmad Zaki, salah satu founder Gerakbareng ini, Minggu, 20 Mei 2018 kemarin... 

[adivammar/]

Sumber :voa-islam.com

Interview Zaki (1): Kisah dibalik FIlm Ambulance dan Cadar

Interview Zaki (1): Kisah dibalik FIlm Ambulance dan Cadar



10Berita, Jakarta  - Voa Islam melakukan Special Interview bersama Zaki Dispenser tentang kisah dibalik FIlm Ambulance dan Cadar.

Wawancara Ahmad Zaki yang dikenal sebagai Zaki Dispenser. Nama 'dispenser' muncul akibat counter film Zaki sebelumnya yang merupakan jawaban atas film yang mendeskreditkan toleransi Islam karya Anto Galon.

Film kedua Zaki kembali viral yang berjuluk Social Experiment 'Cadar', film yang diunggah pada Jumat, 18 Mei 2018 ini berupaya menjawab kegelisahan muslimah bercadar akibat arus Islamophobia dan serangan bom di Surabaya dan Riau.

Film berjenis social experiment ini langsung memakan korban 'akun' Facebook Zaki yang dalam durasi 2 jam setelah mengunggah video 'AADC' alias Ada Apa Dengan Cadar ini langsung ditutup sepihak tanpa pemberitahuan kepada Zaki.

Entah atas perintah siapa, yang pasti Islamophobia makin jelas dan nilai toleransi dalam film pendek yang disyuting di ITC Fatmawati Jakarta Selatan ini membuat Islam makin terdeskreditkan, 'Diskriminasi Islam dalam film 'AADC' alias Ada Apa Dengan Cadar' menjadi nyata,

Simak wawancara Eksklusif Zaki, Minggu, 20 Mei 2018 kemarin... BERSAMBUNG PART 1

[adivammar/]

Sumber :voa-islam.com

NU Dapat Dana Teroris Triliunan Rupiah dari AS, Benarkah?


NU Dapat Dana Teroris Triliunan Rupiah dari AS, Benarkah?


10Berita, Katib'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Staquf angkat bicara terkait pertemuanya dengan Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence.

Dia menyebut kesempatan tersebut dipakai Pence untuk menyampaikan bela sungkawa atas serentetan aksi teror yang terjadi Indonesia sepekan belakangan. Oleh sebab itu, AS menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama.

"Mike Pence menyatakan bahwa Pemerintahnya mendukung penuh upaya-upaya NU dan Indonesia untuk melawa radikalisme," sebut Yahya kepada kumparan, Senin (21/5).

Terkait kabar yang dihembuskan akun anonim twitter @Hulk_idn, mengenai NU menerima dana sebesar Rp 2 triliun dari AS, Yahya menegaskan hal tersebut hoaks.

"Tidak," ucap Yahya.

Yahya diterima oleh Pence di Gedung Putih Washington. Dalam akun twitter Pence, pertemuan itu khusus membicarakan upaya menangkal radikalisme.

"Upaya mereka menangkal radikalisme Islam sangat krusial di Indonesia yang saat ini baru saja mendapat serangan keji terhadap umat Nasrani," jelas Pence.

Pence mengatakan, upaya NU meredam paham radikalisme akan didukung penuh oleh Negeri Paman Sam.

"Presiden AS (Donald) Trump akan bersama-sama NU dalam perjuangannya untuk kebebasan beragama dan melawan radikalisme. 

Sumber : opini-bangsa.com, kumparan.com

 

PM Turki: AS Ibarat Tumpahkan Bahan Bakar ke dalam Kobaran Api

PM Turki: AS Ibarat Tumpahkan Bahan Bakar ke dalam Kobaran Api

10Berita, PALESTINA—Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan bahwa keputusan AS untuk memindahkan Kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem ibarat ‘menumpahkan bahan bakar ke dalam kobaran api.’

Berbicara pada pidato dukungan untuk demonstrasi Yerusalem di provinsi Diyarbakir tenggara, Yildirim mengatakan bahwa keputusan kontroversial AS datang dalam pelanggaran total terhadap hukum dan norma internasional, PIC melaporkan pada Ahad (20/5/2018).

Dia juga mengutuk “Tentara Israel yang menindas warga Palestina dan menumpahkan darah di Kompleks Al-Aqsha di Yerusalem.”

“Para pengecut yang menembakkan peluru terhadap anak-anak dan bayi yang tidak merasa berdosa, akan selamanya hidup dengan rasa malu,” tambah Yildirim.

Setidaknya 65 orang Palestina tewas oleh tembakan Israel selama protes di Gaza timur pada 14 Mei. Ribuan lainnya terluka.

Protes itu adalah bagian dari unjuk rasa selama berminggu-minggu yang menandai ulang tahun ke-70 Nakbah Palestina atau “The Catastrophe” dan terhadap relokasi Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sejak unjuk rasa dimulai pada 30 Maret, lebih dari 110 orang Palestina telah tewas dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan Israel, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. []

SUMBER: PIC,  Islampos.

Ceramah Ustaz Somad Disebut Provokatif, Mustofa Nahra Beri Balasan Menohok

Ceramah Ustaz Somad Disebut Provokatif, Mustofa Nahra Beri Balasan Menohok


10Berita, Kementerian Agama (Kemenag) merilis daftar 200 nama muballigh yang direkomendasikan untuk mengisi kegiatan keagamaan umat Islam, Jumat (18/5/2018).

Di antara 200 nama tersebut, nama Ustaz Abdul Somad (UAS) tidak ikut tercantum di dalam rilis. Padahal sosoknya kini sedang naik daun dan digandrungi oleh beberapa pihak.

Menanggapi kabar tersebut, sebagian netizen ada yang menyambut positif dengan rilis yang beredar namun tidak sedikit juga yang memberi kritik.

Netizen yang memberikan komentar mengenai ketidakadaannya UAS dalam daftar rilis yang dikeluarkan oleh Kemenag adalah Husein Alwi.

Menurut Husein Alwi, ceramah Ustaz Somad sangat berbahaya dan provokatif.

Selain itu, pengaruh UAS di kalangan umat menurutnya sangat kuat sehingga bisa menjadi modal keyakinan untuk melakukan bom bunuh diri.

Menanggapi komentar tersebut, aktivis Mustofa Nahrawardaya memberikan komentar menohok.

Menurut Mustofa, netizen tersebut bukan korban teroris melainkan korban pikirannya sendiri.

@NetizenTofa: anda bukan korban teroris. Tapi korban pikiran anda sendiri.

Dikabarkan sebelumnya, UAS sempat menanggapi terkait namanya tak masuk dalam rilis Kemenag. UAS mengatakan jika mungkin Kemenag tahu jika tak ingin mengecewakan rakyat.

Lantaran jadwal dirinya sudah penuh hingga tahun 2020.

"Sebab kemenag tidak ingin mengecewakan masyarakt, karena saya penuh sampai april 2020," jawab Abdul Somad. [www.tribunislam.com]

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ustadz Abdul Somad (Official) (@ustadzabdulsomad) pada 18 Mei 2018 jam 10:39 PDT


Sumber : opini-bangsa.com, tribunnews.com

KH Said Aqil Minta Menag Umumkan Mubaligh “Terlarang”, Pengacara Senior: Itu Bisa Dipidana

KH Said Aqil Minta Menag Umumkan Mubaligh “Terlarang”, Pengacara Senior: Itu Bisa Dipidana


10Berita, Menanggapi polemik soal daftar 200 penceramah agama yang direkomendasi Kementerian Agama, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta Kemenag merilis daftar dai yang tidak baik atau terlarang.

Usulan Kyai Said ini dianggap memunculkan masalah baru. Bahkan, pengacara senior Ach Supyadi berpendapat, usulan Kyai Said itu bisa dipidanakan.

“Dipidanakan bisa,” tegas Supyadi di akun Twitter @adv_supyadi membalas pertanyaan akun @jack_bidexs. Sebelumnya @jack_bidexs menulis: “Apakah perkataan Said Aqil tentang ulama yang tidak baik ini bisa dipidanakan???.”

Dipidanakan bisa https://t.co/wHQHzqRgWq

— Ach. Supyadi (@adv_supyadi) May 21, 2018


Soal usulan Kyai Said, Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag Mastuki menegaskan, tidak mungkin Kemenag merilis nama-nama mubaligh terlarang. Karena, jika itu dilakukan sama saja dengan menjudment atau menghakimi ulama.

“Kenapa kami tidak merilis nama-nama yang tidak boleh atau yang dianggap tidak lah, itu tidak mungkin kita lakukan karena dengan begitu judgement namanya, kita menghakimi,” kata Mastuki seperti dikutip detikcom (21/05).

Sementara soal 200 mubalig terpilih ala Kemenag, Mastuki menegaskan: “Yang kita rilis daftar ini kan lebih sebagai rujukan pilihan-pilihan optional, referensi bagi masyarakat yang ingin mencari penceramah, yang aktif di keagamaan, ini ada lho daftarnya.”

Menurut Mastuki, menghakimi seseorang tidak baik adalah hal yang bukan ranah Kemenag. Rilis daftar dai saat ini pun tanpa ada standarisasi tertentu, murni hanya referensi.

Terkait daftar 200 penceramah pilihan Kemenag, hingga saat ini, Supyadi masih menunggu pernyataan Menag Lukman Hakim Saifuddin untuk membeberkan dasar hukum dikeluarkannya daftar ustadz terpilih itu.

“Sudah 3 hari nunggu jawaban Menteri Agama @lukmansaifuddin mengenai pertanyaan saya tentang dasar hukum Kemenag buat daftar nama mubaligh/penceramah Islam Indonesia, masih belum ada respon, ini juga masih saya kaji dari sisi hukumnya, terutama atas adanya kegaduhan yang ditimbulkan,” tegas @adv_supyadi.

Sumber : intelijen.co.id

Ini Dia Wasit Sepak Bola Berhijab Pertama di Inggris

Ini Dia Wasit Sepak Bola Berhijab Pertama di Inggris

10Berita, JAWAHIR Roble, seorang Muslimah Inggris telah membuat sejarah. Roble menjadi wasit wanita Muslim pertama di Inggris dan dia juga mengenakan jilbab.

“Ketika saya pertama kali muncul ke pertandingan, Anda bisa mendengar beberapa anak laki-laki hanya terkekeh. ‘Tidak mungkin dia adalah wasit?! Tidak!’” Ungkap Roble yang biasa disapa ‘JJ’ kepada Metro.

“Tapi mereka akhirnya dapat melihat bahwa aku wasit, karena aku memakai kit lengkapku,” ujar Roble.

Selama musim pertamanya, pengalaman JJ sebagai wasit profesional berjalan dengan baik dan tidak ada pelecehan terhadapnya di lapangan.

“Pernah satu kali seorang pria mendatangi saya dan berkata ‘saya sangat menyukai para wasit wanita, mereka bagus,’” kenangnya.

“Saya menghargai pujian tersebut, itu sangat bagus. Namun tidak ada yang pernah berkata, ‘Anda tidak seharusnya berada di sini, seharusnya Anda tinggal di dapur.’ Saya belum mendengarnya dan saya tidak ingin mendengarnya,” kata Roble.

“Saya di sini untuk memecahkan stereotipe. Anak perempuan dapat bermain sepak bola, anak perempuan dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan. Agama saya adalah bagian dari diri saya dan saya menyukainya,” tambahnya. []

SUMBER: About Islam, Islampos.

TERCYDUK! Kemenag Rilis Daftar 200 Ustaz, Ternyata Ada yang Sudah Almarhum dari Tahun 2017!

TERCYDUK! Kemenag Rilis Daftar 200 Ustaz, Ternyata Ada yang Sudah Almarhum dari Tahun 2017!


10Berita,   Beberapa waktu terakhir, masyarakat dihebohkan dengan sebuah rekomendasi kementerian Agama.

Kementerian Agama (Kemenag) merilis 200 nama mubalig yang direkomendasikan kepada masyarakat.

Nama-nama mubalig yang direkomendasikan Kemenag ini masih menuai pro kontra.

Sebut saja Ustadz Abdul Somad, Ustadz Khalid Basalamah atau Ustadz Felix Siauw.

Mereka cukup dikenal di masyarakat lewat ceramah-ceramahnya yang viral.

Namun di sisi lain dari 200 nama itu tak sedikit pula penceramah yang sudah akrab di telinga masyarakat.

Lantaran mereka sering muncul dilayar kaca.

Sebut saja ada nama KH Abdulllah Gymnastiar (Aa Gym), KH Arifin Ilham, Ustadz Yusuf Mansyur dan Dedeh Rosidah atau Mama Dedeh.

Kenapa nama-nama ini muncul sementara di seperti UAS dan Felix Siuaw tak ada?

Namun warganet justru menemukan seorang penceramah yang ternyata sudah almarhum sejak September 2017.

Berikut kutipan dari laman SMAN 37 Jakarta.

Keluarga Besar SMAN 37 Jakarta, turut berduka cita atas wafatnya Bpk DR. H. Fathurin Zen Kabid. SMA dan SMP Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Semoga almarhum Husnul Khotimah. Diampuni segala dosanya dan diterima segala amal ibadahnya oleh Allah SWT. Dan semoga keluarga yg ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan. Allahumma Aamiin. Allahummaghfirlahuu Warhamhuu Wa’afihii Wa’fu’anhuu… Aamiin

Sumber :Portal Islam 

Senin, 21 Mei 2018

Banyak Ustadz yang Minta Dicoret Namanya, Menteri Agama Akhirnya Minta Maaf

Banyak Ustadz yang Minta Dicoret Namanya, Menteri Agama Akhirnya Minta Maaf

10Berita - Menteri Agama Lukman Hasan Saifudin akhirnya merespon atas banyaknya permintaan pencoretan nama dari Ustadz yang bersangkutan karena dimasukan dalam daftar 200 Ustadz rekomendasi Pemerintah. Menag menyampaikan permohonan maaf.
"Atas nama Kementerian Agama, selaku Menteri Agama, saya memohon maaf kepada nama yang ada dirilis yang merasa tidak nyaman namanya ada di sana," ujar Lukman seperti dilansir laman kemenang.go.id, senin(21/5/2018).
Lukman berdalih bahwa rilis 200 nama Ustadz tersebut bukan dalam rangka memilah-milah penceramah. Rilis dibuat sesuai dengan usulan beberapa kalangan yang sudah masuk ke Kementerian Agama dan akan terus diupdate.
Untuk itu, dalam rilis yang disampaikan, Kementerian Agama juga menyertakan nomor whatsapp yang bisa dijadikan sarana menyampaikan masukan (08118497492).
"Kami menerima banyak sekali masukan dari masyarakat. Dengan senang hati kami akan merilis beberapa yang belum masuk. Kami sudah menyatakan bahwa rilis ini sifatnya dinamis. Silahkan saja publik menyampaikan. Kami membuka diri selebarnya untuk menerima masukan" jelas Lukman.
Ditanya apakah ada motif politik dalam rilis tersebut, Menag menegaskan bahwa itu sama sekali tidak ada. Daftar mubalig dibuat secara alamiah sesuai daftar usulan yang masuk dari pengurus ormas keagamaan, masjid besar, dan lainnya.
Jika ada mubalig dengan jutaan viewer tapi belum masuk dalam daftar, hal itu semata karena belum masuk dalam usulan. "Itu bukti tidak ada motif politik di sini. Sama sekali tidak ada. Kalau kami berpolitik praktis, maka tentu kami hanya akan masukan yang pengikutnya besar saja," ujar Menag.
Seperti diberitakan sebelumnya Kementerian Agama merilis 200 nama mubalig atau penceramah agama Islam pada Jumat, 18 Mei 2018. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa rilis itu dalam rangka memberi pelayanan atas pertanyaan masyarakat yang membutuhkan nama mubalig.

Sumber : Islamedia

Pemerintah Seperti sedang Mengadu Domba Ulama

Pemerintah Seperti sedang Mengadu Domba Ulama

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Foto: dok/JPNN.com

10BeritaJAKARTA - Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago meniai langkah Kementerian Agama merilis daftar 200 mubalig yang dikategorikan baik, terkesan mengadu domba dan itu tidak menguntungkan secara politik bagi pemerintahan Joko Widodo.

"Pemerintah sedang membangkitkan kebencian dan upaya mengotak-kotakkan antara ulama yang moderat dengan ulama tidak moderat. Ini terkesan upaya adu domba. Apalagi dirilis dan klaim menurut penilaian sepihak pemerintah," ucap Pangi saat dikonfirmasi, Minggu (20/5).

Secara politik, langkah itu sangat disayangkan. Apalagi baru diumumkan saja kebijakan tersebut sudah menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Akibatnya bangsa ini akan terus bersitegang, dan perang urat saraf.

Dia pun berharap isu ini tidak melebar pada kubu-kubuan antarmubalig yang pro dan kontra pemerintah. Bila itu yang terjadi maka membahayakan bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

"Janganlah Kemenag mengotak-kotakkan seperti itu. Negara ini sudah tinggi tensi politiknya maka bisa memantik api konflik," harap Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini.

Pangi membaca ada aroma politik di balik rilis nama-nama mubalig oleh kementerian yang dipimpin Lukman Hakim Saifuddin. Apalagi menjelang tahun politik 2019, hal ini bisa memperkeruh suasana perpolitikan nasional.

"Jangan sampailah ulama dan mubalig dijadikan sebagai komoditas politik dalam rangka mendulang elektoral demi kepentingan pilpres," harapnya. (fat/)

 Sumber : jpnn