OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 23 Mei 2018

Ustadz Haikal di ILC: Kenapa Label Teroris Tidak Pernah Dipakai Untuk RMS dan OPM? Kenapa Cuma Islam?

Ustadz Haikal di ILC: Kenapa Label Teroris Tidak Pernah Dipakai Untuk RMS dan OPM? Kenapa Cuma Islam?


10Berita,  "Knapa label Teroris tidak pernah nempel di RMS atau OPM? Jelas itu definisinya masuk semua: mau mengganti ideologi, ada ancaman terhadap negara, kejahatan bersenjata. Giliran sarungan, santri, alat buktinya Al Quran terus dianggap teroris."

Demikian disampaikan Ustadz Haikal Hassan, seorang penceramah Betawi, di acara ILC tvOne edisi tadi malam, Selasa (22/5/2018).

Berikut selengkapnya video ILC Ustadz Haikal Hassan.

"Knapa label teroris tidak pernah nempel di RMS atau OPM? Jelas itu definisinya masuk semua (mau mengganti ideologi, ada ancaman terhadap negara, kejahatan bersenjata), giliran sarungan, santri, alat buktinya Al Quran terus dianggap teroris,"
Ust. @haikal_hassan #ILCUlamaDilitsus pic.twitter.com/yY80GJckxg

— M. KHUMAINI (@mkhumaini) 23 Mei 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

[Video] Ujung Nasib Orang yang Mengusir Ustadz Abdul Somad

[Video] Ujung Nasib Orang yang Mengusir Ustadz Abdul Somad


10Berita, Ujung nasib orang yang mengusir Ustadz Abdul Somad
Video ini untuk mengingatkan kita semua, terutama yang memiliki kekuatan dan kekuasaan, agar tidak semena-mena dan tidak menzalimi ulama. Nasib yang menimpa orang yang pernah mengusir Ustadz Abdul Somad ini hendaknya menjadi bahan renungan untuk kita semua.

Ustadz Abdul Somad mengisahkan, beliau pernah makan di sebuah rumah makan, sendirian. Tiba-tiba datang mobil besar, lalu keluarlah dari sana orang-orang besar.

“Minggir, minggir” kata sang pengawal.

Ustadz Abdul Somad yang tadinya makan dengan santai dan nyaman, diusir.

Bagaimana kelanjutan kisahnya dan akhir nasib tragis yang menimpa orang besar itu? Berikut ini videonya:

“Maka yang hari ini berkuasa, jangan sombong,” pesan Ustadz Abdul Somad. “Fir’aun pernah ke puncak kekuasaan, tapi hari ini apa yang terjadi. Fir’aun yang dulu menyembelih anak-anak kecil, hari ini Fir’aun ditertawakan anak-anak kecil.”

Sumber :Tarbiyah

Felix Siauw Ditolak Atas Nama NKRI & Pancasila

Felix Siauw Ditolak Atas Nama NKRI & Pancasila


"Atas Nama NKRI & Pancasila"

Oleh: Ustadz Felix Siauw

Ratusan pesan belum terbaca di aplikasi pengantar pesan di gadget saya, namun yang menarik dari salah satu panitia kajian di Bandung, disertakan disana screenshotpercakapan.

Kira-kira begini, "Neng, Ust. Felix Siauw tidak bisa dibawa ke tempat kita, dapat warning dari atasan, Asatidz yang tidak pro-NKRI sekarang lampu merah", begitu.

Sejurus kemudian, saya mendapat forward dari kawan-kawan lain tentang penolakan yang mengatasnamakan masyarakat Bandung Barat yang dikoordinir GP Ansor.

Alasannya sama, penolakannya bukan karena agama, tapi karena tuduhan dan fitnah anti-NKRI, anti-Pancasila, dan karangan lain dari orang yang itu-itu saja.

Saya lega, dua penolakan ini bukan karena materi yang saya sampaikan bertentangan dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah, tapi bertentangan dengan kepentingan mereka.

Saya lalu mengukur, apa definisi "pro-NKRI" dan "anti-NKRI" bagi mereka? Yang jelas bukan Al-Qur'an dan As-Sunnah yang jadi dalilnya, jadi apa yang jadi standarnya?

Sebab ada yang bukan Muslim keluar masuk pesantren mereka sumringah dan cium tangan, tak ada masalah. Lady Gaga mau datang 100 pun, kata mereka tak bahayakan aqidah.

Dangdutan dan organ tunggal juga tak ada bahaya bagi NKRI, apalagi cuma konser boyband korea. Bahkan ajaran komunis dan liberal disebarkan, ini wacana biasa kata mereka.

Kelompok yang menjual BUMN ke asing, korupsi milyaran dan trilyunan, tak pernah mereka tuduh anti NKRI. Penista agama bahkan mereka beri gelar Sunan, NKRI banget kata mereka.

Kesimpulan saya satu: Anti-NKRI dan anti-Pancasila bagi mereka adalah siapapun yang menolak rezim dzalim sekarang. Jadi sebenarnya inilah alasan satu-satunya.

Tak peduli engkau berbatik saban hari, bahkan hingga keluar negeri, engkau tetap anti-NKRI bila tidak mendukung kelompok penguasa, engkau tetap anti-Pancasila.

Tak peduli kontribusimu terhadap negeri, membina dan juga membersamai ummat untuk dekat pada Allah. Bila engkau membahayakan jabatannya, engkau anti-NKRI baginya.

Alhamdulillah, pada ormas-ormas yang paling merasa NKRI, paling Pancasilais. Love you fullkarena Allah. Terimakasih sudah jadi contoh bagi kami akan ayat Allah.

(Dari fb Ustadz Felix Siauw)

Link: https://www.facebook.com/UstadzFelixSiauw/posts/10156094339026351

Peta Politik Berguncang. SBY Keluarkan Pernyataan Ini

Peta Politik Berguncang. SBY Keluarkan Pernyataan Ini

 

10Berita, Peta politik jelang gelaran Pemilihan Presiden 2019 masih belum dapat dipastikan, Apakah akan menyajikan pertarungan Jokowi dengan Prabowo, sama seperti tahun 2014. Koalisi Jokowi mungkin yang dianggap sudah solid. Sementara perdebatan dukungan PKS terkait cawapres kepada Prabowo masih belum selesai. Sementara PAN dan Demokrat masih belum terang-terangan mengambil keputusan ikut yang mana.

Referensi pihak ketiga

Sikap wait and see kedua partai ini cukup beralasan.

Pertama, PAN masih menjajagi kemungkinan bergabung dengan koalisi Prabowo, seandainya usulan agar Zulkifli Hasan menjadi capres pendamping Prabowo diterima. Sedangkan Demokrat mencoba mendekati PKS melalui skema pertemuan dengan SBY dan Sohibul Iman. Langkah PAN dan Demokrat terjadi karena melihat koalisi Gerindra dan PKS yang belum solid, ditambah adanya deklarasi Anis Matta sebagai calon presiden dari PKS, beberapa waktu lalu.

Kedua, sulitnya Demokrat merapat ke Jokowi mengingat belum membaiknya hubungan individu SBY dan Megawati.

Ketiga, koalisi gemuk Jokowi masih rapuh karena masih tarik ulur antara partai pendukung yang menyodorkan calon pendamping Jokowi. Utamanya PKB dan PPP.

Keempat, pengumuman calon presiden dan calon wakil presiden pada Agustus 2018, masih cukup waktu bagi parpol untuk bermanuver.

Dan seperti diberitakan di berbagai media, belum lama ini Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan.

Referensi pihak ketiga

"Saya akan pasangkan nanti, capres-cawapres yang mengerti keinginan rakyat. Insya Allah nanti ada pemimpin baru yang amanah, cerdas, dan memikirkan rakyat banyak," ujar SBY pada pertemuan di hadapan ratusan ulama, santri, dan masyarakat Kota Cilegon, Banten Minggu malam (22/4/2018).

Pernyataan SBY diungkapkan sebelum rencana pertemuan dirinya dengan Sohibul Iman. Ini dapat diartikan bahwa, pertama, Demokrat mendukung #2019GantiPresiden, dan tidak akan merapat ke Jokowi, walaupun mereka mempunyai kader potensial, Agus Harimurti Yudhoyono. Kedua, Demokrat merapat ke koalisi Prabowo, walaupun kemungkinannya kecil dengan banyak penyebab. Ketiga, muncul poros baru, seandainya PKS dan Demokrat berkoalisi ditambah PAN. Suara ketiga parpol ini cukup untuk mencapai ambang batas 20 persen mengusung capres.

Referensi pihak ketiga

Inilah yang dapat mengguncang peta politik nasional jelang pilpres 2019. Seandainya kemungkinan ketiga terjadi lalu dimana Gerindra? Berkaca pada gelaran pilkada DKI sebelumnya, Gerindra bisa merapat ke PKS, Demokrat dan PAN. Dengan mengorbankan Prabowo? mungkin saja, karena sejatinya masih terlihat kegamangan Prabowo saat menyatakan dirinya siap diusung sebagai capres oleh Gerindra.

Dengan memilih sosok pasangan capres dan cawapres yang tepat, dan dapat merebut hati masyarakat Indonesia, bukan tak mungkin koalisi Demokrat, PKS, Gerindra dan PAN menjadi penantang yang sepadan dengan koalisi Jokowi. Kalau ini terjadi maka babak baru pemilihan presiden akan hadir, bukan rekaman ulang episode 2014, Jokowi versusPrabowo.

Sumber : detikcom

Merapi Kembali Keluarkan Letusan Freatik pada Rabu Pagi

Merapi Kembali Keluarkan Letusan Freatik pada Rabu Pagi

Letusan ini menjadi yang kelima kalinya, dalam tiga hari terakhir.

Status Gunung Merapi waspada.

10Berita , SLEMAN -- Gunung Merapi kembali memuntahkan letusan freatik pada Rabu (23/5) pagi. Letusan yang terjadi sekitar pukul 03.31 ini menjadi yang kelima kalinya, dalam tiga hari terakhir sejak Senin (21/5) lalu.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, letusan freatik pagi tadi terjadi selama empat menit dengan ketinggian 2.000 meter. Pantauan PGM Jrakah dan PGM Kaliurang letusan mengarah ke barat daya.

Laporan cuaca Stasiun Pasar Bubar, angin bertiup sedang hingga kencang ke arah barat daya. Suhu dari PGM Jrakah berada di 21 derajat celcius, dengan kelembaban 62 persen rh, tekanan udara 869,6 hpa dan kecepatan angin 23,5 kilometer per jam.

Letusan itu sempat mengakibatkan kabut yang berasal dari hujan abu sekitaran lereng Gunung Merapi. Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengimbau agar masyarakat tidak panik, dan tetap mencari informasi-informasi yang valid.

"Aktivitas masyarakat di puncak sejauh tiga kilometer tidak dibolehkan, untuk area KRB III waspada dengan adanya status ini," kata Hanik, Rabu (23/5) pagi.

Ia menerangkan, radius tiga kilometer yang dimaksud diminta tidak ada aktivitas, bukan dikosongkan. Artinya, masyarakat yang ada di KRB III harus tetap waspada, tapi memang belum ada imbauan untuk mengungsi.

Hanik menjelaskan, jika letusan Rabu pagi memang diikuti gempa vulkanik dan tremor, yang menunjukkan adanya aktivitas Merapi. Untuk informasi, masyarakat bisa menghubungi BPPTKG ke nomor 0274 514180.

Sumber :Republika.co.id

Umat Islam yang nulis "Bom Pengalihan Isu" ditangkapi Polisi, Bagaimana dengan pernyataan Pramono Anung ini?

Umat Islam yang nulis "Bom Pengalihan Isu" ditangkapi Polisi, Bagaimana dengan pernyataan Pramono Anung ini?


10Berita,  "Umat Islam yang nulis Bom Sebagai Pengalihan Isu, ditangkapi Polisi. Bagaimana dengan pernyataan Pramono Anung ini?"

Demikian disampikan aktivis Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya.

Melalui akun twitternya @NetizenTofa, Rabu (23/5/2018), Mustofa Nahrawardaya memposting video pernyataan Pramono Anung, saat itu Sekjen PDIP, yang saat ini menjadi Sekretaris Kabinet.

Dalam video tersebut, Pramono Anung menyebut isu Teorisme mungkin sebagai pengalihan isu.

"Saudara-saudara sekalian, saya tidak prejudice, saya tidak menuduh saya tidak berprasangka buruk, tetapi sebagai insan politik tentunya pengalihan isu itu menjadi hal yang mungkin bisa dilakukan oleh siapapun termasuk yang berkuasa." 

"Ada persoalan yang menyangkut misalnya tuduhan bahwa di Aceh merupakan tempat atau sarang latihan Teroris, saya meragukan itu."

[video]

Umat Islam yang nulis Bom Sebagai Pengalihan Isu, ditangkapi Polisi. Bagaimana dengan pernyataan Pramono Anung ini? pic.twitter.com/h3A7kmrxf2

— MUSTOFA NAHRAWARDAYA (@NetizenTofa) 23 Mei 2018


Pernyataan Pramono Anung ini disampaikan saat era Presiden SBY, dimana PDIP saat itu jadi oposisi.

Dan nyatanya bebas mau ngomong apa saja, beropini dan berwacana apa saja. Termasuk opini bahwa Terorisme adalah pengalihan isu. Dan pengalihan isu itu bisa saja dilakukan yang Berkuasa.

LALU SEKARANG?

Umat Islam saat ini yang menyebut Terorisme sebagai pengalihan isu kenapa langsung ditangkap? Langsung ditetapkan jadi tersangka?

Sumber :Portal Islam 

Terungkap di ILC, Ridwan Saidi Bongkar: Bapaknya Menag Lukman Dulu Juga Melarang 167 Kitab Masuk Pesantren

Terungkap di ILC, Ridwan Saidi Bongkar: Bapaknya Menag Lukman Dulu Juga Melarang 167 Kitab Masuk Pesantren


10Berita,  Acara ILC tvOne tadi malam, Selasa (22/5/2018), mengangkat topik hangat seputar Daftar 200 Muballigh versi Kementerian Agama yang menimbulkan kontroversi.

Salah satu nara sumber adalah Ridwan Saidi, ahli sejarah dan seorang budayawan Betawi.

Ridwan Saidi membongkar bahwa upaya mengkotak-kotakan ulama versi Kemenag dulu juga dilakukan saat zaman penjajahan dan era Orde Lama.

Saat Orde Lama (Soekarno), KH Saifuddin Zuhri adalah Menteri Agama. KH Saifuddin Zuhri adalah ayah dari Lukman Hakim Saifuddin (menteri agama sekarang).

"KH Saifuddin Zuhri ayahnya Lukman Hakim Saifuddin mengeluarkan ketentuan 167 kitab-kitab yang tidak boleh masuk ke pesantren, termasuk kitab karya Hamka," beber Ridwan Saidi.

"Jadi kebijakan Lukman (200 Muballigh versi Kemenag) ini melanjutkan kebijakan ayahnya dulu," kata Ridwan Saidi.

NAHLOH!!!

Simak selengkapnya video ILC paparan ahli sejarah Ridwan Saidi..

[video]


Sumber : PORTAL ISLAM

[ILC] Aa Gym: PEMERINTAH TAK PEKA DENGAN HATI UMAT ISLAM

[ILC] Aa Gym: PEMERINTAH TAK PEKA DENGAN HATI UMAT ISLAM


10Berita,  Acara ILC tvOne tadi malam, Selasa (22/5/2018), mengangkat topik hangat seputar Daftar 200 Muballigh versi Kementerian Agama yang menimbulkan kontroversi.

Aa Gym:

"Begitu mendengar ada List 200 Muballigh, langsung hati saya yakin ini akan jadi masalah."

"Karena momentumnya list 200 setelah ada pemboman, sehingga seakan ini mengarah kepada para Ulama dan tokoh-tokoh Islam."

"Rugi besar bangsa ini kalau Umat Islam sudah merasa tidak aman di negeri ini. Negeri ini mayoritas umat Islam. Bangsa ini akan hancur."

"Karena pilar besar dari negara ini adalah Umat Islam."

"Ancaman bangsa ini sebenarnya adalah ketidakpekaan, ketidakbijaksanaan."

"Mudah-mudahan semua pihak lebih peka dan lebih bijaksana."

"List ini harus dievaluasi. Karena akan dipakai buat nendang-nendang yang lain-lain (yang tidak masuk list)."

"Karena walau secara resmi yang tidak masuk daftar 200 itu tidak dilarang, tapi dalam kenyataan mereka yang tidak masuk Daftar sekarang diblokir tidak boleh ngisi kajian di BUMN dll."

Selengkapnya video Aa Gym di ILC.

[video]

Sumber : PORTAL ISLAM

Masya Allah... Hingga Larut Malam Posko FPI Layani dan Bantu Warga Korban Kebakaran Cipinang

Masya Allah... Hingga Larut Malam Posko FPI Layani dan Bantu Warga Korban Kebakaran Cipinang


10Berita, JAKARTA - Setidaknya ada 46 unit bangunan dilalap si jago merah di Jalan Cipinang Muara 1, Jakarta Timur, Senin 21 Mei 2018 siang. Ratusan warga pun harus mengungsi.

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur Gatot Sulaiman mengatakan, api berasal dari salah satu rumah warga di sana kemudian merembet. Setidaknya, ada dua kelurahan yang terdampak.

"Jadi api merembet ke kawasan di depannya," kata dia saat dikonfirmasi VIVA.co.id.

Akibat kejadian itu kerugian ditaksir mencapai Rp1,85 miliar. Dari dua kelurahan tersebut ada 42 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak.

"Ada 160 jiwa dari 42 KK," ucapnya.

Guna membantu dan meringankan beban para korban kebakaran, Front Pembela Islam (FPI) membuka posko untuk membantu para korban.

Ibu-ibu berjilbab lebar dan satgas FPI pun bekerja hingga larut malam melayani pengungsi korban kebakaran..

Bantuan ini memang tak seberapa dengan besarnya kerugian yang diderita korban kebakaran. Tapi setidaknya bisa meringankan sedikit beban.

Dan di mata Allah SWT tentu bantuan ini sangat berharga.

مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

"Siapa yang meringankan kesusahan dunia saudaranya, Allah akan mengangkat kesulitannya pada hari kiamat."

وَاللهُ فِـي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

"Allâh senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya."  [HR Muslim]

Sumber : PORTAL ISLAM

Akhirnya #2019GantiPresiden Sinyalkan Prabowo-Aher, Jokowi Akan Terjungkal?

Akhirnya #2019GantiPresiden Sinyalkan Prabowo-Aher, Jokowi Akan Terjungkal?

Setelah simpang siur nama, #2019GantiPresiden yang dibidani Mardani Ali Sera, Ketua DPP PKS, mensinyalkan mengerucut pada pasangan Prabowo-Aher (Ahmad Heryawan).

Prabowo-Aher (Sumber: satuharapan.com)

10Berita, Sinyal kuat untuk Capres sudah ditegaskan Fadli Zon yang menyatakan bahwa bagi Gerindra Prabowo adalah harga mati. Pada Rakornas Gerindra (11/4) Prabowo sendiri juga menyatakan siap jika dimandati partai.

Sedang untuk Cawapres ada letter of agreement (surat persetujuan tertulis) antara koalisi Gerindra dan PKS, bahwa nama Cawapres yang diusulkan harus tokoh dari PKS (detik.com, 19/4).

Partai Pendukung (Sumber: kumparan.com)

PKS sebelumnya mempunyai 9 kandidat yang dipersiapkan untuk mendampingi Prabowo. Dari 9 itu, menurut Ketua DPP dan Ketua Dewan Syuro PKS, Almuzammil Yusuf dan Hidayat Nur Wahid (detik.com, 19/4), berdasarkan internal PKS yang paling kuat adalah Aher. Memang masih belum final. Masih harus diresmikan dalam musyawarah Dewan Syuro PKS.

Jika benar Prabowo-Aher yang akhirnya muncul, bisakah jungkalkan Jokowi?

Dari elektabilitas, untuk Capres, berdasar survei terbaru yang dilakukan tanggal 24/3 - 6/4, Jokowi masih memimpin dengan margin lebih dari 15 persen dari Prabowo (Median, tempo.co, 16/4).

Jokowi-Cak Imin (Sumber: kompas.com)

Sedang dari Cawapres, jika yang dipilih cawapres muslim, menurut Survei LSI (tempo.co, 27/1), elektabilitas Aher masih dibawah Sohibul Iman dengan 1,9 persen. Jika Jokowi mengambil Cawapres yang sudah mendeklarasikan diri, Cak Imin, maka elektabilitasnya jauh di atas tokoh PKS, yakni 14,9 persen.

Maka jika dilihat dari elektabilitas saat ini, rasanya kubu PKS dan Gerindra harus bekerja sangat keras untuk mengejar ketertinggalan.

Tapi, jika anda bertanya pada Fadli Zon dan Mardani Ali Sera, mereka pasti optimis bahwa pasangan yang diusungnya akan menjungkalkan petahana. Ditambah lagi elektabilitas tersebut masih bersifat individual. Tentu angkanya akan berbeda jika sudah dipasangkan, ditambah treatmen yang tepat untuk mendulang suara.

Sebelum ada pelantikan presiden, segala kemungkinan masih bisa terjadi. Semoga yang terbaiklah yang akan memimpin negeri ini...I].

Sumber :UC News