OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 31 Mei 2018

Cerita Perjuangan Sandiaga Jadikan DKI Raih WTP

Cerita Perjuangan Sandiaga Jadikan DKI Raih WTP


10Berita – Aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang belum terpetakan nilainya mencapai Rp 179 triliun. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menceritakan perjuangan untuk menginventaris aset tersebut demi mencapai opini Wajar Tanpa Pengecualian ( WTP).

“Itu kayak nonton bola, Rp 179 triliun turun menjadi Rp 100 triliun, turun menjadi Rp 50 triliun,” ujar Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (30/5/2018).

Pada beberapa pekan terakhir angkanya turun lagi jadi Rp 3 triliun sampai Rp 4 triliun. Sandiaga mengatakan jajaran di bawahnya bekerja keras untuk menginventaris aset itu. Bahkan memanfaatkan teknologi untuk mengatasi masalah itu.

“Itu sampai pakai google map, di-zoom, dipotret dari udara, diukur luasannya, lalu dikirim tim ke sana untuk potret,” ujar Sandiaga.

Beberapa aset bahkan tidak ada di dalam google map. Jika sudah seperti itu, Sandiaga meminta jajaran di bawah mencari tahu langsung ke lapangan. Prosesnya sungguh melelahkan.

Sandiaga mengatakan begitu banyak pegawai yang terlibat untuk meraih opini WTP ini.

“Alhamdulillah pada saat terakhir, sebelum saya berangkat (umrah) kemarin, angkanya sudah jauh di bawah angka materialitas. Di bawah angka Rp 200 miliar,” ujar Sandiaga. []

Sumber :kompas

Massa PDIP Geruduk Kantor Radar Bogor, Staf Dipukul; Prof Mahfud Apa ini Bukan Persekusi? Tak Tersayat dan Sedih? Apa Ini Pancasila 100 Juta?

Massa PDIP Geruduk Kantor Radar Bogor, Staf Dipukul; Prof Mahfud Apa ini Bukan Persekusi? Tak Tersayat dan Sedih? Apa Ini Pancasila 100 Juta?


10Berita,  Sekitar seratus orang kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) geruduk kantor media Radar Bogor di Jalan KH. R. Abdullah Bin Muhammad Nuh, Tanah Sareal, Kota Bogor pada Rabu (30/5/2018). Massa marah dan memukul staf kantor yang bertugas.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka berang karena pemberitaan yang diterbitkan Radar Bogor pada pagi harinya dengan judul "Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 juta".


Pemimpin Redaksi Radar Bogor Tegar Bagja mengatakan kader PDIP tiba di kantor tanpa memberi tahu sebelumnya. Mereka beramai-ramai mengendarai sepeda motor dan membawa pengeras suara.

"Mereka datang dengan marah-marah, membentak, mengejar staf kami yang ada di depan, dan merusak dengan sengaja properti kami," kata Tegar kepada CNNIndonesia.com.

Selain membentak dan memaki, massa juga sempat melakukan dorong-dorongan terhadap Tegar dan sejumlah karyawan. Bahkan seorang staf Radar Bogor dipukul oleh pihak PDIP saat keributan itu pecah.

"Secara fisik, satu orang staf kami ada yang dipukul tapi ditangkis. Itu terjadi di belakang Aula Radar Bogor di lantai satu. Saya juga didorong-dorong," ujar Tegar.

Tegar menyayangkan peristiwa kekerasan dan perusakan oleh kader dan simpatisan PDIP di kantor Radar Bogor. Menurutnya hal itu justru menunjukkan sikap partai yang buruk. Dia berharap peristiwa ini tidak terulang dan tak terjadi di manapun.

Link: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180531054745-20-302388/massa-pdip-marah-di-kantor-radar-bogor-staf-dipukul

APA TINDAKAN INI SESUAI NILAI-NILAI PANCASILA, Prof Mahfud MD?

Apa ini bukan Persekusi?

Biasanya Pak Mahfud protes keras dan tersayat hatinya kalau ada yang dipersekusi? Seperti saat ibu-ibu pendukung Jokowi yang konon dipersekusi di CFD?


Berikut videonya massa PDIP geruduk kantor Radar Bogor yang beredar di Youtube..

[video]

Sumber :Portal Islam 

Sandiaga Isyaratkan Pembelian RS Sumber Waras Dibatalkan karena Tidak Ada Itikad Baik

Sandiaga Isyaratkan Pembelian RS Sumber Waras Dibatalkan karena Tidak Ada Itikad Baik

Ilustrasi. Sejumlah anggota Komisi III DPR berkunjung ke BPK untuk mendapatkan data dan fakta terkait audit BPK terhadap skandal korupsi RS Sumber Waras.

10Berita, WAKIL Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno tidak ingin permasalahan pembelian RS Sumber Waras menjadi batu sandungan untuk Pemprov DKI mempertahankan WTP dari badan pemeriksa keuangan (BPK).

Hal ini disampaikan oleh dirinya usai menceritakan proses Pemprov DKI hingga mendapatkan WTP.

"Ada opsi kedua artinya adalah kita masuk kepada opsi pembatalan. Nah, opsipembatalan itu kita sudah limpahkan ke bidang hukum. Nanti, bidang hukum yang akan melakukan prosesnya," ujar Sandiaga di Balai Kota, Rabu (30/5/2018).

Sandiaga memutuskan untuk lebih memilih opsi kedua hal ini dikarenakan tidak adanya iktikad baik dari yayasan RS Sumber Warasuntuk melakukan pengembalian dana.

Diketahui bahwa RS Sumber Waras menolak untuk mengembalikan dana sebanyak Rp 191 milliar yang dinilai BPK adalah kelebihan bayar.

"Kami melakukan penagihan dan penagihan tersebut, sudah dilayangkan surat oleh Pemprov DKI kepada pihak yayasan. Dan sudah ada jawaban dari pihak yayasan. Waktu itu bahwa mereka tidak bersedia melakukan pengembalian kelebihan pembayaran. Ada opsi kedua artinya adalah kita masuk kepada opsi pembatalan," tutur Sandi.

Sandi menjelaskan bahwa saat ini opsipembatalan tersebut sudah dilimpahkan ke bidang hukum dan akan segera ditindaklanjuti.

"Dan nanti bidang hukum yang akan melakukan prosesnya. Nah itu tentunya oleh BPk dianggap cukup. Tapi oleh kita tentunya harus ada upaya-upaya lanjutan. Nanti itu tim teknis yang akan menjelaskan," katanya.

Sumber : Warta Kota 

Akan Ada Pengerahan Massa Besar-besaran di Yogya, HB X Wanti-wanti Harus Damai

Akan Ada Pengerahan Massa Besar-besaran di Yogya, HB X Wanti-wanti Harus Damai

 

10Berita, Panitia Aksi Bela Bangsa memberikan keterangan pers kepada awak media di Yogyakarta, Rabu (30/5), seputar persiapan aksi yang akan digelar di Titik Nol Kilometer Yogyakarta pada Jumat (1/6) dalam memperingati Hari Lahir Pancasila| AKURAT.CO/Ridwan Anshori

AKURAT.CO Menjelang pemilu presiden tahun 2019, eskalasi politik di Yogyakartamulai memanas. Di Kota Gudeg, bakal ada pengerahan massa dari dua kelompok berbeda di lokasi yang berdekatan.

Kelompok pertama adalah Aksi Bela Bangsa yang dipusatkan di Titik Nol Yogyakarta. Dalam brosur dan spanduk mereka terpampang #2019gantipresiden. Aksi ini rencananya diselenggarakan Jumat (1/6).

Di hari yang sama, Aliansi Masyarakat Yogyakarta juga beraksi untuk memperingati Hari Pancasila bertajuk Jogja Benteng Pancasila. Di hari yang sama pula, di UGM Yogyakarta ada pengerahan massa untuk aksi bertajuk Aksi Bela Negara. Grup band cadas, Slank, rencananya hadir di acara itu.

Sejumlah kalangan menyebut aksi yang dilakukan di Titik Nol berseberangan dengan Pancasila. Dituduh demikian, inisiator acara dan panitia langsung bereaksi.

"Aksi ini sama sekali tidak bertentangan dengan Pancasila," kata Ketua Presidium Aksi Bela Bangsa Dwi Kuswantoro di Yogyakarta, Rabu (30/5).

Dwi menegaskan aksi yang nanti untuk mengkritisi kebijakan pemerintah yang dinilai belum menjalankan amanah Pancasila, khususnya Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Aksi ini juga dalam rangka memperingari Hari Lahir Pancasila, 1 Juni.

"Ketimpangan dan kemiskinan masih tinggi. Kita masih jaug dari Keadilan Sosial. Kami ingin mengembalikan Pancasila sebagai ruh bangsa kita dengan perubahan kepemimpinan nasional," kata dia.

Aksi ini rencananya diikuti 5.000 orang, dari DIY dan Jawa Tengah.

"Jika ada mengatakan, aksi kami anti Pancasila itu salah besar. Kami Pancasilais, mengkritisi pemerintah untuk kembali berpedoman kepada Pancasila," kata dia.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta semua aksi dilakukan secara damai. Karena pada 1 Juni semuanya memperingati hari lahir Pancasila.

"Semua aksi harus damai, semua dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila," kata Sultan di Kepatihan Yogyakarta. []

Sumber : Akurat

Pengamat: KPK Jelas Kerjanya, Gaji tak Sebesar Pejabat BPIP

Pengamat: KPK Jelas Kerjanya, Gaji tak Sebesar Pejabat BPIP


10Berita – Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indria Samego ikut mempertanyakan besaran imbalan tunjangan dan gaji yang didapat para pimpinan Badan Ideologi Pembinaan Pancasila (BPIP). Besarnya honor para petinggi BPIP ini menurutnya jauh lebih besar dari pimpinan KPK, yang justru jelas hasil kerjanya.

“Pimpinan KPK yang jelas kerjanya mendapat imbalan tak sebesar pimpinan BPIP,” kata Indira Samego kepada wartawan, Rabu (30/5).

Menurutnya jumlah honor yang mencapai ratusan juta rupiah tersebut, perlu diperjelas. Karena publik menurutnya belum mengetahui apa program dan kerja badan yang berada langsung di bawah presiden ini. Terlebih banyaknya badan dan instansi yang memiliki program yang hampir sama.

“Rasanya sulit BPIP dalam merealisasikan misinya,” katanya.

Apalagi, kata dia, masyarakat kini juga kian kritis dan alergi terhadap badan-badan yang mengatasnamakan negara, menggunakan uang negara. “Yang lama saja belum beres, tambah badan baru. Lebih kecewa lagi bila imbalan yang diberikan di luar perhituungan normal,” terangnya.

Terkait polemik honor pejabat BPIP ini, Wakil Kepala Badan Ideologi Pembinaan Pancasila (BPIP) Haryono mengatakan pihaknya tidak bisa berkomentar banyak soal ini. Karena BPIP dalam persoalan ini hanya sebagai objek, sedangkan kewenangannya berada di Kementerian Keuangan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Sekretaris Negara.

“Bagi kami terlepas polemik soal gaji ini selesai atau tidak, kami tetap bekerja. Karena problem yang kami hadapi sebenarnya bukan pada gaji tapi bagaimana kami mendapat ruang mengarusutamakan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat,” jelas Haryono. []

Sumber : republika

Ini Dia Syarat untuk I’tikaf

Ini Dia Syarat untuk I’tikaf

10Berita, PADA bulan Ramadhan ini banyak sekali orang yang melakukan i’tikaf, terutama pada menjelang akhir-akhir ramadhan. Memang bagus sekali orang yang melakukan i’tikaf ini, apalagi jika tujuannya untuk mendekatkan diri pada Allah SWT dan merenungkan segala dosa nya yang telah diperbuat. Namun, telahkan Anda mengetahui orang yang bagaimanakah yang dibolehkan untuk melakukan i’tikaf? Berikut ini akan dipaparkan syarat-syarat orang yang hendak i’tikaf:

a. Seorang muslim

b. Mumayyiz

c. Suci dari janabat, suci dari haid, dan suci dari nifas

Apabila i’tikaf dilakukan di luar bulan Ramadhan, maka:

• Menurut Ibnul Qoyyim: “Puasa sebagai syarat sahnya i’tikaf dan ini merupakan pendapat jumhur (mayoritas) ulama salaf.” Dan pendapat ini dikuatkan oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah.

• Menurut Imam Syafi’i dan Ibnu Hazm, bahwa puasa bukan syarat sahnya i’tikaf. Jika seorang yang beri’tikaf mau puasa, maka ia puasa. Jika ia tidak mau, tidak apa-apa.

• Imam Nawawi Rahimallah berkata: “Yang afdhol (utama) i’tikaf dengan berpuasa dan bila ia i’tikaf tanpa berpuasa juga boleh,” (al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab 6/484).

Apabila ada orang yang sakit i’tikaf di masjid, maka i’tikafnya sah. Namun lebih baik lagi jika orang yang beri’tikaf disertai dengan dirinya berpuasa, sebagaimana perkataan Aisyah RA,

“Barangsiapa yang i’tikaf hendaklah ia berpuasa,”

Aisyah RA juga mengatakan: “Sunnah bagi orang yang i’tikaf adalah tidak menjenguk orang sakit, tidak melayat jenazah, tidak bercampur dengan istrinya dan tidak bercumbu rayu, tidak keluar dari masjid kecuali ada sesuatu yang mesti dia keluar, tidak ada i’tikaf kecuali di masjid jami’,” (HR. Abu Dawud dan Baihaqi). []

Sumber: Al Furqon/Ust. Aunur Rofiq bin Ghufron/Lajnah Dakwah Ma’had al-Furqon/Jawa Timur/September 2006.

Pengacara Korban First Travel: Uang Jamaah Kok untuk Negara?

Pengacara Korban First Travel: Uang Jamaah Kok untuk Negara?

10Berita , DEPOK -- Kuasa hukum korban penipuan biro jasa umrah First Travel, Luthfi Yazid, heran terhadap putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Depok. Majelis memutus bahwa seluruh aset yang menjadi barang bukti dirampas untuk negara.

Artinya, aset tersebut tidak dikembalikan kepada jamaah yang gagal berangkat umrah. Luthfi menuturkan, perlu ada klarifikasi lebih lanjut untuk menjelaskan apa maksud dirampas untuk negara itu.

"Harus diperjelas dong, dikembalikan ke negara itu bagaimana," kata dia, Rabu (30/5).

Menurut Luthfi, aset sitaan yang menjadi barang bukti ini sudah jelas berasal dari uang calon jamaah First Travel. Karena berasal dari jamaah, maka seharusnya dikembalikan kepada jamaah, bukan negara. Jika aset sitaan tersebut hasil korupsi terhadap uang negara, barulah wajar jika dirampas untuk negara.

"Kalau kembali ke negara kan itu kalau uang korupsi, ini wajar dong. Karena itu kan uang rakyat yang dicuri. Lah ini kan uang jamaah, masa pemerintah mengambil uang jamaah. Mestinya ini diluruskan saja, dibongkar saja, apa susahnya, kan kasihan, karena kan enggakfair," ujar dia.

Apalagi, lanjut Luthfi, uang yang dikumpulkan korban First Travel untuk bisa beribadah umrh ini tak sembarang didapatkan. Ada yang mengumpulkannya dari hasil berjualan gorengan, sayuran, hingga uang lembur maupun pensiun.

"Lah ini kok kembali ke negara," ungkap dia.

Luthfi juga mengingatkan soal Keputusan Menteri Agama nomor 589 tahun 2017 yang ditetapkan pada 1 Agustus 2017. Melalui KMA ini, First Travel tidak hanya dicabut izinnya, tapi juga tetap berkewajiban mengembalikan seluruh biaya jamaah umrah yang telah mendaftar atau melimpahkan seluruh jamaah umrah yang telah mendaftar kepada PPIU lain tanpa menambah biaya lagi.

Majelis hakim telah menjatuhi hukuman kepada terdakwa Andika Surachman dengan penjara 20 tahun dan denda Rp 10 miliar. Sementara istrinya, Annisa Desvitasari Hasibuan, dihukum penjara 18 tahun dan denda Rp 10 miliar. Kiki Hasibuan, dijatuhi pidana penjara 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.

Tak hanya itu, majelis juga memutus bahwa aset First Travel yang menjadi barang bukti perkara dirampas untuk negara. Total, ada sekitar 500 nomor barang bukti yang diserahkan oleh jaksa penuntut umum. Di antaranya, pendingin ruangan merek Panasonic, senjata jenis airsoft gun, dan dua tabung gas.

Selain itu, juga ada tiga nomor rekening yang berisi nominal uang. Tiga rekening ini berisi saldo yang berbeda tapi dari bank yang sama yakni Mandiri dan masing-masing atas nama Anugerah Karya Wisata. Rekening pertama, saldonya sebesar Rp 34.862.631.000. Rekening kedua sebesar Rp 3.769.819. Dan ketiga, saldonya senilai Rp 200 juta dalam bentuk deposito.

Sumber : IHRAM.CO.ID

DUH! Beritakan "Ongkang-Ongkang Kaki Dapat 112 Juta", Kantor Radar Bogor DIGERUDUK Kader PDI P

DUH! Beritakan "Ongkang-Ongkang Kaki Dapat 112 Juta", Kantor Radar Bogor DIGERUDUK Kader PDI P


10Berita, Sekitar 50 orang kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mendatangi kantor media Radar Bogor di Jalan KH. R. Abdullah Bin Muhammad Nuh, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Mereka memprotes pemberitaan yang memuat gaji Megawati Soekarnoputri.

Kepala Polresta Bogor Kota Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan peristiwa itu terjadi pada pukul 16.00 WIB, Rabu 30 Mei 2018.

"Kedatangan massa tersebut dilaksanakan untuk memprotes pemberitaan Radar Bogor yang terbit pada Hari Rabu Tanggal 30 Mei 2018 berjudul Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 juta," kata Ulung seperti dikutip dari CNN.

Dia mengatakan para kader dan simpatisan PDIP meminta klarifikasi dan permohonan maaf dari Radar Bogor terkait pemberitaan tersebut.

Pihak Radar Bogor yang dipimpin GM Produksi Aswan Ahmad dan Pemimpin Redaksi Tegar Bagja melakukan mediasi dengan sepuluh orang perwakilan PDIP. Ulung mengatakan dalam mediasi tersebut telah disepakati beberapa hal.

Pertama, pihak Radar Bogor mengakui kesalahan dan keteledoran atas pemberitaan tersebut.

Kedua, pihak Radar Bogor juga bersedia mengklarifikasi berita dalam edisi yang akan terbit pada 31 Mei 2018 atas pemberitaan sebelumnya.

Ketiga, pihak PDIP diminta menjaga Kota Bogor kondusif.

Ulung mengatakan usai mediasi itu, simpatisan dan kader PDIP membubarkan diri.

Radar Bogor  menerbitkan berita utama hari ini dengan judul Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 Juta. Di atas judul berita tersebut terpampang foto Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan enam pejabat negara lainnya, di antaranya Presiden Joko Widodo, ketua DPR Bambang Soesatyo, dan Wali Kota Bogor Bima Arya.

Di atas foto ketujuh pejabat itu, tertulis 'Gaji Para Petinggi Negara (per bulan)'. Disebutkan pula gaji Megawati yang paling besar, yaitu Rp112.548.000. Sementara gaji Jokowi yang disebutkan di koran tersebut sebesar Rp62.740.000.

Sumber :Portal Islam 

Sebuah Kisah Indah Keluarga Temukan Islam

Sebuah Kisah Indah Keluarga Temukan Islam

10Berita, SEMOGA Allah memberi mereka semua perlindungan hingga sampai ke Jannah-Nya, aamiin…

“Kedua orang tua saya adalah Aussie, mereka bercerai ketika saya masih kecil karena ayah amat kasar. Kami masih memiliki masalah dengan dia. Saya belum melihatnya atau berbicara dengannya dalam 12 tahun terakhir. Mama memiliki empat anak dari dia…” Sister memulai bercerita.

Setelah perceraian,ibunya berteman dengan seorang muslim Lebanon. Kemudian menuju kedekatan hubungan, mereka hidup bagai suami-istri, kebiasaan di Australia. “Ini seperti masa berlatih dan mereka memiliki adik bungsu saya. Mereka selalu on-off , sering bertengkar, namun berbaikan kembali… Lelaki itu katanya banyak berbohong, dan dia berselingkuh. Jadi ibuku ‘putus’ dengan dia lalu melanjutkan hidupnya. Ibuku benar-benar lembut hati.” Sambungnya.

Mereka ini tidak tahu banyak tentang Islam, “Kita semua paling tahu adalah Ramadhan dan eid … Namun saya diajarkan untuk menjadi Katolik yang cukup religious.Saya dididik untuk pergi ke studi Alkitab dan segala sesuatu terkait hal itu. Tetapi semakin saya belajar, semakin bingung jadinya.”

Alasan sister terungkap dalam percakapannya yang ramah, “Aku mulai bertanya dan mereka mengatakan Anda hanya harus percaya. Saya berpikir itu tidak cukup bagiku untuk berdiri di atas muka bumi. Setiap saya tanyakan kalimat-kalimat al-kitab yang berbeda-beda, hanya ‘anda harus percaya saja’, Jadi saya meninggalkan catholism…”

“Saya masih percaya ada Tuhan, namun menjadi seorang yang bingung… Saudara bungsu kami dan ayah telah berada di Lebanon selama lebih dari dua tahun, kala itu (ayah kedua) anaknya menikah dan ibu nya sakit. Sebelum ia meninggalkan kami semua, ia mengirimsepupunya ke rumah kami. Ia adalah muslim berusia dua puluh tujuh tahun dengan istri dan seorang putri cantik berusia empat tahun. Kami menjadi seperti kakak dan adik, saat yang tepat waktu itu karena saya sedang kebingungan mencari jalan Tuhan….”

Masya Allah!

“TemanTerbaik, Sepupu ayah itu agamis, saya lega menceritakan segala sesuatu jika ada problema, dia pun berbagi kisah mengenai segala hal dalam drama kehidupan manusia… Tapi sekali lagi, Subhanallah kita tidak berbicara tentang agama. Dia sangat hormat, dia menghargai kami sekeluarga sehingga kami sungguh menyayangi keluarganya pula dan ia mau menyempatkan waktu membantuku merayakan ulang tahun, juga kesibukan keluarga saat Natal…” Kenangnya.

“Pada September 2012 kami akan ada pembaptisan, ia datang di pagi hari untuk melihat apakah (kakak beradik) kita memerlukan sesuatu dan untuk memeriksa kami apakah sudah siap, sudah selesai sarapan, dan lainnya, (sebenarnya dia melakukan ini setiap hari)…”

Saudaraku mengomentari satu hal, “Kenapa sih kita harus dibaptis untuk ‘dilindungi’… Apakah Yesus memang mengajarkan hal ini?”

“Pikirku…Kami kakak beradik semua tak ada yang bisa menjawabnya, rasanya segala kejanggalan memang tiada habisnya dalam kehidupan kami yang hampa.” Masa remaja sister kita ini dihiasi dengan pencarian terhadap robbul ‘izzati.

Subhanalloh setiap kali upacara itu, si pembaptis akan menuangkan air di salah satu kepala bayi yang dibaptis, setiap bayi di dalam ruangan akan berteriak. Bahkan orang-orang dalam kerumunan riuh, “Saya pikir itu menyeramkan… Saya tak menerima hal ini!
Kita harus ada pengakuan dosa dan kulihat ibuku pernah dipukul dalam acara dengan ‘imam’, lalu kita harus menerima hal itu… Lanjutannya, ‘imam’ mulai merokok dan minum dengan remaja-remaja.Apaan sih ini??? Saya yakin bahwa ‘agama’ bukan begini….”

Hari yang heboh itu ditutup dengan kejutan besar dan menyedihkan. “Ketika kami sampai di rumah, kami diberitahu oleh keluarga ayah bahwa sepupunya itu meninggal dunia….dia yang mendamaikan kami telah meninggal…Allah yarhamu. Ini mencabik hatiku… Tapi kita sekeluarga menjadi benar-benar dekat dengan istri dan putrinya. Istrinya dan saya menjadi diskusi, berbicara tentang agama, dia sangat religius.

Tapi jujur hati ini berkata (bahwa sikap agamis dan busananya) itu membuat segala hal lebih masuk akal. Dia membawa saya, ibu saya dan kakak saya ke istri syekh. Ia menjawab segala keluh dan tanya kami, dan kami Alhumdulillah hijrah kembali pada Islam di malam itu! Kami tak mau menunda, semua kegelisahan dan pertanyaan kami dapat dijawab oleh Islam, kami ngeri membayangkan bahwa kematian bisa datang sekarang juga! Seminggu kemudian saudara laki-lakiku berusia 14 tahun juga hijrah kepada Islam, Alhamdulillah, subhanallah dia sekarang ingin didoakan supaya bisa menjadi (insya Allah) sheikh!  Aameen….”

Sungguh maha benar segala firmanNya, “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan”(QS al-’Ankabuut: 69)

“Wallah… perasaan kalian kalau sudah dapatkan ‘predikat beragama Islam’ ketika  kamu pertama mengatakan syahadat, aaaah itulah yang ada dalam perasaanku, rasanya bertobat, saat itu seperti cahaya telah datang menghampirimu… seperti kamu terbang, bagaikan tubuh kita seringan bulu, saya yakin bahwa apa yang kami lakukanadalah hal yang benar! Kami berbahagia dengan jalan hidup, ada tujuan pasti dalam Islam! Dan Alhumdulillah tidak satupun dari kita yang ‘mengurai-urai cerita lama dalam kekeliruan agama yang dulu’, tak ada satu pun dari kami yang berniat untuk berbalik dari kebenaran sejati ini, Tolong doakan…” Ujarnya menutup kisah dengan berbinar.

Allahu Akbar! Semoga keharuan akan kisah keluarga muslim muallaf Aussie ini memercikkan bulir semangat dan inspirasi buat kita semua, sebagai muslimin yang senantiasa bersyukur atas segala nikmatNya, Barokalloh!

Wallohu a’lam bisshowab. []

(@bidadari_azzam, Salam perjuangan… KL 13 April 2014)

*Penulis adalah ananda dari bapak H. Muhammad Holdoun Syamsuri TM Moorsid dan ibunda Hj. Sahla binti H. Majid, kelahiran Palembang 19 Juni 1983, blogger sejak 2007, mantan pelajar berprestasi Indonesia. Ia merupakan supporter setia suami saat bertugas menyelesaikan projek IT SAP di berbagai negara, pembimbing para muallaf dengan aktif sebagai koordinator muslimah di Islamic-Centre Krakow, Poland. Sarjana Ilmu Komunikasi, ibu tiga jagoan, sahabat pendidik dan pengamat TKI, peserta kelas Quran Hadits di Ampang Putra-KL. #PeduliKanker Saat ini aktif pula menjadi sukarelawan pengurusan jenazah muslimah.dll. Buku karyanya antara lain Catatan CintaNya di Krakow, Antologi “Indahnya Persahabatan” (2012), Sajak Mengeja Masa (Kumpulan Puisi)~2013. Silaturrahim di :Twitter ID : @bidadari_azzam, FB akun : Sry Bidadari Azzam Dua

Sumber :Islampos 

Ternyata, Dipimpin Ridwan Kamil, Kota Bandung Belum Mampu Raih WTP

Ternyata, Dipimpin Ridwan Kamil, Kota Bandung Belum Mampu Raih WTP

10Berita Sama seperti halnya DKI Jakarta saat di bawah kepemimpinan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), Kota Bandung di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil, kota berjuluk Paris van Java ini belum mampu meraih WTP (Opini Wajar Tanpa Pengecualian).

Kota Bandung masuk ke dalam daftar daerah yang ‘betah’ mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK RI. Hal tersebut diketahui saat BPK Perwakilan Jabar menyampaikan laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintahan Daerah (LKPD) TA 2017. Hasilnya, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang dapat opini WDP dan tetap belum mampu meraih WTP.

Kepala BPK Perwakilan Jabar Arman Syifa mengatakan bahwa belum ada peningkatan dari segi kualitas pelaporan keuangannya.

“Belum ada peningkatan dari segi opini. Tapi kalau dari segi kualitas pelaporan ada peningkatan,” kata Arman usai penyerahan LPH di kantornya, Jalan Mochamad Toha, Kota Bandung, Rabu (30/5/2018), dikutip dari Detik.

Arman mengungkapkan bahwa Kota Bandung dalam tiga tahun terakhir memang masih belum dapat meraih WTP dari BPK RI, walaupun BPK Perwakilan Jabar sudah melaksanakan pendampingan khusus untuk mendata aset Pemkot Bandung.

“Di Kota Bandung kami melakukan pendataan khusus aset tahun lalu untuk bisa membedah lagi masalahnya apa. Ini sudah ditindaklanjuti, tapi agak terlambat mereka baru gerak. Memang tiga tahun terakhir selalu dapat WDP. Termasuk Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang juga tiga tahun terakhir belum dapat,” papar Arman.

Arman menyampaikan bahwa Kota Bandung harus mempertahankan kualitas pelaporan yang ada saat ini. Sebab, sambung dia, bukan tidak mungkin tahun depan Pemkot Bandung bisa meraih opini WTP.

“Kita sampaikan apabila bisa dipertahankan, bisa jadi selesai (permasalahan) tahun depan,” ucap Arman.

Sumber : Ngelmu.co