OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 01 Juni 2018

Mengguritanya Hutang Negara

Mengguritanya Hutang Negara


Oleh: Puji Ariyanti (Ibu dan Pemerhati Generasi)

10Berita, Ramainya perbincangan mengenai utang pemerintah mengundang Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati angkat bicara. Dia pertama-tama mengajak masyarakat memahami terlebih dahulu utang sebagai satu dari sekian instrumen pengelolaan keuangan dan perekonomian negara.

"Dalam konteks keuangan negara dan neraca keuangan pemerintah, banyak komponen lain selain utang yang harus ikut diperhatikan," kata Sri Mulyani melalui keterangan tertulisnya kepada Kompas.com , Jumat (23/3/2018).

Indonesia adalah negara kaya, kekayaan alamnya tidak terbatas.  Tidak hanya kekayaan hayati saja,  di berbagai daerah di Indonesia juga di kenal berbagai bahan tambang seperti petroleum, timah, gas alam, emas, perak, tembaga, timah, batu bara dan sebagainya.

Dengan kekayaan yang begitu melimpah seharusnya Indonesia menjadi negara yang mampu mensejahterakan rakyatnya tanpa hutang.

Untuk Apa Berhutang

Menurut menteri keuangan Sri Mulyani, Indonesia dengan penduduk 257 juta jiwa yang mayoritas usia muda. Akibatnya, investasi di sektor sumber daya manusia (SDM) merupakan suatu keharusan dan bukan suatu yang bisa ditunda (27/7/2017).

Selain itu Indonesia masih tertinggal di bidang infrastruktur bahkan di bandingkan dengan negara-negara yang  infrastrukturnya minim Indonesia masih berada di bawahnya.

Benarkah demikian?

Indonesia memiliki 5 tambang besar seperti;  tambang Emas di Papua, Tambang Geotermal di Jawa Barat, Tambang Minyak Bumi di beberapa tempat ( Pertamina )  Tambang Nikel di Sulawesi, Batu Bara di Kalimantan.

Namun kekayaan negeri ini  pengelolaannya mereka serahkan bulat-bulat kepada para korporasi, dengan dalih efisiensi  dan Indonesia cukup mendapatkan pajak dari hasil SDAnya  sendiri dan bagi hasil yang tidak seberapa.

Dalam sistem Kapitalis pendapatan utama negara adalah dari pajak, Negara akan terus berupaya meningkatkan perolehan pajak agar mendapatkan biaya pembangunan yang semakin besar.

Berbeda dengan Islam,  menetapkan sumberdaya alam, khususnya energi sebagai salah satu kekayaan milik umum.

Rasulullah SAW bersabda,

“Umat Islam berserikat dalam tiga perkara: air, padang rumput dan api.” (HR. Ahmad).

Harusnya Indonesia sebagai pemilik sumberdaya alam wajib mengelolanya untuk kesejahteraan rakyat dengan sebaik-baiknya dan pengelolaannya bisa melalui BUMN, bukan di swastanisasi.

Hal ini akan memberikan peluang keuntungan kepada pihak swasta, sehingga rakyat jauh dari kata sejahtera,  karena harga menjadi mahal.

Sejatinya tidak ada larangan  berhutang dalam islam,  baik individu, perusahaan, bahkan negara. Namun hindari hutang ribawi.

Sebagaimana negara penghutang lain di selurah dunia, saat ini Indonesia terjebak dalam kubangan hutang (debt trap).

Indonesia harus membayar bunga pinjaman yang lebih besar dari hutang pokoknya. Dan indonesia benar-benar terlilit hutang.

Allah SWT berfirman,

“Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” ( Qs Al-Baqarah: 275 )

Sejatinya sistem Islam adalah sistem yang sempurna. Sistem inilah yang akan memberikan kesejahteraan umatnya tanpa hutang, dengan pengelolaan SDA yang telah Allah berikan untuk kita semua. Lalu mengapa kita masih meragukannya. Wallahu a’lam bish-shawabi. [syahid/]

Sumber : voa-islam.com

Kantor Radar Bogor Digeruduk Massa PDIP, FORJIM: Ini Persekusi Kebebasan Pers

Kantor Radar Bogor Digeruduk Massa PDIP, FORJIM: Ini Persekusi Kebebasan Pers


10Berita, Forum Jurnalis Muslim (FORJIM) mengecam peristiwa penggerudukan kantor redaksi Radar Bogor oleh ratusan massa PDIP, Rabu (30/5/2018). Massa PDIP dengan emosi mendatangi Radar Bogor memprotes pemberitaan berjudul ‘Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 juta’.

Jaka Setiawan, Ketua Bidang Advokasi Forjim menilai peristiwa ini mengancam iklim kebebasan pers di Tanah Air. Menurut Jaka, kalau pun ada pihak yang keberatan dengan pemberitaan media massa, maka sudah diatur mekanisme penyampaiannya.

“Kami mengecam peristiwa itu. keberatan bukan begitu caranya. Ini tak jauh beda dengan aksi persekusi. Ya persekusi kebebasan pers. Pers tidak boleh diintimidasi. Dalam UU Pers kan sudah jelas mekanisme penyampaian keberatan atas suatu pemberitaan,” ujar Jaka.

Jaka mengingatkan, agar pihak mana pun yang keberatan dengan pemberitaan media massa, maka tempuhlah jalur formal. “Kalau ada yang keberatan dengan pemberitaan media, maka tempuhlah jalur formal, dialog, dan kirim hak jawab. Kewajiban dari media massa untuk memuat hak jawab dari pihak yang keberatan,” lanjut Jaka.

Jaka juga meminta kepada aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku penaniayaan serta pengrusakan kantor Radar Bogor. “Tegakkan hukum, agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di Indonesia,” tegas Jaka.

Sumber : panjimas.com

Bang Japar : Usut Oknum Aparat Penyebar Hoaks Fitnah Ormas Islam

Bang Japar : Usut Oknum Aparat Penyebar Hoaks Fitnah Ormas Islam


10Berita, Sekjen organisasi masyarakat (ormas) Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) Solo, Dadyo Hasto menilai, ada sebuah kejanggalan terkait gaya penulisan dalam pesan hoaks yang memfitnah sejumlah tokoh umat Islam Solo yang diduga beredar sejak Senin, (27/5/2018) lalu.

Hasto mengatakan, bahwa gaya penulisan dalam pesan hoaks tersebut mirip dengan cara aparat dalam menulis sebuah laporan kepada atasannya.

“Dikatakan yang membuat Broadcast adalah masyarakat (menurut keterangan Hendrawan-red), tapi kalo membaca broadcast tersebut, gaya bahasa laporan aparat dari info lapangan kepada atasannya,” katanya kepada Jurnalislam.com Rabu, (30/5/2018).

Lebih lanjut, Hasto meminta pihak aparat tidak menutup-nutupi dan menyembunyikan pelaku yang menulis pesan hoaks tersebut, dan jika pelakunya benar masyarakat, imbuhnya, seharusnya aparat segera memprosesnya karena masyarakat tersebut sudah melakukan provokasi kepada umat Islam dan aparat TNI di Surakarta.

“Kemarin malam, pak Edi mengatakan blm tau ada broadcast tersebut, Kanit Intel masak ndak tau, dan jika masyarakat maka orangnya seharusnya di proses karena telah menyebarkan hoaks, melanggar UU ITE dan menuduh, memprovokasi serta menimbulkan potensi kericuhan dlm masyarakat,” sambungnya.

Untuk itu, kata Hasto, demi menjaga profesionalisme kepolisian dan menjaga kondusifitas masyarakat serta menjaga hubungan antara elemen Islam dan kepolisian yg selama ini telah terbina, ia mendesak aparat kepolisian untuk segera melakukan investigasi dan menangkap pelaku penyebar pesan hoaks tersebut.

“Mengusulkan agar ada proses investigasi lebih lanjut dari jajaran di atasnya yaitu Polres/Provost terkait kekhilafan anggota dalam menyebarkan info temuan lapangan yg blm diselidiki kebenarannya,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, muncul pesan berisikan agenda dan hasil rapat yang dilakukan oleh 30 orang perwakilan elemen umat Islam Solo di Masjid MUI Semanggi pada Senin,(28/5/2018). Dalam pesan tersebut ditulisakan bahwa umat Islam akan melakukan aksi Sweeping besar besaran pada esok harinya.

Belakangan diketahui, pesan yang tidak terbukti kebenarannya itu disebarkan oleh Hendrawan Babinkamtibnas Sangkrah, Solo di grup Whaatshap lingkup kelurahan.

Ia mengaku mendapat pesan atau laporan berita itu dari masyarakat dan belum mengecek tentang kebenaran pesan dari masyarakat tersebut dan langsung menyebarkannya

Sumber : jurnalislam.com

Santri Madura Yang Melibas Begal di Bekasi Ini Akhirnya Dapat Penghargaan

Santri Madura Yang Melibas Begal di Bekasi Ini Akhirnya Dapat Penghargaan

Foto: Detik.com

10Berita – Keberanian M Irfan Bahri (19) dan Ahmad Rofik (19) melawan begal bercelurit di jembatan Summarecon, Kota Bekasi, mendapat apresiasi dari Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto. Indarto meminta anggotanya meniru keberanian mereka.

“Ini contoh keberanian, bagi anggota polisi ini sangat terbantu dan ini sangat menambah semangat,” kata Indarto dalam apel di Mako Polres Metro Bekasi Kota, Jalan Pramuka, Kota Bekasi, Kamis (31/5/2018).

Dalam kesempatan itu, Irfan dan Rofik hadir di tengah-tengah apel polisi. Keduanya diberi penghargaan karena melawan begal.

Indarto sekali lagi menekankan agar polisi tidak kalah melawan penjahat. Selain punya tugas sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, polisi diberi amanat sesuai dengan undang-undang untuk menindak tegas pelaku kejahatan.

“Masyarakat saja berani melawan kejahatan, apalagi kita (polisi) yang diberi wewenang,” katanya.

Indarto memuji Irfan dan Rofik yang bernyali besar melawan begal bersenjata tajam. Tapi ia mengimbau masyarakat yang tidak punya kemampuan bela diri untuk tidak melawan.

“Ini contoh bagi kita semua, biar punya nyali (melawan pembegal) tapi yang perlu diperhatikan jika kita tidak punya kemampuan untuk melawan, musuh terlalu banyak, itu mending harta (benda) dikasihkan. Karena dengan kekuatan yang tidak seimbang, (tapi) dia melawan, itu akan meningkatkan intensitas juga,” tuturnya.

Indarto menyampaikan apresiasi kepada kedua remaja itu. Irfan dan Rofik menjadi sosok inspiratif bagi masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Mas Irfan dan Mas Rofik, Anda melakukan hal yang spektakuler dan memberikan inspirasi, khususnya bagi warga Bekasi dan Polres Metro Bekasi Kota,” sambungnya.

“Semoga Anda cepat sehat dan salam hormat buat keluarga,” Indarto menutup sambutannya. []

Sumber :detik, Eramuslim.com

Subhanallah.. BERBEDA dengan PDI P, PKS dan Demokrat Tempuh Jalur Terhormat Saat Jadi "Korban" Media

Subhanallah.. BERBEDA dengan PDI P, PKS dan Demokrat Tempuh Jalur Terhormat Saat Jadi "Korban" Media


10Berita,  Penyerbuan kantor media Radar Bogor yang dilakukan oleh massa kader PDI P menuai kecaman berbagai pihak.

Penyerbuan yang diikuti pemukulan dan perusakan kantor Radar Bogor itu kabarnya disebabkan adanya berita yang dianggap merugikan mencemarkan nama Ketua Umum PDI P Megawati.

Cara tak elok yang ditempuh PDI P untuk memprotes pemberitaan media ini berbanding terbalik dengan cara elegan yang ditempuh 2 partai lain, yakni Partai Demokrat dan PKS.

Ketua MPR Hidayat Nurwahid menjelaskan, PKS pun pernah menjadi korban media bernama "Bogor Today". Namun PKS memilih jalan terhormat dengan mendatangi baik-baik media tersebut dan berdiskusi.

Ini salahsatu gaya PKS yg tak anarkhi, saat koreksi salahsatu media di Bogor yg semula bikin headline fitnah. Didatangi baik2, diajak diskusi, disampaikn bukti2, hingga akhirnya, mrk akui salah, minta maaf&bikin headline baru yg mengkoreksi fitnah lama. Jangan diulangi lagi ya! https://t.co/FCP3ifFRJO

— Hidayat Nur Wahid (@hnurwahid) May 31, 2018



Selain PKS, Partai Demokrat pun menempuh jalur hukum untuk memperkarakan Media Indonesia yang pemberitaannya dinilai tidak berdasarkan fakta dan merugikan Partai Demokrat.

— JANSEN SITINDAON (@jansen_jsp) May 31, 2018

Diungkap oleh Jansen Sitindaon, Ketua DPP Partai Demokrat, menggeruduk memang lebih mudah ketimbang menyusun gugatan secara tertib.

— JANSEN SITINDAON (@jansen_jsp) May 31, 2018

Cara-cara tak beradab sudah dipertontonkan oleh PDI P. Yakinkah ingin bangsa ini kembali dipimpin oleh kader PDI P?

Sumber :Portal Islam 

Pembersihan terhadap Etnis Rohingya Masih Berlangsung

Pembersihan terhadap Etnis Rohingya Masih Berlangsung

10Berita Departemen Luar Negeri AS merilis laporan terbaru yang mengatakan tidak ada kemajuan terkait nasib etnis Muslim Rohingya di Myanmar meskipun ada tekanan internasional terhadap kasus ini.

Dalam sebuah laporan tentang kebebasan beragama internasional Amerika Serikat menuduh pemerintah Myanmar “meningkatkan gerakan pada kelompok etnis di Kachin”, di utara negara itu.

“Saya tidak berpikir Anda telah melihat kemajuan yang terjadi di sana di negara Myanmar, tempat kekerasan tindakan keras terhadap Rohingya terjadi,” demikian Duta Besar Sam Brownback,  dalam konferensi pers tentang Laporan Kebebasan Beragama Internasional 2017 yang dirilis hari Selasa seperti dikutip Sunday Morning Post.

Laporan itu juga memperkirakan bahwa sekitar 680.000 orang meninggalkan Myanmar ke negara tetangga di Bangladesh guna menghindari kekerasan.

Laporan juga melaporkan serangan baru oleh pemerintah Myanmar terhadap pemberontak Kachin yang telah berjuang selama puluhan tahun untuk mendapat otonomi lebih besar telah menimbulkan kekhawatiran krisis kemanusiaan di negara bagian Rakhine. Pemberontak Kachin adalah kelompok minoritas yang sebagian besar beragama Kristen.

BBC, melaporkan hari Ahad bulan April,  di mana PBB memperkirakan sekitar 4.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka sejak April. Konflik antara Organisasi Kemerdekaan Kachin (KIO) dan pasukan pemerintah terus meningkat. Militer Myanmar dilaporkan meluncurkan serangan udara dan artileri. 

Etnis Kachin berjuang mendapatkan otonomi di Myanmar sejak 1961.

Sementara itu,  AS mengkritik China karena melindungi Myanmar dari aksi PBB. Laporan yang mencakup kejadian tahun 2017 juga menyoroti kekhawatiran AS lainnya tentang kebebasan beragama di luar negeri:

-Sekitar 80.000 hingga 120.000 tahanan politik ditahan di kamp-kamp penjara di Korea Utara, sebagian karena alasan agama. Laporan itu mengatakan bahwa tahanan ditahan “di bawah kondisi yang mengerikan” di daerah terpencil.

-“Ratusan ribu” Muslim Uighur di China telah dikirim secara paksa ke pusat-pusat pendidikan di China.

-50 orang di Pakistan dipenjarakan atas tuduhan penodaan agama tahun lalu. Di mana laporan itu mengatakan setidaknya 17 divonis hukuman mati.

Sementara itu, kelompok bantuan kemanusiaan meningkatkan upaya untuk membantu pengungsi Rohingya mempersiapkan musim hujan.

Para relawan mengajarkan para pengungsi bagaimana melindungi diri mereka dari banjir dan tanah longsor.

Lebih dari setengah juta pengungsi Rohingya tinggal di kamp pengungsian sementara di Kutupalong. Menurut badan bantuan kemanusiaan PBB, Kutupalong sekarang adalah tempat pengungsi terbesar di dunia.*

Sumber : Hidayatullah.com

BNPT Sebut Solidaritas Palestina Picu Terorisme, DPR: Ini Statement Berbahaya

BNPT Sebut Solidaritas Palestina Picu Terorisme, DPR: Ini Statement Berbahaya

10Berita, JAKARTA—Anggota Komisi I Sukamta mempertanyakan pernyataan Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. Hamli yang menyebut solidaritas terhadap Palestina sebagai salah satu penyebab adanya teroris.

“Seolah-olah komponen bangsa yang membela Palestina nanti diasosiasikan dengan teroris. Ini statement yang berbahaya dan mesti diluruskan,” ujar Sukamta dalam rapat kerja dengan Kementerian Luar Negeri di DPR, Kamis (31/5/2018).

Sukamta menjelaskan perjuangan membela Palestina adalah amanah konstitusi Indonesia. Bahkan Presiden Jokowi jelas melakukan pembelaan Palestina.

“Jangan sampai ini menjadi statement yang justru mendegradasi komponen bangsa yang berusaha membantu semua kerja pemerintah,” jelas Sukamta seperi dilansir Islam News Agency (INA), kantor berita yang diinisiasi JITU.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut solidaritas terhadap Palestina sebagai salah satu penyebab adanya teroris.

“Penyebab teroris adalah ideologi, paham yang salah, solidaritas komunal karena melihat saudaranya dizalimi seperti Palestina, Rohingya, Maluku Ambon,” ujar Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. Hamli. dalam diskusi Pemberitaan dan Penyiaran Tentang Terorisme di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (30/05/2018).

Menurut Hamli, penyebab lainnya adalah sikap balas dendam keluarga yang menjadi korban. Juga, aksi balas dendam akibat kekejaman yang dialami oleh suatu kelompok, seperti pembantaian yang dialami etnis Rohingya.

“Apakah kita akan menyiarkan besar-besaran konflik di sana? Karena motivasi balas dendam sering muncul,” kata dia. [syah]

Sumber : Islampos

Sok ajari 'Holocaust', 'Israel' dan Myanmar tanda tangani perjanjian bersama

Sok ajari 'Holocaust', 'Israel' dan Myanmar tanda tangani perjanjian bersama

10Berita, TEL AVIV – ‘Israel’ dan Myanmar telah menandatangani perjanjian kerja sama mengenai program pendidikan termasuk kurikulum tentang penajaran Holocaust, ungkap Wakil Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Hotovely, seperti dilansir MEMOpada Kamis (31/5/2018).

“Kami terus bekerja sama dengan teman-teman kami di seluruh dunia,” tulis Hotovely lewat Twitternya pada Selasa (29/5), mengacu pada Myanmar yang tentaranya dituduh oleh PBB melakukan pembersihan etnis terhadap minoritas Muslim Rohingya dan di mana ratusan ribu orang yang selamat telah mengungsi ke Bangladesh.

“Kedua negara akan bekerja mengembangkan dua kurikulum resmi untuk sekolah-sekolah di kedua negara untuk mengajarkan tentang Holocaust dan pelajarannya serta konsekuensi negatif dari intoleransi, rasisme, anti-Semitisme dan xenofobia,” surat kabar Haaretz melaporkan pada Rabu (30/5).

‘Israel’ terus memasok Myanmar dengan senjata meskipun ada negara mayoritas Buddha ini menghadapi tuduhan genosida. Persenjataan yang dijual ke Myanmar mencakup lebih dari 100 tank, senjata dan perahu yang telah digunakan untuk mengawasi perbatasan negara dan melakukan banyak tindakan kekerasan terhadap Rohingya. (Althaf/)

Sumber :arrahmah.com

PECAAAH! Artis, Aktivis, dan Politisi GABUNG Dalam Pembuatan Klip Video Lagu 2019 Ganti Presiden

PECAAAH! Artis, Aktivis, dan Politisi GABUNG Dalam Pembuatan Klip Video Lagu 2019 Ganti Presiden


10Berita, Sejumlah tokoh publik, aktivis politik dan politikus yang tergabung dalam Relawan Nasional Gerakan #2019GantiPresiden nampak dengan semangat bergabung dalam rekaman dan pembuatan klip video lagu 2019 Ganti Presiden yang diciptakan Sang Alang.

Keseruan yang berlangsung di sebuah studio rekaman di kawasan Fatmawati, Kamis, 31 Mei 2018 ini dihadiri tokoh-tokoh publik seperti aktivis, politikus, artis, musisi dan tokoh publik lain seperti Lieus Sungkharisma, Zeng Wei Jian, Fadli Zon, Mardani Ali Sera, Amien Rais, Mustofa Nahrawardaya, Ahmad Dhani, Neno Warisman, Fauzi Baadilah, dll.

Dengan penuh semangat, politikus PKS Mardani Ali Sera membagikan euforia itu melalui akun twitternya.

— Mardani Ali Sera (@MardaniAliSera) May 31, 2018

Berikut foto-foto mereka yang diambil setelah usai rekaman suara.

Berikut cuplikan video keseruan saat para tokoh publik menyanyikan lagu 2019 Ganti Presiden yang diunggah warganet.

— Warta🌐Politik™ (@wartapolitik) May 31, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Kamis, 31 Mei 2018

[ILC Misteri Tercecer E-KTP] Kecerdasan Karni Ilyas Membuat 

[ILC Misteri Tercecer E-KTP] Kecerdasan Karni Ilyas Membuat Dirjen Dukcapil Terbungkam

10Berita di edisi Selasa (29/5/2018) Topik "MELACAK MISTERI TERCECERNYA E-KTP". Topik ILC ini mengangkat isu yang lagi hangat dibicarakan publik tanah air seputar tercecernya ribuan EKTP di Bogor pada Sabtu (26/5/2018) pekan lalu.

DPR komisi II pun langsung mengadakan sidak ke Gudang Kemendagri di Bogor. Didapat informasi ada 850 ribu EKTP yang katanya rusak.

Publik langsung terhenyak. Berbagai pertanyaan dan kerurigaan mengemuka. Untuk apa EKTP itu? Kalau rusak kenapa tidak dari awal dimusnahkan? Kenapa dari awal E-KTP yang katanya rusak tidak digunting? Kan bisa disalahgunakan?

Hal ini pula yang ditanyakan Karni Ilyas kepada Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh yang hadir di ILC.
Karni Ilyas: Kenapa bapak tidak gunting E-KTP dari tahun 2010 2013 jadi gak sampai numpuk?

Dirjen Dukcapil: Ini pertanyaan cerdas menarik. Juga saya bisa bertanya mengapa pertanyaan itu baru muncul sekarang?

Dirjen Dukcapil ceritanya mau sok pinter dengan membalikkan pertanyaan.

Tapi tanggapan cerdas Karni Ilyas akhirnya membuat Dirjen Dukcapil yang terbungkam dan disorakin.

Berikut videonya... [www.tribunislam.com]

Nah..

Yg cerdas yg mana??

Sipenanya atau yg ditanya??

Bg @karniilyas ga usah dipuji 😊😁

Udah cerdas darisananya 👏👏 pic.twitter.com/2fldk4A7sg

— Uda Tamburin 🛠 (@laskar_minang) 30 Mei 2018


Sumber : portal-islam.id