OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 04 Juni 2018

Teroris Israel Gempur Hamas Disaat Ribuan Warga Palestina Hadiri Pemakaman Paramedis Perempuan

Teroris Israel Gempur Hamas Disaat Ribuan Warga Palestina Hadiri Pemakaman Paramedis Perempuan

10Berita, Gas air mata ditembakkan pada massa selama bentrokan dengan pasukan Israel di dekat perbatasan antara jalur Gaza dan Israel, di sebelah timur Kota Gaza pada Senin (14/5/2018).

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, ISRAEL - Pesawat Israel menyerang belasan target di Gaza pada Minggu (3/6/2018), setelah tembakan proyektil Palestina meluncur dan menghancurkan gencatan senjata yang dicapai beberapa hari lalu.

Serangan terbaru terjadi beberapa jam, setelah ribuan orang Palestina menghadiri pemakaman seorang paramedis perempuan yang terkena tembakan pasukan Israel di perbatasan Gaza.

Padahal, gencatan senjata telah disepakati pada Rabu (30/5/2018) untuk mengakhiri pertempuran terbesar sejak perang 2014.

Dalam gelombang pertama serangan udara pada hari ini, militer Israel menyebut, jet tempurnya menggempur 10 lokasi teror di tiga area militer milik kelompok Hamas di perbatasan Gaza.

"Di antara target itu ada dua lokasi pembuatan dan penyimpanan mesiu milik Hamas dan satu area militer," demikian pernyataan militer Israel, seperti dilaporkan AFP.

Serangan tersebut merupakan aksi balasan terhadap roket yang ditembakkan ke wilayah Israel.

"Juga berbagai kegiatan teror yang diatur oleh organisasi teror Hamas selama akhir pekan," ujar militer Israel.

Beberapa jam setelah serangan pertama, pesawat Israel menembak lima sasaran teror di sebuah kompleks militer milik pasukan angkatan laut Hamas di Jalur Gaza utara.

Sejauh ini, belum ada laporan tentang adanya korban di Gaza.

Pada Sabtu (2/6/2018) malam, pasukan di wilayah kantong Palestina menembakkan dua proyektil di Israel selatan.

Sistem pertahanan udara Iron Dome berhasil menghalau satu proyektil, sementara yang lain diyakini telah jatuh jauh dari target dan mendarat di Gaza.

Pada Minggu (3/6/2018) pagi, empat proyektil diluncurkan secara terpisah, tiga di antaranya dapat dicegat, dan sisanya jatuh di lapangan terbuka.

Tidak ada kelompok di Gaza yang mengaku bertanggung jawab atas serangan protektil itu.

Pemakaman Razan

Razan al-Najjar (21), seorang sukarelawan kementerian kesehatan Gaza, terkena tembakan di dadanya pada Jumat (1/6/2018) di dekan Khan Yunis.

Ribuan warga Palestina menghadiri pemakamannya pada Sabtu (2/6/2018).

Kru ambulans dan medis juga menghadiri pemakaman Najjar. Ayah Najjar terlihat memegang baju medis putih dengan noda darah.

Pada Minggu (3/6/2018), juru bicara kesehatan Gaza Ashraf Al Qudra mengumumkan kematian Mohammad Hamada (30) yang terluka dalam bentrokan pada 14 Mei lalu.

Kematian Hamada menambah jumlah warga Gaza yang tewas oleh tembakan Irael sejak akhir Maret lalu menjadi 124 orang.

Sejak 30 Maret 2018, warga Gaza melakukan protes di perbatasan untuk menuntut kembalinya warga Palestina ke tanah mereka setelah diusir dan melarikan diri selama perang pada 1948.

Demonstrasi itu disertai bentrokan kecil dipicu aksi pemuda yang melemparkan batu ke tentara Israel dan berusaha menembus pagar perbatasan.

Tak jarang, mereka memasang perangkat peledak di pagar atau melemparkan granat. Sementara, pasukan Israel membalas dengan tembakan peluru dan gas air mata.

Kekerasan memuncak pada 14 Mei 2018, ketika 61 warga Palestina tewas dalam demonstrasi memprotes pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat untuk Israelke Yerusalem yang berujung bentrok.

Sumber : Tribun Pontianak

Terbukti, Ribuan Massa Kompak Berkaus #2019GantiPresiden

Terbukti, Ribuan Massa Kompak Berkaus #2019GantiPresiden

10Berita, Yogyakarta (Tagar 3/6/201) - Seruan Masyarakat bertajuk Aksi Bela Bangsa dihadiri ribuan massa di depan Kantor PDHI Alun-alun Utara Yogyakarta, Minggu (3/6) menjelang berbuka puasa. Mayoritas mereka mengenakan kaos bertulis #2019GantiPresiden.

Pantauan wartawan Tagar , Ridwan Anshori, di lapangan, mereka sebagian besar berasal dari simpatisan dari empat partai yakni Partai Gerindra, PAN, PKS dan PPP. Pengurus harian dari empat partai politik tersebut juga bergantian berorasi di atas panggung.

Koordinator Presidium Aksi Bela Bangsa, Syukri Fadholi mengatakan, aksi ini ada karena dilatarbelakangi atas kekecewaan masyarakat terhadap pemimpin bangsa. "Aksi ini sama sekali tidak ada yang menggerakkan, apalagi dibayari pihak tertentu. Ini murni kesadaran kolektif," kata dia.

Mantan Ketua DPW PPP DIY ini menyoroti kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang belum berpihak kepada masyarakat. Angka pengangguran yang tetap tinggi menjadi salah satu indikatornya.

"Jutaan warga masih menganggur. Di sisi lain Indonesia membutuhkan 10 juta tenaga kerja. Tapi itu bukan milik warga, justru diberikan kepada warga asing," paparnya.

Koordinator Aksi Bela Bangsa Dwi Kuswantoro mengatakan, acara ini sedianya digelar Jumat (1/6), namun akhirnya diundur menjadi hari ini. "Kegiatan ini murni partisipasi masyarakat, hasil dari iuran masyarakat. Tidak ada sponsor utama," tegasnya.

Takjil untuk berbuka masing-masing peserta membawa sendiri. Memang ada sumbangan dari ibu-ibu kampung Suronatan, Jogokaryan, dan Nitikan yang menyiapkan 3000-an nasi bungkus. "Jadi Aksi Bela Bangsa ini murni aksi masyarakat Yogyakarta dan didanai oleh masyarakat Yogyakarta sendiri," ungkapnya.

Aksi berlangsung damai. Ratusan personel disiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Tampak terlihat Kapolda DIY Brigjend Polisi Ahmad Dofiri berada di lokasi memantau langsung jalannya aksi. (ans)

Sumber :UC News 

Menuntut Keadilan Atas Kasus 'FUI', Adakah Ketakutan Terhadap Allah dalam Diri Aparat Negara?

Menuntut Keadilan Atas Kasus 'FUI', Adakah Ketakutan Terhadap Allah dalam Diri Aparat Negara?


Oleh: Ari Sofiyanti (Mahasiswa Biologi Universitas Airlangga)

Kegiatan Forum Untukmu Indonesia (FUI) dengan tema “Berkarya dalam harmoni” yang disebut-sebut sebagai pesta rakyat menjadi perhatian massa setelah tewasnya dua orang anak, Rizki Syahputra dan Mahesa Junaidi.

Dua bocah ini meninggal setelah berdesak-desakan mengantre demi menukarkan kupon sembako pada acara tersebut. Mencuatnya kabar kegiatan beratmosfir ‘kristen’ yang memakan dua korban ini membuat Panitia ‘pesta rakyat’ FUI dan Relawan Merah Putih mengadakan pertemuan untuk  memberikan sejumlah uang serta menyampaikan bela sungkawa.

Mereka membawa amplop yang sudah tersobek dengan uang sejumlah 5 juta rupiah. Selain itu mereka juga melarang keluarga korban memberikan keterangan mengenai kematian anaknya. Bahkan ketika wartawan iNews tengah melakukan wawancara, sekelompok orang memaksa agar tim iNews meninggalkan lokasi. Mereka mengaku sebagai Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK).

Aparat Negara, sekali lagi lepas tangan dari tanggung jawabnya sebagai pelindung bagi rakyat. Hanya dengan melihat bagaimana sebuah kegiatan besar yang beraroma Kristen tetapi menjaring massa dari umat Islam mendapatkan izin dengan mudah dari kepolisian sudah menimbulkan ketidaknyamanan umat Islam.

Belum lagi  kegiatan tersebut mengotori area Monas dengan sampah yang berceceran di mana-mana. Ditambah lagi kegiatan ini nyata-nyata telah merenggut nyawa dua anak manusia. Meskipun begitu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono membantah bahwa dua anak tersebut meninggal akibat mengantre sembako di Monas.

Padahal ibu korban telah menyatakan dengan jelas bahwa anaknya meninggal di depan matanya meninggal karena berdesak-desakan di lautan manusia demi mendapat sembako yang sedikit menambal kebutuhan hidup keluarganya.

Begitulah kelalaian penguasa negeri ini, saling melempar tanggung jawab agar tidak dipersalahkan atas peristiwa yang memang sudah seharusnya menjadi kewajibannya untuk mengurus urusan rakyat. Penguasa yang banyak berpihak kepada pihak-pihak yang hanya menguntungkan mereka walaupun harus mengorbankan rakyat kecil dan pada akhirnya hanya rakyatlah yang menderita tanpa memperoleh hak keadilannya. Bahkan mereka tidak memiliki kesadaran atas berharganya satu nyawa anak kecil.

Hal ini tentu berbeda dengan yang dilakukan oleh Umar bin Khattab selaku pemimpin bagi kaum muslim yang rela memanggul karung gandum untuk sebuah keluarga kecil yang kelaparan di tengah malam. Demi kesejahteraan rakyatnya beliau dengan tanggap memperbaiki jalan tatkala ada seekor keledai yang terperosok jalanan yang berlubang.

Tentu saja Umar bin Khattab melakukan semua tanggung jawabnya atas dasar keimanan dan ketakutan pada Allah  karena pemimpin yang lalai dalam tugasnya telah diancam dengan hukuman neraka oleh Allah.

“Siapapun pemimpin yang menipu rakyatnya, maka tempatnya di neraka” (HR. Ahmad)

Penting sekali untuk kita sadari bahwa keimanan dan ketakutan kepada Allah adalah dasar mutlak yang harus dimiliki oleh pemimpin dan aparat Negara. Dengan ketaatan kepada Allah sajalah setiap orang akan memenuhi tanggung jawab sesuai perannya sehingga tidak ada jalan lain bagi kita kecuali dengan Islam sebagai jalan hidup kita.

Sungguh, berharganya seorang nyawa manusia dan perlindungan terbaik pada keadilan dan kesejahteraan rakyat merupakan janji Allah yang diberikan bagi penduduk negeri beriman.

Karena Umar Bin Khattab bukanlah pemimpin yang berhasil memimpin negara yang tak mengindahkan aturan Allah, justru kualitas terbaik beliau muncul saat Islam menjadi pedoman semua manusia dalam segala urusannya.

Itulah faktor utama yang harus ada demi keadilan bagi semua warga negara yang nyata. Itulah jalan yang benar dan negara impian hamba-hamba beriman.

Maka wujudkanlah mimpi itu dengan masuknya kita ke dalam Islam secara kaffah, hingga tak ada satupun aturan Allah yang luput dari penerapannya di negeri yang saat ini penuh ketimpangan ini. Wallahu a’lam. [syahid/]

Sumber :voa-islam.com

LAGU Makjleb "GAJI TINGGI IBU MEGAWATI.. Pasti ini KERJAAN CAPEK SEKALI"

LAGU Makjleb "GAJI TINGGI IBU MEGAWATI.. Pasti ini KERJAAN CAPEK SEKALI"


10Berita, Gaji fantastis ratusan juta para pejabat Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) terus menjadi sorotan luas publik.

Megawati selaku Ketua Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) digaji total hingga Rp 112 juta/bulan. Mahfud MD dan anggota Dewan Pengarah BPIP digaji total Rp 100 juta/bulan.

Kali ini lagu khusus diciptakan JACK PATABA untuk merespon gaji tinggi Megawati dkk.

Lagunya asyik bener. Kritiknya halus tapi mematikan hehe... Rakyat yang kudu memahami pejabatnya (bukan pejabat yang kudu memahami rakyatnya). Rakyat kudu memahami pejabat kalau kebutuhannya besar sekali, hehe... Gaji tinggi ini pasti karena kerjanya berat sekali, hehe...

GAJI TINGGI IBU MEGAWATI
(by JACK PATABA)

Pekan ini media rame lagi
Tentang gajinya ibu Megawati
Untuk membina ideologi
Pancasilanya republik ini

Pasti ini kerjaan capek sekali
Bahkan melebihi Presiden Jokowi
Jadi wajarlah kalo digaji tinggi
Jadi janganlah ada yang iri hati

Maafklanlah kami rakyat
Kadang cuma pintar menghujat
Tidak pernah paham dengan pejabat
Yang ternyata kerjanya berat

Gaji itu tidaklah tinggi sekali
Bagi pejabat yang berkebutuhan besar sekali
Apalagi nilai rupiah turun kini
Apa-apa jadi susah terbeli

Sumber :Portal Islam 

NAHLOH! Dianggap Tunggak Utang, Meikarta Digugat Pailit Vendor

NAHLOH! Dianggap Tunggak Utang, Meikarta Digugat Pailit Vendor


10Berita, PT Mahkota Sentosa Utama (MSU), pengembang dari mega proyek Meikarta sekaligus anak usaha PT Lippo Cikarang Tbk, digugat pailit oleh dua vendornya yakni PT Relys Trans Logistic dan PT Imperia Cipta Kreasi.

Pendaftaran gugatan pailit tersebut dilakukan pada 24 Mei 2018 ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Gugatan itu terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang dengan nomor perkara 68/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN Jkt.Pst, dan akan menjalani sidang perdana pada 5 Juni 2018.

Seperti dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Jakarta Pusat, ada 9 pokok gugatan yang diajukan oleh kedua perusahaan itu. Inti dari pokok gugatan antara lain, menetapkan Mahkota Sentosa Utama dalam keadaan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Sementara (PKPU-S) dengan segala akibat hukumnya.

Selain itu, para penggugat juga meminta majelis hakim untuk menetapkan sebanyak 6 orang pengurus dan kurator dalam proses PKPU Mahkota Sentosa Utama.

Direktur Komunikasi Lippo Group Danang Kemayan Jati mengakui kedua perusahaan tersebut adalah vendor dari Meikarta, meski menolak yang dituduhkan keduanya.

"MSU menolak gugatan dan tagihan dari dua vendor yaitu perusahaan EO (event organizer) PT Relys Trans Logistic dan PT Imperia Cipta Kreasi di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat," ujarnya dalam siaran, Kamis 31 Mei 2018.

Adapun Imperia Cipta Kreasi merupakan perusahaan yang di antaranya juga bergerak di bidang advertising atau periklanan.

Berdasarkan riset Nielsen, biaya iklan Meikarta pada 2017 mencapai Rp1,5 triliun. Riset itu berdasarkan harga iklan media, tanpa memperhitungkan diskon dan bonus.

Danang mengatakan MSU selaku pengembang Meikarta menganut prinsip integritas, terbuka dan profesional dalam menjalankan usahanya.

Setiap tagihan yang sah selalu diselesaikan sebagaimana mestinya. Hubungan dengan lebih dari 500 pemasok, kontraktor dan sub-kontraktor berjalan dengan baik.

"Namun memang sangat disesalkan bahwa selalu ada kasus-kasus terkait vendor yang mengajukan tagihan tak jelas dan tidak melampirkan bukti bukti pendukung yang semestinya," ujarnya.

Untuk itu, tuturnya, MSU sedang melakukan audit terhadap semua tagihan-tagihan dan dokumentasi yang diserahkan oleh perusahaan /vendor terkait.

Danang menambahkan pihaknya sudah secara resmi meminta dua perusahaan EO tersebut untuk memberikan dokumen-dokumen tagihan dan bukti bukti pendukung.

"Sayangnya sampai saat ini dokumen-dokumen tersebut masih belum lengkap diterima," jelasnya.

Danang menegaskan bahwa MSU sudah dan akan mengambil langkah-langkah hukum untuk menghadapi vendor-vendor nakal yang diduga melakukan kecurangan, kolusi dan penipuan.

Sumber: CNBC

Wah, Polisi Sebut Tak Ada Unsur Pidana Pada Penggerudukan Radar Bogor

Wah, Polisi Sebut Tak Ada Unsur Pidana Pada Penggerudukan Radar Bogor

10Berita  Kapolres Bogor Kota, Kombes Ulung Sampurna Jaya menyatakan bahwa belum ada laporan dari pihak Radar Bogor terkait penggerudukan kantornya oleh massa PDIP. Ulung juga menyebutkan bahwa belum ada unsur pidana terkait aksi penggerudukan massa PDIP ke kator Radar Bogor.

“Sejauh ini belum ada laporan (dari pihak Radar Bogor), dan sejauh ini kami menilai belum ada pelanggaran pidana (terkait geruduk massa PDIP ke kantor Radar Bogor pada Rabu (30/5/2018),” kata Ulung seperti yang diliput dari Detik, Jum’at (1/6/2018).

Ulung menyampaikan saran agar semua pihak menjaga suasana Kota Bogor tetap kondusif selama Bulan Ramadan ini. Kritik atau protes yang mau disampaikan, harus dilakukan dengan sopan dan santun.

“Nanti juga saya akan ketemu dengan Ketua DPC PDIP dan pihak Radar Bogor. Karena terlihat sudah ada yang saling disepakati, seharusnya tidak datang lagi dan datang lagi,” ujar Ulung.

Baca juga: Kata Masinton tentang Massa PDIP Geruduk Radar Bogor

Ulung juga menyampaikan bahwa dirinya sepakat yang menyatakan bahwa seharusnya pihak PDIP bisa melakukan protes terkait pemberitaan sesuai dengan mekanisme yang tertuang dalam Undang-undang Pers. Ulung pun berharap tak ada perbuatan yang mengganggu keamanan lagi.

“Seharusnya kan seperti itu (lapor ke Dewan Pers). Tapi kan namanya orang protes dan emosi tidak terbendung, jadi kalau datang dan kita lihat ada potensi mengganggu ya kita amankan,” terang Ulung.

Terkait maslah tak ada izin, Ulung mengatakan bahwa pihaknya melihat alasan sesungguhnya massa PDIP tersebut mendatangai Radar Bogor.

“Terkait tidak ada izin, ini kan kita lihat dulu sebenarnya mau apa, mau curhat atau mau apa kan. Ternyata di sana juga mereka ketemu dengan Pak Hazairin (Pimpinan Radar Bogor), malah di situ kan bisa clear dan tidak perlu datang lagi dan datang lagi,” imbuhnya.

Baca juga: [Video] Massa PDIP Marah di Kantor Radar Bogor, Staf Dipukul

Diberitakan sebelumnya, massa kader PDIP kembali menggeruduk kantor Radar Bogor hari Jumat (1/6). Kedatangan massa PDIP tersebut masih soal protes atas pemberitaan sang Ketum, Megawati Soekarnoputri.

Sebelumnya, penggerudukan juga terjadi pada Rabu (30/5) lalu dan terekam dalam video berdurasi 30 detik. Dalam video yang beredar itu tampak sekelompok orang sudah berada di dalam ruang lobi gedung Graha Pena (kantor Radar Bogor) sambil memaki Pemred Radar Bogor, Tegar Bagja. Seseorang dalam kerumunan tersebut juga sempat berteriak dan menanyakan siapa wartawan yang menulis berita tersebut.

Sementara itu, Forum Pekerja Media mengecam pernyataan politisi PDIP yang mengancam akan meratakan kantor Radar Bogor apabila hal yang dilakukan Radar Bogor terjadi di Jawa Tengah. Ketua Federasi Serikat Pekerja Media (FSPM) Independen, Sasmito menyatakan bahwa pernyataan politisi PDIP Jateng tersebut adalah pernyataan yang bernada kekerasan dan menimbulkan rasa tidak aman bagi pekerja media lainnya.

“Ini kan pernyataan yang memicu kekerasan pada teman-teman Radar Bogor di wilayah lainnya,” kata Ketua Federasi Serikat Pekerja Media (FSPM) Independen, Sasmito di lokasi aksi, Sabtu (2/6).

Pernyataan politisi PDIP Jateng itu, menurut Sasmito adalah pernyataan anti demokrasi kebebasan pers. Selain itu pernyataan tersebut sangat berpotensi memicu kekerasan lanjutan yang dilakukan oleh kader atau simpatisan kepada media-media yang berbeda pendapat.

Sumber :Ngelmu.co

Buka Puasa Dengan Gorengan? Jangan Keseringan, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan

Buka Puasa Dengan Gorengan? Jangan Keseringan, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan

10Berita, Gorengan adalah menu yang bisa ditemukan dimana-mana, termasuk pada bulan Ramadan seperti sekarang. Bahkan gorengan kerap kali menjadi menu berbuka.

Tapi, tahukah bahwa jika terlalu sering mengonsumsi gorengan dapat membahayakan kesehatan?

Dilansir dari Hello Sehat, kandungan lemak dalam minyak yang ada pada gorengan membuat gorengan sulit dicerna, terutama ketika gorengan menjadi makanan pertama yang dimakan setelah puasa.

Bayangkan saja, ketika perut kosong setelah puasa seharian, perut harus mencerna lemak yang ada pada gorengan. Tentunya, saluran pencernaan bekerja lebih keras untuk dapat mencerna lemak tersebut.

Karena sulit untuk dicerna, proses untuk mencerna gorengan akan memakan waktu lama serta dapat mengganggu dan menghambat saluran pencernaan untuk mencerna zat gizi lain.

Karena gorengan lebih lama dicerna, perut tidak cepat merasa kenyang. Akibatnya, akan menambah makan gorengan lagi dan lagi dan menyebabkan terlalu banyak makan.

Kadang mungkin tidak sadar sudah memakan gorengan berapa buah. Setelah berhenti makan gorengan, baru akan merasa perut sudah penuh dan kenyang.

Buka puasa dengan gorengan dapat menimbulakn keluhan yang dirasakan berbeda-beda oleh tiap orang.

Jika memiliki saluran pencernaan yang sensitif, gorengan dapat merangsang asam lambung naik yang dapat menyebabkan heartburn (perasaan panas atau terbakar di sekitar perut bagian atas).

Kandungan lemak jenuh yang ada pada gorengan dapat mengakibatkan asam lambung naik.

Selain itu, sulitnya lemak untuk dicerna dan kandungan serat yang sangat sedikit pada gorengan dapat menyebabkan konstipasi atau sembelit.

Beberapa orang mungkin juga merasakan tenggorokan gatal setelah makan gorengan. Hal ini dikarenakan terdapat kandungan akrolein pada gorengan yang menyebabkan rasa gatal. Akrolein ini terbentuk pada minyak yang sudah dipakai berkali-kali.

Faktor utama penyebab gorengan tidak sehat sebenarnya terletak pada minyak goreng yang dipakai untuk menggorengnya.

Dampak gorengan pada kesehatan tergantung dari jenis minyak atau lemak yang digunakan untuk menggoreng, cara menggoreng (apakah dengan cara deep fried atau pan fried), sudah berapa kali minyak dipakai untuk menggoreng (semakin sedikit dipakai semakin baik), dan berapa banyak garam yang ditambahkan pada makanan gorengan tersebut.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, sebaiknya kontrol konsumsi gorengan mulai dari sekarang. Jika ingin makan gorengan, sebaiknya memasaknya sendiri.

Gorengan yang beli di luar biasanya menggunakan minyak yang sudah dipakai berulang kali sehingga dapat memicu pembentukan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh dan kesehatan.

Ada baiknya mencoba alternatif makanan lain daripada buka puasa dengan gorengan. Beberapa contoh makanan pembuka yang lebih sehat selain gorengan, seperti kolak, kue manis atau kue basah, berbagai macam buah-buahan, puding, siomay atau dimsum.

Sumber: pedomanbengkulu.com

Misteri Malam Seribu Bulan

Misteri Malam Seribu Bulan

Rahasia lailatul qadar sering tak ditentukan agar umat bersungguh-sungguh beramal.

10Berita , JAKARTA -- Lailatul Qadar adalah malam yang dinantikan oleh setiap umat Islam di bulan Ramadhan. Meski demikian, malam yang disebut malam yang lebih baik dari seribu bulan ini masih terus menjadi misteri.

Dalam QS Al-Qadr: 1-3, Allah SWT berfirman tentang keberadaan Lailatul Qadar"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan."(QS. Al Qadr 1-3).

Dikutip dari buku Fikih Islam dari H. Sulaiman Rasjid, dengan ayat-ayat tersebut teranglah bahwa yang dimaksud dengan kelebihan malam qadar itu adalah gandanya pahala amal ibadah melebihi biasanya. Berlipat ganda pahala diperhitungkan sampai 29.500 kali karena ganjaran tersebut lebih dari ibadah seribu bulan.

Selain lebih baik untuk beribadah, malam ini juga baik untuk melantunkan doa pada Allah SWT. Sabda Rasulullah SAW dari Aisyah, ia berkata:"Saya bertanya, "Ya Rasulullah, bagaimana jika saya ucapkan pada malam itu?" Jawab beliau "Ucapkanlah olehmu: Ya Allah, sesungguhnya Engkau pengampun, suka mengampuni kesalahan, maka ampunilah kiranya kesalahanku"" (Riwayat lima hadist, kecuali Abu Dawud dan Tarmizii menilainya sahih).

Dalam menentukan malam qadar, timbul beberapa pendapat dari para ulama. Yang lebih kuat diantara pendapat-pendapat ialah lailatul qadar jatuh pada malam ganjil sesudah tanggal dua puluh bulan Ramadhan. Seperti malam ke 21, 23, 25, 27, 29 dan yang lebih masyhur ialah malam 27 Ramadhan.

Sabda Rasulullah SAW dari Ibnu Umar,"Rasulullah SAW telah berkata "Barang siapa yang ingin menjumpai malam qadar, hendaklah ia mencarinya pada malam dua puluh tujuh" (Riwayat Ahmad dengan sanad yang sahih).

Meski demikian, rahasia malam qadar sering tidak ditentukan. Yaitu supaya orang-orang bersungguh-sungguh beramal karena mengharap-harapkannya. Wallahualam.

Sumber :Republika.co.id 

30 Tahun Hilang di Afghanistan, Pilot Rusia Ini Ternyata Masih Hidup

30 Tahun Hilang di Afghanistan, Pilot Rusia Ini Ternyata Masih Hidup

10Berita, AFGHANISTAN—Seorang pilot Rusia yang hilang selama 30 tahun di Afghanistan dilaporkan telah ditemukan. Pilot ini juga diduga tewas setelah pesawat perangnya ditembak jatuh selama invasi militer Soviet ke Afghanistan.

“Dia masih hidup. Ini sangat mencengangkan. Sekarang dia membutuhkan bantuan,” kata ketua serikat pasukan terjun payung Rusia, Valery Vostrotin, dalam sebuah wawancara kantor berita RIA Novosti, Jumat (1/6/2018).

Vostrotin, yang juga merupakan kepala komisi gabungan AS-Rusia pada tawanan perang dan tentara yang hilang dalam aksi, menolak untuk mengungkapkan identitas pilot.

Wakil kepala organisasi veteran Rusia lain yang disebut Pertempuran Persaudaraan, Vyacheslav Kalinin, mengatakan pilot yang baru ditemukan itu ditembak jatuh pada 1987 dan kemungkinan telah berusia lebih dari 60 tahun saat ini.

Harian bisnis Rusia Kommersant melaporkan bahwa hanya satu pilot Soviet yang ditembak jatuh pada 1987, mengidentifikasi dia sebagai Sergei Pantelyuk dari wilayah Rostov Rusia selatan.

Dikatakan Pantelyuk dan pesawatnya hilang setelah lepas landas dari lapangan udara Bagram Kabul, yang sekarang menjadi pangkalan udara militer AS. []

SUMBER: PRESSTV

PKS dalam Tafsir Almarhum Dawam Rahardjo: Tidak Radikal, Hanya Militan

PKS dalam Tafsir Almarhum Dawam Rahardjo: Tidak Radikal, Hanya Militan

10Berita, Indonesia kehilangan salah satu cendekiawan muslim terbaiknya saat Ramadhan belum genap setengah bulan. Rabu, (31/5/2018), Prof Dawam Rahardjo wafat di RS Islam Jakarta pukul 21.55 WIB dalam usia 76 tahun.

Langit duka menyelimuti Tanah Air. Ucapan bela sungkawa datang dari berbagai penjuru. Tak terkecuali dari mantan PM Malaysia Anwar Ibrahim.

Anwar mengatakan, almarhum Dawam merupakan tokoh akademik Indonesia dan seorang pemikir ekonomi politik yang progresif. Pemikiran ekonomi pro-rakyatnya merupakan ide yang progresif, khususnya terkait ide koperasi.

Dawam Rahardjo, lahir di Solo, Jawa Tengah, 20 April 1942. Kiprahnya dikenal sebagai seorang pengamat sosial ekonom Indonesia terkemuka. Ia mendapatkan gelar S-1 dari Fakultas Ekonomi UGM (1969). Dia sangat intens bergelut dalam dunia penelitian dan secara terus-menerus mengamati perkembangan masyarakat Indonesia.

Dari tangan dinginnya, lahir berbagai lembaga penelitian bergengsi, seperti LP3ES. Gelar Guru Besar dalam bidang ekonomi didapatnya dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 1993. Dawam juga pernah menjabat Ketua Umum ICMI dan cukup dekat dengan sosok BJ Habibie.

Banyak pihak yang menanti gagasannya. Maklum, almarhum cemerlang pemikirannya. Berpikir jernih, objektif dan kritis dalam meneropong persoalan politik, ekonomi, sosial dan keislaman. Sehingga tak heran jika keberadaannya begitu dihormati banyak kalangan.

Salah satu yang sering dinanti adalah tafsir Dawam dalam memotret Islam politik di Tanah Air. Dalam sebuah kesempatan, Dawam bercerita cukup panjang soal ini. Lalu almarhum mengaitkannya dengan keberadaan PKS yang dianggap banyak orang sebagai partai Islam radikal. Ternyata, Dawam punya tafsir sendiri tentang ini.

Berikut nukilan wawancaranya dengan Republika pada 2015 silam.

Dahulu ketika para bapak-bangsa ini berdebat soal konstitusi di BPUPKI, yang ada di sana hanyalah kelompok Islam dan nasionalis. Apa dengan demikian bila salah satu pihak dihilangkan–dalam hal ini Islam Politik–maka jelas itu pengingkaran sejarah?

Iya, memang begitu. Dahulu di BPUPKI itu kan hanya diikuti dua golongan, Nasionalis dan Islam. Saat itu, kekuatan komunisme sudah bangkrut ditindas oleh pemerintah kolonial Belanda. Demikian juga golongan sosialis, pada saat itu golongan ini belum lahir. Golongan sosialis baru lahir setelah kemerdekaan. Jadi, kedua golongan terakhir itu tak ada dalam BPUPKI.

Nah, karena tak ada dalam BPUPKI, maka dimengerti bila keduanya–sosialis dan komunis–menentang Pancasila dan menentang UUD 1945. Jadi, kalau ada pihak yang kini terus-menerus berusaha keras menghapus Islam politik, maka mereka ini adalah kelompok orang yang tak mau melihat kenyataan.

Dahulu, misalnya, ada pandangan bahwa kekuatan Islam politik itu Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai ini dianggap memperjuangkan syariat Islam dan negara Islam. Nah, sekarang, yakni pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, malah mereka masuk dalam kabinet atau pemerintahan. Dan faktanya membuktikan ketika PKS ada dalam pemerintahan mereka tak pernah memperjuangkan syariat Islam dalam artian mendirikan negara Islam. Tudingan itu ternyata tak ada dan tak terbukti!

Malahan, saya melihat kini kekuatan Islam politik terus melakukan proses demokratisasi dan bahkan terjadi proses deradikalisasi. Sekarang PKS sama sekali tak ada tanda-tanda radikal. Partai itu hanyalah militan. Dan, antara radikal dan militan itu artinya berbeda sama sekali serta ini sering disalahpahami.

Kalau begitu, apa bedanya radikal dan militan itu?

Ya beda. Kalau radikal itu menginginkan perubahan secara mendadak, sedangkan militan itu tak begitu. Militan adalah konsisten berjuang secara terus-menerus dengan disertai kerja keras serta penuh kesabaran. Nah, maka itu kedua kata ini hendaknya jangan salah dipahami karena beda arti dan pemahamannya.

Dawam boleh wafat dan meninggalkan kita. Tapi almarhum memberikan warisan pemikiran tak ternilai soal politik Islam. Tentu saja dengan analisis yang jernih dan objektif. Hal yang saat ini justru menjadi barang mewah.

Selamat Jalan Mas Dawam…

Erwyn Kurniawan

Sumber : Ngelmu.co