OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 07 Juni 2018

Bupati Halmahera Timur Pakai Uang Suap Untuk Ikut Rapimnas PDIP

Bupati Halmahera Timur Pakai Uang Suap Untuk Ikut Rapimnas PDIP

10Berita – Bupati Halmahera Timur nonaktif Rudy Erawan didakwa menerima suap Rp 6,3 miliar. Tercatat, uang suap salah satunya digunakan untuk kegiatannya pada Rapimnas PDIP di Jakarta sebesar Rp 200 juta.

“Terdakwa pada awal bulan Januari 2016 menghubungi Imran S Djumadil (mantan anggota DPRD Maluku Utara) menyampaikan kebutuhan dana untuk kegiatannya pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PDIP di Jakarta. Imran S Djumadil kemudian memberitahu Amran HI Mustary (Eks Kepala BPJN IX Maluku dan Maluku Utara) perihal permintaan terdakwa tersebut,” ujar jaksa penuntut umum pada KPK membacakan surat dakwaan Rudy di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Rabu (6/6).

Setelah itu, pada 10 Januari 2016 Imran menghubungi rekanan BPJN IX, yaitu Abdul Khoir dan Hong Artha John Alfred. Keduanya diminta Imran bantuan dana, masing-masing Rp 100 juta.

Foto; Ari Saputra (detik)

“Selain itu Imran S Djumadil juga menyampaikan bahwa uang tersebut untuk keperluan terdakwa dalam Rapimnas PDIP di Jakarta,” ucap jaksa.

Berikutnya, pada 11 Januari 2016, Abdul Khoir menemui Amran dan Imran di kantin belakang Kementerian PUPR untuk menyerahkan uang SGD 20.460 atau senilai Rp 200 juta. Amran kemudian meminta Imran menyerahkan uang itu ke Rudy lewat Mohammad Arnes Solilin Mei.

Selain untuk keperluan kegiatannya di Rapimnas PDIP, Rudy juga disebut menggunakan duit suap senilai Rp 500 juta untuk keperluan kampanye di pemilihan bupati Halmahera Timur 2016-2021. Duit itu diserahkan via transfer ke rekening keponakannya, Muhammad Risal, pada 27 November 2015.

Rudy didakwa menerima duit suap secara beratahap dari Amran. Duit suap senilai Rp 6,3 miliar itu diberikan karena Rudy telah menjembatani kepentingan Amran agar bisa dipilih sebagai Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara dengan cara kolusi dan nepotisme dengan pejabat Kementerian PUPR. (dtk)

Sumber : dtk,Eramuslim.com 

KEJI! Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China [2]

KEJI! Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China [2]


10Berita, Melihat situs asing, menerima panggilan telepon luar negeri dari saudara, rajin shalat atau hanya menumbuhkan jenggot dapat membuat seseorang bermasalah dan tinggal di kamp indoktrinasi politik, atau penjara, atau keduanya.

Sistem penahanan baru itu diselimuti kerahasiaan, dengan tidak ada data yang tersedia secara publik tentang jumlah kamp (tahanan). Kemenlu AS memperkirakan mereka yang ditahan “paling sedikit setidaknya puluhan ribu.” Sebuah stasiun TV yang dijalankan oleh warga Xinjiang di Turki mengatakan hampir 900.000 orang ditahan, mengutip dokumen pemerintah yang bocor.

Adrian Zenz, seorang peneliti di Sekolah Budaya dan Teologi Eropa, menempatkan angka antara beberapa ratus ribu dan lebih dari 1 juta. Tawaran pemerintah dan iklan rekrutmen yang dipelajari oleh Zenz menunjukkan kamp-kamp tersebut menghabiskan lebih dari $100 juta sejak 2016, dan pembangunan kamp masih terus berlangsung.

Dirantai Berhari-hari

Bekali tidak tahu apa-apa mengenai ini ketika dia mengunjungi orang tuanya pada 25 Maret. Dia melewati pos pemeriksaan polisi dan menyerahkan kartu identitas Chinanya.

Besoknya, lima polisi bersenjata muncul di depan pintu rumah orang tua Bekali dan membawanya pergi. Mereka mengatakan ada surat perintah untuk penangkapannya di Karamay, sebuah kota perbatasan di mana dia tinggal satu dekade lalu. Dia tidak bisa menelepon orang tuanya atau pengacara, kata polisi, karena kasusnya disebut “khusus”.


Bekali ditahan di sebuah sel, tidak dapat mengabari siapapun, selama satu minggu, dan kemudian dipindahkan ke kantor keamanan publik Distrik Baijiantan, Karamay.

Di sana, mereka mengikatnya di “tiger chair,” sebuah kursi yang menjepit pergelangan tangan dan pergelangan kakinya. Mereka juga menggantungnya di pergelangan tangan, cukup tinggi sehingga dia akan merasakan tekanan yang luar biasa di pundaknya kecuali dia menahan badannya dengan jinjit. Mereka menginterogasinya mengenai pekerjaannya dengan agensi turis yang mengundang orang-orang China untuk mengajukan visa turis Kazakhstan, yang mereka klaim sebagai cara untuk membantu Muslim China melarikan diri.

“Saya tidak melakukan kejahatan apapun!” teriak Bekali.

Mereka selama berhari-hari menanyakan apa yang dia ketahui tentang 24 aktivis dan pebisnis etnis Uighur (Uyghur) terkenal di Kazakhstan. Lelah dan kesakitan, Bekali menceritakan apa yang dia ketahui tentang beberapa nama yang dia kenali.

Tentara China berbaris melewati dekat Masjid Id Kah, terbesar di Cina, di Kashgar pada 31 Juli 2014 [Newsweek]

Polisi kemudian mengirim Bekali ke sel berukuran 10×10 di penjara bersama 17 tahanan lain, kaki mereka dirantai ke tiang dua kasur besar. Beberapa dari mereka menggenakan seragam berwarna biru tua, sementara lainnya berwarna oranye untuk kejahatan politik. Bekali diberi seragam oranye.

Pada pertengahan Juli, tiga bulan setelah penangkapannya, Bekali menerima kunjungan dari diplomat Kazakhstan. Penahanan massal etnis Kazakh China – dan bahkan WN Kazakhstan – telah menciptakan gelombang di negara Asia Tengah berpenduduk 18 juta orang itu.

Pemerintah Kazakhstan mengatakan China menahan 10 WN Kazakhstan dan ratusan etnis Kazakh China di Xinjiang selama setahun terakhir, meskipun mereka dibebaskan pada akhir April pasca kunjungan oleh Wakil Menlu Kazakhstan.


Empat bulan setelah kunjungan tersebut, Bekali dibawa keluar dari selnya dan menerima sebuah surat pembebasan.

Namun dia belum bebas.

Ditempatkan di sel-sel dan dipaksa mengulang indoktrinasi

Bekali dikirim dari penjara ke sebuah komplek berpagar di pinggiran utara kota Karamay, di mana tiga bangunan menampung lebih dari 1.000 tahanan yang menerima indoktrinasi politik, dia mengisahkan.

Dia berjalan masuk, melewati pos utama yang dapat mengawasi seluruh tempat itu, dan menerima sebuah setelan olahraga. Penjaga bersenjata dengan ketat mengawasi komplek itu dari lantai dua. Dia bergabung dalam sel dengan 40 tahanan, meliputi dokter, guru dan pelajar. Laki-laki dan perempuan dipisah.

Para tahanan diharuskan bangun sebelum fajar, menyanyikan lagu kebangsaan China, dan mengibarkan bendera China pada jam 7.30 pagi. Mereka dikumpulkan kembali di kelas besar untuk mempelajari “lagu propaganda” seperti “Without the Communist Party, there is no New China (Tanpa Partai Komunis, tidak Ada China Baru),” dan bahasa Mandarin serta sejarahnya.

Mereka diberitahu bahwa penduduk asli Asia Tengah di Xinjiang terbelakang dan terjerat oleh perbudakan sebelum mereka “dibebaskan” oleh Partai Komunis pada tahun 1950-an.

Sebelum makan, para tahanan akan diperintahkan untuk meneriakkan slogan: “Terima kasih Partai! Terima kasih Tanah air! Terima kasih Presiden Xi!”

Disiplin secara ketat ditegakkan dan hukuman bisa menjadi keras. Bekali ditempatkan dalam sebuah ruangan terkunci hampir sepanjang waktu dengan delapan tahanan lain, yang berbagi tempat tidur dan toilet yang buruk. Kamera pengawas dipasang di toilet-toilet. Mandi sangat jarang, seperti mencuci tangan dan kaki, yang diberitahukan pada para tahanan menyerupai wudhu.

Bekali dan mantan tahanan lain mengatakan bagian terburuk dari program indoktrinasi itu ialah pengulangan paksa dan otokritik. Meskipun para pelajar tidak banyak memahami apa yang diajarkan dan materi yang hampir tidak masuk akal bagi mereka, itu dibuat mendarah daging melalui pengulangan dalam sesi selama dua jam atau lebih.

“Kami akan menentang ekstrimisme, kami akan menentang separatisme, kami akan menentang terorisme,” mereka teriakkan lagi dan lagi. Hampir setiap hari, para pelajar menerima pembicara tamu dari kepolisian lokal, lembaga peradilan dan cabang pemerintah lain yang memperingatkan mereka bahaya separatisme dan ekstrimisme.

Dalam sesi 4 jam itu, para instruktur membicarakan bahaya Islam dan menghujani para tahanan dengan pertanyaan-pertanyaan yang mereka harus jawab dengan benar atau mereka akan diperintahkan berdiri di dekat tembok selama berjam-jam.

“Apakah kamu mematuhi hukum China atau syariah?” tanya para instruktur. “Apakah kamu mengerti mengapa agama berbahaya?”

Baca: Pria China Dipenjara Dua Tahun Karena Mengajarkan al-Quran


Satu per satu, para tahanan akan berdiri di depan 60 rekan sekelas mereka untuk menyampaikan otokritik.  Para tahanan juga harus mengkritik dan dikritik rekan-rekan mereka. Mereka yang dapat mengatakan kalimat yang diajarkan dengan sangat baik atau mereka yang mencambuk rekan tahanan mereka dengan kejam akan diberikan poin dan dapat dipindahkan ke lingkungan yang lebih nyaman di bangunan lain, katanya.

“Saya diajari al-Quran oleh ayahku dan saya mempelajarinya karena saya tidak tahu,” kata seseorang dikutip Bekali.

“Saya melakukan perjalanan keluar China tanpa mengetahui saya dapat terpapar pemikiran ekstrimis di luar,” ujar Bekali mendengar seseorang lainnya. “Sekarang Saya tahu.”

Seorang perempuan Uighur mengatakan pada AP dia ditahan di pusat indoktrinasi di Kota Hotan pada 2016. Dia menceritakan, dia dan tahanan lainnya berulangkali dipaksa meminta maaf karena menggunakan pakaian panjang bergaya Muslim, karena shalat, karena mengajarkan al-Quran pada anak mereka dan karena meminta para imam menamai anak mereka.

Shalat di masjid pada hari selain Jumat dituduh sebagai tanda ekstrimisme; begitu juga menghadiri shalat Jumat di luar desa mereka atau memiliki ayat al-Quran atau gambar di telepon seluler mereka.

Dengan diawasi oleh para instruktur, mereka yang mengakui perilaku seperti itu disuruh untuk mengulang-ulang: “Kami telah melakukan hal-hal ilegal, tapi kami sekarang sadar.”>>> (BERSAMBUNG)

Sumber : Hidayatullah.com

KEJI! Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China [1]

KEJI! Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China [1]

10Berita Jam demi jam, hari demi hari, Omir Bekali dan para tahanan lain di kamp indoktrinasi baru China diharuskan meninggalkan keyakinan Islam mereka, mengkritik diri mereka dan orang-orang yang mereka cintai dan harus mengucapkan terima kasih pada Partai Komunis yang berkuasa.

Ketika Bekali, seorang Muslim Kazakh, menolak menuruti perintah setiap hari, dia dipaksa berdiri di dinding selama lima jam setiap kalinya. Satu minggu kemudian, dia dikirim ke sel isolasi, di mana dia tidak menerima makanan selama 24 jam. Setelah 20 hari berada di kamp yang dijaga ketat itu, dia merasa ingin bunuh diri.

“Tekanan psikologisnya sangat tinggi, ketika Anda harus mengkritik diri sendiri, mengutuk pemikiran anda – pemikiran kelompok etnis anda sendiri,” kata Bekali, yang langsung menangis ketika dia menjelaskan kamp tersebut. “Saya masih memikirkannya setiap malam, hingga matahari terbit. Saya tidak dapat tidur. Pikiran-pikiran itu selalu bersamaku setiap saat,  ” ujarnya dikutip APNews, Senin, 18 Mei 2018.

Sejak musim semi lalu, otoritas China di wilayah mayoritas Muslim, Xinjiang, telah menjerat puluhan, mungkin saja hingga ratusan ribu Muslim China – dan bahkan penduduk asing – dalam kamp penahanan. Kampanye penahanan ini telah terjadi di seluruh Xinjiang, sebuah wilayah yang setengahnya merupakan bagian dari India, oleh komisi AS di China pada bulan lalu sebut sebagai “penahanan massal terbesar dari populasi minoritas di dunia saat ini.”

Para pejabat China sebagian besar telah menghindari berkomentar mengenai kamp-kamp tersebut, namun beberapa dikutip oleh media pemerintah yang mengatakan bahwa perubahan ideologi dibutuhkan untuk memerangi separatisme dan ekstrimisme Islam.

China menganggap Islam sebagai sebuah ancaman pada keutuhan negaranya.

Program itu bertujuan untuk mengubah pemikiran politik para tahanan, menghapus keyakinan Islam mereka dan membentuk ulang identitas (Muslim) mereka. Kamp-kamp telah semakin banyak selama setahun terakhir, dengan hampir tidak ada proses peradilan atau dokumen hukum. Para tahanan yang paling keras mengkritik orang-orang dan sesuatu yang mereka cintai diberi imbalan, dan mereka yang menolak untuk melakukan itu dihukum dengan sel isolasi, dipukuli dan dibiarkan kelaparan.

Kenangan Bekali, pria 42 tahun bertubuh kekar dan pendiam ini, memberikan apa yang tampaknya merupakan kisah paling rinci tentang kehidupan di dalam kamp yang terkenal sebagai kamp re-edukasi.

Associated Press (AP) juga melakukan wawancara langka dengan tiga mantan tahanan lain dan seorang mantan instruktor di pusat penahanan lain yang memperkuat penggambaran Bekali. Sebagian besar berbicara dalam kondisi anonim untuk melindungi keluarga mereka di China.

Kasus Bekali menonjol karena dia adalah seorang warga negara asing, Kazakhstan, yang ditangkap oleh badan keamanan China dan ditahan selama delapan bulan pada tahun lalu tanpa peradilan.

Meskipun beberapa rincian tidak mungkin diverifikasi, dua diplomat Kazakh memastikan dia ditahan selama tujuh bulan dan kemudian dikirim ke kamp re-edukasi.

Omir Bekaliditangkap, disiksa dipenjara, kini harus kehilangan orangtua dan saudaranya[AP]

Program penahanan ini adalah sebuah tanda betapa beraninya aparat keamanan negara China di bawah pemerintahan garis keras Presiden Xi Jinping yang sangat nasionalistis. Hal ini sebagian besar berasal dari kepercayaan kuno China dalam perubahan melalui pendidikan – yang sebelumnya pernah dilakukan selama reformasi kebudayaan Mao Zedong, pemimpin China yang seringkali disebut Xi.

“Pembersihan budaya adalah upaya Beijing untuk menemukan solusi final terhadap masalah Xinjiang,” kata James Millward, sejarawan China di Universitas Georgetown.


Rian Thum, profesor di Universitas Loyola di New Orleans, mengatakan sistem re-edukasiChina mengumandangkan beberapa pelanggaran HAM paling parah dalam sejarah.

“Analogi terdekat mungkin adalan Revolusi Budaya karena ini akan meninggalkan efek psikologis jangka panjang,” kata Thum. “Ini akan menciptakan trauma multi generasi di mana banyak orang tidak akan pernah pulih.”

Perubahan melalui edukasi  sebuah “obat permanen”

Diminta untuk berkomentar terkait kamp penahanan tersebut, Kemenlu China mengatakan pihaknya “belum mendengar” situasi itu. Ketika ditanya mengapa warga negara non-China ditahan, lembaga itu mengatakan pemerintah China melindungi hak-hak warga asing di China dan mereka juga harus taat hukum. Pejabat China di Xinjiang tidak merespon permintaan untuk berkomentar.

Namun, potongan-potongan laporan dari media dan jurnal negara menunjukkan kepercayaan diri pihak berwenang Xinjiang berpegang pada metode yang mereka katakan bekerja baik membatasi ekstrimisme agama.

Jaksa tinggi China, Zhang Jun, pada bulan ini mendesak pihak berwenang Xinjiang untuk memperluas secara ekstensif apa yang disebut pemerintah “perubahaan melalui edukasi”

Dalam makalah bulan Juni 2017 yang dipublikasikan oleh jurnal negara, seorang peneliti dari Sekolah Partai Komunis Xinjiang melaporkan bahwa hampir 588 peserta yang disurvei tidak mengetahui kesalahan apa yang mereka telah lakukan ketika mereka dikirim untuk re-edukasi. Tetapi setelah mereka dibebaskan, hampir semua – 98,8 persen – telah belajar dari kesalahan mereka, makalah itu mengatakan.

Perubahan melalui edukasi, peneliti itu menyimpulkan, “adalah sebuah obat permanen.”

1 juta  sedang Ditahan di Kamp re-edukasi

Di pagi yang dingin pada 23 Maret, 2017, Bekali berkendara menuju perbatasan China dari rumahnya di Almaty, Kazakhstan, mendapat stempel di passport Kazakhnya dan menyeberang untuk perjalanan kerja, tidak menyadari keadaan buruk yang akan dia masuki.

Bekali dilahirkan di China pada 1967 dengan orang tua etnis Kazakh dan Uyghur, dia pindah ke Kazakhstan pada 2006 dan menerima kewarganegaraan tiga tahun kemudian. Dia keluar dari China pada 2016, ketika pihak berwenang dengan tajam meningkatkan “Perang Rakyat terhadap Teror” untuk memberantas apa yang pemerintah sebut “separatisme dan ekstrimisme agama” di Xinjiang, sebuah wilayah besar China berbatasan dengan Pakistan dan beberapa negara Asia Tengah, termasuk Kazakhstan.

Xinjiang yang dia kenali tidak lagi sama seperti dulu. Mencakup semuanya, berbasis data pengawasan, yang  melacak penduduk wilayah dengan jumlah 12 juta Muslim, termasuk etnis Uyghur dan Kazakh. (The Guardian, hari Rabu (13/12/2017), pernah menyebutkan, pihak berwenang mengumpulkan basis data berupa iris mata dan golongan darah dari semua warga yang berusia 12 tahun hingga 65 tahun di Xinjiang. Tujuannya, untuk mengendalikan beberapa wilayah di China yang disebut para pakar sebagai “penjara terbuka”).* >> (BERSAMBUNG)

Sumber : Hidayatullah.com 

Gubernur Anies Tantang Tokoh Penyebut ‘Ada Masjid Radikal’ di Jakarta

Gubernur Anies Tantang Tokoh Penyebut ‘Ada Masjid Radikal’ di Jakarta

10Berita – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi santai terkait dugaan adanya puluhan masjid yang memberi tempat bagi penceramah dalam menyampaikan paham radikal. Anies meminta yang bicara hal tersebut menunjukkan masjid mana yang dimaksudnya.

“Ya yang ngomong suruh nunjukin (masjid yang mana),” tantang Anies di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (6/6).

Informasi tentang adanya masjid-masjid yang menjadi tempat penyebaran paham radikal datang dari cendekiawan Muslim Azyumardi Azra. Hal itu disampaikan mantan Rektor IAIN Jakarta dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan para cendekiawan Muslim di Istana Negara, Senin (4/6).

Ia mengatakan, terdapat sekitar 40 masjid di wilayah DKI yang memberikan ceramah mendekati radikalisme. Penceramah justru mengajarkan paham radikal dan intoleran.

Azyumardi mengungkapkan, para cendekiawan mengusulkan untuk menghadapi intoleransi memang harus komprehensif. Pemerintah harus memperkuat kembali koalisi sosial melalui, misalnya, pemantapan kembali semangat kebangsaan, kemudian juga kearifan lokal dan penguatan Islam wasatiyah.

Menurut dia, hal itu bisa dilakukan dengan lokakarya di perguruan tinggi melalui para dosen, guru, kemudian juga ketua-ketua BEM yang memang ini rentan terhadap intoleransi dan radikalisme. Terutama concern topiknya terkait peningkatan intoleransi dan radikalisme.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas tentang penyebaran paham khilafah. Azyumardi mengatakan, Presiden Jokowi telah meminta khatib di sejumlah masjid didominasi oleh mereka yang tidak memberikan ceramah mengenai paham kekhalifahan.

Azyumardi mengatakan, dalam salah satu survei yang dilakukan terdapat sekitar 40 masjid di wilayah DKI yang memberikan ceramah mendekati radikalisme. Penceramah justru mengajarkan radikal dan intoleran.

“Tapi Pak Jokowi menegaskan bahwa sebetulnya masalah itu sedikit banyak sudah diatasi. Karena dia sudah menugaskan ada orang, pimpinan dari lembaga sosial keagamaan tertentu, untuk melakukan perbaikan di dalam masjid,” ujarnya. (rol)

Sumber :rol, Eramuslim.com

Istri Ketua RT di Sidoarjo: Suami Saya Bukan Teroris, Semua Warga Siap Bersaksi

Istri Ketua RT di Sidoarjo: Suami Saya Bukan Teroris, Semua Warga Siap Bersaksi

10Berita, Jakarta – Sri Hartati sempat menolak diwawancara Kiblat.net perihal penangkapan suaminya, Imam Bahar pada 29 Mei lalu. Ia mengaku masih trauma dengan kasus yang menimpa suaminya. Namun, setelah diyakinkan, Sri akhirnya mau untuk memberikan penjelasan.

Ia mengungkapkan bahwa suaminya ditangkap saat berangkat menuju masjid untuk menunaikan shalat Dhuhur di daerahnya, Jl Raya Wisma Tropodo, kelurahan Tropodo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

“Hari Rabu minggu lalu bapak pamit shalat Dhuhur dan ditangkap di tengah jalan. Setelah itu 10 menit kemudian rumah saya digedor dengan tidak sopan oleh polisi,” katanya sambil menahan tangis, di Komplek DPR RI, Jakarta pada Selasa (05/06/2018).

Saat itu ada sekitar 20 polisi yang berada di luar rumah. Dan ada 15 polisi yang masuk ke dalam rumah. Ia memaparkan, polisi menyita beberapa barang, yaitu satu handphone dan satu laptop. Bahkan, polisi melakukan penangkapan tanpa surat tugas.

“Polisi menggeledah dan menangkap tanpa surat penangkapan. Barang bukti cuman HP, motor sama laptop aja. Mereka juga mau ngambil arang batok, lantas saya bilang ‘kamu mau fitnah apalagi dengan barang itu’. Dan sampai sekarang suami tidak ada kabar,” ucapnya.

Ia mengaku pernah mendatangi Kantor Polda Jawa Timur di Surabaya untuk mencari kabar suaminya dan membawa pakaian ganti. Namun, oleh polisi yang berjaga ia dilarang masuk dan barang-barang yang ia bawa dititipkan ke penjaga.

“Pakaian, Al-Quran, kurma saya kasihkan ke penjaga. Tapi pas saya tanya apakah suami di Polda, dia bilang nggak tahu,” tuturnya.

Sri mengungkapkan bahwa warga sekitar rumahnya banyak memberikan dukungan, baik kepada dirinya dan anak-anak. Ia mengaku bukan dari keluarga tertutup karena sering bergaul dengan masyarakat sekitar.

“Semua warga itu siap bila nanti dijadikan saksi. Karena memang suami saya ketua RT dan tidak ada kaitannya dengan aksi teror apapun,” tegasnya.

Anak-anak saya, lanjutnya, masih trauma. Tapi ia berpesan kepada dua anaknya untuk saling menguatkan satu sama lain. Maka, ia berharap agar suaminya segera dilepaskan.

“Saya berharap agar suami saya dilepaskan. Dan kalau memang tidak terlibat, jangan diada-adakan. Jangan dianiaya untuk mengakui sesuatu yang seharusnya tidak terbukti,” tukasnya.

Sumber : Kiblat.

Penyegelan Pulau Reklamasi Contoh Penegakan Hukum yang Tidak Tebang Pilih

Penyegelan Pulau Reklamasi Contoh Penegakan Hukum yang Tidak Tebang Pilih

10Berita , JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyegel Pulau D Reklamasi di Teluk Jakarta. PKS, partai pengusung Anies, mengapresiasi penyegelan itu.

“Apresiasi pada Gubernur DKI yang tegas menegakkan peraturan,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dikutip detikcom, Kamis (7/6/2018).

Menurut Mardani, langkah Anies menyegel bangunan-bangunan yang tak berizin di Pulau D, kawasan reklamasi Teluk Jakarta, itu sudah tepat.

Langkah tersebut, menurutnya, merupakan contoh penegakan hukum yang tidak tebang pilih.”Ini jadi contoh betapa pisau penegakan hukum itu harus tajam ke atas dan ke bawah,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin penyegelan di Pulau D reklamasi di Teluk Jakarta. Langkah ini diambil karena bangunan-bangunan di Pulau D tak berizin.

“Karena semua bangunan tidak memiliki izin tapi sudah melakukan pembangunan,” kata Kepala Dinas Cipta Karya, Penataan Kota, dan Pertanahan DKI Benny Agus Chandra di Pulau D reklamasi, Jakarta, Kamis (7/6).

Anies Baswedan menyegel 932 bangunan di Pulau D kawasan reklamasi Teluk Jakarta. Bangunan itu terdiri dari ratusan rumah dan rumah toko.

“Jumlah bangunan disegel 932 bangunan, terdiri dari 495 rumah, 212 rukan (rumah kantor), dan 313 jadi satu unit rukan dan rumah tinggal,” kata Anies di lokasi penyegelan, Pulau D, Jakarta, Kamis (7/6).

Sumber : Ngelmu.co

DHUAAAR!! Bawaslu Ungkap Pertemuan KPU dan Sekjen PSI, Warganet: Pantes MELEMPEM..

DHUAAAR!! Bawaslu Ungkap Pertemuan KPU dan Sekjen PSI, Warganet: Pantes MELEMPEM..


10Berita, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja mengkritik pertemuan antara Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan Raja Juli Antoni yang tak lain adalah Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurut Bagja, pertemuan tersebut tidak pantas dilakukan jika membicarakan soal kasus pelanggaran partai yang baru baru saja dilakukan.

“Kan KPU akan memberi keterangan pada besok harinya maka tidak pas jika mereka membicarakan hal itu (kasus dugaan pelanggaran kampanye) kepada orang yang dilaporkan (terkait pelanggaran itu),” ujar Bagja kepada wartawan di kantor Bawaslu, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu 6 Juni 2018.

Ia menolak berkomentar terkait adanya dugaan intervensi KPU dalam penanganan dugaan pelanggaran kampanye di luar jadwal yang dilakukan oleh kader kader PSI. Bagja menyebutkan keterangan KPU di Bareskrim Polri pekan lalu telah melemahkan semua bukti yang telah diungkap Bawaslu dalam penyelidikan sebelumnya.

Lebih jauh ia menyayangkan ketidak konsistenan KPU dalam menjalankan aturan karena dalam pemeriksaan beberapa waktu lalu, KPU merubah keterangan mereka.

Bagja menilai alasan KPU soal perbedaan keterangan akibat perbedaan pertanyaan itu tidak cukup kuat.

“Semestinya sederhana saja, menegaskan apakah ada kampanye yang di luar jadwal atau sesuai jadwal. Jika keterangan kelembagaan berubah-ubah maka KPU lembaga yang plinplan,” tukasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sekjen PSI Raja Juli Antoni mengakui telah menggelar pertemuan dengan KPU setelah pemeriksaan di Bareskrim Polri. Juli menyebutkan pertemuan itu tidak hanya membahas persoalan penanganan dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh PSI.

Ia menjelaskan, pertemuan itu salah satunya membahas masalah hukum yang sedang dihadapi PSI terkait dugaan pelanggaran kampanye di media massa. Namun, dia menyatakan pertemuan tersebut tidak terkait langsung dengan kasus.

“Masalah kasus yang sedang saya hadapi hanya bagian kecil dari seluruh perbincangan kami,” ujarnya.

Sumber: Politik Today

------

Terungkapnya pertemuan KPU dan PSI ini memicu kemarahan warganet.

"Pantesan KPU melempem ke PSI. Kayak kerupuk kesiram kuah baso :p," tulis akun @kakalebah.

"DUKUNG @Bawaslu_RI_ ! Pemilu JURDIL tugas Bawaslu ! TEGAKKAN TUGAS !" tulis akun @BangSiomay_123.

"Ibarat HAKIM bertemu TERSANGKA dlm kasus yg sedang ditangani. Rusaklah hukum," tulis akun @Irwank2k2.

"Laporan ke DKPP wajib KPU ganti personilnya," tulis akun @alidris8080.

Sumber :Portal Islam 

Puasa Orang-orang Yang Ditolak Allah

Puasa Orang-orang Yang Ditolak Allah

Referensi pihak ketiga

10Berita, Berpuasa di bulan ramadhan adalah kewajiban bagi setiap umat muslim. Dengan menahan nafsu makan, minum, amarah, dan perbuatan-perbuatan yang dilarang lainnya dari terbit fajar hingga terbenam matahari adalah usaha yang memerlukan perjuangan dan tekad yang keras. Namun, ada segolongan orang-orang yang sudah melakukan puasa dan menjaga hal-hal yang bisa mengurangi pahala puasa dan bahkan yang membatalkannya, ternyata masih juga ditolak oleh Allah.

Suatu waktu sahabat melihat Rasulullah mengucapkan amin hingga tiga kali usai salat Idul Fitri. "Amin.. Amin.. Amin." Tentu saja hal itu membuat heran sahabat. Sebab sebelum Nabi Muhammad SAW tak sedang berdo'a. Akhirnya sahabat bertanya. "Ada apa ya Rasul, kenapa engkau mengucapkan amin hingga tiga kali?"

"Tadi sehabis salat, datang malaikat Jibril kepadaku. Beliau berkata, 'Ya Muhammad, saya mau berdoa kepada Allah SWT, maukah engkau mengamini?' Aku jawab 'Tentu ya Jibril". Siapa sajakah orang-orang yang diaminkan Rasulullah di dalam do'a malaikat Jibril itu ? Berikut uraiannya.

Anak yang durhaka kepada orangtua

"Ya Allah SWT saya memohon kepada kepadaMu, jangan Engkau terima puasanya anak yang durhaka kepada ibu dan bapaknya," doa Jibril. Doa itu langsung diamini oleh Rasulullah.

Orang tua adalah orang yang sangat berjasa terhadap hidup kita. Mereka melahirkan dan menyayangi kita dari kecil hingga dewasa tanpa berkurang sedikitpun. Ridho seorang anak terletak dari restu orang tuanya. Jika diantara kita memiliki kesalahan kepada orang tua, segeralah untuk meminta maaf, sehingga puasa yang kita lakukan, mendapat ridho dan berkah dari Allah. Dengan demikian, puasa yang kita lakukan selama bulan ramadhan tidaklah sia-sia dan insyaallah akan diterima oleh Allah.

Istri yang durhaka kepada suami

"Ya Allah SWT saya memohon kepada kepadaMu, jangan Engkau terima puasanya istri yang durhaka kepada suami," doa Jibril. Doa itu langsung diamini oleh Rasulullah.

Wahai para wanita yang bersuami, suami adalah pemimpin dan imam bagi kalian, janganlah mendurhakai mereka dan menyakiti hati mereka. Karena hal tersebut bisa menjerumuskan kepada murkanya Allah. Dan perbuatan tersebut juga bisa membuat puasa yang telah dilakukan dengan bersusah payah tertolak.

Muslim yang tak mau memaafkan saudaranya sesama muslim

"Ya Allah SWT saya memohon kepada kepadaMu, jangan Engkau terima puasanya muslim yang tak mau memaafkan saudaranya sesama muslim," doa Jibril. Doa itu kembali diamini oleh Rasulullah.

Ketika ada orang yang bersalah kemudian mereka meminta maaf dengan sepenuh hati, segeralah memaafkan mereka walaupun itu berat. Tidak ada kesempurnaan pada diri ini, sungguh peluang untuk melakukan kesalahan pada diri manusia sangatlah besar. Berbesar hatilah untuk memaafkan, dan bagi sahabat yang sudah dimaafkan, janganlah mencoba untuk diulangi, karena memaafkan sungguh sangat sulit.

Semoga kita semua dijauhkan dari 3 perubatan di atas, sehingga amalan ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT. Amiiiiiiin

Sumber :

puasadanhikmah.com

LAGI.. Walikota Blitar dari PDIP Kena OTT KPK, PDIP Catat REKOR 2 Pekan 3 Kepala Daerah Ketangkap KPK

LAGI.. Walikota Blitar dari PDIP Kena OTT KPK, PDIP Catat REKOR 2 Pekan 3 Kepala Daerah Ketangkap KPK



10Berita - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) tadi malam, Rabu (6/6/2018). Kali ini, lembaga antirasuah itu menangkap tangan Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar.

Dalam OTT ini, Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi turut mengamankan uang sekitar Rp2 miliar.

"Estimasinya sekitar Rp2 miliar," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis dini hari, 7 Juji 2018.

Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar saat ini juga menjabat sebagai Ketua PDIP Kota Blitar.

Praktis dalam 2 pekan ini, ada 3 Kepala Daerah dari PDIP yang ditangkap KPK.

Sebelumnya Senin 4 Juni 2018, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Purbalingga Tasdi yang juga Ketua PDIP Purbalingga periode 2015-2020.

Sebelumnya lagi pada Kamis 24 Mei 2018 KPK juga meng-OTT Bupati Buton Selatan, Agus Feisal Hidayat (AFH) yang juga dari PDIP

Sumber: portal islam

Anies Segel Pulau D Reklamasi karena Semua Bangunan Tak Berizin

Anies Segel Pulau D Reklamasi karena Semua Bangunan Tak Berizin



10Berita - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin penyegelan di Pulau D reklamasi di Teluk Jakarta. Langkah ini diambil karena bangunan-bangunan di Pulau D tak berizin.

"Karena semua bangunan tidak memiliki izin tapi sudah melakukan pembangunan," kata Kepala Dinas Cipta Karya, Penataan Kota, dan Pertanahan DKI Benny Agus Chandra di Pulau D Reklamasi, Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Penyegelan dilakukan terhadap bangunan dan lahan. Terlihat spanduk penyegelan dibentangkan dan berbunyi, 'Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Peringatan, Lokasi Ini Ditutup untuk Memastikan Kepatuhan Terhadap Sanksi Penertiban yang Pernah Diberikan'.

Baca Juga: Ruko di Pulau D Reklamasi yang Disegel Anies

Ada pula spanduk yang dipasang di bangunan yang berbunyi, 'Bangunan Ini Disegel
Melanggar: 1. Peraturan Daerah Nomor: 1 Tahun 2014; 2. Peraturan Daerah Nomor: 7 Tahun 2010; 3. Peraturan Gubernur Nomor: 128 Tahun 2012'. Ada sejumlah bangunan yang disegel di pulau buatan ini.

"Bangunan, kita belum hitung. Yang jelas, hasil kajian kita ada 900 unit yang mereka (pengembang) informasikan," kata Benny.

Dengan penyegelan ini, segala aktivitas di Pulau D dihentikan. Kajian khusus akan dilakukan selanjutnya guna menentukan kebijakan selanjutnya.

"Kalau memang memungkinkan secara aturan, tidak masalah untuk dilanjutkan. Kalau tidak sesuai aturan, ya kita bongkar," ujar Benny.

sumber: detik