OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 08 Juni 2018

Jurnalis AS CIDUK KEBIADABAN Israel yang Edit Video Perawat Palestina Razan Al-Najjar dan Fitnah HAMAS

Jurnalis AS CIDUK KEBIADABAN Israel yang Edit Video Perawat Palestina Razan Al-Najjar dan Fitnah HAMAS


10Berita, Tak ada yang menduga bahwa kematian perawat cantik Razan al-Najjar akan dimanipulasi dengan sedemikian rendahnya oleh tentara Israel.

Melalui sebuah unggahan video pada akun twitter resmi mereka, Israel Defence Force (pasukan pertahanan Israel) mengedit pernyataan Razan dan memfitnah bahwa Razan adalah seseorang yang diumpankan oleh pasukan HAMAS sebagai perisai manusia.

— IDF (@IDFSpokesperson) June 7, 2018

Unggahan ini langsung dibantah oleh Batya Ungar-Sargon, seorang editor dari media Yahudi Amerika "The Forward". Batya dengan tegas mengatakan bahwa tentara Israel telah mengedit pernyataan viral Razan sebelum kematian menjemputnya. Batya pun menggarisbawahi pernyataan Razan yang SESUNGGUHNYA.

Menurut Batya, unggahan video yang dilakukan akun tentara Israel tersebut merupakan perbuatan sangat tercela.

This video is a despicable desecration of the dead. @IDFSpokesperson edited a video of the murdered medic Razan al-Najjar to say "I am a human shield," when what Razan ACTUALLY says is, "I'm here as a rescuing human shield to protect and save the wounded at the frontlines." https://t.co/t7ek4sdS07

— Batya Ungar-Sargon (@bungarsargon) June 7, 2018

Tak berhenti sampai di situ. Batya pun mengunggah video asli pernyataan Razan.

Here is the original: https://t.co/HHLjRHbiM2 (h/t @AliAbunimah). This editing of the video to make Razan sound like a tool of Hamas rather than a heroic woman breaking barriers and tending the wounded is doubly insidious given the "Pallywood" meme that the IDF loves.

— Batya Ungar-Sargon (@bungarsargon) June 7, 2018

Razan, seorang perawat yang bekerja secara sukarela untuk Palestinian Medical Relief Society (PMRS) bertugas di area yang hanya beberapa ratus meter dari rumah keluarganya memang telah menyentuh warga dunia.

Razan ditembak saat sedang lari menuju pagar perbatasan di dekat Khan Younis, Gaza, 1 Juni 2018. Dia sedang berusaha menolong korban yang terluka.

Mengenakan baju putih, seragam paramedis, Razan mengangkat tangannya tinggi-tinggi dengan sangat jelas, tapi tentara Israel tetap menembak Razan. Tembakan itu menembus dari dada hingga punggung dan menyebabkan Razan jatuh tersungkur dan tewas.

Mustafa Barghouti, Presiden PMRS, menjelaskan bahwa Razan ditembak di dada, meskipun dia jelas-jelas mengenakan rompi putih berlambang bulan sabit dan palang merah, dan lambang PMRS yang menandakan bahwa dia bagian tim medis.

Dalam perang, petugas medis adalah salah seorang yang tidak boleh dilukai apalagi ditembak sampai mati. Oleh karena itu, kematian Razan pun menyentak dan membuat dunia mengutuk kekejian Israel.

Sumber :Portal Islam 

Warga Disurvei, Jokowi Tumbang Hari Ini Dilibas Prabowo, Gatot Nurmantyo Capres Idola

Warga Disurvei, Jokowi Tumbang Hari Ini Dilibas Prabowo, Gatot Nurmantyo Capres Idola

Jokowi, Prabowo dan Gatot Nurmantyo

10Berita , JAKARTA – Petahana Presiden Joko Widodo berpeluang besar kembali bertemu atau rematch dengan mantan rivalnya di Pilpres 2014 lalu, yaitu Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Begitu temuan hasil survei Indonesia Network Election Survei (Ines) tentang Kepuasan Masyarakat Terhadap Kinerja Pemerintah Jokowi dan Peta Kekuatan Politik Menjelang Pemilu 2019 yang dirilis hari ini, Minggu (6/5/2018).

Direktur Ines, Oskar Vitrianto menyebutkan, dengan mengajukan pertanyaan terbuka atau top of mind, diperoleh Prabowo mampu ungguli Jokowi jika Pilpres digelar pada hari ini.

“Dalam pertanyaan terbuka, jawaban responden kami 50,2 persen memilih Prabowo Subianto sebagai presiden 2019,” ujarnya dalam konferensi pers hasil survei Ines di Mess Aceh, Menteng, Jakarta Pusat.

Sementara, lanjut Oskar, Jokowi sebagai petahana hanya memperoleh 27,7 persen responden. Adapun tokoh lain yang diminati untuk dijadikan presiden adalah mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmatyo dengan angka 7,4 persen.

Survei yang dilakukan Ines ini melibatkan 2.180 responden dari 408 kabupaten/kota di 33 propinsi dalam periode 12-28 April 2018.

Survei dengan metode multistage random sampling ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error plus minus 2,1 persen.

Sumber : POJOKSATU.id

Publik Mengapresiasi Mundurnya Yudi Latif dari Ketua BPIP, Ditunggu Langkah Sama dari Pejabat 100 Juta

Publik Mengapresiasi Mundurnya Yudi Latif dari Ketua BPIP, Ditunggu Langkah Sama dari Pejabat 100 Juta


10Berita, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudi Latif, secara mengejutkan mengundurkan diri dari jabatannya pada hari ini, Kamis 7 Juni 2018.

Ihwal pengunduran diri dari Kepala BPIP itu disampaikan Yudi Latif melalui akun Facebooknya.

Seperti diketahui, setahun lalu 7 Juni 2017, Yudi Latif dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala (Pelaksana) Unit Kerja Presiden-Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Pada Februari 2018 UKP-PIP bertransformasi menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dimana Yudi Latif  tetap menjabat sebagai Kepala BPIP.

Pada 23 Mei 2018, Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 42/2018 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Pejabat BPIP. Perpres ini bikin heboh publik tanah air lantaran gaji Ketua Dewan Pengarah BPIP, Megawati, mencapai Rp 112 juta/bulan. Juga Anggota Dewan Pengarah BPIP seperti Prof Mahfud MD digaji total Rp 100 juta/bulan.

Di tengah hiruk pikuk BPIP ini, tiba-tiba Yudi Latif mengucapkan pamit untuk mundur dari jabatan Kepala BPIP dengan gaji yang lumayan besar walau tak sebesar Mahfud MD dkk.

Pengunduran diri Yudi Latif ini mendapat apresiasi luas dari publik.

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menyambut baik mundurnya Yudi Latif dari lembaga BPIP. Menurutnya lembaga semacam BPIP memang tidak dibutuhkan.

"Yudi Latief mundur? Saya tak kaget. Seorang moralis seperti dia tak akan betah berlama-lama di suatu lembaga semacam BPIP, yang bagi saya sendiri memang tak dibutuhkan. Pancasila harus hidup dari masyarakat secara bottom up, tidak top down dari negara. Negara cukup memberi contoh baik. Salut Yudi🙏," kata Refly Harun melalui akun twitternya @ReflyHZ, Jumat (8/6/2018).

Yudi Latief mundur? Sy tak kaget. Seorang moralis sprt dia tak akan betah berlama-lama di suatu lembaga semacam BPIP, yg bagi sy sendiri memang tak dibutuhkan. Pancasila hrs hidup dr masy scr bottom up, tdk top down dr negara. Negara cukup memberi contoh baik. Salut Yudi🙏

— Refly Harun (@ReflyHZ) 7 Juni 2018

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut apa yang dilakukan Yudi Latif itulah cermin Pancasilais.

"Apa yang dilakukan oleh Yudi Latief saya kira sangat Pancasilais. Mundur ketika ada yang tidak benar dan tidak sanggup menangani, tanpa perlu mati2an merangkai kata pembenaran," ujar Dahnil A Simanjuntak di akun twitternya (@Dahnilanzar).

Dahnil sepertinya menyinggung Prof. Mahfud, yang membela diri soal gaji 100 juta dengan menyampaikan kultwit di twitter beberapa waktu lalu saat awal heboh gaji fantastis pejabat BPIP.

Apa yang dilakukan oleh Yudi Latief saya kira sangat Pancasilais. Mundur ketika ada yg tidak benar dan tidak sanggup menangani, tanpa perlu mati2an merangkai kata pembenaran.

— Dahnil A Simanjuntak (@Dahnilanzar) 8 Juni 2018


Pak Yudi tetap menjaga integritas dan moralitas, tidak haus kekuasaan, BEDA dengan anggota pengarah bpip, haus kekuasaan dgn 1001 pembenaran, mereka telah tereduksi, tidak pantas menjadi tokoh...

— PEMERHATI DESA (@PEMERHATI_DESA) 8 Juni 2018


Setuju Bang,kita rakyat yg selama ini menjaga dan mengamalkan pancasila tdk pernah minta bayaran..!!
Itu hanya pemborosan anggaran yg sebenarnya tdk perlu..!!

— #2019GantiPresiden (@AzizTukijo) 8 Juni 2018


— rezim200 (@pentilbeko) 8 Juni 2018


ga perlu gelar profesor utk bisa bersikap seperti itu

— JEMPOL NKRI (@Ikhwanspd) 8 Juni 2018


Salut untuk Mas Yudi Latif yg mundur dari jabatan Kepala BPIP dan Mas Anies Baswedan yang dengan gagah berani membabat habis kemaksyiatn di DKI dan menyegel semua bangunan liar tanpa ijin di pulau reklamasi. Mereka sangat paham apa yang harus dilakukan. #2019GantiPresiden

— MUSTOFA NAHRAWARDAYA (@NetizenTofa) 8 Juni 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Isu Cinlok Grace – Ahok di Balik Kemarahan Tommy Soeharto

Isu Cinlok Grace – Ahok di Balik Kemarahan Tommy Soeharto

Salah satu kegiatan PSI. Sumber: screenshot YouTube.

10Berita, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie resmi melaporkan akun penyebar gosip dirinya menjalin hubungan terlarang dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Polda Metro Jaya. Dugaan adanya keterlibatan intelijen dan balas dendam Partai Berkarya milik Tommy Soeharto merebak karena sebelumnya PSI merilis video yang menjelek-jelekkan era Orde Baru.

Grace Natalie yang biasa tampil humble tidak mampu menutupi kegusarannya membaca cuitan akun @Hulk_idn di Twitter dan akun instagram @prof.djohkhowie. Pasalnya, Hulk_idn menyebut Grace terlibat cinta lokasi (cinlok) dengan Ahok di mana motifnya mencari dana untuk mendirikan PSI. Berikut cuitan @ Hulk_idn seperti dikutip detik.com (7/6/18):

"Dana PSI berasal dari taipan 9 naga | awalnya grace natalie adalah wartawan biasa yang tidak punya modal untuk bikin partai | grace mendapat tugas untuk wawancara Ahok | Ahok bertemu dengan Grace dan terjadilah cinta lokasi| *infovalid"

"Cinta lokasi Ahok dan grace berlanjut ke tempat tidur | Ahok dan grace berbuat seperti suami istri | grace mendapat hadiah dari Ahok berupa kenalan taipan 9 naga | Ahok yang jadi perantara antara Grace dan taipan 9 naga | akhirnya 9 naga gelontorokan dana untuk PSI".

Grace Natalie. Foto: detik.com

Sedangkan terhadap akun @prof.djohkhowie, Grace berang karena menampilkan gambar-gambar dengan disertai keterangan yang dianggap melecehkannya dirinya. Grace meyakini, cuitan dan penyebaran gambar-gambar tersebut memiliki motif politik karena isinya propaganda. Grace yang pernah melakukan sesi pemotretan untuk majalah dewasa, menyebut isu keterlibatan partainya dengan 9 naga (taipan) bukan hal baru.

Namun, menurut Grace, fitnah kali ini sangat menyakitkan, bagian dari pembunuhan dan adanya ancaman penyebaran video. Grace membantah memiliki video seperti yang disebutkan pengancamnya.

Tanpa mengabaikan kemungkinan gimmick, memang sulit mengelak adanya motif poilitik di balik tudingan selingkuh dan penyebaran foto-foto Grace yang dibuat kolase. Tetapi siapa di balik kedua akun medos tersebut? Ini yang menarik. Sebab Grace, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, dan ketua DPP PSI Tsamara Amany Alatas sering terlibat debat panas dengan banyak pihak, termasuk Fahri Hamzah. Video PSI yang menyanjung pemerintahan Presiden Jokowi sambil menghujat era orde baru, sempat membuat Sekjen Berkarya Priyo Santoso. Menurut mantan politiis Golkar ini, cara-cara yangd dilakukan PSI sudah melampaui batas.

“(Video PSI berisi) kampanye hitam, tendensius. Menghancurkan dan merusak nama baik Pak Harto, keluarga, termasuk diri pribadi ketua umum kami, yaitu Tommy Soeharto, dengan cara-cara yang tidak baik, provokatif, sombong,” ujar Priyo.

Mengaitkan akun @Hulk_idn dan @prof.djohkhowie dengan Partai Berkarya, bukan saja terlalu spekulatif, namun juga ngawur jika hanya didasarkan pada kegeraman Priyo. Demikian juga jika dikaitkan dengan sakit hati para pendukung Veronica Tan- istri Ahok yang sudah diceraikan karena dituding telah berselingkuh dengan Julianto Tio. Terlalu jauh dan mengada-ada.

Tommy Soeharto. Foto: ist

Lalu siapa sebenarnya di balik akun @Hulk_idn dan @prof.djohkhowie? Selain kemungkinan di atas, ada beberapa kemungkinan lainnya. Pertama, seseorang yang terkait dengan dunia intelijen dan memiliki kaitan dengan kekuatan partai tertentu. Sebab bukan hanya partai baru, termasuk Partai Berkarya. yang menjadi rival PSI. Parrta-partai lama juga merasa terusik karena PSI merusak basis massa-nya. Sebagai ilustrasi, pendukung Ahok kemungkinan condong memilih PSI daripada PDIP karena PSI memang lebih “mewakili” Ahok, terlebih dengan keberadaan Sunny Tanuwidjaja.

Kedua, seseorang yang memiliki kedekatan dengan Grace Natalie dan PSI namun kemudian merasa sakit hati dan kini bergabung dengan “musuh” PSI.

Ketiga, bagian dari strategi untuk menguasai ruang publik. Artinya kasus ini hanya gimmick yang sengaja diciptakan agar PSI tetap mendominasi pemberitaan di media massa. Kemungkinan ini perlu dimasukkan jika melihat pola campaign pentolan PSI di mana mereka sangat sigap masuk ke isu-isu yang tengah menjadi perhatian publik.

Kemungkinan mana yang benar, masih membutuhkan pembuktian. Kita berharap kepolisian bisa bertindak cepat membuka tabir ini sehingga gelaran Pemilu dan Pilpres 2019 benar-benar dapat berlangsung secara fair dan damai sehingga masyarakat bebas menentukan pilihan tanpa direcoki isu-isu “murahan”. @yb

Sumber :UC News 

TELAK! Elisa Sutanudjaja BONGKAR Dusta Pendukung Ahok yang Klaim Bangunan di Pulau D Sudah Disegel Ahok

TELAK! Elisa Sutanudjaja BONGKAR Dusta Pendukung Ahok yang Klaim Bangunan di Pulau D Sudah Disegel Ahok


10Berita, Penyegelan bangunan di Pulau Reklamasi oleh Anies Baswedan rupanya membuat panas para pendukung Ahok. Mereka pun menilai penyegelan yang dilakukan Anies bukan sesuatu yang istimewa. Pasalnya, menurut klaim mereka, Ahok sudah menyegel bangunan di Pulau B dan D sejak tahun 2014.

— Ezki Suyanto (@ezkisuyanto) June 7, 2018

Sayangnya, klaim ini dibantah telak Elisa Sutanudjaja, arsitek andal sekaligus aktivis urban perkotaan yang beberapa kali diserang pendukung Ahok karena vokal membela kepentingan warga yang digusur paksa.

Koreksi ya:
1. Yg ada bangunan hny Pulau D
2. Pulau B blm dibangun sama sekali. & sebagian di wil Tangerang.
3. Pulau C sdh dibangun 2/3
4. Thn 2014 blm ada bangunan, jd apa yg disegel?
5. Gubernur segel bangunan April 2016. Tp dari 200++ bangunan 1/2 jadi per 2017 sdh jadi 900+ https://t.co/gLtICjobk2

— Elisa Sutanudjaja (@elisa_jkt) June 8, 2018

Saran aja, drpd sibuk ‘bela entah siapa dgn bilang si itu 2014 & 2016 sudah segel’, lebih baik lihat kedepan dan dorong Pemrov DKI utk benar2 serius menindak Pulau Palsu.

Toh 2x segel sblm jg terbukti palsunya, scr jalan terus konstruksinya. 


Mari skrg jaga spy tdk terulang.

— Elisa Sutanudjaja (@elisa_jkt) June 8, 2018

Menariknya, sebagian orang komentar ‘kok gak diratain aja sekalian, nanti keburu ijinnya beres’.
Dan saya mau bilang ke mereka: ITULAH YANG TERJADI DI 2016!
*loe kemana aje tong*. 


Kamu yg komentar spt itu sbtlnya pengen ngetes gubernur atau benar2 peduli pd masalah reklamasi?

— Elisa Sutanudjaja (@elisa_jkt) June 8, 2018

Bantahan Elisa juga dikuatkan oleh warganet lain.

— Rio (@RioRantas) June 8, 2018

Maksudnya di era Ahok penyegelan dilakukan, tapi diabaikan pengembang dan pembangunan jalan terus, kan? https://t.co/UYTqMtpxlA

— Ties Ahayuningtyas (@ahayuningtyas) June 7, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Soal Penyegelan Pulau D, Anies; Apa Gubernur Harus Diam Saja Liat Bangunan Tanpa IMB?

Soal Penyegelan Pulau D, Anies; Apa Gubernur Harus Diam Saja Liat Bangunan Tanpa IMB?

10Berita – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan ada atau tidaknya bangunan di Pulau D reklamasi, Teluk Jakarta, tidak akan mengubah tindakan Pemprov DKI untuk menyegelnya.

Anies menegaskan, Gubernur tidak mungkin diam saja ketika ada bangunan yang didirikan tanpa IMB (izin mendirikan bangunan).

“Terus gimana, apakah gubernur harus diam saja kalau ada bangunan yang dibangun tanpa menggunakan IMB? Ya harus ditindak,” ujar Anies menegaskan, di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (8/6).

Menurut Anies, justru keliru kalau Gubernur mendiamkan proyek yang dikelola oleh PT Kapuk Niaga Indah, anak perusahaan dari Agung Sedayu Group tersebut.

“Karena saya fokusnya penindakan pada penegakkan aturan, ya itulah jawabnya,” ucapnya.

Selain itu, orang nomor satu di DKI ini juga menjelaskan seperti apa nasib ke depan bangunan-bangunan yang telah berdiri di sana. Mengingat, lebih dari 900 bangunan telah dibangun di dalam Proyek Golf Island Pantai Indah Kapuk tersebut.

Anies menuturkan, saat ini bangunan memang telah disegel. Namun sesudah ada badan pelaksana reklamasi sesuai amanat Keppres Nomor 52 Tahun 95 Tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta, akan disusun rencana untuk wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dari rencana. Nantinya rencana itu yang akan dituangkan di dalam tata ruang yang selanjutnya akan diperdakan.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Kemudian, setelah hadir perda, lanjut Anies, baru akan dibicarakan mengenai pembagian zona bangunan. Karena rencana tata ruang zonasi yang belum ada saat ini, proyek tersebut dihentikan dulu.

“Mana wilayah menjadi zona perkantoran, mana zona perumahan, mana zona hijau, mana zona biru, mana tempat untuk fasilitas sosial, fasilitas umum, jalannya bentuk bagaimana, lebarnya berapa, itu semua harus ditentukan dulu lewat perda. Kita akan bereskan itu,” tuturnya.

Anies pun optimistis perda itu dapat disahkan pada tahun ini. Sebab, rancangan perda atau raperda tersebut sebelumnya telah ada.

“Kita tinggal menuntaskan saja. Kenapa waktu itu saya cabut raperdanya, supaya kita mengajukan lagi, itu sesuai dengan apa yang digariskan Keppres dan yang digariskan Keppres itu nanti di tim badan pelaksana,” kata Anies.

Namun dia masih belum mengungkapkan kepada siapa proyek tersebut diperuntukan. “Begini, semuanya nanti akan diatur,” imbuhnya. ()

Sumber : Mdk, Eramuslim.com

HNW; Sepanjang Sejarah Dunia, Islam Justru Jadi Korban Terbesar Teroris

HNW; Sepanjang Sejarah Dunia, Islam Justru Jadi Korban Terbesar Teroris

10Berita – Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid geram dan menegaskan bahwa Islam adalah korban teroris terbesar dalam sejarah. Hal ini disampaikan Politisi PKS menolak stigma bahwa Islam lekat dengan aksi terorisme dan radikalisme.

“Kalau mau jujur, justru umat Islamlah yang menjadi korban teror terbesar sepanjang sejarah,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (8/6).

Hal itu dikatakan Hidayat saat memberikan ceramah pada acara Kajian Ramadan UNY 1439 Hijriah di Masjid Al-Mujahidin Kampus Universitas Negeri Yogyakarta, Kamis (07/06) sore.

Ia menyatakan hal itu saat menjawab keprihatinan seorang jemaah Muslimah bahwa dari banyak agama di Indonesia hanya Islam yang sering dituduh sebagai teroris seperti memakai cadar, berjanggut panjang hingga solidaritas terhadap Palestina.

Namun Hidayat menegaskan bahwa semua itu tidak ada kaitannya dengan terorisme. Ia mengatakan bahwa memakai cadar, berjenggot dan solidaritas Palestina memang bersumber dari nilai Islam.

“Simbol-simbol itu tidak ada kaitannya dengan terorisme karena bersumber dari nilai Islam,” jelasnya seraya memaparkan bahwa tuduhan itu tidak beralasan.

Dia mencontohkan istri seorang anggota polisi di Polda Riau yang bercadar namun ternyata merupakan korban teror beberapa waktu lalu. Kemudian ia mencontohkan Kiai Agus Salim, seorang pejuang dan pendiri bangsa yang juga berjenggot panjang.

“Apakah Agus Salim termasuk terorisme? tentu saja tidak,” tegasnya.

Selain itu, ia juga memberi contoh mengenai solidaritas terhadap Palestina yang pertama kali dilakukan oleh Bung Karno. Bukti solidaritas tersebut ditunjukan dengan menolak Israel menjadi peserta KTT Asia Afrika di Bandung pada 1955 dengan alasan Israel menjajah Palestina.

“Selama Israel menjajah Palestina, maka selama itu pula Indonesia tak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel,” ujar Hidayat.

Bukan itu saja, ia mengatakan bahwa Bung Karno juga pernah melarang tim sepakbola Indonesia bertanding melawan kesebelasan Israel dengan alasan yang sama. Bung Karno, ungkap Hidayat, memegang prinsip lebih baik tidak mengikuti Piala Dunia daripada bertanding dengan Israel. Sehingga tidak alasan untuk menyebut solidaritas terhadap Palestina sebagai tanda terorisme.

“Kalau mau jujur, pelaku teror terbesar di dunia itu bukan karena agama dan bukan pula pengikut agama. Teror tidak mendatangkan keuntungan bagi agama apa pun,” ungkapnya.

Oleh karena itu, menurutnya, tuduhan terhadap Islam sebagai radikalisme atau terorisme tak perlu ditanggapi dengan melakukan penghakiman jalanan. Jika perlu, kata dia, ajak para pelaku radikalisme tersebut untuk berdiskusi lalu paparkan fakta-fakta bahwa umat Islam itu bukan teroris.

Hidayat menilai perlu adanya komunikasi atau dialog dengan mereka yang melakukan fitnah terhadap Islam dan umatnya. Tentunya, ia berharap umat Islam memiliki wawasan yang lebih hebat dan lebih bagus untuk mengalahkan argumen para teroris.

“Tapi kita perlu mengajak mereka berdiskusi, kita ajukan fakta atau data bahwa Islam bukan teroris, bukan radikalis, dan Islam tidak seperti yang mereka bayangkan,” jelas Hidayat.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa umat muslim perlu mencontoh Rasulullah dalam menyelesaikan masalah agar tidak menimbulkan konflik lain.

“Dalam menyelesaikan masalah kita perlu mencontoh Rasulullah. Bahwa sikap dasar Rasulullah adalah tidak menghadirkan konflik, tidak menghadirkan permusuhan, tidak membunuh, dan tidak pula melakukan teror, walau Rasulullah sendiri mendapat teror luar biasa,” pungkasnya. ()

Sumber :dtk

Prof. Suteki: SENJAKALA KEBEBASAN ASN AKADEMIKUS

Prof. Suteki: SENJAKALA KEBEBASAN ASN AKADEMIKUS


SENJAKALA KEBEBASAN ASN AKADEMIKUS

Oleh: Prof Suteki*

Inikah akhir skenario cerita yang sudah disiapkan karena framingnya adalah: Suteki menyebarkan RADIKALISME yang harus ditindak?

Baiklah, semuanya itu belum terbukti. Persoalan KHILAFAH --yang dinilai sebagai faham radikalisme-- selalu jadi kambing hitam untuk memojokkan saya karena saya menjadi AHLI JUDICAL REVIEW Perppu Ormas di MK dan Gugatan HTI di PTUN Jakarta Timur. Fairkah ini?

Apatah yang musti saya katakan? Bahkan "SUMPAH POCONG" pun tak akan membuat bathin menggeliat yakin bahwa saya TIDAK ANTINKRI dan ANTI PANCASILA, apalagi hanya 1000 dalih dan dalil saya tandingkan dan sandingkan.

Benarkah hanya bicara tentang KHILAFAH kemudian disimpulkan bahwa ybs adalah seorang penyebar faham radikalisme? Katanya ini negara demokrasi? Masih adakah ruang untuk diskusi --di manapun, baik di dalam maupun di luar kampus-- agar persepsi saling dipahami sehingga tidak berakhir dengan PERSEKUSI layaknya yang saya alami ini?

Memang betul tidak ada kebebasan tanpa batas, tetapi ketika batas itu semakin membuat kita tidak mampu sedikit pun membuka tabir kebebasan itu, masihkah pantas kita kukuhi batas itu tanpa peduli? Kebebasan terbatas yakni dibatasi oleh kebebasan orang lain. Itu yang disebut kebebasan yang bertanggung jawab. Kalau hanya sebatas wacana, diskusi tentang ideologi, sistem pemerintahan dll, apakah hal itu mengganggu kebebasan orang lain? Apakah memaksa orang lain? Apakah ada tindakan kekerasan kepada pihak lain?

Saya sudah menentukan koordinat, bahwa khilafah itu menurut buku yang saya baca, adalah bagian dari ajaran yang dipelajari dalam ISLAM. Persoalan sistem itu TIDAK ATAU BELUM KOMPATIBEL di Indonesia itu soal lain. Mengapa? Karena kita bersepakat membangun negeri ini hingga sekarang dalam sistem pemerintahan DEMOKRASI PANCASILA. Jadi, saya ingin tegaskan bahwa meyakini khilafah itu sebagai bagian dari ajaran Islam TIDAK IDENTIK DENGAN MENDUKUNG HTI karena khilafah bukan ajaran HTI melainkan HANYA SEBAGIAN ajaran Islam. Itu sekali lagi penafsiran saya atas referensi yang saya baca.

Salahkan seorang ASN seperti saya memiliki penafsiran dan sikap seperti itu? Apakah saya penyebar radikalisme? Ayolah, cobalah kita mau berpikir jernih. Tidak elok menjadi pendedam yang hanya berangkat dari asumsi dan narasi yang belum tentu benar adanya. Semua itu hanya akan mendesak makin dekatnya senjakala kebebasan ASN akademikus.

Bolehkah saya berteriak pula:
Saya mencintai Indonesia!
Saya mencintai NKRI!
Saya mencintai Pancasila!...seperti juga Anda? Ingatlah, Anda bukan satu-satunya pihak yang boleh mengklaimnya karena PANCASILA itu milik BERSAMA.

Masih juga tidak percaya?


___
*dari tulisan Prof. Suteki di akun fbnya (7/6/2018)
Link: https://www.facebook.com/princee.suteki/posts/375334282977206

Nasib Bangunan Ilegal di Pulau Reklamasi Tunggu Dua Raperda Rampung

Nasib Bangunan Ilegal di Pulau Reklamasi Tunggu Dua Raperda Rampung

10Berita, Dasar hukumnya adalah raperda zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K) dan raperda tata ruang pntai utara Jakarta.Pemprov DKI juga telah memberikan sanksi kepada PT KNI sebagai pemegang konsesi reklamasi untuk Pulau A-E.

Rumah yang sudah selesai dibangun di Cluster Perumahan Orchestra di Pulau D, pulau hasil reklamasi di pantai Jakarta Utara, disegel Pemprov DKI Jakarta, Kamis (7/6/2018). ( Foto: Berita Satu / Lenny Tambun )

Meskipun sudah menyegel 932 bangunan tak berizin di pulau reklamasi, yakni Pulau D, Jakarta Utara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tidak bisa langsung membongkar ratusan bangunan itu.

Kepala Seksi Penindakan Dinas Cipta Karya DKI Jakarta, Iwan Kurniawan, mengatakan Pemprov DKI tidak bisa membongkar ratusan bangunan yang terdiri dari rumah kantor (rukan) dan juga rumah tinggal di Pulau D tersebut.

“Pembongkaran tak bisa dilakukan secara langsung karena saat ini pemerintah masih menggodok dasar hukum pembangunan properti dan penataan ruang di pulau reklamasi,” kata Iwan, Jumat (8/6).

Dasar hukumnya adalah raperda zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K) dan raperda tata ruang pntai utara Jakarta yang sebelumnya ditarik dari Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI.

"Raperda zonasi dan raperda reklamasi masih dibahas. Itu jadi pertimbangan sebelum dibongkar," ujarnya.

Dijelaskan, penyegelan bangunan yang dilaksanakan Kamis (7/6) bukanlah yang pertama kali. Penyegelan telah dilakukan pada 2015 dan 2016.

Sanksi pertama tertuang dalam surat peringatan (SP) Kepala Dinas No 766/076.93/SP/U/VII/2015 yang dikeluarkan pada 8 Juli 2015, Surat Segel (SS) No 831/076.93/SS/I/VII/2015 pada 27 Juli 2015, dan Surat Perintah Bongkar No 1000/076.93/U/VIII/2015 pada 24 Agustus 2015.

Selanjutnya, ada jawaban dari Surat Pernyataan Direktur PT Kapuk Naga Indah (PT KNI) pada 7 April 2016 yang akan menghentikan kegiatan pembangunan secara menyeluruh sampai diterbitkan izin mendirikan bangunan (IMB).

Namun, janji tersebut ternyata tak ditepati. Pasalnya, terbit Surat Peringatan Kepala Dinas Penataan Kota DKI Jakarta No. 619/-1.711.53 tanggal 18 April 2016, terkait larangan untuk melakukan segala bentuk kegiatan pemasaran properti, sesuai Peraturan Gubernur No 88/2008 tentang peluncuran dalam rangka pemasaran properti.

Pemprov DKI juga telah memberikan sanksi kepada PT KNI sebagai pemegang konsesi reklamasi untuk Pulau A-E. Anak usaha PT Agung Sedayu Group tersebut telah menyelesaikan pembangunan Pulau D dan sebagian Pulau C.

“Jadi pelaksanaan penyegelan kemarin itu sudah yang ketiga. Kita lakukan penutupan lokasi dengan cara pemasangan kembali papan segel dan papan peringatan. Lokasi ini harus steril dan tak boleh ada kegiatan apa pun," terangnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI, Benny Agus Chandra mengungkapkan, setelah dua kali melakukan penyegelan, pilihan untuk melakukan pembongkaran sudah sempat dipikirkan. Namun, pihaknya tidak mau Pemprov DKI asal dalam mengambil tindakan tersebut.

“Karena itu, kami sekarang meminta PT KNI menghentikan semua kegiatan di Pulau C dan D. Termasuk kegiatan konstruksi dan pemasaran properti di lahan reklamasi,” kata Benny.

Langkah selanjutnya setelah penyegelan yang dilakukan kemarin, Kamis (7/6), adalah Pemprov DKI sedang membuat kajian khusus.

“Kami akan audit (bangunan) secara menyeluruh. Kalau tiba-tiba dibongkar ternyata sesuai (raperda disetujui), kan sayang juga," tuturnya.

Sumber: BeritaSatu.com

Perbatasan Negara Paling Unik di Dunia, Nyesel Nggak Lihat!

Perbatasan Negara Paling Unik di Dunia, Nyesel Nggak Lihat!

10Berita, Setiap negara memiliki batas wilayah. Batas wilayah bertujuan untuk menunjukan wilayah mana yang merupakan milik negara tersebut. Biasanya, batas negara akan dibuat menggunakan tembok atau jeruji besi berduri sepanjang ratusan kilometer, yang dilengkapi dengan penjagaan yang sangat ketat supaya tidak ada orang asing yang bisa masuk dengan mudah.

Namun di beberapa negara, batas ini dibuat sangat sederhana, bahkan sangat unik. Seakan-akan mereka tidak takut ada orang asing yang masuk ke wilayah mereka. Nah langsung saja, berikut adalah beberapa perbatasan paling unik di dunia!

Perbatasan Canada dan Amerika Serikat

Image: facebook.com/Photospot/photos/a.933523649996850.1073741828.933515069997708/2153876757961527/?type=3&theater

Perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko

Image: facebook.com/Photospot/photos/a.933523649996850.1073741828.933515069997708/2153876757961527/?type=3&theater

Perbatasan Brazil (kiri) dan Uruguay (kanan)

Image: facebook.com/Photospot/photos/a.933523649996850.1073741828.933515069997708/2153876757961527/?type=3&theater

Perbatasan Slowakia dan Polandia

Image: facebook.com/Photospot/photos/a.933523649996850.1073741828.933515069997708/2153876757961527/?type=3&theater

Perbatasan Yunani (kiri) dan Turki

Image: facebook.com/Photospot/photos/a.933523649996850.1073741828.933515069997708/2153876757961527/?type=3&theater

Perbatasan Inggris (kiri) dan Skotlandia (kanan)

Image: facebook.com/Photospot/photos/a.933523649996850.1073741828.933515069997708/2153876757961527/?type=3&theater

Polandia (kiri) dan Ukraina (kanan)

Image: facebook.com/Photospot/photos/a.933523649996850.1073741828.933515069997708/2153876757961527/?type=3&theater

Perbatasan Belanda (NL) dan Belgia (B)

Image: facebook.com/Photospot/photos/a.933523649996850.1073741828.933515069997708/2153876757961527/?type=3&theater

Perbatasan Jerman (kiri) dan Belanda (kanan)

Image: facebook.com/Photospot/photos/a.933523649996850.1073741828.933515069997708/2153876757961527/?type=3&theater

Perbatasan Argentina, Brazil, dan Paraguay

Image: boombastis.com

Perbatasan Swedia dan Norwegia

Image: boombastis.com

Perbatasan Slovakia, Autria, dan Hungaria

Image: boombastis.com

Asia dan Eropa

Image: facebook.com/Photospot/photos/a.933523649996850.1073741828.933515069997708/2153876757961527/?type=3&theater

Bonus! Perbatasan Indonesia dan Malaysia di Pulau Kalimantan

Image: dagelan,co

Referensi pihak ketiga

Itulah beberapa perbatasan negara di dunia yang paling unik. Bagaimana pendapat Anda?

Sumber:

Boombastis.com/perbatasan-negara/27649

Facebook.com/pg/Photospot/photos/?ref=page_internal