OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 12 Juni 2018

Faizal Assegaf: AHY Politisi Ingusan Hidup dalam Delusi, Jiwa dan Nalarnya Dipasung Ambisi Buta SBY

Faizal Assegaf: AHY Politisi Ingusan Hidup dalam Delusi, Jiwa dan Nalarnya Dipasung Ambisi Buta SBY

Ketua Progres 98 Faizal Assegaf melontarkan sindiran kepada Agus Harimurti Yudhoyono.

AHY dan Faizal Assegaf - Kolase/TribunWow.com

10Berita - Ketua Progres 98 Faizal Assegaf melontarkan sindiran kepada Agus Harimurti Yudhoyono.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter@faizalassegaf yang diunggah pada Senin (11/6/2018).

Faizal Assegaf mengatakan jika AHY merupakan sosok yang baik secara jasmani.

Akan tetapi menurut Faizal Assegaf, jiwa dan nalarnya terlanjur dipasung oleh ambisi sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia pun menyebut jika AHY adalah politisi ingusan yang hidup dalam delusi.

@faizalassegaf: AHY sosok yg baik scr jasmani, tp jiwa & nalarnya terlanjur dipasung oleh ambisi buta SBY.

Terlebih AHY kejebak harapan palsu yg disuguhi loyalis Century, diklaim pantas jd capres/cawapres, faktanya di Pilgub DKI aja ga laku.

Alhasil politisi ingusan itu hidup dlm delusi.

*FA*

Postingan Faizal Assegaf (Capture/Twitter)

Diberitakan sebelumnya, AHY melakukan orasi bertajuk "Dengarkan Suara Rakyat" yang ditayangkan secara live di sebuah stasiun TV pada Sabtu (9/6/2018).

Dalam orasinya AHY menyoroti sejumlah hal yang kesimpulannya dibagikan oleh sang Ibu, Ani Yudhoyono.

@aniyudhoyono: Orasi AHY “Dengarkan Suara Rakyat”, Jakarta 9 Juni 2018.

1. Hasil tidak pernah mengkhianati usaha.

2. Etika berbangsa dan bernegara sangat ditentukan oleh karakter bangsa itu sendiri.

3. Jika Pemimpin menghormati dan menyayangi rakyatnya, maka rakyat juga akan menghormati dan menghargainya.

4. Apa kabar Revolusi Mental?

5. Negara adil, rakyat sejahtera, Tuhan bersama kita.

Dalam orasinya, AHY juga menyoroti sejumlah isu ekonomi hingga tenaga kerja asing dan lapangan kerja.

Berikut penggalan orasi AHY, saat menyoroti daya beli masyarakat.

"Intinya, kita sepakat isu ekonomi harus menjadi prioritas bangsa saat ini. Jika kita peras isu ekonomi ini, maka ada dua persoalan utama, yaitu: daya beli dan lapangan kerja.

Pertama, daya beli.

Meski angka-angka indikator ekonomi makro relatif baik, namun pada kenyataannya di lapangan, masyarakat merasakan hal yang berbeda.

Hampir di setiap tempat yang kami datangi, rakyat berteriak, “Pak, bagaimana ini?

Harga-harga kebutuhan pokok naik! Barang-barang makin mahal.” Bahkan, ada satu perkataan seorang ibu di Jawa Tengah yang selalu terngiang di telinga saya,
“Jangankan untuk sekolah anak, untuk hidup sehari-hari saja, susah.”

Di satu sisi, harga-harga kebutuhan naik secara signifikan. Di sisi lain, kemampuan dan kesempatan masyarakat makin terbatas untuk memperoleh penghasilan yang layak.

Sebagai contoh: di laut Pangandaran, para nelayan menunjukkan kepada saya minimnya tangkapan mereka.
Petani garam di Kabupaten Cirebon, mengeluhkan melimpahnya garam impor.

Buruh, di berbagai tempat mengadukan upah minimum mereka yang sulit mengejar kenaikan harga barang.

Para pekerja honorer - guru dan bidan – mengadukan, ketidakpastian masa depan mereka yang tidak kunjung diangkat menjadi PNS.

Sekarang, mari kita lihat gambar besarnya.

Konsumsi rumah tangga menurun.

Padahal, konsumsi rumah tangga merupakan, komponen utama dalam ekonomi kita, mewakili lebih dari setengah Produk Domestik Bruto (PDB) kita," kata AHY.

Sejumlah pihak pun angkat suara dan sebagian mencemooh AHY atas orasi yang ia sampaikan.

Seperti yang dilakukan oleh Dede Budhyarto.

Awalnya, politisi Demokrat Andi Arief mengatakan jika AHY dipilih sejarah untuk tidak memimpin warung martabak.

"Diterima saja kenyataan, Titipkan saja cita-cita pada orang yang tepat. AHY adalah kenyataan, dia berada di tempat dan waktu yang tepat. Sejarah memilih dia untuk tidak memimpin warung martabak," tulis Andi Arief.

Tweet dari Andi Arief ini mendapatkan balasan dari penggiat sosial media, Dede Budhyarto melalui akun @kangdede78.

Dede membalas Tweet Andi dengan mengatakan bahwa lebih terhormat jualan martabak dan tidak merengek-rengek karena jabatan orangtuanya daripada 'memaksakan diri' untuk jadi pemimpin karena orangtuanya.

Dede menambahkan Pilkada Jakarta adalah bukti dan fakta hancurnya AHY.

Sebutan 'Anak Ingusan' juga ditambahkan Dede di belakang nama AHY.

"Lebih terhormat jualan martabak ndak merengek2 krn jabatan orng tuanya, drpd "memaksakan diri" untuk jadi pemimpin krn orng tuanya, pilkada Jakarta adalah bukti & FAKTA hancurnya AHY 'Anak Ingusan'," tulis @kangdede78.

Menanggapi hal tersebut, Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat pun memberikan komentar.

@LawanPoLitikJKW: De, lu ngga tau yang hancur di pilkada DKI adapah Ahok? Yg dapat dukungan dr penguasa?

Kasihan km De cm mengedepankan kebencian akhirnya tdk bisa jujur.

Coba sesekali renungi hidup Ahok yg hancur di pilkada. Beda dgn AHY yg skrg jd Politisi paling keren dan top.

(/Lailatun Niqmah)

Sumber :TribunWow.com

Ramai Spanduk 'Jalan Tol Pak Jokowi', Budayawan Sudjiwo Tejo Angkat Bicara

Ramai Spanduk 'Jalan Tol Pak Jokowi', Budayawan Sudjiwo Tejo Angkat Bicara


Sudjiwo Tejo tanggapi spanduk "Jalan Tol Pak Jokowi"

10Berita  - Beberapa hari terakhir masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kemunculan spanduk bertuliskan 'Jalan Tol Pak Jokowi'.

Dalam spanduk ini terbaca "Pendukung #2019GantiPresiden, Anda sedang melewati jalan tol Pak Jokowi."

Foto spanduk tersebut diunggah di media sosial oleh salah seorang netizen dan menjadi viral.

Tak hanya warganet, para politisi turut memberikan komentar.

Budayawan Sudjiwo Tejo juga angkat bicara lewat media sosial.

Dalam unggahan Instagram, Senin (11/6/2018), pria yang sempat berkuliah di ITB ini membagikan pemikirannya.

Pria yang gemar mengenakan topi ini lebih memilih untuk mengingatkan tentang Keesaan Tuhan.

Sifat tuhan yang esa, atau abadi, ini tidak membuat klaim-klaim atas apa yang ada di muka bumi.

Ia juga menjelaskan jika aksi seperti ini bisa saja memberi dampak kurang baik untuk Jokowi.

()

"Aku setuju @agusnoor_ , bila Jokowi kalah di 2019 itu antara lain karena ulah bujer-bujer yg lebay termasuk yang pasang2 spanduk klaim ruas2 jalan tol karya Jokowi di arus mudik..

#Sarung

#SeratTripama

#Sastrajendra" caption yang ditulis Sudjiwo Tejo dalam unggahannya.

Instagram

Unggahan inipun kemudian menuai berbagai tanggapan dari netizen.

id_mjd : "Nyentil mbah heuheu"

z4yy1nulum4m_14 : "Mantapppp mbahhh"

edo_pahlawan : "Isok mikir sampek kono yo cuk? Suangar ancen"

zngygy_ : "pendukung seharusnya yg elegan, kalau gak malah blunder."

zhamrutrobhi : "Cok mbah mantap" (TribunStyle.com / Triroessita Intan P)

Sumber : TRIBUNMANADO.CO.ID

Menteri Luar Negeri Korea Utara: Netanyahu Adalah Seorang Zionis Busuk

Menteri Luar Negeri Korea Utara: Netanyahu Adalah Seorang Zionis Busuk

10Berita, PYONGYANG – Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-Ho mengecam Perdana Menteri “Israel” Benyamin Netanyahu pada Senin (11/6/2018), sehari sebelum pertemuan antara Presiden Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Donald Trump digelar.

Ri Yong-Ho mengejek pernyataan Netanyahu dalam sebuah video yang dirilis baru-baru ini, di mana perdana menteri “Israel” tersebut membuat sebuah tawaran kepada rakyat Iran untuk menyelesaikan krisis air yang sedang melanda negeri mereka dengan menciptakan situs web Farsi yang akan menjelaskan secara terperinci tentang teknologi dan strategi konservasi air “Israel”.

Pada Senin (11/6) melalui akun Twitter-nya Ri Yong-Ho menyebut Netanyahu sebagai “Stinking Zionis”, sebagaimana dilansir PNN.

“Stinking Zionis Netanyahu menawarkan air ke Iran. Sementara dia tidak bisa memberikan air ke Gaza, dia bahkan membunuh mereka.” (Rafa/)

Sumber : arrahmah.com

Surat Terbuka Lieus Kepada Jokowi

Surat Terbuka Lieus Kepada Jokowi


10Berita – Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma menulis surat kepada Presiden Joko Widodo terkait latar belakang dukungan terhadap gerakan #2019GantiPresiden.

Dalam suratnya, Lieus juga meminta Presiden Joko Widodo untuk bertindak menghentikan persekusi lantaran perbedaan pendapat yang dilakukan pihak yang tidak bertangung jawab dan di media sosial. Serta kebebasan berpendapat tanpa berujung pada pelaporan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.

Berikut isi surat Lieus Sungkharisma kepada Presiden Joko Widodo:

Pak Jokowi, Sebagai Presiden Hentikanlah Presekusi
Dan Penyebaran Fitnah Karena Perbedaan Pendapat

Bapak Presiden Jokowi yang terhormat,
Belum lama ini saya dan kawan-kawan, atas nama demokrasi, merespon gerakan Hastag #2019GantiPresiden yang marak di media sosial.
Respon saya dan kawan-kawan adalah dengan menyatakan dukungan pada gerakan tersebut setelah  melalui sejumlah pertimbangan dan melihat fakta-fakta yang terjadi dalam kehidupan masyarakat kita baik secara sosial, politik maupun ekonomi.

Maka, pada tanggal 23 Mei 2018, saya dan kawan-kawan menginisiasi pertemuan sejumlah tokoh Tionghoa di Restauran Kopi Oey, jalan Gajah Mada, Jakarta Barat. Salah satu point penting dari pertemuan itu adalah munculnya kesepakatan untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada pak Pak Jokowi selaku Presiden RI.

Bunyi pernyataan kami yang kemudian viral di media sosial itu adalah, “Pak Jokowi Kamsia (Terima Kasih). Pak Jokowi cukup sudah.”

Dengan pernyataan itu kami ingin menegaskan pak Jokowi cukuplah satu periode saja sebagai Presiden RI. Alasan terbesar dari pernyataan kami tersebut, selain karena kami kasihan melihat pak Jokowi yang terlalu berat memikul beban kenegaraan ini, juga karena kami menilai sejak pak Jokowi jadi Presiden kebhinnekaan di negeri ini mulai terancam dan secara sosial politik masyarakat kita jadi terpecah belah.

Atas pertimbangan itulah, ditambah dengan sejumlah pertimbangan lainnya, kami mendukung gerakan Hastag #2019GantiPresiden. Namun reaksi yang saya dapatkan sungguh di luar dugaan. Kekhawatiran saya terhadap adanya ancaman terhadap kebhinnekaan mulai terbukti.

Saya tidak hanya dilaporkan ke Bareskrim Polri karena tuduhan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian, tapi juga -ini yang menyedihkan bagi saya- saya difitnah dengan macam-macam tuduhan dan kehidupan pribadi serta keluarga saya ikut diseret-seret.

Bahkan oleh akun twitter ‘kakek detektif’, yang saya yakin adminnya seorang pengecut, saya dan keluarga dituduh dengan macam-macam tuduhan yang sama sekali tidak berdasar.

Bapak Presiden yang terhormat,
Tahun 2014 saya adalah salah satu eksponen Tionghoa yang mendukung Bapak untuk maju menjadi Presiden RI. Bahkan jauh sebelum itu, ketika Bapak maju menjadi calon Gubernur DKI, sayalah salah seorang Tionghoa yang membawa Bapak makan-makan dan bertemu dengan pedagang kaki lima di kawasan Jakarta Barat. Jadi, dilaporkan ke Bareskrim dengan tuduhan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian bagi saya tidak masalah. Sebab akan ada proses pengadilan yang akan membuktikan kebenaran tuduhan tersebut.

Namun jika ada orang yang ‘menyebarkan fitnah’ dengan menyeret-nyeret kehidupan pribadi dan keluarga saya, dimana tuduhan itu sepenuhnya tidak benar, hal ini tentu saja tidak bisa dibiarkan. Bagi saya penyebaran fitnah karena perbedaan pendapat adalah perbuatan sangat tidak Pancasilais dan sangat tidak bisa diterima akal sehat.

Bapak Presiden yang terhormat,
Benar, saya sudah melaporkan akun twitter ‘abal-abal’ kakek detektif itu ke Polda Metro Jaya. Tapi menurut saya tindakan hukum tidak cukup bagi orang-orang yang mengaku mendukung Bapak secara membabi buta tersebut.

Harus ada efek jera untuk mereka. Karena itulah, melalui surat ini saya memohon kepada Bapak untuk melakukan tindakan yang cepat dan segera demi menghilangkan tindakan presekusi melalui fitnah yang bertebaran di media sosial tersebut. Sebagai Presiden, saya yakin dan percaya Bapak memiliki kemampuan untuk menghentikan penyebaran fitnah dan tindakan presekusi membabi buta di media sosial tersebut.

Bapak Presiden yang terhormat,
Sebagai warga negara keturunan Tionghoa, saya, seperti kata budayawan Jaya Suprana, hanyalah berikhtiar mengejawantahkan hak azasi saya untuk berpendapat tanpa mencemarkan nama baik siapapun. Tak ada niat dalam hati saya apalagi sampai melontarkan ujaran kebencian. Namun rupanya budaya demokrasi kita belum seperti yang kita dengung-dengungkan. Apa yang saya alami hanyalah contoh kecil bagaimana perbedaan dan kebebasan menyatakan pendapat justru berbuah presekusi dan fitnah.

Oleh karena itu, Bapak Presiden Jokowi yang saya hormati, sebagai anak bangsa, sekali lagi saya memohon pada Bapak, pergunakanlah kekuasaan yang ada pada Bapak untuk menyetop (menghentikan) tindakan-tindakan presekusi dan penyebaran fitnah oleh orang-orang ‘pengecut’ hanya karena perbedaan pendapat. Negeri ini terlalu besar untuk kita biarkan hancur oleh orang-orang pengecut yang suka menyebarkan fitnah tersebut.

Bapak Presiden Jokowi yang terhormat,
Demikianlah surat terbuka ini saya sampaikan kepada Bapak. Saya hanya bisa memohon dan berharap. Tindakan nyata ada di tangan Bapak. Begitupun, bagi saya, apapun resikonya, saya tetap akan maju mendukung gerakan 2019 Ganti Presiden. Namun janganlah karena sikap saya ini keluarga saya diseret-seret dengan fitnah yang sangat keji tersebut.

Demikian saja pak. Semoga Bapak sehat dan sejahtera selalu.

Jakarta, 11 Juni 2018
Hormat saya,

Lieus Sungkharisma

(kk/)

Sumber :rakyatmerdeka

Ramadhan Hampir Usai, Apakah Khawatir Amalan Tidak Diterima?

Ramadhan Hampir Usai, Apakah Khawatir Amalan Tidak Diterima?

10Berita, PARA ulama salaf terdahulu begitu semangat untuk menyempurnakan amalan mereka, kemudian mereka berharap-harap agar amalan tersebut diterima oleh Allah dan khawatir jika tertolak. Merekalah yang disebutkan dalam firman Allah (yang artinya), “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut.” (QS. Al Mu’minun: 60)

Ibnu Diinar mengatakan, “Tidak diterimanya amalan lebih kukhawatirkan daripada banyak beramal.” Abdul Aziz bin Abi Rawwad berkata, “Saya menemukan para salaf begitu semangat untuk melakukan amalan sholih. Apabila telah melakukannya, mereka merasa khawatir apakah amalan mereka diterima ataukah tidak.” Sebagian ulama sampai-sampai mengatakan, “Para salaf biasa memohon kepada Allah selama enam bulan agar dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan. Kemudian enam bulan sisanya, mereka memohon kepada Allah agar amalan mereka diterima.”

‘Umar bin ‘Abdul Aziz berkata tatkala beliau berkhutbah pada hari raya Idul Fithri, “Wahai sekalian manusia, kalian telah berpuasa selama 30 hari. Kalian pun telah melaksanakan shalat tarawih setiap malamnya. Kalian pun keluar dan memohon pada Allah agar amalan kalian diterima. Namun sebagian salaf malah bersedih ketika hari raya Idul Fithri. Dikatakan kepada mereka, “Sesungguhnya hari ini adalah hari penuh kebahagiaan.” Mereka malah mengatakan, “Kalian benar. Akan tetapi aku adalah seorang hamba. Aku telah diperintahkan oleh Rabbku untuk beramal, namun aku tidak mengetahui apakah amalan tersebut diterima ataukah tidak.”

Itulah kekhawatiran para salaf. Mereka begitu khawatir kalau-kalau amalannya tidak diterima. Namun berbeda dengan kita yang amalannya begitu sedikit dan sangat jauh dari amalan para salaf. Kita begitu “pede” dan yakin dengan diterimanya amalan kita. Sungguh, teramatlah jauh antara kita dengan mereka (Lathaif Al Ma’arif, 368-369).

Semoga perjumpaan dengan Idul Fithri, kita mendapatkan dua kebahagiaan, yaitu bahagia ketika berbuka dan bahagia ketika berjumpa kelak dengan Allah.

Taqobbalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima amalan kami dan amalan kalian).  []

 

SUMBER: MUSLIM.OR.ID, Islampos.

Ratusan TKA Ilegal Cina Terciduk Nambang Emas di Nabire

Ratusan TKA Ilegal Cina Terciduk Nambang Emas di Nabire

10Berita – Jajaran Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura, Timika, Papua mensinyalir terdapat seratusan tenaga kerja asing (TKA) ilegal dari China bekerja pada perusahaan tambang emas rakyat di wilayah Kabupaten Nabire. Mereka tidak melapor secara resmi kepada instansi terkait.

Kepala Kantor Imigrasi Tembagapura Jesaja Samuel Enock di Timika, Senin (11/6/2018), mengatakan dugaan adanya seratusan WN Tiongkok bekerja ilegal di perusahaan tambang emas rakyat di Kabupaten Nabire itu diketahui berdasarkan laporan dari masyarakat, terutama dewan adat setempat.

“Bukan puluhan orang saja, bisa sampai ratusan orang. Ini sudah berlangsung lama tanpa ada pengawasan,” kata Samuel.

jawapos

Samuel sendiri memimpin tim pengawasan orang asing Kantor Imigrasi Tembagapura yang terdiri atas lima personel mendatangi langsung empat lokasi tambang emas rakyat di Kabupaten Nabire sejak Jumat (8/6) dan menemukan sejumlah WN Tiongkok bekerja di lokasi itu.

Empat lokasi tambang emas rakyat di Kabupaten Nabire tersebut terletak di Kilometer 70, Kilometer 52, Kilometer 38 dan Kilometer 30 ruas Jalan Trans Nabire-Enarotali Paniai. Lokasi itu berada dalam kawasan hutan rimba Papua di wilayah Kabupaten Nabire, perbatasan antara Lagari dengan lokasi air terjun.

“Kami harus jalan masuk lagi sekitar 30 meter ke arah gunung. Kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa terdapat lebih dari 10 lokasi tambang emas rakyat di Nabire yang juga mempekerjakan WN Tiongkok. Sampai sekarang kami baru bisa jangkau empat lokasi tambang emas rakyat,” ujarnya.

Sebanyak 13 TKA China tersebut telah dibawa ke Timika dari Nabire dengan penerbangan Garuda Indonesia pada Minggu (10/6) siang. Rencananya delapan orang rekan mereka akan menyusul diterbangkan ke Timika pada Rabu (13/6). (tsc)

Sumber : tsc,Eramuslim.com 

Pernyataan Kontroversial Staquf di Global Forum Israel, Quran-Hadits Harus Ditafsir Ulang terkait Hubungan Muslim-Yahudi

Pernyataan Kontroversial Staquf di Global Forum Israel, Quran-Hadits Harus Ditafsir Ulang terkait Hubungan Muslim-Yahudi


10Berita, Katib Aam (Sekjen) Suriyah PBNU KH Yahya Cholil Staquf hadir di Israel di acara diskusi yang diadakan organisasi Yahudi Amerika (American Jewish Committee/AJC) pada hari Minggu (10/6/2018) di Yerusalem.

Acara diskusi dipandi moderator Rabi David Rosen yang juga salah seorang Direktur di Forum Global AJC.

Alih-laih menyuarakan Hak-Hak Kemerdekaan Palestina, bahkan kata 'Palestina' pun tak terucap, malah yang disampaikan tentang penafsiran ulang Al-Qur'an dan Hadits agar terjalin hubungan harmonis Yahudi-Muslim.

Rabi David Rosen: Jadi itu menurut anda, menurut saya anda menunjukan bahwa mungkin untuk menafsirkan teks-teks tertentu dalam Qur'an tidak boleh sembarangan begitupula dengan hadits yang kadang-kadang bisa sangat... bermasalah. Sehingga memungkinkan untuk menafsirkannya dengan cara yang tidak akan mengganggu hubungan antara muslim dan yahudi?

Yahya Cholil Staquf: Bukan hanya mungkin, tetapi itu HARUS, karena setiap diturunkannya ayat Qur'an berkaitan dengan konteks realitas tertentu pada waktu itu. Dan juga Nabi Muhammad ketika dia mengatakan sesuatu (Hadits), yang dia katakan itu dalam kaitannya dengan suatu peristiwa pada saat itu. Sehingga Qur'an dan Hadits pada dasarnya adalah DOKUMEN SEJARAH yang berisi bimbingan moral dalam menanggapi situasi tertentu. Ketika situasi dan realitas berubah, maka anda tahu, perwujudan semangat moralitas HARUS DIRUBAH juga. 

Berikut cuplikan videonya...

Katanya berdiri utk Palestina
Kok malah mau rubah isi Quran yg menyinggung kaum yahudi

Katanya misi kemanusiaan
Kok malah jelek-jelekin agama sendiri, Quran dokumen sejarah yg wajib dirubah

Citra Indonesia di mata rakyat Palestina ternoda ulah penghianat pic.twitter.com/Vch9oJmpMC

— Eko Widodo (@ekowBoy) 11 Juni 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Kecam Keras Kehadiran Petinggi NU di Israel, Fatah: Mereka Yang Menjual Diri Kepada Setan Harus Diminta Pertanggungjawaban

Kecam Keras Kehadiran Petinggi NU di Israel, Fatah: Mereka Yang Menjual Diri Kepada Setan Harus Diminta Pertanggungjawaban

(Juru bicara Fatah, Usamah Alqawasimy) 

10Berita, Ramallah - Tidak hanya Hamas yang mengutuk keras kehadiran Sekjen NU yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI (Wantimpres) KH Yahya Cholil Staquf ke Israel, Faksi Fatah pimpinan Mahmoud Abbas yang merupakan pemegang otoritas pemerintahan Palestina mengecam keras kehadiran delegasi ulama Indonesia itu dalam acara konferensi Israel di Yerusalem.

Seperti dilansir Safa Palestinian Press Agency, Senin (11/6/2018), Gerakan Fatah menganggap partisipasi delegasi ulama Indonesia di konferensi yang digelar American Jewish Committe (AJC) di Yerusalem sebagai kejahatan terhadap Al-Quds, rakyat Palestina dan umat Islam seluruh dunia. Kehadiran Cholil Staquf dianggap sebagai dukungan terhadap kejahatan Zionis Yahudi.

Juru bicara Fatah, Usamah Alqawasimy mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa partisipasi Yahya Staquf Sekjen NU dalam konferensi di tanah jajahan Yerusalem ini adalah pengkhianatan terhadap agama Islam, al-Aqsa, rakyat Palestina, Arab dan Dunia Islam.

Dia meminta pemerintah Indonesia dan masyarakat Indonesia yang terhormat dan pro-Palestina untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang telah menjual diri mereka kepada setan dan rela menjadi alat propaganda Zionis Israel.


Sumber: Safa Palestinian Press Agency

2 FAKSI TERBESAR PALESTINA (HAMAS-FATAH) MENOLAK DAN MENGECAM KERAS KEHADIRAN YAHYA STAQUF DI ISRAEL

TERUS YAHYA MEWAKILI APA? UNTUK KEPENTINGAN SIAPA?

MASIH MAU NGOMONG "SAYA DISINI UNTUK PALESTINA"???

Sumber : PORTAL ISLAM

Pertumbuhan Ekonomi Jokowi, A Mission Impossible

Pertumbuhan Ekonomi Jokowi, A Mission Impossible


10Berita – Anggota Komisi XI DPR Willgo Zainar mempertanyakan asumsi pertumbuhan ekonomi 2019 yang disusun tim ekonomi Presiden Joko Widodo. Terlalu muluk, realisasi jeblok.

Seperti diketahui, pemerintah menginsyaratkan pertumbuhan ekonomi pada 2019, bisa berada di kisaran 5,2%-5,6%.

Kata kader Gerindra ini, asumsi tersebut sangatlah tidak realistis dengan perkembangan ekonomi global dan dalam negeri. Tahun ini saja, pertumbuhan ekonomi menclok di angka 5,06%. Masih jauh dari amanat APBN 2018 sebesar 5,4%.

“Artinya sampai dengan akhir tahun bisa mencapai 5,1 persen, itupun cukup alot. Bagaimana mungkin bisa mencapai target yang ditetapkan APBN 2018 sebesar 5,4 persen. Ini imposible tercapai,” kata Willgo.

Anak buah Prabowo ini, menyebutkan, faktor dalam negeri berpotensi memengaruhi realisasi pertumbuhan ekonomi 2018 yang disebut-sebut sebagai tahun politik.

Semisal, momentum pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang digelar di 171 daerah pada 27 Juni 2018, mempengaruhi iklim usaha dan investasi.

Sedangkan dari eksternal, lanjut Willgo, ketidak pastian (uncertainty) global yang dipantik kebijakan bank sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate/FFR), bisa berdampak besar bagi ekonomi Indonesia.

“Geopolitik di kawasan juga masih belum stabil. Perang tarif dan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina dan lainnya juga menjadi faktor penentu pertumbuhan ekonomi kita,” ucap Willgo.

Anggota Badan Anggaran DPR ini mengestimasi, realisasi pertumbuhan ekonomi 2018 mentok-mentok hanya 5,2%.

Sementara tahun depan, pertumbuhan ekonomi tak akan jauh-jauh dari 5,2%-5,4%. “Kemungkinan yang bisa dicapai adalah batas bawah 5,2 – 5,25 persen dengan extra effort yang tidak mudah,” ujarnya.

Pada Selasa (5/6/2018), pemerintah bersama Komisi XI DPR mengelar rapat kerja membahas asumsi makroekonomi. Di mana disepakati bahwa pertumbuhan ekonomi 2019 berkisar 5,2%-5,6%. Angka tersebut lebih rendah ketimbang asumsi yang diajukan sebelumnya sebesar 5,4%-5,8%.

Selain menyepakati asumsi pertumbuhan ekonomi, Komisi XI dan pemerintah juga menyepakati target inflasi sebesar 2,5%-4,5%, nilai tukar rupiah terhadap US$ berkisar Rp13.700-Rp14 ribu per US$, suku bunga SPN 3 Bulan sebesar 4,6%-5,2%.

Dalam rapat kerja tersebut juga dibahas prediksi tingkat pengangguran terbuka (TPT) di kisaran 4,8%-5,2%, tingkat kemiskinan 8,5%-9,5%, rasio gini 0,38-0,39, dan target indeks pembangunan manusia (IPM) sebesar 71,98. []

Sumber :inilah

Klaim Tol Jokowi, Waketum Gerindra: Malu-maluin Saja!

Klaim Tol Jokowi, Waketum Gerindra: Malu-maluin Saja!


10Berita, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono ikut mengomentari soal spanduk berbunyi “Pendukung #2019GantiPresiden Anda Sedang Melewati Jalan Tol Pak Jokowi” di beberapa ruas tol jalur mudik Lebaran 2018.

Anak buah Prabowo Subianto ini menegaskan kalau orang yang mengklaim bahwa tol tersebut seakan milik Presiden Joko Widodo sebagai kebohongan belaka untuk menarik simpati masyarakat agar mereka memilih petahana pada Pilpres 2019.

“Nggedabrus (omong kosong) aja tol milik Joko Widodo. Ceritanya supaya pemudik itu tertarik kali ya,” kata Arief saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (12/6).

Padahal, lanjut dia, tol di Indonesia sesungguhnya milik asing, swasta nasional, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“(Karena itu) Joko Widodo jangan klaim ya. Malu-maluin aja. Sampai segitunya untuk mempertahankan kekuasaan sih. Wong lebaran tahun depan di Indonesia sudah ganti presiden,” ujarnya.

“Tolong tim sukses Joko Widodo jangan para nggedabrus ya,” pungkas Arief menambahkan. [rus]

[]

Sumber  :RMOL