OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 17 Juni 2018

TERCYDUK Swafoto Bareng Pemudik, Warganet UNGKAP PERBEDAAN Nyata Antara Jokowi dan Anies

TERCYDUK Swafoto Bareng Pemudik, Warganet UNGKAP PERBEDAAN Nyata Antara Jokowi dan Anies


10Berita, Beredar di media sosial foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang tengah bersama dengan pemudik.

Usut punya usut, ternyata itu adalah foto saat Anies sedang meninjau kesiapan arus mudik di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Ahad, 10 Juni 2018 lalu.

Seperti dilansir Tribunnews, Anies tiba di Stasiun Pasar Senen sekitar pukul 15.05 WIB. Terlihat Anies yang menyapa dan menyalami beberapa pengunjung yang sedang menunggu keberangkatan kereta di depan stasiun.

Tak hanya menyapa pemudik yang berada di luar, Anies juga masuk hingga ke dalam gerbong kereta. Ada dua gerbong kereta yang dimasuki Anies dengan jurusan yang berbeda, yaitu jurusan Tegal dan jurusan Semarang.

Penumpang pun berebutan ingin berfoto dengan Anies, namun uniknya, Anies selalu memegang ponsel milik pemudik untuk foto bersama. Hingga Anies hendak keluar stasiun, beberapa pemudik masih menghampiri dirinya untuk meminta foto bersama.

Foto tersebut menjadi viral karena warganet menyoroti bagian kabin kereta yang berisi koper dan barang, berbeda dengan video milik Jokowi yang tengah berada di Baranangsiang beberapa waktu lalu.

— Muslim_Bersatu (@Muslim_Bersatu1) June 16, 2018

Mudik beneran VS iklan mudik

— Nurlely Siregar No 17 (@NurlelySiregar) June 16, 2018

Jadi kita bisa membedakan mana pemimpin yg orisinil dan pemimpin yang sukanya akting2an...

— #2019GantiPresiden (@yohandewa) June 16, 2018

Dari perbandingan kedua gambar penumpang yg pada berdiri kelihatan happy.... gambar bawah smuanya duduk, arahan director untuk unhappy atau memang males? 😂😂

— Joened Agung (@joenedagung) June 16, 2018


Sebelumnya sebuah video singkat menjadi viral di kalangan warganet. Video yang diunggah oleh akun pendukung Jokowi menampilkan Jokowi yang tengah berada di atas bus pemudik di terminal Baranangsiang Bogor, 11 Juni 2018.

"Dikira kenek, Pak @jokowi bikin kaget tiba2 naik bis sapa Pemudik di Terminal Bis Baranangsiang, Kota Bogor.
Pak Jokowi merebut hati rakyat dengan kerendahan hati, kejujuran, ketulusan dan kerja keras untuk Indonesia," tulisnya 11 Juni 2018.

— BiLL RaY (@BiLLRaY_san) June 11, 2018


Namun ada yang aneh dari video tersebut. Di bagian bagasi di atas kepala penumpang yang biasanya berjejalan tas dan ransel, kini terlihat kosong melompong dalam video tersebut.

Sumber :Portal Islam 

Sabtu, 16 Juni 2018

Menkominfo BANTAH Terlibat Penangguhan Akun Twitter Oposisi, Elite Demokrat Tunjukkan BUKTI Ini

Menkominfo BANTAH Terlibat Penangguhan Akun Twitter Oposisi, Elite Demokrat Tunjukkan BUKTI Ini


10Berita, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memberikan tips supaya akun media sosial (medsos) tidak mengalami pembekuan atau suspend.

Menurut Rudiantara, unggahan di medsos akan abadi. Karena itu, ia meminta warganet (netizen) atau masyarakat lebih bijak menggunakan medsos untuk menghindari pembekuan medsos. Untuk itu, ia meminta masyarakat menghindari posting yang negatif.

"Hanya posting yang mengandung konten positif,"katanya saat ditemui di Open House di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra, di Jakarta Selatan, Jumat 15 Juni 2018.

Rudiantara menyebutkan,hingga akhir Mei 2018 sudah 4 ribu lebih akun yang diblokir. (Konten) yang diblokir 4 ribu, hampir setengahnya atau 48 persen merupakan facebook (Fb) dan instagram (IG) yang mengandung terorisme, radikalisme, dan ekstremisme," ujarnya.

Terakhir kali, pihaknya mengklaim telah memblokir sekitar 50 akun atau konten. Ia mengakui konten yang dihapus atau diblokir menjelang akhir bulan Ramadhan lalu cenderung menurun.

Kendati demikian, ia melanjutkan, akun yang masih dalam verifikasi dan penyisiran masih sekitar 20 ribu. Pihaknya terus memperhatikan konten-konten tersebut karena terindikasi mengandung materi terorisme, ekstremisme dan radikalisme.

"Makanya penyusuran dan verifikasi konten berjalan terus. Kalau sudah jelas (mengandung terorisme) diblokir lah," katanya.

Pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian untuk memantau akun-akun tertentu.

Hanya saja ia menyatakan tidak ada dari pihak pemerintah yang meminta untuk melakukan pembekuan akun warga.

"Saya sudah cek dan pemerintah tidak meminta ke twitter untuk take down (blokir) atau suspend. Saya tegaskan pemerintah tidak ada campur tangan,"katanya.

Sumber: Republika
---------

Sebelumnya, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengetahui akun Twitter-nya yang bernama pengguna @LawanPolitikJKW ditangguhkan (di-suspend) pihak twitter. Dia mengaku tak pernah melakukan hal yang melanggar aturan Twitter. Karena itu, Ferdinand menuding pembekuan akun Twitternya karena dia sering mengkritik pemerintah.

— FERDINAND HUTAHAEAN (@LawanPoLitikJKW) June 15, 2018

Atas surat tersebut bila kita baca kalimat : “Twitter has received official correspondence”

Artinya mmg ada yang melaporkan twit sy secara official terkait tencana kenaikan gaji Presiden.

Aturan mana yg sy langgar? Krn sy cm share berita dr media. @TwitterID https://t.co/PONW7paFUA

— FERDINAND HUTAHAEAN (@LawanPoLitikJKW) June 15, 2018


Sumber :Portal Islam 

MATINYA PARA PENGHUJAT by Zeng Wei Jian

MATINYA PARA PENGHUJAT by Zeng Wei Jian


10Berita, Paul Kammerer, Austrian biologist sekaligus 'a wild genius' yang bunuh diri di usia 45 tahun, menciptakan formulasi "theory of seriality".

Dia menulis buku Das Gesetz der Serie (The Law of Series). Kesimpulannya, all events are connected by waves of seriality. Albert Einstein menyebutnya "interesting and by no means absurd."

Di era "revolusi mental", ada sebuah fenomena tidak etis. Alim ulama, agama, kitab suci, simbol sakral dan Habib Rizieq dilecehkan secara kasar. Muncul banyak penghujat. Di antara mereka, ada yang kena stroke dan mati.

Satu event disebut accident, twist of fate atau coincidence. Artinya, sebuah kejadian that happens by chance atau without apparent causal connection.

Di antara tragedi kena stroke, mati dan tewas tenggelam itu ada satu konektifitas; mereka sama-sama pernah menghujat ulama dan Habib Rizieq.

Dari satu tragedi ke tragedi lain, beruntun maka sebuah "serial" bisa dilihat.

Serial tragedi mati ini belum bisa menjadi sebuah hukum ilmiah; mereka yang kurang ajar kepada Habib Rizieq pasti akan kena azab.

Saya kira, menzolimi orang-orang baik pasti dosa. Ada konsekuensi buruknya. Struck down by a calamity. Bad karmic. Kuwalat.

Bila hanya satu-dua kejadian, orang bisa bilang "ah kebetulan saja". Tidak ada inter-koneksitas. Tapi bila berulang kali terjadi, mereka yang punya otak mesti berpikir soal probabilitasnya; yaitu menghina Habib Rizieq akan berakibat fatal. Minimal bonyok.

Hendaknya, jangan sepelekan sebuah kemungkinan. Sekecil apa pun itu. Probabilitas punya paradox sendiri. Kata Arthur Koestler (The Roots of Coincidence), "The mathematically naive person seems to have a more acute awareness than the specialist of the basic paradox of probability theory, over which philosophers have puzzled ever since Pascal initiated that branch of science in 1654."

Serial kejadian na'as pasca menghina ulama mungkin masuk apa yang disebut Carl Jung sebagai "synchronicity", the events should be unlikely to occur together by chance, but this is questioned because there is usually a chance, no matter how small.

Relasi "menghina ulama" dan "mati tenggelam" memang sulit dibuktikan. Hanya bisa dirasakan koneksinya. Toh, saya tidak hendak membangun teori causalitas (cause and effect).

Sebaiknya, stop cursing Habib Rizieq dan alim ulama lain. Selain tidak pantas, itu tidak etis. Dan, siapa tau anda bisa kuwalat.

Penulis: Zeng Wei Jian

Sumber :Portal Islam 

BEBERKAN FAKTA, Warganet KULITI Habis Pendukung Jokowi yang Fitnah Anies Disoraki karena Serobot Barisan Saat Open House di Istana Bogor

BEBERKAN FAKTA, Warganet KULITI Habis Pendukung Jokowi yang Fitnah Anies Disoraki karena Serobot Barisan Saat Open House di Istana Bogor


10Berita, Sorakan pendukung Jokowi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Sandiaga Uno saat Open House di Istana Bogor, Jumat 15 Juni 2018 masih menjadi perbincangan.

Salah satu pendukung Jokowi-Ahok, Denny Siregar mencoba menggiring opini dengan memfitnah bahwa Anies menyerobot antrean, maka ia disoraki.

"Ohh rupanya
@aniesbaswedan kemaren disoraki karena menyerobot antrian salaman sama @jokowi ya.. Pantaslah kalau begitu. Contoh dong pak Menteri @BudiKaryaS," tulis Denny di akun twitternya @Dennysiregar7, Sabtu 16 Juni 2018.

— Denny siregar (@Dennysiregar7) June 16, 2018


Cuitan Denny sontak membuat warganet geram.

mohon maaf, mumpung ini lebaran..

KAMU GOBLOG JANGAN DIBABLASIN..
ITU KAN PROTOKOL ISTANA.. BUKAN MENYEROBOT, BEGO..!!

KELAKUAN TWIT BAJINGAN SEPERTI INI YANG MEMBUAT TL JADI RUSUH TERUS..
↘️↘️↘️ https://t.co/z0sigGiNR1

— ΛᄂIΣП MΣЯDΣKΛ 👽 (@bambangelf) June 16, 2018

— #tukangsamber (@ngadmin) June 16, 2018

Jangan marah kalau ada yg tanya, “Apa kabar Revolusi Mental?” bila di Istana Bogor (tempat terhormat yg menjadi saksi byk kejadian bersejarah, tempat tinggal pimpinan tertinggi pemerintahan negeri ini) Kita Masih berperilaku seperti ‘begundal’ & bersorak merendahkan sesama tamu.

— Cyril Raoul Hakim (@chicohakim) June 15, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Malumogi Sorakan Terhadap Anies Baswedan

Malumogi Sorakan Terhadap Anies Baswedan

10Berita – Masih terhanyut suasana saling memaafkan nan indah permai pada hari kedua Idul Fitri, saya terhenyak ketika menyimak dua naskah yang dimuat sebuah media online.

Dua naskah menghenyakkan itu yang satu berjudul ‘Dimensi Politik Menjijikkan Di Istana Bogor, Pada Hari Raya’ tulisan Pradipa Yoedhanegara dan yang satunya lagi berjudul ‘Self Defeating Disorder’ tulisan Zeng Wei Jian.

Kedua naskah merupakan ulasan terhadap suatu peristiwa yang terjadi pada acara Open House Idul Fitri di Istana Kepresidenan di Bogor.

Pada saat itu ada sekelompok (tidak semua) masyarakat yang sedang antri mengucapkan selamat Lebaran kepada Presiden Jokowi, menyoraki Gubernur Anies Baswedan yang juga datang ke Istana Bogor untuk mengucapkan Selamat Lebaran kepada Presiden Jokowi.

Kelas Langitan

Kedua penulis naskah sama-sama mengulas sorakan terhadap Gubernur Anies pada acara Open House Idul Fitri di Istana Bogor. Meski sama sasaran namun ulasan mereka berdua tak serupa gaya dan sisi. Pradipa mengulas masalah secara lembut dan membelai dari sisi kultural sementara Zeng mengulas masalah secara tajam dan menusuk dari sisi psikologi gangguan mental.

Pradipa menyayangkan peristiwa yang disebutnya dimensi politik menjijikkan sebagai suatu peristiwa yang memalukan sebab merusak keindahan suasana saling memaafkan lahir-batin pada masa Lebaran.

Zeng mengasihani para pendukung Ahok yang menderita gangguan mental sehingga tidak mampu beranjak move on akibat terjebak dendam kesumat junjungan mereka telak dikalahkan Anies pada Pilkada Jakarta gara-gara mayoritas warga Jakarta lebih suka Anies ketimbang Ahok.

Sementara Pradipa mendambakan “Das Sollen” , Zen menertawakan “Das Sein”. Namun terlepas gaya dan sisi ulasan mereka berdua, saya menghormati dan menghargai Pradipa Yoedha negara dan Zen Wei Jian sebagai para penulis kritik sosial kaliber sakti mandraguna kelas langitan.

Memalukan

Ada dua jenis sorakan yaitu yang melecehkan dan yang memuja. Saya tidak hadir pada saat peristiwa Anies disoraki terjadi di Istana Bogor maka saya tidak mengetahui jenis sorakan tersebut.

Apabila ternyata sorakan terhadap Anies di Istana Bogor bersifat memuja maka berarti Pradipa dan Zen sama-sama keliru tafsir.

Namun andaikata ternyata sorakan terhadap Anies tergolong jenis sorakan yang melecehkan maka saya pribadi sangat berterima kasih kepada para pesorak yang seirama-senada dengan pe-walk out ketika Gubernur Anies pidato atas permintaan panitia perayaan 90 tahun Kolese Kanisius.

Mereka telah berkenan memberikan contoh nyata perilaku memalukan akibat tidak tahu malu. Contoh-contoh perilaku memalukan akibat tidak tahu malu itu sangat berharga demi melengkapi isi buku Malumologi yang sedang saya susun.

Jika ada yang tidak berkenan, maka pada hari kedua Idul Fitri ini saya memberanikan diri untuk memohon maaf lahir dan batin. (rmol)

OLEH: JAYA SUPRANA

Penulis adalah peneliti perasaan yang disebut sebagai malu yang hasilnya akan dimuat di dalam buku MALUMOLOGI

Sumber :Eramuslim 

SP3 Keluar, Yusril Minta Penyebar Chat Habib Rizieq Dipidana

SP3 Keluar, Yusril Minta Penyebar Chat Habib Rizieq Dipidana


10Berita, Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mengaku tak terkejut dengan kabar Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus chat Habib Rizieq Shihab dari kepolisian. Menurut Yusril, sudah sepantasnya polisi menghentikan kasus itu karena tak ada unsur pidana di dalamnya.

"Kalau sekarang kepolisian mengambil kesimpulan mengeluarkan SP3 ke Habib Rizieq, saya pikir ya sudah," kata Yusril saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (16/6).

Ketua Umum Partai Bulan dan Bintang (PBB) ini bercerita bahwa ia adalah salah satu orang yang mengawal kasus chat mesum Habib Rizieq sedari awal. Berbagai usaha ia lakukan untuk membela, termasuk menemui Presiden Joko Widodo jelang hari raya Idul Fitri tahun lalu.

Kepada sang presiden, Yusril menjelaskan bahwa tak ada unsur pidana dalam kasus itu. Justru, menurutnya pembuat rekaman chat dan penyebarnya yang patut dijerat pidana.

"Walaupun dengan asumsi terburuk konten chat itu memang ada dan disimpan oleh pemiliknya, itu tetap tidak bisa dipidana, yang bisa dijerat yang menyebarkannya itu," kata Yusril.

Bahkan, apabila kasus itu berhasil dilimpahkan ke pengadilan, Yusril yakin kasus itu tak akan terbukti dan semua tersangka akan bebas.

Dalam pertemuan dengan Jokowi itu, Yusril juga menawarkan tiga solusi untuk menyelesaikan perkara yakni SP3, amnesti, dan abolisi. Yusril menganjurkan Jokowi mengambil amnesti.

"Agak enggak enak kalau SP3 karena berarti polisi tak bisa membuktikannya," katanya.

Waktu penyelesaian kasus yang berlarut-larut, kata Yusril, disebabkan oleh perbedaan persepsi dari pihak Istana. Namun, dia bersyukur pemberian SP3 untuk Habib Riziq sudah keluar.

CNNIndonesia.com mencoba mengonfirmasi kabar penghentian kasus ini ke Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mempersilakan untuk mengonfirmasi ke Mabes Polri.

"Silakan ke Mabes (konfirmasi), Pak Iqbal (Karopenmas Polri Brigjen Pol M Iqbal)," kata Argo lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (15/6).

Sementara itu, hingga berita ini ditulis Mabes Polri belum juga memberikan klarifikasinya.

[Video - SP3 Habib Rizieq]

— Intelijen FPI (@Intel_FPI) 15 Juni 2018


Sumber : PORTAL ISLAM 

Rahasia Dibalik Perintah Puasa 6 Hari di Bulan Syawal

Rahasia Dibalik Perintah Puasa 6 Hari di Bulan Syawal

10Berita – Setelah berpuasa satu bulan penuh di bulan Suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk menjalankan puasa selama 6 hari di bulan Syawal. Hal yang terkadang terasa berat karena di Hari Raya Idul Fitri ini banyak orang yang menghabiskan waktu untuk pergi berlibur dan merasakan nikmatnya makan di pagi dan siang hari.

Mungkin, hanya sebagian kaum Muslimin saja yang melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang satu ini. Banyak orang lebih memilih untuk tidak berpuasa kembali. Padahal, jika ia tahu rahasia di balik puasa Syawal, maka ia akan merasakan rugi.

Rahasia puasa Syawal apa?

Dari Abdul Wahab, ia berkata, “Rahasia yang terkandung dalam anjuran puasa 6 hari Syawal ini yaitu, ‘Bahwa tidak tertutup kemungkinan terjadinya pelampiasan nafsu terhadap syahwatnya di hari raya, mengakibatkan kelengahan dan terpatri hatinya, maka puasa 6  hari seolah-olah menjadi penebus terhadap apa-apa yang kurang sempurna dalam pengetrapannya, dan cacat dalam melaksanakan puasa Ramadhan seperti persunatan yang mengiringi fardhu atau sujud syahwi.’ Sedang teknis pelaksanaannya (puasa 6 hari) adalah terusan, sejak hari pertama hingga ke 6, itulah yang diutamakan menurut ulama ahli tahqiq/ kebenaran, dan manfaat demikian ini dapat lebih mendekatkan pada kecerahan jiwa.

Bahkan Sayid az-Zadah menegaskan, “Teknis pelaksanaan 6 hari ini sebaiknya disamakan sebagaimana puasa Ramadhan, sebab ia berfungsi sebagai penebus/ penyempurna kesunahan. Namun, apabila dikerjakan secara terpisah-pisah/ tidak terusan dalam 6 hari, juga sudah cukup.

Dari Ibnu Umar RA, Nabi ﷺ bersabda, “Siapa puasa Ramadhan, lalu menyambungnya dengan puasa 6 hari Syawal, maka ia dibersihkan dari segala dosanya, seperti anak yang baru dilahirkan ibunya,” (Dikutip dari At-Targhib Wat-Tahrib).

Sungguh luar biasa rahasia di balik puasa Syawal ini bukan? Waktu ini merupakan kesempatan emas bagi kita untuk terus memperoleh ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala. Juga bisa menjadi ajang kesiapan diri untuk menempuh sebelas bulan lainnya, selain bulan Ramadhan agar menjadi pribadi yang lebih baik. (ip)

Referensi: Tarjamah Duratun Nasihin/Karya: Ust. Abu H.F. Ramadlan BA

Sumber :Eramuslim 

Jokowi Undang Tukang Becak ke Istana Bogor, Warganet: Jadi Inget Janji Politik yang Belum Lunas ke Tukang Becak Jakarta

Jokowi Undang Tukang Becak ke Istana Bogor, Warganet: Jadi Inget Janji Politik yang Belum Lunas ke Tukang Becak Jakarta


10Berita, Sejumlah tukang becak yang beroperasi di Bogor, Jawa Barat, bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana di Istana Presiden Bogor pada Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah, Jumat 15 Juni 2018.

Setidaknya, ada 10 penarik becak yang hadir di acara halal bi halal Idul Fitri yang digelar di Ruang Teratai.

Para penarik becak ini tampil apa adanya dengan mengenakan kaus, celana panjang dan sandal jepit. Bahkan ada penarik becak yang mengenakan celana pendek, topi caping dengan handuk kumal terkalung di leher.

Suwito (57), salah seorang penarik becak, mengaku, tidak menyangka diperbolehkan masuk ke Istana dengan penampilan seadanya.

"Tadi dikasih tahu sama Paspampres, katanya kita boleh masuk. Ya sudah," ujar pria yang sehari-hari mangkal di dekat Stasiun Paledang itu.

Ending (67) juga demikian. Rencana awalnya, seusai menunaikan shalat Id, dia langsung menarik becak.

Sumber: Kompas
--------
Kemesraan pertemuan Jokowi dan tukang becak ini mengingatkan warganet pada janji Jokowi yang belum terpenuhi pada para tukang becak Jakarta yang tergabung dalam SEBAJA.

"Ketika Pak @jokowi bertemu para tukang becak Bogor, apakah bapak jadi teringat pada janji politiknya dulu pada tukang becak Jakarta (SEBAJA) yang belum lunas?" tulis Elisa Sabtu 16 Juni 2018.

Ketika Pak @jokowi bertemu para tukang becak Bogor, apakah bapak jadi teringat pada janji politiknya dulu pada tukang becak Jakarta (SEBAJA) yang belum lunas? https://t.co/zID9NK48xw

— Elisa Sutanudjaja (@elisa_jkt) June 16, 2018

Sumber :Portal Islam

Dimensi Politik Memalukan di Istana Bogor

Dimensi Politik Memalukan di Istana Bogor


10Berita – Open House yang dilakukan oleh presiden jokowi pada hari pertama perayaan idul fitri 1439 H yang dilaksanankan di istana bogor tercoreng, oleh prilaku memalukan dan tidak terpuji para pendukung rezim yang menyoraki kedatangan Gubernur DKI Anis Rasyid Baswedan yang ingin bersilaturahmi dengan presiden jokowi.

Momentum hari raya seharusnya dijadikan sebagai ajang untuk saling bermaaf-maafkan oleh semua pihak karena dengan perayaan idul fitri tersebut seluruh umat manusia di muka bumi ini kembali kepada kesucian dirinya yaitu menjadi fitrah seperti orang yang kembali baru dilahirkan didunia ini.

Sorakan yang dilakukan oleh para pendukung presiden jokowi di istana bogor, terhadap Gubernur DKI Anis Rasyid Baswedan, pada hari raya idul fitri adalah sesuatu tindakan tidak terpuji dan sangat mempermalukan kita semua sebagai sebuah bangsa, yang sedang merayakan hari kemenangan bagi umat islam.

Jelas sudah prilaku memalukan tersebut sepertinya sudah menjadi budaya bagi para pendukung rezim, sebagai akibat dari kekalahan ahok pada pilkada ditahun yang lalu, dan sebagai ketakutan para pendukung rezim apabila Anis Rasyid Baswedan berpasangan dengan Prabowo Subiyanto untuk maju sebagai penantang presiden Jokowi pada pilpres di tahun 2019.

Prilaku memalukan yang terjadi di istana negara tersebut, seharusnya dapat dicegah oleh pihak paspampres atau pun pihak keamanan lainnya dengan memberikan teguran keras terhadap orang ataupun kelompok yang meneriaki Gubernus Anis. Karena dampak dari cemoohan mereka terhadap Gubernur Anis pada akhirnya semakin membuat tuan presiden tergerus citranya dihadapan publik.

Diera digital society seperti saat ini, prilaku seperti itu seharusnya dapat dihindari, sebab pada akhirnya publik akan menilai para pendukung rezim saat ini bukanlah orang-orang terpuji yang memiliki jiwa dan karakter kenegarawanan karena menjadi manusia pembenci dan selalu menyimpan dendam serta permusuhan di saat seluruh umat muslim diseluruh dunia bermaaf-maafan dan saling bersilaturahmi.

Miris sekali prilaku para pendukung rezim yang mengaku paling pancasilais dan paling mencintai indonesia, serta merasa paling bhineka, ternyata itu semua bohong belaka. Karena jelas sudah prilaku yang mereka pertontonkan dihadapan publik disaat idul fitri, bukanlah cermin dari sikap seorang yang pancasilais, mencintai nkri dan sama sekali tidak menghargai kebhinekaan yang seringkali mereka suarakan.

Secara pribadi saya ingin menyatakan, prilaku intoleran yang dilakukan oleh pendukung rezim terhadap gubernur Anis Rasyid Baswedan saat perayaan hari kemenangan tersebut, adalah hal paling menjijikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Para pendukung rezim sepertinya tidak tahu bagaimana memaknai idul fitri dan menjalin silaturahmi dihari yang dipenuhi rahmat dan karunia sang khaliq.

Untuk itu sudah selayaknya pihak istana untuk membuat pernyataan kepada publik dengan meminta maaf kepada Gubernur Anis terhadap sikap konyol yang dilakukan oleh para pendukung tuan presiden jokowi, yang sudah sangat keterlaluan dan berlebihan tersebut karena telah sangat mencoreng lembaga kepresidenan, karena hal tersebut dilakukan didalam istana bogor.

Sebagai pesan penutup, semoga saja agenda open house di acara hari raya ditahun yang akan datang tidak akan terjadi hal yang seperti saat ini. Dan berharap para pendukung maupun relawan 2019GantiPresiden tidak mengikuti prilaku tidak terpuji seperti yang dilakukan oleh para pendukung rezim saat ini. (kl/)

*Oleh: Pradipa Yoedhanegara, Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik

Sumber :swamedium

Mufti Besar Palestina Syaikh Hussein Mengecam Keras Partisipasi Tokoh Agama Indonesia dalam Acara Penjajah Zionis

Mufti Besar Palestina Syaikh Hussein Mengecam Keras Partisipasi Tokoh Agama Indonesia dalam Acara Penjajah Zionis


10Berita,  Syaikh Mohamed Hussein (الشيخ محمد حسين), Mufti Besar Baitul Maqdis dan Palestina, mengecam keras partisipasi delegasi tokoh agama Indonesia yang dipimpin Sekjen NU KH Yahya Cholil Staquf dalam konferensi American Jewish Committee (AJC) di Baitul Maqdis (Yerusalem) terjajah.

Dalam pernyataan pers seperti yang dilansir alwatanvoice, Syaikh Hussein menggambarkan konferensi tersebut sebagai bagian dari kampanye menyesatkan sistematis ‘Israel’ yang bertujuan untuk membuatnya tampak sebagai sebuah “negara” yang mendukung perdamaian dan memulihkan hubungan antaragama.

Ia mengecam kunjungan delegasi Indonesia itu sebagai “kejahatan terhadap perkara Palestina dan bangsa Muslim,” serta menyatakan itu mengabaikan kampanye boikot internasional terhadap penjajahan dan praktik-praktik rasisnya, terutama setelah relokasi kedubes AS ke Baitul Maqdis (Yerusalem).

Mufti juga menyebut kunjungan itu “memalukan dan tidak dapat diterima” serta “bertentangan dengan posisi rakyat Indonesia yang mendukung rakyat Palestina dan perjuangan mereka.”

Syaikh Mohamed Hussein meminta pemerintah Indonesia untuk meminta pertanggungjawaban atas kedatangan dan partisipasi KH Yahya Cholil Staquf (yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden/Wantimpres RI).

Sumber: https://www.alwatanvoice.com/arabic/news/2018/06/12/1151605.html


***

MASIH NGEYEL???

A special meeting today in Jerusalem with Yahya Cholil Staquf, the General Secretary of the global Islamic organization Nahdlatul Ulama. I’m very happy to see that Arab countries and many Muslim countries are getting closer to Israel! pic.twitter.com/FvGMBpZv6u

— Benjamin Netanyahu (@netanyahu) 14 Juni 2018


Sumber : PORTAL ISLAM