OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 22 Juni 2018

Studi Terbaru Ungkap Hubungan Konsumsi Alkohol Dengan Kanker

Studi Terbaru Ungkap Hubungan Konsumsi Alkohol Dengan Kanker

10Berita – Sebuah studi terbaru yang dilakukan peneliti kesehatan baru saja mengungkap korelasi antara mengkonsumsi konsumsi alkohol dengan risiko seseorang terkena kanker.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal ‘PLOS Medicine‘ pada tanggal 19 Juni kemarin, para peneliti menjelaskan bahwa orang-orang yang mengonsumsi minuman alkohol di bawah tujuh gelas tiap minggunya memiliki risiko kanker dan kematian yang lebih rendah, dibandingkan dengan mereka yang minum lebih dari tujuh gelas per pekan.

Dilaporkan juga, tiap gelas tambahan alkohol yang diminum per minggunya akan meningkatkan risiko kanker dan kematian si peminum. Namun para peneliti juga menekankan bahwa studi ini hanya menemukan hubungan antara alkohol dengan kanker dan kematian, bukan menunjukkan adanya bukti atau efek dari konsumsi alkohol.

Menurut pemimpin studi yang juga peneliti dari Queen University Belfast, Andrew Kunzmann, yang membuat studi ini berbeda dengan studi sebelumnya adalah studi lain biasanya melihat kanker dan kematian secara terpisah.

“Hal ini memberikan suatu pesan yang sangat berbeda mengenai peran alkohol dalam kesehatan,” ujar Kunzmann, dilansir Live Science.

Kunzmann mengatakan, dalam studi lain ada bukti yang menunjukkan para peminum alkohol ringan hingga sedang memiliki risiko yang rendah mengalami kematian dini. Sementara mereka yang tidak pernah minum memiliki risiko terendah untuk terkena kanker.

“Apa yang studi kami lakukan adalah menggabungkan dua hal tersebut (hubungan antara alkohol dengan kesehatan) dan menemukan bahwa peminum alkohol ringan diasosiasikan dengan risiko serangan kanker dan juga kematian dini yang lebih rendah,” katanya.

Dalam studi ini, tim peneliti menganalisis data penggunaan alkohol dari 100 ribu orang di AS antara tahun 1998 hingga 2000. 100 ribu orang itu diminta untuk menjawab pertanyaan atas seberapa sering ia meminum alkohol tiap minggunya. Selain itu, para peneliti juga melihat pada data kapan pertama kali para peserta didiagnosis dengan kanker dan juga kematian yang terjadi setelahnya. ()

Sumber :kmpr, Eramuslim.com

Asyik: Dikepung Istana, Didukung Ulama

Asyik: Dikepung Istana, Didukung Ulama

10Berita, Saat Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melantik Komjen Polisi M. Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat, saya teringat dengan data blusukan Presiden Joko Widodo. Terdapat angka-angka yang sangat menarik dan mengkonfirmasi bahwa Pilgub Jabar 2018 adalah kunci dan berkelindan dengan Piplres 2019.

Dalam situs Presidenri.go.id, selama hampir tiga tahun berkuasa yakni sejak dilantik pada 20 Oktober 2014 hingga Juni 2017 atau 32 bulan yang lalu, Jokowi telah melakukan blusukan sebanyak 306 kali, atau hampir 10 kali setiap bulan. Khusus di Jabar, Jokowi telah berkunjung sebanyak 46 kali, setiap bulan rata-rata sebanyak 1.43 kali. Jadi setiap bulan Jokowi setidaknya melakukan 1-2 kali kunjungan ke Jabar. Angka ini tentu saja bisa meningkat jika melihat intensitas blusukan Jokowi setahun belakangan di Tanah Pasundan.

Tingginya frekeuensi kunjungan Jokowi mengindikasikan bahwa Istana tidak ingin mengulang kekalahan seperti dalam Pilpres 2014. Kala itu, Jokowi hanya meraih sekitar 40% suara, kalah telak dari Prabowo-Hatta.

Dikepung Istana

Blusukan hanya salah satu cara menggaet suara di Jabar. Diluar itu, Istana juga harus memastikan ada jagoannya yang duduk di kursi gubernur. Diakui atau tidak, Jokowi-JK jadi pecundang karena ada kontribusi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dalam memenangkan pasangan Prabowo-Hatta.

Skenario pun disusun. Belajar dari kekalahan dalam Pilgub DKI Jakarta 2017, Istana membuat strategi berbeda. Menghindari head to head. Karena itu, ada tiga skenario alternatif.

Pertama, mencari sosok yang berpotensi besar menang. Ada nama Ridwan Kamil. Bila tidak, maka harus dicari kandidat pengganti dari partai yang berada di kubu pemerintah.

Kedua, mengakuisisi kandidat dari kubu lawan. Ada nama Wagub Deddy Mizwar. Cara kedua ini bila melihat karakter yang kuat dari Deddy Mizwar, harus diakui tidak mudah, tapi tetap boleh dicoba. Namanya juga usaha. Dan ternyata, ikhtiar tersebut berhasil. Deddy diambil Partai Demokrat.

Ketiga, dengan “membuat becek lapangan.” Caranya dengan memperbanyak calon, terutama dari kubu lawan. Semakin banyak yang berlaga, terutama dari kubu lawan, peluang jagoan Jokowi untuk memenangkan Pilkada Jabar akan semakin terbuka.

Ketiga skenario ini sudah berhasil dilakukan. Ridwan Kamil berpasangan dengan Uu Ruzhanul Ulum. Ridwan secara tegas sudah menyatakan mendukung Jokowi jadi presiden kedua kalinya.

Deddy Mizwar yang berpasangan dengan Dedi  Mulyadi pun demikian. Didukung Partai Demokrat dan Partai Golkar, Deddy Mizwar terikat kontrak politik untuk mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019.

Pasangan lain, TB Hasanuddin dan Anton Charliyan sudah dipastikan berada di kubu Jokowi. Keduanya diusung PDIP yang merupakan partai pendukung Jokowi.

Dengan tiga pasangan ini, lapangan Pilgub Jabar 2018 sudah teramat becek, sesuai skenario Istana. Hanya tersisa Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) yang didukung Gerindra, PKS, PAN dan PBB. Pasangan ini secara tegas menyatakan siap mengganti presiden pada 2019. Jargon mereka: #2018AsyikMenang, #2019GantiPresiden.

Tapi Istana sepertinya belum terlalu yakin bisa memenangkan pertarungan. Elektabilitas Asyik yang  belakangan kian meningkat membuat mereka menempuh langkah kontroversial yang menurut banyak pengamat menabrak undang-undang. Ini terjadi saat Istana mengangkat Komjen Polisi M. Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jabar.

Padahal, di awal tahun 2018, ide ini mendapat protes keras dari publik. Menko Polhukam bahkan sudah menyatakan tidak akan melanjutkan ide tersebut. Tapi nyatanya, lima bulan berselang, kebijakan tersebut justru dikeluarkan. Kecaman pun datang. Tapi pemerintah jalan terus.

Boleh dikatakan, pelantikan tersebut membuat Asyik dikepung Istana. Asyik tak hanya berhadapan dengan tiga proxy Istana, tapi juga penjabat yang seharusnya bertindak sebagai wasit yang adil. Pihak Istana sendiri menyatakan Iriawan akan bersikap netral. Tapi publik sangat sulit untuk dibuat percaya.

Didukung Ulama

Asyik memang sudah dikepung Istana. Tapi disisi lain, ada sebuah kekuatan dahsyat yang dimiliki oleh Asyik. Mereka didukung penuh oleh ulama-ulama kharismatis yang selama ini lantang menyuarakan amar ma’ruf nahi mungkar dan bersama umat.

Ada KH Abdullah Gymnastiar yang meski tidak secara eksplisit memberikan dukungan, tapi terlihat jelas berada di pihak Asyik. Pertemuannya dengan Asyik menjadi salah satu indikasinya.

Ada Ustadz Arifin Ilham. Secara tegas pimpinan Majelis Zikir Az-Zikra itu menyatakan dukungannya kepada Asyik. Videonya viral di media sosial.

Terakhir, tentu saja Habib Rizieq Shihab. Saat Asyik bersilaturahim di Mekah, dukungan penuh diberikan ulama kharismatis tersebut. Habib yang mengenakan baju putih duduk diapit Sudrajat yang juga mengenakan baju berwarna putih, bersama Ahmad Syaikhu yang tampak memakai kemeja dengan setelan jas hitam.

“Malam hari ini, saya bersama keluarga di Mekkah Al Mukaromah sangat berbahagia. Saya kedatangan tamu para habaib, para ulama para kiai dari berbagai daerah. Dan, di samping saya juga alhamdulillah ada Pak Sudrajat, calon gubernur Jawa Barat. Juga dan Pak Ahmad Syaikhu, calon wakil gubernur Jawa Barat,” kata Rizieq Shihab dalam video yang viral di media sosial.

Residu Pilgub DKI Jakarta masih membekas. Bahkan, aksi 212 dan Habib Rizieq Shihab menjadi variabel baru dalam peta politik di Tanah Air. Begitu pula yang terjadi di Jabar. Sehingga tak heran jika Istana terkesan all out untuk memenangkan Pilgub Jabar.

Siapa yang akan kita pilih pada 27 Juni nanti? Pasangan yang didukung Istana atau Asyik yang dikepung Istana dan didukung ulama?

Hati nurani kita sebagai umat Islam sudah pasti tahu jawabannya.

Erwyn Kurniawan
Pengamat Politik Islam dan Praktisi Media

Sumber : Ngelmu.co

Penjelasan Soal Dugaan Mark Up LRT yang Diungkap Prabowo

Penjelasan Soal Dugaan Mark Up LRT yang Diungkap Prabowo

10Berita – Kepala Proyek LRT Palembang, Mashudi Jauhar membantah tudingan Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang menyebut adanya mark up dalam biaya proyek pembangunan light rail transit (LRT) di Palembang. Partai Gerindra memaparkan, anggaran pembangunan LRT Palembang jelas-jelas lebih mahal dibandingkan pembangunan LRT Jakarta.

“Kalau kami baca, biaya LRT Palembang ini memang lebih mahal dibanding LRT di Jakarta. Itu data ada di Kemenhub, ini pernyataan resmi dari Sekjen Kemenhub Sugihardjo (sekarang Staf Ahli Bidang Bidang Logistik dan Multimoda Perhubungan) bahwa LRT Jabodetabek lebih murah dari LRT Palembang,” ujar anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade kepada wartawan, Kamis (21/6).

Penjelasan soal anggaran biaya LRT ini disebut Andre dikutip langsung dari data resmi milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dia mengatakan, setidaknya biaya pembangunan LRT Palembang lebih mahal sekitar Rp 800 miliar dibandingkan LRT Jakarta. Angka ini didapatkan dengan menghitung selisih biaya pembangunan per KM LRT Palembang dan LRT Jakarta.

Di Jabodetabek per KM 264,7 miliar. Kalau Palembang itu per KM 296 miliar. Jadi ada selisih sekitar 32 miliar something per KM lebih mahal dibanding Jakarta. Jadi pengakuan Pak Prabowo nggak mengada-ada juga,” jelas Andre.

“Kalau dihitung 24,5 KM dikali 32 miliar itu hampir 800 miliar bedanya. Itu kan angka yang fantastis 800 miliar,” imbuhnya.

Naamun Andre belum mengetahui dari mana Pak Prabowo menemukan data mark up LRT Palembang. Dia menyatakan akan mempelajari data yang disebutkan Ketumnya. Andre juga mengaku belum bertemu Prabowo untuk mendapatkan penjelasan mendalam.

“Saya belum bertemu Pak Prabowo, belum tahu datanya dari mana. Mungkin memang Pak Prabowo punya datanya, tapi saya belum bertemu beliau. Yang jelas berdasarkan data dari Kemenhub lebih mahal 32 miliar per KM di Sumsel daripada Jabodetabek,” sebutnya.

“Nah apakah ada mark up, itu domain penegak hukum. Silakan penegak hukum dan auditor negara yang memeriksa itu,” sambung Andre.

Diberitakan sebelumnya, biaya pembangunan LRT di Indonesia dinilai kemahalan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Ia pun menduga adanya dugaan mark up.

Menurut data yang diperolehnya, biaya pembangunan untuk LRT di dunia hanya berkisar US$ 8 juta/km. Sedangkan di Palembang, yang memiliki panjang lintasan 24,5 km, biayanya hampir Rp 12,5 triliun atau dengan kata lain biayanya US$ 40 juta/km.

Kepala Proyek LRT Palembang Mashudi Jauhar Membantah. Dia mengaku biaya pembangunan LRT di Palembang sebenarnya sudah sesuai dengan harga pasar, mengingat konstruksi LRT yang diterapkan di Palembang merupakan konstruksi layang yang membutuhkan biaya tinggi.

Ia mencontohkan seperti biaya pembangunan LRT di Malaysia dan Filipina.

“Di Malaysia, (rute) Kelana Jaya-Ampang 7,2 miliar Yen/Km (65,52 juta/km). Manila, LRT Fase 1 extension, 8,2 miliar Yen/km (US$ 74,6 juta/km),” beber Jauhar. ()

Sumber :dtk,Eramuslim.com 

Habis Membantah, Jokowi Mestinya Segera Pecat Mendagri Tjahjo Kumolo

Habis Membantah, Jokowi Mestinya Segera Pecat Mendagri Tjahjo Kumolo

10Berita – Presiden Joko Widodo membantah pengangkatan Komjen Pol Iriawan selaku Penjabat Gubernur Jawa Barat sebagai usulan dirinya seperti diakui oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.

Setelah melantik Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jabar Mendagri, Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa pengangkatan Iriawan menjadi penjabat gubernur sudah sesuai UU dan merupakan usulan Jokowi. Bahkan Tjahjo menyatakan bahwa Iriawan merupakan pilihan Jokowi sendiri, setelah usulan Kemendagri selain Iriawan ditolak Jokowi.

Namun, pernyataan tersebut dibantah langsung oleh Jokowi. Jokowi menyatakan bahwa Iriawan bukan usulan dirinya sebagai presiden, melainkan hasil olah kajian dan hasil proses Kemendagri untuk memilih dan memilah siapa yang berhak untuk mengisi jabatan Gubernur Jabar yang kosong karena gubernur defintif habis masa baktinya.

Aliansi Lembaga Analisis Kebijakan dan Anggaran (Alaska) menilai, polemik antara Mendagri dan Presiden itu membuktikan ada desain yang dimainkan oleh Tjahjo Kumolo setelah penolakan Iriawan untuk menjabat sebagai gubernur dan kemudian pemutasian Iriawan menjadi Sekretaris Utama di Lemhannas.

“Tjahjo Kumolo telah memanfaatkan jabatannya sebagai menteri untuk memuluskan jalan politiknya. Mengingat bahwa Tjahjo Kumolo merupakan bagian daripada PDI Perjuangan yang mengusung pasangan calon di Pilgub Jawa,” kata Koordinatir Alaska, Adri Zulpianto.

Karena itu, untuk menjaga netralitas dan demokrasi dalam Pilkada Serentak pekan depan, Alaska menuntut Presiden Jokowi untuk mencopot jabatan Menteri yang melekat pada Tjahjo Kumolo, dan membatalkan pengangkatan Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Alaska melihat pelantikan Iriawan sebagai Penjabat Gubernur Jabar oleh Tjahjo Kumolo telah melanggar UU. Jokowi pun mengamini Mal Administrasi yang dilakukan oleh Tjahjo Kumolo.

“Pencopotan dan pemecatan Tjahjo Kumolo dari posisi menteri akan menjadi bukti bahwa Jokowi sebagai presiden menjalankan prinsip pemerintahannya yang tegas tanpa kompromi,” tegas Adri. ()

Sumber :rmol

Mengapa Allah Tak Musnahkan Kaum Yahudi? Jawaban Syaikh Ini Bikin Ustadz Somad Terdiam

Mengapa Allah Tak Musnahkan Kaum Yahudi? Jawaban Syaikh Ini Bikin Ustadz Somad Terdiam

Referensi pihak ketiga

10Berita, Suatu ketika, mahasiswa Al Azhar asal Indonesia berkumpul dalam sebuah pertemuan dan mereka mengundang Syaikh Prof Dr Muhammad Jibril. Dalam pertemuan itu dibahas tentang Yahudi Israel yang mencaplok Palestina.

Mahasiswa Indonesia sudah sangat geram karena Israel belum juga musnah. Padahal kalau Allah berkehendak, hanya dengan mengutus satu malaikat untuk berteriak, maka pecahlah gendang telinga orang-orang Israel itu, atau kalau malaikat menghembuskan angin dingin, matilah mereka begitu menghirupnya.

Ustadz Abdul Somad yang saat itu masih menjadi mahasiswa kemudian bertanya, “Wahai Syaikh, kaum Ad binasa, kau Tsamud binasa, kaum Madyan binasa, kaum Iram binasa, kaum Fir’aun binasa, kenapa Allah tidak membinasakan kaum Israel ini?”

Sambil tersenyum Syaikh Muhammad Jibril menjawab, “Yabni (anakku), seandainya Allah membinasakan kaum Israel ini, lalu apa yang tersisa untukmu?”

Referensi pihak ketiga

Mendengar jawaban dosen tafsir Universitas Al Azhar itu, Ustadz Abdul Somad pun terdiam.

“Allah sengaja menyisakan kaum ini sebagai medan jihad kita menolong agama Allah SWT.” lanjut Syaikh menjelaskan.

Bukankah segala kekacauan di dunia saat ini, otaknya adalah zionis Israel? Amerika Serikat yang disebut-sebut negara adidaya dan telah menghancurkan banyak negeri muslim juga dikendalikan oleh kelompok kecil kaum Israel yang disebut lobi Yahudi? Bukankah mereka telah memproklamirkan protokol zionis untuk menguasai dunia? Allah menyisakan kaum ini agar umat Islam memiliki medan jihad.

Saat itu memang belum tiba. Namun bukan berarti kesempatan jihad itu tidak ada. Bukankah saat ini zionis Israel terus menjajah Palestina dan menutup Masjid Al Aqsa serta melarang umat Islam shalat di sana hingga timbullah bentrok yang memakan korban sejumlah warga Palestina. Ini juga kesempatan berjihad bagi kita, jihad dengan harta untuk membantu saudara seiman di Palestina yang dizalimi Israel, jihad dengan fisik bersama umat Islam di berbagai negara untuk turun aksi membela Al Aqsha, jihad dengan doa memohon kepada Allah agar melindungi dan memenangkan umat Islam di Palestina.

Referensi pihak ketiga

Nah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa berikan like & share juga lalu klik ikuti bila menyukai postingan ini. Terima kasih.

Sumber : islamidia.com 

Serang Balik PDI P, Elite Partai Demokrat SINDIR: Penguasa Panik

Serang Balik PDI P, Elite Partai Demokrat SINDIR: Penguasa Panik


10Berita, Elite Demokrat tak terima dengan tudingan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan, Bambang Dwi Hartono, yang merespons kritikan Susilo Bambang Yudhoyono soal ketidaknetralan aparat negara. PDI P sebagai partai penguasa dinilai saat ini sedang panik.

"Mengapa PDIP panik? Jawabannya karena SBY dan Demokrat tau apa yang direncanakan oleh penguasa untuk terus berkuasa," kata Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahahean dalam pesan singkatnya kepada VIVA, Jumat, 22 Juni 2018.

Dia mencontohkan pencopotan Wakapolda Maluku, Brigjen Pol Hasanuddin dari jabatannya menjadi pembenaran kritikan SBY terhadap ketidaknetralan aparat negara. Brigjen Hasanudin dicopot karena diduga keterlibatan perwira tinggi bintang satu itu dalam kampanye salah satu pasangan calon gubernur di Maluku.

"Itu artinya kritik SBY terbukti benar. Nah ketika kritik SBY tersebut terbukti benar, maka PDIP panik, kekuarlah Bambang DH membuat kegaduhan dengan pernyataannya yang bicara terkait tim Alpha Bravo," jelas Ferdinand.

Ferdinand menyebut manuver Bambang DH hanya sikap politik PDIP yang sedang melempar isu. Ia pun meminta agar elite PDIP hati-hati dalam melontarkan pernyataan yang terkesan beropini menjurus fitnah.

"PDIP hanya sedang lempar isu menutupi fakta lapangan bahwa ada aparat yang tidak netral. Hati-hati bikin pernyataan, jangan karena panik, jadi serampangan menuduh," sebutnya.

Bagi dia, suasana demokrasi mesti dijaga dengan sikap yang tak melampaui batas. Menurutnya, tak perlu dengan ingin berkuasa namun merusak cara yang tak demokratis.

"Kami sarankan PDIP agar tidak perlu panik begitu. Jika tidak merasa melampaui batas kenapa panik? Jika merasa bersih kenapa takut? Janganlah demokrasi kita rusak hanya karena ingin berkuasa bahkan dengan cara cara yang tidak demokratis," tuturnya.

Sebelumnya, SBY menyampaikan keprihatinannya pasca kebijakan pemerintah menunjuk Komjen Polisi M. Iriawan menjadi Penjabat Gubernur Jawa Barat. Penunjukan ini menjadi polemik dan perdebatan. Fraksi Demokrat di DPR mendorong digulirkannya hak angket.

Suara protes SBY direspons elite PDIP, Bambang DH. Ia meminta SBY agar instrospeksi diri ketimbang rajin menyalahkan orang atau pihak lain, sementara kesalahan juga ada pada dirinya. PDIP juga tidak terima dengan tuduhan yang menurutnya tanpa bukti.

“PDI Perjuangan bahkan punya pengalaman buruk di Pilkada Bali 5 tahun lalu. Saat itu alat negara diterjunkan hanya karena ambisi kekuasaan. Jadi, siapa yang punya sejarah gelap menggunakan kekuasaan? Pak SBY jangan lempar batu sembunyi tangan,” kata Bambang DH, Rabu, 20 Juni 2018.

Sumber : PORTAL ISLAM

Bikin REZIM Kepanasan! UAS Ajak Pilih Pemimpin yang Menolong Agama dan Ulama di Pilkada 2018 dan Pilpres 2019

Bikin REZIM Kepanasan! UAS Ajak Pilih Pemimpin yang Menolong Agama dan Ulama di Pilkada 2018 dan Pilpres 2019


10Berita, PADANG - Ustad Abdul Somad (UAS) menyampaikan ceramahnya di hadapan ribuan warga Kota Padang di Masjid Raya Sumatra Barat, Kamis (21/6/2018).

Dalam TABLIGH AKBAR dengan tema "Membangun Ukhuwah di Tahun Politik" tersebut, UAS mengingatkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam pilkada serentak pada 2018 dan pilpres 2019 nanti untuk memilih pemimpin yang menolong agama Allah, menolong Syariat, menolong Ulama.

UAS menyampaikan bahwa suara umat Islam saat ini sedang diincar oleh pihak-pihak yang tentunya ingin meraih kemenangan dalam pesta demokrasi karena besarnya potensi suara yang disumbangkan umat Islam. UAS mendorong masyarakat menggunakan hak pilihnya agar siapa pun pemimpinnya nanti benar-benar yang mampu memperjuangkan agama Islam.

"Pakai tanganmu itu untuk mencoblos, pilih pemimpin yang menolong agama Allah, yang menolong ulama, yang menolong syariat Muhammad SAW," ujar Ustad Abdul Somad dihadapan lautan jamaah, Kamis (21/6).

Ustad Abdul Somad mengingatkan jangan sampai umat Islam golput.

"Jangan sampai suara Umat Islam ada yang mubazir. Kalau engkau tidak memilih berarti engkau pengkhianat, karena engkau diam tidak mencoblos," tegasnya.

"Kita pilih pemimpin yang baik. Target jangka pendek April 2019 (Pilpres), target yang lebih pendek lagi Pilkada serentak 2018," kata Ustad Abdul Somad.

Selengkapnya berikut video ceramah Ustad Abdul Somad di Masjid Raya Sumatra Barat, Kamis (21/6/2018).

[video]

Sumber :Portal Islam 

Turki Negara Paling Dermawan 2017

Turki Negara Paling Dermawan 2017


10Berita – Turki dinyatakan sebagai negara yang paling dermawan pada 2017 dengan hampir USD8,1 miliar disalurkan untuk bantuan kemanusiaan. Demikian kata sebuah organisasi pembangunan internasional independen.

Menurut laporan Bantuan Kemanusiaan Global Development Initiative (DI) yang dirilis, Selasa (19/6/2018) malam, hampir 30 persen dari semua bantuan kemanusiaan internasional, yaitu 27,3 miliar, berasal dari Turki.

Selain Turki, Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris juga menyalurkan bantuan kemanusiaan masing-masingnya USD 6,68 miliar, USD 2,98 miliar, dan USD 2,52 miliar.

Dana bantuan kemanusiaan Turki adalah hampir 1 persen dari produk domestik bruto (PDB) tahun 2017.

PDB Turki yaitu sekitar USD 850 miliar pada 2017, sementara AS mencapai USD 19 triliun lebih, Jerman pada USD 3,8 triliun, dan Inggris sebesar USD 2,6 triliun.

Turki menduduki peringkat ketiga dalam laporan DI untuk tahun 2013, 2014 dan 2015, dan kedua dalam daftar setelah AS pada 2016 dengan USD 6,3 miliar dihabiskan untuk dana bantuan.

Selain itu, Turki juga menampung pengungsi dalam jumlah terbanyak di dunia, yaitu 3,9 juta. Pada Mei, jumlah pengungsi Suriah yang tinggal di negara itu mencapai 3,6 juta jiwa.

Dua miliar orang miskin di seluruh dunia

Dalam laporan DI juga disebutkan bahwa 2 miliar orang di seluruh dunia miskin, dan 753 juta di antaranya menghadapi kemiskinan ekstrem.

“Orang miskin didefinisikan sebagai mereka yang bertahan hidup dengan kurang dari USD3,20 per hari, sementara kemiskinan ekstrem dihadapi oleh orang-orang yang hidup dengan kurang dari USD1,90 per hari,” jelas laporan itu.

DI juga memaparkan bahwa pada tahun 2017, bantuan kemanusiaan berjumlah USD27,3 miliar, kemudian USD26,4 miliar pada 2016, USD25,8 miliar pada 2015, USD22,1 miliar pada 2014, dan USD18,4 miliar pada 2013.

Sebagian besar bantuan kemanusiaan disalurkan ke Suriah (USD2,58 miliar), Yaman (USD1,55 miliar), Irak (USD1,42 miliar), Palestina (USD1,15 miliar), dan Sudan Selatan (USD1,1 miliar).

“Diperkirakan 201 juta orang di 134 negara membutuhkan bantuan kemanusiaan internasional pada 2017,” ungkap laporan tersebut.

“Sejumlah krisis kompleks terus menyerap sebagian besar bantuan kemanusiaan, sehingga 60 persen dari semua bantuan disalurkan ke 10 negara saja, dengan 14 persen untuk Suriah dan 8 persen ke Yaman,” tambah laporan itu.

Laporan itu juga menyoroti bahwa selama lima tahun berturut-turut, Suriah menjadi penerima bantuan kemanusiaan terbanyak.

DI adalah organisasi pembangunan internasional independen yang memfokuskan peran data sebagai pendorong upaya pengentasan kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan.

Beberapa lembaga internasional yang berkontribusi bagi laporan itu di antaranya ialah Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), Badan Kerja Sama dan Koordinasi Turki (TIKA) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).(yn/anadolu agency)

Sumber :Eramuslim.com

Blunder Dibalik Pengangkatan Iwan Bule

Blunder Dibalik Pengangkatan Iwan Bule


10Berita – Pengangkatan Komjen M. Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat merupakan blunder politik bagi PDI Perjuangan.

Gara-gara pengangkatan tersebut bisa jadi TB Hasanuddin-Anton Charlian (Hasanah), pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung banteng moncong putih, kalah di Pilgub Jawa Barat.

“Pengangkatan Komjen Iriawan meningkatkan kritik keras kepada pemerintah. Sentimen ini telah membangkitkan semangat untuk mengalahkan cagub yang diusung PDIP,” Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya’roni kepada redaksi, Kamis (21/6).

Semenjak Iriawan dilantik, gaung perlawanan kian hari makin membesar. Para alumni 212 yang tadinya tidak terlalu semangat menyongsong Pilgub Serentak 27 Juni 2018, menjadi bergairah dengan menjadikan pengangkatan Iriawan sebagai isu perlawanan.

Tak hanya itu, gelagat “perlawanan” juga mulai terasa di Senayan. Parpol-parpol lawan politik PDIP di Pilgub Jabar “menggoreng” isu ini lewat jalur hak angket. Dengan mengajukan hak angket, isu tersebut tetap terjaga menjadi pemberitaan nasional sehingga dapat memantik emosi publik.

“Rakyat yang tersulut emosinya akan melakukan perlawanan. Dan perlawanan yang paling nyata adalah dengan tidak memilih cagub yang diusung oleh PDIP,” kata Sya’roni.

Tidak aneh, lanjut dia, Partai Demokrat dan Nasdem yang bukan partai oposisi di level nasional, ikut bergabung mendukung hak angket tersebut. Bisa jadi, keduanya juga berharap dapat menikmati keuntungan elektoral untuk cagub yang mereka usung.

“Demokrat dan Nasdem tidak rela jika hanya Gerindra dan PKS saja yang mendapatkan keuntungan elektoral dari isu tersebut,” imbuh Sya’roni.

Atas kondisi demikian, dia menyarankan lebih baik PDIP meminta Presiden Jokowi atau Mendagri Tjahjo Kumolo untuk membatalkan pengangkatan Komjen Iriawan. Bila tidak segera dibatalkan, kemungkinan besar cagub/cawagub yang diusung oleh PDIP akan kalah di Pilkada Jabar.

“Bila tidak dibatalkan, tampaknya ada yang menginginkan PDIP kalah di Jawa Barat. Artinya, ada yang sengaja ingin menggembosi PDIP,” tukas dia. []

Sumber : rakyatmerdeka

Do’a Nabi Musa Saat Menempuh Perjalanan

Do’a Nabi Musa Saat Menempuh Perjalanan

10Berita, KETIKA Nabi Musa mengungsi dari Mesir menuju ke negeri Madyan untuk menghindari kejaran Fir’aun dan pengikutnya, beliau menempuh perjalanan yang arah dan liku-likunya belum pernah diketahui. Dalam keadaan semacam ini, tentu saja Nabi Musa sangat khawatir akan tersesat dalam perjalanan. Karena itu, beliau memohon petunjuk kepada Allah dengan berdoa, “Semoga Tuhanku memberikan petunjuk kepadaku jalan (arah) yang benar,” (QS. Al-Qashash (28) : 22).

Permohonan Nabi Musa ini merupakan hal yang fitrah atau sejalan dengan tabiat manusia. Karena setiap orang yang menuju ke suatu tempat yang masih asing bagi dirinya akan merasa cemas dan khawatir kalau-kalau tersesat.

Dengan memanjatkan doa seperti di atas, Nabi Musa memohon kepada Allah agar perjalanannya menuju ke negeri Madyan ditempuh dengan lapang dan mudah. Begitu juga halnya dengan orang lain yang mengalami hal serupa, ia pun berharap agar Allah memberikan petunjuk dan bimbingan agar ia tidak tersesat.

Dengan adanya doa tersebut, kita memperoleh pelajaran bahwa Allah akan memberikan petunjuk kepada kita dalam segala urusan selama kita mau memohon kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan beriman sesungguhnya kepada-Nya.

Doa Nabi Musa tersebut dapat digunakan oleh siapa saja untuk kepentingan yang sama. Doa tersebut boleh dibaca dalam bahasa arab atau pun dengan bahasa lain sesuai dengan yang bersangkutan. Sungguh hanya kepada Allah lah kita mengembalikan segala urusan. []

SUMBER: 100 DO’A DALAM AL-QURAN/ DRS M THALIB, Islampos.