OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 24 Juni 2018

Rilis Lagu Erdogan, Maher Zain: Saya Bangga pada Perjuangannya untuk Palestina dan Dunia Islam

Rilis Lagu Erdogan, Maher Zain: Saya Bangga pada Perjuangannya untuk Palestina dan Dunia Islam



10Berita, Hari ini Turki menggelar Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden. Pemilu Turki ini tidak hanya menjadi perhatian negara tetangga tetapi juga menyita perhatian dunia internasional.

Salah satu tokoh yang turut meramaikan Pemilu Turki adalah musisi muslim Maher Zain. Awal bulan ini, ia merilis lagu untuk Erdogan berjudul Hasat Vakti.

Lagu untuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan itu dirilis sekitar tiga pekan sebelum Pemilu Turki.

Anadolu Agency telah mengunggah lagu tersebut di channel Youtube-nya pada 1 Juni 2018. Lagu bernada heroik itu telah ditonton lebih dari 4 juta kali dan mendapat puluhan ribu like.

Sebelum rilis lagu tersebut, Maher Zain menyatakan bahwa dirinya bangga kepada Erdogan. Hal itu ia nyatakan saat aksi untuk Palestina di Istanbul pada 18 Mei lalu.



"Kami bangga dan mendukung apa yang rakyat Turki dan Presiden Recep Tayyip Erdogan lakukan kepada Palestina, Suriah, dan umat Islam di berbagai belahan dunia, seperti Arakan,” kata Musisi asal Swedia itu.

Berikut ini lagu Maher Zain untuk Erdogan:


Sumber :Tarbiyah 

Utang Tembus Rp 5000 Triliun, Indonesia Masuk Negara dengan Risiko Utang Terbesar Asia

Utang Tembus Rp 5000 Triliun, Indonesia Masuk Negara dengan Risiko Utang Terbesar Asia


10Berita, Utang luar negeri Indonesia hingga akhir April 2018 naik 7,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi USD 356,9 miliar.

Pelemahan Rupiah yang terus terjadi membuat Utang Luar Negeri Indonesia membengkak jika dikonversi ke rupaih hingga tembus Rp 5.028 triliun (perhitungan kurs acuan Jisdor Rp 14.090).

Utang itu terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 183,8 miliar dolar Amerika Serikat, atau naik 9,5 persen (yoy), dan utang swasta termasuk BUMN sebesar 173,1 miliar dolar Amerika Serikat atau naik 5,6 persen (yoy), berdasarkan Statistik ULN Bank Indonesia yang diumumkan di Jakarta, Kamis (21/6/2018).

Lembaga pemeringkat internasional Moody's Investors Services menyebut Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat Debt Risk (risiki utang) terbesar di Asia.

Moody's Says India, Indonesia Among Asia's Biggest Debt Risks

https://www.bloomberg.com/news/videos/2018-05-29/moody-s-says-india-indonesia-among-asia-s-biggest-debt-risks-video

Sementara, ekonom senior Indonesia yang juga mantan Menko Ekonomi Dr Rizal Ramli sudah jauh-jauh hari mengingatkan utang Indonesia yang sudah lampu kuning tapi malah tidak digubris.

"Akhir tahun lalu, RR sudah ingatkan “hati-hati utang Indonesia sudah lampu kuning”. Sibuk dibantah2 dgn retorika dan data selektif. Tidak ada terobosan sektor riel. Aliran modal keluar dari emerging market semakin besar," kata Dr. Rizal Ramli melalui akun twitternya mengomentari analisa Moody's.

JANJI TIPU-TIPU SAAT KAMPANYE TOLAK UTANG...

NYATANYA UTANG MEROKET... [www.tribunislam.com]


Akhir tahun lalu, RR sudah ingatkan “hati-hati utang Indonesia sudah lampu kuning”. Sibuk dibantah2 dgn retorika dan data selektif. Tidak ada terobosan sektor riel. Aliran modal keluar dari emerging market semakin besar. https://t.co/Xjq7U9Sx3w

— Dr. Rizal Ramli (@RamliRizal) 23 Juni 2018


Sumber : opini-bangsa.co


Media Barat Tunjukkan Sikap anti-Erdogan

Media Barat Tunjukkan Sikap anti-Erdogan


Media Barat tunjukkan sikap anti-Erdogan. (Anadolu)

10Berita – Ankara. Media-media Barat secara terang-terangan melanggar objektivitas jurnalisme. Dalam pemberitaannya, mereka menyeru warga Turki untuk memilih selain Erdogan dalam pemilu.

Seperti diketahui, Turki akan menggelar pemilihan presiden dan parlemen pada Ahad (24/06) hari ini. Erdogan, sebagai kandidat petahana, berambisi menang dalam satu putaran. Sementara oposisi melakukan segala cara agar pemilihan presiden digelar dua putaran.

Surat kabar harian Inggris, The Guardian, dalam pembuka edisi Jumat (22/06) kemarin misalnya. Mereka memuat sebuah tulisan dengan judul “Bully-boy, Erdogan adalah ancaman bagi Turki dan dunia.”

Penulis karya tersebut, Simon Tisdall, menyeru warga Turki untuk tidak memilih Erdogan dan partainya, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP).

Tisdall merinci peranan Turki pada konflik Suriah, Timur Tengah dan dunia. Ia menuding Erdogan sebagai ancaman bagi kawasan regional.

Ia juga mengkritik operasi pemberantasan terorisme oleh Turki di Suriah dan Irak. Terutama operasi yang dilancarkan kepada Partai Pekerja Kurdi (PKK) – sebuah faksi yang disebut teroris oleh Uni Eropa, AS dan Turki.

Tisdall juga menyebut Erdogan membahayakan bagi Eropa dengan menjalin hubungan baik bersama Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia mengklaim bahwa Ankara bukan sahabat yang baik bagi AS maupun Eropa.

Lebih lanjut, Tisdall menilai hubungan Turki dan Eropa akan semakin buruk jika Erdogan kembali terpilih.

“Pemilih Turki punya kewajiban terhadap dunia, bukan hanya pada diri mereka sendiri. Usir ia (Erdogan) keluar,” kata Tisdall.

Bahasa Provokatif anti-Turki

Bukan hanya media Inggris, hal semacam itu juga ditemukan dari media-media di Amerika, Prancis, dan negara lain di kawasan Barat. Mereka juga menyeru agar pemilih Turki tidak memilih Erdogan.

Sikap seperti ini telah ditunjukkan sejak keputusan mempercepat pemilu pada April lalu. Mereka senantiasa menggunakan bahasa provokatif dengan memainkan isu risiko dan ketegangan ekonomi Turki.

Lembaga survei dan majalah keuangan Barat juga menunjukkan keinginan untuk menjadi pemain penting dalam pemilu Turki. Ini dilakukan dengan mempengaruhi basis sosiologis dan pola pikir pemilih.

Perilaku negatif seperti ini juga dapat dilihat di majalah pekanan Inggris The Economist, serta CNN Internasional dan Bloomberg. (whc/)

Sumber :dakwatuna

Urine Berbusa Tanda Anda Derita 3 Penyakit Ini!

Urine Berbusa Tanda Anda Derita 3 Penyakit Ini!

Jangan sepelekan urine berbusa, waspadai 3 penyakit ini! (Foto: std-gov.org)

10Berita, Pernahkah Anda mendapati urine Anda berbusa? Urine yang berbusa seringkali merupakan hasil dari aliran air seni yang sangat cepat. Namun, beberapa kondisi medis juga dapat menyebabkan hal ini.

Urine akan tampak berbusa jika seseorang mengeluarkan urine dalam jumlah banyak dan juga cepat. Kecepatan keluarnya urine dapat menyebabkan gelembung yang timbul secara mendadak. Jika hal ini yang terjadi, tentu Anda tidak perlu mengkhawatirkan air seni Anda yang tampak berbusa. Namun, bagaimana jika ternyata urine berbusa ini menunjukkan kondisi medis yang Anda miliki?

Berikut adalah beberapa kondisi medis yang memungkinkan urine Anda berbusa walau Anda tidak mengeluarkannya dalam waktu yang cepat dan jumlah yang banyak:

Dehidrasi

Jika urine Anda berwarna kuning yang sangat pekat dan gelap dan bahkan tampak berbusa, hal ini bisa menunjukkan bahwa Anda tengah kekurangan cairan atau dehidrasi. Minumlah cukup air untuk dapat mencairkan zat lain yang terkandung dalam urine. Urine yang baik ialah urine yang tidak memiliki warna dan juga bau, dan hal ini menunjukkan bahwa tubuh Anda tidak sedang mengalami dehidrasi.

Penyakit ginjal

Salah satu fungsi penting dari ginjal ialah untuk menyaring protein dalam darah. Protein ini melakukan fungsi yang cukup penting dalam tubuh, seperti menjaga keseimbangan cairan. Jika seseorang mengalami kerusakan atau penyakit ginjal, protein dapat bocor dari ginjal dan masuk ke dalam urine. Hal ini kemudian dikenal sebagai proteinuria atau yang berarti protein dalam urine.

Protein ekstra mengurangi tegangan pada permukaan urine sehingga menimbulkan busa. Ini mirip dengan efek sabun terhadap air. Proteinuria sendiri bisa menjadi tanda awal dari penykit ginjal.

Diabetes

Diabetes biasanya juga menjadi penyebab mengapa Anda menghasilkan urine yang berbusa. Seseorang dengan diabetes yang tidak terkontrol akan memiliki lebih banyak molekul glukosa darah di dalam tubuhya. Glukosa merupakan molekul yang besar seperti protein.

Jika kadar glukosa darah terlalu tinggi, ginjal mungkin akan kesulitan menyaring molekul dengan benar. Akibatnya, ginjal yang kelebihan glukosa dan protein akan melarikannya ke urine. Dan inilah yang kemudian menyebabkan air seni Anda tampak berbusa.

Sumber :UC News 

Untuk Atasi Senjata ‘Layang-layang Api’ Palestina, Israel Kerahkan F-16

Untuk Atasi Senjata ‘Layang-layang Api’ Palestina, Israel Kerahkan F-16

10Berita Sebanyak 26 titik kebakaran melanda sejumlah permukiman Yahudi di pinggiran Jalur Gaza akibat ‘layang-layang api’ dan ‘balon api’ yang diterbangkan dari Jalur Gaza sejak Sabtu (23/6/2018) pagi dan jatuh di wilayah yang diduduki penjajah Zionis sejak tahun 1948 di pinggiran Jalur Gaza.

Surat kabar Zionis Yedeot Aharonotmenyebutkan, kebakaran terjadi di lahan peermukiman Israel Kafar Azza, pemukiman Yahudi Nahal Oz, pemukiman Yahudi Miglasim dan tiga kebakaran lainnya di daerah Eshkol, sebelum akhirnya kebakaran meluas hingga mencapai 26 titik kebakaran.

Tim pemadam sampai sekarang terus bekerja untuk menguasai dan memadamkan kebakaran. Area kebakaran cepat meluas disebabkan oleh suhu udara yang panas.

Pemuda Palestina berinovasi dan menggunakan sarana sederhana yang membuat Israel cemas (AFP)

Para pemuda Palestina yang menjadi peserta pawai kepulangan di perbatasan timur Jalur Gaza berinovasi dan menggunakan sarana sederhana yang membuat cemas dan bingung penjajah dan gagal untuk mengatasinya, di antara penggunaan ‘layang-layang api’ dan ‘balon api’ yang diterbangkan dari Jalur Gaza ke wilayah yang diduduki penjajah Zionis sejak tahun 1948 di pinggiran Jalur Gaza.

Minggu lalu, Israel mengerahkan Jet tempur F-16 untuk mengatasi serangan pemuda-pemuda Palestina yang mengirim layang-layang api membakar lahan pertanian Israel.

Juru bicara Tentara Israel Avichay Adraee dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa pesawat militer menargetkan salah satu pelaku pengiriman “layang-layang pembakar” ke Israel.

Media Israel mengabarkan “layang-layang api” dengan balon berisi gas helium yang dikirimkan demonstran Palestina ke permukiman Yahudi sekitar Jalur Gaza telah menyebabkan sejumlah kebakaran di wilayah tersebut.

Warga Palestina di Jalur Gaza meluncurkan ratusan ‘layang-layang api’ dan ‘balon helium’ yang mengangkut bahan yang mudah terbakar

Setelah Hamas memenangkan pemilu di Palestina pada 2006, Israel menerapkan blokade darat, laut dan udara terhadap Jalur Gaza. Blokade terhadap Gaza terus berlanjut meski mendapat tentangan dari berbagai pihak.

Sejak 30 Maret 2018, para warga Palestina di Jalur Gaza telah meluncurkan ratusan ‘layang-layang api’ dan ‘balon helium’ yang mengangkut bahan-bahan yang mudah terbakar. Belakangan ini, mereka juga menerbangkan kondom yang digelembungkan dengan gas helium dan membawa bahan peledak.

Berbagai senjata sederhana itu telah memicu kebakaran hampir setiap hari di wilayah Israel selatan. Hingga kini sudah 4.300 hektare lahan pertanian dan cagar alam terbakar.*

Sumber :Eramuslim 

Peluang Erdogan Untuk Tetap Menjadi Orang Kuat Turki

Peluang Erdogan Untuk Tetap Menjadi Orang Kuat Turki


10Berita -SEJAK 2003, Recep Tayyip Erdogan yang akrab dipanggil dengan nama belakangnya Erdogan telah menjelma menjadi orang kuat Turki di era modern. Bahkan seorang pengamat Turki Alfan Alfian  menyebutnya lebih perkasa dari Kemal Ataturk sang pendiri Republik Turki modern.

Jika Ataturk membawa Turki dari negara religius menjadi negara sekuler, maka secara sistematis dan konsisten, Erdogan membawa Turki dari negara sekuler menjadi negara religius kembali.
Meskipun narasi yang dibangun Erdogan ingin mengembalikan kejayaan Turki sebagaimana pernah dicapai oleh Kesultanan Turki Usmani, akan tetapi Turki modern yang dicita-citakan Erdogan nampak berbeda.

Langkah Erdogan mengubah sistem pemerintahan Turki dari parlementer ke presidensiel, tampaknya merupakan langkah pembaharuan mutakhir yang dilakukannya untuk memastikan agendanya akan dapat dilaksanakan secara sempurna.

Selama ini, tidak mudah ia mempertahankan kekuasaannya, gangguan dan perlawanan sengit datang dari lawan-lawan politiknya warisan Ataturk baik dari kelompok militer, maupun kelompok politisi sekuler. Apakah karena keberuntungan atau karena kemampuannya dalam berpolitik, selama ini Erdogan selalu bisa menyelamatkan diri.

Kini ia harus menghadapi ujian berat berikutnya, yakni pemilu legislatif dan pemilihan presiden yang dilakukan bersamaan untuk pertama kali setelah Referendum tahun lalu yang menyetujui perubahan sistem politik dari parlementer ke presidensiel.

Walaupun referendum memenangkan Erdogan akan tetapi tipisnya kemenangan yang diperoleh memunjukkan semakin merosotnya popularitasnya, atau mungkin saja semakin kuatnya atau semakin banyaknya lawan-lawan politiknya.

Merujuk pada sejumlah hasil servei yang dilakukan menjelang Pemilu yang akan dilaksanakan Minggu besok, maka AKP akan tetap menjadi partai terbesar. Akan tetapi diperkirakan AKP hanya akan menjadi mayoritas relatif bukan mayoritas mutlak, karena itu dalam pembentukan kabinet nanti AKP memerlukan koalisi.

Sementara dalam pilpres, Erdogan diperkirakan akan mampu mengalahkan capres lain, walau tidak mudah. Dengan kata lain, walaupun Erdogan akan memenangkan kontestasi pilpres, akan tetapi kemenangannya akan sangat tipis. Bahkan, sejumlah pengamat memperkirakan, bukan mustahil pilpres akan berlangsung dua putaran.

Melihat peta politik di atas, jika Erdogan keluar sebagai pemenang, maka ia berpeluang untuk menjadi Presiden Turki selama sepuluh tahun ke depan atau selama dua periode sesuai undang-undang baru hasil referendum.

Untuk menjamin terlaksananya agenda politiknya, ia harus mengubah gaya kepemimpinannya. Erdogan selama ini dinilai banyak pihak semakin otoriter.

Ia perlu merangkul kembali teman-teman lamanya yang ikut membantu mendirikan AKP seperti mantan Presiden Abdullah Gul dkk yang kini menjauhinya. Juga tokoh karismatik dan ulama berpengaruh Fethullah Gulen yang ikut membesarkan Erdogan dan AKP di awal kemunculannya.

Di luar pertarungan memperebutkan kursi di Parlemen dan jabatan Presiden, keputusan mengubah sistem parlementer menjadi presidensiel, dejatinya telah menimbulkan hikmah tak terduga yang mungkin saja tidak disadari oleh Erdogan dan tokoh-tokoh AKP yang kini berkuasa.

Dengan sistem baru, pertentangan ideologis antara kelompok sekuler dan religius menjadi mencair. Untuk kepentingan pragmatis, baik dalam mengejar kusrsi presiden maupun kursi parlemen, partai-partai yang ada dipaksa untuk berkoalisi. Apalagi parliamentary threshold di Turki terhitung tinggi, yakni 10%.

Sebagai contoh MHP yang sekuler berkoalisi dengan AKP yang religius dalam koalisi “Kerakyatan”. Sementara Partai Saadet dan Partai Demokrat (DP) yang religius berkoalisi dengan CHP yang merupakan partai sekuler warisan Ataturk dalam koalisi “Keumatan”.

Karena itu, di Turki kini sedang terjadi proses moderasi dari dua kutub ektrem sekuler dan religius sebagaimana di Indonesia. Situasi ini akan menjamin keberlangsungan demokrasi di Turki.

Indonesia jauh lebih beruntung dibanding Turki, karena proses moderasi dan saling mendekatnya dua kutub ideologi ini sudah berlangsung sejak 1945 ketika menyongsong kemerdekaan dan terus berlanjut sampai kini.

Kita perlu berdoa, semoga Turki sukses dalam eksperimennya,  agar Indonesia punya teman dan bisa saling berbagi pengalaman dalam menyongsong masa depan masing-masing. [kk/]

Penulis: DR. Muhamad Nadjib, Direktur Eksekutif Center for Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC)

Sumber : rakyatmerdeka

‘Hadirkan Keadilan, Kunci Jakarta Jadi Kota Terkemuka Dunia’

‘Hadirkan Keadilan, Kunci Jakarta Jadi Kota Terkemuka Dunia’

10Berita, "Saya saksikan langsung, kalau Anies-Sandi sudah mulai meretas kesenjangan ini,” ungkap Fahira Idris.

Zulkarnain/hidayatullah.com

Umat Islam peserta Tausiyah Kebangsaan melaksanakan shalat isya jamaah di sisi barat lapangan Medan Merdeka Monas, Jakarta, Ahad (26/11/2017) malam.

Hidayatullah.com– Dalam usianya ke 491 Tahun, sebuah usia yang cukup panjang bagi perjalanan sebuah kota, Jakarta sudah mencapai berbagai kemajuan. Namun, semakin bertambah usia, tantangan yang menghadang Jakarta juga semakin kompleks.

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta Fahira Idris mengungkapkan, kompleksitas yang dihadapi Jakarta salah satunya dikarenakan perannya yang tidak hanya sebagai ibu kota negara, tetapi juga menjadi pusat segala aktivitas baik itu ekonomi, sosial, politik, dan budaya.

Bertemunya semua aktivitas ini, melahirkan berbagai persoalan mulai dari yang klasik seperti macet, banjir, dan sampah hingga yang belitan persoalan serius lainnya seperti keterbatasan lahan, ketersediaan lapangan pekerjaan, tingginya biaya hidup, sistem transportasi yang modern dan teritegrasi, dan juga pelayanan pendidikan dan kesehatan.

“Namun di tengah kompleksitas persoalan ini, saya meyakini Jakarta punya modal besar untuk menjadi salah satu kota terkemuka dunia di masa mendatang.

Kuncinya adalah hadirkan keadilan dengan meretas kesenjangan atau ketimpangan yang begitu nyata di Jakarta, dan saya saksikan langsung, kalau Anies-Sandi sudah mulai meretas kesenjangan ini,” ungkap Fahira Idris, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, di hari jadi kota tersebut pada 22 Juni 2018, menyebut nama Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Menurut Fahira, selama kesenjangan atau ketimpangan di sebuah kota masih ekstrem terjadi, maka kota tersebut akan terus terjebak di dalam lingkaran persoalan yang terus berputar tanpa jalan keluar. Karena, sebagian besar warganya tidak berdaya memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Jika kesenjangan sosial bisa diperkecil, lanjut Fahira, maka dapat dipastikan di kota tersebut akan tercipta stabilitas sosial, politik dan ekonomi, layanan kesehatan, pendidikan, dan transportasi yang bermutu dan dinikmati semua warga, tingkat kriminalitas turun, serta tersebar pusat-pusat rekreasi.

“Kota terkemuka itu bukan hanya maju dan modern, tetapi warga yang tinggal di dalamnya juga bahagia karena berbagai kebijakan pemimpinnya memudahkan mereka menyelesaikan persoalan hidup sehari-hari,” papar Ketua Komite III DPD RI ini.

Namun, sambung Fahira, menjadikan Jakarta kota terkemuka di dunia tidak cukup hanya lewat program gubernur saja. Tetapi perlu dukungan warga yang sama-sama punya visi besar dan kesadaran yang sama untuk menjadikan Jakarta, kota yang nyaman ditinggali bersama.*

Sumber : Hidayatullah.com

Pidato Gatot Keras Banget Soal Keterlibatan Oknum TNI & Polri Dalam Memenangkan Salah Satu Kandidat

Pidato Gatot Keras Banget Soal Keterlibatan Oknum TNI & Polri Dalam Memenangkan Salah Satu Kandidat


10Berita, Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo ikut hadir dan berpidato saat Halal bi Halal Tabligh Akbar 'Doa Untuk Sumut Bermartabat' di Lapangan Merdeka Medan, Sumatera Utara, Sabtu ( 23/6/2018).

Bersama Ustad Abdul Somad dan Ustad Tengku Zulkarnain, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sangat keras mengingatkan aparat untuk netral di Pilkada.

"Saya sebagai orang tua prajurit TNI mengingatkan TNI harus netral, Polri juga harus netral. Kalau ada pimpinan-pimpinan TNI di wilayah ini yang mengajak tidak netral, membantu salah satu kandidat, itu adalah pengkhianat, itu adalah pelacur politik. Dan pemimpin-pemimpin seperti ini suatu saat rela mengorbankan nyawa anak buahnya untuk kepentingan pribadi," tegas Gatot yang disambut pekik Takbir massa.

Kalau aparat mau berpolitik, pensiun dulu, maka bebas dia mau apa saja. Jangan jual TNI untuk kepentingan pribadi.

Berikut videonya...

Dalam kesempatan tersebut sekali lagi saya tegaskan, jangan ikuti pemimpin yang menjual TNI, jangan ikuti pemimpin yang pelacur politik, karena pemimpin yang seperti itu akan menjual nyawa anak buahnya untuk kepentingan pribadi. Pilih pemimpin yang netral. pic.twitter.com/Ifx5yYu88Y

— Gatot Nurmantyo (@Nurmantyo_Gatot) 24 Juni 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Politisi: Dapat Laporan, Salah Satu Cagub Gunakan Cara Kotor di Pilkada Jabar

Politisi: Dapat Laporan, Salah Satu Cagub Gunakan Cara Kotor di Pilkada Jabar


10Berita, JAKARTA - Ada dugaan atau upaya untuk melakukan cara-cara tidak terpuji di daerah Jawa Barat terkait Pilkada 2018. Hal ini dinyatakan oleh elit salah satu partai saat mengaku menerima pesan adanya laporan dugaan tersebut.

“Bangun pagi, buka WA. Ada pesan masuk dari anak-anak di lapangan. Melaporkan bagaimana kotornya sekarang upaya pemenangan salah satu Cagub di Jabar,” aku Ferdinand Hutahean, Ahad (24/6/2018), melalui akun Twitter pribadi miliknya.


Sebelumnya Ferdinand juga telah mencuitkan adanya dugaan di daerah-daerah tertentu sedang terjadi pergerakan masif untuk memenangkan calon Gubernur tertentu. Dugaan pergerakan ini dianggap cukup besar.

“Di Jatim, Jabar dan Sumut ada pergerakan yang cukup besar dari kelompok gugus tugas kawan-kawan yang operasinya senyap,” katanya, Senin (18/6/2018), di akun Twitter pribadi miliknya.

Jika dugaan ini tidak meleset, maka menurut Ferdinand demokrasi di Indonesia dapat terancam. “Bahaya bagi Demokrasi jika kekuasaan tidak netral dan berpihak bahkan bekerja untuk memenangkan salah satu calon. Satya Nagara Indera Waspada.”

Belum pasti apa, siapa dan dari mana yang diduga oleh Ferdinand terkait pergerakan yang dimaksud. Misalkan apakah terkait Pilkada?

Untuk hal itu, sebagai contoh Ferdinand pernah mengkritik terkait Pj Gubernur ke tangan Iriawan (sebelum dilantik). Mungkinkah duduknya Iriawan sebagai Pj Gubernur dapat diartikan sebagai pergerakan yang dimaksud Ferdinand? Ia pun meminta kepada rekan-rekan yang merupakan pendukung dari pasangan Deddy-Dedi untuk meresponnya dengan doa. “Ayo kawan-kawan seluruh pendukung @Deddy_Mizwar_ @DediMulyadi71 kuatkan doa melawan orang-orang zalim, sadis dan jahat ini. @BalawaAsepWahyu.” (Robi/)

Sumber : voa-islam.com

Cari-cari Kesalahan Al Qur’an, Orang Ini Justru Masuk Islam

Cari-cari Kesalahan Al Qur’an, Orang Ini Justru Masuk Islam

10Berita – MUHAMMAD Ishaq,  menceritakan kisahnya tentang mengapa ia masuk Islam.

Saya mulai membaca Alquran dengan maksud untuk menemukan kesalahan di dalamnya. Tapi luar biasa, saya malah mulai mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang selama ini ada dalam kepala saya. Al-Qur’an menjawab dan membersihkan semua keraguan saya.

Meskipun saya memutuskan untuk membaca setidaknya empat halaman setiap hari dan menyelesaikannya dengan cepat, tapi anehnya, saya hampir tidak bisa membaca lebih dari setengah halaman setiap harinya. Saya mulai mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan saya; mengapa saya di sini (di dunia ini), mengapa saya diciptakan, apa tujuan hidup, dan dengan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala, saya semakin dekat dengan Al-Qur’an dan Pencipta saya.

Saya mendapatkan Al Qur’an dari seorang saudara saya. Kami mulai bertemu sangat sering untuk membahas tentang kopi atau jus. Suatu hari, ketika kami minum jus, ia meminta saya pertanyaan; jika ia meninggal sekarang, sebelum benar-benar minum jus, dia mungkin masuk surga karena ia adalah seorang Muslim karena ia mencoba untuk mengikuti perintah-perintah Allah.

Nah, apa yang akan saya lakukan jika saya meninggal sebelum saya menyelesaikan minum jus saya? Karena, tidak ada jaminan rentang hidup kita untuk satu perihal apapun. Ketika itu, saya sangat untuk sementara, sampai tidak bisa meminum jus saya. Saya merasa seolah-olah saya akan mati setiap saat.

Saya pulang ke rumah, dengan tulus berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk pertama kalinya dalam hidup saya bahwa jika saya mati hari ini ampunilah dosa-dosa saya. Kemudian setelah itu saya tertidur.

Ketika saya bangun di pagi hari saya keesokan harinya, saya memutuskan untuk tidak membuang-buang waktu lagi, saya langsung menelefon saudara saya dan memberitahukannya bahwa saya ingin masuk Islam.

Saudara saya mengajak saya ke Islamic Center, dan di depan dua orang, saya menyatakan syahadat dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris. “La ilaha illallahu Muhammadur Rasulullah. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

Saya bersumpah demi Allah bahwa ketika saya mengucapkan Syahadat, saya merasakan sensasi yang luar biasa, seolah-olah, sebuah beban berat dalam dada saya baru saja; saya bernapas seolah-olah baru pertama kalinya bernapas dalam hidup saya.

Alhamdulillah, dengan memeluk Islam, perjalanan saya untuk menemukan agama yang benar berakhir dengan kebahagiaan dan kepuasan maksimal.

Alhamdulillah, Allah telah memberi saya hidup baru, yang bersih dan kesempatan untuk meraih Jannah, dan saya berdoa bahwa saya menjalani sisa hidup saya didedikasikan untuk menyebarkan pesan Islam dan mati sebagai Muslim. Aamiin. (IP)

Sumber :Eramuslim