OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 28 Juni 2018

Tertangkap Kamera, Aksi Gus Sholah Ini Banjir Pujian

Tertangkap Kamera, Aksi Gus Sholah Ini Banjir Pujian


10Berita, Di tengah hingar bingar Pilkada Serentak 2018, beredar video tindakan terpuji KH Shalahuddin Wahid. Ulama yang akrab disapa Gus Sholah itu tertangkap kamera sedang memungut sampah.




Tampak dalam video berdurasi 14 detik itu tampak Gus Sholah sedang berjalan sambil membawa tas dan kitab. Ketika melihat ada sampah di jalan, pemimpin pesantren Tebuireng Jombang itu menghentikan langkahnya dan memungut sampah tersebut. 

Banyak netizen memuji aksi Gus Sholah tersebut. Bahkan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid pun turut berkomentar memuji Gus Sholah.



“SubhanaLlah walhamduliLlah. Selalu saja para Ulama bisa berikan keteladanan, jadi uswah hasanah. Matur nuwun Gus. Smoga Allah jaga dan berkahi Gus Sholah. Amin. WaLlahul Muwaffiq,” kata politisi PKS ini melalui akun Twitter pribadinya, @hnurwahid, Kamis (28/6/2018).

Sumber :Portal Islam 

Pilgub Jabar: Timses ; ASYIK Masih Unggul Versi Real Count Internal”

Pilgub Jabar: Timses ; ASYIK Masih Unggul Versi Real Count Internal”

10Berita, Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jabar Sudrajat-Ahmad Syaikhu tercatat unggul berdasarkan real count tim internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hingga Rabu malam pukul 23.45 WIB, pasangan Asyik mengklaim unggul perolehan 33,1 persen.

“Perjalanan menuju Gedung Sate masih panjang. Buktinya hasil real count internal PKS menunjukkan Asyik unggul atas pasangan lainnya,” ujar Ketua Timses Pemenangan Asyik, Haru Suandharu dalam pernyataannya, Kamis (28/6).

Haru melanjutkan, data real count yang direkap dari para saksi berbagai daerah yang sudah masuk mencapai 32,6 persen.

“Data tersebut berdasarkan form C1 yang diamankan oleh para saksi,” terang Haru.

Lihat juga: Kandidat Nomor Urut Satu Kuasai Quick Count Pilgub di Jawa

Selain Asyik, data menunjukkan paslon lainnya yakni Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum memperoleh angka 29,4 persen, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dengan 25,8 persen, dan TB. Anton Hasanudin-Anton Charliyan dengan 11,7 persen.

“Berdasarkan data tersebut, kami yakin, Asyik trennya masih naik. Pasangan Rindu jangan terburu-buru melakukan klaim kemenangan karena data berbicara lain,” ujarnya.
Sudrajat-Syaikhu Klaim Unggul Versi Real Count InternalSudrajat dan Ahmad Syaikhu meminta semua pihak menahan diri untuk mendeklarasikan hasil quick count Pilgub Jabar 2018. (CNN Indonesia/Huyogo)
Lihat juga: Pertaruhan Pamor Ridwan Kamil Vs Gerilya Sudrajat-Syaikhu

Apalagi, lanjut Haru, saat ini KPUD Kabupaten/Kota juga masih fokus dengan penghitungan Bupati/Walikota.

“Apalagi, lembaga survei sudah banyak off side dalam data yang disampaikan,” ujar Haru.

Haru menyatakan, lembaga-lembaga survei hendaknya dibekukan izin usahanya. Ia berpendapat, data lembaga survei tersebut dapat menyesatkan publik.

“Dalam banyak survei, Asyik dinyatakan hanya peroleh 7 persen, sementara saat quick count nyatanya Asyik bisa mencapai kisaran 29 persen,” kata Haru menerangkan.

Haru menghimbau kepada seluruh paslon agar menahan diri dan sabar menunggul hasil penghitungan manual atau real count dari KPU.

“Saya harapa seluruh paslon dapat menahan diri dan menunggu eputusan hasil real count dari KPUD. Kami masih yakin Asyik-lah yang akan memenangkan Pilkada Jabar ini,” tegas Haru.

Lihat juga: Bawaslu Temukan 35 Dugaan Praktik Politik Uang

Ridwan Kamil tercatat unggul di Pilgub Jabar 2018 berdasar hasil quick count dengan mengantongi 32,33 persen suara versi Indo Barometer dan 32,89 persen versi LSI Denny JA. Kandidat yang diusung NasDem, PPP, Hanura, dan PKB itu mengungguli tiga pasangan kandidat lainnya yang ikut berkompetisi di Pilgub Jabar.

Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Gerindra, PKS, PAN) tercatat meraih 28,39 persen dan 28,41 persen, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Demokrat dan Golkar) 26,24 persen dan 25,48 persen, dan terakhir Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (PDIP) hanya meraup 12,2 persen dan 12,46 persen di Pilgub Jabar 2018. (hyg/gil)

sumber https://www.cnnindonesia.com/pilkadaserentak/nasional/20180628095558-32-309733/sudrajat-syaikhu-klaim-unggul-versi-real-count-internal

Pilgub Jabar, Sebaiknya Lembaga Survey Bubarkan Diri

Pilgub Jabar, Sebaiknya Lembaga Survey Bubarkan Diri


10Berita –  Sebelum Hari H Surveyor-surveyor besar memproyeksi ASYIK hanya akan meraih suara di bawah 10%.

Juni 2018, LSI Denny JA memproyeksi 8,2%.
Juni 2018, SMRC Saiful Mujani memproyeksi 7,9%.
Maret hingga Mei 2018, INDIKATOR Burhanuddin Muhtadi memproyeksi 3,2%.

Pada hari H dengan quick count ASYIK ada pada 28 – 30%.

Ada 3 kemungkinan dari fenomena ini:

1. Para surveyor salah besar dalam menjalankan pekerjaan ilmiah mereka. Mengambil proyeksi “tertinggi” yang 8,2% versi LSI DJA sebagai patokan, berarti Margin of Error proyeksi tersebut adalah +/- 20%. Margin of Error segede gajah ini sama dengan mengatakan surveyor-nya lebih baik membubarkan diri sebagai perusahaan surveyor. Perhitungan dengan Margin of Error segede +/- 20% seperti itu dapat diperoleh dengan mudah dalam diskusi-diskusi lepas di warung kopi. INDIKATOR Burhanuddin “juara”nya, karena Margin of Error mencapai +/- 25%. Ini kelewat “gila”, namanya.

2. Para surveyor berpartisipasi dalam program propaganda pesanan pihak tertentu. Mereka tidak bodoh secara ilmiah dan sangat cerdas “mengakali” hukum statistika.

3. Mesin partai pengusung bekerja dengan efektif sehingga dengan waktu relatif singkat sangat berhasi mendongkrak elektabilitas ASYIK. Dalam pikiran rasional saya, menaikkan elektabilitas kontestan politik dalam waktu singkat paling mungkin hanyalah sebesar 5%. Itu sudah sangat luar biasa, ditambah syarat keharusan adanya isu besar yang sangat menguntungkan ASYIK dan di lain pihak merugikan kontestan lainnya.

Pesan untuk Tim Sukses ASYIK: tongkrongin itu penghitungan suara manual. Berkaca dari survey elektabilitas para surveyor yang meleset total di atas, wajarlah menaruh curiga pada Hitung-cepat mereka. Jangan lengah.(kl/)

*Penulis: Canny Watae, pegiat media sosial

Sumber : swamedium, Eramuslim.com

Citra Erdogan Sebagai Pemimpin Kuat di Barat Meningkat Drastis

Citra Erdogan Sebagai Pemimpin Kuat di Barat Meningkat Drastis


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Anadolu)

10Berita – Ankara. Terpilihnya kembali Recep Tayyip Erdogan sebagai presiden Turki membuat citranya sebagai pemimpin kuat di negara-negara Barat meningkat. Hal ini disampaikan oleh pengamat politik asal Prancis, Jana Jabbour kepada kantor berita Anadolu.

“Tidak diragukan lagi, pemilu menjadi kemenangan besar bagi Erdogan dan partainya. Erdogan berhasil menjadi pemimpin populer yang dicintai rakyat (Turki),” kata Jabbour.

Jana Jabbour adalah seorang profesor ilmu politik dan peneliti di Pusat Penelitian Internasional (CERI) Pusat Ilmu Politik di Paris.

Menurut Jabbour, pemilu 24 Juni membuat Erdogan semakin kuat baik di domestik maupun internasional.

“Untuk skala domestik, pemilu menunjukkan bahwa Erdogan adalah sosok yang mempertimbangkan kepentingan negara, karena ia memperoleh 52,5% dari jumlah suara melawan lima kandidat lainnya. Ini sangat penting,” katanya.

“Untuk internasional, pemilu mengirimkan pesan bahwa Erdogan adalah pemimpin kuat kepada negara-negara Barat yang meyakini pemilu akan dua putaran.”

Jabbour juga menyebut Erdogan sangat objektif, dan akan membuat Turki diterima oleh negara-negara Eropa sebagai sekutu.

“Eropa tak menginginkan kemenangan Recep Tayyip Erdogan. Karena Erdogan adalah pemimpin dominan yang menantang kekuatan besar,” lanjutnya.

Jabbour menambahkan, negara-negara Barat harus menerima kemenangan Erdogan, serta bekerja sama dengannya dalam isu kontraterorisme dan pengungsi.

“Mereka tidak bahagia dengan terpilihnya kembali Erdogan, namun mereka harus bekerja sama dengannya.”

Terkait sikap anti-Erdogan oleh media Barat, terutama di Prancis, Jabbour menyebutnya justru membuat ekspatriat Turki terpacu untuk memilih Erdogan. (whc/)

Sumber :dakwatuna

ISAC: Presiden Jokowi Harus Tegas Atasi Kasus Terorisme dan Separatisme di Papua

ISAC: Presiden Jokowi Harus Tegas Atasi Kasus Terorisme dan Separatisme di Papua

10Berita, SOLO – Jelang pemilu serentak, Indonesia dikejutkan oleh aksi kelompok teroris dan separatis Papua yang melakukan penembakan terhadap pesawat logistik KPU di Bandara Kenyam Kabupaten Nduga Papua.

Kejadian tersebut berlangsung pada tanggal 25 Juni 2018 yang mengenai pesawat Trigana Air dan pilotnya, kemudian dilanjutkan dengan penembakan dan pembunuhan 3 warga

Terkait tragedi ini, sekretaris The Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono mengatakan bahwa kasus ini harus segera diusut tuntas, karena sudah nyata-nyata telah berbuat sadis, kejam dalam melawan pemerintah beserta warga dengan penembakan pesawat dan 3 warga sipil meninggal dunia.

“Pemerintah harus tegas, jangan terkesan membiarkan, mentolerir perilaku OPM sebagai tindakan kriminal biasa, namun harus ditindak sebagai organisasi separatis dan terorisme,” tegas Endro dalam keterangan tertulis, Rabu (27/6/2018).

Endro menilai, terorisme dalam kasus ini nampak sekali bermotif politik, separatis dan gangguan Kamtibmas.

Menurutnya, pelibatan Densus 88 dan TNI harus segera disinergikan untuk penegakan hukum terhadap semua pelaku dan aktor intelektualnya. Dia juga mempertanyakan sikap BNPT yang seolah tidak berdaya menangani kasus terorisme di bumi Papua.

“Kasus ini seharusnya menjadi operasi prioritas pemerintah, jika membandingkan dengan kasus bom di Surabaya aparat mampu menangkap ratusan orang dan menembak mati beberapa orang, maka ISAC menunggu langkah dan sikap aparat penegak hukum dalam kasus tetorisme dan separatisme di bumi Papua, pungkasnya.

(ameera/)

Sumber :arrahmah.com

Biadab! Pemerintah Cina Siksa Muslim Uighur Di 'Kamp Re-Edukasi'

Biadab! Pemerintah Cina Siksa Muslim Uighur Di 'Kamp Re-Edukasi'

10Berita, XINJIANG  – Pemerintah Cina di wilayah barat laut Xinjiang sedang menahan minoritas etnis Muslim secara massal dan memenjarakan mereka untuk disiksa dan dicuci otak agar menghormati Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa dan keluar dari ajaran agama mereka, kelompok hak asasi manusia melaporkan pada Rabu (27/6/2018).

“Pihak berwenang memaksa para tahanan untuk menerima re-edukasi, yang merupakan indoktrinasi politik,” kata peneliti Human Rights Watch (HRW) Cina, Maya Wang kepada RFA pada Rabu (27/6).

“Mereka harus mendoakan Presiden Xi Jinping agar selalu sehat, atau berterima kasih kepada pemerintah dan berterima kasih kepada partai, sebelum mereka diizinkan untuk makan apa pun.”

“Mereka dipaksa untuk mempelajari aksara Tionghoa, dan siapa pun yang menentang penahanan sewenang-wenang ini akan mendapatkan hukuman, baik secara fisik ataupun dikurung dalam sel isolasi tanpa makanan ataupun minuman,” katanya.

Murat, seorang Muslim dari Xinjiang, mengatakan kepada RFA bahwa ia juga dipenjara, dipukuli dan disiksa di “kamp re-edukasi”.

“Pusat re-edukasi politik umumnya seperti penjara,” kata Murat. “Sengatan listrik, pemukulan dan penghinaan terjadi di sana. Ini sangat kejam. ”

Dia mengatakan narapidana berada di bawah pengawasan CCTV.

“Tidak ada yang berbicara; ada kamera di langit-langit dan bahkan di toilet,” katanya.

Dilxat Raxit, juru bicara Kongres Uyghur Dunia, yang mewakili kelompok minoritas etnis Uyghur di luar negeri, mengatakan banyak tahanan yang dimonitor secara ketat menggunakan teknologi detektor wajah terbaru, yang diyakini dapat memprediksi tindakan seseorang melalui analisis ekspresi mikro.

“Mereka menggunakan video dari detektor wajah untuk menganalisis apa yang dipikirkan atau dirasakan orang,” kata Raxit. “Dengan melihat perubahan ekspresi ini setiap hari, mereka dapat mengetahui apakah orang itu terlibat dalam aksi protes kolektif atau individu.”

Dia mengatakan konsekuensi jika menolak proses ini bisa sangat mengerikan.

“Banyak orang yang telah disiksa sampai mati, sementara yang lain dipukuli sampai mati, dilarang tidur atau tidak diberi makan atau minum,” kata Raxit.

“Terkadang mereka melakukan hal-hal yang paling memalukan bagi psikologis para tahanan. Kadang-kadang mereka mempermalukan mereka secara fisik, dan tidak jarang juga mereka menggunakan tongkat listrik.” (Rafa/)

Sumber :arrahmah.com

Mirip Ahok-Djarot di DKI, di TPS ini Ganjar-Yasin juga Raup Suara 100 Persen

Mirip Ahok-Djarot di DKI, di TPS ini Ganjar-Yasin juga Raup Suara 100 Persen


10Berita – Sebuah foto hasil penghitungan suara di TPS pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018, viral di media sosial.

Formulir model C-1 itu memperlihatkan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin memperoleh suara 100 persen.

Berdasarkan foto yang beredar di media sosial khususnya aplikasi WA itu, dari TPS III Desa Senden, Kecamatan Selo, Boyolali.

Dari TPS di wilayah lereng Gunung Merbabu itu pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin memperoleh suara 296 suara.

Sedangkan Sudirman Said-Ida Fauziyah sama sekali tidak memperoleh suara. Di formulir itu tertulis Nihil untuk perolehan suara Sudirman Said- Ida Fauziyah.

Begitu pula dengan surat suara tidak sah, juga nihil. Di bagian bawah tertulis nama anggota KPPS berikut tanda tangannya. Kemudian pada kolom saksi, hanya saksi dari pasangan Ganjar-Yasin saja.

Tak ayal, peristiwa langka ini lantas menimbulkan pertanyaan. Apakah saksi dari pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah juga ikut mencoblos paslon yang diusung PDI-P?

Dikonfirmasi soal fenomena ini, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali Jawa Tengah, Siswafi Aapto Harjono mengaku belum bisa memastikan kebenarannya. Namun dia juga tak membantahnya.

“Kabarnya betul mas,” kata Siswadi kepada wartawan, Rabu (27/6/2018) malam.

Anggota KPU Boyolali, Pargito, mengatakan formulir C1 dari Kecamatan Selo hingga pukul 20.30 WIB ini belum sampai di KPU Boyolali.

Dengan demikian, pihaknya mengaku juga belum mengetahui persis hasil coblosan di wilayah Selo.

“Selo C1 belum sampai KPU Boyolali,” katanya singkat.

Terpisah anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Boyolali, Widodo Partono mengatakan, berdasarkan informasi dari Pengawas TPS, bahwa foto hasil penghitungan suara di TPS III Desa Senden yang memperlihatkan pasangan Ganjar-Yasin memperoleh suara 100 persen tersebut benar adanya.

“Info dari PTPS, iya,” kata Widodo singkat.

Berdasarkan catatan TeropongSenayan, peristiwa tak lazim ini sebelumnya juga pernah terjadi pada saat gelaran Pilgub DKI 2017 lalu.

Saat itu, hasil penghitungan suara seluruhnya bulat 100 persen untuk pasangan nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Sedangkan paslon nomor 3, Anies BaswedN-Sandiaga Uno maupun paslon nomor 1 Agus H Yudhoyono-Syilviana Murni tidak mengantongi satu suara pun.

Peristiwa yang tergolong unik tersebut terjadi di TPS 32, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur. Kala itu, warga sekitar juga sempat bingung dan bertanya-tanya, karena hanya Ahok-Djarot saja yang mengantongi seluruh pilihan warga di TPS itu.

Kebingungan warga bukan tanpa alasan, sebab selama ini memang tidak ada kabar tentang hasil Pemilu, Pilkada maupun Pilpres yang terjadi seperti di TPS 32.

Tidak hanya itu, hasil penghitungan suara “aneh” juga terjadi di ratusan TPS di beberapa wilayah Ibu Kota.

Meski tidak bulat 100 persen, tercatat di 542 TPS paslon Ahok-Djarot berhasil memperoleh suara hingga lebih dari 90 persen pada putaran pertama di TPS-TPS itu.

Sandiaga Uno menyebut kondisi tersebut sebagai sebuah anomali.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

“Ada 542 TPS yang anomali di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Ini yang kami mintakan di masyarakat. TPS itu sudah teridentifikasi hanya di beberapa kecamatan, Jakarta Barat dan Jakarta Utara terutama,” kata Sandi usai diskusi bersama PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) di gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat (24/3/2017).

Sementara itu, Anies menilai jumlah perolahan suara Ahok-Djarot yang mencapai di atas 90 persen sebagai peristiwa lucu-lucuan yang tak biasa.

“Ini yang kemarin saya bilang ada yang lucu-lucu. Paling tidak hari ini saya belum mengatakan apa-apa, kecuali lucu saja. Ini tidak biasa,” ujar Anies kala itu.

Anies mengatakan biasanya perolehan suara yang diperoleh seorang calon cenderung membentuk kurva, dalam artian tidak mungkin sama banyak antara TPS yang satu dengan yang lain. Ini yang membuat dia berpendapat perolehan suara Ahok-Djarot di ratusan TPS itu tidak biasa.

“Kami tahu kalau pemilihan umum dimana-mana distribusinya pasti mencerminkan kurva. Ya ada 1-2 (yang hampir sama). Tapi kalau masif di lokasi-lokasi tertentu kan ada keunikan,” ujar Anies. (kl/)

Sumber : teropongsenayan

Saat Tampilkan Quick Count, Anadolu Hadapi 90 Juta Serangan Elektronik

Saat Tampilkan Quick Count, Anadolu Hadapi 90 Juta Serangan Elektronik


Logo Anadolu Agency (asdaapress.com)

10Berita  – Ankara. Kantor berita Turki, Anadolu Agency mengaku mendapat serangan beruntun ketika pihaknya menayangkan hasil perhitungan pemilu Turki yang berlangsung pada hari Ahad, 24 Juni 2018 kemarin.

Sebagaimana yang dilansir laman safa.ps, sebanyak 90 juta serangan elektronik ditujukan ke kantor berita Turki ini yang menampilkan perhitungan suara dari pilpres dan pileg Turki beberapa hari lalu.

Anadolu mengaku berhasil mengatasi semua serangan tersebut dan mampu menditeksi pelakunya yang berasal dari lokal Turki sendiri dan juga luar negeri, seperti Amerika, China, Rusia, Jerman dan Libanon.

Disamping mengatasi serangan elektronik, Anadolu juga mampu memblokir lebih dari 100.000 alamat IP berbahaya. Serangan maya ini dilancarkan untuk mencuri informasi yang terkait dengan sistem dan karyawan agensi, untuk melakukan aksi kejahatan atau mengubah konten dari situs.

Setelah proses pemilu berakhir pihak Anadolu dikabarkan akan mengambilkan langkah hukum, agar para hacker yang keberadaannya terlacak di dalam negeri agar segera diseret ke meja hijau. (msy/dakwatuna)

Sumber: dakwatuna

JK Anggap Aneh Penolakan Yasona, Ini Alasannya

JK Anggap Aneh Penolakan Yasona, Ini Alasannya

Wakil Presiden Jusuf Kalla

10Berita  JAKARTA –Penolakan Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly menandatangani Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang melarang residivis menjadi calon anggota legislatif dipertanyakan wakil presiden. Karena, sebagai menteri mestinya mendukung lembaga legislatif yang bersih.

“Agak janggal, kalau tidak ditandatangan. Kita kan ingin di legislatif itu orang yang betul-betul bersih dan bermartabat,” ujar JK, Selasa (5/6/2018). Menurutnya, kurang baik jika bekas koruptor duduk di kursi DPR.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini lalu mencontohkan dengan warga negara biasa yang hendak masuk kerja. Mereka wajib mempunyai surat keterangan kelakuan baik dari polisi.
“Kalau dia resividis masuk ke situ (DPR) kan tentu tidak enak juga. Mencari kerja biasa saja butuh SKKB dari Polisi, masa jelas ada masalahnya bisa jadi anggota DPR,” katanya.

JK mengaku belum tahu alasan Menkum HAM yang tidak mau menandatangani PKPU tersebut. “Saya tidak tahu alasannya apa. Tapi nanti saya akan cek,” tuturnya.

Sebelumnya, Menkum HAM Yasonna Laoly menolak menandatanganu PKPU tentang larangan eks koruptor menjadi caleg. KPU mempersilakan pemerintah untuk membuat perubahan UU Pemilu atau menerbitkan Perppu agar PKPU tak melanggar UU.

“Bisa menggunakan perubahan UU atau menggunakan jalur yang lain, Peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) dan ini inisiatif yang punya wewenang presiden,” kata Komisioner KPU Hasyim Asy’ari.(us)

Sumber : Poskota news

Gerindra Yakin Pilkada Tunjukkan Tanda-Tanda Prabowo 2019 Presiden

Gerindra Yakin Pilkada Tunjukkan Tanda-Tanda Prabowo 2019 Presiden


10Berita – Hasil hitung cepat (quick count) Pilkada Serentak 2018 cukup mengejutkan di sejumlah daerah. Di Jawa Tengah, fenomena hasil survei Pilgub Jateng yang menempatkan pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah menempel ketat Ganjar Pranowo-Taj Yasin disambut baik Partai Gerindra.

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade menganggap tipisnya perolehan suara Sudirman dengan Ganjar menandakan keinginan masyarakat Jawa Tengah mendapat pemimpin baru, termasuk presiden. Andre menyebut angka perolehan suara hasil quick count Sudirman-Ida tak mencerminkan kegarangan Jateng yang selama ini dianggap ‘kandang banteng’ alias markas PDIP.

Pak Ganjar di seluruh survei dibilang 70-80 persen di kandang banteng. Hasil ini menunjukkan, 2019 Prabowo jadi presiden sudah kelihatan tanda-tandanya,” kata Andre saat dihubungi, Rabu (27/6/2018).

“Ketumbangan PDIP dan Jokowi di Jawa Tengah itu sudah terlihat. Ini menambah optimisme kami 2019 akan ganti presiden, di mana Prabowo akan jadi presiden,” imbuh dia.

Sumber :detik