OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Sabtu, 30 Juni 2018

Meski Akui Muhammad Sebagai Nabi, Kenapa Yahudi Tak Masuk Islam?

Meski Akui Muhammad Sebagai Nabi, Kenapa Yahudi Tak Masuk Islam? Ternyata Ini Alasannya

Referensi pihak ketiga

10Berita, Salah seorang mantan pendeta, H. Ahmad Kainama mengatakan bahwa meski saat ini orang Yahudi banyak menguasai berbagai bidang, khususnya ekonomi, ternyata mereka sadar akan kekalahan mereka di akhir zaman. Meski demikian, orang Yahudi tetap merasa angkuh. Bahkan, tujuan mereka adalah untuk masuk ke neraka.

“Mereka (orang Yahudi) itu tahu akan suatu saat akan kalah. Tapi mereka merasa superior, merasa lebih hebat dari nabi, bahkan lebih hebat dari Tuhan. Dia sudah tahu kalah tapi tetap mempertahankan ikut setan, karena mereka pikir kalau mereka mati di neraka nggak panas. Setan itu dari api, dan dia pengikut api. Jadi mereka berpikir bagaimana caranya tetep masuk neraka, tapi nggak terbakar. Ya kita sembah Dajjal,” kata pria Asal Ambon ini.

Referensi pihak ketiga

Lelaki dengan nama asli Christopel Kainama ini lantas menceritakan pengalamannya ketika ia belajar di Haviva, Israel. Saat itu, ia bertanya kepada gurunya yang bernama Ravi Tovia Singer apakah ia percaya dan pandangannya dengan Al Quran. Ternyata, gurunya percaya terhadap Al Quran.

“Dia menjawab, ‘Kamu jangan sembarangan, itu Al Quran firman tuhan lho’. Kan saya kaget, Rabi Yahudi kok ngomong gini,”ucapnya.

Selanjutnya Kainama juga mengajukan kembali pertanyaan yang berkaitan dengan Nabi Muhammad. Ternyata, Ravi Tovia menyebut Nabi Muhammad adalah orang suci.

“Kamu jangan sembarangan, dia (Nabi Muhammad.red) orang suci. Dia orang suci, iya aku percaya,” katanya sambil menirukan Ravi Tovia.

Lantas mantan pendeta ini mempertajam pertanyaan, jika Rabi percaya terhadap Al Quran dan Nabi Muhammad, kenapa Rabi tidak masuk Islam. Ravi pun menjelaskan bahwa bani Israel diperlihatkan peristiwa terbelahnya Laut Merah. Namun bani Israel tetap membohongi Nabi Musa.

“Dia mengatakan Nabi Musa itu membelah Laut Merah, di depan mata kami. Tapi Musa saja kami bohongi. Nabi Musa dibohongikan sama orang Israel? Nabi Musa naik ke Gunung Sinai mengambil 10 perintah Tuhan, di bawah mereka bikin patung anak sapi, disembah,” tandasnya.

Referensi pihak ketiga

Nah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa berikan like & share juga lalu klik ikuti bila menyukai postingan ini. Terima kasih.

Referensi: ceramahterbaru.net dengan analisis pribadi

Sumber :UC News 

Terbitkan Surat Utang Ke Singapura, Ekonom: Nyawa Garuda Diserahkan Ke Pihak Asing

Terbitkan Surat Utang Ke Singapura, Ekonom: Nyawa Garuda Diserahkan Ke Pihak Asing

10Berita - Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pada 19 April 2018 lalu, pemegang saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk resmi menerbitkan global bond atau surat utang global. Surat ini rencananya akan diterbitkan di Singapura tahun ini.

Menanggapi hal itu, Ekonom Konstitusi Defiyan Cori menegaskan bahwa penerbitan surat utang ke Singapura ini dinilai sebagai langkah yang keliru. “Jadi, kalaupun terpaksa mengeluarkan surat utang (bond) yang pertama harus ditawarkan sebagai prioritas utama adalah sindikasi BUMN atau masyarakat Indonesia sehingga beban utang Garuda Indonesia ada di dalam negeri,” kata Defiyan Cori kepada Nusantaranews.co beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, dengan melihat masih adanya alternatif opsi dalam kerangka menyelamatkan keuangan dan mengembangkan bisnis inti BUMN Garuda Indonesia yang juga strategis, maka menurut dia, perintah pada pasal 33 ayat 1 UUD 1945 harus dijalankan pemerintah.

Ketika Garuda Digembosin dan Lion Air Dibesarin“BUMN adalah sebuah entitas bisnis sebagai usaha bersama dan cabang produksi penting harus dikuasai negara yang akan menggerakakkan roda perekonomian nasional dalam mencapai kemakmuran orang banyak,” sambungnya.

Menurutnya, BUMN bagaimanapun juga adalah sebuah entitas bisnis yang merupakan usaha bersama dan cabang produksi penting. Karenanya harus dikuasai oleh negara. “Karena BUMN lah yang akan menggerakakkan roda perekonomian nasional dalam mencapai kemakmuran orang banyak bukan hanya orang per orang seperti yang terjadi dalam usaha korporasi yang bersifat kapitalistik,” ungkap Defiyan.

Dirinya menjelaskan, dengan menerbitkan surat utang (bond) sebesar US$ 750 juta ke pasar global sama halnya menjual BUMN ke asing. “Menerbitkan surat utang ke pasar global berarti menyerahkan nyawa BUMN kepada pihak asing yang kalau dalam bahasa politik sederhana merupakan menambah beban utang kepada pihak ketiga dengan menyerahkan BUMN Garuda Indonesia sebagai jaminannya.”

“Artinya kedaulatan pengelolaan BUMN ini sudah tak lagi menjadi pengendalian penuh negara, tentu saja dengan segala konsekuensi materi perjanjian surat utang global tersebut,” tegasnya.

Sebagain informasi, sebelumnya Direktur Utama Pahala N Mansury seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Gedung Manajemen Garuda, pada Kamis, 19 April 2018 mengatakan bahwa transaksi material penerbitan global bond dilakukan dengan jumlah maksimal sebesar US$ 750 juta.(KONF/)

Sumber :NUSANTARANEWS

RR Ungkap Sebab Jokowi Bisa Tumbang di 2019

RR Ungkap Sebab Jokowi Bisa Tumbang di 2019

10Berita – Mantan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengaku khawatir Presiden Jokowi ‘tumbang’ karena tak mampu atasi krisis ekonomi. Rizal menilai tim ekonomi di belakang Jokowi tidak mampu mengatasi perekonomian yang kian memburuk.

“Saya mohon maaf Pak Jokowi, saya mau katakan tim ekonomi Pak Jokowi tidak mampu mengatasi situasi seperti ini. Jangan-jangan Pak Jokowi juga lewat nanti,” ucap Rizal saat ditemui di Universitas Bung Karno, Jakarta, Jumat (29/6).

Rizal mengklaim sudah keliling Indonesia dan mendengar keluhan rakyat soal ekonomi yang memburuk, lapangan kerja sempit, dan nilai tukar rupiah yang ambruk.

Rizal menilai sekarang rakyat semakin cerdas. Hal ini menurutnya berdasarkan hasil Pilkada Serentak 2018 yang memperlihatkan partai penguasa kalah telak di Jawa.

“Partai-partai besar yang tadinya kuasai Jawa ditinggal pemilih karena melupakan garis ideologisnya. Misalnya melupakan garis ideologi nasionalis, terhadap Trisakti,” sebut Rizal.

Rizal Ramli datang bersama dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Keduanya memenuhi undangan Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno yang didirikan oleh Rachmawati Soekarnoputri.

Selain keduanya, Amien Rais dan sejumlah Duta Besar juga turut hadir dalam acara tersebut.

Bukan kali ini Rizal memberikan ‘peringatan’ kepada Jokowi. Sebelumnya pada Mei 2018, mantan Ketua Bulog tersebut menyebut khawatir terjadi perubahan kekuasaan yang lebih cepat di Indonesia sebelum 2019.

Rizal mengaku merasakan adanya kesamaan gejala krisis yang terjadi saat ini dengan 20 tahun lalu. Perubahan kekuasaan di akhir Orde Baru itu dipicu oleh krisis kepercayaan, ekonomi, pangan, dan moneter dalam waktu bersamaan. ()

Sumber :CNN

MK Putuskan Ojek Online Tak Legal, Ini Tanggapan Menhub

MK Putuskan Ojek Online Tak Legal, Ini Tanggapan Menhub

10Berita, JAKARTA—Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permhonan uji materi perkara No 41/PUU-XVI/2018 yang diajukan oleh para pengemudi ojek online.

Penolakan tersebut berarti ojek online tidak dianggap sebagai alat transportasi umum yang legal. Keputusan tersebut juga karena sepeda motor bukan kendaraan yang aman sebagai angkutan umum.

Terkait putusan tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, penolakan MK itu telah mempertimbangkan berbagai macam aspek.

“Kami akan mencermati apa yang ada dalam keputusan-keputusan itu, yang paling penting adalah ojek onlinetetap kami upayakan ada,” ucapnya di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Jumat, (29/6/2018).

Budi menjelaskan, ke depannya soal kewenangan pengelolaan ojek online akan diberikan kepada pemerintah daerah (Pemda).

“Ojek online sudah banyak memberikan suatu layanan kepada kami, jadi sekalipun tidak masuk itu, kami akan melimpahkan itu kepada Pemda,” ucapnya.

Meskipun demikian, MK menyatakan ojek online tetap dapat beroperasi meski tidak terdapat dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Sebab, polemik ojek online dianggap tidak termasuk permasalahan konstitusional.

Sebelumnya pengemudi ojek online menggugat Pasal 47 ayat 3 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ. Mereka keberatan atas ketentuan pasal tersebut, yang dianggap tidak mengatur sepeda motor sebagai angkutan umum. Padahal jumlah ojek online semakin masif seiring dengan berkembangnya teknologi.

MK menolak permohonan uji materi Pasal 47 ayat 3 Undang-Undang LLAJ yang diajukan para pengemudi ojek online yang tergabung dalam Tim Pembela Rakyat Pengguna Transportasi Online atau Komite Aksi Transportasi Online (Kato).

“Amar putusan mengadili, menolak permohonan para pemohon untuk seluruhnya,” kata ketua majelis hakim konstitusi, Anwar Usman, di gedung MK, Jakarta, hari ini.

Para pemohon merasa Pasal 47 ayat 3 Undang-Undang LLAJ bertentangan dengan Pasal 27 ayat 1 dan ayat 2, serta Pasal 28D ayat 1 UUD 1945, sehingga berlakunya pasal a quo menimbulkan kerugian hak konstitusional para pemohon.

Adapun dalam pertimbangan hukum yang dibacakan hakim konstitusi, Arief Hidayat, Mahkamah berpendapat Pasal 47 ayat 3 Undang-Undang LLAJ merupakan norma hukum yang berfungsi melakukan rekayasa sosial agar warga negara menggunakan angkutan jalan yang mengutamakan keamanan dan keselamatan, baik kendaraan bermotor perseorangan, maupun kendaraan bermotor umum. Setelah melakukan kajian, MK memutuskan ojek online bukan alat transportasi yang legal. []

SUMBER: TEMPO


Ahmad Dhani Gelar kontes Nyanyi #2019GantiPresiden, Hadiahnya Bikin “Wow”

Ahmad Dhani Gelar kontes Nyanyi #2019GantiPresiden, Hadiahnya Bikin “Wow”

10Berita, JAKARTA—Ahmad Dhani Prasetyo, musisi tanah air yang terkenal dengan band Dewa 19 kembali membuat sensasi dalam industri musik. Ahmad Dhani menggelar kontes nyanyi lagu #2019GantiPresiden.

“Kita ada tim untuk panitia dalam rangka mengadakan 2019 Ganti Presiden Idol. Tapi takut dimasalahkan kita bikin yang mudah aja, 2019 Ganti Presiden singing contest. Jadi kita bikin singing contest yang akan kita nilai secara profesional,” ujar Ahmad Dhani di kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (29/6/2018).

Soal hadiahnya, Ahmad Dhani mengklaim pihaknya telah menyiapkan Rp112 juta rupiah untuk juara pertama, dua paket umroh untuk juara kedua, Rp30 juta rupiah untuk juara ketiga dan 20 juta rupiah bagi pemenang favorit. Hadiah tersebut juga bisa meningkat bila banyak peserta kontes.

“Nanti mereka bisa download minus one. Mereka bisa langsung nyanyi, boleh direkam dulu di studio besar. Boleh diedit. Jadi kontestannya, solo pria atau wanita, kedua band, ketiga duo atau trio. Segala genre musik dan usia bebas,” ungkap musisi yang kini aktif di partai Gerindra tersebut.

Soal persyaratannya, peserta hanya perlu mengunggah video nyanyi #2019GantiPresiden ke YouTube.

“Upload ke YouTube, nanti kita menilai 10 peserta viewers terbanyak. Kita akan hitung vierwersnya sampai 1 Januari 2019,” katanya.

Selain Ahmad Dhani juga ada tiga juri lainnya, yaitu Sang Alang sebagai pencipta lagu, Fadli Zon dan Neno Warisman. []

SUMBER: VIVA

Bersama Jokowi, PDIP "Dikadalin" Dan Nyungsep

Bersama Jokowi, PDIP "Dikadalin" Dan Nyungsep


10Berita, Pada Pemilu 2004, Partai Demokrat menduduki peringkat kelima dengan perolehan suara 7,45 persen. Namun pada Pemilu 2009, SBY mampu 'menyulap' Partai Demokrat meraih nilai tinggi 25,39 persen suara, meningkat tiga kali lipat. Hal di atas berbanding terbalik dengan PDIP yang di saat Jokowi menjadi Presiden, justru PDIP tersungkur di berbagai daerah strategis dalam Pilkada serentak 2017-2018.

Menurut hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilu Legislatif 2014 KPU, menempatkan PDIP yang dipimpin Megawati berada pada posisi pertama dengan meraih 23.681.471 suara atau 18,95 persen. PDIP menjadi parpol pemenang Pemilu 2014, sehingga menjadi parpol utama yang mencapreskan Jokowi dengan segala drama politiknya.

Karena, bukan rahasia lagi bila pada awalnya Megawati Soaekarnoputri sangat enggan menjadikan Capres yang diusung oleh PDIP, mengingat Jokowi adalah nama baru yang muncul setelah memenangkan Pilgub DKI Jakarta 2012.

Namun, ada hal menarik yang saya ingin sampaikan terkait "Bersama Jokowi, PDIP "Dikadalin" dan Nyungsep" ini:

Pertama, pada Selasa, 22 Juli 2014 KPU menetapkan Jokowi sebagai Presiden terpilih Pilpres 2014. Sehingga pada 20 Oktober 2014, Jokowi resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia ketujuh. Selang beberapa hari tepatnya pada 26 Oktober 2014, Jokowi yang saat itu telah menjadi Presiden, mengumumkan susunan kabinetnya yang diberikan nama Kabinet Kerja.

Anehnya, Jokowi yang diusung oleh PDIP yang menjadi parpol pemenang Pemilu 2014 justru menempatkan kader-kader PDIP bukan pada kementerian/lembaga strategis, misalnya; Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Perdagangan, Jaksa Agung, dan Bappenas.

Namun, Jokowi memasukkan nama-nama di luar PDIP untuk menempati kementerian-kementerian strategis tersebut; Sofyan Djalil (Kemenko Perekonomian), Rini Soemarno (Menteri BUMN), Bambang Brodjonegoro (Menteri Keuangan), Sudirman Said (Menteri ESDM), Rachmat Gobel (Menteri Perdagangan), HM Prasetyo (Jaksa Agung), dan Andrinof Chaniago (Kepala Bappenas). PDIP hanya mendapat jatah Puan Maharani mendapat jatah Menko PMK (Menko PMK), Yasonna Laoly (Menteri Hukum dan HAM), Tjahjo Kumolo (Menteri Dalam Negeri), dan Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (Menteri Kooperasi UKM).

Hingga beberapa kali melakukan reshuffle Kabinet, kader-kader PDIP tetap tidak ada yang ditempatkan pada kementerian/lembaga strategis.

Kedua, mengapa pada Pilkada serentak 2017-2018, Cagub/Cawagub yang diusung PDIP di daerah-daerah strategis malah tersungkur? Misalnya; Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Kalimantan Barat.

Bagi saya ini sangat aneh. Bagaimana bisa PDIP yang menjadi parpol pemenang Pemilu 2014 dan mencapreskan Jokowi, justru tersungkur dalam Pilkada serentak tahun 2017-2018? Apalagi pada tahun 2019 akan diadakan Pemilu serentak.

Apakah Megawati sebagai Ketua Umum PDIP tidak merasakan adanya keanehan-keanehan ini? Apakah kader-kader PDIP yang selama ini berjuang 'berdarah-darah' tidak mencium aroma 'tangan-tangan gelap' yang bermain secara senyap melumpuhkan PDIP?

Fokus utamanya harus dilihat pada masalah proses penentuan Cagub/Cawagub yang akan diusung. Misalnya pada Pilgub DKI Jakarta yang Cagubnya bermasalah, Jawa Barat yang bermasalah dengan kasus Bakamla, Jawa Tengah yang bermasalah dengan kasus KTP eletronik, Jawa Timur yang tiba-tiba terjadi pergantian Cawagub 'di tengah jalan' yang justru merusak konsolidasi partai. Tentu, ini bukanlah sebuah kebetulan, ada semacam pengkondisian keadaan secara by design.

Ketiga, saya menduga 'tangan-tangan gelap' yang bermain secara senyap ini adalah mereka yang memiliki kekuasaan, mereka bertujuan untuk melemahkan PDIP agar tidak memiliki kekuatan untuk 'sandera' Jokowi dalam menentukan Cawapres 2019. Apalagi Megawati berulang kali menyebut Jokowi adalah petugas partai, berarti Jokowi harus patuh dan tunduk dengan aturan partai.

Bagi 'tangan-tangan gelap' yang bermain secara senyap tersebut, bila PDIP sukses Pilkada serentak tahun 2017-2018, bisa saja 'mengganggu' Cawapres yang mereka telah persiapkan.

Jokowi yang diharapkan mampu mendongkrak suara Cagub/Cawagub PDIP pada Pilkada serentak 2017-2018, malah justru tidak mampu mendongkrak. Maka, muncul pertanyaan krusial, sebenarnya Jokowi ini kadernya siapa? Kader murni PDIP atau kader pihak lain yang menumpang di PDIP?

Jika PDIP tidak peka dan takut merubah haluan politik, maka tidak menutup kemungkinan operasi senyap oleh tangan tangan gelap kekuasaan akan melumpuhkan PDIP pada Pileg 2019. PDIP bisa saja ambruk menjadi partai menengah.

Penulis: Wenry Anshory Putra ( Koordinator Pergerakan Pemuda Merah Putih (PP Merah Putih))

Sumber :Portal Islam 

Saksikan Keajaiban Doa Ulama, Satu Desa Masuk Islam

Saksikan Keajaiban Doa Ulama, Satu Desa Masuk Islam


ilustrasi (francois xavier marit)

10Berita, Allah Subhanahu wa Ta’ala memiliki banyak cara untuk menurunkan hidayah kepada hambaNya. Ada kalanya seorang hamba mendapat hidayah secara personal setelah ia mencari kebenaran. Ada kalanya di waktu bersamaan, banyak manusia mendapatkan hidayah sekaligus sehingga berbondong-bondong satu desa masuk Islam.

Kisah ini adalah contoh dari cara kedua. Satu desa masuk Islam. Penduduk desa berbondong-bondong masuk Islam setelah tantangan mereka tertaklukkan melalui wasilah doa ulama.

Kisah nyata ini terjadi di Kuwait, sekitar tahun 1995. Saat itu Ketua Jam’iyah Al ‘Aun Al Mubasyir Kuwait Syaikh DR Abdurrahman As Sumaith mendengar ada sebuah desa yang penduduknya menganut animisme.

Bersama beberapa dai, ia pergi ke desa tersebut untuk mendakwahi mereka. Program dakwah Jam’iyah itu tidak berjalan mulus. Ada sebuah tantangan yang dilontarkan oleh penduduk desa yang ternyata juga pernah didatangi oleh misionaris Nasrani.

“Kami tidak suka dengan orang-orang Nasrani. Lalu engkau sekarang datang mengajak masuk Islam? Begini, kami sudah bertahun-tahun ini mengalami kekeringan. Tidak pernah turun hujan. Jika kamu bisa berdoa dan turun hujan, kami akan masuk Islam,” kata salah seorang tokoh desa.

Mendengar tantangan itu, Syaikh As Sumaith terenyuh. Ia menanggapi serius permintaan para penduduk desa yang sederhana itu.

“Ini adalah tantangan dari orang-orang yang mereka berpikir sederhana. Jika hujan turun, mereka meyakini agama ini benar. Jika hujan tidak turun, mereka menganggap agama ini tidak benar sebagaimana agama yang pernah datang kepada mereka.”

Lalu Syaikh pun mengangkat tangan ke langit. Ia berdoa sambil menangis. Memohon dengan penuh harap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia sangat menginginkan mereka mendapatkan hidayah dan selamat dari neraka.

“Ya Allah… masalah ini tidak ada hubungannya denganku, akan tetapi ini adalah tantangan untuk agamaku. Janganlah engkau hinakan agama ini karena kesalahan yang aku lakukan,” kata Syaikh As Sumaith dalam doanya. Ia masih terus menangis bersama doa-doanya.

Ia yakin sangat mudah bagi Allah untuk menurunkan hujan. Ia hanya khawatir jika doanya tertolak karena dosa dan kesalahannya. Dan ia khawatir kalau hujan tidak turun, penduduk desa itu akan menganggap remeh agamaNya.

Doa itu ternyata tidak sia-sia. Beberapa jam kemudian hujan turun dengan lebatnya. Penduduk desa bersuka cita. Mereka memiliki keyakinan baru, “Inilah agama yang benar. Yang Tuhannya mengabulkan doa pemeluknya bahkan tidak menunggu lama.”

Akhirnya mereka berbondong-bondong masuk Islam. Satu desa masuk Islam, bersyahadat, “Asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullah.” [Muchlisin BK/]

Sumber : BersamaDakwah

Dua Keajaiban Terjadi, Amien Rais Optimis 2019 Punya Presiden Cerdas Gagah Perkasa

Dua Keajaiban Terjadi, Amien Rais Optimis 2019 Punya Presiden Cerdas Gagah Perkasa


10Berita – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengaku saat ini ada dua keajaiban yang terjadi. Keduanya terkait dengan Piala dunia (Pildun) dan Pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Keajaiban yang pertama kata Amien, yakni kemenangan Korea Selatan atas Jerman dengan skor 2-0 di babak kualifikasi grup Piala Dunia Rusia 2018 ini. Hal ini di luar dugaan karena Jerman adalah juara bertahan. Tim berjuluk Panser itu pun dipaksa pulang dengan muka tertunduk.

“Itu keajaiban pertama. Korea Selatan sukses meneku Jerman 2-0, itu luar biasa,” ujar Amin Rais di Universitas Bung Karno (UBK), Jakarta, Jumat (29/6).

Kemudian untuk keajaiban yang kedua terjadi pada gelaran Pilkada serentak yang digelar 27 Juni lalu. Menurutnya ada partai besar yang jumawa. Namun hasilnya partai besar itu kalah telah. Sehingga partai besar yang dahulu sesumbar itu nyata-nyatanya tidak terbukti.

“Tapi di mana-mana kalah, itu pun kalau dihitung kembali tidak sesuai yang disampaikan oleh elite partai besar itu,” katanya.

Oleh sebab itu ada pelajaran yang paling berharga supaya tidak sesumbar. Padahal kenyataanya semuanya ditentukan oleh Allah. Karena tanpa adanya izin Allah pasangan itu tidak akan menang di pilkada.

Lantaran banyaknya calon partai besar yang kalah di beberapa provinsi di Indonesia, Amien berpandangan kondisi ini makin menunjukkan rakyat menginginkan adanya pergantian Presiden Indonesia di 2019.

“Jadi kalau lihat hasil dari pilkada kemarin, maka peluang 2019 ganti presiden makin terbuka,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Amien Rais berpesan kepada Prabowo Subianto dan masyarakat yang ingin ganti presiden, agar perlu membenahi apa yang selama ini dianggap kurang. Sebab, keadilan harus merata ke semua lapisan masyarakat. Jangan ada membeda-bedakan.

“Prabowo dan kita harus bisa menawarkan demokrasi bukan diskriminatif seperti sekarang ini. Keadilan hukum tidak ada, kecil dikejar, besar dibebaskan, dan ekonomi sebaliknya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Amien berharap lagu #2019GantiPresiden benar-benar menjadi kenyataan. Terlebih dia menginginkan pemimpin Indonesia di 2019 gagah perkasa.

“Pengennya tahun depan kita punya presiden cerdas dan gagah perkasa,” pungkasnya. []

Sumber : jawapos

Menyempurnakan Ketakwaan Seusai Ramadhan

Menyempurnakan Ketakwaan Seusai Ramadhan

Oleh: Ammylia Rostikasari, S.S.
Aktivis Akademi Menulis Kreatif dan Komunitas Bela Islam

10Berita, RAMADHAN yang syahdu nan khusyuk telah berlalu. Kini berganti Syawal yang menuntut setiap Muslim untuk melakukan peningkatan kualitas ibadah. Ketakwaan mestilah makin disempurnakan setelah sebulan ditempa berbagai ibadah di Bulan Ramadhan.

Namun, masih saja ada satu pertanyaan menggelayut di dalam benak. Bagaimanakah cara menyempurnakan ketakwaan seusai Ramadhan?

Bicara tentang takwa, memang tak ada habisnya. Pun penjabarannya dalam ayat-ayat cinta Sang Pencipta, begitu banyak ada dalam kalam-Nya. Satu di antaranya ada terjemah surat Ali-Imron ayat 133:

“Bersegeralah kalian meraih ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”.

Namun, begitu disayangkan. Takwa di zaman now tengah dihantam paham sekularisme. Paham yang meracuni kaum Muslim untuk memisahkan agama dari kehidupannya. Jadilah makna takwa dibuat menyimpang dan dikerdilkan sekadar urusan ibadah dan akhlak saja.

Padahal sejatinya, takwa adalah menjalankan seluruh perintah Allah dan menjauhi seluruh larangannya dalam semua aspek kehidupan. Bukan hanya yang bersifat spititual atau hablu minallah, melainkan juga yang mencakup hubungan manusia dengan sesamanya (hablu minannas) dan hubungan manusia dengan dirinya sendiri (habluminafsi).

Dengan demikian, kita sebagai Muslim yang berupaya memahami Islam secara kaffah (menyeluruh) mestilah menetapkan langkah-langkah untuk menyempurnakan ketakwaan. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

Pertama, memahami akidah Islam sebagai akidah ruhiyah yang mengatur urusan ibadah juga akidah siyasiyah, yaitu landasan mencakup kehidupan dunia. Sehingga terpancarlah keharmonisan urusan dunia dan akhirat karena dilandasi motivasi keimanan kepada Sang Pencipta, yaitu Allah subhanahu wata’ala.

Kedua, senantiasa menjadikan Islam sebagai parameter untuk menilai perbuatan baik-buruk juga terpuji dan tercela. Sehingga ketika hendak beramal hanyalah standar halal-haram yang menjadi patokan, bukan semata manfaat atau mudarat, bukan pula karena tergiur benci dan puja puji yang bersifat insani. Karena sesungguhnya, yang hendak dicapai adalah ridho Allah semata.

Ketiga, bersabar dalam meniti jalan ketaatan kepada-Nya. Sebagaimana teladan paranabi dan rasul serta orang-orang salih yang bersikukuh dalam menjalankan perintah menjauhi larangan Allah subhanahu wata’ala.
Rasulullah saw. Bersabda:
“Sungguh di belakang kalian adalah masa kesabaran. Bersabar pada masa itu seperti menggenggam bara api. Pahala bagi yang melakukannya seperti 50 orang yang mengerjakan amalnya” (HR Abu Daud).

Keempat, amar makruf nahyi munkar atau berdakwah. Dakwah adalah tanda cinta terhadap sesama manusia. Rasa cintanya diluapkan dengan menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran. Ia akan merasa takut jika hanya berdiam diri. Karena keimanannya kepada kabar bahwa diamnya manusia akan mengundang bencana (lihat Q.S. Al-Anfal :25).

Kelima, bersegera memohon ampunan Allah Swt. Dan kembali kepada ketaatan manakala dilanda khilaf dan melakukan kemaksiatan (Q.S. Ali-Imron: 135).

Keenam, memupuk kerinduan kepada Sang Pencipta dan indah surga-Nya. Dengan begitu, insyaallahia tak akan mudah tergoda untuk mengorbankan agamanya guna meraup pundi-pundi dunia. Karena ia akan memahami bahwa dunia adalah tempat meninggal, bukanlah tempat tinggal. Kampung akhiratlah tujuan perjalanannya. Sehingga orientasi hidupnya akan fokus ada dalam nilai ketaatan yang lurus. Kepada Allah, untuk Allah, dan Allah saja.Wallahu’alambishowab. []

Sumber :Islampos 

Jika Jadi Presiden, Prabowo Ingin Pindahkan Makam Pangeran Diponegoro ke Yogya

Jika Jadi Presiden, Prabowo Ingin Pindahkan Makam Pangeran Diponegoro ke Yogya


10Berita – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ingin memindahkan makam sejumlah pahlawan jika nanti dirinya menjadi Presiden RI. Sebab, kata Prabowo, masyarakat perlu mengetahui sejarah langsung perjuangan para pahlawan di daerah mereka masing-masing.

Hal itu, kata Prabowo, juga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan. “Saya ingin sebetulnya mengembalikan, makamnya Pangeran Diponegoro ke rumahnya di Yogyakarta. Kita tahu arwahnya tak di situ lagi. Ini hanya simbol bahwa bangsa asing pernah menangkap, menjajah, perang lawan kita,” kata Prabowo dalam acara Halal Bihalal di Universitas Bung Karno, Jakarta, Jumat (29/6/2018).

“Insya Allah kalau nanti, siapa tahu 2019, entah Pak Rizal Ramli atau saya, saya titip harus berani kita memperbaiki. Pemimpin kita berhak kembali di tengah rakyat sendiri. Walaupun kita bhinneka tunggal ika, kita akan datang dan akan minta izin ke masyarakat di sana,” lanjut Prabowo.

Demikian pula dengan Imam Bonjol, ia ingin makam sang pahlawan Perang Paderi itu bisa ditempatkan di tanah kelahirannya di Pasaman, Sumatera Barat.

Prabowo mengaku sedih setiap melewati makam Pangeran Diponegoro di Makassar. Menurut dia makam Pangeran Diponegoro yang terletak di dekat pasar terkesan kurang layak.

“Saya kira harus dikembalikan ke kampung halaman. Kiai Madja juga di Sulawesi Utara. Harus kita kembalikan sebagai simbol bahwa ketidakadilan harus kita perbaiki. Walaupun terlambat beratus tahun, itu hak keluarganya,” ujar Prabowo.

“Harus menghormati bangsa kita. Bung Karno bilang bangsa besar bangsa yang hormati pahlawan-pahlawannya. Kalau bukan kita siapa lagi yang hormati,” lanjut dia.(*)

Sumber: kompas