OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 01 Juli 2018

Antrian PUANJAAAANGGGG Pelamar Kerja PT Mayora, Mana JANJI 10 JUTA LAPANGAN KERJA???

Antrian PUANJAAAANGGGG Pelamar Kerja PT Mayora, Mana JANJI 10 JUTA LAPANGAN KERJA???


10Berita, Di sosial media viral video antrian panjang pelamar kerja PT Mayora di jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat.

Di situs lowongan kerja, memang ada lowongan kerja besar-besaran bulan Juni-Juli 2018 dimana PT Mayora Indah Tbk menerima Karyawan Baru penerimaan seluruh Indonasia untuk lulusan SMA, SMK, D3, dan S1.

Link: https://www.antaraposts.com/2018/06/lowongan-kerja-besar-besaran-bulan-juni_10.html

Posisi yang ditawarkan dari Admin Gudang, Staf Administrasi, Satf Production, Production Packaging, sampai IT.

Disitu juga tercantum pengumuman:
PENGUMUMAN:
PT Mayora Indah Tbk tidak pernah memungut biaya apapun dalam proses rekrutmen.
PT Mayora Indah Tbk tidak pernah bekerja sama dengan agen perjalanan / biro perjalanan tertentu dalam proses rekrutmen. Jika Anda diminta untuk memasukkan uang dalam bentuk pembayaran tiket pesawat dan hotel atau agar-agar lain dikurangi. Jangan berikan data pribadi atau data keuangan Anda kepada kaya. Jika membutuhkan klarifikasi lebih lanjut untuk dapat langsung menghubungi PT Mayora Indah Tbk

***

Fenomena antrian panjang pelamar kerja di PT Mayora yang luar biasa ini menimbulkan pertanyaan mana janji Jokowi 10 juta lapangan kerja?

Berikut videonya yang viral di sosmed....

— Мister .X. (@AnonArmy777) 30 Juni 2018

Sumber :Portal Islam 

Rizal Ramli ke Jokowi: Rakyat Capek Hidup Kayak Gini…

Rizal Ramli ke Jokowi: Rakyat Capek Hidup Kayak Gini…


10Berita – Mantan Menko Kemaritiman sekaligus ekonom senior, Rizal Ramli, menyoroti kondisi ekonomi Indonesia saat ini yang dinilainya lemah. Dia pun mengatakan bahwa tim ekonomi pemerintah yang ada tidak mampu mengatasi situasi ekonomi sekarang.

“Saya mohon maaf Pak Jokowi, saya mau katakan, tim ekonomi Pak Jokowi tidak mampu mengatasi situasi seperti ini,” ungkap Rizal, di acara Halal bi Halal keluarga Besar Universitas Bung Karno, Jl Kimia, Jakarta Pusat, Jumat (29/6/2018).

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Menko Perekonomian itu mengaku telah berkeliling ke Indonesia dan menemukan banyak masyarakat yang merasakan lelah dengan kondisi kehidupannya saat ini yang dirasa susah.

“Rakyat mau perubahan. Di mana-mana saya keliling Indonesia, di Jawa, luar Jawa, mereka capek hidup kayak gini,” ujar Rizal.

Rizal pun menyatakan, persoalan kesulitan ekonomi tidak hanya dirasakan pada kalangan menengah ke bawah saja. Namun para pelaku bisnis pun, kata dia, turut merasakannya juga.

“Ekonomi susah, lapangan kerja nyaris kecil, dan kalangan bisnis capek, ekonomi payah, ekonomi rontok,” tandasnya.

Selain Rizal Ramli, hadir juga beberapa tokoh publik di acara Hala bi Halal tersebut. Seperti Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan Wakil Ketua DPR RI yang juga politikus Partai Gerindra Fadli Zon. []

Sumber : merdeka

Eramas Unggul Di Wilayah Islam, Djarot-Sihar Di Mayoritas Kristen

Eramas Unggul Di Wilayah Islam, Djarot-Sihar Di Mayoritas Kristen


10Berita, Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara 27 Juni 2018 telah usai. Semua proses yang dijalani juga terbilang sukses, tertib, dan aman.

Pasangan nomor urut 1 Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) dinyatakan menang telak atas pasangan nomor urut 2 Djarot Saiful-Sihar Sitorus (Djoss).

Tercatat bahwa Eramas unggul di 17 kabupaten/kota. Penduduk di wilayah-wilayah yang dimenangkan Eramas tersebut, mayoritas beragama Islam.

Mulai dari Asahan, Batubara, Deliserdang, Binjai, Medan, Padang Sidempuan, Tanjung Balai, Tebing Tinggi, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Serdang Bedagai, sampai Tapanuli Selatan.


Sementara Djarot-Sihar sebaliknya, unggul di 16 kabupaten/kota yang penduduknya mayoritas beragama Kristen. Antara lain Dairi, Humbang Hasudutan, Karo, Gunung Sitoli, Pematang Siantar, Sibolga, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Simalungun, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Toba Samosir.

Menurut pengamat politik yang juga merupakan Dekan FISIP UMSU Dr. Arifin Saleh Siregar, politik identitas sangat mempengaruhi Pilgub Sumut 2018.

Politik identitas tersebut, lanjut Arifin Saleh, berdampak positif bagi praktik demokrasi masyarakat Sumatera Utara.

"Kita merasa senang karena politik identitas yang terjadi tidak seperti yang ditakutkan pihak luar. Malah, politik identitas ini justru mencerdaskan karena masyarakat jadi melek politik," katanya, seperti diberitakan Kantor Berita RMOLSumut, Sabtu (30/6).

Politik identitas adalah sebuah keniscayaan, bukan hal yang perlu dikhawatirkan apalagi dikaitkan dengan soal toleransi, kebhinekaan, dan lain-lain. Selagi semua saling menghargai, menghormati, berlangsung dengan damai tanpa ada pemaksaan ataupun kekerasan.

Sumber :Portal Islam 

Ini 5 Situs Suci di Palestina yang Tak bisa Dikunjungi Turis Indonesia

Ini 5 Situs Suci di Palestina yang Tak bisa Dikunjungi Turis Indonesia

10Berita, SEJAK 9 Juni 2018 Israel telah menerapkan larangan berkunjung bagi turis Indonesia. Larangan ini diklaim sebagai ‘balasan’ atas kebijakan pemerintah Indonesia yang melarang warga Israel berkunjung ke Indonesia.

Dampaknya, turis Indonesia tidak bisa mengunjungi beberapa tempat suci yang berada di tanah Palestina. Berikut lima situs suci yang tidak bisa dikunjungi turis Indonesia seperti dikutip dari Halallifestyle:

1. Masjid Al Aqsha

Masjid Al Aqsha adalah situs suci ketiga terpenting bagi umat muslim, setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah. Begitu banyak kejadian sejarah terkait umat Islam yang terjadi di Masjid Al Aqsha. Salah satu yang paling fenomenal adalah peristiwa Isra Mi’raj.

Sejak dibangun, Masjid Al Aqsha sama sekali tidak mengalami pengurangan maupun penambahan luas wilayah. Tidak seperti Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Mayoritas pendapat ulama menyatakan bahwa, Masjid Al Aqsha ini dibangun pada zaman Nabi Adam AS dan diperbaiki pada zaman Nabi Sulaiman AS karena mengalami kerusakan saat banjir besar pada zaman Nabi Nuh AS.

Beberapa hadist menyatakan yang membangun Masjidil Haram dan Masji Al Aqsha adalah malaikat dengan rentang waktu pembangunan 40 tahun.

Saat ini, Masjid Al Aqsha terlihat cantik dengan pembangunan beberapa fasilitas seperti air mancur di halamannya dan juga kapasitas penampungan untuk 4.000 jamaah dalam melakukan ibadah.

2. Menara Daud

Atau yang lebih dikenal sebagai Menara Daud di umat Islam adalah benteng kuno yang menjadi saksi sejarah era Herodian, Binzantium dan awal berkembangnya Islam. Benteng ini sudah mengalami beberapa kali penghancuran saat masa Perang Salib.

Nama Menara Daud ini sebenarnya merupakan nama benteng tapi semenjak masa Kesultanan Utsmaniyah yang membangun masjid dengan minaret, nama Menara Daud ini lebih merujuk pada minaret tersebut.

BACA JUGA: Syeikh Al-Qaradhawi Berharap Syahid untuk Al-Aqsha

Setelah kemenangan Israel pada Perang Enam Hari pada tahun 1967, fungsi budaya dari benteng ini dipulihkan. Dan pada tahun 1989, Yerussalem Foundation mendirikan Museum Menara Daud, yang menceritakan tentang sejarah 4.000 tahun Yerussalem.

3. Dome of The Rock

Objek wisata yang berbentuk oktagonal ini berlokasi di puncak Gunung Bait Suci. Jika kita berada di Dome of The Rock, maka kita dapat melihat pemandangan kota dan menyaksikan megahnya kubah yang berasal dari batu. Struktur bangunan Kubah Batu ini mengadopsi arsitektur Bizantium.

Kubah Batu atau yang juga disebut sebagai Qubbat As-Sakhrah ini dibangun pada masa Umayah. Umat Islam meyakini bahwa disana adalah tempat dimana Nabi Muhammad SAW menjejakkan kakinya saat Isra Mi’raj. Ada juga yang mengatakan bahwa batu itu merupakan tempat Nabi Ibrahim menyembelih Nabi Ismail dan batu itu juga diyakini sebagai tempat lahirnya Nabi Daud.

4. Bukit Zaitun

Bukit Zaitun ini adalah pegunungan di sisi timur Yerussalem, yang memiliki tiga puncak yang terbentang dari utara hingga selatan. Puncak tertingginya mencapai 818 meter yang bernama At-Tur.

Mengikuti sejarah, bukit ini memiliki makna yang besar bagi kaum Yahudi dan umat Kristen. Sementara di Islam sendiri, buah zaitun memiliki penyebutan secara jelas dalam surat At Tin.

5. Tembok Ratapan

Tembok Ratapan ini merupakan tujuan utama orang-orang Yahudi. Karena ini berkaitan dengan kepercayaan mereka. Deretan orang Yahudi biasanya akan melakukan pengakuan dosa dan sesekali terlihat membenturkan kepala mereka ke tembok ratapan.

Menurut sejarah, tembok sepanjang 60 meter ini merupakan sisa dari bait suci yang dibangun oleh Raja Herodotus. Awalnya tembok ini memiliki panjang 485 meter. Mengapa orang Yahudi berdoa di tembok ini? Karena mereka mempercayai di tembok yang tersisa inilah ada Shekinah atau kehadiran Illahi.

Di area Tembok Ratapan ini, lokasi untuk pria dan wanita terpisah. Dan sebelum memasuki Tembok Ratapan setiap orang harus membasuh muka dan tangan. Juga dibagikan kippah atau peci kecil bagi para laki-laki. []

SUMBER: HALALLIFESTYLE


Diajak Berkoalisi dengan Jokowi untuk Pilpres 2019, INI Kata PAN

Diajak Berkoalisi dengan Jokowi untuk Pilpres 2019, INI Kata PAN


10Berita,   Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan tidak menggubris ajakan partai koalisi pendukung Joko Widodo untuk segera merapat menghadapi pemilihan presiden atau Pilpres 2019. Zulkifli mengatakan partainya tak ingin terburu-buru menentukan pilihan.

PAN memilih menunggu hingga mendekati batas akhir pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden atau di masa injury time jika merujuk pada pertandingan sepak bola.

"Kita hormati masing-masing. Kalau partai lain mau segera, silakan. Kalau mau belakangan, silakan," kata Zulkifli di Kantor PT Pelni, Jakarta, Jumat, 30 Juni 2018.

PAN, ujar Zulkifli, akan menentukan waktu sendiri untuk menentukan koalisi karena mempunyai momentum sendiri.

PAN adalah salah satu partai yang belum menyatakan dukungan kepada bakal calon presiden pada Pilpres 2019. Baik kepada koalisi Joko Widodo maupun Prabowo Subianto. Selain PAN ada Partai Demokrat dan PKB yang juga belum menentukan sikap.

Partai koalisi pendukung Joko Widodo mengajak ketiga partai itu untuk segera masuk barisan. Pasalnya koalisi akan membentuk tim yang akan membahas calon wakil presiden dan strategi pemenangan dalam waktu dekat.

Sumber: Tempo

Sabtu, 30 Juni 2018

Sindiran Pedas Ustadz Somad: “Yang Nggak Ngasih Masuk, Akhirnya Pulang Kampung”

Sindiran Pedas Ustadz Somad: “Yang Nggak Ngasih Masuk, Akhirnya Pulang Kampung”


Ustadz Abdul Somad, dai kondang asal Riau, menjadi penceramah dalam acara Tabligh Akbar di Yayasan Al Muin, Poris Jaya, Batu Ceper,  Tangerang, Banten, Sabtu (30/6/2018).

10Berita, Dalam kutipan ceramahnya, Ustadz Somad menyampaikan pentingnya ukhuwah, sebagaimana firman Allah,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْناكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثى وَجَعَلْناكُمْ شُعُوباً وَقَبائِلَ لِتَعارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Qs. al-Hujurat: 13).

Ustadz Somad juga menyindir fenomena penolakan terhadap dirinya, dengan tudingan mencampuri Pilkada Sumut.

“Ustadz Somad kalau ceramaahnya masih di sekitar-sekitar itu saja; Aceh, besok kami ke Lampung, habis dari Lampung pergi ke Aceh. Aceh, Sumatera Utara, itu pun nggak dikasih masuk, habis itu Riau, Sumatera Barat. Eh yang nggak ngasih masuk malah pulang kampung,” kata Ustadz Somad.

Sindiran pedas namun jenaka yang terselip dalam taushiyah Ustadz Somad itu pun disambut riuhnya tepuk tangan dan tawa para jamaah. Seolah mereka mengetahui, siapa pihak yang dimaksud, meski Ustadz Somad tak menyebut nama.


Untuk diketahui, jelang tabligh akbar di Medan, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu, Ustadz Abdul Somad dikabarkan sempat mendapat penolakan. Hal itu dilakukan melalui pemasangan spanduk, yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Peduli Pilkada Sumatera Utara (GMPP).

“Tolak kehadiran masyarakat luar Sumut Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Bachtiar Nasir mencampuri Pilgubsu 2018 di Sumut,” demikian bunyi penolakan dalam spanduk tersebut.

Padahal, sejatinya Ustadz Abdul Somad merupakan keturunan Sultan Deli, yang telah berjasa mendirikan Masjid Raya Al Mashun, Medan.

Dari postingan status akun media sosial pribadinya, terungkap asal-usul Ustadz Somad. Dia merupakan cicit dari ulama besar Sumut, Syaikh Abdurrahman.

Sultan Ma’mun Al-Rasyid Perkasa Alam, Sultan Kerajaan Melayu Deli meminta fatwa kepada Syaikh Abdurrahman (Syaikh Silau Laut) soal pendirian Masjid Raya.

Asal usul keturunan Ustadz Somad, berbanding terbalik dengan salah satu calon Gubernur Sumut, yang sama sekali tak memiliki darah keturunan Sumatera dan akhirnya kalah dalam Pilkada kemarin.

Sumber : panjimas.com

Hamas bantah melakukan mediasi dengan "Israel"

Hamas bantah melakukan mediasi dengan "Israel"

10Berita, GAZA – Hamas membantah adanya mediasi antara gerakan tersebut dan “Israel” terkait dengan blokade di Jalur Gaza dan orang “Israel” yang ditangkap oleh Hamas di wilayah itu, Arabi21 melaporkan pada Jumat (29/6/2018).

Seorang pejabat Gerakan Perlawanan Islam Palestina mengatakan kepada situs berita bahwa laporan tentang persetujuan Hamas pada proposal Qatar “tidak benar”. Dia menolak memberikan rincian lebih lanjut tentang masalah ini, kata situs yang berbasis di London.

Laporan media sebelumnya mengklaim bahwa Hamas telah menerima proposal yang ditawarkan oleh Qatar untuk menyerahkan sebuah video pendek tentang orang-orang “Israel” yang ditangkap di Gaza sebagai imbalan bagi pembebasan tahanan Palestina yang ditangkap kembali setelah dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran tahanan 2011 antara Hamas dan “Israel”.

Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, menangkap sejumlah orang “Israel”, termasuk dua tentara, selama serangan militer “Israel” terhadap rakyat Gaza pada tahun 2014. Hamas mengatakan bahwa mereka akan membebaskan mereka dengan imbalan pembebasan tahanan politik Palestina yang ditahan di penjara “Israel”.

(fath/)

Sumber :arrahmah.com

Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo: Cuitan Jokowi Soal Mahathir, Bukti Produsen Hoax adalah Penguasa

Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo: Cuitan Jokowi Soal Mahathir, Bukti Produsen Hoax adalah Penguasa


10Berita, Tweet Mahatir : Negara yang PERTAMA kali dikunjunginya adalah Jepang 10 Juni 2018.

Kunjungan pertama Bapak Mahathir Mohamad ke luar Malaysia sejak menjadi perdana menteri baru adalah ke Indonesia. Alasannya, Indonesia ini jiran terdekat dan memiliki hubungan kekeluargaan. “Ramai penduduk Malaysia itu dari Indonesia, termasuk bapak mertua saya,” katanya. pic.twitter.com/atA9ouFKQY

— Joko Widodo (@jokowi) June 29, 2018


Tweet @jokowi :
Indonesia adalah negara yang pertama kali dikunjungi Mahatir semenjak dia dilantik menjadi PM Malaysia 28 Juni 2018.

— Dr Mahathir Mohamad (@chedetofficial) June 10, 2018


Mendramatisir peristiwa biasa dengan KEBOHONGAN sehingga menjadi seolah luar biasa inilah yang bikin keruh situasi.

Publik sebenarnya hanya butuh informasi apa manfaat pertemuan dua pemimpin ini bagi rakyat Indonesia. Tapi yang diframing koq malah ‘kunjungan pertama’. Sengaja atau tidak, ini menunjukkan rendahnya kualitas tim komunikasi Kepala Negara.

Disisi lain ini merupakan bukti, bahwa produsen HOAX yang sebenarnya adalah penguasa.

Akhirnya Sekretariat Presiden sibuk klarifikasi, netizen juga kan sibuk berdebat.

Lalu kapan kerjanya?

Penulis: Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo

Sumber : PORTAL ISLAM

Sebut Ibu Kota Rusak Tanpa Ahok, Sekjen PSI Kena Semprot Penganut Kristen

Sebut Ibu Kota Rusak Tanpa Ahok, Sekjen PSI Kena Semprot Penganut Kristen


10Berita, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Antoni Raja memberikan pujian yang berlebihan kepada pelaku penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Pada akhirnya semua akan merasakan betapa rusaknya Ibukota tanpamu. Cahayamu tidak akan pernah padam. Selamat ultah, Pak Ahok," kata Antoni Raja pada 28 Juni 2018.

Pernyataan sepihak dari kader partai pendukung pemerintah itu mendapatkan respons dari penyanyi yang merupakan personil grup musik Lingua, Frans Mohede.

"Rusak? Ngarang aja lo. Gue udh hidup di Jakarta dari jaman Ali Sadikin sampe Anies. Ga ada yg rusak tuh ibukota. Sebagai kristiani, gue malah prihatin lihat tingkah junjungan elo si Ahok yg ngerusak kerukunan antar umat beragama dan juga seagama," kata dia.

Pernyataan Frans mendapatkan respons dukungan dari pendukungnya. "Yang ngerusak jakarta tuh orang-orang seperti Antoni ini melalui komentar2nya," kata akun Diara.

Sumber : opini-bangsa.com, bersamadakwah.net

[Pilgub Jabar] Deklarasi Kemenagan Dini: Opini VS Opini

[Pilgub Jabar] Deklarasi Kemenagan Dini: Opini VS Opini


10Berita, Pidato RK beberapa jam pasca pilkada selesai, mengawali kisruh dugaan pemenang pilkada Jabar. Mengumumkan diri seolah pemenang dengan jumawanya. Mengundang polemik di sosmed diam-diam. Dan sangat berpotensi menggeser hasil Real Count C1. Inilah kejahatan politik berbungkus kesejukan kata-kata. Enak kan terdengarnya? Tapi tajam dan membunuh lawan secara mematikan lewat opini yang dibangun!

Asal tahu saja, semua hasil survey Quick Count sampai dengan hari ini masih perhitungan berdasarkan exit poll. Jikapun bersumber dari data C1, tidak ada survey yang bisa dipercaya sepenuhnya. Surveyor Pilkada hanya mengejar target pemesanan dari pemilik rupiah.

Kalau tadi kejahatan politik, kalau ini kejahatan intelektual namanya. Mengolah pakai ilmu statistik, menganggap semua orang buta dan tolol statistik. Secara psikologis orang melihat angka perolehan hitung sementara besar, langsung percaya dialah pemenangnya. Akhirnya statistik sebagai khazanah keilmuan yang agung, diseret jadi alat politik yang kotor!

Dalam kondisi tidak pasti seperti ini, angin yang paling kuat mendorong keyakinan publik memang paling tepat hanya opini. Bahkan pernyataan sesumbar RK saja dianggap hanyalah opini/mimpi/ngayal dan takabur. Dan namanya opini, lawannya ya opini lagi.

Jadi, amat sangat efektif dan paling tepat kalau saat ini semua pendukung dan pejuang Asyik dan pak Dirman melakukan pula opini massal sebagai perlawanan opini secara terbuka. Posting sebanyak-banyaknya perhitungan kemenangan hasil C1 Asyik dan pak Dirman di lapangan. Screenshot, gambar ataupun hasil lainnya yang relevan.

Tak perlu menunggu hasil Real Count. Bahkan RC saja sangat mungkin bergeser oleh opini publik. Demi kekuasaan, orang bisa jadi jahat dan melakukan kerusakan apapun. Bungkamlah kejahatan teroganisir dengan bergerilya.

Gunakan sosmed. Buzzer lawan buzzer.
Opini lawan Opini. Influencer vs Influencer. Berjuang lewat sosmed.

Ikhtiar tiada akhir.

Penulis: Yanto Hendrawan

Sumber : PORTAL ISLAM