OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 09 Juli 2018

15 Penampakan ATM dari Waktu ke Waktu. Sejak ATM Pertama Dibuat pada Tahun 1967 Hingga Sekarang

15 Penampakan ATM dari Waktu ke Waktu. Sejak ATM Pertama Dibuat pada Tahun 1967 Hingga Sekarang

Bisakah kamu membayangkan hidup di tempat yang tidak ada ATM?


Pastinya bakal repot! Kita sudah terbiasa dengan kenyamanan modern untuk dapat mengambil uang tunai kapan pun melalui mesin ATM. Apalagi kini ATM bisa ditemukan di pinggiran jalan, banyak minimarket, dan hampir semua pusat perbelanjaan besar. Orang nggak perlu lagi pergi mengantri di bank atau menyesuaikan waktu buka-tutupnya bank yang cuma sampai sore. Jelas beda jika dibandingkan dengan zaman sebelum ada ATM~

Advertisement

Automated Teller Machine (mesin teller otomatis) yang kini kita biasa sebut hanya dengan kependekan ATM itu merupakan inovasi perbankan yang ditemukan pada tahun 1967. Kalau itu, mesin yang bisa mengeluarkan uang itu bagai temuan magis yang sangat menakjubkan. Tapi sekarang dengan semakin banyaknya transaksi online, pengunjung ATM justru semakin menurun dari tahun ke tahun. Padahal mesin ATM-nya sendiri makin canggih lho. Mau tahu gimana penampakan mesin ATM pertama yang digunakan 50 tahun lalu?! Yuk simak ulasan Hipwee News & Feature!

1. Orang bernama John Shepherd-Barron tercatat sebagai penemu ATM. ATM pertama di dunia hasil karyanya diresmikan pada tahun 1967 di London

Sebelumnya banyak penemuan yang mirip, tapi inilah ATM pertama yang berfungsi via steemit.com

2. Dulu juga belum ada kartu dengan strip magnet yang banyak dipakai saat ini. Saat pertamakali beroperasi, pengguna ini menggunakan kertas cek

Tidak pakai kartu ATM, adanya kertas cek dengan kode sederhana yang bisa dikenali mesin via certifiedbakchodi.com

3. Meski jauh beda dengan teknologi canggih masa kini, fitur keamanan PIN 4 digit itu sudah dirancang Barron sejak awal. Tadinya sih mau dibuat 6 digit, tapi istrinya Caroline tidak bisa ingat

Sekarang kebanyakan bank di Indonesia udah 6 digit ya, nggak 4 digit lagi~ via noutati-tehnologie.com

4. Tak terasa kalau inovasi yang sudah jadi bagian sehari-hari kehidupan kita ini, telah berumur 50 tahun lebih. Tepat pada perayaan 50 tahunnya tahun 2017 yang lalu, orang berbondong-bondong kunjungi ATM pertama

ATM pertama di dunia sampai saat ini masih berfungsi via www.youtube.com

5. ATM pun terus mengikuti perkembangan zaman. Mesin yang selama ini dikenal sebagai ‘hole in the wall’ karena selalu menempel di tembok, kini juga banyak versi mobile-nya

Ada ATM yang bisa bergerak seperti ini via id.pinterest.com

6. Walaupun zaman sudah modern, masalah utama dari semua mesin ATM di dunia itu sejak dulu sama: keamanan!

Emang risky naruh uang di pinggir jalan, tapi mesin-mesin ATM itu berguna banget bagi masyarakat via 9gag.com

inger print recognition

Untuk menghindari penipuan dan pemalsuan kartu ATM via internationalbanker.com

8. Kini bahkan ada ATM yang punya teknologi face recognition atau pengenalan wajah. Jadi mesin ATM bakal lebih sulit dikibuli sama orang yang berniat jahat 

Hanya wajah pemilik rekening yang diterima via www.epochtimes.com

smartphone, kini banyak ATM menawarkan fitur cardless atau tanpa kartu dengan bantuan berbagai aplikasi

Tinggal scan QR code, tanpa harus memasukkan kartu via www.therecord.com

10. ATM juga kini bisa ditemukan hampir di semua pelosok dunia. ATM-ATM center seperti ini pun pasti bisa kamu temukan di pusat perbelanjaan

Mudah diakses dan ditemukan di mana-mana via www.thephuketnews.com

11. Bahkan di ujung dunia sekalipun. Dua ATM yang ada di Antartika ini disebut-sebut sebagai ATM paling ‘kesepian’ di dunia

Dipasang di kota McMurdo, pusat penelitian Amerika Serikat di wilayah Antartika via mentalfloss.com

12. Nah begini penampakan ATM tertinggi di dunia. ATM yang terletak di wilayah pegunungan Khunjerab Pass di Pakistan ini juga jadi daya tarik wisata

Nggak hanya mengambil duit, orang-orang juga ramai berfoto di ATM ini via www.trover.com

13. Mesin ATM pun seringkali didekorasi sesuai kebutuhan atau buat iklan. Kayak ATM dengan tema gay di Australia ini

Bank ANZ bikin mesin ATM ini khusus untuk mendukung hak-hak LGBTQ di Australia via twitter.com

14. Nah terus kalau di Indonesia ada ATM buat drive through kendaraan roda dua, di Kanada ada ATM buat pengendara ski

Tidak perlu melepas peralatan ski-nya, bisa ambil uang via www.ft.com

15. Bahkan mulai ada juga mesin ATM yang menawarkan jasa unik selain mengambil uang. Di EcoATM ini, orang bisa menukarkan gawai elektronik bekasnya dengan uang

Jadi bukan pakai kartu ATM, orang memasukkan gawai bekasnya lalu uang akan keluar. Sayang hanya ada di Amrik~ via sellmycellphone.co

Menarik banget ‘kan perjalanan sejarah sebuah barang yang kita lihat dan gunakan sehari-harinya. Ternyata banyak banget yang belum kita tahu meskipun tiap minggu atau bulan mengunjungi mesin ATM. Menarik juga untuk membayangkan bagaimana masa depan mesin yang satu ini, soalnya semakin banyak orang yang tampaknya mulai meninggalkan transaksi tunai. Nggak bawa uang tunai pun, kini bisa tetap berbelanja dan nongkrong-nongkrong cantik di kafe atau restoran. Ya kita lihat bersama aja, sampai berapa tahun lagi mesin-mesin ATM ini dapat bertahan~

Sumber : Hipwee

Tertutup Peluang AHY Jadi Cawapres dari Gerindra? Prabowo Bilang Sudah Terlanjur dengan PAN dan PKS

Tertutup Peluang AHY Jadi Cawapres dari Gerindra? Prabowo Bilang Sudah Terlanjur dengan PAN dan PKS

10BeritaPendaftaran calon presiden (capres) untuk pemilihan presiden (pilpres) 2019, tak kurang dari sebulan lagi.

Ketua Umum Partai GerindraPrabowoSubianto sudah bulat diusung partainya sebagai capres. Koalisi PAN dan PKS pun sepertinya sudah memberi sinyal yang sama.

Kini tinggal menentukan siapa wakil (cawapres) Prabowo. Hingga hari ini, Minggu (8/7/2018), nama yang pasti belum juga muncul.

Sebelumnya, beberapa nama santer disebut akan mendampingi Prabowo, seperti nama Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) dari Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Disebut akan jadi cawapres untuk dirinya, Prabowo mengatakan ia masih akan melakukan pembahasan dengan mitra-mitranya.

"Saya akan bahas dengan mitra-mitra saya," ungkap Prabowo usai menghadiri acara halalbihalal dan reuni akbar Korps Baret Merah Kopassus di GOR Ciracas, Sabtu (7/7/2018), seperti dikutip dari Kompas.com.

Secara terpisah, setelah pertemuannya dengan Wakil Ketua Umum Demokrat, Syarief Hasan pada Kamis (5/7/2018), Prabowomengatakan dirinya tidak masalah terkait opsi cawapres yang mereka bicarakan.

Namun, Prabowo mengatakan dirinya dan Gerindra sudah terlanjur bekerja sama erat dengan PKS dan PAN, sehingga perlu ada kesepakatan (konsensus) dengan koalisinya tersebut.

Karena ke depannya, Prabowo menginginkan suatu koalisi yang kuat.

"Saya sampaikan ke Pak Syarief Hasan, kami tidak ada masalah, kami welcome tapi karena saya sudah terlanjur bekerja sama erat dengan PKS dan PAN berarti perlu ada konsensus karena kami ingin suatu koalisi yang kuat ke depannya," ujar Prabowo.

Sementara itu, dikutip tribun-medancom dari Tribunnews, pertemuan Syarief Hasan dengan Prabowo di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru ditujukan untuk menyampaikan pesan dari Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Ini kan hari-hari komunikasi politik. Menyampaikan pesan-pesan dari Ketua Umum Partai Demokrat kepada dan Pak Prabowo mendengarkan pesan yang disampaikan Pak Syarief kepada beliau," ujar Ahmad Muzani, Sekretaris Jenderal Gerindra.

Namun Muzani enggan menjelaskan rinci mengenai isi pembicaraan antara Syarief Hasan dan Prabowo yang berlangsung kurang lebih selama 45 menit tersebut.

Yang pasti menurutnya pesan yang disampaikan terkait Pemilihan Presiden yang akan memasuki tahap pendaftaran pasangan calon pada Agustus mendatang.

"Ya pesan-pesan lah ya. Namanya politik ya pesan-pesan politik. Pesan menghadapi Pilpres apa segala macam," katanya.

Ahmad Muzani mengatakan, kemungkinan akan adanya pertemuan lanjutan yang melibatkan SBY dan Prabowo membahas Pilpres 2019.

Menurut Muzani partainya selalu terbuka untuk berkoalisi dengan siapapun termasuk dengan Demokrat.

"Gerindra tidak memiliki halangan untuk berhubungan dengan partai manapun. Karena kita memiliki asas dan prasangka yang sama untuk membangun bangsa dan negara. Kita memiliki cara pandang yang sama tentang masalah bangsa," kata Muzani.

"Kita memiliki cara pandang yang sama tentang mencari solusi masalah bangsa. Termasuk dengan partai Demokrat.

Karena itu Pak Prabowo sangat memberi hormat kepada Pak SBY. Apresiatif terhadap mantan presiden. Karena itu hari ini beliau menerima Pak Syarief," lanjut Ahmad Muzani.

 Sumber : Tribun Islam

 

 

 

Akhirnya Prabowo Subianto Menemukan Pendamping Yang Cocok Untuk Maju Dalam Pilpres 2019

Akhirnya Prabowo Subianto Menemukan Pendamping Yang Cocok Untuk Maju Dalam Pilpres 2019

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRB7qV_6dHsi9vEk-xkRqS4VKHxbAhCDixGWOlQc1QnkIxpFLkj

10Berita, Pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden akan dimulai pada bulan agustus 2019 mendatang. Namun Prabowo Subianto yang digadang-gadangkan akan menjadi lawan berat petahana seolah masih kebingungan menentukan siapa yang paling cocok mendampinginya untuk maju di pilpres 2019 nanti. Ada beberapa kandidat yang dinilai pas untuk diduetkan dengan Prabowo Subianto. Diantaranya seperti Anies Baswedan yang saat ini masih menjabat sebagai Gubernur DKI, bahkan kabar terbaru mengatakan kalau partai koalisi sudah sepakat dan menyetujui kalau Anies Baswedan menjadi bakal calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Dikutip dari laman tempo.co ( 8/7/2018) Juru bicara Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Anggawira, membenarkan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah menemui Anies Baswedan untuk membahas masalah Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. “Insyaallah partai koalisi sudah menerima Anies untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) Pak Prabowo," kata Anggawira.

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSD1DCa1h85PnGw7FxWykwgNROe-KMb89iHrXfA_1Y_81L_yu8a

Anggawira juga mengungkapkan kalau Gerindra masih akan mempertimbangkan isu-isu terkini yang berkembang di masyarakat seputar Pilpres 2019. Dalam survei Alvara, Anies Baswedan dinyatakan sebagai tokoh yang paling diinginkan masyarakat untuk mendampingi Prabowo, ia dipilih oleh 60 persen dari 2.203 responden, itu artinya Anies Baswedan merupakan calon wakil presiden yang sangat potensial sebagai pendamping Prabowo Subianto di pilpres nanti. Namun, Anggawira mengatakan formasi itu masih akan dibicarakan lebih matang pada pertemuan selanjutnya antara Prabowo dengan partai koalisi. Sementara itu Anies siap menerima apapun keputusan yang akan dihasilkan oleh Prabowo dan koalisi." ucap Anggawira. Nah bagaimana menurut sahabat Ucers, jika dirasa artikel ini bermanfaat dan menambah sedikit pengetahuan dan wawasan, mari berteman dengan mengklik tombol ikuti dan sukai, jangan lupa share dan berikan pandangan beserta sarannya pada kolom komentar. Sampai jumpa pada artikel kami selanjutnya.

Sumber :

Nasional.tempo.co/read/1104784/juru-bicara-partai-koalisi-sepakat-anies-cawapres-prabowo

Duduk Di Samping TGB, Aa Gym Beri Nasihat Ini Soal TGB Dukung Jokowi

Duduk Di Samping TGB, Aa Gym Beri Nasihat Ini Soal TGB Dukung Jokowi


10Berita, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menyebut Gubernur NTB, TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) bikin heboh karena pandangannya, yang terbaru adalah soal dukungannya ke Joko Widodo untuk 2 periode. Lalu, apa kata Aa Gym?

Aa Gym mengaku kerap ditanya orang terkait pandangan TGB. Hal itu dia sampaikan saat acara Kajian Tauhid di Masjid Istiqlal. Saat itu, Aa Gym berada di panggung dan duduk di samping TGB.

"Ustaz ini (TGB) heboh. Saya sering ditanya tentang pandangannya tentang ustad yang ini. Makanya saya buat jawaban," kata Aa Gym kepada masyarakat yang ikut dalam acara tersebut, Ahad, 8 Juli 2018.

Aa Gym memutar rekaman suaranya dari ponsel. Di sana, Aa Gym meminta umat jangan terbelah dalam perbedaan politik.

"Politik jangan sampai merusak akidah. Dan jangan sampai rusak ukhuwah islamiyah dan wathaniyah," kata Aa Gym.

Aa Gym meminta kepada setiap orang untuk menghargai pilihan politik orang lain. Hal ini merupakan hak setiap warga negara.

"Kita punya hak memilih dengan pertimbangan kita, dan orang lain dengan pertimbangan masing-masing," ucap Aa Gym.

Aa Gym pun tidak mau berburuk sangka kepada orang yang punya pilihan berbeda. Dia ingin agar setiap orang rukun dalam melaksanakan perbedaan.

"Saya tidak mau berburuk sangka dan memutuskan silaturahmi kepada saudara seiman yang berbeda pilihan. Semoga Allah membimbing kita untuk semakin bijak dalam berpolitik," ucap Aa Gym.

Aa Gym pun tidak mau ikut-ikutan dalam menentukan pilihan mendukung tokoh-tokoh dalam pentas Pemilu 2019.

"Saya ditanya, Aa mau 'ke sini,' atau 'ke situ.' saya jawab, Saya ke 'sinu'," ujar Aa Gym.

Sumber :Portal Islam 

Ayo BONGKAR Skandal 3,7 Juta Pemilih Siluman Dalam DPT Jateng!

Ayo BONGKAR Skandal 3,7 Juta Pemilih Siluman Dalam DPT Jateng!


10Berita, Pilkada Jawa Tengah terindikasi telah terjadi penggelembungan DPT sebesar 3,7 juta dengan e-ktp invalid, terdiri dari NIK duplikat, nama duplikat, nama berupa numerik, dst. Hal ini diungkap oleh Sudirman Said setelah meneliti kembali nama-nama dalam DPT.

Ini merupakan skandal besar yang telah merusak Demokrasi, siapapun yang berkepentingan dalam pemilu harus menggugat masalah ini jika tidak Republik Indonesia terancam disabotase oleh sekelompok orang.

Masalah penggelembungan DPT sebenarnya sudah pernah terjadi di DKI Jakarta pada Pilkada 2017 lalu, pada saat penyisiran nama-nama dalam DPS tim Anies-Sandi menemukan hingga 1,4 juta nama-nama yang terindikasi invalid.

Jika penggelembungan DPT terjadi lagi di Jawa tengah, kemungkinan besar terjadi juga di daerah lain termasuk Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan daerah-daerah lainnya. Ini ancaman serius dan bisa dikategorikan sebagai kejahatan terhadap negara, pelakunya harus dihukum berat bahkan hukuman mati karena ini namanya sudah makar.

Modus penggelembungan DPT patut diduga dilakukan oleh pihak yang memegang database kependudukan Indonesia, dan bekerjasama dengan oknum penyelenggara KPU, apalagi pernah terjadi peristiwa ratusan e-ktp tercecer di Bogor, dan sebelumnya ada ratusan e-ktp aspal tertangkap oleh bea cukai yang berasal dari vietnam. Ini sudah permainan sindikat, ada oknum-oknum yang ditanam di pemerintahan, di kpu, dan ada yang bergerak juga di luar pemerintahan.

Saya juga mencurigai ini ada hubungannya dengan lembaga-lembaga survey yang sempat mengeluarkan hasil survey jauh berbeda dengan hasil real count di Jawa Barat maupun Jawa Tengah, perlu diselidiki dasar data yang digunakan oleh lembaga-lembaga survey tersebut, harus ada bukti digitalnya, jangan-jangan lembaga survey satu paket permainan dengan modus penggelembungan DPT.

DPR harus membentuk pansus untuk mengusut kasus penggelembungan DPT ini, tidak boleh dianggap angin lalu saja, harus ada protes keras dan mosi tidak percaya terhadap pemerintahaan dalam hal ini sebagai fasilitator pemilu dan sekaligus penyedia data kependudukan yang menjadi dasar KPU dalam menyelenggarakan Pemilu.

Pemilu adalah untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia, siapapun yang peduli dengan masa depan bangsa dan negara, wajib memperjuangkan persoalan penggelembungan DPT agar terungkap aktor dan pelaku kecurangan pemilu yang sudah terjadi berkali-kali. Harus ada langkah politik, langkah hukum dan langkah sosial sebagai bentuk protes kepada pemerintah. Ayo sama-sama kita selamatkan demokrasi Indonesia.

Penulis: Bastian P. Simanjuntak

Sumber :Portal Islam

Menakar Ketangguhan Prabowo Subianto Pada Pilpres 2019

Menakar Ketangguhan Prabowo Subianto Pada Pilpres 2019


10Berita,   Bahkan setelah Prabowo dan Amien Rais bertemu dengan imam besar Habib Rizieq Sihab (HRS), poros politik oposisi semakin kacau. Amin Rais mendeklarasikan diri sebagai Capres 2019, PKS mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres berpasangan dengan Aher, Yusril berjalan tetap dengan kesendiriannya serta anasir-anasir pengkhianat dalam tubuh Partai Gerindra pun mulai meragukan kemungkinan Prabowo berjaya dalam Pilpres 2019.

Benarkah masa depan politik Prabowo sebagai capres sudah hancur? Bagaimana menakarnya? Indikator-indikator apa yang kita pentingkan untuk mengukur hal itu?

Beberapa hal sebagai berikut mungkin bisa dijadikan alat ukur: 1) Leadership Prabowo, 2) Logistik Prabowo, 3) Dukungan Habib Rizieq, 4) Krisis Ekonomi dan 5) Eksistensi dan Keberhasilan Rezim Jokowi

Leadership Prabowo

Mengukur leadership Prabowo dapat dilihat dari antusiasme elit-elit politik berkumpul dengannya, antusiasme massa bertemu dengannya dan bagaimana dia menjalankan organisasi politiknya, baik partai maupun jaringan. Sampai saat ini kita melihat bahwa antusiasme tokoh-tokoh politik maupun massa begitu besar jika bertemu dengan Prabowo.

Dari sisi elit, oposisi sampai saat ini tetap mengakui bahwa pemimpin utama mereka adalah Prabowo. Hal itu diperlihatkan dengan berbagai keputusan strategis, seperti urusan Pilkada dan isu usu nasional yang digulirkan (misalnya anti TKA China, kembali ke UUD45 Asli, #2019 Ganti Presiden, dll) selalu dipengaruhi sikap akhir Prabowo.

Dalam menjalankan organisasinya, Prabowo konsisten menjalankan isu isu perubahan sosial. Kritik Prabowo atas ketimpangan sosial dan kemandirian nasional konsisten sejak awal. Orang mungkin berpikir bahwa Prabowo sangat menggelikan ketika bicara kemiskinan dengan menunggang kuda mewahnya. Sepertinya ironi.

Namun, semakin banyak kelas menengah mengerti politik dan mempunyai akses media sosial, merekapun mahfum bahwa Prabowo sebenarnya dalam istilah Karl Marx sudah melakukan "bunuh diri kelas". Sebagai sosok yang merupakan keturunan Pangeran Diponegoro, kakeknya pendiri Bank Negara Indonesia, pamannya wafat di bunuh Jepang pada masa proklamasi, dan bapaknya menteri dan arsitek politik pro pribumi Indonesia (dengan ide politik Benteng), tentunya sejak kecil Prabowo sudah berada pada lingkungan menak (anak orang kaya raya).

Prabowo memikirkan rakyat miskin tentu bertentangan dengan pikiran kaum Marxis. Namun, dalam teori agama (Islam), orang kaya yang bersimpati dengan nasib kaum dhuafa tidak disebut "bunuh diri kelas", melainkan hidayah dari Allah semata.

Mungkin ada sedikit masalah dengan Prabowo, yakni mengapa seorang pemimpin "bertapa" di bukit Hambalang? Bukankah dia harus siap ketemu dengan rakyatnya setiap hari? Seperti para Nabi, misalnya?

Selama ini memang ketokohan Prabowo di rakyat sering diwakili oleh tangan kanannya, seperti Rachmawati Soekarnoputri, Jend (p) Djoko Santoso, Letjen (p) Suryo Prabowo, Ferry Juliantono, Fadli Zon dll. Belakangan ini kelihatannya Prabowo sudah mulai banyak di markasnya di Jakarta, bukan lagi di Hambalang. Ini mungkin sebuah upaya pemaksimalan yang penting.

Semua hal menyangkut sisi leadership Prabowo, dari uraian di atas, sejauh ini cukup optimal.

Logistik Prabowo

Masalah perang adalah masalah logistik. Kira2 itulah pandangan Sun Tzu ahli perang terbesar Cina di masa lalu. Berbeda dengan Sun Tzu, kaum ideologis khususnya jika merujuk pada perjuangan Nabi Muhammad (sebgai ilustrasi saja), justru ideologi menjadi sumber kemenangan perang. Semua perang dalam sejarah Islam dan sejarah komunis menang ketika ideologi perjuangan menjadi dasar pijakan. Seorang ideolog melihat senjata hanyalah unsur penting, bukan unsur utama.

Kelalahan Prabowo pada tahun 2014 versus Jokowi, tentu telah menguras banyak logistik Prabowo. Bahkan sesungguhnya sejak Prabowo melakukan gerakan politik partai belasan tahun ini, semua menghabiskan uangnya. Namun, apakah tanpa logistik yang cukup Prabowo hancur?

Fakta menunjukkan bahwa menurunnya logistik Prabowo, berbanding lurus dengan bertambahnya "intangible assets" nya. "Intangible Assets" ini berupa sangat tingginya kepercayaan publik pada sosok Prabowo. Dalam pertarungan bahkan di dunia bisnis, intangible assets seringkali lebih dahsyat daripada real asset. Bagaimana mengukurnya?

Ukuran tingginya kepercayaan terhadap Prabowo dapt dilihat pada pilkada 2018 dan pilkada 2017. Meski rezim Jokowi mengeluarkan semua upayanya, baik kekuasaan, kekerasan politik dan logistik yang besar, pencapaian Jokowi kalah jauh dengan Prabowo.

Jokowi pada pilkada 2018 hanya mampu mengklaim keberhasilan menempatkan Ridwan Kamil di Jabar, yakni dengan pengasosian dirinya dengan figur Cagub. Di Jateng dan Jatim tidak terdapat hubungan asosiatif antara Jokowi dengan Cagub. Sedangkan Prabowo, hubungan asosiatif dengan Cagub dukungannya di Jabar dan Jateng bersifat langsung. (Bahkan di Jawa Timur, kecurigaan antara kelompok pendukung Jokowi terkait dukungan Jokowi di pilgub, jadi isu baru yang membawa luka)

 Meski Prabowo tidak menang di Jabar dan Jateng, tapi perolehan suaranya sangat besar. Sebagai catatan tambahan, dari hasil pilkada Jabar, peta sosiologis pendukung Jokowi vs Prabowo jika cuma dua petarung ini di pilpres 2019, tetap Prabowo jauh di atas Jokowi.

Di luar Jawa juga kepercayaan terhadap Prabowo terus meningkat dan berpotensi terus lebih besar dari Jokowi. Baik jika melihat peta sosiologis masyarakat di Sumatera Utara paska pilkada dan juga Kalimantan Barat.

Kenapa, karena peta sosiologis di kedua daerah ini sangat asosiatif dengan politik identitas berbasis agama. Di kedua daerah ini pada tahun 2014, Jokowi lebih unggul dari Prabowo. Saat ini dan ke depan tentu lebih menguntungkan Prabowo.

Dari paparan di atas terlihat bahwa persoalan logistik Prabowo, yang dianggap sebagai kelemahan dia hanyalah ilusi dari kaum pragmatis dan para pengkhianat disekitar oposisi semata. Logistik Prabowo saat ini berbanding terbalik dengan tingkat kepercayaan rakyat terhadap dia. Itu faktanya.

Dukungan Imam Besar Habib Rizieq

Imam Besar Habib Rizieq Sihab adalah sebuah fakta. Dalam konteks Islam dan semangat pembebasan dari penindasan struktural, bangsa ini cuma melahirkan dua Imam Besar, yakni Tjokroaminoto dan Habib Rizieq.

Tjokroaminoto mengajarkan spirit dan arah berbeda kepada Sukarno, murid politiknya, cara melihat pemerintahan legal dan resmi Nederland Hindia saat itu. HRS mengajarkan pada para ulama dari "ulama sontoloyo" yang sibuk dengan urusan fiqih menjadi ulama yang mempersoalkan ketertindasan, keadilan sosial dan hak hak ajaran agama dalam politik.

Keberhasilan Tjokroaminoto menghasilkan perlawanan terhadap Belanda, pada akhirnya menjadikan muridnya, Sukarno membebaskan Indonesia dari penjajahan. Sedangkan keberhasilan HRS dapat kita saksikan pengaruhnya mengembalikan Islam sebagai ajaran yang merupakan kunci Pancasila.

"Ketuhanan bukan di pantat", demikian HRS berpendapat. Islam yang dianut 85% rakyat kita, namun selama ini hampir tersingkir dalam sumber ideologi dan paradigma kehidupan dan pembangunan, menjadi "mainstream" kembali.

Dukungan HRS sangat penting bagi Capres oposisi nantinya. Semua tokoh2 oposisi, baik partai maupun non partai, menyempatkan diri meminta restu HRS ke Mekkah. HRS merestui Anies Baswedan untuk Cagub DKI, lalu Anies menang. Lalu siapa yang didukung HRS ke depan?

Dalam rapat kerja  Persaudaraan Alumni 212, Prabowo mendapat dukungan itu. Dan sampai saat ini Prabowo mendapat dukungan dari HRS. Tidak semua tokoh didukung HRS, misalnya Gatot Nurmantyo, menunjukkan bahwa dukungan HRS dilakulan dengan seleksi. Dalam kasus TGB (Gubernur NTB), yang tidak lagi di oposisi, karena berpaling mendukung Jokowi, PA 212 lalu menarik dukungan terhadap TGB.

Melihat dukungan HRS terhadap Prabowo tetap berlangsung hingga saat ini, dan hangatnya pertemuan Prabowo dengan HRS di Mekkah beberapa waktu lalu, menunjukkan kecenderungan dukungan HRS terhadap Prabowo semakin maksimum.

Krisis Ekonomi

Pertarungan pilpres ke depan dihantui dengan krisis ekonomi. Menurut berbagai akademisi asing, seperti Paul Krugman, dan pengamat dari lembaga keuangan dunia, seperti Morgan Stanley,  negara negara "emerging market", seperti Indonesia, sedang memasuki era krisis.

Kenapa? Mereka melihat cenderung pada sisi pengaruh global yang dikaitkan dengan membengkaknya hutang, gagal bayar dan persoalan global lain yang menggerus kemampuan fiskal negara negara "emerging markets".

Kita tentu harus menambahkan keadaan lokal, seperti yang sering diketengahkan ekomom Rizal Ramli.

Faktor global dan lokal antara lain sebagai berikut: 1) Faktor faktor global adalah seperti a) kebijakan the Fed yang terus menaikkan suku bunga, sehingga "memanggil pulang" uang mereka, yang mengakibatkan meroketnya dollar, b) harga minyak dunia yang terus naik akibat sikap politik Amerika terhadap Iran soal nuklir, c) keluarnya Amerika dari sistem perdagangan bebas (multilateral menjadi bilateral), khususnya perang dagang terhadap China. d) harga komoditas rendah.

Dan, 2) faktor lokal adalah a) semakin tergantungnya pembangunan kita pada hutang, khususnya dalam mata uang dollar. b) Semakin mahalnya biaya pertumbuhan yang dilihat dari sisi ICOR (Incremental Capital-Output Ratio). Menurut mantan wakil ketua KPK, Muhmad Jasin, saat ini tertinggi di Asean. Jasin mengaitkan hal ini dengan maraknya korupsi.

c) "Debt Servise Ratio" semakin besar dan "Trade and  Current Account" semakin defisit. d) Daya beli masyarakat yang terus melemah, e) daya serap tenaga kerja kita yang terus melemah (menurut Apindo hanya mampu menampung 500 ribu naker dari jumlah 2,5 juta naker baru tiap tahunnya).

f). Ketimpangan dan kemiskinan yang semakin parah (oligarki yang semakin besar serta Gini yang tetap bengkak). g) Industrialisasi yang merosot. h). dan lain lain yang sifatnya rentan terhadap goncangan, seperti daya tahan perbankan, daya tahan orang miskin, daya tahan fiskal.

Dalam suasana menuju krisis ekonomi ini tentu kelompok idealis, yang sungguh2 memikirkan nasib bangsa, berbeda dengan kelompok yang cuma bermimpi untuk membangun dinasti kekuasaan. Kelompok idealis bergerak ke arah penyelamatan negara via pembentukan  kekuatan baru yang lebih besar, yang mempunyai pandangan nasionalistik dibidang ekonomi.

Dalam hal ini, Rizal Ramli, misalnya, sebagai sebuah sosok utama patriotik di sisi perekonomian, bisa menjadi indikator. Kemana Rizal berpihak, atau Rizal dilibatkan, disitulah idealisme membangun negara terjadi. Ini memang bukan indikator segala galanya, tapi ini sangat penting.

Sekali lagi, ini adalah pembahasan kita yang dikaitkan dengan situasi ekonomi. Situasi yang krisis, di mana banyak elit kurang sensitif.

Kedekatan Rizal Ramli dengan Prabowo yang semakin sinergik dalam situasi krisis, menunjukkan tingkat kepemimpinan Prabowo yang tinggi, bahkan jika harus menghadapi krisis ekonomi.

Eksistensi Rezim Jokowi

Pandangan kita tentang nasib Prabowo terakhir, harus kita kaitkan dengan eksistensi musuhnya, Jokowi. Sejauh ini Jokowi sudah berhasil menunjukkan kekuatannya di pilkada Jabar dengan capaian Ridwan Kamil; berhasil meredakan ketegangan dengan kalangan Islam, bahkan mendapat dukungan dari K.H. Ma'ruf Amin, Ali Mocthar Ngabalin, Tuan Guru Bajang dlsb, mendapatkan dukungan dari TNI dan dukungan dari banyak parpol.

Bagi petahana, kemenangan politik periode ke dua biasanya sangat terkait dengan keberhasil pembangunan yang dia janjikan, keberhasilkan mengkonsolidasikan kekuatan  pendukung serta merangkul musuh-musuh politik.

Jika melihat politik SBY dulu untuk periode kedua, harus juga ada "sogokan" politik kepada rakyat via berbagai jenis subsidi harus dilipatgandakan. Untuk Jokowi, hal yang sama, kelihatannya sedang dia lakukan, a.l, berusaha mensupply kembali BBM bersubsidi, premium, memperluas penerima subsidi sosial PKH, menggencarkan dana desa dlsb.

Ketegangan di kubu Jokowi dibandingkan dengan kubu Prabowo relatif sama. Di kubu Prabowo tadi kita melihat manuver2 partai oposisi yang kelihatannya mulai menegasikan hanya Prabowo sebagai Capres mereka, sedang di kubu Jokowi, mereka terjebak dengan koalisi yang terlalu gemuk.

Kesulitan Jokowi pertama adalah menentukan cawapresnya, kedua membagi porsi kekuasaan pada (partai) pendukung dan ketiga melihat sikap Megawati ke depan atas kekalahan cucu Soekarno di Jawa Timur, yang dianggap terkait dengan eksistensi Jokowi.

Dari sisi yang diuraikan di atas, konsolidasi koalisi Jokowi sama persoalananya dengan koalisi oposisi.  Kembali kepada eksistensi rezim Jokowi dan Jokowi sendiri adalah sosok Jokowi tidak dapat lagi dikaitkan dengan politik pencitraan semata, melainkan keberhasilan kerja (kinerja).

Dari sisi kinerja, Jokowi mungkin akan melakukan klaim keberhasilan infrastructur. Namun, seiring krisis ekonomi, infrastruktur ini nantinya malah akan dijadikan "kambing hitam" membengkaknya hutang kita. Sehingga, Jokowi akan kesulitan menjual keberhasilan dia.

Dari sisi eksistensi Jokowi dan rezimnya ini, kelihatannya Prabowo tetap mempunyai peluang besar menawarkan sebuah rezim baru yang lebih baik bagi rakyat Indonesia.

Pembahasan di atas menunjukkan Prabowo semakin tangguh dalam menghadapi Jokowi ke depan. Leadership yang tangguh, "Intangible asset" yang semakin besar, kepercayaan Imam Besar Habib Rizieq Sihab, sinergitas dengan ekonom nasionalis patriotik Dr. Rizal Ramli dan eksistensi razim penguasa yang datar selama 4 tahun ini, merupakan ukuran yang rasional, yang melandasi kepercayaan terhadap Prabowo.

Hal ini sekaligus cara pandang alternatif dari model-model survei jejak pendapat dari lembaga lembaga survei yang akurasinya tidak menunjukkan kredibilitas methodologi kuantitatif.

Ketangguhan Prabowo yang sangat besar tentunya masih harus diuji oleh kepemimpinannya yang mampu menyatukan kaum oposisi secara adil atau bahkan merangkul sebagain kelompok pendukung rezim Jokowi, serta mampu menunjukkan rezim yang ditawarkan ke depan mengutamakan kesiapan tim ekonominya dalam menghadapi krisis.

Penulis: Syahganda Nainggolan 

Sumber : PORTAL ISLAM

Minggu, 08 Juli 2018

WADUH! Statmen Mardani di KOMPAS TV Dipotong

WADUH! Statmen Mardani di KOMPAS TV Dipotong


10Berita, Viralnya kabar Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi yang mendukung pemerintahan Jokowi berlangsung dua periode, masih menjadi perbincangan hangat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera angkat bicara.

Menurut Mardani, pernyataan Ketua DPP Partai Demokrat NTB tersebut adalah hal yang wajar. Ia menilai, dukungan TGB adalah untuk mengamankan sejumlah proyek pembangunan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Seperti Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika yang saat ini mendapat dukungan penuh dari Jokowi.

"Mengambil lokusnya Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika yang memang di zaman Pak Jokowi berkembang pesat," ujar Mardani, Kamis 6 Juli 2018 seperti dilansir dari video Kompas TV.

"Beliau khawatir kalau berganti kepemimpinan, nanti yang ini lagi berlari cepat ambruk lagi," imbuhnya.

Mardani pun mengaku akan bersikap seperti TGB jika berada di posisi yang sama.

"Kalau saya di posisi Pak TGB akan mengeluarkan pernyataan yang sama, karena saya cinta dengan NTB," kata Mardani.

Pernyataan Mardani kemudian dianggap bahwa Mardani mendukung pemerintahan Jokowi dua periode.

— Rizma Widiono (@RizmaWidiono) July 5, 2018


Namun Mardani justru terkejut dengan isi video Kompas TV tersebut. Secara langsung, ia mengatakan bahwa Kompas TV memotong perkatannya.

Wah baru liat videonya, thx mba 🙏.
Itu @KompasTV ada statmen di potong pada akhir video kurleb seperti ini: "...Dan harusnya TGB tidak perlu khawatir, karena kami yakin jika beliau gabung dengan #2019GantiPresiden kawasan Mandalika akan berlari jauh lebih cepat". 😊 https://t.co/NwRaIehSE5

— Mardani Ali Sera (@MardaniAliSera) July 7, 2018

Warganet pun berkomentar.

Ohhh di potong kompas toh, pantes aja statmennya aneh. @KompasTV jujurlah

— #MIB (@bayprio) July 7, 2018



Sumber : PORTAL ISLAM

Facebook Voa-Islam ditutup Usai Posting Aksi Tandingan #2019GantiPresiden Versi Yudi Suyuti

Facebook Voa-Islam ditutup Usai Posting Aksi Tandingan #2019GantiPresiden Versi Yudi Suyuti


10Berita, JAKARTA  - Tiba-tiba saja meja redaksi Voa-Islam gemuruh, akibat akun Facebook Fanpage diblokir permanen akibat posting klarifikasi Presidium #2019Ganti Presiden yang digagas Mardani Ali Sera, Neno Warisman, Prof Chusnul Mariyah dan beberapa tokoh lain.

Pasalnya usai mengunggah klarifikasi ini akun facebook 'Voa-Islam TV' ditutup permanen, berikut tulisan yang diunggah Voa-Islam.com melalui akun Facebook Fanpage 'Voa-Islam TV'

PENGUMUMAN PENTING DARI PRESIDIUM #2019 GANTIPRESIDEN YANG TERDIRI ATAS Ust Abu Jibril, Bpk DR Mardani, Ibu Neno W dan 4 presidium lainnya menghimbau

KEPADA SELURUH RELAWAN UNTUK MENGETAHUI ADANYA SEKELOMPOK ORANG MENAMAKAN DIRI KOMITE NASIONAL dengan Koordinator YUDI SAMHUDI BUKAN BAGIAN DARI GERAKAN KITA

Agar kepada semua pihak dan seluruh relawan mengerti dan bersikap TEGAS PADA MEREKA YANG MENGECOH MASYARAKAT DENGAN MENGAMBIL NAMA GERAKAN INI.

MEREKA AKAN MEMBUAT DEKLARASI NASIONAL DAN ITU BUKAN MERUPAKAN PROGRAM KITA.

Demikian agar difahami. Presidium #2019 GantiPresiden.

--------------------

30 menit usai menggunggah klarifikasi diatas, sontak voa-islam.com kembali kehilangan Facebook fanpage untuk yang kali kelima.

Voa-Islam kemudian kembali mengabari perwakilan Presidium #2019GantiPresiden, Neno Warisman, bahwa postingan tersebut diatas ditutup facebook.

Lalu Neno Warisman kembali memberikan klarifikasi resmi atas nama Presidium #2019Ganti Presiden, berikut klarifikasi resmi.

MAKLUMAT PRESIDIUM #2109GANTIPRESIDEN

Kami, Ust Abu Jibril Fuad, Mardani Ali Sera, Neno Warisman dan 4 presidium lainnya memberikan maklumat sebagai berikut

1. Bahwa #2019GANTIPRESIDEN adalah kebutuhan mayoritas rakyat Indonesia.

2. Bahwa kami yang tergabung dalam Presidium #2109GANTIPRESIDEN secara faktual adalah yang menginisiasi dan mempelopori penggunaan hastag #2019GANTIPRESIDEN untuk pertama kalinya.

3. Bahwa Presidium #2019GANTIPRESIDEN beserta seluruh RELAWAN GANTI PRESIDEN (RGP) adalah merupakan gerakan yang bersifat partisipatif dari seluruh elemen masyarakat.

4. Bahwa saat ini ada beberapa elemen masyarakat lainnya yang mengusung agenda #2019GANTIPRESIDEN, namun TIDAK BERADA DALAM SATU KOORDINASI ATAU SATU STRUKTUR KOMANDO dari PRESIDIUM #2019GANTIPRESIDEN

5. Bahwa atas bermunculan berbagai nama yang mengusung #2019GANTIPRESIDEN, adalah bentuk keinginan rakyat untuk #2019GANTIPRESIDEN, dan yang menjadi tanggung jawab kami adalah HANYA PRESIDIUM #2019GANTIPRESIDEN DAN RELAWAN GANTI PRESIDEN.

Demikian Maklumat ini dibuat Jakarta....

Presidium #2019GANTIPRESIDEN

-------------

Apa yang menyebabkan Presidium #2019GantiPresiden perlu merilisi sikap atau klarifikasi tersebut?

Berikut asal muasal rilis Presidium #2019Ganti Presiden..

Undangan Rapat.

Assalamualaikum wrwb,

Bersama ini kami mengundang untuk rapat membahas agenda Komite Persatuan Nasional Ganti Presiden 2019 sekaligus merencanakan Deklarasi Nasional.

Untuk kami berharap saudara/saudari bisa hadir, Pada : Minggu, 7Juli 2018 Pukul : 13.00-Selesai.

Di : Blessing Residence, Jl.Komando Raya I no.19, Karet Setiabudi, Jakarta Selatan.

Demikian undangan ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami haturkan terima kasih.

Wassalam.

Yudi Syamhudi Suyuti.

Koordinator. +6282122819203

-------------

Sebelumnya Yudi Suyuthi membuat wa broadcast cukup bombastis sebagai berikut..

Komite Persatuan Nasional Ganti Presiden 2019 (KPN-GP 2019).

1. Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia.

2. Barisan Muslim Nusantara.

3. Pemuda Pelopor.

4. Majelis Rakyat Banten.

5. Gepeta (Gerakan Pecinta Tanah Air).

6. Markas cerdas.

7. Militan Keadilan Banten.

8. Kobar.

9. JGP (Jogja Ganti Presiden) 2019.

10. Relawan Rakyat Desa (RRD).

11. Laskar Rakyat Indonesia.

12.FJI ( front jihad islam ) klaten

13.IMAPA 90

14. Atlantika Institut Nusantara.

15. UI Bangkit. 16. Cinta Indonesia.

17. Perhimpunan Rakyat Pribumi Melayu.

18. Wahana Pembinaan Anak Jalanan Jakarta.

19. Forum Mahasiswa Demokratis.

20. LSM Nelayan Dan Masyarakat Pesisir Sanggar Bahari.

(KPN-GP 2019) juga klaim mengajak beberapa aliansi lain

21. Front Mahasiswa Maluku. 22. Paguyuban Pedagang Sayur Keliling Jakarta. 23. Front Pribumi. 24. Syarikat Islam Majalengka. 25. Persatuan Petani Situbondo. 26. Laskar Ulama Dan Santri. 27. Lahat #2019GantiPresiden. 28. Gerakan Pukul Koruptor (Gepuk). 29. Pemerhati Keadilan. 30. Barisan Demokrasi. 31. Pemantau Koruptor (Pekor). 32. Pemuda Merdeka (PEM) 33. Gerakan Tolak Hutang Luar Negeri. 34. Barisan Emak-Emak Militan Indonesia (BEMI). 35. Aliansi Mahasiswa Perduli Bangsa. 36. Poros Aktivis Nasional Indonesia (PANJI). 37. Persatuan Pemuda Nusa Tenggara Barat (P2-NTB). 38. Forum Syuhada Indonesia (FSI). 39. Gerakan Pemuda Islam (GPI). 40. Gerakan Perubahan Indonesia. 41. Gerakan Pribumi Bangkit. 42. Forum Jurnalis Online. 43. Brigade Jawara Banten. 44. Cimande Nusantara. 45. Grup Kopi Surabaya. 46. Aktifis Sospol dan Pengusaha Banyuwangi (Danu Budiyono). 47. Advokat Pribumi Indonesia ( API). 48. Advokat Perduli Ulama dan Umat (APU-RI). 49. Advokat Indonesia Raya (AIR). 50. Paguyuban Pengusaha Warteg Nasional. 51. Perjuangan Pegawai Kontrak Negeri Swasta (PPKNS). 52. Himpunan Pedagang Sate Indonesia (HPSI). 53. Ikatan Kuli Panggul Pasar Nusantara (IKPPN). 54. Medan Sunggal- Sumatera Utara. 55. Garda Cyber Canting. 56. Brigade MK. 57. Mujahidah Nusaybah. 58. Kepri Ganti Presiden (KGP) 59. Pegiat Demokrasi Sulawesi Selatan (PeDe Sulsel). 60. UGHANG TAKOCIAK Sumbar. 61. MK (Militan Keadilan) Pusat. 62. Forum Silaturahmi Alumni Pesantren Jakarta. 63. Front Masyarakat Perduli Keadilan. 64. Front Santri Siap Jihad. 65. Serikat Rakyat Pengangguran Indonesia (SRPI). 66. Perjuangan Lawan Derita Rakyat (PLDR). 67. Front Pemuda Perduli Daerah Kalimantan. 68. Gerakan Malang Ganti Presiden 2019. 69. Trisakti Melawan 70. Angkatan Muda Perduli Rakyat (AMPERA). 71. Kumpulan Emak-Emak Asyik. 72. Indonesia Ghirah. 73. FAPETISI (Forum Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia). 74. Markas 08. 75. Pemuda Pandu. 76. Perkumpulan Rakyat Jawa Tengah. 77. Paguyuban Keluarga Muntilan. 78. Persatuan Petani Tembakau Jawa. 79. Komunitas Pejuang Lintas Agama Nasional (KP-LAN). 80. Rakyat Anti Penjajahan Asing dan Taipan (RAPAT). 81. Perisai Rakyat Indonesia (PRI). 82. Front Kyai Kampung Melawan Penindasan (FKKMP). 83. Jaringan Mahasiswa UIN-IAIN-STAIN Nasional. 84. Persatuan Penarik Becak Indonesia. 85. Forum Diskusi Daulat Rakyat. 86. Perhimpunan Pengemudi Online. 87. Kerukunan Petani Nusantara Indonesia (KPNI). 88. Jaringan Mujahid Mujahidah Indonesia (JMMI). 89. Brigade 571 TMP. 90. Selendang Putih Nusantara. 91. Relawan JAGAD. 92. GO-SAKTI. 93. Forum Pemuda Kawasan Timur Indonesia (FPKTI). 94. Gerakan Macan Asia. 95. ForJIS 96. Masyarakat Perduli Reformasi (MPR). 97. Ikatan Perantau 3 Guguak (IP3G). 98. Gerakan Libas Komunis. 99. Barisan Muda Malang. 100. FORKOM KS 212 Bekasi Raya. 101. Komunitas Peternak Ayam Kampung Lampung Utara Ganti Presiden. 102. Laskar Garuda. 103. Kotabumi Lampura #2019 Ganti Presiden. 104. FRONT SABILILLAH. 105. WAG Jasmerah. 106. WAG NKRI. 107. Rumah pejuang Indonesia (RPI) Jawa Tengah. 108. Seniman Rakyat Semesta Indonesia (SRSI) 109. Asosiasi Pengemudi Becak Yogyakarta (ASPABETA). 110. Garda Muslim Indonesia. 111. Intifada Magelang. 112. GardaMaya 411. 113. Kumpulan Inovatif Pendukung Prabowo Subianto (KIPPAS) 2019.

Lalu tim Advokasi membantah

114. Tim Advokasi #2019GantiPresiden.

Masih ada beberapa ormas lain

115. Family Backpacker Club (FBC). 116. Forum Satu Indonesia Kota Serang-Banten. 117. Forum Bisnis Indonesia (FBI) Kota Serang-Banten. 118. Underground FPI. H.M Nano Sukarno ST. Kota Serang-Banten. 119. FORKAMKI NTB. 120. KSHUMI. 121. Ikatan Perempuan dan Anak Bangsa (IPAB). 122. Macan Muda Pancasila. 123. Jawa Barat Ganti Presiden (JBGP) 2019. 124. Riau Ganti Presiden (RGP) 2019. 125.PBB INA 126. Umat Islam Menggugat (MIM). 127. Bearland Society Club Kota Bekasi. 128. Laskar 45. 129. Barisan Pemuda Bekasi Bersatu (BPBB). Ketum Marno. 130. Rumah Sahabat Indonesia. 131. Majelis Istighosah Pimpinan UAab. 132. Organisasi Angkutan Online (Orgaline). 133. Gerakan Aktivis (GA) 98. 134. Paguyuban Simpay Wargi. 135. Laskar GPK Jakarta. 136. Rumah Pancasila. 137. ILUNI UI-51. 138. LP4M-HMC 139. Front Sisingamangaraja Pembela Tanah Air Indonesia. 140. Gerakan Jihad Harta. 141. SAKTI (Serikat Kerakyatan Indonesia). 142. Komunitas OLABA. 143. Solo Ganti Presiden (SGP). 144. Bangun Mukti Abadi. 145. Kosa Kota ( Komunitas Anak Kolong Jakarta). 146. Laskar Semut (Relawan Akar Rumput). 147. Bale Rakyat (BARAK). 148. Baladers 08. 149. Satuan Jakarta Muda. 150. Forum Komunikasi Ahli Geologi Eksplorasi Indonesia. 151. Suara Rakyat Jelata. 152. Koalisi Umat Madani (KUM). 153. Sumsel Prabowo Menang Telak (SPMT) 2019. 154. Garda Muslim Indonesia. 155. GAS Bogor Raya. 156. Perkumpulan Pedagang Kerupuk Ganti Presiden. 157. Persatuan Penjual Gorengan Jakarta Raya. 158. Tari Khairun Nissa and Friends. 159. FKKPBM. 160. ILUNI-ITI 90. 161. Solidaritas Petani Kedu & Banyumas. 162. SOLMYI (Solidaritas Muslim Yogyakarta Indonesia). 163. Laskar Macan Asia. 164. Lemdamanta. 165. Banyuwangi Ganti Presiden (BGP) 2019. 166. Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK). 167. Laskar Muslim Ketapang (LAMKA). 168. Anak Sholeh JAMS88. 169. FRONT SINGA PETA. 170. FRONT DAULAT RAKYAT INDONESIA. 171. Front Aliansi Umat Islam Bersatu Jateng-DIY. 172. PENA 45. 173. Front Banten Bersatu (FBB). 174.anak dan istri yg korban pengurangan uang jjn dan uang belanja karna kondisi ekonomi yg kucar kacir,gara" dia 175. 176. 177. 178. 179. 180. Seterusnya, sebanyak-banyaknya. Contact Person : Yudi Syamhudi Suyuti. Koordinator +62 82122819203.

-----------

Salah seorang tim hukum gerakan #2019Ganti Presiden, Mursal SH, "Pak Yudi, saya di Tim Advokasi 2019 Ganti Presiden, tapi belum ada komunikasi dengan Anda, siapa yang Anda hubungi sehingga nama kami ada pada rilis Anda untuk Deklarasi?" Jelasnya kepada Voa-Islam.com di Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Voa-Islam amat menyangkan sikap sepihak Facebook yang jauh dari prinsip demokrasi dan cover both sides dalam menyikapi kebebasan berpendapat.

Waspada...

[adivammar/]

Sumber :voa-islam.com

Angkat Prestasi Jakarta, Anies-Sandi Jadi Pembicara World City Summit Singapura

Angkat Prestasi Jakarta, Anies-Sandi Jadi Pembicara World City Summit Singapura

10Berita – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno akan berangkat ke Singapura pada Senin (9/7) besok. Sandiaga akan menjadi salah satu pembicara di World City Summit.

“Hari Senin, saya pergi ke Singapura untuk World City Summit. Senin besok ini untuk menjadi pembicara di World City Summit,” ujar Sandiaga di GOR PKP Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (7/7).

Sedangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, disebut Sandiaga, juga sudah terlebih dahulu menjadi pembicara di acara tersebut.

“Pak Anies untuk sesi yang menjadi pembicaranya hari ini. Besok, dia (Anies) kembali lagi langsung (ke Jakarta). Kita (Jakarta) ada sesi pembicara lagi hari Senin itu saya yang bicara. Hari senin sama Selasa pagi,” paparnya.

Sandiaga mengatakan, khusus Jakarta, menjadi pembicara dua kali, yaitu dirinya dan Anies.

“(Anies dan Sandiaga) Satu acara, tetapi kita, Jakarta, itu karena menjadi ibukota Asean, Jakarta harus bicara di dua sesi. Jadi kita (sama Pak Anies) bagi tugas,” tuturnya.

Setelah itu, pada 2 Agustus 2018, Sandiaga akan bertolak ke Rusia melakukan kunjungan kerja. Belum lama, ia usai pergi ke Amerika Serikat melakukan kunjungan kerja.

“Ke Rusianya saya rencananya 2 Agustus, setelah habis sepak bolanya (Piala Dunia 2018),” tuturnya. (mdk)

Sumber : Merdeka.com

Prabowo Subianto; Negara Ini Hidupnya Dari Utang

Prabowo Subianto; Negara Ini Hidupnya Dari Utang

10Berita – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto kembali mengkritik pemerintah, salah satunya masalah utang Indonesia.

“Maaf dengan segala hormat, bangsa ini, negara ini hidupnya dari utang,” kata Prabowo di hadapan ribuan Purnawirawan Kopassus di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (7/7).

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya. Namun, Indonesia hidup dari utang pihak asing.

Prabowo juga mengkritik elit politik yang selalu mengucapkan kata manis dan tidak mau mengakui kalau Indonesia harus berutang untuk membayar utang sebelumnya.

“Banyak elit tidak mengakui. Bilangnya utang biasa,” tuturnya.

Selain itu, Prabowo juga menyoroti masalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Dia membandingkan pada tahun 2013 lalu di mana nilai tukar rupiah berada pada angka Rp 9.000 per dolar AS.

Namun, kini di tahun 2018, nilai tukar rupiah berada di atas Rp. 14.000.

Itu artinya, menurut Prabowo, dalam waktu 5 tahun masyarakat bertambah miskin 50 persen.

“Penghasilan kita setengahnya tidak ada nilainya. Misal pensiun Letjem 4,5 juta, daya belinya cuma 2,5 juta,” ujar Prabowo.

Ini bukan pertama kalinya Prabowo menyinggung utang luar negeri Indonesia.

Beberapa waktu lalu Prabowo mengatakan bahwa kondisi utang Indonesia sudah membahayakan, jumlahnya sampai Rp 9.000 triliun. (tn)

Sumber : Eramuslim