OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 09 Juli 2018

KERAS! Tamparan Telak Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo kepada Yang Ngaku 'Rembuk Aktivis 98'

KERAS! Tamparan Telak Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo kepada Yang Ngaku 'Rembuk Aktivis 98'


10Berita,  Sabtu (7/7/2018) kemarin bertempat di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, berlangsung acara yang mengklaim 'Rembuk Nasional Aktivis '98'.

Acara yang dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo ini salah satu hasilnya adalah dukungan untuk Jokowi 2 Periode.

Mantan Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal TNI (Purn.) Johannes Suryo Prabowo heran dengan dagelan ini.

"Setahu saya, .....

aktivis apa pun namanya, kan tidak ada yang dibentuk untuk membela pemerintah, apalagi aktivis ‘98.

ini koq malah merekayasa kampanye terbuka utk melanggengkan rezim

owalaaah, lucu-lucuan koq gak abis-abisnya ya, kapan serius kerjanya nih?"

Demikian disampaikan Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo melalui akun twitternya, Minggu (8/7/2018).

REKAYASA seperti itu apa ya bisa membuat Jokowi 2 Periode?

DIKIRA RAKYAT BODOH-BODOH?

setahu saya, .....

aktivis apa pun namanya, kan tidak ada yang dibentuk untuk membela pemerintah, apalagi aktivis ‘98.

ini koq malah merekayasa kampanye terbuka utk melanggengkan rezim

owalaaah, lucu-lucuan koq gak abis-abisnya ya, kapan serius kerjanya nih ? pic.twitter.com/5eLKHuW240

— J.S. Prabowo (@marierteman) 8 Juli 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

TERUNGKAP! Ketua Tim Seleksi KPU Jabar Adalah Staf Ahli KSP Jokowi

TERUNGKAP! Ketua Tim Seleksi KPU Jabar Adalah Staf Ahli KSP Jokowi


TIM SELEKSI KPU JABAR YANG JUGA STAF AHLI UTAMA KSP JOKOWI DAN KOMISARIS WASKITA KARYA

Oleh: Agi Betha
(Jurnalis senior)

Muradi adalah salah satu contoh carut marutnya penempatan pejabat di negeri ini, yang penuh dengan intrik politisasi demi kepentingan kelompok.

Muradi adalah Ketua Tim Seleksi (Timsel) KPU Jawa Barat yang belum lama ini dilantik oleh KPU Pusat, Kamis 3/5/2018.

[Kamis, 3 Mei 2018]
Lantik Timsel Tahap IV, Arief: Cari Calon yang Serius Sebagai Penyelenggara

Jakarta, kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU), resmi melantik 37 tim seleksi (timsel) yang akan bertugas menyeleksi calon anggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota periode 2018-2023, Kamis (3/5) di Harris Vertu Jakarta. Tiga timsel berhalangan hadir dan baru akan mengikuti proses pelantikan pada kesempatan selanjutnya.

Pelantikan berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Nomor 314/PP.06-Kpt/05/KPU/2018 tanggal 20 April 2018 Tentang Penetapan Keanggotaan Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum  Provinsi dan Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota periode 2018-2023. Serta Berita Acara Pleno Komiisi Pemilihan Umum Nomor 61/PP.06-BA/05/KPU/IV/2018 tanggal 20 April 2018 tentang Penetapan Keanggotaan Tim Seleksi Calon Anggota  Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota periode 2018-2023.

Provinsi Jawa Barat
tim seleksi untuk KPU Provinsi Jawa Barat.
Dr. Akmaliah, M.Ag.
Dr. Anas Saidi
Prof. Dr. H. Cecep Sumarna
Muradi, SS., M.Si., M.Sc., PhD
Prof. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., M.Hum

Link: http://www.kpu.go.id/index.php/post/read/2018/6038/Lantik-Timsel-Tahap-IV-Arief-Cari-Calon-yang-Serius-Sebagai-Penyelenggara/berita-terkini

Tugasnya adalah menyeleksi calon anggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota periode 2018-2023. Tugas ini sangat penting karena Muradi akan menentukan calon-calon penyelenggara untuk Pemilu lima tahun mendatang, termasuk Pileg dan Pilpres 2019.

Karena itu negara membutuhkan orang yabg berintegritas, jujur, adil, dan jauh dari kepentingan pribadi maupun kelompok.

Apakah Muradi adalah orang yang berintegritas seperti dimaksud tsb..?

Coba tengok jejaknya...

Muradi SS, MSi, MSc, PhD, adalah dosen sarjana dan pascasarjana Politik dan Pemerintahan di Universitas Padjajaran. Ia juga tercatat sebagai Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Jokowi. Bahkan belum lama Muradi pun diangkat pula sebagai Komisaris Independen BUMN Waskita Karya.

[6 April 2018]
Staf Ahli di KSP Jadi Komisaris Waskita Karya

Posisi Komisaris Independen Waskita, diisi oleh Muradi. Sedangkan 6 anggota dewan komisaris lainnya tak berubah. Dikutip dari situs ksp.go.id, Muradi saat ini juga menjabat sebagai salah seorang Staf Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP).

Dosen di Fisip Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung itu, ada di Kedeputian V yang membidangi kajian politik dan pengelolaan isu-isu hukum, pertahanan, keamanan dan HAM.

Link: https://kumparan.com/@kumparanbisnis/staf-ahli-di-ksp-jadi-komisaris-waskita-karya


Dan kini Muradi terpilih sebagai TIM SELEKSI KPU JABAR 2018-2023. Bahkan sebagai KETUA.

Bisa dicek disini: http://jabar.kpu.go.id/wp-content/uploads/2018/06/Pengumuman-HASIL-PENELITIAN-ADMINISTRASI-fix.pdf

Apakah dengan kedudukannya di KSP yang notabene adalah orang Jokowi, Muradi dapat menjaga kenetralan dan integritasnya di Timsel KPU..?

Bukankah Timsel harus diisi oleh personal yang tidak berpihak dan terjaga independensinya?

Muradi adalah juga Ketua Timsel Wilayah A yang menyeleksi anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tahun 2017 lalu.

Apakah bisa diharapkan Pilpres 2019 kelak dapat terjaga kenetralannya jika sejak dari Timselnya diisi oleh orang yang memiliki kepentingan politik?

Bagaimana mau menyangkal bahwa Muradi tidak berpihak, sedangkan akun FB nya mengunggah foto acara 'Rembuk Nasional Aktivis '98', dan menuliskan caption: "Alhamdulillah #2019tetapjokowi #98solid.." ???

Padahal jelas-jelas disebutkan oleh Faizal Assegaf yang menjadi aktornya bahwa acara tsb adalah bertujuan untuk Membubarkan PKS..?

Mau dibawa kemana NKRI, jika baru dalam proses pembentukan petugas penyelenggara pemilu saja sudah dipilih Tokoh Penyeleksi Yang TIDAK NETRAL?

Ini baru ketahuan satu Muradi. Apakah mungkin masih ada lagi Muradi-Muradi yang lainnya... 😢😢😢

NOTE:
- Foto screen shot status Fb Muradi di bawah ini diambil dari akun ibu dr. Nikmah Sagran. Sekarang postingan foto tsb sudah tidak tampak di akun Muradi.
- Setelah kejadian ini mencuat di medsos, entah statusnya itu sudah ia setting pribadi, ataukah sudah dihapus.


Sumber: fb Agi Betha

Presiden Jokowi Cuma Petugas Partai, Cak Nun: "Makanya kalau MILIH Presiden sing Ati-ati!"

Presiden Jokowi Cuma Petugas Partai, Cak Nun: "Makanya kalau MILIH Presiden sing Ati-ati!"


10Berita,  Jokowi walau sudah menjadi Presiden RI, tapi statusnya tetap "PETUGAS PARTAI". Partainya PDIP.

Hal ini berulang kali disampaikan dan ditegaskan Megawati selaku Ketua Umum PDIP.

Hal seperti itu membuat Emha Ainun Najib alias Cak Nun mengingatkan rakyat Indonesia agar hati-hati memilih Presiden.

"Sampai hari ini Megawati tetap mengatakan bahwa Jokowi adalah Petugas Partai. Jadi Indonesia itu adalah bagian dari PDIP, bukan PDIP bagian dari Indonesia."

"Sementara Jokowinya yo gak ngerti."

"Mulane nek milih presiden sing ati-ati. Sing salah sampean dewe kok.."

Selengkapnya simak video Cak Nun...

[video]

— ㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤ (@RajaPurwa) 22 Juni 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Rupiah Tumbang, Daya Beli Anjlok, Pertumbuhan Ekonomi Jauh dari Target.. Itu Semua BUKAN Karena INTOLERANSI RADIKALISME TERORISME

Rupiah Tumbang, Daya Beli Anjlok, Pertumbuhan Ekonomi Jauh dari Target.. Itu Semua BUKAN Karena INTOLERANSI RADIKALISME TERORISME



10Berita, Hadiri Acara Aktivis 98, Jokowi Mengajak Masyarakat Melawan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme
http://kaltim.tribunnews.com/2018/07/08/jokowi-hadiri-acara-aktivis-98-mengajak-masyarakat-melawan-intoleransi-radikalisme-dan-terorisme

KALAU MEMANG TIDAK PUNYA KAPASITAS
KALAU MEMANG TIDAK BISA MEMIMPIN
KALAU MEMANG TIDAK BISA PENUHI JANJI-JANJI KAMPANYE...

LEBIH BAIK ANGKAT TANGAN

BUKAN MALAH CARI KAMBING HITAM

👉 Rupiah tumbang bukan karena TERORISME
👉 Daya beli melorot bukan karena RADIKALISME
👉 Pertumbuhan ekonomi jalan di tempat bukan karena INTOLERANSI

[Kamis, 18 Des 2014]
Pertumbuhan Ekonomi 7% Seperti Janji Jokowi Akan Terwujud di 2017
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-2781264/pertumbuhan-ekonomi-7-seperti-janji-jokowi-akan-terwujud-di-2017

NYATANYA?

Jokowi Sulit Wujudkan Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional
https://ekbis.sindonews.com/read/1267829/33/jokowi-sulit-wujudkan-target-pertumbuhan-ekonomi-nasional-1513859490

Pertumbuhan Ekonomi 2017 Hanya 5,07%
http://finansial.bisnis.com/read/20180205/9/734422/pertumbuhan-ekonomi-2017-hanya-507

Rupiah Tumbang ke Rp14.434 per USD, Sampai Kapan?
https://economy.okezone.com/read/2018/06/28/278/1915289/rupiah-tumbang-ke-rp14-434-per-usd-sampai-kapan

BPS Catat Daya Beli Masyarakat Turun
https://www.merdeka.com/uang/bps-catat-daya-beli-masyarakat-turun-ini-tanggapan-menteri-sri-mulyani.html

• Rupiah tumbang bukan krn terorisme.
• Daya beli melorot bukan karena radikalisme.
• Pertumbuhan ekonomi jalan di tempat bukan karena intoleransi.

— Kak DuL 🔞 (@dulatips) 8 Juli 2018


Sumber : PORTAL ISLAM 

Prabowo Malas Ikut Pertandingan Jika Wasitnya Berpihak

Prabowo Malas Ikut Pertandingan Jika Wasitnya Berpihak


10Berita – Usai bertemu dengan calon Gubernur Jawa Barat Sudrajat, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengeluhkan adanya pihak yang tak menaati aturan. Hal ini membuatnya malas ikut dalam sebuah pertandingan.

“Masalahnya ada pihak-pihak yang selalu tidak mau menaati aturan main. Ibarat main bola, dia mau pakai peraturan sendiri. Lama-lama orang malas ikut pertandingan, bener nggak? Gue juga malas kalau, waduh wasitnya udah berpihak. Benar enggak? Sedikit-sedikit saya dapat kartu merah, kartu kuning, malas saya bertanding lagi,” ungkap Prabowo di kediamannya, Jakarta, Sabtu (7/7).

Namun, dia tak menjelaskan apa maksud pernyataannya tersebut. Apakah berkaitan dengan Pilkada 2018 atau Pilpres 2019. Dia justru bercerita tentang Piala Dunia 2018. Dia menjagokan Uruguay dan Brazil. Namun, kedua kesebelasan kalah dan gagal masuk ke babak semifinal. Uruguay dikalahkan Perancis 0-2. Brazil dikalahkan oleh Belgia 1-2.

“Aduh Brazil kalah. Aduh aku pro Brazil dan Uruguay,” kilahnya. []

Sumber : merdeka

MASYA ALLAH... Mahathir Tolak Tekanan Non-Muslim Malaysia yang Ingin Zakir Naik Dideportasi

MASYA ALLAH... Mahathir Tolak Tekanan Non-Muslim Malaysia yang Ingin Zakir Naik Dideportasi


10Berita, MASYA ALLAH... Mahathir Tolak Tekanan Non-Muslim Malaysia yang Ingin Zakir Naik Dideportasi ke India.

Pemerintah Malaysia melindungi Ulama
Ulama yang kini dikriminalisasi oleh pemerintah India
Zakir Naik bahkan sudah diberi status penduduk tetap Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menolak tekanan kelompok non-Muslim Malaysia yang menginginkan agar Ulama ahli perbandingan agama asal India, Dr Zakir Naik dideportasi dari negara tersebut.

Mahathir beralasan, Zakir Naik telah memiliki status sebagai penduduk tetap Malayisa. Alasan berikutnya, selama cendekiawan Muslim internasional itu tidak membuat masalah, ia juga tidak akan dideportasi.

"Selama dia tidak menciptakan masalah, kami tidak akan mendeportasinya karena dia memiliki status PR (permanent residency/penduduk tetap)," kata Mahathir dalam konferensi pers setelah memimpin dewan kepresidenan Pakatan Harapan, Jumat (06/07/2018), seperti dikutip AFP dan The Indian Express.

Bahkan Mahathir Mohamad bertemu langsung dengan Dr Zakir Naik pada Sabtu (7/7/2018).

Foto pertemuan penuh keakraban Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dengan Dr Zakir Naik diposting oleh Tim Zakir Naik pada hari Ahad kemarin.

Desakan agar Zakir Naik dideportasi datang dari RS Mohan Shan, Presiden Dewan Kosulatatif Malaysia untuk Buddhisme, Kristen, Hindu, Sikhisme dan Taoisme.

"Kami sangat keberatan dengan Zakir yang berada di negara ini. Kami dengan rendah hati meminta agar Mahathir memikirkan kembali keputusannya dan mengekstradisinya," katanya, kepada The Malaysian Insight.

Mohan mengatakan, kelompok lintas-iman bingung mengapa Mahathir membiarkan Zakir tinggal di Malaysia.

"Kami, kelompok lintas agama dan Sangam Hindu, ingin dia pergi. Mungkin Mahathir tidak melihat gambaran yang lebih besar dan hanya melihatnya dari perspektif Islam," kata Mohan, yang dikutip Sabtu (7/7/2018).

"Meskipun Zakir tidak mengadakan ceramah besar, dia diam-diam berkeliling menyebarkan ajarannya, yang menghakimi pandangan negatif terhadap non-Muslim," klaim Mohan.

Pemimpin Dewan Gereja Malaysia, Pendeta Hermen Shastri mengatakan Mahathir menutup mata terhadap tuduhan pemerintah India terhadap Zakir.

"Menyedihkan bahwa Mahathir siap melindungi pria ini, yang dinyatakan oleh pemerintah India sebagai penjahat, yang menghadapi begitu banyak tuduhan," katanya.

Zakir Naik dituding oleh pemerintah India dengan kasus terorisme. Pada akhir Oktober 2017, Badan Keamanan India (NIA) mengajukan tuntutan pidana kepada Zakir di pengadilan. Antara lain, Zakir dituduh menghasut pemuda di negara itu untuk terlibat dalam aktivitas terorisme, menghina kepercayaan Hindu, Kristen dan Syiah, dan memimpin organisasi ilegal.

Organisasi yang dipimpin Zakir Naik, Islamic Research Foundation (IRF), menjadi fokus penyelidikan terkait dengan terorisme di India. Organisasi itu sendiri telah dilarang di India.

Setelah dirinya diincar oleh penegak hukum India, Zakir Naik mencari suaka di Malaysia dimana ia telah diberikan status penduduk tetap Malaysia. (NN/IndianExpress)

Sumber : PORTAL ISLAM

Mustofa Kembali Bongkar "Gelang Kode CFD" Yang TERCYDUK Hadir di Rembuk Aktivis 98

Mustofa Kembali Bongkar "Gelang Kode CFD" Yang TERCYDUK Hadir di Rembuk Aktivis 98


10Berita, Sabtu (7/7/2018) kemarin bertempat di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, berlangsung acara yang mengklaim 'Rembuk Nasional Aktivis '98'.

Acara yang dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo ini salah satu hasilnya adalah dukungan untuk Jokowi 2 Periode.

Aktivis sosial media, Mustofa Nahrawardaya kembali bongkar "Gelang Kode CFD" yang TERCYDUK hadir di Rembuk Aktivis 98 itu.

01. TUIPS, semoga masih ingat tagar #GelangKode. Pria bercelana doreng ini, terekam video pada CFD Ahad, 29 April 2018 pakai kaos #2019GantiPresiden dan Susiterekam video juga pakai Kaos #DiaSibukKerja. Pria ini tampak bertugas melindungi Susi. #BongkarKedok #TIMCAKRA

02. Tapi pada Sabtu 7 Juli 2018, hanya tiga bulan setelah isu CFD, Baik pria doreng maupun Susi Ferawati (yg ngaku menjadi korban intimidasi), keduanya dikabarkan tercyduk hadir satu forum. Anda punya fotonya? Silahkan uppload! 😀 #GelangKode #BongkarKedok #TIMCAKRA

Demikian disampaikan Mustofa Nahrawardaya melalui akun twitternya @NetizenTofa, Minggu (8/7/2018).

— MUSTOFA NAHRAWARDAYA (@NetizenTofa) 8 Juli 2018


02. Tapi pada Sabtu 7 Juli 2018, hanya tiga bulan setelah isu CFD, Baik pria doreng maupun Susi Ferawati (yg ngaku menjadi korban intimidasi), keduanya dikabarkan tercyduk hadir satu forum. Anda punya fotonya? Silahkan uppload! 😀 #GelangKode #BongkarKedok #TIMCAKRA

— MUSTOFA NAHRAWARDAYA (@NetizenTofa) 8 Juli 2018

Warganet yang lain menambahi dengan memposting foto yang dimaksud pada point 02 twit Mustofa Narwaradaya.

"2 org ini yg dulu kesannya bermusuhan ternyata satu barisan, ada yg bisa bantu kasih ini ke @mohmahfudmd ?" kicau akun @RestyCayah dengan melampirkan dua foto.

"2 orang ini muncul di acara berbeda
Kiri: acara rembuk nasional "aktivis 98"
Kanan: CFD. Laki2 ditengarai ikut melakukan persekusi. (Cat: kelanjutan pelaporan o/ korban blm diketahui. Bahkan lbh ramai kss pelaporan cuitan @NetizenTofa)
Prof @mohmahfudmd mungkin berkenan komentar?" tambah akun @MbahUyok.

Sebagaimana ramai diberitakan, saat Kasus CFD Prof Mahfud MD bereaksi keras dan hatinya tersayat-sayat atas persekusi yang menimpa seorang ibu (bu Susi/ibu yang makai gelang).

Namun Mustofa Nahra saat itu berhasil membongkar adanya "GELANG KODE" gelang yang bentuknya sama, yang sama-sama dipakai baik oleh korban (ibu Susi) maupun pelaku (yang memakai kaos #2019GantiPresiden).

Kasus CFD pun lenyap.

Sekarang tercyduk ada di Rembuk Aktivis 98.

— AkuTidakTahu (@Ummunk1) 8 Juli 2018


— Negri Seterah (@RestyCayah) 8 Juli 2018


2 orang ini muncul di acara berbeda
Kiri: acara rembuk nasional "aktivis 98"
Kanan: CFD. Laki2 ditengarai ikut melakukan persekusi. (Cat: kelanjutan pelaporan o/ korban blm diketahui. Bahkan lbh ramai kss pelaporan cuitan @NetizenTofa)
Prof @mohmahfudmd mungkin berkenan komentar? pic.twitter.com/U8AE9YoZ3p

— ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ (@MbahUyok) 8 Juli 2018


Loh trs mengapa kalau hadir di Rembuk Nasional 98? Kemarin ke CFD, nanti malam ke pengajian, besok pagi ke arisan, besok lusa rekreasi ke TMII. Memang ada yg bisa melarang? Baguslah itu dinamis namanya. Apa masalahnya? https://t.co/8CCPhbWn4P

— Mahfud MD (@mohmahfudmd) 8 Juli 2018


Lebih baik mengaku tertipu oleh gerombolan tukang tipu daripada ikut menipu. Malu memang, karena sudah nangis2 depan publik. Tapi itu tidak dosa. https://t.co/Y0ROzUUEQQ

— Waspada (@gurutua7) 8 Juli 2018


— ㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤ (@RajaPurwa) 8 Juli 2018


Buahaha ternyata mereka2 juga, kelean masih ingat gak ibu2 yang katanya kena persekusi saat CFD, dimana waktu itu ada persaingan hastaq 😂😂 pic.twitter.com/7cqtjXLXJL

— Fery Mokoginta 🔰 (@FeryMokoginta) 7 Juli 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

“Akhirnya Umat Islam Tak Tertarik Lagi dengan TGB”

“Akhirnya Umat Islam Tak Tertarik Lagi dengan TGB”

 

Tuan Guru Bajang Zanul Majdi alias TGB

10Berita , JAKARTA – Pernyataan dukungan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) untuk Jokowi berkuasa dua periode menjadi kontroversi di tengah publik, khususnya umat Islam.

Pernyataan itu bisa menjadi bargaining dukungan Jokowi di NTB, mengingat simpatisan TGB sangat banyak di provinsi seribu masjid itu.

“Khawatirnya, TGB dipakai oleh Jokowi untuk menarik perhatian pendukung dan simpatisannya. Karena lumayan besar pendukung TGB. Di NTB saja, TGB itu sangat diidolakan,” kata Direktur Eksekutif Global Base Review (GBR) Rusdianto Samawa dilansir RMOL, Minggu (8/7/2018).

Namun menurut putra asli Sumbawa itu, hanya TGB yabg paling mengetahui. Tetapi tetap sebagai ulama yang juga direkomendasikan oleh PA 212, TGB seharusnya condong ke wacana 2019 ganti presiden.

“Statement TGB sangat disayangkan oleh banyak pendukungnya. Karena mayoritas pendukung TGB itu ingin #2019GantiPresiden,” ujarnya.

Akibat pernyataan tersebut, menurut Rusdianto, bisa jadi TGB tereliminasi karena membuat kendor semangat para pendukung dan umat Islam.

“Akhirnya umat Islam tidak tertarik lagi dengan gaya TGB,” pungkas Rusdianto.

Sumber :pojoksatu 

Kalah Pilkada, Prabowo Beri Sudirman Said Pekerjaan Baru

Kalah Pilkada, Prabowo Beri Sudirman Said Pekerjaan Baru

foto : swamedium.com

10Berita, Setelah kalah dalam Pemilihan Gubernur Jateng, Mantan Menteri ESDM Sudirman said mendapatkan tawaran pekerjaan baru, Tawaran langsung datang dari Ketum Gerindra Prabowo. Sudirman yang akrab disapa Pak Dirman diminta menjadi penasihat dan maju di pemilihan legislatif.

"Saya telah minta Pak SS (Sudirman Said) untuk tetap bantu saya dalam hari-hari dan bulan-bulan ke depan," jelas Prabowo di Rumah Kertanegara, Jakarta, dilansir dari kumparan.com Jumat (6/7).

Prabowo juga sudah mendapat jawaban dari Sudirman Said soal tawarannya itu.

"Dan beliau bersedia untuk jadi penasihat di tingkat nasonal dan bila perlu, beliau siap kembali ke Jateng untuk bertarung lagi di pemilihan legislatif," terang Prabowo.

Sedang Sudirman Said yang ditawari Prabowo menyampaikan, dia memang tertarik maju ke politik.

"Jadi semua partai minta saya untuk kembali ke Jateng untuk menyapa mereka. Tadi Pak Prabowo lebih teknis salah satu cara ya masuk ke legislatif. Itu sedang saya pertimbangkan, jadi saya harus dikusi dengan partai pengusung lain," dikutip dari kumparan.com

Meskipun Kalah dari Ganjar, Namun Sudirman said mendapatkan suara yg siknifikan sekitar 43% dari jumlah pemilih. Hal inilah yang mungkin menjadikan Dia percaya diri untuk menjadi salah satu calos legislator dari jateng

Sumber  : kumparan.com

PDIP Siapkan Tiga Cawapres Prioritas untuk Jokowi

PDIP Siapkan Tiga Cawapres Prioritas untuk Jokowi

 

10Berita, JAKARTA -Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengatakan bahwa partainya sudah menyiapkan tiga nama untuk disodorkan sebagai calon Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Daftar prioritas 2-3 nama. Siapa saja mereka? Itu wilayah Ketum," kata Hendrawan saat dihubungi, TeropongSenayan, Minggu (8/7/2018).

Hendrawan tidak mau mengungkapkan siapa saja tiga nama tersebut. Ia menuturkan hal itu ada di wilayah Ketua Umum Partainya Megawati Soekarnoputri.

"Tidak tahu. Kalau tahu namanya bukan wilayah ketum dong," ucapnya.

Dirinya juga menapik bahwa Jokowi sudah mengantongi nama untuk pendampingnya. Ia menilai isu itu sengaja digulirkan oleh partai politik.

"Proses masih berlangsung. Wacana selalu bertebaran. Ini adu strategi antarparpol dengan saling menunjukkan kesiapan masing-masing. Ada unsur pancingan, ada unsur uji kondisi dan konstelasi," katanya.

Anggota Komisi XI DPR RI ini juga mengatakan, bahwa calo pendamping Jokowi sedang digodok oleh seluruh partai pendukung Jokowi.

"Ketum-ketum parpol terus saling berkomunikasi. Semua mengajukan opsi dan konsekuensi. Kita lihat saja dengan cermat," tandasnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah mengantongi nama calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Sudah ada tinggal diumumin," kata Presiden Jokowi, usai menutup Rembug Nasional Aktivis 98 di Jakarta International (JI) Expo Kemayoran, Sabtu (7/7/2018).

Sumber : Teropongsenayan