OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 22 Juli 2018

Duh, Malunya! Setelah Politisi Ini Ejek Anies Gunakan Ilmu Kodok. Nyatanya Malah Begini

Duh, Malunya! Setelah Politisi Ini Ejek Anies Gunakan Ilmu Kodok. Nyatanya Malah Begini

Referensi pihak ketiga

10Berita, Demi mensukseskan Asean Games 2018, Jakarta tengah sibuk berbenah. Salah satu yang sedang ditata adalah penampakan Kali Sentiong atau yang biasa disebut Kali Item.

Jika melintasi kali ini, Anda yang baru pertama kali ke sini tentu tak akan mudah lupa. Maklumlah, warnanya hitam dan berbau menyengat. Sungguh tak nyaman.

Padahal diperkirakan bakal ada sekitar 150 ribu hingga 200 ribu wisatawan yang akan mengunjungi Jakarta saat perhelatan Asean Games 2018 nanti.

Mau ditaroh dimana muka negara jika para tamu itu disuguhi pemandangan yang tak sedap dimata? Apalagi kali itu tepat berada di samping Wisma Atlet Kemayoran. Bayangkan bagaimana tersiksanya para atlet menghirup aroma menyengat kali Item.

Yuck!

Referensi pihak ketiga

Untunglah Anies punya ide cerdas. Ia memerintahkan agar permukaan Kali Sentiong ditutupi kain waring. Tujuannya agar aroma menyengat yang bikin mual itu tersamarkan.

Maka Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mulai memasang kain waring di sepanjang Kali Item. Mulai dari Jembatan Mato hingga Jembatan Jubilee School. Total panjangnya sekitar 689 meter dengan lebar 20 meter. Tak hanya berhenti sampai itu, Disepanjang sisi kain waring itu juga akan ditanami tanaman merambat untuk menambah keindahan.

Politisi Hanura Very Yonnevil-Referensi pihak ketiga

Tapi seperti biasa, akan selalu ada suara-suara sumbang menyikapi kebijakan Anies. Salah satunya dari politisi Hanura Veri Yonnevil. Ia dengan sinis menyebut, kebijakan Anies tersebut tak perlu dan hanya buang-buang anggaran.

“Makanya kebijakan itu ngambilnya jangan sepotong-sepotong. Nah, kelemahannya kan di sana, ngambilnya sepotong-potong. Kayak ilmu kodok, begitu ingat loncat, ingat loncat, tapi tidak menyelesaikan masalah,” ujarnya sewot (detik.com/20/07/2018).

Duh, sebegitunya.

Referensi pihak ketiga

Padahal, faktanya ide brilian Anies ini mendapat apresiasi positif dari masyarakat sekitar termasuk para petugas PPSU. Bau yang awalnya begitu menyengat berhasil dikurangi dan ini diakui oleh warga yang sering beraktifitas disana. PPSU juga lebih mudah melakukan pekerjaannya memunguti sampah karena permukaan kali telah tertutup.

Lagipula Anies sudah memastikan bahwa penutupan kali bukan langkah akhir untuk mengatasi problem Kali Item. Pembersihan kali tetap dilakukan dan Pemprov DKI telah memasang aerator dan nano bubble. Sembari terus berproses dipasanglah kain waring itu.

Begitu, lho!

Sumber :UC News 

Sabtu, 21 Juli 2018

Ahoker KUDET Fitnah Anies CUEKIN Kalijodo, Warganet Ungkap FAKTA Mengejutkan

Ahoker KUDET Fitnah Anies CUEKIN Kalijodo, Warganet Ungkap FAKTA Mengejutkan


10Berita, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo di Jalan Kepanduan II, Tambora Barat,yang berdiri di atas bekas lokalisasi pelacuran ini sempat menjadi primadona setelah diresmikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), 22 Februari 2017 lalu.


Namun kini, kondisinya memprihatinkan. Beberapa fasilitas publik rusak, lokasinya sepi dan di beberapa dinding tampak coret-coretan.

Keadaan ini membuat para pembenci Gubernur DKI Jakarta yang baru, Anies Baswedan, berkhayal sembari berkoar-koar. Anies disebut melalaikan dan mengabaikan RPTRA Kalijodo tersebut.

Sayangnya, bukti tidak menyatakan demikian. Pada kenyatannya, hanya dua bulan setelah diresmikan, RPTRA Kalijodo menjadi kumuh dan kotor. Tentu ini terjadi jauh sebelum kepemimpinan di DKI berganti.


Sebuah akun media sosial twitter pun turut bercuit mengenai hal ini.

Jauh sebelum pak Anies dilantik, kondisi taman kalijodo memang sudah jadi kumuh

Yg masih menjabat ketika itu mungkin udah gak sempet lagi ngurus lagi,
bisa juga sibuk persiapan pilkada..

— sketsagram (@sketsagram) July 21, 2018

— sketsagram (@sketsagram) July 21, 2018


Menanggapi hal ini, seorang warganet mengungkap bahwa menurut Kadis Kehutanan, biaya perawatan FPTRA Kalijodo menggunakan dana swadaya.

Ato mungkin karna ga ada biaya perawatannya. Dulu yg msh jabat lbh seru gembor2 ngebangun tnp uang rakyat, tp keknya lupa masukin biaya perawatan. Mnrt Kadis Kehutanan katanya biaya tsb make dana swadaya

— Andri Saputra (@thisisandri) July 21, 2018


Lalu mengapa ujaran kebencian tersebut justru diarahkan kepada Anies Baswedan?

Sumber :Eramuslim 

Gonjang-Ganjing Istana Jelang Pilpres

Gonjang-Ganjing Istana Jelang Pilpres


10Berita, Jika di kubu oposisi Prabowo dianggap sebagai faktor buntunya koalisi, maka di kubu Jokowi, rebutan posisi cawapres jadi problemnya. Masing-masing partai berebut jatah cawapres. Kenapa? Karena, jika Jokowi menang, wapres akan berpeluang jadi capres lima tahun mendatang. Di pilpres 2024. Selama kurun waktu lima tahun, wapres bisa mempersiapkan diri. Ada fasilitas branding. Popularitas pasti tinggi. Tinggal naikin elektabilitas dengan program-program pemerintah. Tak perlu keluar duit untuk naikkan citra.

Apalagi jika Jokowi jatuh di tengah jalan. Maka, wapres jadi presiden. Otomatis. Itu perintah undang-undang. Strategis bukan?

Jokowi jatuh? Asumsi kejatuhan itu bisa saja terjadi. Jika dolar terus naik dan ekonomi berantakan, siapapun presidennya bisa jatuh. Ini sekedar berandai-andai. Apa yang terjadi besok, tak ada yang tahu. Itupun kalau Jokowi jadi nyapres dan menang. Boleh jadi Jokowi gak jadi nyapres. Kok bisa?

Jika PDIP dan Golkar kecewa? Gak dapat jatah cawapres, lalu hengkang dari koalisi? Bisa saja terjadi. Masih ada PKB, PPP, Hanura dan Nasdem. PKB terlalu lincah untuk dipegang komitmennya. PPP, masih bisa lirik yang lain. Dua partai sisanya sedang berat-beratnya menghadapi pileg 2019. Mesin partai gak bisa diandalkan dari kedua partai ini. Kecuali mesin media yang dimiliki Nasdem.

Sebelum pilpres 2019 digelar, Jokowi harus menghadapi tekanan dari hampir semua partai pengusung. Masing-masing menyiapkan cawapres. PDIP nawarkan Puan Maharani. Golkar mengajukan Airlangga Hartarto. Mulai ada ancaman jika Airlangga gak diambil jadi cawapres. Oleh siapa, kepada siapa, dan apa ancamannya? Masih opini. PPP pasang nama Romahurmuziy. PKB lincah bermanuver sodorkan nama Muhaimin (Cak Imin). Me dengan ski PKB kelihatan mulai melunak. Tapi, belum tentu juga. Kelincahan Cak Imin untuk menciptakan langkah out of the box punya sejarahnya sendiri. Rhoma Irama dan Mahfilud MD lebih tahu soal ini.

Jokowi mau ambil cawapres yang mana? Posisinya seperti buah simalakama. Ambil yang ini, partai ono marah. Bisa keluar dari koalisi. Ambil yang ono, partai ini teriak. Bingung juga. Ah, mosok Jokowi bingung? Jangan bantah.

Ini salah satu indikator yang buat Jokowi bingung. Saat ini Perindo ajukan yudisial review ke MK agar Jusuf Kalla (JK) bisa jadi cawapres kembali, dampingi Jokowi. Kabarnya, sosok JK akan jadi titik temu kesepakan parpol koalisi. Tapi, PDIP, Nasdem, Hanura dan PPP mendadak protes. Kenapa? Mereka tak ingin jatah cawapres diambil JK. Enak aja, gue yang punya partai, lu yang nikmati. Kira-kira begitu logikanya.

Kabar bahwa JK dianggap faktor pemersatu ternyata rumor. Seandainya benar, situasi politiknya sudah mulai berubah. Sejumlah partai koalisi istana tak legowo jika JK yang diambil jadi cawapres Jokowi.

Ini menunjukkan mulai ada dinamika menarik di istana. Konflik kepentingan untuk ambil jatah cawapres kelihatannya makin menguat. Ego partai mulai muncul jelang pendaftaran makin dekat waktunya. Jika Jokowi salah ambil, bisa jadi petaka. Tak hanya berkurang jumlah dukungan parpol, tapi boleh jadi malah tidak dapat tiket. Begitulah prediksi Fahri Hamzah. Apalagi jika kubu sebrang, pihak koalisi oposisi, mampu menampilkan capres yang potensial bisa kalahkan Jokowi. Kemungkinan akan terjadi hijrah dukungan besar-besaran.

Saat ini ada sejumlah tokoh kubu oposisi yang "dianggap" nyebrang ke kubu Jokowi, seperti Tuan Guru Bajang (TGB), Ali Muchtar Ngabalin dan Kapitra. Karena muncul asumsi, kubu oposisi kisruh dan makin melemah. Tapi, jika kubu oposisi nanti menguat dengan berhasil menghadirkan capres yang potensial, tak menutup kemungkinan akan terjadi hal sebaliknya. Tidak hanya tokoh yang "hijrah" dari kubu Jokowi ke oposisi, tapi juga parpol yang semula pendukung istana, akan balik badan.

Bagaimana nasib TGB, Ali Muchtar Ngabalin, dan Kapitra? Mereka punya hak menentukan ijtihad dan nasib politiknya sendiri, tanpa Anda harus ganggu dan ikut campur. Anda bisa kena delik Pelanggaran HAM.

Suasana politik istana jelang pendaftaran diprediksi akan makin kisruh jika Jokowi tak berhasil memuaskan semua partai pendukungnya.

Ada dua faktor yang potensial jadi penyebab makin kisruhnya istana. Pertama, jika bakal cawapres pilihan Jokowi mengecewakan parpol pendukung. Kedua, kuatnya bakal calon lawan Jokowi di pilpres 2019.

Siapa tokoh yang dianggap sebagai lawan kuat Jokowi di pilpres 2019. Berbasis pada survei, hanya Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo. Elektabilitasnya paling dinamis. Kalau salah satu tokoh ini dapat tiket lawan Jokowi, istana hampir dipastikan makin kisruh.

Penulis: Tony Rosyid

Sumber :Portal Islam 

Gonjang-Ganjing Istana Jelang Pilpres

Gonjang-Ganjing Istana Jelang Pilpres


10Berita, Jika di kubu oposisi Prabowo dianggap sebagai faktor buntunya koalisi, maka di kubu Jokowi, rebutan posisi cawapres jadi problemnya. Masing-masing partai berebut jatah cawapres. Kenapa? Karena, jika Jokowi menang, wapres akan berpeluang jadi capres lima tahun mendatang. Di pilpres 2024. Selama kurun waktu lima tahun, wapres bisa mempersiapkan diri. Ada fasilitas branding. Popularitas pasti tinggi. Tinggal naikin elektabilitas dengan program-program pemerintah. Tak perlu keluar duit untuk naikkan citra.

Apalagi jika Jokowi jatuh di tengah jalan. Maka, wapres jadi presiden. Otomatis. Itu perintah undang-undang. Strategis bukan?

Jokowi jatuh? Asumsi kejatuhan itu bisa saja terjadi. Jika dolar terus naik dan ekonomi berantakan, siapapun presidennya bisa jatuh. Ini sekedar berandai-andai. Apa yang terjadi besok, tak ada yang tahu. Itupun kalau Jokowi jadi nyapres dan menang. Boleh jadi Jokowi gak jadi nyapres. Kok bisa?

Jika PDIP dan Golkar kecewa? Gak dapat jatah cawapres, lalu hengkang dari koalisi? Bisa saja terjadi. Masih ada PKB, PPP, Hanura dan Nasdem. PKB terlalu lincah untuk dipegang komitmennya. PPP, masih bisa lirik yang lain. Dua partai sisanya sedang berat-beratnya menghadapi pileg 2019. Mesin partai gak bisa diandalkan dari kedua partai ini. Kecuali mesin media yang dimiliki Nasdem.

Sebelum pilpres 2019 digelar, Jokowi harus menghadapi tekanan dari hampir semua partai pengusung. Masing-masing menyiapkan cawapres. PDIP nawarkan Puan Maharani. Golkar mengajukan Airlangga Hartarto. Mulai ada ancaman jika Airlangga gak diambil jadi cawapres. Oleh siapa, kepada siapa, dan apa ancamannya? Masih opini. PPP pasang nama Romahurmuziy. PKB lincah bermanuver sodorkan nama Muhaimin (Cak Imin). Me dengan ski PKB kelihatan mulai melunak. Tapi, belum tentu juga. Kelincahan Cak Imin untuk menciptakan langkah out of the box punya sejarahnya sendiri. Rhoma Irama dan Mahfilud MD lebih tahu soal ini.

Jokowi mau ambil cawapres yang mana? Posisinya seperti buah simalakama. Ambil yang ini, partai ono marah. Bisa keluar dari koalisi. Ambil yang ono, partai ini teriak. Bingung juga. Ah, mosok Jokowi bingung? Jangan bantah.

Ini salah satu indikator yang buat Jokowi bingung. Saat ini Perindo ajukan yudisial review ke MK agar Jusuf Kalla (JK) bisa jadi cawapres kembali, dampingi Jokowi. Kabarnya, sosok JK akan jadi titik temu kesepakan parpol koalisi. Tapi, PDIP, Nasdem, Hanura dan PPP mendadak protes. Kenapa? Mereka tak ingin jatah cawapres diambil JK. Enak aja, gue yang punya partai, lu yang nikmati. Kira-kira begitu logikanya.

Kabar bahwa JK dianggap faktor pemersatu ternyata rumor. Seandainya benar, situasi politiknya sudah mulai berubah. Sejumlah partai koalisi istana tak legowo jika JK yang diambil jadi cawapres Jokowi.

Ini menunjukkan mulai ada dinamika menarik di istana. Konflik kepentingan untuk ambil jatah cawapres kelihatannya makin menguat. Ego partai mulai muncul jelang pendaftaran makin dekat waktunya. Jika Jokowi salah ambil, bisa jadi petaka. Tak hanya berkurang jumlah dukungan parpol, tapi boleh jadi malah tidak dapat tiket. Begitulah prediksi Fahri Hamzah. Apalagi jika kubu sebrang, pihak koalisi oposisi, mampu menampilkan capres yang potensial bisa kalahkan Jokowi. Kemungkinan akan terjadi hijrah dukungan besar-besaran.

Saat ini ada sejumlah tokoh kubu oposisi yang "dianggap" nyebrang ke kubu Jokowi, seperti Tuan Guru Bajang (TGB), Ali Muchtar Ngabalin dan Kapitra. Karena muncul asumsi, kubu oposisi kisruh dan makin melemah. Tapi, jika kubu oposisi nanti menguat dengan berhasil menghadirkan capres yang potensial, tak menutup kemungkinan akan terjadi hal sebaliknya. Tidak hanya tokoh yang "hijrah" dari kubu Jokowi ke oposisi, tapi juga parpol yang semula pendukung istana, akan balik badan.

Bagaimana nasib TGB, Ali Muchtar Ngabalin, dan Kapitra? Mereka punya hak menentukan ijtihad dan nasib politiknya sendiri, tanpa Anda harus ganggu dan ikut campur. Anda bisa kena delik Pelanggaran HAM.

Suasana politik istana jelang pendaftaran diprediksi akan makin kisruh jika Jokowi tak berhasil memuaskan semua partai pendukungnya.

Ada dua faktor yang potensial jadi penyebab makin kisruhnya istana. Pertama, jika bakal cawapres pilihan Jokowi mengecewakan parpol pendukung. Kedua, kuatnya bakal calon lawan Jokowi di pilpres 2019.

Siapa tokoh yang dianggap sebagai lawan kuat Jokowi di pilpres 2019. Berbasis pada survei, hanya Anies Baswedan dan Gatot Nurmantyo. Elektabilitasnya paling dinamis. Kalau salah satu tokoh ini dapat tiket lawan Jokowi, istana hampir dipastikan makin kisruh.

Penulis: Tony Rosyid

Sumber :Portal Islam 

Laskar FPI GERUDUK Rumah Mardani Ali Sera. ADA APA?

Laskar FPI GERUDUK Rumah Mardani Ali Sera. ADA APA?


10Berita, Selepas kabar pelemparan bom molotov Kamis dinihari, 19 Juli 2018 ke kediaman Mardani Ali Sera, laskar Front Pembela Islam (FPI) nampak menggeruduk rumah tokoh PKS tersebut. Ada apa?

Ternyata, kehadiran laskar FPI tersebut disebut-sebut karena para laskar membantu menjaga keamanan rumah Mardani.

Para laskar berpakaian putih tersebut mulai hadir berjaga sejak Jumat malam, 20 Juli 2018.

Sejak Kamis, aparat Kepolisian dan TNI memang nampak berjaga di kediaman Mardani Ali Sera di Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

Menurut menantu Mardani, Wijaya, penjagaan oleh aparat mulai dilakukan sejak Kamis malam. Ada sekitar enam orang aparat gabungan berjaga sampai pagi.

Wijaya mengatakan, setelah kejadian itu masih ada rasa khawatir akan adanya teror susulan. Namun, kekhawatiran bisa menurun setelah adanya pengamanan dari rekan-rekan, termasuk laskar FPI.

"Ada teman-teman juga ikut menjaga bersama aparat kepolisian," ujar Wijaya.

Wijaya, adalah seorang saksi dalam kasus pelemparan bom molotov ini. Dia sudah diperiksa oleh polisi bersama satu petugas keamanan, dan asisten rumah tangga dan diminta tidak memberikan keterangan yang spekulatif.

"Saya juga dipesankan agar tidak memberikan keterangan yang spekulatif," ujar dia.

Rumah Mardani Ali Sera dilempar bom molotov pada Kamis dinihari. Dari lokasi polisi menemukan dua bom molotov, satu sudah dalam kondisi pecah, dan satu lagi masih utuh. Adapun botol yang dipakai adalah botoh bekas sirup yang diisi bahan bakar minyak, dan diberikan sumbu dari kain.

Sumber :Portal Islam 

Laskar FPI GERUDUK Rumah Mardani Ali Sera. ADA APA?

Laskar FPI GERUDUK Rumah Mardani Ali Sera. ADA APA?


10Berita, Selepas kabar pelemparan bom molotov Kamis dinihari, 19 Juli 2018 ke kediaman Mardani Ali Sera, laskar Front Pembela Islam (FPI) nampak menggeruduk rumah tokoh PKS tersebut. Ada apa?

Ternyata, kehadiran laskar FPI tersebut disebut-sebut karena para laskar membantu menjaga keamanan rumah Mardani.

Para laskar berpakaian putih tersebut mulai hadir berjaga sejak Jumat malam, 20 Juli 2018.

Sejak Kamis, aparat Kepolisian dan TNI memang nampak berjaga di kediaman Mardani Ali Sera di Jatimakmur, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.

Menurut menantu Mardani, Wijaya, penjagaan oleh aparat mulai dilakukan sejak Kamis malam. Ada sekitar enam orang aparat gabungan berjaga sampai pagi.

Wijaya mengatakan, setelah kejadian itu masih ada rasa khawatir akan adanya teror susulan. Namun, kekhawatiran bisa menurun setelah adanya pengamanan dari rekan-rekan, termasuk laskar FPI.

"Ada teman-teman juga ikut menjaga bersama aparat kepolisian," ujar Wijaya.

Wijaya, adalah seorang saksi dalam kasus pelemparan bom molotov ini. Dia sudah diperiksa oleh polisi bersama satu petugas keamanan, dan asisten rumah tangga dan diminta tidak memberikan keterangan yang spekulatif.

"Saya juga dipesankan agar tidak memberikan keterangan yang spekulatif," ujar dia.

Rumah Mardani Ali Sera dilempar bom molotov pada Kamis dinihari. Dari lokasi polisi menemukan dua bom molotov, satu sudah dalam kondisi pecah, dan satu lagi masih utuh. Adapun botol yang dipakai adalah botoh bekas sirup yang diisi bahan bakar minyak, dan diberikan sumbu dari kain.

Sumber :Portal Islam 

Sebelum Mobilnya Diledakkan, Neno Warisman Ungkap Pria Berseragam Mencari Rumahnya

Sebelum Mobilnya Diledakkan, Neno Warisman Ungkap Pria Berseragam Mencari Rumahnya


10Berita, Mobil Deklarator Nasional Gerakan #2019GantiPresiden Neno Warisman diduga diledakkan orang tak dikenal di depan rumahnya sendiri di daerah Depok, Jawa Barat pada pukul 24.00 WIB Kamis (19/07) malam.

“Iya. Memang mobil itu terbakar pukul 24.00. Jam 22.00 itu diparkir oleh sopir, Beliau itu teliti orangnya. Dia merawat dengan baik. Nah, sekitar jam 24.00, tetangga itu melihat mendengar dan mencium. Saksi bilang apinya itu, langsung dia lihat apinya sudah besar,” ujar Neno Warisman, Sabtu (21/07/2018) pagi, dikutip dari Liputan6.com

Neno Warisman mengatakan sebelum mobilnya terbakar, ada orang yang mencari-cari rumahnya.

“Dari laporan satpam sepekan ini ada orang berseragam sepekan belakang yang mencari rumah saya,” pungkas Neno Warisman, Sabtu (21/07) dikutip dari CNN.

Neno Warisman mengungkapkan dirinya memiliki dua rumah di satu kawasan yang sama. Alamat yang dikerap ditanya orang tersebut adalah alamat rumah yang tidak berpenghuni.

“Satpam bilang ada yang menanyakan rumah saya yang datang jam satu malam. Rumah saya yang satu itu kosong,” tuturnya.

Neno Warisman menceritakan secara detail, pada Kamis (18/07) malam, Ia mendapat telepon dari anaknya. Dengan nada ketakutan, anaknya mengatakan telah mendengar ledakan dari mobil yang sedang diparkir di seberang rumah.

Saat kejadian, Neno Warisman mengaku sedang tidak berada di rumah. Dia saat itu sedang bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di daerah Matraman, Jakarta Timur.

“Yah, namanya anak-anak pasti ketakutan. Saat itu saya lagi bertemu dengan Pak Sandi di Sekber,” tandasnya.

Sumber : panjimas.com

Mengerikan! Inikah Yang Bakal Terjadi Jika Jokowi Berkuasa Lagi?

Mengerikan! Inikah Yang Bakal Terjadi Jika Jokowi Berkuasa Lagi?

10Berita, Deadline pendaftaran Capres Cawapres 2019 kurang dua puluh hari lagi, tapi baik kubu Jokowi maupun oposisi belum menemukan pasangan yang sesuai.

Jokowi (Sumber: kaskus)

Dari kubu petahana masalahnya adalah kesulitan dalam menentukan Cawapres, karena hampir semua partai pengusungh yang mempunyai suara signifikan mengajukan Ketumnya sebagai Cawapres, seperti Golkar dengan Airlangga Hartarto, PPP dengan Romahurmuzy lalu yang terakhir PKB dengan Muhaimin Iskandar.

Sedang oposisi lebih pelik. Bukan hanya menentukan Cawapres, koalisi utama Gerindra - PKS bisa terancam pecah kongsi jika Calon PKS tidak jadi disetujui. Kondisi itu ditambah lagi dengan berbaliknya salah satu ikon oposisi, TGB Zainul Majdi mendukung Jokowi.

Melihat peta koalisi, elektabilitas dan kesolidan saat ini sepertinya petahana sedikit di atas angin untuk kembali ke singgasana dibanding rivalnya. Sayangnya jika hal itu terjadi, kemungkinan - kemungkinan buruk dapat menimpa negeri ini. Hal itu disampaikan oleh ekonom Ichsanuddin Noorsy dihotel Ibis, Jakarta Pusat (rmol.co, 14/7).

Rasio Utang Presiden RI (Sumber: detik.com)

Saat ini menurut Noorsy (rmol.co, 14/7) jika melihat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015 - 2019 yang tertuang dalam Perpres Nomor 2 Tahun 2015, banyak indikator - indikator pembangunan yang tidak tercapai.

Paket Kebijakan Jokowi (Sumber: mongabay.co.id)

Lalu ia menambahkan jika Jokowi terpilih lagi maka dikhawatirkan sosial distrust meningkat berlanjut pada sosial disorder dan sosial disobedience (rmol.co, 14/7).

Sosial disorder adalah suatu kondisi dimana ada fungsi - fungsi sosial yang tidak berjalan semestinya. Sedang sosial disobedience adalah di mana masyarakat tidak lagi patuh pada tatanan atau hukum yang berlaku.

Benarkah kondisinya akan separah itu? Ah, semoga saja tidak...I].

Sumber :UC News 

Saudi tolak undang-undang 'Negara Bangsa Yahudi'

Saudi tolak undang-undang 'Negara Bangsa Yahudi'

10Berita, RIYADH – Arab Saudi menyatakan penolakannya dan mencela undang-undang baru yang kontroversial “Negara Bangsa Yahudi” yang disahkan oleh Knesset “Israel” pada Kamis (19/7/2018).

Sumber senior di kementerian luar negeri Saudi mengatakan bahwa hal ini bertentangan dengan ketentuan hukum internasional, prinsip-prinsip legitimasi internasional, prinsip-prinsip hak asasi manusia, dan itu akan mengganggu upaya internasional untuk menemukan penyelesaian damai terhadap konflik Palestina-“Israel”, sebagaimana dilaporkan oleh Saudi press Agency.

Sumber tersebut meminta komunitas internasional untuk memikul tanggung jawabnya dan untuk menghadapi hukum ini atau upaya “Israel” yang bertujuan untuk mengekalkan diskriminasi rasial terhadap rakyat Palestina dan menghapuskan identitas nasional mereka dan merusak hak-hak mereka yang sah.

Undang-undang yang disahkan dalam debat panas pada Kamis dengan 62 anggota parlemen memberikan suara mendukung dari 120, didedikasikan untuk apa yang dikatakan anggota parlemen Arab di Knesset, sebagai landasan untuk sistem apartheid.

(fath/)

Sumber : arrahmah.com

PETRAL Sudah BUBAR, Subsidi SUDAH DICABUT, Pertamina Tetap RUGI, LetJen (Purn) Suryo Prabowo: Ini Kan = BOHONG & NIPU!

PETRAL Sudah BUBAR, Subsidi SUDAH DICABUT, Pertamina Tetap RUGI, LetJen (Purn) Suryo Prabowo: Ini Kan = BOHONG & NIPU!


10Berita,   Kabar akan dilakukannya pelepasan asset Pertamina kepada pihak swasta seperti yang tertuang dalam surat  yang ditandatangani Menteri BUMN akhir Juni lalu telah memicu kontroversi publik.

Setidaknya ada empat langkah yang disetujui Rini melalui surat tersebut. Keempat langkah itu ialah share-down aset-aset hulu selektif, spin-off Unit Bisnis IV Cilacap dan Unit Bisnis RU V Balikpapan, melakukan investasi tambahan dalam memperluas jaringan penjualan bahan bakar minyak (BBM), serta meninjau ulang kebijakan perusahaan yang dirasa bakal berdampak. 

Dalam keterangannya kepada media, Kamis, 19 Juli 2018, pengamat bidang energi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Fahmy Radhi mengatakan, aksi korporasi untuk share down aset seperti yang tertera dalam surat Rini memang penjualan sebagian saham kepada swasta, tetapi dibatasi maksimal 39 persen. Sedangkan spin off lebih kepada penggabungan anak-anak perusahaan. 

Hal ini perlu dilakukan mengingat saat ini Pertamina tengah berjuang menghadapi kondisi keuangan yang tidak menggembirakan. 

Mengacu pada laporan keuangan perseroan dua tahun terakhir, misalnya, laba bersih yang berhasil dibukukan memang menyusut. Di sepanjang Januari-September 2017, Pertamina hanya mencatatkan laba bersih sebesar 1,99 miliar dolar AS. Padahal pada periode yang sama di tahun sebelumnya, laba bersih yang mereka raup tercatat 2,83 miliar dolar AS atau turun 29,6 persen.

Kocar kacirnya laba Pertamina ini tak terlepas dari beban operasional yang diberikan pemerintah kepada Pertamina. Sejumlah beban operasional yang dimaksud ialah permintaan untuk tidak menaikkan harga BBM jenis premium dan solar di tengah tren harga minyak yang terus meningkat, penugasan pendistribusian BBM PSO (public service obligation), serta penugasan untuk menyediakan BBM satu harga di seluruh wilayah Indonesia. 

Kondisi Pertamina ini pun mendapat perhatian serius dari Mantan Kepala Staf Umum TNI, LetJend Suryo Prabowo.

"katanya petral bubar kita untung Rp 250 milyar/hari, subsidi BBM dicabut Pertamina makin sehat, tapi udah jalan 4 tahun koq asetnya malah mau dijual ?

ini kan = BOHONG & NIPU@KemenBUMN @pertamina," cuitnya melalui akun @marierteman.

katanya petral bubar kita untung Rp 250 milyar/hari, subsidi BBM dicabut Pertamina makin sehat, tapi udah jalan 4 tahun koq asetnya malah mau dijual ?

ini kan = BOHONG & NIPU@KemenBUMN @pertamina

— J.S. Prabowo (@marierteman) July 21, 2018

Berikut tanggapan warganet lainnya.

Ketika pr buzzer penguasa membangun narasi Petral ditutup dan mafianya disikat, justru kebohongan mereka dibongkar seketika.

Org yg slm ini menjadi terduga mafia petral hadir dihadapan presiden.

Dan parahnya, mantan dirut Petral jd nominasi dirut @pertamina

— FERDINAND HUTAHAEAN (@LawanPoLitikJKW) July 21, 2018

Nipu sudah jadi trademark nya. Maklumi saja. Yg penting #2019GantiPresiden. Akhiri rezim penipu !

— RomelaH (@Romelah_mel) July 21, 2018

hehehe terus ga tau malu lagi minta 2 peroide, ga nyadar kemampuan pas pas an, otak pas pas an .., mendingan balik lagi aja jualan mebel ga nyusahin rakyat

— papanya fadel (@papanyafadel) July 21, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM