OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 27 Juli 2018

DUH APES!! Gara-Gara Ahoker, Caleg PSI Di-Sledding Admin Wikipedia

DUH APES!! Gara-Gara Ahoker, Caleg PSI Di-Sledding Admin Wikipedia


10Berita,   Agar dikenal publik, berbagai cara dilakukan para calon anggota legislatif yang akan bertarung pada pemilu legislatif tahun 2019 mendatang. Salah satu cara yang dulu dianggap ampuh adalah dengan memasang berbagai baliho dan banner dengan foto caleg yang dibuat semenarik mungkin.

Namun pada era digital seperti saat ini, cara tersebut dianggap kurang efektif bila tak dibarengi penampilan wajah di ruang maya dalam bentuk situs pribadi yang memudahkan banyak warga mengakses data mengenai caleg tersebut. Merawat sebuah situs pribadi, terbilang tidak murah. Apalagi para caleg harus rajin melakukan pembaruan.

Untuk itu seorang pendukung Jokowi Ahok menawarkan diri untuk membantu para caleg mempromosikan diri mereka. Seraya mengunggah foto artikel wikipedia yang berisi profil seorang caleg asal Partai Solidaritas Indonesia.

Caleg2 yg mrs pny track record keren, URUS online presence kalian. Kl ga bisa punya situs pribadi, minimal artikel Wikipedia.

Mau dibuatin? Kirim CV. Saya&teman2 bikinin GRATIS, dgn syarat penuhi syarat kelayakan dan tulisannya wajib netral

PS: Caleg partai oposisi juga bole pic.twitter.com/FVUiN6B2tG

— ig: hariadhinih (@hariadhi) July 19, 2018


Gayung bersambut. Tanggal 21 Juli 2018, sebuah akun yang menamakan diri @TemanKokok bercuit sembari melekatkan tautan profil Kokok Herdhianto Dirgantoro, seorang kader PSI, yang berada pada situs gratis wikipedia.

Siapa itu Kokok Herdhianto Dirgantoro?

Silahkan dibaca, syukur kalau mau jadi teman Kokok. Banyak teman itu baik 😍https://t.co/GSjXGAD0x6

— #TemanKokok (@TemanKokok) July 21, 2018


Tak diduga, aksi tersebut menjadi perhatian pihak wikipedia Indonesia yang akhirnya melalui akun twitter resmi mereka dengan tegas meminta para caleg tidak menggunakan wikipedia sebagai sarana kampanye.

Bagi para caleg yang membaca twit ini:

Mohon untuk tidak menggunakan Wikipedia sebagai tempat untuk mencari dukungan. Silakan gunakan medium lain untuk berkampanye.

Wikipedia adalah wadah untuk pengetahuan, bukan berpolitik.

Salam.

— Wikipedia bahasa Indonesia (@idwiki) July 22, 2018


Berikut komentari netizen.

— demagog (@demagog_inc) July 26, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Sudah Jadi Menteri, Kenapa Nyaleg Lagi?

Sudah Jadi Menteri, Kenapa Nyaleg Lagi?

10Berita – Ada beberapa menteri dalam Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang nyaleg pada Pemilu 2019 mendatang. Sudah seharusnya pimpinan parpol yang kadernya telah menjadi menteri mengikhlaskan yang bersangkutan untuk tetap konsentrasi menjadi menteri dan jangan diminta menjadi caleg.

Menurut pakar hukum tata negara, Refly Harun, adanya menteri yang terjun menjadi caleg merupakan bentuk kekeliruan paradigmatik.

“Kenapa? Ini sistem pemerintahan presidensial bukan parlementer. Dalam parlementer, menteri memang harus nyaleg. Kenapa? Karena dia harus menguasai mayoritas parlemen untuk pemerintah. Karena itu menteri-menteri harus nyaleg karena kan sistem pemerintahan parlementer, parliemantary government. Tapi ini sistem pemerintahan presidensil. Dia sudah jadi menteri ngapain dia nyaleg?” jelasnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/7).

Refly menilai ada dua alasan para menteri menjadi caleg. Pertama takut tak akan diangkat menjadi menteri pada pemerintahan berikutnya, dan kedua parpol yang bersangkutan membutuhkan menteri ini untuk meningkatkan perolehan suara.

“Makanya harusnya partai politik yang kadernya jadi menteri itu sudahlah relakan, diwakafkan istilahnya. Iya kan. Mestinya begitu. Dia sudah bekerja demi kepentingan bangsa dan negara. Sudah diwakafkan saja. Cari kader-kader yang lain,” sarannya.

“Ini kan enggak. Bahkan ketua umumnya sendiri jadi menteri atau elite-elitenya jadi menteri. Jadi diwakafkan. Cari kader yang lain. Barulah bernegara kita benar,” lanjutnya.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Jika para menteri terjun menjadi caleg, maka waktunya akan terbagi untuk kampanye. Ini dikhawatirkan menurunkan kinerja yang bersangkutan.

“Coba bayangkan ini sembilan bulan menuju Pemilu sudah gonjang ganjing enggak karuan. Menteri-menteri ini kan pasti akan berkampanye. Enggak mungkin akan diam saja. Apalagi beban dia sebagai vote getter itu tinggi. Dia kan tidak hanya untuk dirinya sendiri. Bila perlu ia menolong partainya untuk mendapatkan lebih dari satu kursi,” katanya. (mdk)

Sumber : Eramuslim

Bantah Isu Nyebrang ke Sebelah, HNW; Prinsip PKS Ganti Presiden 2019

Bantah Isu Nyebrang ke Sebelah, HNW; Prinsip PKS Ganti Presiden 2019

10Berita – Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid menepis tudingan jika PKS akan menyeberang ke koalisi Presiden Joko Widodo.

Sanggahannya tersebut menyusul kemungkinan besar Partai Demokrat akan merapat ke kubu Prabowo Subianto.

Wakil Ketua MPR imengatakan jika sampai hari ini PKS tetap pada prinsip ‘2019 Ganti Presiden’.

Itu membuktikan jika PKS tetap pada pendiriannya.

“Secara prinsip sampai hari ini adalah 2019 Ganti Presiden,” ucap Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (27/7).

Dia juga tidak menampik jika segala kemungkinan masih bisa terjadi sebelum batas terakhir pendaftaran capres cawapres yakni 10 Agustus 2018.

“Jadi karenanya apakah kemudian nanti PKS akan membentuk poros ketiga itu juga masih terbuka. Sebelum ada penutupan atau kami nanti memang tetap bersama Pak Prabowo, itu juga terbuka sebelum kemudian didaftarkan dan sebelum tanggal 10 lewat ke tanggal 11 maka segala kemungkinan masih bisa terjadi,” ujarnya. (tn)

Sumber :Eramuslim 

Telak! Ahokers Klaim Revitalisasi Lapangan Banteng Hasil Karya Ahok, Sri Mulyani Membantah

Telak! Ahokers Klaim Revitalisasi Lapangan Banteng Hasil Karya Ahok, Sri Mulyani Membantah

Referensi pihak ketiga

10Berita - Assalamualaikum sahabat UCers, bersyukur kepada Allah dengan ucapan Alhamdulillah. Kali ini Nuansa Islam Indonesia akan berbagi artikel mengenai klaim pendukung ahok atas revitalisasi lapangan banteng. Sebelum membaca isi artikel besar harapan mohon (+ikuti) chanel ini, terima kasih.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan baru saja meresmikan Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu malam 25 Juli 2018. Dalam acara ini ternyata dihadiri juga oleh massa pendukung mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mereka menempati tribun sisi kiri sambil membawa spanduk besar yang berisi ucapan terima kasih yang ditujukan untuk Ahok-Djarot. Spanduk tersebut bertuliskan 'Terima Kasih Basuki-Djarot atas karya revitalisasi ruang terbuka hijau Lapangan Banteng'. Massa ini pun histeris dan meneriakkan nama Ahok. "Ahok, Ahok, Ahok. Terima kasih Ahok," teriak para relawan Ahok di sela-sela acara. (Dilansir dari viva.com 27/7/2018)

Kabar kalapnya Ahoker pada peresmian revitalisasi Lapangan Banteng membuat warga kembali mengelus dada. Ternyata luka akibat kekalahan belum juga sembuh.

Namun benarkah Revitalisasi Lapangan Banteng adalah hasil karya Ahok? Hal ini dijawab dan dibantah langsung oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Referensi pihak ketiga

Seperti dilansir dari portalislam.com (27/7/2018) Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap, revitalisasi Lapangan Banteng adalah realisasi janji Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno kepada dirinya.

Hal ini diungkap Menkeu saat Sandiaga memamerkan perkembangan revitalisasi Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, kepada dirinya, 7 Mei 2018 lalu.

Sri Mulyani mengatakan proyek revitaliasi Lapangan Banteng memang permintaan dirinya kepada Sandi. Sebab, saat itu dirinya mengaku sudah tak bisa menikmati keindahan Lapangan Banteng yang berada tak jauh dari kantornya.

"Terus kami tanya, 'saya atau Pak Sandi yang mau benerin?' Pak Sandi bilang 'I will take over it.' Kemudian janji nanti kalau sudah bagus akan ditunjukkan ke saya," ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani pun mengapresiasi kemajuan revitalisasi Lapangan Banteng yang terbilang cepat.

Sementara ketika dimintai keterangan oleh wartawan Wagub DKI Sandiaga Uno menjelaskan, revitalisasi Lapangan Banteng adalah upaya menjawab tantangan yang diberikan oleh Sri Mulyani di awal dirinya menjabat sebagai wakil gubernur.

Sandi juga mengungkapkan proyek revitalisasi tersebut mampu menghasilkan 700 lapangan pekerjaan.

Referensi pihak ketiga

Revitalisasi Lapangan Banteng menghadirkan sejumlah fasilitas baru yang bisa dinikmati masyarakat, mulai dari ruang olahraga, taman bermain anak, hingga pertunjukkan air mancur menari.

Sumber : UC News 
 

 

 

 

Natalius Pigai: PDIP Jangan Jual Kasus HAM Untuk Kepentingan Politik

Natalius Pigai: PDIP Jangan Jual Kasus HAM Untuk Kepentingan Politik


10Berita, Pasca pertemuan SBY-Prabowo, tiba-tiba soal HAM kembali mengemuka. Setelah sebelumnya Prabowo yang diungkit kembali kasus penculikan, kini SBY disasar.

PDIP dikabarkan segera membuat surat resmi guna melaporkan dugaan pelanggaran HAM di masa lalu. Hal itu disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto setelah mendatangi kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM (Komnas HAM) di Jakarta, Kamis kemarin (26/7/2018).

Hasto menjelaskan, kasus yang akan dilaporkan tidak hanya kasus kasus 27 Juli, tapi juga kasus Semanggi, Trisakti dan Tanjung Priok.

Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai menilai langkah partai penguasa itu untuk kepentingan poltik sesaat.

"Selama PDIP pimpin negara ini ke mana saja? Dari dulu Komnas HAM selalu minta pemerintah agar menyelesaikan semua kasus pelanggaran HAM dan membangun Indonesia berbasis HAM, tetapi Jokowi tolak terus, PDIP tuli dan bisu," ujar Natalius Pigai, Jumat (27/8/2018), seperti dilansir kantor berita RMOL.

"Giliran politik baru berteriak kencang. Karena itu saya tegaskan PDIP jangan jual kasus-kasus HAM untuk kepentingan politik sesaat," tegasnya menambahkan.

Menurut Natalius Pigai, kemanusiaan bukan untuk alat permainan politik tetapi persoalan artifisial tentang noda hitam bangsa atau memori penderitaan bangsa.

"PDIP dan Jokowi makin kelihatan sebagai partai dan pemimpin pragmatis bukan partai ideologis dan pemimpin negarawan," tutupnya. []

Sumber : Rmol,

Dituduh Mengklaim Lapangan Banteng, Ternyata Begini Pidato Asli Anies Baswedan

Dituduh Mengklaim Lapangan Banteng, Ternyata Begini Pidato Asli Anies Baswedan


10Berita, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dituduh mengklaim Renovasi Lapangan Banteng. Tuduhan itu didasarkan pada potongan video pidatonya.

Padahal, kalimat utuh dari Anies Baswedan tidaklah mengkalim renovasi itu namun menyampaikan apresiasi kepada pihak yang merancang dan menyiapkan grand design lapangan tersebut yakni Yoni Antar.

Berikut ini isi pidato Anies Baswedan di Lapangan Banteng, Rabu (25/7/2018) lalu:

Yang saya hormati, Sekda DKI Jakarta dan seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta, para pejabat yang mewakili Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR, Kementerian LHK, Kementerian Pariwisata.

Yang saya hormati, Direktur Sinarmas Land Bapak Michael Wijaya, yang saya hormati pembangun pagar lapangan olahraga Bapak Rahardi Santoso, Direktur PT Rekso Nasional Food.

Yang saya hormati juga, keluarga yang mewakili para kreator yang karyanya masih tegak berada di Lapangan Banteng ini, keluarga Henk Ngantung, keluarga Bapak Edi Sunarso, Keluarga Bapak Agus Bimara, keluarga Bapak Rosdi Husein, dan yang juga perlu secara khusus kita beri apresiasi yang merancang dan menyiapkan grand design dari nol, Bapak Yori Antar.

Alhamdulillah proses perancangan ini telah berjalan dengan baik dan kita sama-sama pada malam ini menyaksikan Lapangan Banteng sebagai lapangan bersejarah kembali ditata. Kita tahu lapangan ini memiliki sejarah yang panjang.

Mulai dari 1632, ketika itu disebut sebagai Lapangan Paviliun. Lalu sesudah Perang Napoleon, Jerman, Inggris menjadi Lapangan Singa, dan sejak kemerdekaan menjadi Lapangan Banteng.

Pemanfaatannya pun bervariasi. Tadi saya sempat mendengar dari Bapak Yori bagaimana proses, bagaimana inovasi, kreasi dilakukan di sini.

Harapannya tempat ini bukan sekadar tempat yang mempesona karena rancangannya baik. Yang lebih penting lagi adalah rancangannya memungkinkan warga berinteraksi bersama di tempat ini.

Dengan begitu, tempat ini jadi tempat di mana warga bisa berinteraksi, warga bisa melakukan kegiatan bersama, dan saya percaya dengan rancangan yang disusun Pak Yori Antar, kegiatan seperti kegiatan olahraga, kegiatan seni, kegiatan budaya, semuanya dapat dilakukan di sini.

Kita semua berharap Lapangan Banteng jadi salah satu ikon utama di Jakarta dan Indonesia. Karena ini adalah salah satu lapangan paling bersejarah di tempat ini.

Dua lapangan yang dirancang sudah agak panjang dan di setiap zaman dirancang sesuai kebutuhannya. Bahkan pernah tempat ini dijadikan sebagai terminal bus untuk bus rute ke Priok, Blok M, Senen. Jadi ini adalah tempat di mana masing-masing era punya pemanfaatan yang beda-beda.

Karena itu, izinkan juga kita melihat ini sebagai sebuah keberlanjutan yang mungkin juga satu saat nanti, bertahun-tahun ke depan, puluhan tahun ke depan mereka pun akan menengok kembali ke era ini sebagaimana kita menengok ke masa lalu ketika lapangan banteng dirancang di masanya.

Di tempat ini, merupakan simbol dari sebuah perjuangan. Kita berharap perjuangan yang pernah ditorehkan anak muda di zamannya bisa kita ulang.

Ada sebuah kalimat yang dipertahankan di sana, kalimat yang diucapkan Zainal Abidin Sah, Gubernur Irian Barat, 10 November '56. Di sana dikatakan bahwa 'kita semua mengetahui kemerdekaan Tanah Air belum sempurna ketika Irian Barat, sebagian wilayah tanah air masih berada di penjajahan. Di sana masih menetap penjajah impresionalisme Belanda sehingga sebagian dari saudara bangsa kita di sana masih ada di bawah rantai belenggu'.

Semoga ini jadi inspirasi bahwa kita punya kesetaraan, kesempatan sebagaimana kita membebaskan saudara-saudara kita di Papua tahun '60-an.

Saya sekali lagi menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang sudah bekerja, yang sudah menghibahkan waktu, pikiran, tenaga untuk menghasilkan Lapangan Banteng yang saat ini jadi kebanggaan warga Jakarta dan bagi Bangsa Indonesia.

Izinkan saya mengakhiri dengan mengucapkan bismillahirahmanirahim, pada hari ini, Rabu tanggal 25 Juli 2018, penataan kembali Lapangan Banteng secara resmi dinyatakan tuntas. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sumber :Portal Islam 

Dr. Tony Rosyid: Kenapa Harus Anies?

Dr. Tony Rosyid: Kenapa Harus Anies?


10Berita – Anies dianggap fenomenal. Mirip Jokowi di tahun 2012 saat cagub DKI. Hanya saja, Anies lebih alami dan track recordnya lebih terukur. Rektor, menteri dan gubernur. Banyak pihak yang mengapresiasi kerja dan prestasi Anies ketika menduduki tiga jabatan itu.

Jika Jokowi di 2012 dianggap sebagai antitesa Fauzi Bowo yang terkesan elitis, maka Anies, Inisiator _Indonesia Mengajar_ ini dikenal publik sebagai antitesa Jokowi. Pidato Anies tentang _pribumi_ seolah menjadi kekuatan dan pilihan nasionalismenya. Ini posisi yang dipahami oleh publik berbeda, bahkan berseberangan dengan Jokowi yang cenderung diasumsikan pro Asing dan Aseng.

Penyegelan Reklamasi beberapa waktu lalu dianggap sebagai salah satu bentuk konsistensi Anies atas narasinya tentang _pribumi_. Reklamasi adalah proyek berbau Aseng dengan semua proses hukum yang teebukti sarat manipulasi. Karenanya, proyek raksasa ini ditutup.

Anies semakin jelas posisinya sebagai ancaman bagi Jokowi ketika mengalami sejumlah sikap _tidak elegan_ dari sekelompok orang yang diduga identitasnya sebagai para pendukung Jokowi. Mulai dari teriakan di pesta pernikahan putri Jokowi, penghadangan di GBK, sampai seruan _huuuu_ di istana Bogor.

Puncaknya, lahir PP No 32 Tahun 2018 tentang syarat adanya izin presiden bagi kepala daerah (termasuk gubernur) yang ingin maju jadi capres atau cawapres. Terbit hanya beberapa minggu sebelum pendaftaran. Publik memandang, ini upaya nyata penjegalan terhadap Anies.

Anies berpotensi mengancam posisi Jokowi di pilpres 2019. Sejarah Jokowi nyapres saat menjabat gubernur DKI 2014 seolah memberi jalan lapang buat Anies untuk nyapres.

Apakah Anies akan nyapres di 2019 ini? Anies ingin fokus selesaikan tugas di Jakarta. Tapi, ada dorongan sedemikian kuat dari sejumlah ulama, akademisi dan aktivis yang menginginkan Anies maju di pilpres 2019.

Sejumlah deklarasi di berbagai wilayah untuk dukung Anies nyapres adalah bukti adanya dorongan kuat itu. Fenomenannya mirip Jokowi di 2014. Jika kader PDIP membuat narasi _Megawati Ketuaku, Jokowi Presidenku_, maka para ulama, akademisi dan aktivis itu menyuarakan _Prabowo Pahlawanku, Anies Presidenku_

Kenapa harus Anies? Sebab, Anies dianggap sebagai jawaban alternatif terhadap kekecewaan rakyat terhadap Jokowi. Hanya 44,10% yang menginginkan Jokowi lanjut. 47,90% ingin presiden baru. Jauh lebih banyak.

Pertama, komitmen Anies untuk mengangkat martabat pribumi dalam program DKI, khususnya terkait Pasar tanah Abang, Abang Becak dan Tukang Ojek di Jl. Tamrin dipandang sebagai harapan kembalinya keberpihakan terhadap orang-orang kecil yang selama ini terpinggirkan secara struktural. Ini sesuatu yang nampaknya remeh. Tapi, semangatnya memilih untuk bersama dengan kepentingan _wong cilik_ tidak bisa dipandang sebagai sesuatu yang kecil.

Contoh besarnya adalah penutupan reklamasi. Ini adalah bentuk nyata pembelaan terhadap para nelayan sebagai representasi masyarakat miskin dan pinggiran. Ini keputusan spektakuler karena _high’ risk_. Langsung berhadap-hadapan tidak saja dengan taipan, tapi juga dengan penguasa.

Kedua, soal komitmen hukum. Anies adalah sosok yang dalam mengambil setiap keputusan mendasarkan kepada hukum yang berlaku. Karena itu, Anies tak ada beban masa lalu, karena semuanya dilakukan dalam koridor hukum.

Rahasia dibalik keberhasilan Anies menghentikan Alexis dan menutup reklamasi, adalah karena keduanya sarat pelanggaran hukum. Penutupan sebagai langkah penegakan hukum yang selama ini tumpul terhadap orang-orang berduit yang punya akses kekuasaan.

Di sisi lain, penguasa saat ini “dikesankan” represif dan “diduga” menggunakan hukum sebagai alat mematikan lawan-lawan politiknya. Istilah kriminalisasi menjadi sangat populer di era kepemimpinan sekarang.

Status WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK yang didapat oleh Pemprov DKI dalam enam bulan pasca pelantikan Anies adalah bukti nyata adanya komitmen hukum Anies. Di era Jokowi, Ahok dan Djarot, Pemprov DKI belum pernah mendapatkan status WTP.

Ketiga, Anies diasosiakan publik sebagai sosok yang smart. Baik konsep, narasi maupun kinerjanya. Identifikasi ini tidak melekat di diri Jokowi. Dalam konteks pendidikan, Anies lulusan S3 dengan gelar doktor, dan Jokowi lulusan S1 jurusan kehutanan. Tapi, bukan semata-mata faktor pendidikan seseorang teridentifikasi _smart_. Namun, pendidikan, selain pengalaman, memberi kontribusi signifikan terhadap kamampuan seseorang memimpin. Perbedaan ini bisa dibayangkan ketika ada debat antara Jokowi vs Anies di pilpres nanti.

Keempat, kesantunan dan sikap _humble_ sebagai pola komunikasi politik Anies diprediksi mampu meredam konflik rakyat yang berlarut-larut selama ini. Dari 40-an% yang tidak memilih Anies di Pilgub DKI 2017, hanya tersisa 5-6 persen yang belum menerima kepemimpinan Anies. Ini bukti kemampuan Anies dalam komunikasi politik. Kemampuan Anies menyapa dan mengajak bicara lawan politik menjadi faktor penting untuk menyatukan keterbelahan sosial yang selama ini terjadi.

Setidaknya, empat faktor ini yang membuat panggung Anies semakin efektif dan mampu menjadi faktor magnetik rakyat mengapresiasi. Apresiasi itu bisa dilihat dari hasil survei. Median hanya mengangkat tiga sosok potensial untuk nyapres, yaitu Jokowi, Prabowo dan Anies.

Anies benar-benar akan jadi alternatif jika Prabowo tak mendapatkan tiket partai untuk maju. Suara Gerindra tak cukup. Sementara, belum ada tanda-tanda keseriusan partai yang bersedia koalisi jika calonnya masih tetap Prabowo. Di tengah kebuntuan koalisi ini, Anies paling potensial jadi alternatif. Prediksi survei, hanya Anies yang diprediksi paling berpotensi dan berpeluang jadi lawan seimbang Jokowi. Tidak yang lain.

Jakarta, 27/7/2018 []

*Penulis: Dr. Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Sumber : teropongsenayan

Akun Twitter Habiburokhman Kena Suspend, Menkominfo NGELES: Bukan dari Pemerintah

Akun Twitter Habiburokhman Kena Suspend, Menkominfo NGELES: Bukan dari Pemerintah


10Berita,  Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan bahwa pemerintah tidak ada niatan membekukan akun Twitter politisi, seperti kasus yang dialami oleh Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman.

Di sela-sela peninjauan Menkominfo terkait kesiapan infrastruktur telekomunikasi di kawasan Gelora Bung Karno, pemerintah tidak meminta kepada Twitter untuk men-suspend akun yang bersebrangan atau oposisi.

"Pemerintah tidak meminta akun tadi yang disebutkan (Habiburokhman) untuk di-take down. Itu bisa dicek langsung," ungkap Rudiantara, Kamis 26 Juli 2018.

Rudiantara menuturkan Twitter memiliki aturan tersendiri terkait bagaimana pihaknya bisa sampai membekukan suatu akun. Ia berkeyakinan Twitter menjalankan aturannya itu, jika ada akun yang memang melanggar regulasi.

"Sepengetahuan saya, beberapa kasus lama memang melanggar regulasi Twitter," ujarnya.

Seperti diketahui, Rabu, 25 Juli 2018, linimasa media sosial twitter menjadi heboh. Beberapa akun oposisi besar yang giat menyuarakan gerakan #2019GantiPresiden dibekukan (disuspend) oleh pihak Twitter.

Salah satu yang turut terkena suspend adalah Pengurus PP Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya dan Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman. 

Sumber : PORTAL ISLAM

CATAT! Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018: Ada 3 Fenomena Angkasa

CATAT! Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018: Ada 3 Fenomena Angkasa


10Berita, Gerhana bulan total pada 28 Juli 2018 disambut sejumlah komunitas astronomi di Indonesia. Diantara pemikatnya adalah fase gerhana total dari GBT kali ini berdurasi 103 menit. Tepatnya 1 jam 42 menit 57 detik.

Diantara komunitas astronomi yang bersiap menyambut GBT adalah Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ). Koordinator Kegiatan HAAJ Muhammad Rayhan mengatakan mereka bekerjasama dengan Planetarium Jakarta untuk pengamatan GBT. Kegiatan ini dimulai Jumat malam nanti 27 Juli 2018 pukul 23.00 WIB.

Rayhan mengatakan sampai kemarin 26 Juli 2018 pagi sekitar pukul 08.00 sudah ada 600-an pendaftar peserta pengamatan bareng GBT "Micro-Blood Moon". "Perkiraan saya saat pelaksanaan nanti ada seribu peserta lebih," katanya.

Untuk pelaksanaan pengamatan, akan disiapkan sebelas unit teleskop portabel. Tujuh untuk umum dan empat lainnya untuk undangan. Pengamatan tidak menggunakan teleskop besar yang terpasang di atas planetarium.

Rayhan mengatakan karena ada potensi peserta yang mencapai ribuan, pengamatan dilakukan di pelataran planetarium.

Pengamatan gerhana bulan total dilakukan sampai pagi. Biasanya banyak yang pengunjung bawa makanan ringan sendiri. "Saya tidak tahu apakah ada juga yang sampai pasang tenda," jelasnya.

Menurut Rayhan gerhana bulan total 28 Juli dini hari nanti cukup spesial. Sebab ada tiga fenomena angkasa yang bisa diamati. Selain fenomena GBT dengan durasi yang lama, juga ada kemunculan planet Mars dengan tingkat kecerlangan tertinggi sejak 2003.

Pada saat GBT nanti posisi Mars ada berada di samping kiri bulan. Pada saat itu Mars dalam keadaan purnama dan akan terlihat seperti bintang yang sangat cerah.

Selain itu juga ada fenomena langit hujan meteor. Ada beberapa titik pancar hujan meteor pada saat itu. Diantaranya yang mengalami puncak adalah Southern Delta Aquarids. Dengan jumlah meteor 20 meteor/jam.

Selain itu juga ada Piscis Austrinos yang berjumlah 5 meteor/jam. "Tiga fenomena dalam satu malam ini pasti membuat animo masyarakat meningkat," kaya Rayhan.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan pada prinsipnya hujan meteor bisa diamati dengan mata telanjang. Selama tidak ada polusi cahaya yang bisa membuat penampakan meteor dari bumi tidak terlihat.

"Untuk hujan meteor mungkin tidak bisa diamati dari tengah kota," katanya. Kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya tingkat polusi cahayanya sudah sangat tinggi, meskipun di tengah malam. Untuk bisa mengamati hujan meteor, bisa dilakukan di pedesaan atau kawasan yang minim polusi udara.

Sebagai informasi gerhana bulan total 28 Juli nanti menjadi yang terlama di abad ini. Sebab kali terakhir GBT dengan durasi lebih dari 103 menit terjadi pada 16 Juli 2000 lalu (durasi 106 menit).

Kemudian GBT terlama berikutnya (106 menit) dan teramati dari Indonesia terjadi pada 2141 atau 123 tahun lagi. Jadi sangat disayangkan jika melewatkan fenomena GBT 28 Juli nanti.

Sumber: jpnn 

CBA; Menteri Keuangan Jangan Bikin Lelucon Seenaknya

CBA; Menteri Keuangan Jangan Bikin Lelucon Seenaknya


10Berita – Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut bahwa penerimaan negara mendapat dampak positif dari setiap pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menuai polemik.

Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menyayangkan Sri Mulyani mengeluarkan pernyataan tersebut. Sebab dengan pernyataan itu, kini dia telah menjadi lelucon publik.

“Jadi banyak publik mendorong agar satu dolar AS sampai sebesar Rp 20.000 agar penerimaan negara terus meningkat. Akibat pernyataan itu, Menteri Keuangan terbaik dunia kan jadi dianggap kurang cerdas atau nggak ngerti kan,” jelasnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (27/7).

Uchok menilai bahwa pernyataan Sri Mulyani itu sebagai bentuk egoisme yang hanya memikirkan lembaga negara yang dipimpin saja. Dia mengesampingkan imbas dari keperkasaan dolar AS yang akan membebani keuangan BUMN, seperti keuangan PLN.

Efek dari pelemahan nilai tukar rupiah ini juga akan berimbas pada harga-harga pangan untuk rakyat yang semakin melonjak naik. Sebab, sebagian besar bahan pangan itu diimpor dari negara lain.

“Maka seorang Menteri Keuangaan, harus hati-hati berbicara ke publik. Jangan bikin lelucon seenak saja,” tukasnya.

Sri Mulyani sempat menyebut bahwa setiap pelemahan Rp 100 akan memberikan dampak ke penerimaan negara hingga Rp 1,7 triliun.

Dia juga menyebut bahwa kenaikan harga minya mentah (ICP) setiap 1 dolar AS per barel akan berdampak positif terhadap penerimaan negara sebesar Rp 660 miliar. (rmol)

Sumber : Eramuslim