08
Ada Kekuatan Jahat Diam-diam Masuk Istana
10Berita-ADA segelintir elit menghasut publik. Katanya, PKI memang bahaya. Tapi Islam lebih berbahaya.Ada manuver, membasmi Islam. Segelintir elit itu,diam-diam masuk istana.
ISIS dijadikan senjata. Mereka hembuskan isu, semua golongan islam adalah ISIS. Ya FPI, Habib, Ulama, HTI, Din Samsudin, MUI, Muhamadiyah adalah ISIS. Karena itu harus ditumpas.
Jadi, sekarang ini ada gerakan menghancurkan Islam di Indonesia.Bagi mereka, siapa pun yang tidak pro ahok adalah ISIS. Bagi mereka, Islam moderat itu seperti Salihara, yang tidak keberatan bikin tarian telanjang. Itu baru benar.
Hati-hati, kekuatan jahat mereka sedang merajalela. Analisa mereka berbeda dengan hasil kajian intelijen TNI. Tentara kita sudah mereka lemahkan. Berkat kerjasama dengan para cukong yang membantu biaya pendidikan para jenderal.
Hantu komunis mengais dan menggoreng isu islamopobic. Minoritas diberi kepercayaan diri. Sampai bablas. Menisbikan kekuatan muslim yang berjuta-juta. Minoritas ini tidak sadar, bahwa mereka sedang dijadikan umpan kekuatan jahat.Segelintir elit anti islam ini mengadu domba antara mayoritas-minoritas. Islam didemonisasi. Para ulama dihina. NU diobok-obok. NU hendak dibenturkan dengan FPI.
Mereka konyol. Mereka ngga sadar, banyak nahdliyin ikut aksi 212. Banyak nahdliyin anggota FPI.Sekali lagi, minoritas sedang dijadikan umpan. Ya Tionghoa, Kristen, Buddha, Hindu. Para cukong Cina yang perutnya buncit tapi otaknya kosong. Mereka lupa diri. Mereka tidak sadar sedang dipermainkan dengan isu Ahok dan ISIS.
Kekuatan jahat ini mendulang sentimen primordial rasis. Para taipan sedang digerogoti hingga sudi membiayai gerakan jahat mereka menghancurkan Islam. Ada dua kekuatan jahat yang mengontrol negeri ini.
Satu berwujud perempuan gemuk. Dia bisa menangis dan mencakar-cakar seorang presiden, bila dia merengek minta sesuatu.
Yang kedua, kekuatan jahat itu berbentuk pria dengan berewok seperti Rambo. Dia menguasai salah satu pilar yudikatif. Kerjaannya meres bupati, gubernur dan kepala daerah.
Saya kira, usaha mereka akan gagal. Minoritas akan menanggung akibatnya. Kedunguan mereka di persoalan Ahok dimanfaatkan tangan-tangan jahat. Mereka kira mereka akan menang.
Dahulu, DN Aidit mengira bakal menang ketika para simpatisan PKI sudah berani berteriak ganyang 7 setan desa. Ulama dan kyai dimasukan menjadi 1 di antara 7 setan yang mau mereka ganyang. Kita tahuthe end result dari gerakan jahat mereka.
Sejarah adalah pengulangan. Sadarlah sebelum terlambat.Semua Laskar, Mujahid, Banser, Ansor, NU, Muhamadiyah, Minoritas yang sadar, kaum nasionalis, demokrat, humanis bersatulah.
Hancurkan kekuatan jahat dari Republik Indonesia. Jangan mau diadu-domba sesama muslim, sesama anak manusia. [***]Penulis merupakan aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)
Sumber: rmol