OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 11 April 2017

Masjid Dua Kiblat

Masjid Dua Kiblat



10Berita, JAKARTA -- Sebagian besar umat Islam tentu mengenal nama Masjid Qiblatayn, yaitu satu-satunya masjid di dunia yang memiliki dua arah kiblat. Kiblat pertama mengarah ke Masjid al-Aqsha (Baitul Maqdis) di Yerusalem (Palestina) dan yang kedua mengarah ke Baitullah (Ka'bah), Masjid al-Haram di Makkah.

Perubahan ini berdasarkan perintah Allah SWT sebagaimana tercantum dalam surah Albaqarah ayat 144. ''Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan, di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan, sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.''

Secara tegas, ayat ini menerangkan perintah kepada Nabi Muhammad SAW untuk memalingkan wajah (kiblat)-nya ke arah Masjidil Haram.

Awalnya, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, Rasulullah SAW menghadap ke Al-Quds (Al-Aqsha) ketika melaksanakan shalat semasa di Madinah. Melaksanakan shalat dengan menghadap ke Al-Quds itu berlangsung selama lebih kurang 16-17 bulan sebelum datang perintah untuk memalingkan arah kiblat ke Ka'bah, Masjidil Haram.

Namun, Rasulullah SAW menginginkan kiblatnya umat Islam sama seperti kiblatnya Nabi Adam Alaihissalam (AS) dan Ibrahim AS. Rasulullah berharap, Allah mengabulkan permohonannya. Karena itu, Rasul senantiasa menengadahkan wajahnya ke langit dengan harapan turun wahyu yang memerintahkan mengalihkan arah kiblat dari Masjid Al-Aqsha ke Masjidil Haram. Hingga akhirnya, turunlah wahyu seperti di atas.

Menurut Imtiaz Ahmad, dalam bukunya Lesson for Every Sensible Person, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Tempat-tempat Bersejarah di Madinah Al-Munawwarah, yang menjadi kiblat seluruh nabi untuk melaksanakan shalat adalah Ka'bah yang dibangun sejak masa Nabi Adam AS.

''Sesungguhnya, rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia adalah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.'' (QS Ali Imran (3): 96).

Sumber: Republika

Related Posts:

  • Jejak Ottoman di Negeri PanserJejak Ottoman di Negeri Panser 10Berita , JAKARTA — Pada abad ke-18 M, Kesultanan Turki Usmani (Ottoman) tercatat sebagai sebuah kerajaan besar di dunia. Wilayah kekuasaannya terbentang dari Afrika, Timur Tengah, hingga dara… Read More
  • Ilmuwan Bingung! Ditemukan Ratusan “Gerbang” Kuno Misterius di SaudiIlmuwan Bingung! Ditemukan Ratusan “Gerbang” Kuno Misterius di Saudi 10Berita – Sangat banyak struktur dan bangunan kuno yang berada di wilayah Arab Saudi, ribuan jumlahnya. Namun di negara itu sangat s… Read More
  • Seberapa Besar Ukuran Kapal Nuh?Seberapa Besar Ukuran Kapal Nuh? 10Berita , JAKARTA -- Baidawi, salah seorang peneliti Muslim menjelaskan, ukuran kapal itu sekitar 300 hasta (panjang sekitar 50 meter dan luas 30 meter) dan terdiri atas tiga tingkat. Di tin… Read More
  • Ini Menara Masjid Tertinggi di DuniaIni Menara Masjid Tertinggi di Dunia 10Berita , JAKARTA -- Masjid Hasan II di Casablanca, Maroko, tercatat sebagai masjid dengan menara tertinggi di dunia. Menaranya seakan mencakar langit dengan ketinggian mencapai 210… Read More
  • Ini Prestasi Terbesar Pengrajin Tekstil di Peradaban IslamIni Prestasi Terbesar Pengrajin Tekstil di Peradaban Islam 10Berita , JAKARTA -- Setelah dilakukan pemintalan, para pengrajin tekstil di era peradaban Islam melanjutkan menenun dengan melalui sejumlah tahap. Seperti, reeling… Read More