OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 31 Januari 2023

Banyak Yang PANIK, Setelah Anies Baswedan dapat Tiket Capres

Banyak Yang PANIK, Setelah Anies Baswedan dapat Tiket Capres



 

10Berita - Setelah Anies Baswedan ada kepastian mendapat tiket capres, apalagi dengan prosentase yang besar, banyak yang panik berat. Mereka kelimpungan. Setidaknya diprediksi ada 3-4 calon yang masuk dari berbagai partai. Tapi calon lainnya tidak akan dijegal atau dikerjain seperti Anies Baswedan. Yang pasti calon lainnya yang beredar sekarang direstui oleh oligarki, mereka mudah dikendalikan, itulah sebabnya mereka akan aman aman saja.

Saat jadi Gubernur DKI, Anies Baswedan sudah memperlihatkan taringnya, berhadapan dengan oligarki yg diwakili oleh Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) dan Jokowi saat menyetop reklamasi. Semoga kelak wakil yang ditunjuknya juga berani melawan ketidakadilan
Anies memang ditakuti lawan, karena Anies tidak tunduk pada kekuasaan oligarki, itulah sebabnya kenapa Anies mau dihabisi. Yang merasa bisnisnya kotor, haram dan penuh persekongkolan, siap2 saja untuk kembali ke bisnis normatif. Yang suka mengeruk SDA dan uangnya nyangkut di LN, siap-siap aja untuk berhenti. Kebijakan TKA & hutang-hutang Cina tentu akan di koreksi seperti kasus reklamasi. Pokoknya bandul yang selama ini bergerak kearah pengusaha asing & aseng akan bergerak kearah rakyat.

Anies memang telah menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan. Tapi Anies juga manusia, bukan tanpa kelemahan antara lain kurangnya mendukung pergerakan Islam, walau umat Islam merupakan pendukung utama. Kelemahannya ini harus ditutupi oleh partai dan para pendukungnya.

Setelah ada kepastian tiket buat Anies, Sekber ketiga partai, untuk memperkuat barisan, sebaiknya ditambah “perwakilan relawan”. Sekber atau Rumah Bersama ini, sebaiknya diperbanyak ke setiap Provinsi, Kabupaten, Kecamatan sampai tingkat Desa/Kelurahan bahkan sampai ke tingkat kampung atau RW jika memungkinkan. Sekber ini tempat berkumpulnya anggota partai dengan Relawan, tempat mengatur rencana-rencana kegiatan, dst. Dengan demikian akan mengawal proses KPU juga.

Mesin partai dan mesin suara harus bisa kolaborasi bahkan bisa larut menjadi satu. Mesin suara ini maksudnya adalah relawan, perannya sangat sentral. Pecahan partai diluar partai pendukung, jika sifatnya informal tentu harus ditampung juga sebagai relawan.

Bandung, 31.01.2022
Memet Hakim
Pengamat Sosial, Ketua Wanhat APIB

Sumber: 

Related Posts:

  • 02 PMII : Heran, Kenapa Pemerintah Selalu Bela Ahok? 10Berita – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII), Ahmad Muqowam, mengatakan, pihaknya bersama badan otonom Nah… Read More
  • 03 Luhut Pandjaitan Lebih Baik Jadi Menko Urusan Ahok Saja 10Berita - Kedatangan Menko Maritim Luhut Pandjaitan ke kediaman Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin di jalan Deli Lorong 27, Koja, Tanjung Priok, … Read More
  • 01 MEWASPADAI Maksud Tersembunyi di Balik Surat Permintaan Maaf Ahok Kepada KH. Ma'ruf Amin 10Berita- Terdakwa kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akhirnya meminta maaf kepada Ketua Umum MUI, KH. M… Read More
  • 04 Gerindra: Jokowi-JK Emang Nggak Malu Di Dalam Negeri Ribut Terus 10Berita - Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla seharusnya malu melihat situasi dalam negeri yang selalu dipenuhi keributan… Read More
  • 01 Ahok Minta Maaf Kepada KH Ma'ruf Amin, Netizen: Jangan Mau Dibohongi "Pakai" Kata Maaf 10Berita- Calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menyatakan permintaan maaf kepada Ketua MUI Ma'ruf Amin. … Read More