OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 14 Agustus 2017

Kurang Kerjaan, Seorang Netizen Jual Masjid Raya di Facebook Bikin Resah

Kurang Kerjaan, Seorang Netizen Jual Masjid Raya di Facebook Bikin Resah


10Berita - Sebuah akun facebook bernama ‘Hengky Khimbie’ yang memposting soal Mesjid Raya Singkawang mau dijual, membuat heboh dan resah masyarakat Singkawang.

Adapun isi dari postingan tersebut, “Di jual tak dipakai lagi Nego”. Alhasil, postingan itupun mendapat banyak komentar dari netizen.

Polres Singkawang pun tak tinggal diam. Mereka langsung melacak siapa pemilik akun tersebut.

Tim Humas Polres singkawang bersama Kanit Reskrim Polsek Singkawang Barat pun berhasil menemui saudara Afo pemilik foto di akun itu dan mengklarifikasi yang mana foto yang bersangkutan digunakan pada akun facebook Hengky Khimbie adalah bukan dirinya.

Disampaikan pula bahwa akun yang bernama Hengky Khimbie yang telah memposting “masjid raya singkawang dijual” merupakan akun palsu.

Kapolres Singkawang,Kalimantan Barat, AKBP Sandi Alfadien Mustofa menyatakan masih melakukan penyelidikan terhadap pengguna media sosial facebook yang ingin menjual Masjid Raya Singkawang itu.

“Ini kita masih melakukan penyelidikan dan anggota lagi mengumpulkan data-data soal postingan yang dimaksud,” kata Sandi di Singkawag.

Dia berpesan masyarakat jangan main hakim sendiri dan agar masalah tersebut dapat diserahkan ke kepada polisi, karena belum tentu yang bersangkutan yang membuat postingan tersebut, ujarnya.

Salah satu panitia Mesjid Raya Singkawang, H Ruslan Karim mengatakan, jika pihaknya tidak pernah mau menjual mesjid tersebut.

“Sepertinya ada pihak-pihak yang ingin memancing umat Islam supaya menjadi terganggu,” kata Ruslan.

Maka dari itu, dirinya meminta kepada pihak berwajib untuk bergerak cepat menindaklanjuti hal tersebut.

“Paling tidak polisi bisa mempertanyakan kepada yang bersangkutan apa kira-kira motif dan misinya seperti itu,” tuturnya.

Sumber: www.beritaislamterbaru.org

Janji Kini Mudah Diobral

Janji Kini Mudah Diobral

10Berita, JAKARTA -- Kita rindu sosok Anas bin an-Nadhr, ketika sumpahnya atas nama Allah ia tepati. Meski dengan rasa sakit yang mendera sekujur tubuh. Lantas kita bertanya, apa kabar sumpah para petinggi negeri ini? Bukankah mereka sudah disumpah lewat lisan mereka atas nama Allah? Lantas kenapa satu per satu janji-janji itu seperti hilang dengan segala pemakluman.

Janji kini menjadi barang yang teramat mudah diobral. Nilainya sudah sangat rendah seperti guyonan sia-sia di televisi. Jika orang berjanji, yang dijanjikan pun sudah maklum dengan segala pengingkaran. Alih-alih mengingatkan, kita justru memberi label tidak mengapa. Toh kita melakukannya juga.

Janji kadang menjadi sesuatu yang teramat berat. Berat untuk diwujudkan dalam amal. Mengobral janji dan menunaikan janji bukan lagi paket yang erat saling melengkapi. Mereka kini bercerai atas nama kepentingan. Mengobral janji dahulu, ingkar janji kemudian.

Janji kadang menjadi tak berbeda dengan barang-barang di museum. Janji adalah sesuatu yang langka. Jika ada yang sangat tepat janji, ia akan dianggap aneh. Padahal, janji adalah ucapan yang jika dilanggar, kafarat menanti. Terlebih jika ia melibatkan Allah dalam sumpah.

Namun, kita sangat menikmati dengan obral janji ini. Kita sudah merasa cukup dengan janji. Sehingga memberi kesempatan kepada para penjanji culas yang memang tidak pernah berniat menepatinya. Jangan-jangan kita adalah sang culas itu. Yang akan menimang-nimang kondisi keuangan dan kelapangan sebelum berjanji.

Adakah kita termasuk yang disebutkan Imam Ghazali, “Diri itu kadang murah hati dengan janji karena tidak ada kesulitan dan ongkos menunaikannya ringan. Namun jika kedudukan diraih, berkobar nafsu syahwatnya maka janjinya tidak ditepati.” Benarlah sang hujjatul Islam menilai diri kita. Kita memperhitungkan semua kondisi. Jika lapang dan sedang ingin meraih sesuatu, kita janjikan banyak hal. Jika sudah di tangan, entah apa kita masih ingat, apa yang terucap dari bibir kita dahulu.

Maka lihatlah sosok Mush'ab bin Umair yang tubuhnya terbaring kaku dalam Perang Uhud. Pemuda tampan yang menjadi idola Makkah ini memilih meninggalkan kesenangan dunia bersama kaum musyrik menuju cahaya Islam nan benderang. Lihatlah akhir hayatnya. Pemuda yang kaya, wangi nan bersih itu bahkan tidak memiliki kain kafan untuk menutupi jasadnya. Ia syahid saat membawa panji pasukan dalam Perang Uhud.

Rasulullah bersedih, kemudian membacakan ayat, “Ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka di antara mereka ada yang gugur dan di antara mereka ada yang menunggu-nunggu.” (QS al-Ahzab [33]: 23).

Sumber: Republika

Ustadz Farid Okbah: Islam Adalah Agama Paling Toleran

Ustadz Farid Okbah: Islam Adalah Agama Paling Toleran


10Berita, Bekasi – Pembina Lembaga Infaq Dakwah Center (IDC), Ustadz Farid Ahmad Okbah mengatakan bahwa Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi sifat toleran. Hal tersebut ia ungkapkan karena menurutnya, saat ini umat Islam sering disebut sebagai agama yang anti toleransi.

“Maka perhatikan perintah Allah yang dilakukan oleh Rasulullah, Allah mengajarkan kepada kita semua, lakum dinukum wa liyaddin kita punya agama kita laksanakan, kalian punya agama silahkan laksanakan agama kalian,” ujarnya dalam acara Tabligh Akbar dan solidaritas korban terduga pencurian amplifier di Masjid Nurul Islam, Islamic Center Bekasi pada Ahad, (13/08).

“Ini merupakan bentu toleransi yang sangat tinggi dalam islam,” tambahnya.

Ia menerangkan toleransi umat Islam dalam konteks agama. “Makanya kita bilang pada umat yang lain (selain Islam), jangan kalian ajarkan toleransi kepada kami, kami umat Islam mengakui nabi kalian sebagai nabi kami, nabi Musa, nabi Isa, tapi apakah kalian mau mengakui nabi kami Muhammad sebagai nabi kalian juga?” terangnya.

Ulama anggota persatuan Ulama Muslim Sedunia (Ittihad Ulama Muslimin) tersebut juga mengatakan bahwa tidak ada paksaan dalam agama Islam.

Ia menjelskan seluruh kaum Muslimin yang memilih untuk memeluk Islam adalah buah dari hidayah Allah. Tugas dai hanyalah untuk menyeru, memberi kabar bagi mereka yang belum mengetahui tentang agama Islam. Soal ingin memeluk Islam atau tidak, itu urusan hidayah Allah SWT.

“Tidak ada paksaan dalam agama kami, tapi kalian jangan sekali-kali memaksakan agama kalian kepada kami, maka kami akan halau kalian semua,” ungkapnya.

 

Reporter: Reno Alfian
Editor: Fajar Shadiq

Sumber:  Kiblat.


Penyiram Bensin ke Tubuh Zoya Ditangkap Setelah Ditembak Kakinya,Ternyata Dia Yang Beli Bensin Menyriam dan Membakar

Penyiram Bensin ke Tubuh Zoya Ditangkap Setelah Ditembak Kakinya,Ternyata Dia Yang Beli Bensin Menyriam dan Membakar


10Berita~Masih ingat dengan sosok pria penyiram bensin yang fotonya viral dan diburu polisi? Pria ini sudah berhasil ditangkap pada Rabu (9/8/2017) dan terungkap peran 'mengerikannya'.

Pria berinisial SD (27), pada screenshoot video YouTube yang beredar tampak fotonya sedang menyiramkan bensin jenis Pertamax di tubuh Muhammad Al Zahra (Zoya) tukang servis amplifier yang dituding mencuri.

Saat dituangkan bensin ke tubuhnya Zoya masih hidup meski sudah menjadi bulan-bulanan massa, ia pun akhirnya tewas mengenaskan.

Polisi mengatakan dalam tragedi pembakaran di Babelan ini SD memiliki peran yang mengerikan, ia pembeli bensin, penyiram bensin dan sekaligus pembakar Zoya.

"Terpaksa SD harus kami tindak tegas dengan menembak kakinya," ujar Kapolres Kabupaten Bekasi Kombes Asep Adi Saputra di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/8/2017) seperti dikutip dari Kompas.com.

Menurut polisi SD terpaksa ditembak kakinya karena berupaya melarikan diri saat polisi datangi tempat persembunyiannya.

"Dia kami tangkap di tempat persembunyiannya di Pandeglang, Banten tadi malam," kata Asep.

Foto penyiram bensin viral akibat ulah iseng

Awalnya seorang netizen mengaku iseng-iseng buka YouTubedan menemukan sosok penyiram bensin ke tubuh Zoya.

Fotonya lantas viral dan ternyata polisi sedang memburunya.

Pria tersebut menggunakan kaus warna putih dengan dengan lengan hijau. Celana pendek dan topi warna cokelat.

Tampak pria ini tanpa ragu menyiramkan bensin jenis Pertamax ke tubuh Muhammda Al Zahra (Zoya).

Dari video dan sceernshot ini akhirnya polisi berhasil menangka SD.

Menurut keterangan Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Asep Adisaputra, pihaknya telah memeriksa sembilan saksi di lokasi kejadian pengeroyokan berujung kematian Zoya.

Selain SD sudah diamankan 4 pelaku kalinnya yakni SU (40), NA (39), AL (18) dan KR (55) dan sudah lebih dulu ditahan.

Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Muhammad Al Zahra alias Joya atau Zoya (30) warga Kampung Jati RT 04/05, Desa Cikarang Kota, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi tewas dibakar massa yang marah karena dituduh mencuri ampli Musola.

Sementara itu di akhir napas Zoya terhenti ada tiga kata yang diucapkan, kata tersebut merujuk pada ucapan yang artinya kalau ia tidak mencuri. ()

Sumber: Tribunnews

Wanita yang Hijrah Dua Kali

Wanita yang Hijrah Dua Kali

10Berita, JAKARTA -- Nama lengkapnya Asma binti Umais bin Ma'd bin Tamim bin al Haris bin Ka'ab Malik bin Quhafah. Namun, ia biasa dipanggil dengan Ummu Abdillah. Umais seperti yang dikisahkan dalam 100 Muslim Terhebat memiliki sikap teguh laksana gunung. Beliau dalam sejarah dikenal sebagai sahabiyah yang tidak memiliki keraguan dan kebimbangan.

Asma adalah istri Jafar bin Abu Thalib RA. Asma termasuk wanita pertama yang ikut berhijrah. Asma turut berhijrah bersama suaminya menuju Habasyah. Ia rela merasakan pahit getir hidup di pengasingan. Suaminya Jafar adalah juru bicara kaum Muslimin saat mengadap Raja Habasyah, An Najasyi.

Di Habasyah, Asma melahirkan tiga putra, yakni Abdullah, Muhammad, dan Aunan. Abdullah sangat mirip dengan ayahnya. Jafar sendiri yang masih sepupu dengan Nabi disebut mirip dengan Beliau SAW. Hal ini yang menggembirakan hati Asma.

Ketika Rasulullah SAW memerintahkan kaum Muslimin hijrah ke Madinah, kabar ini sampai ke kaum Muslimin di Habasyah. Mereka menyambut berita ini dengan gembira. Karena mereka akan bergabung dengan kaum Muslimin yang diterima di tanah Yatsrib.

Namun, baru pada tahun ketujuh Hijriyah, Asma bersama Jafar dan kaum Muslimin di Habasyah menyusul kaum Muhajirin ke Madinah. Saat rombongan kaum Muslimin dari Habasyah datang, kebetulan Rasulullah SAW baru saja pulang dari Khaibar. Beliau sangat gembira bertemu dengan Jafar sehingga karena kegembiraannya Beliau berkata, “Aku tidak tahu mana yang menyebabkan aku gembira, apakah karena kemenangan di Khaibar atau karena kedatangan Jafar?”

Asma lalu masuk ke rumah Hafsah binti Umar. Tatkala itu Umar masuk ke rumah Hafsah, sedangkan Asma berada di sisinya. Lalu Umar bertanya kepada Hafsah, siapakah wanita ini? Hafsah menjawab dia adalah Asma binti Umais. Lalu Umar bertanya lagi, “Inikah wanita yang datang dari negeri Habsyi di seberang lautan?” Asma menjawab sendiri, “Benar”.

Umar kembali berkata, “Kami telah mendahului kalian berhijrah bersama Rasulullah SAW, maka kami berhak terhadap diri Rasulullah daripada kalian.”

Mendengar perkataan itu Asma tidak kuasa menahan gejolak jiwanya sehingga ia berkata, “Demi Allah tidak. Kalian tidak bersama Rasulullah SAW, sedangkan Beliau memberi makan kepada yang kelaparan di antara kalian dan mengajarkan bagi yang masih bodoh di antara kalian. Adapun kami di suatu negeri atau bumi yang jauh dan tidak disukai, yakni Habsyi, dan semua itu ada demi ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya”.

Asma diam sejenak kemudian berkata, “Demi Allah aku tidak makan dan minum sehingga aku laporkan hal ini kepada Rasulullah SAW”. 

Tatkala Rasulullah datang maka Asma berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Umar berkata begini begitu”. Lalu Rasulullah SAW bertanya kepada Umar apa yang telah dikatakan kepada Asma. Umar menjawab, “Aku mengatakan begini begitu.”

Rasulullah berkata kepada Asma, “Tidak ada seorang pun memiliki diriku melebihi kalian. Adapun ia (Umar) dan para sahabat berhijrah satu kali, tetapi kalian telah berhijrah dua kali.”

Mendengarkan pernyataan berbunga-bunga, hati Asma sangat gembira. Lalu ia sebarkan berita tersebut kepada khalayak hingga orang-orang mengerumuninya untuk meminta penjelasan lebih lengkap tentang kabar tersebut.

Sumber: Republika

Tepatilah Janji

Tepatilah Janji

10Berita, JAKARTA-- Orang lebih mengenal nama keponakannya, Anas bin Malik. Pembantu Rasulullah SAW yang hidup dalam kemuliaan. Tumbuh bersama orang terbaik di atas bumi, menyerap ilmu dari Nabi Muhammad SAW dan meriwayatkan beribu hadis. Namun, kali ini adalah kisah Anas yang lain.

Kisah paman Anas bin Malik, Anas bin an-Nadhr. Tidak banyak tulisan yang mengurai kepahlawanan Anas bin an-Nadhr. Tapi, sungguh ia adalah golongan dari orang-orang yang menepati janjinya.

Betapa kecewanya perasaan Anas bin an-Nadhr karena tertinggal dalam Perang Badar. Ahlul Badar yang mendapat keistimewaan tidak didapatinya. Bertapa gundah hatinya karena ia tidak bisa membela kaum Muslimin yang masih berjumlah sedikit itu.

Kekecewaannya begitu menusuk kalbu. Ia seakan menyalahkan diri sendiri sepanjang waktu. Padahal, jihad adalah amal tertinggi dalam syariat Allah. Tak kuasa hatinya hingga suatu saat ia berujar. “Aku tidak hadir pada tempat pertama gugurnya orang mati syahid yang diikuti Rasulullah. Dan sungguh Demi Allah, jika saja Allah memperlihatkan kepadaku tempat gugurnya orang yang mati syahid beserta Rasulullah, niscaya Allah akan melihat apa yang aku perbuat,” tegas Anas bin an-Nadhr.

Sebuah janji telah terucap, sebuah sumpah telah menggema. Sebuah keinginan untuk mati. Siapakah yang menginginkan kematian? Namun, Anas mengejar kematian itu dengan sumpah. Tak bisa dicabut, tak akan dilanggar. Kemudian Allah benar-benar menghadirkan situasi bagi Anas untuk menunaikan janjinya.

Kemudian, Anas bin an-Nadhr mengikuti Perang Uhud bersama pasukan Rasulullah SAW. Saat perang berkecamuk, Sa'ad bin Muadz melihat sosok Anas tak mempedulikan musuh. Ia menerjang kaum kafir Quraisy dengan gagah berani. Lantas Sa'ad menyeru ke Anas, “Wahai Abu Amr, hendak ke mana engkau?” Anas menjawab, “Aduhai bau surga ada di depan Uhud.” Lantas, ia terus menerjang musuh hingga syahid menyambutnya.

Saat ditemukan, di sekujur tubuhnya ada lebih dari delapan puluh bekas panah, pukulan, dan tusukan. Imam al-Ghazali dalam ihya ulumuddin menyambung kisah ini, maka turunlah ayat. “Ada orang-orang yang menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah.” (QS al-Ahzab [33]: 23).

Itulah lelaki yang menepati apa yang ia ucapkan. Kita sungguh rindu sosok-sosok seperti Anas bin an-Nadhr. Sumpahnya tidak mudah. Ia mencari syahid. Sedangkan kita, kadang hanya berjanji untuk tepat waktu, meyakinkan akan melakukan ini dan itu dengan baik. Namun, kita sering dan sengaja mengingkari apa yang kita ucapkan.

Sumber:Republika

Larang Berhaji, Syiah Houthi Rampas 2.000 Lebih Paspor Muslim Yaman

Larang Berhaji, Syiah Houthi Rampas 2.000 Lebih Paspor Muslim Yaman

10Berita – Kelompok pemberontak Syi’ah Houthi dilaporkan telah menyita lebih dari 2.000 paspor dan melarang warga Yaman untuk berangkat ke Tanah Suci dan menunaikan Ibadah Haji 1438 Hijriyah.

Wakil Menteri Wakaf untuk urusan Haji dan Umrah Yaman, Sheikh Mukhtar al-Rabash mengatakan bahwa milisi Syiah Houthi telah menyita lebih dari 2.000 paspor warga Yaman di bawah kendali mereka, dan melarang warga menunaikan rukun Islam kelima, seperti dilansir dari Al Arabiya dari kantor berita resmi Yaman, Senin (14/8).

Al-Rabash menjelaskan bahwa perampasan paspor para calon jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci terjadi saat warga akan melintasi pos pemeriksaan milisi pemberontak Syiah Houthi.

Akibatnya, perjalanan ribuan calon jamaah haji asal Yaman yang berada di bawah kendali kelompok pemberontak harus tertunda dari jadwal yang sebelumnya telah disepakati dengan pihak pemerintahan Arab Saudi.

Pasca berhasil melakukan kudeta bersenjata pada awal tahun 2015 lalu, Pemberontak Syi’ah Houthi berhasil menguasai wilayah ibukota Sana’a dan merebut banyak institusi dan lembaga pemerintah, selain mendirikan otoritas tersendiri untuk menguasai ibukota Yaman.

Pada bulan Maret 2015, Koalisi Arab di bawah pimpinan Arab Saudi turun tangan atas permintaan presiden Abed Rabbo Mansour Hadi untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak.

Sementara itu, Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi yang diakui secara internasional telah mengalihkan pusat pemerintahan ke Aden, di wilayah selatan Yaman. (Alarabiya/Ram)

Sumber:Eramuslim

Setelah Jokowi Teriak ‘Dilaut Kita Jaya’, Luhut Kemudian Dukung Pelabuhan Di Kelola Asing

Setelah Jokowi Teriak ‘Dilaut Kita Jaya’, Luhut Kemudian Dukung Pelabuhan Di Kelola Asing


10Berita - Dalam pidatonya Presiden Jokowi menegaskan Indonesia sebagai negara maritim yang sudah terlalu lama memunggungi laut. Maka, Jalesveva Jayamahe atau ‘Di laut kita jaya’ mesti dikembalikan.

“Kita kerja keras mengembalikan negara maritim, negara samudera, negara laut, negara selat dan negara teluk, adalah masa depan peradaban kita,” jelas Presiden Jokowi dalam pidato perdananya usai pelantikan di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2014).

Jokowi mengatakan sudah saatnya Indonesia menghadap ke laut kembali, menjadikan ‘Jalesveva Jayamahe’ seperti semboyan nenek moyang.

“Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudera, selat dan teluk. Kini saatnya kita kembalikan semuanya, sehingga ‘Jalesveva Jayamahe’, di laut justru kita jaya, sebagai semboyan kita di masa lalu, bisa kembali lagi,” jelas Jokowi.

Saat hendak menutup pidato, Jokowi juga menyitir pesan Presiden RI Soekarno tentang laut.

“Saya mengajak Saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk mengingat satu hal yang pernah disampaikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno, bahwa untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara kuat, negara makmur, negara damai, kita harus memiliki jiwa cakrawarti samudera; jiwa pelaut yang berani mengarungi gelombang dan hempasan ombak yang menggulung,” tegas dia seperti dilansir detik.com (20/10/14).


Waktu berjalan, tahun berganti. Kini komitmen Jokowi untuk berjaya di laut serasa hambar ketika Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dukung Perusahaan Singapura (asing) yang kelola Pelabuhan di Indonesia.

Menurut Luhut, Perusahaan asal Singapura, Port of Singapore Authority (PSA) Marine Pte Ltd dengan pengelola pelabuhan di Indonesia agar ada transfer teknologi dalam pengelolaan pelabuhan di Tanah Air.

Mantan Menko Polhukam itu pun mengaku ingin teknologi tersebut dapat diadopsi oleh pelabuhan Indonesia.

“Di Priok, Patimban, Medan, Surabaya, Makassar boleh ini (dijajaki pengaplikasian teknologinya),” katanya mengenai potensi kerja sama yang mungkin dilakukan, selain di Dry Port Cikarang.

“‘Passion’ saya adalah untuk melihat PSA datang ke Indonesia dan melatih kami,” tambahnya, seperti dilansir Republika.


Terkait keinginan Luhut, netizen ikut berkomentar dengan nada menohok.

“Lepas satu persatu Aset negara,,, pelabuhan adalah pintumasuk negara,,, ko malah dikasih ke negara lain,,, kenapa ga istana negara aja kasih ke negara lain,,” komentar akun Deden Deni.

Pertanyaan muncul, jika pelabuhan dikuasai asing, masih bisakah Indonesia berjaya di laut seperti teriakan pidato Jokowi dahulu kala?[]

Sumber: www.beritaislamterbaru.org

Masya Allah! Dapat Santunan IDC, Keluarga Yatim Zoya Infakkan 400 Juta untuk Bantu Yatim Lainnya


Masya Allah! Dapat Santunan IDC, Keluarga Yatim Zoya Infakkan 400 Juta untuk Bantu Yatim Lainnya


10Berita~Dalam sepekan, aksi penggalangan dana solidaritas keluarga yatim Muhammad Al-Zahra alias Zoya yang dilakukan Infaq Dakwah Center (IDC) menembus angka Rp 651.582.000 juta. Dana tersebut dialokasikan IDC untuk membelikan rumah senilai Rp 251.582.000 bagi keluarga yatim almarhum Zoya. Sisanya diinfakkan lagi oleh keluarga yatim ini kepada IDC untuk membantu program beasiswa yatim dan program IDC lainnya.

Penyerahan bantuan dana rumah dari IDC ke Siti Jubaedah secara simbolik dilakukan pada Tablig Akbar “Damailah Bekasi”, Solidaritas Keluarga Anarkisme yang diselenggarakan di Masjid Nurul Islam Islamic Center Bekasi, Jawa Barat, Ahad (13/8/2017) siang.

Meskipun tengah dirundung musibah, Siti Jubaedah tak lantas hilang kepekaan sosialnya. Kepada relawan IDC, Siti Jubaedah menginginkan agar dana dari kelebihan pembelian rumah diinfakan kembali untuk keperluan sosial lainnya.

“Sebagian infaq yang didapat dari IDC, saya infakan kembali ke IDC. Untuk membantu anak-anak yatim yang lain,” ujar Jubaedah.

Menanggapi itu, ustadz Farid Ahmad Okbah dalam taklimnya mengajak untuk belajar dari keteladanan Siti Jubaedah. Ia menyebut sikap tulus istri almarhum Zoya itu sebagai akhlak yang sangat mulia.

“Ini pelajaran bagi kaum muslimin. Ini ketulusan hati yang luar biasa. Meskipun keluarga ini sedang dirundung musibah yang cukup besar dan cukup menyakitkan, namun apa yang kita dengar tadi? Hasil infaq yang akan diperoleh sebagiannya dikembalikan lagi kepada umat Islam yang membutuhkan. Ini suatu kemuliaan,” jelasnya disambut gemuruh takbir 500-an jamaah yang memenuhi masjid.

Mulyadi, relawan IDC, mengaku terharu dengan jiwa sosial Siti Jubaedah. “Masya Allah!! Saya sangat terharu mendengarnya. Alhamdulillah amanah para donatur telah kami tunaikan. Amanah bantu rumah yatim juga sudah kami tunaikan. Insyaallah kelebihan dana Rp 400 juta yang diinfakkan ini akan kami salurkan untuk program-program IDC, antara lain program beasiswa ratusan anak yatim dhuafa di pesantren dan sekolah Islam," paparnya usai gelaran tabligh akbar.

Seperti diketahui, Zoya suami Jubaedah tewas diamuk massa setelah dituduh mencuri amplifier mushala Al Hidayah Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (1/8/2017) lalu. Sebelum tewas Zoya dipukul, ditelanjangi, disiram bensin, kemudian dibakar oleh massa. Zoya meninggalkan istri, Siti Jubaedah dengan satu anak laki-laki berusia empat tahun dan anak yang dikandung berusia enam bulan.[] 

Sumber : oborislam.com

 

Komnas HAM Prihatin Hate Speech dan Pelibatan Anak Saat Demo Tolak FDS

Komnas HAM Prihatin Hate Speech dan Pelibatan Anak Saat Demo Tolak FDS


10Berita~JAKARTA Komisioner Komnas HAM, Manager Nasution mengaku perihatin dengan situasi publik yang kembali disuguhi tontonan bernuansa kekerasan. Kali ini beredar video berdurasi singkat 1:03 menit di Youtube (https://youtu.be/oQQodXveEv8). 

Video itu menggambarkan sejumlah anak-anak menggunakan baju koko, sarung dan kopiah tengah melancarkan aksi atau demonstrasi di ruangan terbuka diduga untuk menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah yang kemudian kerap disebut Fullday School.

"Pada aksi tersebut, terlihat anak-anak itu membentangkan spanduk dan membawa bendera seraya meneriakkan takbir serta memekikkan ucapan "bunuh, bunuh, bunuh menterinya, bunuh menterinya sekarang juga" kata Maneger dalam pernyataannya, Senin (14/8/2017).

Atas hal itu, lanjut Maneger, Komnas HAM berpendapat, pertama, bahwa hak untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat adalah hak konstitusional warga negara (pasal 28E ayat (3) UUDNRI tahun 1945).

Setiap orang bebas untuk mempunyai, mengeluarkan dan menyebarluaskan pendapat di muka umum sesuai hati nuraninya secara lisan dan atau tulisan dengan tetap memperhatikan nilai-nilai agama, kesusilaan, ketertiban, kepentingan umum, dan keutuhan negara (pasal 23 ayat (2) dan pasal 25 UU No.39 tahun 1999 tentang HAM).

Kedua, bahwa sekira benar adanya, Komnas HAM menyampaikan keprihatinan atas dugaan ujaran kekerasan dan pelibatan anak-anak dalam aksi demonstrasi yang diduga untuk menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

"Sebab, masih tersedia mekanisme lain yang lebih elegan dan efektif untuk menyampaikan aspirasi atas suatu kebijakan pemerintah," jelasnya.

Ketiga, ujaran kekerasan yang dilontarkan anak-anak dalam aksi sebagaimana cuplikan video tersebut sangat tidak elok dan mencederai bagi tumbuh kembang anak. Pasalnya, anak-anak itu pada saatnya dikhawatirkan akan mewarisi, tidak hanya ujaran-ujaran kekerasan, tetapi juga perilaku-perilaku kekerasan.

"Keempat, Komnas HAM memandang sekira benar adanya ujaran kekerasan sebagaimana dimaksud, di samping tidak sesuai dengan keadaban keindonesiaan kita, hak itu juga melanggar hak asasi anak. Sebab, dalam perspektif HAM, setiap anak berhak untuk tidak dilibatkan di dalam peristiwa-peristiwa yang mengandung unsur kekerasan (pasal 63 UU No.39 tahun 1999 tentang HAM)," ujarnya.

Kelima,  sejatinya negara hadir khususnya kepolisian negara untuk menginvestigasi kebenaran video itu. Sekira benar adanya, fihak-fihak yang dengan sengaja memanfaatkan anak untuk kepentingan-kepentingan tertentu, sejatinya diproses secara profesional, independen, dan tidak diskriminatif sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Komnas HAM juga  mengajak agar semua pihak, baik pro maupun kontra dengan kebijakan pemerintah tersebut, menahan diri dan tidak memanfaatkan anak untuk kegiatan atau aktivitas yang sangat membahayakan tumbuh kembang anak,"lontar Maneger.

Maneger berpendapat, sebaiknya saluran aspirasi atas suatu kebijakan pemerintah dilakukan sesuai mekanisme hukum yang tersedia, dilakukan dengan elegan dan dengan mengedepankan  dialog.

"Komnas HAM mengajak, mari kita hadirkan kepercayaan bahwa negara khususnya pemerintah berkenan mendengar setiap aspirasi warga negaranya. (Bilal)

Sumber: voa-islam