OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 25 Januari 2018

Ini Tujuh Langkah Mudah Gabung ke OK OCE

Ini Tujuh Langkah Mudah Gabung ke OK OCE


10Berita, Pemprov DKI Jakarta terus mengajak warga untuk bergabung dalam Program OK-OCE. Hal itu dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran, sehingga dengan adanya program ini diharapkan dapat tercipta 200.000 wirausaha baru selama 5 tahun ke depan.

Wagub Sandiaga Uno telah resmi mencanangkan program ini per 14 Desember 2017 silam. Sesuai Instruksi Gubernur Nomor 152 Tahun 2017 tentang Pengembangan Kewirausahaan Terpadu, Pemprov DKI menempatkan diri sebagai fasilitator bagi OK OCE.

“Agenda utama dari (tahun) 2017-2022 adalah terciptanya lapangan kerja, juga sudah launching OK OCE, dan sekarang ini adalah implementasinya. Pemerintah menempatkan dirinya sebagai fasilitator dan berkolaborasi dengan elemen-elemen masyarakat. Kita akan memantau setiap dua minggu progress report-nya,” ungkap Sandiaga di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin 22 Januari 2018.

Sejauh ini, Program OK-OCE telah berjalan di 44 kecamatan DKI Jakart. Warga DKI dapat mulai mendaftarkan diri hingga mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk membangun usaha.

Terdapat sebanyak 4.230 orang yang telah mendaftarkan diri dalam program OK-OCE, yang mana target sampai dengan maret 2018 adalah 10.000 orang.

Berikut adalah 7 Langkah Pasti Akan Sukses (PAS) yang perlu diketahui untuk ikut OK OCE.

1. Pendaftaran: Warga wajib mendaftar di situs www.okoce.me dan memilih komunitas wirausaha yang akan membina.

2. Pelatihan: Warga akan dilatih secara hard skill (spesialisasi usaha) dan soft skill (manajemen usaha).

3. Pendampingan: Warga akan didampingi oleh coach wirausaha dan mengikuti program mentoring.

4. Perijinan: Warga akan dijelaskan proses perijinan sesuai kebutuhannya.

5. Pemasaran: Warga akan diberikan akses pemasaran dan penjualan yang lebih luas baik online ataupun offline.

6. Pelaporan keuangan: Warga akan diajarkan cara membuat laporan keuangan untuk menghitung untung rugi.

7. Permodalan: Warga akan diajarkan proses mendapatkan permodalan sesuai dengan kebutuhan usahanya.

Sumber :Portal Islam 

Pelapor Akui Perkarakan Ustadz Alfian Tanjung atas Perintah Sekjen PDIP

Pelapor Akui Perkarakan Ustadz Alfian Tanjung atas Perintah Sekjen PDIP

(Pelapor Alfian Tanjung, Tanda Pardamean Nasution -kiri)

10Berita,  Persidangan ustadz Alfian Tanjung hari Rabu (24/01/2018) kemarin, memasuki tahap pembuktian. Ustadz Alfian dituduh telah melakukan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik melalui Twitter.

Jaksa Penuntut Umum mendatangkan saksi-saksi untuk menguatkan dakwaan. Mereka adalah Tanda Pardamean Nasution selaku saksi pelapor dan Muhammad Aditia Pahlevi seorang redaktur situs sebarr.com. Sedangkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tidak hadir.

Tanda mengakui pelaporan terhadap ustadz Alfian Tanjung dilakukan setelah mendapat mandat dari Sekjen PDIP.

“Pada tanggal 31 Januari 2017 sekitar jam 2an di kantor Diponegoro (kantor DPP PDIP), saya diberikan dokumen oleh staf dari Sekjen PDIP dan disuruh mempelajari dokumen tersebut, serta melaporkan hal ini ke polisi esok harinya,” tutur Tanda di hadapan majelis hakim di ruang persidangan Kusuma Atmadja III, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (24/1).

“Saya baca perkara Twitter Alfian Tanjung ini dari berita online yaitu sebarr.com, (yang dimuat dalam dokumen) yang diberikan oleh staf Hasto. Dalam berita itu, ada cuitan di Twitter yang berbunyi ‘PDIP 85% kadernya adalah kader PKI’,” lanjutnya.

Dalam dokumen tersebut, Tanda mengatakan cuitan ditulis oleh akun dengan foto profil Alfian Tanjung. “Setelah mendapat perintah untuk melaporkan hal itu ke polisi, saya kemudian mencari berita itu (langsung) dari situs sebarr.com yang ada di dokumen,” ungkapnya.

Tanda mengungkapkan dirinya menemukan berita itu memang tertulis di situs sebarr.com. “Banyak komentar dari berita itu yang menanyakan dari mana data dia (Alfian Tanjung). Di berita itu disebutkan bahwa cuitan ini sudah viral di YouTube,” katanya.

Hakim kemudian bertanya kepadanya, apakah berita serupa tentang cuitan Alfian Tanjung itu dimuat di situs berita online lainnya, Tanda menjawab, “Tidak tahu dan tidak menemukan berita semisal.”

“Saya hanya mencari di berita online dan di Google. Karena saya juga seperti yang tadi dikatakan, saya tidak punya Twitter,” ungkapnya.

Ustadz Alfian Tanjung didakwa dengan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 A ayat (2) atau Pasal 27 ayat (3) UURI No.19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UURI No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Sumber: Kiblat

[video - cuplikan jalannya sidang ustadz Alfian Tanjung]

Sumber :Portal Islam 

Ini Tujuh Langkah Mudah Gabung ke OK OCE

Ini Tujuh Langkah Mudah Gabung ke OK OCE


10Berita, Pemprov DKI Jakarta terus mengajak warga untuk bergabung dalam Program OK-OCE. Hal itu dilakukan untuk mengurangi angka pengangguran, sehingga dengan adanya program ini diharapkan dapat tercipta 200.000 wirausaha baru selama 5 tahun ke depan.

Wagub Sandiaga Uno telah resmi mencanangkan program ini per 14 Desember 2017 silam. Sesuai Instruksi Gubernur Nomor 152 Tahun 2017 tentang Pengembangan Kewirausahaan Terpadu, Pemprov DKI menempatkan diri sebagai fasilitator bagi OK OCE.

“Agenda utama dari (tahun) 2017-2022 adalah terciptanya lapangan kerja, juga sudah launching OK OCE, dan sekarang ini adalah implementasinya. Pemerintah menempatkan dirinya sebagai fasilitator dan berkolaborasi dengan elemen-elemen masyarakat. Kita akan memantau setiap dua minggu progress report-nya,” ungkap Sandiaga di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin 22 Januari 2018.

Sejauh ini, Program OK-OCE telah berjalan di 44 kecamatan DKI Jakart. Warga DKI dapat mulai mendaftarkan diri hingga mendapatkan pelatihan dan pendampingan untuk membangun usaha.

Terdapat sebanyak 4.230 orang yang telah mendaftarkan diri dalam program OK-OCE, yang mana target sampai dengan maret 2018 adalah 10.000 orang.

Berikut adalah 7 Langkah Pasti Akan Sukses (PAS) yang perlu diketahui untuk ikut OK OCE.

1. Pendaftaran: Warga wajib mendaftar di situs www.okoce.me dan memilih komunitas wirausaha yang akan membina.

2. Pelatihan: Warga akan dilatih secara hard skill (spesialisasi usaha) dan soft skill (manajemen usaha).

3. Pendampingan: Warga akan didampingi oleh coach wirausaha dan mengikuti program mentoring.

4. Perijinan: Warga akan dijelaskan proses perijinan sesuai kebutuhannya.

5. Pemasaran: Warga akan diberikan akses pemasaran dan penjualan yang lebih luas baik online ataupun offline.

6. Pelaporan keuangan: Warga akan diajarkan cara membuat laporan keuangan untuk menghitung untung rugi.

7. Permodalan: Warga akan diajarkan proses mendapatkan permodalan sesuai dengan kebutuhan usahanya.

Sumber :Portal Islam 

DPR: Yang Mendukung LGBT Itu Iblis!

DPR: Yang Mendukung LGBT Itu Iblis!


10Berita – Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengatakan pihak-pihak yang mendukung adanya rancangan undang-undang khusus terkait lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) merupakan iblis.

“LGBT itu tidak ada agama manapun di dunia ini yang mengajarkan LGBT. Secara aspek religi seluruh agama ini tidak ada yang memperbolehkan praktek-praktek yang menyimpang dari norma yang ada terhadap penyalahgunaan LGBT baik Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Islam tidak ada agama itu. Kalau ada orang yang mendorong-dorong berarti itu iblis sudah tidak beragama,” ujar Taufik Kurniawan di komplek parlemen, Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Menurutnya, pertentangan pro dan kontra mengenai LGBT tidak perlu dilanjutkan sebab dipastikan tidak bermanfaat bagi masyarakat. Ia pun mengingatkan persoalan LGBT sudah pernah terjadi dalam kisah Nabi Luth, dimana seluruh rakyatnya telah dikutuk.

“Ini sudah disampaikan saat nabi Luth pada saat kaum Sodom dan Gemora. Masa kita mau mengulangi kebodohannya lagi, ini tidak bukan masalah fraksi mana yang setuju dan tidak setuju tetapi lebih dari itu ini universal. Jadi, kalau ada pertentangan ngapain kita menguras energi, itu sudah jelas dan garis batasnya sudah jelas sekali berarti sudah tidak sesuai dengan norma agama dan pancasila,” tegas Waketum DPP PAN itu.

“Lebih baik kita memikirkan masyarakat, harga beras yang naik, impor beras, garam jadi ngapain ngruusin LGBT. Kalau ada orang yang memperdebatkan LGBT berarti itu non agama, jadi orang itu Ibils,” tambahnya.(kl/ts)

Sumber : ts, Eramuslim 

Tekad Kuat Kunci Keberhasilan

Tekad Kuat Kunci Keberhasilan

Seberapa pentingkah memiliki tekad (himmah) yang kuat bagi seorang Muslim?

10Berita ,  JAKARTA -- Tekad kuat menjadi kunci keberhasilan Suatu saat, seseorang pernah bertanya ke pa da Ibnu al-Jauzi. Orang tersebut menanyakan perihal bolehkah ia bersenang-senang dan berhibur sejenak untuk melupakan sementara waktu akan kepenatan hidup? Ibnu al-Jauzi yang dikenal pakar dan piawai itu pun menjawab, “Jangan biarkan dirimu lalai,” kata tokoh yang bernama lengkap Abdurrahman bin Ali bin Mu hammad bin al-Jauzi al-Qu rasyi al- Baghdadi itu.

Demikian juga dengan Ahmad bin Hanbal. Ia memberikan doktrin kepada buah hatinya untuk tetap bertekad kuat dan tidak mudah tergelincir. “Wahai anakku, aku telah berikan komitmen keseriusan dari diriku,” kata pendiri Mazhab Hanbali tersebut. Sang anak pun berbalik bertanya, kapankah ia mesti beristirahat untuk memanjakan diri? Ahmad bin Hambal yang juga pakar hadis itu pun mengatakan, “(Nanti), saat kaki pertama melangkah di surga.”

Seberapa pentingkah memiliki tekad (himmah) yang kuat bagi seorang Muslim? Termasuk juga bercita-cita tinggi? Syekh Hasan bin Sa’id al-Hasaniyah dalam bukunya ber judul Al-Qamam Ya Ahl al-Hi mam memaparkan ada setidaknya empat alasan, mengapa seorang Muslim dituntut mempunyai tekad bulat dan cita-cita mulia.

Alasan pertama yang ia kemukakan ialah bahwasanya setiap manusia diciptakan untuk beribadah ke pada- Nya. Hal ini sebagaimana di tegaskan ayat 56 Surah adz-Dzaariyaat. Dan, beribadah itu tak cukup hanya dengan ritual biasa; selesai begitu saja dengan ditunaikannya ibadah.

Alasan kedua, hidup di dunia ada lah peperangan antara semangat kebajikan dan nafsu angkara. Kedua hal itu saling berlomba untuk mendominasi satu sama lain. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman, sedangkan mereka tidak diuji lagi?” (QS al-Ankabuut [29] : 2). Tanpa tekad kuat, sulit untuk tetap bertahan dan tampil sebagai pemenang.

Alasan ketiga, Islam adalah agama yang menekankan produktivitas dan karya nyata. Sayyid Qutub dalam kitab tafsirnya Fi Dhilal al-Qur an, mengomentari ayat ke-12 dari surah Maryam. Ia mengatakan, atas izin Allah, Nabi Yahya mewarisi tong gak kepemimpinan dan estafet kenabian dari sang ayah, Zakaria. Yah ya AS pun akhirnya menerima tugas tersebut dengan segenap amanat, kemampuan, dan komitmen tinggi. Ia bertekad tidak akan mundur dari kewajibannya itu.

Sedangkan, alasan yang keempat, peradaban ‘pesaing’ Islam senantiasa menunggu generasi muda mereka la lai. Sekejap saja tidak waspada maka dengan mudahnya mereka akan mengubah pola pikir, gaya hidup, dan cara berinteraksi mereka sehari. Dengan demikian, bukan tidak mungkin posisi negara-negara Islam dalam kancah percaturan dunia akan kian terpuruk.

Lantas, bagaimanakah tekad itu bisa mengantarkan seseorang ke puncak kesuksesan? Syekh Hasan bin Sa’id al-Hasaniyah mengutarakan beberapa hal mendasar yang mesti di perhatikan agar tekad itu bisa men jadi kunci keberhasilan. Yaitu keikhlasan. Membersihkan hati dari riak-riak duniawi. “Padahal, mereka tidak disuruh kecuali supaya me nyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (QS. al- Bayyinah [98] : 5).

Kunci berikutnya ialah konsistensi diri. Lurus atau tidaknya sebuah tekad erat kaitannya dengan komitmen dan istikamah. Sulit rasanya, bila seseorang hendak mendaki tangga kesuksesan, sementara pada saat yang sama ia bermasalah dengan kejiwaan dan manajemen personalnya. Inilah, kata Ibnu Katsir dalam kitabnya tafsrinya, yang maksud dari ayat: “Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu.” (QS al- Maaidah [5] : 105).

Perkara yang tak kalah penting ialah semangat berkompetisi dan ber saing positif dalam hal-hal kebaikan. Dan, bagi seorang Muslim, perlombaan yang utama ialah kompetisi yang menitikberatkan pada tindakan positif. Ibnu Rajab mengatakan, dalam kitab Al-Lathaif, konon ketika para salaf mendengar ayat ke- 148 surah al-Baqarah dan ayat ke-21 surah al-Hadid, mereka bersedih saat mengetahui orang lain telah terlebih dahulu mengerjakan kebaikan.

Tetapi, menurut Ibnu Rajab yang bermazhab Hanbali itu, kondisi saat ini telah berubah. Justru, orang berlomba-lomba dalam sisi negatif dan lebih condong ke dunia. Hasan al- Bashri mengatakan, “Jika engkau melihat orang lain mengunggulimu da lam hal dunia maka saingi dia dengan akhirat.”

Selanjutnya, hal yang bisa dilakukan ialah memotivasi diri dengan berkaca pada prestasi yang sa laf. Ali bin al-Husain bin Ali bin Abi Thalib, diketahui setelah meninggal ternyata ia memberi makan para keluarga yang tinggal di 100 rumah sekitar Madinah.

Ada lagi Atha’ bin Rabah yang hidup 100 ta hun dan berhaji 70 kali. Ia membaca 200 ayat Alquran dalam tiap rakaat shalat. Ibnu Hajar al-Asqalani mengarang Fath Al Bari saat berusia 32 tahun. Ada pula Ibnu Aqil yang mengarang lebih dari 800 karya. Jadi, sepatutnya Muslim bertekad kuat.

Sumber : Republika.co.id

Bela Palestina, Mauritania Gelar Aksi ‘Al-Quds Kiblat para Pejuang’

Bela Palestina, Mauritania Gelar Aksi ‘Al-Quds Kiblat para Pejuang’


Aksi bela Al-Quds oleh mahasiswa Mauritania. Foto: PIC


10Berita, MAURITANIA—Mahasiswa bekerjasama dengan Ribat Nasional Bela Palestina dilaporkan telah menggelar pekan al-Aqsha dengan mengusung tema “ Al-Quds kiblat para pejuang” Senin, (23/1/2018).

Melansir PIC, dalam penutupan aksi yang dihadiri ratusan massa, juga diselingi pembacaan puisi dan penampilan nasyid.

Ketua Inisiatif Mahasiswa, Muhammad Mahmud, menyampaikan terimakasih kepada segenap hadirin atas respon positif terhadap pekan Al-Aqsha yang bertema “Al-Quds Kiblat Para Pejuang” dan apresiasi kepada segenap pihak yang menyukseskan acara ini.

Dalam kata sambutannya, ditegaskan bahwa al-Quds akan meraih kemenangan meski Trump mendeklarasikan sebagai ibukota Israel, karena umat tetap teguh mempertahankan Baitul Maqdis yang akan tetap menjadi kota umat Islam, meski Israel gencar melakukan serangan, dan pemerintahan Arab  bersikap diam.

Muhammad Mahmud menyebutkan, tak ada tempat bagi Israel di al-Quds, umat Islam akan terus berjuang mempertahankan Palestina, dan pihak perlawanan Palestina akan menghancurkan penjajah Israel.

Pekan al-Aqsha menjadi agenda tahunan yang digelar Inisiatif Mahasiswa sebagai upaya dukungan bagi perjuangan Palestina mempertahankan kota al-Quds. []

SUMBER: PIC, Islampos

Indonesia Terindikasi Tak Berdaulat Pangan jika Impor Beras

Indonesia Terindikasi Tak Berdaulat Pangan jika Impor Beras

10Berita, "Siapa yang bisa mengurus pangan sendiri adalah negara yang cerdas, baik dan bijak," tegasnya.

zulkarnain/hidayatullah.com

saat diskusi soal perberasan yang diadakan ICMI di Jakarta, Rabu (24/01/2018).

Hidayatullah.com– Sekretaris Jenderal Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) yang juga pakar pertanian, Dr Ir Muhammad Jafar Hafsah menyebutkan, pangan adalah kehidupan dan negara yang terbaik adalah negara yang bisa mengelola pangan secara baik.

“Dalam hubungan bernegara tidak ada masalah terkait impor. Tapi masalahnya adalah dengan impor tersebut Indonesia terindikasi tidak berdaulat atas pangan dan swasembada beras,” ujarnya saat diskusi soal perberasan yang diadakan ICMI di Jakarta, Rabu (24/01/2018).

Baca: Impor Beras, Mencekik Petani


Jafar juga menegaskan, beras di Indonesia merupakan komoditas pokok. Bahkan bukan hanya komoditas konsumsi dan ekonomi, tetapi menjadi komoditas terkait martabat bangsa Indonesia.

“Siapa yang bisa mengurus pangan sendiri adalah negara yang cerdas, baik dan bijak,” tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah siap melakukan impor beras 500 ribu ton pada awal tahun 2018 ini.* Zulkarnain

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Sumber : Hidayatullah.com

Ketika Kaum Muslimin Terbingkai Satu Perasaan Dan Satu Pemikiran

Ketika Kaum Muslimin Terbingkai Satu Perasaan Dan Satu Pemikiran



10Berita, “Dahulu, kaum muslimin merupakan umat yang satu, Negara yang satu, dan khilafah yang satu” (Syaikh Atha Bin Khalil Abu Ar Rasythah).  Kaum muslimin saat itu di bingkai dalam satu perasaan, satu pemikiran dan satu peraturan.  Sehingga ketika seorang muslimah berteriak minta tolong karena peristiwa pelecehan yang di lakukan pasukan romawi di Amuria. 

Maka Khalifah Al Mu’tashim Billah yang berkedudukan di Bagdad, mengirimkan pasukan tempurnya.  Dimana pasukan yang berada digaris depan telah sampai di Amuria dan pasukan yang berada di garis belakang masih berkumpul di halaman tempat tinggalnya khalifah.

Karena satu perasaan dan satu pemikiran pula, tujuh juta kaum muslimin mengawal satu peraturan dari Allah SWT untuk di tegakkan yaitu larangan mengambil orang – orang kafir sebagai pemimpin. 

Bila milyaran kaum muslimin terbingkai dalam satu perasaan, satu pemikiran untuk menegakkan semua peraturan dari Allah SWT, tentunya takkan ada genosida, tak ada perampasan wilayah, takkan pernah terjadi perampokan sumber daya alam.  Serta kehormatan yang terkoyak, kelaparan yang melanda,tentunya tak pernah di alami. 

Sejarah telah membuktikannya.  Kurang dari 200 tindak kriminal yang pernah terjadi, selama 13 abad lebih ketika peraturan Allah SWT diterapkan secara menyeluruh. Itu hanya terjadi di masa khilafah. 

Zaman now, khilafah menjadi polemik.  Padahal Hanzhalah bin Shaifi al Katib pernah berkata “ Aku heran dengan apa yang diobrolkan manusia.  Mereka ingin khilafah lenyap, padahal jika khilafah lenyap kebaikan dari merekapun lenyap, setelah itu mereka akan hina dina”.

Ini adalah tentang persatuan kaum muslimin yang tercabik- cabik di peristiwa kelam itu, 3 maret 1924.  Kini kisahnya hanya menjadi negara – negara kecil yang saling acuh, cuek bebek karena dibelenggu nasionalisme (ashobiyah).   Sehingga dari ujung timur hingga ujung barat, banyak terjadi fitnah pada kaum muslimin.

Fitnah terhadap kaum muslimin, berupa penindasan, kedzaliman, dihalang – halangi dari jalan menjalankan syariat.   Penyebabnya adalah keengganan kaum muslimin untuk bersatu.  Tidak mau saling melindungi dan menguatkan.  Ogah saling tolong menolong.  Dan fitnah ini tidak akan hilang sampai umat islam kembali kepada jihad. 

Untuk itu, mewujudkan persatuan dan tolong menolong dalam ketaqwaan untuk mengembalikan kemuliaan islam adalah suatu kewajiban.  Upaya mengembalikan kemuliaan islam yakni dengan menolong agama Allah, melalui dakwah yang menyeru kepada jalan-Nya dan berjihad dijalan-Nya.

Allah SWT berjanji dalam firmanNya “ Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang – orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.  Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh (itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an .  Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah?  Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar” (TQS At Taubah (9) : 111).

Dari Abu Abdirrahman Al Hubuli dari Abu Sa’id Al Khudri, bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda kepadanya “ Wahai Abu Sa’id, barang siapa ridla Allah sebagai Rabbnya, islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai Nabinya, maka ia pasti masuk surga”.  Abu Sa’id takjum seraya berkata “ Wahai Rasulullah, sudikah anda mengulanginya lagi untukku?”  Beliaupun mengulanginya, kemudian beliau melanjutkannya “ Dan ada satu amalan yang dengannya seorang hamba akan di angkat derajatnya di surga sebanyak seratus derajat, antara derajat satu dengan derajat yang lain seperti jarak antara langit dan bumi”.  Abu Sa’id berkata “ Amalan apakah itu wahai Rasulullah?”  Beliau menjawab “ Jihad di jalan Allah, jihad di jalan Allah” (HR Muslim).

Ini tentunya tentang persatuan.  “ Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lainnya.  Tidak boleh mendzoliminya dan tidak boleh pula menyerahkan kepada orang yang hendak menyakitinya.  Barang siapa yang memperhatikan kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memperhatikan kebutuhannya.  Barang siapa yang melapangkan kesulitan seorang muslim, niscaya Allah akan melapangkan kesulitan – kesulitannya di hari kiamat.  Dan barang siapa menutupi kesalahan seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi kesalahannya kelak di hari kiamat” (HR Bukhari no 2442, Muslim no 2580, Ahmad no 5646, Abu Dawud no 4893, At – Tirmidzi no 1426, dari Abdullah bin Umar, r.a).

Hanya keimanan kepada Allah-lah yang dapat mempersatukan kaum muslimin.  “Iman yang kuat, yang didalamnya tidak terbetik keraguan sedikitpun.  Bahkan tidak memberi ruang munculnya jalan – jalan yang dapat meragukan.  Setitik keraguan akan mendorong kepada suatu kegagalan, menyebabkan kekufuran dan pembangkangan” (Syaikh Taqiyuddin An Nabhani).

Kaum muslimin bukan seperti air yang selalu berubah bentuknya berdasarkan tempat yang menampungnya.  Kaum muslimin tidak selabil air yang selalu berkamuflase pada wadahnya.  Kaum muslimin adalah air yang dididihkan api kebenaran islam diatas tungku keimanan.  Air yang bergejolak mendorong kaum muslimin untuk mengembalikan kemulian islam.  Sehingga al quds terbebaskan dari kedzoliman para imperialis.  Tidak dengan cara pembagian wilayah, atau menghijrahkan penduduknya. 

Pembebasan al quds adalah dengan keimanan.  Keimanan bahwa Allah telah menetapkan al Quds sebagai tanah milik kaum muslimin.  Keimanan terhadap perintah jihad untuk melindungi tanah kaum muslimin.  Pembebasan al Quds, bukan dengan jalan menghijrahkan penduduknya, namun mendatangkan kaum muslimin sebagai saudaranya untuk melindunginya, melapangkan kesulitannya, membebaskannya dari predator imperialis dan sekaligus mengusirnya.  Dihinakannya al Quds, maka terhinakan juga kaum muslimin.  .

Pada riwayat dahulu kala, dengan keimanan, 3ribu pasukan kaum muslim membebaskan al Quds  dengan melawan 200ribu pasukan romawi.  Dengan keimanan, konstantinopel ditaklukan kaum muslimin dengan memindahkan kapal perangnya melewati bukit.  Dan  kini, dengan keimanan, al  Quds, Yaman, Suriah, Rohingnya, dan yang lainnya di bebaskan kaum muslimin dibawah naungan satu kepemimpinan umum.

Bagaimanapun beratnya problematika yang dihadapi kaum muslimin.  Seberapa banyakpun energy yang di perlukan kaum muslimin untuk satu perubahan.  Namun dengan persatuan yang dibingkai dalam satu perasaan dan satu pemikiran, akan meringankan kaum muslimin dalam upaya mewujudkan tegaknya islam.  Dengan tegaknya islam, nyawa manusia akan terjaga.  Demikian juga dengan akidah, harta, akal, keturunan, kewibawaan dan Negara.

Maka tolong menolong untuk menegakkan islam adalah bentuk tolong menolong yang sangat mulia.  Allah SWT berfirman “ Hai orang – orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu da meneguhkan kedudukanmu” (TQS Muhammad (47) : 7).  Wallah a’lam bi ash shawab. [syahid/voa-islam.com]

Kiriman Dedah Kuslinah, ST

Jalan Tabrani Achmad Komplek Duta Mas Blok A no 1Pontianak

Kalimantan Barat

Sumber :Voa-islam.com 

Kebijakan Impor Hancurkan Petani

Kebijakan Impor Hancurkan Petani



10Berita  – Tradisi kebijakan impor komoditas pangan dan komoditas non-pangan bukan barang baru Indonesia. Keberadaannya seolah telah menjadi bom waktu bagi petani dan nelayan yang menggantungkan hidupnya dari sektor agraris.

Praktis sejak kran liberalisasi dijalankan di era reformasi, pemerintah gemar melakukan impor berbagai komoditas pangan yang berasal dari produk pertanian dan kelautan. Komoditas pangan yang seharusnya dapat diproduksi di dalam negeri antara lain adalah bawang merah, bawang putih, beras, garam, jagung, kentang, kedelai, gandum, daging, gula, tepung terigu, dan lain-lain, justru dipenuhi dengan melakukan impor.

Kebijakan impor komoditas pangan ini pun berlanjut di era Pemerintahan Jokowi. Ini memperlihatkan wajah aseli Pemerintahan Jokowi yang liberal walaupun mengusung panji Trisakti.

Kebijakan-kebijakan disektor pertanian masih belum bisa membawa Indonesia pada kedaulatan pangan secara permanen. Padahal alokasi program untuk kedaulatan pangan pada Tahun 2015 mencapai Rp.67,3 Triliun kemudian berlanjut pada tahun 2017 mencapai Rp.103,1 Triliun.

Begitu besar alokasi anggaran untuk mendukung kedaulatan pangan belum berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. Baru berjalan tiga tahun Pemerintahan Jokowi justru tidak memiliki konsistensi dan komitmen dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang menjadi program prioritas Nawacita. Janji Pemerintahan Jokowi dalam tiga tahun menargetkan swasembada komoditas pangan strategis seperti padi, jagung, kedelai, dan gula adalah kebohongan.

Meskipun menurut Deptan Tahun 2018 mengalami surplus beras sebanyak 400 ribu ton. Tapi tak menyurutkan Pemerintahan Jokowi untuk melakukan impor beras sebanyak 500.000 juta  dari Vietnam dan Thailand dan impor garam industri sebanyak 3,7 juta ton dari Australia.

Apapun alasannya, langkah pragmatis membuka kran impor komoditas pangan kontraproduktif bagi ketahanan ekonomi masyarakat, disisi lain Pemerintahan dari dulu hingga sekarang tak pernah serius membenahi sistem pertanian kita.

Bahkan cara instan melakukan impor komoditas pangan dengan sengaja terus dipelihara Pemerintahan dan elit politik dengan tujuan rente. Maka sama saja bahwa Pemerintahan secara sengaja telah mendesign sendiri penghancuran nasib para petani.

Kebijakan impor komoditas pangan kali ini terkesan dipaksakan Pemerintahan dan cenderung rentan ditunggangi elit politik yang akan berujung pada korupsi. Kita tidak dapat menyangkal jika Impor komoditas yang sudah dilakukan sejak dulu hingga sekarang telah menjelma menjadi kartel dan mafia pangan.

Menurut KPPU bahwa hampir 80 persen komoditas pangan dan daging dikuasai Kartel Pangan. Kartel komoditas pangan ini tidak hanya sengaja mengkondisikan kelangkaan sehingga mereka leluasa mengatur pasokan dan harga komoditas pangan di pasar, tapi juga telah memperburuk kondisi sosial ekonomi rakyat indonesia.

Meskipun Pemerintahan telah membentuk Satgas Pangan, namun keberadaan Kartel dan Mafia Pangan juga belum tersentuh secara hukum. Bahkan terlihat semakin kuat dalam mengendalikan kebijakan Impor pangan.

Jika istrumen hukum saja sudah tidak mampu menyentuh kartel komoditas pangan, dapat disimpulkan bahwa saat ini Pemerintahan juga sedang dikendalikan atau bahkan merupakan bagian dari Kartel komoditas pangan itu sendiri yang ikut menghancurkan petani dan nelayan Indonesia. (Swa)

Oleh: Gigih Guntoro

*Penulis adalah Direktur Eksekutif Indonesian Club

Sumber : Eramuslim 

Pelapor Alfian Tanjung Dicecar Pertanyaan soal Komunisme di Tubuh PDIP

Pelapor Alfian Tanjung Dicecar Pertanyaan soal Komunisme di Tubuh PDIP

10Berita , Jakarta – Staf hukum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tanda Perdamaian Nasution dihadirkan dalam persidangan Ustadz Alfian Tanjung (UAT). Tanda dimintai keterangan sebagai saksi pelapor di hadapan Majelis Hakim. Salah satu pertanyaan krusial yang diajukan Hakim Ketua Mahfudin, tentang kerugian yang dirasakan oleh PDIP terkait cuitan UAT yang menyebut, “PDIP isinya 85% Kader PKI.”

“Ketua PDIP sudah sejak awal bilang bahwa partai kami tidak ada sangkut pautnya dengan PKI. Dengan adanya cuitan Twitter terdakwa dan juga berita dari sebarr.com, maka akan merugikan PDIP,” ungkap Tanda.

Tanda menambahkan, di kalangan masyarakat muncul isu bahwa PDIP adalah partai komunis baru. Sehingga, menghilangkan suara saat adanya pemilihan dalam laga politik. Lebih lanjut, Tanda pun dicecar pertanyaan tentang paham komunis di dalam tubuh PDIP.

Tanda pun menampik adanya paham terlarang itu di tubuh partai. Ia mengatakan bahwa PDIP berdasarkan Pancasila dan tidak menganut paham lain. “Kami berdasarkan dengan Pancasila, dan tidak boleh berapaham selain itu,” tegas Tanda.

Hakim juga menyinggung seputar seleksi penerimaan anggota PDIP terutama tentang pemahaman yang dianut oleh para kader. Tanda menjelaskan, untuk menjadi kader hanya butuh mengisi biodata saja. Begitu pula dirinya, pada tahun 2010 resmi menjadi kader PDIP hanya bermodal biodata.

“Bagi saya, PKI sudah habis,sudah dibubarkan dan pahamnya sudah nggak ada lagi. Jadi menurut saya sudah cukup dengan biodata tadi itu,” ungkapnya.

Terkait permasalahan Komunis, salah satu pengacara UAT, Munarman SH menimpali saat giliran PH berbicara. Munarman mengutip perkataan Menteri Pertahanan bahwa bahaya laten PKI benar-benar ada. Siapa yang mengatakan tidak ada kebangkitan PKI gaya baru, maka dia adalah PKI itu sendiri.

“Ini Menhan yang bicara, dan juga berdasarkan data dari militer bahwa ada bahaya laten kebangkitan PKI. Jika saudara saksi (Tanda, red) berkata PDIP tidak ada kaitannya dengan PKI, maka saya ungkapkan berdasarkan fakta, Ribka Tjiptaning kader PDIP adalah anak seorang PKI, dan ia bangga bahkan menulis buku yang berjudul Anak PKI Masuk Parlemen,” ungkap Munarman.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

Sumber : Kiblat.