OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 21 Februari 2018

Tuai Protes Keras, Akhirnya Pemerintah Batalkan Rencana Jenderal Polri Jadi Plt Gubernur

Tuai Protes Keras, Akhirnya Pemerintah Batalkan Rencana Jenderal Polri Jadi Plt Gubernur

10Berita, Pemerintah membatalkan rencana penunjukan pelaksana tugas (plt) gubernur dari Jenderal Polri. Dalam pernyataannya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menghubungkan pembatalan itu dengan reaksi masyarakat.

"Untuk Jawa Barat dan Sumatra Utara sudah dipertimbangkan. Nanti ada kebijakan lain yang akan kita lakukan," kata Wiranto di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Seperti banyak diberitakan, sedianya dua Jenderal Polri akan ditunjuk sebagai plt gubernur. Masing-masing di Provinsi Jawa barat dan Sumatera Utara.

Keduanya adalah Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Inspektur Jenderal Polisi Martuani Sormin dan Asisten Kapolri bidang Operasi Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan. Martuani direncanakan menjadi plt Gubernur Sumatera Utara sedangkan Iriawan direncanakan menjadi plt Gubernur Jawa Barat.



Namun, sebelum rencana itu menjadi keputusan resmi, publik bereaksi keras. Mereka menolak dengan beragam alasan di antaranya karena dinilai melanggar UU Kepolisian dan dikhawatirkan membuat Polri tidak netral. Penolakan keras terutama disuarakan melalui media sosial. Jumlahnya sangat banyak sehingga hampir setiap hari terlihat di timeline media sosial.

Wiranto mengakui suara publik tersebut sebagai aspirasi rakyat yang benar. Karenanya pemerintah mendengarkan dan melaksanakan aspirasi tersebut.

"Pemerintah mendengar aspirasi rakyat. Kalau sudah ada kebijakan yang nyata-nyata mengundang reaksi rakyat, reaksi yang benar dan bukan ngawur, ya didengarkan dan dilaksanakan," imbuhnya seperti dikutip Republika. [Ibnu K/]

Sumber : Tarbiyah.net

Kagum pada Wanita Lain, maka Suami …

Kagum pada Wanita Lain, maka Suami …

10Berita, JIKA secara kebetulan seorang laki-laki melihat wanita lain yang mengagumkannya, maka jalan terbaik ialah dengan mendatangi istrinya.

Laki-laki yang dapat menahan nafsu syahwatnya, insya Allah bisa menahan diri dari godaan yang melunturkan keimanannya. Tapi, tak sedikit pula orang yang terlihat oleh kita itu memiliki tingkat keimanan yang tinggi, namun, masih bias tergoda oleh rayuan wanita.

Mengapa wanita bisa jadi perusak? Allah memberikan nafsu pada manusia. Nafsu itulah yang menjadi pendorong seseorang berbuat di luar batas yang telah ditentukan. Kini banyak wanita yang menunjukkan keindahan tubuhnya secara terang-terangan. Sehingga, bagi laki-laki yang tidak dapat menahan nafsunya itu akan tergoda, pada apa yang membuatnya tertarik.

Diriwayatkan dari Jabir, “Sesungguhnya Nabi SAW melihat seorang wanita, lalu beliau mendatangi istrinya, Zainab yang sedang menggosok-gosok kulit yang sedang disamak, lalu beliau memenuhi hajatnya, kemudian keluar kepada para sahabatnya seraya berkata, ‘Sesungguhnya wanita itu datang dengan rupa syetan dan pergi dengan rupa syetan (pula). Jika seseorang dari kalian melihat seorang wanita, maka hendaklah ia mendatangi istrinya, karena hal itu akan menolak apa yang ada dalam dirinya,” (HR. Muslim (no. 1403), Abu Dawud (no. 2151), dan at-Tirmidzi (no. 1158) dengan riwayat beliau).

Dalam satu riwayat, “Karena istrinya pun memiliki apa yang dimiliki oleh wanita itu.”

Oleh karena itu, bagi kaum laki-laki yang telah beristri, kuatkanlah keimanan dan ketakwaan kepada Allah. Mohonlah pada-Nya agar dilindungi dari segala godaan syetan yang terkutuk. Jika godaan itu datang menghampiri, berupa wanita yang menarik hati, maka datangilah istri, karena istri juga memiliki apa yang dimiliki oleh wanita lain. Bahkan, seorang istri adalah orang yang paling menarik hatimu, karena dengan alasan itulah Anda memilihnya menjadi pendamping hidup. [Islampos ]

Sumber: Fiqih Hubungan Intim/Karya: Syaikh Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim/Penerbit: Pustaka Ibnu Umar
 

Effendi Gazali Buka RAHASIA Yang Tidak Diungkap Saat Anies Ditolak Ke Podium Piala Presiden 2018

Effendi Gazali Buka RAHASIA Yang Tidak Diungkap Saat Anies Ditolak Ke Podium Piala Presiden 2018


10Berita, Wawancara (kesaksian) Effendi Gazali (pengamat Komunikasi Politik) yang berada sangat dekat pada saat terjadinya insiden ditolaknya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk turun ke podium penyerahan trofi Piala Presiden 2018 kepada Persija Jakarta di GBK, Sabtu (17/2/2018).

Effendi Gazali (yang pernah menjadi MC saat Piala Presiden 2015) kaget saat melihat kok Anies Baswedan sendirian di atas? tidak turun ke podium? Dia kan gubernur tuan rumah? Apalagi Persija Jakarta yang juara.

Lalu Effendi Gazali samperi Anies Baswedan yang sendirian di atas.

"Saya yang pertama datang ke tempat Pak Anies dan salami dia," kata Effendi Gazali.

Effendi Gazali menanyakan ihwal Anies tidak turun ke podium.

"Anies bilang bahwa sebelumnya dia dikasih tahu untuk ikutan ke podium, tapi sesudah itu dia tidak diijinkan untuk turun seperti terlihat di video (dicegah Paspampres)," kata Gazali.

Pengamat Komunikasi Politik ini justru kagum dengan sikap Anies Baswedan yang mendapat perlakuan tak pantas tsb.

"Yang menarik adalah Pak Gubernur itu hanya terkejut sebentar saja, sesudah itu kami ketawa-ketawa di pinggir tribun itu," kata Gazali.

"Yang ingin saya katakan, apapun alasannya (yang disampaikan panitia) insiden ini akan menuai simpati yang sangat besar buat Pak Anies Baswedan," ujar Gazali.

"Pak Anies akan mendapat banyak sekali simpati, kalau itu ada kaitannya dengan capres segala macam silakan saja," tutup Gazali.

Berikut video wawancara Effendi Gazali

Sumber :Portal Islam 

Sambut Kepulangan Habib Rizieq, Massa Membludak di Masjid Baitul Amal Cengkareng

Sambut Kepulangan Habib Rizieq, Massa Membludak di Masjid Baitul Amal Cengkareng


10Berita, Jakarta — Masjid Baitul Amal, Jl Menceng, Cengkareng, Jakarta Barat, sejak Selasa (20/02/2018) pukul 18.30 WIB ipenuhi massa berpakaian putih-putih. Para jamaah yang kebanyakan adalah simpatisan FPI se-Jabodetabek ini datang untuk mengikuti serangkaian acara penyambutan Habib Rizieq Syihab, yang akan pulang ke Indonesia dari Jeddah, Arab Saudi.

Sebelumnya, Muhammad Nur Sukma selaku wakil ketua PPIB menginformasikan kepada segenap masyarakat yang ingin menyambut HRS dapat mengikuti istighosah dan penyambutan HRS di Masjid Baitul Amal, Jl Menceng, Cengkareng, Jakarta Barat.

Salah satu jamaah yang hadir, Nur Zaelani, warga Kapuk mengatakan bahwa dirinya sudah mendatangi Masjid Baitul Amal sejak Magrib hari Selasa dengan harapan dapat turut serta dalam penyambutan HRS.

Pada malam harinya, terlihat di shaf barisan depan Ketua Umum FPI, KH Ahmad Sobri Lubis. Baru bakda Subuh terlihat ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif, Wakil Ketua PPIB Muhammad Nur Sukma, Ketua Aliansi Pergerakan Islam Jawa Barat Ustadz Asep Syarifuddin, dan Novel Bamukmin.

Setelah ditunaikan shalat subuh berjamaah (Rabu, 21/02/2018) panitia melanjutkan acara Istighosah ini dengan pembukaan dan pembacaan Rathib yang dipimpin salah satu panitia, kemudian dilanjutkan dengan tausiah sejumlah ulama yang hadir.

Hingga saat ini, massa FPI dan jawara serta beberapa elemen umat islam lain masih terus berdatangan. Terkait kedatangan HRS di Bandara Soekarno Hatta pun belum disinggung oleh panitia.

Sumber : Kiblat.net.com

Dituduh Korupsi, Fahri Hamzah: Saya akan ‘Gulung’ Nazaruddin dan Kawan-Kawan

Dituduh Korupsi, Fahri Hamzah: Saya akan ‘Gulung’ Nazaruddin dan Kawan-Kawan


Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah siap melawan Muhammad Nazaruddin yang telah menudingnya melakukan korupsi.

Sebelumnya, Nazaruddin mengatakan bahwa dirinya akan melaporkan korupsi yang dilakukan Fahri Hamzah saat masih menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang kini terpidana kasus Wisma Atlet Hambalang itu mengklaim punya bukti yang akan mampu menjadikan Fahri tersangka.

Menanggapi tuduhan tersebut, Fahri mengatakan bahwa ada persekongkolan antara Nazaruddin dengan KPK. Fahri pun dengan tegas menyatakan akan melawan.

“Saya lawan, saya gulung ini Nazar dan kawan-kawan, saya gulung ini! Coba tunjuk diri aja,” tegas Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/2).

Menurut Fahri, Nazaruddin dan KPK tengah memainkan skandal pemberantasan korupsi. Ancaman membuka sadapan komunikasi terkait pembagian fee juga pernah dialamatkan kepadanya 11 tahun silam.

Persekongkolan itu, kata Fahri, berawal ketika Nazaruddin pulang dari Kolombia yang kemudian ditangkap atas kasus wisma atlet. Sejak saat itu, Nazaruddin mulai menyerang banyak pihak di DPR.

Fahri menduga, cara itulah yang ditempuh Nazaruddin untuk membungkam dan menakut-nakuti.

Fahri juga menyebut Nazaruddin bersekongkol dengan oknum di dalam KPK untuk membantu kasusnya dan berbisnis dengannya.

Fahri mencontohkan, dari 162 ‘pohon raksasa’ kasus Nazaruddin, hanya satu yang divonis yaitu perkara wisma atlet.

“Pertanyaannya bagaimana ada orang yang begitu besar pengaruhnya waktu itu karena dia punya akses ke dalam kekuasaan yang luar biasa masifnya, tetapi orang itu hanya didelik satu perkara saja dan divonis satu perkara saja,” kata Fahri.

Fahri bahkan terang-terangan menyebut Nazaruddin sebagai otak di balik kasus dugaan korupsi Hambalang dan proyek e-KTP. Namun, di kedua kasus tersebut Nazaruddin lolos dan tidak diperkarakan.

Belum lagi sederet kasus lain yang, kata Fahri, namun tidak membuat Nazaruddin diperkarakan. Seperti kasus korupsi rumah sakit di Solo, Udayana, Sampit dan Surabaya hingga kasus pembangunan PLTS di Sumatera Selatan.

“Istrinya jadi tersangka Nazarnya tidak kena. Padahal dalam pemeriksaan uang dari PLTS itu juga mengalir ke Nazar,” ujar dia.

Menurut Fahri, seandainya Pansus Angket KPK kemarin dilanjutkan, maka akar persoalan dan semua peran Nazaruddin bakal terungkap.

Meskipun Nazaruddin disebut sudah membantu mengklarifikasi namanya ketika disebut menjelang pemilu 2014 pada medio Februari sampai Maret menjelang pencoblosan.

“Coba Anda bayangkan tuh, nama saya disebutnya Februari-Maret 2014, pencoblosan 9 April dengan harapan nama saya hilang. Tapi Alhamdulillah tidak terjadi, ini yang mengantarkan saya menjadi anggota dan pimpinan DPR sekarang,” ujarnya.

Fahri menganggap Nazaruddin tengah berupaya meluapkan kemarahan lantaran dirinya membongkar skandal persekongkolan yang disembunyikan.

Juga, kata Fahri, tudingan yang dilontarkan Nazaruddin adalah bentuk kemarahan dan kepanikan karena asimilasinya ditunda KPK akibat terungkapnya persekongkolan ini.

“Saya akan terus mengganggu mereka, karena menurut saya ini skandal. Ini skandal yang membosankan dan merugikan keuangan negara karena semua ini kemudian pakai uang negara tapi hasilnya tak ada. Hanya drama-drama seperti ini saja,” katanya.

Sumber :jurnalislam

Walau Belum Tentu Pulang, Jamaah Yang Jemput HRS Sudah Banyak di Cengkareng

Walau Belum Tentu Pulang, Jamaah Yang Jemput HRS Sudah Banyak di Cengkareng


10Berita – Peserta tablig akbar penyambutan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab terus berdatangan. Mereka mulai memenuhi halaman Masjid Baitul Amal.

Pantauan detikcom di lokasi, Jalan Menceng, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (20/2/2018), para peserta semakin ramai hingga pukul 21.00 WIB. Peserta wanita sudah memenuhi bagian dalam masjid, sedangkan peserta pria menempati bagian luar. Para lelaki menempati terpal yang digelar di luar masjid untuk alas duduk.

Sejak usai salat Isya, para peserta terus melantunkan selawat. Selawat itu juga diiringi dengan marawis yang dibawakan sejumlah peserta.

Di lokasi tablig akbar ini, telah hadir Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif. Dia tiba sekitar pukul 21.00 WIB.

Setibanya di lokasi, Slamet langsung menempati teras masjid. Dia belum memberi keterangan terkait kepastian pulangnya Habib Rizieq ke Indonesia besok.

Berbeda dengan Persaudaraan Alumni 212, Presidium Alumni 212 sampai saat ini belum menerima kabar mengenai kepulangan Habib Rizieq Syihab. Mereka meyakini Habib Rizieq tidak akan pulang pada Rabu besok. Meski begitu, apabila benar Habib Rizieq pulang, Presidium 212 menyambut dengan gembira.

“Sekiranya benar beliau pulang, tentu kita turut menyambutnya dengan suasana suka cita. Yang menjadi sakwasangka kita semua di presidium, bila berita terkait perpulangan dari HRS sampai detik ini belum ada penyataan langsung terkait kepulangannya dari beliau langsung. Itu persoalan tersendiri,” kata juru bicara Presidium Alumni 212, Aminuddin, dalam keterangannya, Selasa (20/2/2018).

“Kami (Presidium Alumni 212) berkeyakinan HRS tidak pulang, karena tidak ada kepastian dari beliau sampai hari ini,” sambung Aminuddin.(kl/dt)

Sumber : Eramuslim

Soal Stop Reklamasi, Anies: Saya Tidak Menyalak, Tapi Bernyali!

Soal Stop Reklamasi, Anies: Saya Tidak Menyalak, Tapi Bernyali!


10Berita -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih bungkam soal rencana pembatalan hak guna bangunan (HGB) di atas Hak Pengelolaan (HPL) pulau reklamasi.

Namun Anies menegaskan dirinya bernyali untuk memenuhi tekadnya menghentikan proyek reklamasi di pantai utara Jakarta. Karena itu dia meminta masyarakat untuk yakin atas langkah tegas yang akan diambil dirinya.

“Saya enggak menyalak, tetapi bernyali,” ujar Anies di Balai Kota, Jakarta, Selasa (20/2).

Anies sampai saat ini belum mau membeberkan isi surat balasan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional terkait permintaan Pemprov DKI tersebut. Padahal surat itu sudah diterima Anies sejak beberapa bulan lalu.

“Santai dulu, Mas. Tenang. Anda jangan ragukan komitmen saya (hentikan reklamasi),” kata Anies.

Sebelumnya, Anies mengaku menemukan banyak cacat administrasi dalam penerbitan HGB pulau reklamasi. Dia meyakini, HGB proyek reklamasi dapat dibatalkan.

“Itu sebenarnya bisa dibatalkan dan nanti kita akan menyiapkan langkah berikutnya,” ucap Anies.

Menurutnya, banyak cara bisa ditempuh untuk membatalkan HGB selain melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Kalau memang ada instrumen lain, kenapa instrumen lain itu nggak dipakai? Wong itu ada peraturannya kok,” ujar Anies.(kl/dt)

Sumber : Eramuslim

KOKAM: Otak Penyerangan Ulama Itu Yang Otaknya Gila

KOKAM: Otak Penyerangan Ulama Itu Yang Otaknya Gila


10Berita – Penyerangan yang diduga dilakukan oleh “orang gila” terhadap ulama bukan saja oknum penyerangnya yang gila, melainkan watak aktor intelektual di balik modus penyerangan tersebut benar-benar sakit jiwa.

Penegasan itu disampaikan Komandan Nasional KOKAM Muhammadiyah, Mashuri Masyuda (20/02). “Rangkaian kejadian selama ini merupakan operasi senyap. Otak di balik modus penyerangan ulama benar-benar sakit jiwa,” tegas Mashuri.

Mashuri menegaskan, seharusnya BIN dan BAIS merespon serius rentetan keugal-ugalan yang sudah meresahkan masyarakat ini. “Modus orang gila harus dibuktikan secara klinis, pun jika terbukti sakit jiwa mengapa sasarannya punya pola yang sama,” tanya Mashuri.

Tak hanya itu, Mashuri meminta aparat penegak hukum harus bergerak cepat mengungkap fakta di balik penyerangan terhadap tokoh-tokoh agama dan rumah ibadah.

Di sisi lain, Mashuri juga meminta masyarakat agar proaktif melakukan pengawasan dan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar. Sistem siskamling atau ronda perlu kembali digiatkan dan diaktivasi komunikasi dengan aparat penegak hukum, selain untuk antisipasi serangan “orang gila”, juga meningkatkan pengamanan jelang tahun politik yang semakin menghangat.

Menurut Mashuri, KOKAM Cabang Blimbing Sukoharjo telah bergerak cepat membentuk tim ronda dan Posko Koordinasi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, KH Hakam Mubarok, yang merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem Paciran, Lamongan, Jawa Timur, diserang “orang gila”.(kl/ito)

Sumber : Eramuslim

Sejarawan: Tionghoa dan Tiongkok Dua Hal yang Berbeda

Sejarawan: Tionghoa dan Tiongkok Dua Hal yang Berbeda

10Berita - Pemerhati sejarah Cina dan masyarakat Tionghoa, Johanes Herlijanto, menilai ada mispersepsi di dalam masyarakat Indonesia terkait etnis Tionghoa dengan Tiongkok. Menurutnya, masyarakat di Tanah Air masih menganggap Tiongkok dan etnis Tionghoa merupakan satu kesatuan.

Padahal, kata Johanes, etnis Tionghoa dan Tiongkok merupakan dua hal yang berbeda.

"Sebetulnya orang Indonesia masih ada yang tidak berubah melihat Tiongkok dengan Tionghoa sesuatu yang mirip sama. Padahal dua entitas yang berbeda," ujar Johanes di Perpustakan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Ia pun mencontohkan tidak ada penggunaan bahasa Tionghoa seperti "Owe dan Lu" di Tiongkok, bahasa yang kerap diucapkan warga keturunan Tionghoa di Indonesia.

"Iya misalnya ketika bercerita di WhatsApp Grup muncul cerita, ketika cerita orang Tiongkok kejadian di Shanghai, tapi kemudian diceritakan dengan bahasa Indonesia dan kemudian menggunakan istilah seperti 'Owe lah, lu lah'. Tidak ada (bahasa) yang seperti itu di sana (Tiongkok)," ucap Johanes.

Tak hanya itu, menurutnya mayoritas masyarakat awam masih menganggap Tionghoa bagian dari negara Tiongkok, yang merupakan kelompok yang berbeda.

"Jadi orang Indonesia melihat masih ada stereotip-stereotip atau kemudian tulisan yang mendiskreditkan Tiongkok sama seperti mereka melihat orang Indonesia dengan stereotip itu. Tapi sebaliknya mereka melihat orang Tionghoa Indonesia seolah-olah ini adalah perwakilan dari Tiongkok. Padahal ini dua kelompok yang berbeda sama sekali," tuturnya.

Dia kemudian mencontohkan kehidupan di Amerika Serikat dimana bisa melebur tanpa adanya stereotip yang berkembang.

"Di Amerika juga kan misalnya orang Amerika dari latar belakang etnik atau negara yang latar belakang yang awalnya bukan dari Amerika, tapi kemudian dia menjadi orang Amerika 100 persen gitu kan bisa. Stereotip itu (di Indonesia) masih berjalan," tandasnya. [Priscilla Trisna]

Sumber : Suara.com 

Yess..! Habib Rizieq Hari ini Mendarat di Terminal 2D, Amin Rais Minta Jokowi Stop Kasusnya

Yess..! Habib Rizieq Hari ini Mendarat di Terminal 2D, Amin Rais Minta Jokowi Stop Kasusnya


10Berita, Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengkonfirmasi kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air pada Rabu (21/2) hari ini.

Habib Rizieq diketahui akan pulang bersama istrinya Fadhlun Yahya dari Arab Saudi pada tadi malam pukul 20.00 waktu setempat dan akan tiba di Bandara Soekarno Hatta Terminal 2D pada Rabu (21/2) pukul 09.00 WIB.

Untuk menyambut kepulangan Habib Rizieq, PA 212 dan para pendukungnya akan berkumpul di Masjid Baitul Amal, Jalan Menceng Raya, Kalideres, Jakarta Barat muali pukul 20.00 malam ini. Mereka diagendakan akan berada di sana hingga Kamis (22/2) mendatang.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat Presidium Alumni 212 Amien Rais mengimbau pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak melakukan kriminalisasi kepada Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab.

“Jadi saya pesan rezim penguasa ini agar-agar hati-hati, umat Islam itu tidak pernah mencari gara-gara. Tapi kalau imam besarnya dihina, diplintir proses hukum untuk memojokkan imam besar kita ini, maka saya sudah mengatakan hati-hati,” kata Amien Rais, Selasa (20/2) di Jakarta.

Menurutnya, tuduhan percakapan pornografi yang dituduhkan kepada Habib Rizieq Shihab tidak berdasar.

“Jadi tolong, tuduhan percakapan pornografi yang dituduhkan itu, dibandingkan dengan prostitusi ala Alexis dan lain-lain, itu bukan seperseribunya,” katanya.

Dia meminta Presiden Jokowi untuk menginstruksikan polisi, agar tidak melanjutkan kasus yang dituduhkan kepada Habib Rizieq tersebut.

“Pak Jokowi saya sampaikan hati-hati. Anda adalah lurah negeri ini, beritahu aparat keamanan jangan jumawa, jangan takabur, karena kita juga pemilik sah negeri ini. Negeri ini milik kita semua, jadi jangan macam-macam,” katanya  (pri/ant)

Sumber : telusur.co.id