OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 27 Februari 2018

Sindiran Ustadz Felix Siauw untuk Pemimpin Yang Nonton Film Di Saat Rakyat Menderita

Sindiran Ustadz Felix Siauw untuk Pemimpin Yang Nonton Film Di Saat Rakyat Menderita



10Berita, Cuitan Ustadz Felix Siawu di laman twitter menandak diserbu ahoker dan pendukung Jokowi.

Ustadz Felix menyindir Presiden Jokowi yang nonton film Dilan di akhir pekan.

Jadi pemimpin itu artinya mau terdepan dalam penderitaan, terakhir dalam kesenangan. Lucunya, zaman ini ada pemimpin yang tega nonton, saat rakyatnya menderita 😑😑😑

Tulisnya sekitar 10 jam yang lalu pada 26/2/2017.

Jadi pemimpin itu artinya mau terdepan dalam penderitaan, terakhir dalam kesenangan. Lucunya, zaman ini ada pemimpin yang tega nonton, saat rakyatnya menderita 😑😑😑

— Felix Siauw (@felixsiauw) February 26, 2018


Sebelumnya diketahui, Presiden Jokowi mengunggah foto tiket masuk nonton film Dilan di laman facebook.

Foto tersebut diunggah pada akhir pekan 25/2/2018. Di laman resmi Jokowi menuliskan

Hari Minggu, kalian ke mana? Saya menonton film yang sedang tayang di bioskop-bioskop tanah air: Dilan 1990.

sumber: moslemcommunity

Megawati Pastikan Jokowi Menang Total dalam Pilpres 2019, Hasil Survei Malah Begini

Megawati Pastikan Jokowi Menang Total dalam Pilpres 2019, Hasil Survei Malah Begini


Megawati dan Jokowi saat Rakernas PDIP (Tribunnews)

10Berita, Ada kalimat menarik yang dipekikkan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat mengumumkan Jokowi sebagai capres, dalam pembukaan Rakernas III PDIP di Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (23/2/2018) lalu. Ia mengatakan Jokowi pasti menang total. 

"Dengan ini saya nyatakan calon presiden dari PDI Perjuangan, Ir Joko Widodo, Metal! Metal! Pasti menang total," kata Megawati.

Sebagai bagian dari strategi pemenangan, PDIP mengharuskan kepala daerah yang diusungnya untuk mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019. Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dukungan harus diberikan agar program pemerintahan pusat sinergi dengan pemerintahan daerah.

"Itu yang kami sebut satu nafas. Karena kami mendorong pembangunan berdikari. Kami ingin mendorong kerja sama antar kepala daerah secara horizontal tetapi secara vertikal pun kami dorong," kata Hasto Kristiyanto di Prime Plaza Hotel, Denpasar, Bali, Jumat (23/2/2018), seperti dikutip Detik.



Sementara itu, hasil survei lembaga survei Median menunjukkan elektabilitas Jokowi semakin menurun. Berdasarkan survei tanggal 1-9 Februari itu, elektabilitas Jokowi tinggal 35 persen. 


Meskipun masih menempati peringkat pertama dibandingkan capresn lainnya, elektabilitas itu merosot hingga level “lampu kuning.” Sebelumnya, pada April 2017, elektabilitas Jokowi mencapai 36,9 persen. Kemudian pada Oktober 2017 menjadi 36,2 persen. 


"Kenapa kami mengambil tema lampu kuning untuk Jokowi, itu karena elektabilitas Jokowi mengalami penurunan dalam survei kami. April 2017 itu di angka 36,9%, Oktober 2017 di angka 36,2%, Februari 2018 di angka 35,0%," kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun dalam paparan survei di Cikini, Jakarta, Kamis (22/2/2018) lalu seperti dikutip Kumparan.[Ibnu K/]

Sumber : Tarbiyah.net


Jaksa Sebut tak Ada Bukti Baru dalam PK Ahok

Jaksa Sebut tak Ada Bukti Baru dalam PK Ahok

BANDARpost  Hari ini, Senin (26/2), sidang peninjauan kembali (PK) yang diajukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah selesai. Baik pengacara Ahok maupun jaksa hanya menyerahkan materi PK kepada hakim.

Dilansir oleh Kumparan, usai sidang, jaksa Sapto Subroto mengatakan, pihaknya sudah menerima isi gugatan Ahok sejak 3 hari sebelum sidang. Setelah dipelajari, Sapto menilai tidak ada novum (bukti baru) dalam gugatan PK Ahok.

“Tidak ada fakta baru yang di memori PK mereka itu tidak ada,” kata Sapto di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Utara, Senin (26/2).

Soal putusan vonis terhadap Buni Yani yang terpidana UU ITE di Pengadilan Negeri Bandung yang menjadi dasar pengajuan PK kasus Basuki, menurut Sapto hal tersebut tidak relevan, tidak ada kaitannya. Kedua kasus itu memiliki delik perkara yang berbeda.

“Kalau Ahok soal penodaan agama. Kalau Buni Yani soal pelanggaran ITE. Itu dua delik yang berbeda sekali. Pembuktian di kasus Buni Yani sama sekali tidak mengganggu pembuktian di kasus Ahok,” papar Sapto.

Pihaknya pun tidak setuju dengan tim kuasa hukum Basuki yang mengatakan bahwa telah terjadi sejumlah kekhilafan hakim dalam putusannya terkait kasus Basuki.

“Putusan Hakim PN Jakut itu sudah benar,” tegas Sapto.

Pada sidang perdana PK kasus Basuki, ketua majelis hakim PN Jakut, Mulyadi menerima permohonan PK kasus tersebut. Namun putusan PK merupakan wewenang Mahkamah Agung.

“Majelis hakim di sini tidak punya kewenangan untuk mengabulkan permohonan PK dari pemohon. Kewenangan ada di MA,” kata Hakim Mulyadi.

Majelis hakim selanjutnya memberikan kesempatan kepada jaksa penuntut umum (JPU) untuk memberikan tanggapan secara tertulis.

“Dengan diterimanya permohonan ini, saya harap dua sampai tiga hari paling lambat, jaksa memberikan tanggapan diterima majelis dari panitera pengganti,” kata Hakim Mulyadi.

Mulyadi menargetkan pada Senin (5/3), selanjutnya majelis hakim bisa menyerahkan berita acara pendapat kepada Mahkamah Agung.

Sumber : Ngelmu.co

Nasdem: Jokowi Presiden Paling Agamis Setelah Gus Dur, Warganet: Baca Alfatihah Aja Gak Lurus!

Nasdem: Jokowi Presiden Paling Agamis Setelah Gus Dur, Warganet: Baca Alfatihah Aja Gak Lurus!


10Berita, Anggota Dewan Pakar DPP Nasdem Teuku Taufiqulhadi tidak peduli dengan isu yang selama ini dialamatkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disebut-sebut sebagai PKI dan tidak agamis. Menurutnya, justru Jokowi itu merupakan presiden Indonesia yang paling agamis setelah Abdurrahman Wahid.

"Kalau menurut saya, kalau diserang ya diserang saja enggak apa-apa, toh Bapak Jokowi itu adalah orang Islam yang baik, dia adalah sebagai presiden yang menurut saya sejauh ini dia yang paling agamis setelah Gus Dur," kata Taufiqulhadi, Senin 26 Februari 2018.

Anggota Komisi III DPR RI itu melanjutkan, bukti Jokowi agamis beberapa kesempatan sudah terbukti. Saat melakukan kunjungan ke Negara Afghanistan ia didapuk sebagai imam Salat Dhuhur yang makmumnya Presiden Ashraf Ghani dan pejabat Afghanistan lainnya.

"Dalam sejarah bangsa Indonesia setelah Gus Dur, Jokowi yang sering menjadi imam, jadi tidak ada presiden yang lain. Jadi, secara ke-Islam-an Jokowi lah presiden yang menurut saya dia yang paling tepat, dia yang paling dekat dengan agama Islam," tuturnya.

Taufiqulhadi kembali menegaskan, bagi semua pihak yang selama ini meragukan ke-Islam-an Jokowi sebaiknya melihat kembali presiden sebelum-sebelumnya siapa yang paling dipercaya negara sahabat untuk menjadi imam salat.

"Jadi, kalau misalnya ada orang yang berusaha menjatuhkan dengan mempersoalkan persoalan agama, itu adalah harus kita tanyakan dia mendukung siapa dan bagaimana presiden lain yang dia dukung itu," pungkasnya.

Sumber: OKEZONE

------

Baca Alfatihah aja nga lurus, hahaha

— #DEMOKRATS14P (@panca66) February 26, 2018


Jangan salah, agamis itu teridiri dari A dan Gamis = tidak bergamis.
Jadi itu betul, jokowi paling tidak bergamis.

— Sena (@Qarn66) February 26, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Sa'i Sambil Nyanyi, Jamaah Umroh Dinilai Mempermalukan Indonesia di Mata Dunia

Sa'i Sambil Nyanyi, Jamaah Umroh Dinilai Mempermalukan Indonesia di Mata Dunia


10Berita, Di media sosial sedang viral video jama'ah umroh dari Indonesia yang melakukan ibadah Sa'i sambil bernyanyi "Hubbul Wathon".

Sontak hal ini menimbulkan polemik.

Salah seorang pengusaha muslim yang punya hubungan dengan Saudi, Azzam Muhammad Izzulhaq melalui akun twitternya menyebut aksi nyanyi saat Sa'i ini telah mempermalukan Indonesia di mata dunia.

"Mendapati laporan sahabat saya Polisi di Masjidil Haram bahwa setelah ramai ibadah sa'i sambil membaca Pancasila, kini ada group umroh melakukan sa'i sambil bernyanyi.

Ketika melihat foto dan videonya, pelakunya group liberalis yang salah sayunya 'nyaleg' di PSI.
Memalukan!" kata Azzam Muhammad Izzulhaq yang disampaikan melalui akun twitternya (25/2/2018).

"Dulu, saya kira 'mengencingi sumur zamzam' jika ingin terkenal itu cuma idiom saja. Kini, ternyata ada orang yang mirip melakukannya. Terkenal memang. Dikenal penduduk bumi dan penduduk langit sebagai penista ibadah sai dan Masjidil Haram!"

"Tindakan bernyanyi di Masjidil Haram, apalagi di tempat Sa'i yg mustajab bukan saja memalukan Nahdhatul Ulama. Tapi juga memalukan Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar di dunia. Lu kira keren? Kagak!" tegas Azzam.

Sumber : portal-islam.id

DIBLOKIR Instagram, Kesalahan Ust. Abdul Somad Ternyata Cuma Satu...

DIBLOKIR Instagram, Kesalahan Ust. Abdul Somad Ternyata Cuma Satu...


10Berita, Kebijakan Instagram memblokir akun Ustaz Abdul Somad pada Ahad, 25 Februari 2018 lalu, memancing protes luas publik. Meski akun yang memiliki jumlah pengikut 1,7 juta ini telah dapat diakses kembali, namun tidak ada alasan jelas mengapa pemblokiran dilakukan.

Pemblokiran tanpa alasan ini justru menjadi preseden yang tidak baik bagi Instagram karena begitu mudahnya memblokir akun tokoh publik yang memiliki integritas. Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris memberikan dukungan penuh pada UAS agar terus berdakwah menebar ilmu dan kebaikan, walau berbagai tantangan datang silih berganti. Fahira menduga, seruan persatuan umat dari UAS membuat oknum tertentu gerah dan terganggu kepentingannya.

"Kesalahan Ustad Abdul Somad cuma satu, terus serukan pentingnya persatuan umat dalam setiap ceramahnya," ujar Fahira, Senin 26 Februari 2018.

Sepertinya, kata Fahira, seruan persatuan umat ini sudah menampakkan hasil dan itu membuat oknum tertentu tidak senang.

"Makanya, ada saja rintangan yang bakal dihadapi beliau (Ustaz Somad)," lanjutnya.

Ustaz Somad yang dikenal memiliki materi ceramah yang
simpel, mengena dan mengupas persoalan dan tantangan yang dihadapi umat Islam di Indonesia saat ini, disebut mampu memotret suasana batin mayoritas rakyat Indonesia.

Fahira mengakui, pendengar ceramah UAS dari berbagai kalangan, mulai dari Wakil Presiden sampai Ketua MPR, hingga masyarakat umum. Ustaz juga kerap diundang banyak kepala daerah untuk memberi ceramah kepada warga di daerahnya masing-masing.

"Sehingga, tidak mungkin isi ceramahnya membahayakan NKRI apalagi dituduh radikal dan provokatif," tegas Fahira.

"Saya berharap kejadian-kejadian seperti ini baik itu penghadangan, pengusiran, ataupun upaya mempersempit ruang dakwah Ustad Abdul Somad dengan pemblokiran akun media sosial, jadi yang terakhir. Kami umat Islam membutuhkan siraman ilmu dan semangat dari Ustad Abdul Somad," tutup perempuan yang dikenal mahir menembak ini.

Sumber : portal-islam.id

TERCYDUK Jadi "Buzzer" Partai, Akun Kantor Staf Presiden Dibanjiri Kecaman Warganet

TERCYDUK Jadi "Buzzer" Partai, Akun Kantor Staf Presiden Dibanjiri Kecaman Warganet


10Berita, Linimasa jejaring sosial twitter kembali riuh setelah akun resmi Kantor Staf Presiden (KSP) mengunggah pernyataan Presiden pasca dicalonkan kembali sebagai Presiden untuk periode 2019-2024.

Cuitan yang diunggah pukul 01.20 dinihari Ahad, 25 Februari 2018 selengkapnya tertulis sebagai berikut:

"Dicalonkan Kembali Jadi Presiden di Pilpres 2019, Presiden @jokowi: Terima Kasih @PDI_Perjuangan. Selengkapnya di https://t.co/DmhptftNlm #Pilpres2019".

— Kantor Staf Presiden (@KSPgoid) February 24, 2018


Cuitan ini pun membuat Let.Jen (Purnawirawan) Suryo Prabowo terkejut. Spontan, beliau bertanya.

"Ini akun resmi KSP?", cuitnya.

ini akun resmi KSP ?

— J.S. Prabowo (@marierteman) February 26, 2018


Keheranan warganet semakin meluas. Mereka heran, mengapa Kantor Staf Presiden yang operasionalnya dibiayai APBN kok tiba-tiba berubah menjadi buzzer politik yang terafiliasi ke partai penguasa?

Saya pikir akun resmi KSP ini tdk layak ikut2an politik.

Anda itu pake APBN, jgn ngawur kalian urus negara ini. Semua lembaga negara hrs NETRAL. Jika tdk bs netral, mundur kalian semua baru berpolitik. https://t.co/cqQUbKxvjN

— FERDINAND HUTAHAEAN (@LawanPoLitikJKW) February 26, 2018


Kantor Staf Presiden semestinya bercuit mengabarkan aktivitas Jokowi dalam kapasitasnya sebagai Presiden, bukan dalam kapasitas sebagai kader partai yang dicalonkan kembali oleh Ketua Umum partai.

Berikut kecaman luas warganet atas cuitan akun KSP.

KSP itu bukan "Kampanye Suara Partai", min...

— Rajaq Aqrom ❄️ (@jaqchrome) February 26, 2018

                           



Sumber : PORTAL ISLAM

PK Ahok, Majelis Hakim Diminta Pertimbangkan Pendapat MUI, NU, dan Muhammadiyah

PK Ahok, Majelis Hakim Diminta Pertimbangkan Pendapat MUI, NU, dan Muhammadiyah

MUI, Muhammadiyah, dan NU ketika itu sama-sama menyatakan bahwa ucapan Ahok yang menyinggung Al-Maidah ayat 51 telah menodai agama Islam.

Rifa'i fadhly/hidayatullah.com

Majelis Hakim PN Jakarta Utara pada sidang kasus Ahok di Auditorium Kementan, Jaksel, Selasa (25/04/2017).

10Berita – Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan terpidana kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) adalah haknya.

Begitu kata Prof Dr Yunahar Ilyas Lc MAg, salah satu Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, yang dulu menjadi saksi ahli dari Muhammadiyah dalam persidangan Ahok sebelumnya.

“Kita tunggu aja (keputusannya),” ucap Yunahar dengan santai kepada hidayatullah.com Jakarta, Senin (26/02/2018). Senin pagi, sidang perdana PK kasus Ahokdigelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) di Jakarta Pusat.

Baca: Dinilai Vonis 2 Tahun Penjara Ahok Tak Memuaskan, PK Jangan Diterima


Yunahar yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), meminta Majelis Hakim untuk bersikap adil, jujur, dan memperhatikan fakta-fakta yang ada di persidangan sebelumnya, serta mempertimbangkan sikap dan pendapat keagamaan MUI, pendapat Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU).

MUI, Muhammadiyah, dan NU ketika itu sama-sama menyatakan bahwa ucapan Ahok yang menyinggung Al-Maidah ayat 51 telah menodai agama Islam.* Andi

Baca: Kuasa Hukum Menuduh Pelapor Ahok Merupakan Pembencinya


Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Sumber :Hidayatullah.com 

Heroik; Polisi Muslim Asal AS Ini Gugur Saat Selamatkan Tetangganya

Heroik; Polisi Muslim Asal AS Ini Gugur Saat Selamatkan Tetangganya


Kopral Mujahid A. Ramzzid harus kehilangan nyawanya setelah menyelamatkan seorang tetangganya, Rabu (21/2/2018). Foto: CNN

SEORANG polisi Maryland, Amerika Serikat (AS) Kopral Mujahid A. Ramzzid harus kehilangan nyawanya setelah menyelamatkan seorang tetangganya, Rabu (21/2/2018) pekan lalu. Menurut laporan polisi, Ramzzid, 51, meninggal dunia ditembak penjahat saat berusaha melindungi tetangganya dari kekerasan. Padahal Ramzzid sedang tidak bertugas saat kejadian.

“Sepanjang kariernya dia tidak pernah memikirkan diri sendiri. Hari ini bukan pertama kali dia menunjukkan kepahlawanannya,” kata Kepala Polisi Wilayah Prince George, Hank Stawinski saat mengumumkan kematian Mujahid, CNNmelaporkan.

Laman Facebook resmi Kepolisian Prince George menyebut Mujahid Ramzziddin “Akan tetap hidup di hati kami setiap hari.”

Kisah kepahlawanan Mujahid pun menyentuh Fahmi Zubir Zakaria, Imam Mesjid Indonesian Muslim Association in America (IMAAM), yang di laman Facebook-nya bercerita.

“Selesai mengimami shalat subuh tadi di masjid IMAAM Center, seorang jama’ah yang bertugas sebagai polisi Montgomerry County, minta izin ke saya untuk mengumumkan kejadian penembakan. Dengan mata berkaca-kaca, kesedihan yang mendalam, dia bercerita kejadian tertembaknya polisi muslim teman sejawatnya,” tulis Fahmi.

“Mujahid Ramzziddin, seorang police officeryang -Insya Allah- syahid, mendapatkan cara kematian yang dirindunya teriring nama besarnya ‘Mujahid’.”

Fahmi pun bertutur bahwa Mujahid adalah aktivis Masjid, dia selalu menjaga komunitas muslim, khususnya Prince George’s County. Polisi muslim di Maryland ini sangat solid menjaga komunitas muslim setempat. Di tengah-tengah isu islamofobia serta aksi kekerasan dengan senjata api, polisi muslim semakin proaktif merapat ke masjid memberikan bimbingan dan penyuluhan dalam mengatasi aksi kriminal islamofobia, serta diskriminasi lainnya.

Polisi memastikan tersangka yang menembak Mujahid adalah Glenn Tyndell, 37 tahun. Sebelum menembak Mujahid, tersangka telah mendapat tiga surat perintah penangkapan atas tuduhan penyerangan tingkat kedua. []

SUMBER: CNN

Ilmuwan Muslim Serukan Pemberontakan Lawan AS

Ilmuwan Muslim Serukan Pemberontakan Lawan AS

keputusan AS memindahkan kedutaannya dianggap deklarasi perang

10Berita , Sebuah organisasi internasional cendekiawan Muslim yang berkantor pusat di Qatar menyerukan pemberontakan publik dan resmi terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Mei.

"Kami menyerukan sebuah pemberontakan Palestina, Arab dan Islam melawan agresi Amerika ini," kata Sekretaris Jenderal Persatuan Ahli Ulama Internasional (IUMS) Ali al-Qaradaghi dilansir dari Press TV, Ahad (25/2).

Ia beranggapan Yerusalem al-Quds adalah bangsa milik Muslim. Sehingga, meninggalkannya atau mengubah identitasnya akan menjadi aib. Qaradaghi menggambarkan keputusan AS memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem al-Quds sebagai deklarasi perang terhadap umat Islam dan sebuah langkah melegitimasi pendudukan yang tidak sah.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert mengatakan Washington DC berencana membuka kedutaan besarnya di Yerusalem al-Quds pada Mei mendatang.

Wilayah Palestina yang diduduki, menyaksikan gelombang ketegangan baru sejak Trump mengumumkan keputusannya mengakui Yerusalem al-Quds sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember lalu. Perubahan dramatis dalam kebijakan Washington DC terhadap kota tersebut memicu demonstrasi di wilayah Palestina yang diduduki, Iran, Turki, Mesir, Yordania, Tunisia, Aljazair, Irak, Maroko dan negara-negara Muslim lainnya.

Sumber :Republika.co.id