OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 28 Februari 2018

Wahai Rasulullah, Aku Tidak Sakit dan Aku Tidak Merasakan Sakit …

Wahai Rasulullah, Aku Tidak Sakit dan Aku Tidak Merasakan Sakit …


Foto: Wikimedia Commons

10Berita, Tsauban adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW. Dia juga salah satu budak yang dibebaskan.

Tsauban hampir selalu bersama Nabi di rumah atau dalam perjalanan. Setelah Nabi wafat, Tsauban tinggal selama beberapa tahun di Suriah dan kemudian untuk beberapa waktu di Mesir. Ia juga hadir pada saat kemenangan di Mesir. Tsauban akhirnya meninggal dunia pada usia 51 tahun.

Hal ini ditemukan dalam sebuah riwayat bahwa Tsauban sangat memuja Nabi Muhammad (s.a.w.) sehingga dia tidak dapat menanggung ketidakhadiran Nabi yang lama, bahkan untuk sesaat pun!

Suatu hari, Nabi Muhammad SAW melihat Tsauban dalam suasana hati yang sangat muram. Tsauban tampak lemah juga. Nabi (s.a.w.) bertanya kepadanya, “Wahai Tsauban! Apa yang terjadi padamu?”

Tsauban menjawab, “Wahai Rasulullah. Aku tidak sakit dan aku tidak merasakan sakit, tapi aku khawatir dengan kedekatanmu padaku yang mungkin tak akan aku alami di surga. Sepertinya kau akan berada di tempat yang tinggi dan aku berada di posisi yang rendah. Aku khawatir aku tidak bisa melihatmu di sana.”

Pada saat yang sama, satu ayat terungkap.

“Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (Qur’an (4:69)

[Bihar al-Anwar vol.2 hal.68)]

Kisah serupa juga diriwayatkan oleh Aishah (r.a. *), salah satu istri Nabi (s.a.w.), tapi kali ini, nama Tsauban tidak disebutkan.

Aisyah melaporkan bahwa seorang pria mendatangi Rasulullah saw. Dan berkata, “Wahai Rasulullah! Memang, aku mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri. Dan aku mencintaimu lebih dari aku mencintai keluargaku. Dan aku mencintaimu lebih dari aku mencintai anak-anakku. Ketika aku di rumah dan jika aku mulai memikirkanmu, maka tidak dapat menahan diri sampai aku dapat mendatangimu dan melihatmu. Ketika aku memikirkan kematian dan kematianmu, aku tahu bahwa ketika kau memasuki surga, kau akan diangkat ke tempat para nabi berada. Tapi, jika aku masuk surga, aku takut—apakah aku bisa melihatmu?”

Nabi (s.a.w.) sama sekali tidak menjawabnya sampai Jibril mengungkapkan kepadanya, “Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” []

Sumber: jalansirah.com

Ini Kota di Suriah yang Jadi Saksi Bisu Keadilan Islam

Ini Kota di Suriah yang Jadi Saksi Bisu Keadilan Islam


Foto: Pinterest

Oleh: Abu Athif

HOMS adalah sebuah kota tua di Suriah yang sarat dengan peninggalan sejarah peradaban manusia. Dari mulai peradaban kerajaan assyiria hingga imperium Romawi serta kerajaan Yunani kuno pernah meninggalkan jejak kekuasaannya di bumi Homs.

Selama kurang lebih 2000 tahun, jauh sebelum pendudukan imperium Romawi, Homs telah menjadi kunci pasar agrikultural dan pusat perdagangan di wilayah Suriah bagian utara. Sebelum api revolusi meletus di tahun 2011, Homs telah dikenal pula sebagai kota industri dan perekonomian di dataran Suriah.

Homs telah menjadi saksi bisu atas kepahlawanan pasukan kaum Muslimin yang dipimpin oleh sahabat Nabi, Abu Ubaidah bin Jarrah ra.

Tepatnya di tahun ke 15 Hijriyah, di musim dingin yang diselimuti salju, pasukan kaum muslimin mengepung kota Homs. Penaklukan kota Homs menjadi agenda penting berikutnya setelah kemenangan gemilang kaum muslimin pada perang Yarmuk serta jatuhnya kota Damaskus ketangan kaum muslimin. Itu semua atas arahan dan perintah khalifah Umar bin Khatthab ra.

Akhirnya kota Homs berhasil dikuasai kaum muslimin setelah pengepungan yang berlangsung sampai berakhirnya musim dingin. Semula mereka -pasukan Romawi- enggan untuk menyerah, namun setelah mereka melihat ketegaran dan keteguhan pasukan kaum muslimin serta pekikan takbir yang berkali-kali mengguncang kota Homs, akhirnya mereka menyerah. Sampai ada di antara mereka menyaksikan beberapa rumah dan dinding hancur hanya dengan pekikan takbir dari kaum muslimin. Allah Akbar…[Al Bidayah wan Nihayah; juz 7; hal 50].

Setelah dikuasainya Homs, khalifah Umar bin Khatthab ra mengutus salah seorang sahabat Nabi yang bernama Sa’id bin ‘Amir al Jumahi. Beliau ditunjuk sebagai gubernur di wilayah Homs. Sa’id bin ‘Amir adalah sosok cendekiawan dan rendah diri. Sikap waro’ dan zuhud selalu menghiasi kehidupan beliau. Beliaulah yang perkataannya paling didengar oleh Umar bin Khatthab di hari-hari pertama kekhalifahan beliau. Sa’id bin ‘Amir berbicara dengan tegas kepada khalifah dan dengan penuh hormat beliau menyampaikan :

“Wahai Umar, aku mewasiatkan kepadamu untuk selalu takut kepada Allah dalam hak-hak manusia dan janganlah engkau takut kepada manusia dalam hak-hak Allah. Janganlah ucapanmu menyelesihi perbuatanmu, ketahuilah bahwa sebaik-baik perkataan adalah apa yang dibenarkan dengan perbuatannya.”

“Wahai Umar,perhatikan kepada orang-orang yang mana Allah telah menjadikanmu wali bagi mereka baik dari yang jauh maupun yang dekat dari kaummuslimin. Hendaklah engkau mencintai untuk mereka sebagai mana engkau mencintai untuk dirimu sendiri. Bencilah untuk mereka sepert iengkau membenci sesuatu untuk dirimu dan keluargamu. Dan hendaklah engkau kembalikan kesesatan menuju kepada kebenaran dan janganlah engkau takut celaan orang yang mencela saat engkau menegakkan hak-hak Allah”.

Lalu khalifah Umar bin Khatthab berkata: “Dan siapakah yang bisa melakukan hal itu wahai Sa’id?”

Sa’id menjawab: “Yang bisa melakukan hal itu adalah orang seperti engkau dari orang-orang yang Allah telah menjadikan mereka pemimpin bagi umat Muhammad SAW  dan tidak ada seseorang pun di antara dia dan Allah.” [Shuwar min hayatisshohabah; hal 20]

Pantas saja, karena ketakwaan yang dimiliki oleh beliau, khalifah Umar menunjuk beliau menjadi gubernur Homs. Semula Sa’id menolak amanah besar itu. Beliau berkata :“Wahai Umar janganlah engkau memberikan kepadaku fitnah besar!”

Kemudian Umar marah: “Celaka engkau, engkau serahkan urusan kekhalifahan kepadaku lalu engkau berlepas tangan dariku!”

Setelah itu bergegaslah Sa’id bin ‘Amir menuju Homs untuk segera menjalankan tugas sebagai gubernur di wilayah tersebut. Hingga tidak selang begitu lama, Umar bin Khatthab mengunjungi Homs. Beliau mendapati sebagian dari penduduk Homs yang bisa dipercaya untuk mencatatkan nama-nama orang fakir miskin dari Homs. Dengan sigap mereka pun menulis daftar nama-nama orang fakir miskin.

Betapa terkejutnya khalifah Umar ketika disodorkan kepada beliau nama-nama orang fakir miskin, tertulis di urutan pertama adalah orang yang bernama Sa’id bin ‘Amir. Lalu kholifah Umar bertanya “Siapakah Sa’id ini? Apakah dia gubernur kalian ?” Mereka menjawab “Ya, benar.” “Gubernur kalian faqir ?!” Tanya Umar keheranan. Mereka pun menjawab lagi “Ya, benar. Demi  Allah telah berlalu hari-hari dan kami tidak mendapati rumah beliau dinyalakan api untukmemasak”.

Menangislah Umar bin Khatthab mendengar berita tentang Sa’id bin ‘Amir, hingga air mata membasahi jenggot beliau yang lebat. Akhirnya beliau pun memutuskan untuk memberikan kepada Sa’id sang Gubernur Homs santunan dana sebesar 1000 dinar dengan dibungkus kain. Kemudian kholifah Umar berkata :“Sampaikan salam dariku untuk beliau, dan katakanlah kepadanya bahwa amirul mukminin mengirim bantuan dana ini untuk membantu keperluan dan kebutuhan hajat hidupnya.”

Kemudian datanglah utusan kholifah Umar kepada Gubernur Homs Sa’id bin ‘Amir untuk menyampaikan amanah berupa bantuan dana sebesar 1000 dinar. Tatkala Sa’id bin Amir melihat tumpukan dinar tersebut beliau secara reflek menjauh dan spontan berucap : “Innaalillaahi wainna ailaihi raji’uun…!”

Beliau mengucapkan kalimat istirja’ seakan-akan ada musibah besar yang menimpanya. Hingga suara beliau terdengar oleh sang istri yang saat itu sedang berada di belakang rumah.

Dengan keheranan sang istri bertanya; “Apa yang terjadi wahai Sa’id? Apakah kholifah meninggal dunia?”

Sa’id menjawab “Tidak, bahkan sesuatu yang lebih besar dari pada itu.” Kemudian sang istri bertanya lagi “Apakah kaum muslimin kalah dalam peperangan?” Sa’id menjawab “Tidak, bahkan lebih besar dari pada itu.” Sang istri bertanya lagi “Apa gerangan yang lebih daripada itu semua?” Sa’id menjawab “Telah masuk kepadaku dunia untuk merusak akhiratku dan telah masuk pula fitnah di rumahku.”

Kemudian sang istri berujar “Kalau begitu segeralah engkau hilangkan fitnah itu.” Sementara sang istri tidak mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. Lalu Sa’id berkata kepada istrinya “Maukah engkau membantuku untuk menghilangkan fitnah itu ?” Sang istri menjawab “Ya, tentu saja.”

Kemudian sang Gubernur Sa’id bin ‘Amir membungkus dinar-dinar tersebut dengan kain lalu membagi habis semuanya kepada orang-orang fakir-miskin yang ada di kota Homs. Hingga akhirnya penduduk Homs merasakan keadilan yang merata dan keindahan hidup bersama Islam.

Demikianlah sekilas tentang kota Homs pada masa kekhalifahan Umar bin Khatthab dan  dibawah seorang gubernur sekaliber Sa’id bin ‘Amir al Jumahi ra. Namun sekarang ini, kenangan indah tersebut tak lagi Nampak di kota Homs. Sekarang ini yang ada adalah puing-puing bangunan yang hancur akibat tindakan brutal rezim Bashar Assad terhadap umat muslim. []

Sumber :Islampos 

Dubes Agus: Bernyanyi Saat Sai, Ganggu Hubungan Diplomatik

Dubes Agus: Bernyanyi Saat Sai, Ganggu Hubungan Diplomatik

Dubes Agus: Bernyanyi Saat Sai, Ganggu Hubungan Diplomatik

10Berita ,  JAKARTA -- Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyayangkan perilaku jamaah umrah yang bertindak tak pantas saat melakukan ibadah Sa'i. Segelintir jamaah asal Indonesia ini melantunkan ikrar Pancasila dan menyanyikan lagu Ya Lal Wathan di tengah kerumunan umat yang bersa'i.

Dubes Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, KBRI melindungi seluruh ekspatriat Indonesia di Saudi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. "Jika ada Ekspatriat Indonesia di Arab Saudi yang melakukan tindakan di luar kepatutan dan norma-norma yang berlaku, maka akan diprotes pertama kali oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/2).

Protes Pemerintah Kerajaan Arab Saudi itu akan dialamatkan secara diplomatik yang Dubes RI, sebagai Pelayan Ekspatriat Indonesia di Arab Saudi. "Aksi di Mas'a (tempat Sa'i) tersebut berpotensi untuk mengganggu hubungan diplomatik Indonesia - Arab Saudi," ungkapnya.

Karena itu, Dubes RI untuk Saudi mengimbau, kepada seluruh ekspatriat Indonesia yang sedang atau akan berkunjung ke Arab Saudi, mematuhi peraturan, kepatutan dan norma-norma yang berlaku di Arab Saudi. Agar tidak mengulang kesalahan yang sama.

Untuk diketahui bersama, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melarang keras segala bentuk upaya yang mempolitisasi Umrah dan Haji. Insiden bersa'i dengan mengikrarkan Pancasila dan bernyanyi Ya Lal Wathan telah mencoreng nama Indonesia.

Video rekaman aktivitas Sa'i yang tidak pantas tersebut tersebar di dunia maya. Di Indonesia bahkan video ini mendapatkan kecaman dari banyak pihak karena dianggap tidak pantas dilakukan.

Sumber :Republika.co.id 

Awas, The Power of Emak-emak

Awas, The Power of Emak-emak


Foto: Pinterest

10Berita, INILAH realita emak-emak Indonesia yang sangat luar biasa. Realitas sesungguhnya yang dialami nyaris setiap hari oleh para emak di negeri kita tercinta ini. Apa saja?

1. Bangun sepagi apapun tetap saja panik dan grasa-grusu, apalagi kalau punya anak kecil yang baru sekolah

2. Semua pekerjaan dapur bisa dihandle kecuali masang galon

3. Dituntut menguasai banyak bidang vital dalam kehidupan. Bisa jadi ekonom, akuntan, pebisnis, public relations, guru, ustadzah, masterchef, dan lain-lain. Sementara suami cukup jadi teknisi dan sekali-sekali politikus.

4. Harus senantiasa strong, gak boleh berlama-lama sakit. Sakit dua hari biasanya dipersingkat jadi sehari. Kebalikan dengan sebagian suami-suami yang kadang sakit sehari berpotensi mark-up jadi dua hari.

5. Ada tiga media sosial konvensional tempat emak-emak sharing informasi faktual, yaitu arisan, ruang tunggu jemputan anak di sekolah, dan tukang sayur.

6. Ada dua hal yang mustahil dilakukan ketika punya anak usia 1 hingga 3 tahun, yaitu nonton dan menamatkan bacaan novel.

7. Jarang menikmati liburan. Jika rekreasi bersama suami dan anak-anak, sebenarnya bukan rekreasi, tapi hanya memindahkan lokasi rumah ke tempat rekreasi.

8. Di antara 100 resep masakan atau kue yang di-save as, yang dipraktekin baru sekitar 10 persen.

9. Salah satu sumber kegalauan tingkat dewa adalah ketika Tupperware belum dibalikin tetangga atau dibawa suami ke kantor dan ketinggalan karena lupa.

10. Salah satu sumber kebahagiaan sederhana adalah ketika melihat ada emak-emak lain yang lebih gemuk daripadanya.

11. Dan salah satu ironi adalah ketika program diet gak sejalan dengan porsi makan yang selalu dobel karena sisa makanan anak yang sayang dibuang.

12. Jika beli suplemen diet, maka maksimal 50 persen dikonsumsi, 50 persennya dikoleksi. Dan pajangan.

13. Melihat baju anak di toko, harga 100 ribu, gak minat. Tapi ketika baju yang sama dengan harga yang sama, tinggal ditambahin tulisan diskon 50% dari harga 200 ribu, mendadak minat.

14. Mengganti terminologi “bagus” dengan kata “lucu” atau “unik” untuk meyakinkan suami pada suatu barang yang layak beli.

15. Wanita lebih sering menggunakan hati ketimbang otak. Kebalikan dengan pria. Karenanya emak-emak lebih sering memecahkan masalah dengan spontan nangis, sementara suami lebih sering dengan spontan ngeles.

16. Permasalahan rumah tangga biasanya disikapi dengan dua cara, di-save atau di-delete. Itupun yang di-delete suatu waktu masih bisa di-restore dari recycle bin. Sementara suami lebih cenderung delete dan install ulang.

17. Silahkan yang mau tambahin.

Namun, di balik itu, sekuat apapun suami, se-superior apapun bapak, gak akan ada apa-apanya tanpa emak. Suami boleh mencari nafkah atau mencari solusi segala macam permasalahan, tapi kadang untuk mencari letak pakaian dalam saja butuh bantuan istri.

Oleh karena itu, buat para suami, sayangilah emak kalian, eh maaf, istri kalian. []

Artikel ini viral di media sosial dan blog. Kami kesulitan menyertakan sumber pertama. REVISI 30/3/2017. Banyak masukan dari netizen bahwa penulis asli artikel di atas adalah Arham Rasyid, dengan akun facebook https://www.facebook.com/arhamkendari.

Sumber: https://ruangmuslimah.co/144-the-power-of-emak-emak

Jadi Tersangka Peledakan di Myanmar, Enam Orang Buddha Rakhine Ditahan Polisi

Jadi Tersangka Peledakan di Myanmar, Enam Orang Buddha Rakhine Ditahan Polisi


Semua Tersangka adalah dari etnis Rakhine beragama Buddha

10Berita,  Polisi Myanmar menahan sedikitnya enam orang tersangka pelaku peledakan bom akhir pekan lalu di beberapa kota negara bagian Rakhine, Sittwe, kata polisi, Selasa (27/2/2018).

Seorang perwira di kantor polisi Sittwe Township mengonfirmasi bahwa tersangka peledakan semuanya adalah dari kalangan Buddha beretnis Rakhine.

“Pengadilan kota telah memerintahkan mereka untuk ditahan selama dua minggu,” kata aparat yang yang tak bersedia disebutkan identitasnya itu sebagaimana dilansir Worldbulletin, Selasa (27/2).

“Yang satu berasal dari ANC,” katanya melalui telepon, mengacu pada Dewan Nasional Arakan, sebuah kelompok pemberontak etnis.

ANC adalah United Nationalities Federal Council, sebuah payung asosiasi yang mewakili kelompok etnis bersenjata.

Laporan media menyebut Soe Naing, anggota komite pusat ANC, termasuk di antara enam tersangka tersebut.

Tiga bom meledak di berbagai lokasi Sittwe sekitar pukul 4 pagi pada Sabtu (24/2). Seorang perwira polisi terluka dalam ledakan bom di rumah seorang pejabat tinggi, sementara dua bom lagi meledak di dekat pengadilan kota dan kantor agraria.

Polisi juga menemukan tiga bom lain yang belum meledak di kota tersebut.

Ledakan di Sittwe menyusul pengeboman mematikan di cabang bank lokal di kota Lashio di negara bagian Shan pada Rabu (21/2) lalu yang menewaskan dua karyawan bank tersebut dan melukai 22 lainnya.

Ledakan ketiga terjadi di dekat sebuah zona perdagangan utama di negara bagian Shan, Minggu (25/2) malam.

Beberapa kelompok etnis pemberontak bersenjata aktif di Shan, wilayah etnis terbesar di Myanmar.

Dari serangkaian ledakan dalam beberapa hari itu, tidak ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atau sebagai pelaku pengeboman tersebut. (S)

Sumber: World buletin, Salam Online.

Doa pada Musim Hujan

Doa pada Musim Hujan

Selain membawa kebaikan bagi kehidupan, hujan juga bisa membawa bencana.

10BeritaOleh: Imam Nur Suharno

Musim hujan telah tiba. Dengan hujan, Allah menyuburkan tanaman-tanaman yang dibutuhkan manusia dan semua makhluk yang hidup di bumi, menumbuhkan pepohonan dan buahbuahan serta biji tanaman yang dibutuhkan manusia. Dalam hal ini, Allah SWT berfirman, "Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan bijibiji tanaman yang diketam." (QS Qaaf [50] : 9).

Selain membawa kebaikan bagi kehidupan, pada musim hujan, berbagai hal yang tidak kita inginkan pun bisa terjadi, seperti banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, petir menyambar, dan angin beliung yang merusak.

Hujan yang pada awalnya menjadi sumber air dan pembawa rahmat (QS al-An'am [6]: 99) bisa berubah menjadi banjir bandang (QS al-Baqarah [2]: 59), angin yang pada awalnya berperan dalam proses penyerbukan tumbuhan (QS al-Kahfi [18]: 45) dan mendistribusikan awan (QS al-Baqarah [2]: 164) tiba-tiba berubah menjadi puting beliung yang meluluhlantakkan (QS Fushshilat [41]: 16), dan laut yang pada awalnya jinak (QS al-Hajj [22]: 65) tiba-tiba berubah menjadi tsunami yang meng gulung apa saja yang dilaluinya (QS at-Takwir [81]: 6).

Berkaitan datangnya musim hujan dan berbagai hal buruk yang mungkin terjadi, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan—selain usaha secara manusiawi—Nabi SAW memberikan panduan doa pada musim hujan. Doa sebagai senjata bagi Mukmin (HR Abu Ya'la), dan doa di saat hujan tidak akan tertolak (Mustadrak Hakim).

Pertama, doa saat ada angin kencang. "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, dan kebaikan yang terkandung padanya serta kebaikan apa yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya, dan kejeleken yang ada padanya dan kejelekan apa yang dibawanya." (HR Bukhari dan Tirmidzi).

Kedua, doa jika mendengar petir. Nabi SAW pernah ditanya tentang petir, Nabi menjawab, "Petir adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah."

Doa ketika mendengar petir, "Mahasuci Allah yang petir bertasbih dengan memuji-Nya, begitu juga para malaikat, karena takut kepada-Nya." (Shahih Mauquf al- Muwatha).

Ketiga, doa ketika turun hujan. Ketika turun hujan, Nabi SAW memberikan tuntunan doa, "Allahumma shayyiban nafi'an (Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat)." (HR Bukhari).

Keempat, doa apabila terjadi hujan lebat. "Allahumma hawaalaina walaa 'alaina, Allahumma 'alal aakami, wadzadziraabi, wa buthuni audiyati, wa manaabitisy syajari (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di dataran tinggi, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan)." (HR Bukhari dan Muslim).

Kelima, doa usai turun hujan. Dalam hal ini, usai turun, hujan Nabi SAW bersabda, "Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah." (HR Bukhari dan Muslm).

Semoga Allah melindungi kita dari berbagai hal buruk yang tidak kita inginkan terjadi dan menjadikan hujan sebagai rezeki yang memberikan manfaat bagi kehidupan. Amin.

Sumber :Republika.co.id 

Selasa, 27 Februari 2018

Cuitan Fahri di IG: 'Jangan Kritik Penguasa, Itu Berat.'


Cuitan Fahri di IG: 'Jangan Kritik Penguasa, Itu Berat.'

Cuitan Fahri Hamzah di Instagram

Red: Joko Sadewo | Rep: Fergi nadira

Fahri menyebut yang merusak adalah mereka yang menekan

10Berita , JAKARTA - Demam Film Dilan merembet ke seluruh penjuru Indonesia, sampai kepada Wakil Ketua Dewan perwakilan rakyat (DPR) Fahri Hamzah yang meng-update foto bertuliskan puisi ala Dilan pada akun instagram-nya. 

Posting ini menjadi sorotan warga net, karena tak hanya kekinian, Fahri juga melontarkan kritik ke penguasa, dan orang-orang yang selama ini dia sebut sebagai penekan Mahkamah Konstitusi (MK).

Dalam postingan itu Fahri mengedit fotonya dengan photoshop. Hastag FHSays membumbui fotonya ditemani kalimat di samping kiri atas foto. Caption fotonya berupa kritik berbunyi, "Jangan Kritik Penguasa, Itu Berat. Biar Aku saja." Tulis Fahri pada Fotonya yang diunggah Ahad (11/1) pukul 11 siang.

Dalam keterangan foto pada akun instagram @fahrihamzah dituliskan: "MAAF, PEMIMPIN KITA ASYIK SENDIRI. TAK PAHAM KITA SEDANG DISERANG." 

Kemudian pada bagian bawah caption foto, Fahri memberikan keterangan panjang dengan mengritik bahwa yang merusak itu yang menekan. Hal itu merupakan kelompok yang selama ini mendompleng dari jalanan. Lanjut Fahri bercerita, dulu mereka bisa dikte mahkamah konstitusi (MK) supaya dukung semua agenda mereka. "Begitu orangnya nggak bisa ditekan mereka marah. Saya tahu betul kelakuan mereka, itu-itu aja orangnya," kata Fahri.

 

Dalam keterangan fotonya, Fahri merasa ingat bagaimana kelompok itu bekerja untuk menekan MK supaya memberikan legitimasi kepada UU 30/2002 tentang KPK padahal di dalamnya ada banyak penyimpangan. Namun, kata Fahri, hakim tidak berani meluruskan. Hakim ditekan seperti yang mereka lakukan sekarang.

Fahri melanjutkan, padahal semakin hari KPK sebagai produk UU 30/2002 semakin nampak sebagai negara dalam negara, atau kekuatan proxi untuk menciptakan instabilitas dalam negara khususnya sistem peradilan pidana Indonesia. MK seharusnya meluruskan, tapi mereka tekan.

"Kekacauan selama 16 tahun adanya KPK ini, seperti ada yang menjaga supaya tetap kacau. Ketidaksinkronan antara lembaga dan antara aturan sebetulnya kasat mata. Tapi sengaja dijaga. Saling curiga antar lembaga terus saja terjadi mulai CICAK VS BUAYA sampai Pansus Angket KPK," kata Fahri.

Dalam keterangan foto kelompok ini, kata Fahri seperti paham betul cara menggalang kekacauan tanpa terasa, seolah konstitusional. Jika kelompok lain mengkritik MK dan KPK, mereka bilang intervensi peradilan tapi mereka menekan pakai opini dan aksi paling sering mereka lakukan.

"Saya ingat dulu ketika Judicial Review atas UU 30/2002 dilakukan oleh berbagai kalangan. Mereka bisa bikin Headline media, AWAS KORUPTOR FIGHT BACK!. Padahal orang ingin agar semua UU merujuk kepada Konstitusi. Saat itu hakim MK juga ditekan," cuit Fahri.

Padahal Judicial Review menurutnya adalah hak setiap warga negara yang merasa bahwa sebuah UU telah merugikan hak-haknya dan bertentangan dengan UUD1945. Itulah yang menurutnya yang dirasakan oleh banyak orang dengan UU 30/2002. Tapi semua tiarap karena dituduh antek koruptor oleh mereka. 

"Orang-orang itu mengaku pembela HAM dulu, waktu pesanannya membela HAM. Sekarang mereka membolehkan UU mengintip warga negara tanpa batas. Mereka menyetujui proses hukum yang didominasi oleh satu lembaga tanpa batasan bahkan tanpa SP3 dan pengawasan," tulis Fahri.

Setelah dikonfirmasi melalui pesan singkat kepada Republika.co.id, Fahri mengakui benar menuliskan cuitannya tersebut di akun Instagram aq . "Ya benar," kata dia.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Fahri Hamzah (@fahrihamzah) pada 10 Peb 2018 jam 7:35 PST


Sumber :Portal Islam 

Pertanyaan Menohok MUI: Jika Tanah Abang Semrawut, Mengapa Bos IMF Dibawa ke Sana?

Pertanyaan Menohok MUI: Jika Tanah Abang Semrawut, Mengapa Bos IMF Dibawa ke Sana?

10Berita, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akan melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait laporan penutupan Jalan Jatibaru, Tanah Abang.

Rencana pemeriksaan itu mendapat tanggapan dari Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain. Ulama asal Sumatera itu melontarkan pertanyaan cerdas.

“Katanya Tanah Abang Semrawut di Masa Anies-Sandhi, Tapi Orang Besar IMF di Bawa ke Sana. Orang Itu Malah Memuji Pasar Tanah Abang. Yg Dapat Pujian Sebenarnya Siapa Sih? Apa Bukan Gubernurnya kah? Andai Orang IMF Itu Tahu Bahwa Gubernurnya sdg Diadukan ke Polisi krn Pasar Itu....!” kata Tengku Zulkarnain, Selasa (27/2/2018) malam melalui akun Twitter pribadinya.

Katanya Tanah Abang Semrawut di Masa Anies-Sandhi, Tapi Orang Besar IMF di Bawa ke Sana. Orang Itu Malah Memuji Pasar Tanah Abang. Yg Dapat Pujian Sebenarnya Siapa Sih? Apa Bukan Gubernurnya kah?
Andai Orang IMF Itu Tahu Bahwa Gubernurnya sdg Diadukan ke Polisi krn Pasar Itu....!

— tengkuzulkarnain (@ustadtengkuzul) 27 Februari 2018


Pertanyaan itu dinilai menohok oleh sejumlah netizen.

“Makjleb sekali, Ustad,” kata @WingDirgantara

“Alhamdulillah maju terus pak anis gubernur kebanggaan......” kata @TamamAbdoellah1

Sumber :Tarbiyah 

Pengacara Jonru: Mengapa Polisi Bersenjata Lengkap di Persidangan

Pengacara Jonru: Mengapa Polisi Bersenjata Lengkap di Persidangan

Ia merasa lucu dengan aparat yang berjaga-jaga sambil menyandang senapan otomatis, seakan dalam keadaan darurat.

djudju/ist/olah digital hidayatullah.com

10Berita – Sidang dengan agenda pembacaan jawaban Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas pledoi pegiat media sosial Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (27/02/2018).

Persidangan itu diwarnai keberatan dari kuasa hukum Jonru. Koordinator Tim Kuasa Advokat Muslim yang mendampingi Jonru, Djudju Purwantoro, mengungkapkan keberatannya dikarenakan banyaknya anggota polisi bersenjata lengkap di dalam ruang sidang.

“Saya tidak habis pikir, saat pengunjung yang hadir di persidangan tidak sebanyak kemarin waktu pledoi Jonru, namun mengapa penjagaan sebegitu ketat saat tanggapan pledoi dari JPU hari ini,” ujar Djudju alias Juju kepada hidayatullah.com.

Baca: Sayangkan Perlakuan Polisi, Pengacara: Jonru Diborgol seperti Seorang Teroris


Ia merasa lucu dengan aparat yang berjaga-jaga sambil menyandang senapan otomatis, seakan dalam keadaan darurat.

Padahal, ungkapnya, persidangan itu sangat jauh dari kesan yang ditampilkan oleh pihak aparat keamanan.

Berdasarkan keberatan dari kuasa hukum Jonru tersebut, Hakim akhirnya menerima keberatan dan meminta kepada aparat keamanan untuk meninggalkan ruang persidangan.

Sidang pembacaan pledoi (pembelaan) Jonru digelar Senin kemarin.* Zulkarnain


Sumber : Hidayatullah.com

DHUAAR! Dewan Pembina PSI Dikabarkan Diisi Sunny Tanuwidjaja, Warganet: SELESAI SUDAH!

DHUAAR! Dewan Pembina PSI Dikabarkan Diisi Sunny Tanuwidjaja, Warganet: SELESAI SUDAH!


10Berita, Surat perubahan susunan kepengurusan DPP PSI viral di linimasa Twitter hari ini, Selasa 27 Februari 2018.

Pasalnya, nama Sunny Tanuwidjaja yang pernah dicegah KPK ke luar negeri dan disebut-sebut sebagai staf Ahok itu tercantum di surat tersebut sebagai Sekretaris Dewan Pembina DPP PSI, mendampingi Jeffrie Geovanie selaku Ketua Dewan Pembina.

Warganet pun mempertanyakan kebenaran surat tersebut.

"Benarkah ini? @psi_id @maspiyuuu @NetizenTofa @TsamaraDKI @rockygerung @habiburokhman Si Sunny yang pernah dicekal itu jadi Sekretaris Dewan Pembina?" cuit salah satu warganet.

— Gianmoko (@Giyanmocko) February 27, 2018


Menanggapi cuitan tersebut, warganet pun berkicau ramai.

Ada Jefri/Jokower & Sunny/Ahoker di Dewan Pembina PSI? Selesai sudah parpol elementer millenial ini. #Ruh212 Catat & sebarkan! https://t.co/T2UwsvS2KI

— #KataNalar (@ZAEffendy) February 27, 2018


Sdh di duga partai ini tdk jauh dari taipan

— aku bukan bong200 (@ridhowi9912) February 27, 2018

Hmmm, ternyata feeling ane beneer.. Partai ini masih beraroma mantan..

— Ordinary Man (@KorbanDOM) February 27, 2018

Strukturnya adeemm bgt yak, penuh kasih. Terasa sangat madani. Partai layak pilih bgt ini mah.@NetizenTofa

— Nama tidak boleh kosong (@pa2nkOz) February 27, 2018


Sumber :Portal Islam