OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Sabtu, 03 Maret 2018

Jawab Ocehan Bestari, Sandi: PKL Itu Urusan Jihad Perut

Jawab Ocehan Bestari, Sandi: PKL Itu Urusan Jihad Perut


10Berita -Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno menanggapi pernyataan Ketua Fraksi NasDem DKI Bestari Barus, yang menganggap diskresi terhadap PKL di Melawai hanya merusak Jakarta.

Sandi mengatakan, bahwa diskresi bagi PKL merupakan sesuatu yang sangat penting karena terkait dengan urusan perut dan keberlangsungan hidup warga.

Sandi juga ingin mengutamakan kepentingan roda ekonomi bagi kehidupan warga tidak terganggu.

“Kalau urusan perut, tadi Pak Michael lihat sendiri di PKL Klender. Ini mereka jihad perut, jihad perut, jihad perut. Makanya, kalau menurut saya ini urgen,” kata Sandi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (2/3/2018).

Sandi mengatakan, diskresi serupa telah diterapkan di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, untuk menampung para PKL.

Dia menjelaskan penutupan Jalan Jatibaru untuk mengakomodir realitas PKL dan sekaligus untuk menyelamatkan lapangan kerja mereka agar tetap terbuka.

“Kalau kita selamatkan lapangan kerja, ya saya kira sih urgen. Karena itu kita bicara penghasilan orang, hajat hidup orang banyak,” jelas Sandi.

Meski demikian, Sandi mengatakan, dirinya tidak jadi menerapkan diskresi bagi PKL yang berjualan di atas trotoar kawasan Melawai, Jakarta Selatan.

Dia mengaku, saat ini sedang mencari lokasi untuk menampung para PKL secara permanen. “(Melawai) nggak ada (diskresi) kayaknya,” ucap Sandi.

Diketahui, sebelumnya politisi NasDem Bestari Barus menganggap diskresi terhadap PKL bukan sesuatu yang mendesak.

“Saya kira ini bukan jalan yang tepat untuk diadakan (diskresi). Harus dicari model lainlah. Jangan merusak apa yang dilakukan pendahulu (Ahok) untuk menertibkan Jakarta. Bagaimana kota yang maju ditandai dengan menjamurnya PKL di mana-mana tidak terkendali,” kata Bestari.(kl/ts)

Sumber: Eramuslim

Laporkan Fitnah dan Hoax, Fadli Zon Minta Polri Perlakukan Ananda Sukarlan Sama Seperti Family MCA


Laporkan Fitnah dan Hoax, Fadli Zon Minta Polri Perlakukan Ananda Sukarlan Sama Seperti Family MCA


10Berita, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menginginkan Ananda Sukarlan diperlakukan sama dengan sindikat Muslim Cyber Army (MCA) oleh aparat kepolisian.

Ananda sendiri telah dilaporkan Fadli Zon ke Bareskrim Mabes Polri atas dugaan menyebarkan hoax tentang foto pertemuan Fadli dengan admin MCA.

Padahal, orang yang ada di dalam foto itu merupakan pendukung Anies-Sandi bernama Eko yang berjalan kaki dari Madiun ke Jakarta sebagai bentuk realisasi nazar kemenangan Anies-Sandi.

"(Ananda Sukarlan dan akun-akun lainnya) harus diperlakukan sama dengan mereka yang lain juga, yang dituduhkan itu, termasuk apa yang disebut sebagai MCA," ujar Fadli saat berbincang dengan Okezone, Sabtu (3/3/2018).

Kendati demikian, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku belum mengetahui ada atau tidaknya motif politik di balik penyebaran hoax yang diduga dilakukan Ananda Sukarlan yang mengaitkan Prabowo dengan MCA.

"Saya nggak tahu ada atau tidak ada tendensi ya, (intinya) dia menyebarkan hoaks dan itu harus diperlakukan sama dengan mereka yang lain," pungkas Fadli.

Sekadar informasi, Fadli Zon merasa difitnah oleh Ananda Sukarlan dan akun-akun media sosial lainnya melalui unggahan foto dirinya yang dituliskan seolah sedang melakukan pertemuan dengan admin Muslim Cyber Army (MCA).

Padahal, orang yang ada di dalam foto tersebut merupakan pendukung Anies-Sandi yang usai jalan kaki dari Madiun ke Jakarta dalam memenuhi nazarnya atas kemenangan Anies-Sandi.

Ananda melalui akun Twitternya @anandasukarlan berkicau yang intinya mengajak netizen lain me-retweet postingan sebuah akun atas nama @stlaSoso1 yang menuding Fadli dan Prabowo Subianto tengah makan bersama dengan admin MCA sebelum admin MCA itu ditangkap polisi.

Namun, setelah heboh dan ketahuan hoax postingan @stlaSoso1 terkait hal tersebut telah dihapus.

Sebelumnya juga jajaran Bareskrim Mabes Polri menangkap sejumlah anggota Muslim Cyber Army (MCA) di beberapa kota besar. Mereka tergabung dalam group whatsapp the family MCA.

Selain ujaran kebencian, sindikat ini diduga juga mengirimkan virus kepada kelompok atau orang yang dianggap musuh. Virus ini biasanya merusak perangkat elektronik penerima.

Atas perbuatannya, para pelaku disangka melanggar Pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan/atau pasal Jo pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan.

Sumber : okezone.com, portal-islam.id

Ingin Rezeki Lancar, Jangan Lakukan 8 Hal Ini

Ingin Rezeki Lancar, Jangan Lakukan 8 Hal Ini


Foto: Aldi/Islampos

10Berita, BERBICARA mengenai rezeki, tentu banyak orang begitu memperhatikannya. Rezeki adalah suatu hal yang terbilang cukup penting dalam hidup manusia. Bisa dikatakan bahwa rezeki itu adalah penunjang hidup manusia. Karena manusia adalah makhluk hidup yang membutuhkan materi agar mampu bertahan hidup.

Kebanyakan manusia akan berusaha untuk memperoleh rezeki. Hanya saja, usahanya itu terkadang sia-sia. Mengapa? Karena, usaha tersebut dibarengi dengan perilaku-perilaku yang akan menolak rezeki. Sehingga, hasil usahanya tidaklah berarti, karena rezeki tak kunjung didapat.

Oleh sebab itu, jika kita ingin memperoleh rezeki dengan lancer, maka kita tidak boleh melakukan hal-hal yang membuat rezeki tertolak. Memang, apa saja yang membuat rezeki tertolak? Sedikitnya, ada delapan hal yang membuat rezeki tertolak.

1. Kebanyakan Mengeluh

Kebiasaan pertama yang ternyata tanpa disadari bisa menolak rezeki adalah terlalu banyak mengeluh. Banyak manusia yang tidak merasa puas dengan apa yang dimilikinya. Hal inilah yang menyebabkan banyak keluhan-keluhan terucap atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

2. Materialistis Alias Matre

Kebiasaan materialistis atau mengukur segala sesuatu dengan uang dan barang ternyata menjadi satu sikap yang bisa menolak rezeki. Orang yang memiliki sikap matre biasanya akan memandang rendah orang lain yang tidak memiliki kekayaan. Sementara itu, mereka akan memperlakukan orang kaya dengan sebaik-baiknya.

Padahal, sebenarnya Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menitipkan rezeki kepada orang yang lemah, miskin dan teraniaya. Memuliakan orang yang miskin dengan cara bersedekah kepada mereka bisa menjadi salah satu jalan untuk menderaskan rezeki.

3. Makan Makanan Haram

Makanan haram saat ini tidak hanya sebatas daging babi, bangkai, darah, dan binatang yang disembelih dengan tidak menyebut nama Allah. Akan tetapi, makanan yang bersumber dari rezeki yang tidak halal seperti korupsi, mencuri, nepotisme dan lain sebagainya juga termasuk ke dalam makanan haram.

Ternyata mengonsumsi makanan haram tersebut bisa menjadi salah satu kebiasaan yang tanpa disadari dapat menolak rezeki dari Allah. Tubuh yang tumbuh dengan makanan haram, maka tidak akan malu untuk melakukan perbuatan yang diharamkan pula ketika mencari rezeki.

4. Terlalu Fokus pada Dunia

Manusia seringkali disibukan dengan perkara dunia, hingga mereka terlena dan lupa bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka juga menjadi lupa menabung amalan kebaikan untuk di akhirat kelak. Padahal kebiasaan yang demikian ini menjadi salah satu hal yang tanpa disadari bisa menolak rezeki. Bagaimana Allah akan memberikan rezeki-Nya sementara kita tidak pernah mengingat-Nya dan mengerjakan segala perintah-Nya.

5. Tak Menjaga Badan

Banyak orang mengabaikan masalah kesehatan badannya. Mereka lebih suka melakukan kebiasaan yang merugikan badannya, seperti tidak rajin olahraga, tidak makan teratur, merokok, dan lain sebagainya. Kebiasaan demikian ini menandakan bahwa ia tidak menjaga karunia dan rezeki yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Badan ini diciptakan untuk mengabdi pada Allah, untuk ibadah dan amal shaleh. Jika pemanfaatan badan dilakukan untuk hal-hal yang tak bermanfaat apalagi berhias dosa dan maksiat maka dijamin rezeki pun akan tertolak.

6. Kebanyakan Gosip

Ketika bergosip, berarti orang tersebut telah menghabiskan waktu untuk mencela dan mempergunjingkan kehidupan orang lain. Ternyata kebiasaan ini tanpa disadaari bisa menjadi salah satu tanda bahwa kita menolak rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, ada baiknya untuk menghindari kebiasaan bergosip dan mulai memperbaiki diri.

7. Penggerutu dan Suka Marah

Orang yang suka marah dan menggerutu termasuk dalam orang yang kufur. Yakni orang yang tidak menerima takdir Allah yang telah terjadi kepadanya. Ia tidak bersyukur atas nikmat yang diterimanya karena mengganggap semua itu seperti masalah. Kebiasaan kufur yang demikian ini bisa menjadi salah satu penghambat datang rezeki.

8. Riya dan Suka Pamer

Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak orang yang suka memamerkan harta, benda dan amalan kebaikan yang dilakukannya. Hal ini dilakukan demi untuk mendapatkan pujian dari sesama manusia. Ia melakukan sedekah, shalat, haji dan ibadah lainnnya semata-mata hanya untuk ditunjukkan kepada manusia. Padahal seharusnya semua perbuatan tersebut harus diniatkan untuk ditujukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kebiasaan riya dan pamer ini bisa menjadi salah satu hal yang tanpa disadari bisa menolak rezeki seseorang. []

Sumber: InspiraData, Islam pos

Demo Kedutaan Suriah, Mahasiswa Kecam Pembantaian di Ghouta

Demo Kedutaan Suriah, Mahasiswa Kecam Pembantaian di Ghouta


(Foto: MNM/Salam-Online)

10Berita, JAKARTA  Mahasiswa Islam yang tergabung dalam Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia, melakukan unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Suriah, Jakarta, Jumat (2//3/2018). Demo digelar untuk memprotes pembantaian yang dilakukan rezim Basyar Asad dan sekutunya, Rusia, serta milisi-milisi Syiah dukungan Iran, terhadap warga sipil di Ghouta Timur, Suriah.

FSLDK Indonesia dengan 37 Pusat Komunikasi Daerah (Puskomda) dan 775 LDK yang tersebar di Indonesia, menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh rezim Asad terhadap rakyat Suriah di Ghouta Timur, bertentangan dengan Deklarasi Universal HAM yang dikeluarkan Majelis Umum PBB pada 10 Desember 1948, serta pasal 1 ICCPR yang dikeluarkan pada 16 Desember 1966.

FSLDK sebagai bagian masyarakat Global mengingatkan kepada PBB agar berperan aktif dalam upaya menyelesaikan konflik di Suriah, selain mengajak seluruh lembaga dan ormas di seluruh dunia untuk bersama berjuang melindungi hak warga Ghouta Timur.

“Melindungi hak warga Ghouta dan menegakkan keadilan di dalamnya,” kata Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia, Fahrudin Alwi.

Sebagai bangsa Indonesia, FSLDK mengajak warga masyarakat untuk mengecam tindakan Rezim Asad yang tidak berperikemanusiaan.

“Pengusiran dan pembunuhan jelas melanggar hak hidup serta merupakan bentuk penjajahan terhadap hak setiap manusia atas kebebasan hidup, beragama dan beribadah,” ujar Fahrudin.


Foto: MNM/Salam-Online

FSLDK juga mendukung pemerintah Indonesia untuk melakukan berbagai tindakan konkret dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di Suriah.“Sebagaimana telah dinyatakan oleh Menteri Luar Negeri Republik Indoneisa dalam pidatonya di Konvensi Jenewa II,” ujar Fahrudin.

Selain itu, FSLDK mengajak umat Islam untuk berempati serta mendoakan Muslim Ghouta khususnya dan Muslim di belahan bumi lainnya yang juga tengah mengalami kezaliman.

“Untuk berempati serta turut melangitkan doa terbaik kita,” ungkap Fahrudin. (MNM/)

Sumber : Salam Online.

PA 212 Demo KPU, Tuntut Keadilan untuk PBB

PA 212 Demo KPU, Tuntut Keadilan untuk PBB

10BeritaJakarta  - Sejumlah massa Persaudaraan Alumni 212 menggelar aksi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jl Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (2/3). Aksi tersebut digelar untuk membela Partai Bulan Bintang (PBB) yang tidak diloloskan KPU menjadi peserta pemilu 2019.

Juru Bicara PA 212 Aminuddin mengatakan tuntutan aksi tersebut juga agar KPU berlaku adil terhadap semua parpol yang ada, khususnya bagi PBB.

"Ada partai yang tidak jelas pengurusnya lolos. Ini partai yang jelas pengurusnya dan pemilihnya umat Islam kenapa tak diloloskan? Sedangkan partai yang tidak jelas itu belum pernah sama sekali ikut kontestasi politik. Kenapa PBB dianaktirikan?" Kata Aminuddin dalam orasinya dikutip dari Tirto.id.

KPU memang meloloskan empat parpol baru menjadi peserta pemilu 2019. Keempatnya adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Berkarya dan Partai Garuda.

Orasi Aminuddin juga menuding ada indikasi “aroma dendam” di balik tak lolosnya PBB menjadi peserta pemilu 2019. Ia menduga pemerintah melalui KPU sengaja “menjegal” PBB.

"Yusril Ihza Mahendra [Ketua Umum PBB], beliau luar biasa pembelaannya kepada aktivis dan ulama yang dikriminalisasi. Pak Yusril juga membela ormas Islam Hizbut Tahrir yang dibubarkan, membela tokoh yang dimakarkan. Kira-kira ada dendam tidak penguasa ke beliau? Kami membacanya ke situ," ujar dia. 

PBB adalah salah satu peserta pemilu 2014 yang dinyatakan tak layak menjadi peserta pemilu 2019. KPU menilai PBB tak memenuhi syarat keanggotaan di tingkat kabupaten pada Provinsi Papua Barat. Sebab, sebagian anggota partai itu di Kabupaten Manokwari Selatan tak hadir saat verifikasi faktual.

PBB menolak keputusan KPU, karena pengurus yang diklaim KPU kurang di Manokwari Selatan saat verifikasi faktual itu ada. Mereka terkendala jarak yang jauh sehingga ada masalah keterlambatan. PBB kemudian mengajukan gugatan terhadap keputusan tersebut ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI. 

Upaya mediasi antara PBB dan KPU sudah dilakukan oleh Bawaslu, namun tidak berhasil. PBB dan KPU gagal mencapai kata sepakat. Gugatan ini pun berlanjut ke tahap sidang ajudikasi.

red: adhila/dbs

Sumber : SI Online

Warganet: Seandainya Narkoba dari Arab, Metro DKK Bakal Full 24 Jam LIVE Selama 1 Bulan

Warganet: Seandainya Narkoba dari Arab, Metro DKK Bakal Full 24 Jam LIVE Selama 1 Bulan


10Berita,  Indonesia betul-betul dalam kondisi DARURAT NARKOBA. Ratusan ton sabu setiap tahun menyerbu Indonesia.

Bahkan narkoba sudah menjadi "Proxy War" asing untuk menghancurkan Indonesia seperti dulu "Perang Candu" yang digunakan Ingggris menaklukkan dan menguasasi sebagian wilayah China.

BNN menyebut 250 Ton Sabu dari Cina Beredar di Indonesia.

Penyelundupan narkoba beberapa kali digagalkan, dan ternyata berasal dari Cina.

Tapi yang heboh di media-media saat ini malah "MCA".

Hal ini membuat warganet menyentil media-media mainstream.

"Seandainya Narkoba Itu Kiriman Dari Arab, Maka Dipastikan Kru MetroTV, KOMPAS Lembur Selama 1 Bulan, Full 24 Jam Live 😆,"kicau akun @FeryMokoginta di twitter.

Netizen yang lain menimpali.

"Tanpa Jeda Iklan Penuh di Running Teks Hampir 5 menit sekali ada Headline News, Ngundang Panelis, Komentator, Pengamat Timur Tengah, Pak Lurah, RT RW & jadi Bahan Bullyan Bong200 Selama 40 Hari 40 Malam 🙄😏," timpal netizen @ria_otoluwa.

"Mendadak ga ada iklan. Isinya cuma breaking news sama reportase langsung dr lapangan. Nara sumber dr yg ngetop sampe yg ga punya followers ditanya juga😂. Hrs bombastis ngalahin bom atom di PDII," komen @non_yoely.

"...dan mulut cebong pun dipenuhi busa karena siang malam terus membully hal itu," ujar @IskandarElvis.

Seandainya Narkoba Itu Kiriman Dari Arab, Maka Dipastikan Kru MetroTV, KOMPAS Lembur Selama 1 Bulan, Full 24 Jam Live 😆

— Republik Semesta (@FeryMokoginta) 2 Maret 2018


Tanpa Jeda Iklan Penuh di Running Teks Hampir 5 menit sekali ada Headline News,Ngundang Panelis,Komentator,Pengamat Timur Tengah,Pak Lurah,RT RW & jadi Bahan Bullyan Bong200 Selama 40 Hari 40 Malam 🙄😏

— Ria Otoluwa (@ria_otoluwa) 2 Maret 2018


...dan mulut cebong pun dipenuhi busa karena siang malam terus membully hal itu

— Elvis Van Bencoolen (@IskandarElvis) 2 Maret 2018


Sumber :Portal Islam 

Warganet tanya ke Divhumas Polri: Kenapa Akun-akun Penebar Kebencian Kubu Sono Tidak Ditangkap?

Warganet tanya ke Divhumas Polri: Kenapa Akun-akun Penebar Kebencian Kubu Sono Tidak Ditangkap?


10Berita, Hari-hari ini gencar di media pemberitaan pemberantasan akun-akun penebar kebencian, hoax, provokator.

Namun penindakan dan pemberantasan ini masih dinilai tebang pilih. Salah satu contohnya banyak akun-akun yang menebar kebencian dan fitnah terhadap Habib Rizieq tapi tak ditindak.

Seorang warganet akun @drhandri melaporkan kepada Divhumas Polri.

"Pak @DivHumas_Polri yang terhormat, saya serius nanya nih. Akun akun penebar kebencian seperti ini kok nggak pernah ditangkap ya? Kenapa? Adakah alasan yang bisa anda berikan kepada saya? Kenapa pak? Jawab dong pak," kata @drhandri melalui akun twitternya, Rabu (28/2/2018) lalu.

@drhandri melampirkan bukti akun-akun penebar kebencian.

Namun hingga saat ini pertanyaan @drhandri tak dibalas oleh akun @DivHumas_Polri. Padahal sudah di-retwit oleh seribu lebih warganet yang lain.

Bukankah salah satu tugas dari Polri adalah layanan Pengaduan Masyarakat (Dumas)?

"Sudah seribu lebih retweet ini pak @DivHumas_Polri apakah pertanyaan saya ini tetap dianggap angin lalu yang ditengokpun tak perlu? Lalu kemana lagi kami harus mengadu? Kemana lagi pak? Jawab pak?" tanya @drhandri lagi.

Dan sepertinya hanya dianggap angin lalu....

Bukankah duit rakyat yang menggaji para aparat?

Masih adakah KEADILAN di negeri ini?

Pak @DivHumas_Polri yang terhormat, saya serius nanya nih. Akun akun penebar kebencian seperti ini kok nggak pernah ditangkap ya? Kenapa? Adakah alasan yang bisa anda berikan kepada saya? Kenapa pak? Jawab dong pak pic.twitter.com/sPwEL4nXQl

— HANDRI KELANA (@drhandri) 28 Februari 2018


Sudah seribu lebih retweet ini pak @DivHumas_Polri apakah pertanyaan saya ini tetap dianggap angin lalu yang ditengokpun tak perlu? Lalu kemana lagi kami harus mengadu? Kemana lagi pak? Jawab pak? pic.twitter.com/6HCwBVmrQ7

— HANDRI KELANA (@drhandri) 2 Maret 2018


Sumber :Portal Islam 

Pertumbuhan Ekonomi Tidak Atasi Kesenjangan dan Kemiskinan

Pertumbuhan Ekonomi Tidak Atasi Kesenjangan dan Kemiskinan

10Berita – Pertumbuhan ekonomi Indonesia diklaim Bank Indonesia (BI) mengalami kenaikan pesat. Di sisi lain klaim itu justru tidak menjadikan rakyat Indonesia makmur, melainkan kesenjangan antar setiap daerah masih terjadi, kemiskinan bertambah dan indeks pembangunan sumber daya manusia masih rendah.

Dadang Muljawan, Direktur Kebijakan Makro Prudential Bank Indonesia (BI) mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam 10 tahun terakhir berada di peringkat ke 3 di dunia 5.6% hanya kalah dari india, 7,4% dan China 9.0%.

“Kontribusi Indonesia dalam estimasi sumber pertumbuhan ekonomi global 2017-2019 sebesar, 2,5%,” ujarnya dalam seminar nasional, bertajuk Islamic Capital Market And Economic Devolepment di Kampus D, Universitas Gunadarma, Depok, Kamis (01/03/2018).


“Di sisi lain kita masih punya tantangan untuk mengatasi kesenjangan, kemiskinan dan pembangunan indeks sumber daya manusia,” imbuh Dadang.

Dadang menjelaskan ketimpangan itu bisa dilihat melalui pertumbuhan di setiap daerah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pemerataan kebijakan, termasuk dengan menghapus birokrasi yang berbelit-belit.

“Sisi lain ada ketidakpastian perkonomian global akibat dari moderasi Tiongkok dan kerentanan pasar keuangan, normalisasi kebijakan moneter negara maju, geopolitik dan perubahan iklim. Hal itu menjadi tantangan tersendiri,” ungkapnya.

Dia melanjutkan berbagai pengakuan atas reformasi ekonomi dan struktural, posisi Indonesia naik dari 91 jadi 72. Perbaikan ini merupakan kelanjutan dari perbaikan momentum pertumbuhan ekonomi berlanjut sebagai institusi dunia.

“Faktor pendorongnya adalah sektor konsumsi, masih terjaga baik didukung inflasi yang terkendali. Investasi, tumbuh stabil didukung akselerasi infrastruktur, perbaikan iklim usaha dan paket kebijakan. Serta, Ekspor dan Impor didorong peningkatan demand dan harga komoditas,” ujarnya.

Dadang melanjutkan pertumbuhan ekonomi itu juga didukung dengan digelarnya event-event besar skala nasional maupun internasional. Event itu seperti, Asean Games, Pilkada/Pilpres dan IMF-WB Annual Meeting. (Ki/Ram)

Sumber : Eramuslim

Bolehkah Orang Tua Ikut Campur Masalah Rumah Tangga Anaknya? Ini Haditsnya

Bolehkah Orang Tua Ikut Campur Masalah Rumah Tangga Anaknya? Ini Haditsnya


10Berita, Banyak perbedaan tentang boleh tidaknya mertua atau orang tua untuk ikut campur dalam masalah rumah tangga anaknya. Namun kali ini kita akan membahas tentang kebolehan orang tua untuk ikut campur kehidupan rumah tangga anaknya.

Alasannya karena banyak kasus perceraian saat ini yang diakibatkan oleh ketidakpedulian orang tua pada anak-anaknya tersebut.

Pengalaman berumah tangga yang masih seumur jagung dan kehidupan yang serampangan seringkali membuat dampak buruk bagi pernikahan keduanya.

Jika kita melihat ke belakang tepatnya di jaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, ada banyak kisah yang memberikan arahan bagaimana orang tua mendidik anak-anaknya, bahkan setelah anak-anaknya tersebut menikah. Tak jarang orang tua juga ikut campur dalam masalah konflik keluarga anaknya.

Dalam suatu riwayat pernah Abu Bakar Ash Shidiq diundang ke rumah Rasulullah SAW yang juga merupakan menantunya. Rasulullah meminta agar Abu Bakar mau menjadi penengah konflik yang terjadi di rumahnya.

Saat itu ketika Abu Bakar sudah sampai di rumah Rasulullah, didapatinya Rasul bersama istrinya yakni Ummul Mu’minin Aisyah r.a yang juga merupakan anak kandung dari Abu Bakar.

Diapit oleh dua orang yang mulia, tidak membuat Aisyah ciut dan justru mengucapkan kalimat dengan nada keras mengenai masalah yang dihadapinya.

Ternyata bukannya mendukung sang anak, justru Abu Bakar malah hendak menamparnya. Beliau tidak menyangka jika Aisyah mampu berkata seperti itu di hadapan Rasulullah yang menjadi manusia agung utusan Allah.

Namun sebelum tamparan tersebut menyasar ke arah Aisyah, Rasulullah segera bergerak cepat dan berhasil memegang tangan Abu Bakar. Dengan penuh ketakutan, Aisyah pun berlari kecil dan berlindung di belakang tubuh Rasulullah.

Sesaat setelah kejadian tersebut, Rasulullah kemudian tersenyum kepada Abu Bakar dan memberikan nasehat layaknya seorang sahabat.

Beliau meminta agar Abu Bakar kembali dahulu ke rumahnya karena di tengah kondisi yang penuh emosi, tidak akan menghasilkan sebuah solusi untuk masalah anaknya tersebut.

Setelah beberapa lama Abu Bakar meredam emosinya yang sebelumnya kalut, ia pun bersegera kembali ke rumah Rasulullah.

Namun apa yang didapatinya saat itu berbeda dengan sebelumnya dimana kini ia melihat Aisyah yang ketakutan justru sedang bercanda mesra dengan suaminya yaitu Rasulullah SAW.

Dengan penuh keheranan namun bahagia, Abu Bakar Ash Shidiq pun berucap, “Sebagaimana kalian sertakan aku dalam konflik, ajak pula aku dalam damai diantara kalian.”

Sungguh kisah antara mertua dan menantunya yang mulia ini menjadi ibrah bagi kita semua bahwa sejatinya ada banyak konflik keluarga yang bisa didapatkan solusinya dari peran serta seorang mertua atau orang tua.

Meski begitu, dalil ini jangan dijadikan alasan untuk ikut campur sepenuhnya mengenai masalah rumah tangga anaknya. Karena sesungguhnya ada pula masalah yang cukup bisa diselesaikan oleh keduanya saja.

Berilah kepercayaan kepada keduanya untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dan berilah pula penawaran kepada keduanya untuk bisa membantu menengahi jika memang diperlukan.

Orang tua pun harus bijak dan tidak melihat sebuah masalah secara subyektif karena hal itulah yang menjadikan keikutcampuran orang tua atau mertua dirasa hanya menambah masalah saja.

Semoga rumah tangga yang dibangun tak hanya bisa harmonis diantara kedua pasangan. Namun bisa merembet kepada orang tua, saudara dan lingkungan sekitar.

Sumber: kabarmakkah.com, Islamidia 

Polda: Belum Ada Kemungkinan Sandiaga Terlibat

Polda: Belum Ada Kemungkinan Sandiaga Terlibat

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono

Berkasi untuk tersangka Andreas sudah lengkap.

10Berita ,JAKARTA -- Kasus penggelapan tanah yang dilakukan pengusaha Andreas Tjahjadi yang juga mantan partner Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, sudah pada tahap pemberkasan dan P19. Polisi menyatakan sejauh ini belum ada kemungkinan yang mengarahkan Sandiaga sebagai tersangka.

"Sudah selesai (cukup pemeriksaan Sandiaga). Berkas juga sudah selesai, sudah kita kirim. Itu kan untuk kelengkapan P19 dari tersangka Andreas. Dan belum ada kemungkinan Sandiaga terlibat," papar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/3).

Sehingga, lebih lanjut Argo menjelaskan, tidak ada lagi pemeriksaan Sandiaga Uno karena dirasa sudah cukup. Sandiaga juga sejauh ini tidak terbukti terlibat dalam kasus penggelapan tanah tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Penyidik Polda Metro Jaya mendalami hubungan Sandiaga Uno dengan rekan bisnisnya Andreas Tjahjadi yang menjadi tersangka kasus penggelapan lahan tanah di Curug, Tangerang, Banten.

Penyidik Polda Metro Jaya menangani dua laporan dari pelapor Fransiska Kumalawati Susilo, dan Arnol Sinaga terhadap Sandiaga Uno terkait dugaan pemalsuan atau keterangan palsu pada akta otentik. Polda Metro Jaya konsentrasi menangani kasus dugaan penggelapan tanah di Curug.

Sandiaga mengaku yakin tidak terlibat melawan hukum seperti yang dituduhkan terkait penggelapan lahan tanah di Curug Tangerang, Banten. "Saya yakin tidak terlibat melawan hukum dan itu sudah dibuktikan ini murni perdata," kata Sandiaga.

Sumber :Republika.co.id