OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 04 Maret 2018

Dicegat Wanita Tak Berjilbab dan Bercelana Jeans Di Bandara, Penuturan Ust Somad Mengagetkan


Dicegat Wanita Tak Berjilbab dan Bercelana Jeans Di Bandara, Penuturan Ust Somad Mengagetkan


10Berita, Ustadz Abdul Somad Lc MA mengaku kaget mengalami kejadian ini. Ia bahkan menyatakan hendak marah ketika melihat sosok yang ingin bertemu dengannya di Bandara.

Pasalnya, wanita yang mengaku ngidam dan ingin bertemu dengannya tidak berjilbab dan mengenakan celana jeans.

"Sampai di sana, (saya) lihat perempuan tidak pakai jilbab, pakai celana jeans." kata Ustadz Somad saat berceramah bakda Subuh di Masjid Al-Qolam Citraland Cibubur, Jakarta Timur pada Sabtu (3/3/18).

Sempat hampir marah, Ustadz Somad akhirnya mengetahui identitas si wanita.

"Mohon maaf, Pak Ustadz, (dia) non Muslim." kata Ustadz Somad menirukan penjelasan perwakilan jamaah.

Peristiwa langka ini terjadi tepat setelah rombongan dakwah Ustadz Abdul Somad Lc MA sampai di bandara. Sang dai menerima pesan singkat yang menanyakan jadwal kedatangan pesawat.

Peristiwa langka ini merupakan salah satu bukti betapa dakwah yang disampaikan oleh Ustadz Somad juga dinikmati oleh mereka yang berbeda agama. Dengan susah payah, wanita hamil ini sengaja menemui Ustadz Somad karena ngidam.

Usai berkisah, Ustadz Somad mendoakan si jabang bayi, agar menjadi pribadi yang baik dan menjadi sebab kebaikan bagi orang sekitarnya.

"Rupanya non Muslim, hamil, ngidam mau jumpa Ustadz Somad. Mudah-mudahan anaknya jadi shalih/shalihah. Aamiin." ujar Ustadz Somad.

Bukan kali ini saja, Ustadz Abdul Somad kerap ditemui orang non Muslim yang mengaku mengikuti ceramahnya di berbagai kanal media sosial.

Bahkan ada satu keluarga non Muslim yang bertemu dan mengajak berfoto saat bertemu dengan Ustadz Somad di rumah makan. Bukan sendiri, laki-laki non Muslim ini juga mengajak dua orang anaknya.

Sumber : tarbawia.net

  

Hilang Peduli: Antara Dilan dan Ghouta

Hilang Peduli: Antara Dilan dan Ghouta

10Berita, Tragedi Ghouta masih menjadi tagline di linimasa hingga hari ini. Beritanya masih belum tuntas. Paralel dengan berbagai problematika yang menimpa muslim Ghouta yang masih dicekam kelaparan, dentuman bom dan syahidnya para syuhada. 

Neraka jahanam pun seolah-olah berpindah tempat di atas bumi Ghouta. Jasad syuhada yang tergeletak tak berdaya yang dilumuri darah. Banyak diantaranya tak utuh dan rusak. Tak sedikit pula yang tak dapat dikenali. Ada pula yang syahid terhimpit bangunan-bangunan runtuh akibat bombardir bom. Di antara para syuhada itu ada anak-anak yang tak berdosa. Anak-anak yang harusnya kita peluk dalam dekapan hangat penuh cinta, tapi harus lebih awal menjemput syahid.

Korban yang terluka pun tak sedikit. Muka dan badan berdarah akibat serpihan kaca dan batu, mungkin tak seberapa sakitnya. Tapi bagi yang mereka, yang tangan dan kakinya hancur, patah, terpisah dari badan, sakitnya tak dapat diungkapkan. Belum lagi organ dalam yang terkena hantaman bom dan runtuhan bangunan, rasa sakit berujung pada jeritan dan air mata. Berharap setiap inci dari anggota badan yang terluka menjadi saksi perjuangannya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala di yaumil akhir kelak.

Ya, mata dan hati siapa pun tak akan kuat menyaksikan pembantaian massal penduduk Ghouta. Siapa pun tak akan dapat menahan laju tetesan air mata melihat perjuangan para syuhada mempertahankan tanah, kehormatan, harta, raga dan nyawa di bawahan hujaman bom rezim zalim Assad dan para sekutunya. Apalagi bagi siapa saja yang mengaku dirinya seorang muslim. Harusnya dalam sanubarinya ada setitik rasa peduli bagi muslim Ghouta. Tak terkecuali bagi muslim di Indonesia.

Nyatanya rasa kepedulian tersebut tak tercermin pada penguasanya. Penguasa negeri ini justru lebih peduli pada film percintaan remaja yang sedang hits,  bahkan dibumbui sikap bapernya dibandingkan dengan peristiwa pembantaian kaum muslimin yang terjadi di Ghouta. Diberitakan kompas.com, 25/2/2018, Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu (25/2/2018) siang, menyempatikan diri nonton bioskop di Senayan City, Jakarta Selatan. Ia bersama putrinya Kahiyang Ayu dan suami Bobby Nasution menonton film romantis berlatar tahun 1990 yang sedang nge-hits, "Dilan 1990".

Prihatin, mengingat seorang penguasa adalah teladan pertama dan utama bagi rakyatnya. Apalagi sebagai pemimpin yang memimpin negara berpenduduk mayoritas muslim terbanyak di dunia, harusnya terdepan dalam memberi contoh rasa kepedulian di hadapan dunia Islam. Apalagi antara kaum muslimin telah diikat dengan erat oleh persaudaraan hakikih karena aqidah Islam yang mulia. Bukan sebaliknya abai terhadap derita Ghouta, dan terbuai film romantisme remaja ala Dilan.

Sekat nasionalisme semu telah berhasil meninabobokan rasa peduli dan rasa persaudaran seorang muslim bahkan  selevel seorang penguasa negeri muslim. Racun nasionalisme semu telah membangun dinding tebal antara negeri-negeri muslim di dunia pasca runtuhnya Daulah Khilafah Utsmaniyyah. Kaum muslimin di berbagai negeri muslim seolah-olah tak saling memiliki, padahal sejatinya mereka adalah umat yang satu, yang diibarat sebagai satu tubuh. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam menyampaikan, “Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” (HR. Muslim).

Suatu kezaliman pula jika kita hanya diam sementara saudara kita dalam kondisi terzalimi seperti penduduk Ghouta kini. Ingatlah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda, “Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya (tidak peduli padanya), menghinanya.” (HR. Muslim).

Jauhnya jarak dan tempat bukan alasan syar’i bagi seorang muslim untuk mengabaikan urusan saudaranya. Karena hakikatnya ukhuwah Islamiyah menuntut seorang muslim untuk peduli, menolong dan memudahkan setiap urusan yang menimpa saudaranya. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berjanji akan memudahkan dan meyelesaikan setiap kesulitan seorang mukmin yang memberikan kemudahan bagi saudaranya.

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya, dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda:”Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya di hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya."

Seorang penguasa muslim sejatinya terdepan dalam mengambil sikap terhadap berbagai problematika umat. Terlebih terhadap tragedi pembantaian massal yang menimpa kaum muslim Ghouta. Kepedulian seorang penguasa terhadapan derita Ghouta akan berimbas pada tumbuhnya rasa peduli dan persaudaraan di tengah rakyatnya. Lebih dari itu seorang penguasa memiliki kekuatan untuk menyelesaikan konflik di Ghouta dengan kedua tangannya tentunya dengan kekuatan militer yang dimilikinya. 

Sebaliknya seorang penguasa muslim yang tak peduli bahkan bersenang-senang di atas derita saudaranya. Patut merenungi kembali nasihat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam, “Barangsiapa yang pada pagi harinya hasrat dunianya lebih besar maka itu tidak ada apa-apanya di sisi Allah, dan barangsiapa yang tidak takut kepada Allah maka itu tidak ada apa-apanya di sisi Allah, dan barang siapa yang tidak perhatian dengan urusan kaum muslimin semuanya maka dia bukan golongan mereka”(HR. Al-Hakim dan Baihaqi).

Semoga kita termasuk golongan umat Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam yang senantiasa peduli dengan nasib kaum muslimin di belahan bumi mana pun dan dalam kondisi apa pun. Serta menjadi golongan terdepan dalam menjaga dan melindungi dinul Islam, sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala memenangkan dakwah ini atau sampai memanggil kita pulang. Amiin.

Ummu Naflah
Muslimah Peduli Ghouta, tinggal di Tangerang

Sumber : SI Online

Sabtu, 03 Maret 2018

Saat Khalifah Utsmani Diganti Menjadi Republik Turki

Saat Khalifah Utsmani Diganti Menjadi Republik Turki

Kerajaan Ottoman mulai melemah setelah wafatnya Sulaiman al-Qanuni.

10Berita , Riwayat Kerajaan Utsmani yang telah berdiri kurang lebih selama 625 tahun harus berakhir pada 3 Maret 1924. Majelis Nasional Agung dalam sidang sejak Februari 1924 memutuskan untuk menghapus jabatan khalifah pada 94 tahun lalu. Abdul Majid II yang menjabat khalifah dipersilakan meninggalkan Turki. Ia bersama keluarganya menuju Swiss.

Dinasti Ustmani berkuasa lebih dari enam abad. Wilayah kekuasaannya meliputi sebagian Asia, Afrika, dan Eropa. Puncak kejayaan Utsmani berlangsung pada masa pemerintahan Sulaiman I (1520-1566). Setelah itu, Utsmani semakin lemah karena pemertakan internal dan kalah perang melawan bangsa Eropa. Kerajaan Utsmani akhirnya diganti dengan Republik Turki.

Dalam buku Ensiklopedi Islam dijelaskan, Kerajaan Ottoman mulai melemah setelah wafatnya Sulaiman al-Qanuni. Sultan-sultan yang menggantikannya umumnya lemah dan tidak berwibawa. Penyebab lainnya adalah kehidupan mewah dan berlebih-lebihan di kalangan pembesar istana, sehingga banyak terjadi penyimpangan dalam keuangan negara.

Pada masa pemerintahan Sultan Ibrahim (1640-1648) suasana dalam negeri Kerajaan Ottoman menjadi semakin kacau. Para wanita (ibu suri dan permaisuri) turut campur dalam mengendalikan roda pemerintahan. Ibrahim adalah seorang sultan yang sangat lemah, sehingga ia hanya dijadikan boneka oleh wazirnya (perdana menteri) yang bernama Mustafa.

Pada hakikatnya Mustafalah yang memegang tampuk kekuasaaan. Akan tetapi, kepemimpinan Mustafa tidak mampu menentramkan suasana, bahkan mengundang banyak permusuhan di kalangan pembesar istana. Pada 1876 Sultan Hamid II naik takhta.

Pemerintahannya bersifat absolut dan penuh kekerasan. Karena itu, timbul rasa tidak senang baik di kalangan sipil maupun di kalangan militer. Gerakan-gerakan oposisi terhadap pemerintah absolut Sultan Abdul Hamid II inilah yang kemudian dikenal dengan nama Gerakan Turki Muda dengan pelopornya, antara lain, Ahmad Riza (1859-1931), Muhammad Murad (1853-1912), dan pangeran Sahabuddin (1877-1948).

Sementara itu, kelompok militer semakin memperketat usaha mereka untuk menggulingkan Sultan dengan membentuk komite-komite rahasia, seperti komite perkumpulan persatuan dan kemajuan. Salah seorang pemimpin komite itu adalah Mustafa Kemal yang kemudian populer dengan panggilan Kemal Ataturk (Bapak Bangsa Turki).

Pada 1908 perkumpulan Persatuan dan Kemajuan dapat mendesak Sultan Abdul Hamid II untuk menghidupkan kembali Konstitusi 1876. Akibat desakan itu, pemilihan umum diadakan dan terbentuklah parlemen baru yang diketuai oleh Ahmad Riza dari perkumpulan Persatuan dan Kemajuan. Di dalam parlemen baru itu, Turki muda juga turut memegang kekuasaan.

Sumber : Republika.co.id 

Politisi: MCA Datang atas Kesadaran untuk Melawan Hoax dari Organisasi Sebelah

Politisi: MCA Datang atas Kesadaran untuk Melawan Hoax dari Organisasi Sebelah



10Berita, JAKARTA - Salah satu politisi Demokrat nampaknya tidak ikut arus soal “Muslim Cyber Army (MCA)” yang belakangan ini heboh. Malah politisi ini melihat, misalnya keberadaan MCA justru datang untuk menangkal hoax yang dimulai dari organisasi tertentu.

“Menurut saya MCA justru datang dari kesadaran individu-individu melawan hoak yang mulai marak sejak ada organisasi pihak sebelah yang dibiayai,” kata Andi Arief, di akun Twitter pribadi miliknya, Jumat (2/3/2018).


Andi bahkan juga menyebut bahwa keberadaan MCA justru menetralkan atau paling tidak berupaya memberi info seimbang di tengah semua saluran informasi ditutup dan pro sepihak. “Kesadaran menjadi bagian tidak terorganisir MCA itu kini menyebar sampai ibu rumah tangga dan anak-anak, dengan niat menegakkan info benar.”

Untuk itu ia menghimbau kepada aparat kepolisian untuk bersikap bijak dalam menangani kasus tersebut. Bahkan Andi juga mengisyaratkan bukan “MCA”-nya yang mesti diberantas, melainkan organisasi tertentu yang ada di baliknya.

“Polisi harus bijak, bukan jalan terbaik dengan memata-matai MCA saja, seperti juga di dunia nyata terlalu pilih kasih dalam penegakan hukum.

Jangan memberantas MCA, tapi berantaslah hoak dari organisasi yang dibiayai--yang diduga oleh negara--.” (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

PBB Ingin Dibabat hingga ke Akar-akarnya dan Diganti Partai yang Dibiayai Cukong Reklamasi

PBB Ingin Dibabat hingga ke Akar-akarnya dan Diganti Partai yang Dibiayai Cukong Reklamasi


10Berita, JAKARTA  Ada dugaan kuat bahwa Partai Bulan Bintang (PBB) ingin dihabisi keberadaannya dalam kancah perpolitikan di Indonesia. Bahkan saking kuat dugaan tersebut, sampai-sampai politisi kawakan dari Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) mengatakan keberadaan PBB digambarkan lebih baik daripada partai baru.

“PBB adalah penjaga NKRI yang sudah terbukti sejak Masyumi melalui Pak Natsir mengajukan #MosiIntegrasi. Sekarang mau dibabat akarnya di seluruh Indonesia diganti oleh partai anak kecil dibayar cukung reklamasi. Ewako!” kata Fahri Hamzah, melalui akun Twitter pribadi miliknya, Jumat (2/3/2018).


Fahri juga sebelum menyarankan agar Ketum PBB, Yusril Ihza Mahendra melaporkan oknum-oknum tertentu yang duduk di KPU untuk dilaporkan ke Mahkamah HAM Internasional jika benar nyata ada persekongkolan sempurna.

“Prof @Yusrilihza_Mhd laporkan aja ke Mahkamah HAM internasional kalau konspirasinya sempurna. Partai gak jelas lolos partai jelas punya akar dalam sejarah hilang. Lawan!” katanya lagi saat mengomentari judul berita dari akun @PBB2019 ‘Yusril: Nyata Sekali, Nyata Sekali KPU Kerjain PBB. Habis ini Saya akan Pidanakan Mereka Semua’.

Sebelumnya PBB, melalui Ketumnya menduga kuat bahwa ada niat atau pergerakan yang ingin menjegal PBB ikut di Pemilu. Hal ini misalkan saja ditandai dengan temuan di Bawaslu. (Robi/)

Sumber : voa-islam.com

IRONI NEGARA TETANGGA

IRONI NEGARA TETANGGA


IRONI NEGARA TETANGGA:

※ Punya menteri keuangan terbaik, mata uangnya anjlok.

※ Punya badan anti narkotik, diserbu ribuan ton narkoba.

※ Punya imigrasi, diserbu jutaan pekerja ilegal.

※ Punya badan ketahanan pangan, malah impor.

※ Punya SDA melimpah, malah banyak utang.

IRONI NEGARA TETANGGA.

※ Punya menteri keuangan terbaik, mata uangnya anjlok.

※ Punya badan anti narkotik, diserbu ribuan ton narkoba.

※ Punya imigrasi, diserbu jutaan pekerja ilegal.

※ Punya badan ketahanan pangan, malah impor.

※ Punya SDA melimpah, malah banyak utang.

— AnnaSuzann® (@AnnaSuezann) March 2, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Saksi ahli sebut KPU punya itikad buruk tak loloskan PBB

Saksi ahli sebut KPU punya itikad buruk tak loloskan PBB


10Berita, Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) melanjutkan sidang ajudikasi sengketa partai Pemilu yang diajukan Partai Bulan Bintang (PBB) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat (2/3). Agenda sidang kali ini mendengarkan keterangan dua saksi ahli dari pemohon.

Salah satu saksi ahli PBB yakni Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis heran KPU tak meloloskan partai besutan Yusril Ihza Mahendra itu. Padahal KPU Provinsi Papua Barat telah menyatakan 16 partai lolos sebagai peserta pemilu 2019 termasuk PBB.

Dalam hal ini, Sekretaris DPC PBB Manokwari Selatan Iswan, pernah diundang pada rapat pleno KPU Provinsi Papua Barat yang digelar pada tanggal 11 dan 12 Januari. Pleno itu menyebut secara lisan pada hari pertama PBB dinyatakan memenuhi syarat. Namun untuk hari keduanya, dalam lampiran berita acara PBB dinyatakan tidak memenuhi syarat.

“Ada beberapa hal yang menarik di provinsi Papua itu, yang diputuskan dalam pleno itu lolos tapi di lampiran berita acara dibilang tidak lolos itu yang jadi soal, itu yang saya bilang ada itikad buruk. Karena hukumnya itu ada di dalam pleno terbuka itu. Di situ hukumnya,” kata Margarito usai persidangan di Bawaslu RI, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (2/3).

“Yang diucapkan dalam sidang (pleno) kan yang lolos 16 itu, nah yang diverifikasi kan cuma 16. Dinyatakan dalam pleno 16 nya lolos. 16 itu di antaranya kan bulan bintang,” tambahnya.

Margarito menilai, hal yang dikemukakan saat pleno dan dituliskan dalam berita acara yang berisi lain mengindikasikan KPU beritikad buruk. Dia berpendapat bahwa isi rapat pleno tak bisa dipisahkan dengan yang dituangkan dalam berita acara. Oleh karenanya, KPU bertindak melanggar hukum.

“Karena dia bagian tak terpisahkan dari pleno, maka isinya tidak bisa lain daripada pleno. Nah sementara yang terungkap itu isinya lain. itu yang saya bilang pelanggaran hukum,” ucapnya.

“Itu yang saya bilang KPU itu melanggar hukum, bertindak melanggar hukum. Sekurang kurangnya tidak menaati kepastian mereka asas hukum itu ditulis lain, jadi mereka dapat dari mana fakta hukum yang di (lampiran) berita acara itu,” tegas Margarito.

Untuk itu, dia berharap kepada Bawaslu untuk meloloskan PBB. “Jadi KPU sudahlah ini bulan bintang, KPU tidak rugi tidak untung. Kita kan bicara soal hukum ya,” tandasnya.

Di lokasi yang sama,komisioner KPU Hasyim Ashari mengatakan pihaknya akan menyerahkan keputusan ke Bawaslu. KPU akan menindaklanjuti apapun keputusan Bawaslu.

“Kalau misalnya yang dinyatakan terbukti benar KPU ya KPU menindaklnjutinya dengan apa statusnya kan tetap tidak berubah. Tapi kalau kemudian pemohon yang dikabulkan permohonannya ya nanti apa yang diperintahkan oleh bawaslu nanti itu yang akan diikuti. Perundang-undangan sudah jelas mengatakan begitu,” tukasnya.

Sumber: Merdeka

[Video] Di Balik Kisah Hoax “MCA” TERNYATA Ada Kader PSI!

[Video] Di Balik Kisah Hoax “MCA” TERNYATA Ada Kader PSI!


10Berita, Isu terkait Muslim Cyber Army (MCA) yang terus digoreng membuat semakin panas suhu politik di Indonesia. Polisi mengklaim bahwa pihaknya telah menangkap Ketua MCA. Namun hal tersebut malah diolok-olok warganet.

Warganet sudah memahami bahwa MCA bukanlah sebuah organisasi dengan susunan kepemimpinan tertentu. MCA adalah sebuah gerakan sosial yang lahir secara spontan bersamaan dengan banjir cacian dan makian para pendukung Ahok jelang pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 lalu.

Berbeda dengan organisasi relawan yang dibentuk dan dibiayai pihak tertentu, MCA sama sekali tidak memiliki pucuk komando. Namun, banyak yang meragukan fakta tersebut karena polisi dengan sangat meyakinkan mengklaim berhasil menciduk ketua Family MCA yang telah “beroperasi” selama 5 tahun.

Klaim ini membuat warganet bertanya-tanya, mengingat MCA lahir bersamaan dengan kebangkitan kesadaran umat Islam untuk membela agama yang ketika itu dipolitisasi oleh Basuki T. Purnama alias Ahok. Oleh karena itu, umur MCA seharusnya tidak sampai 5 tahun.

Hal tersebut membuat warganet bertanya-tanya. Siapa MCA yang berhasil ditangkap polisi? Siapa tokoh di balik akun MCA “jadi-jadian”?

Berikut video yang menjelaskan MCA sebenarnya:

Fakta Family MCA – Kader PSI Blunder
Dilansir oleh Portal Islam, Seorang warganet berhasil mengungkap sebuah fakta mengejutkan bahwa sebuah akun yang mengaku mantan MCA ternyata merupakan kader dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Berikut faktanya:

Warganet pun merespon kicauan tersebut:

Sumber: ngelmu

3 Maret 1924, Mengenang Runtuhnya Khalifah Utsmaniyah

3 Maret 1924, Mengenang Runtuhnya Khalifah Utsmaniyah

3 Maret 1924, khalifah terakhir itu resmi dibubarkan.

10Berita , Hari ini, 94 tahun silam Khalifah Utsmani atau Kesultanan Turki Ustmani (Ottoman) runtuh. Islam yang pernah berjaya di Eropa dan menguasai dua per tiga dunia dihapuskan dalam tata dunia pada 3 Maret 1924. Sejak itu, umat Islam tidak lagi dinaungi khilafah dan tercerai berai menjadi lebih dari 50 negara. Umat Islam seperti tidak punya tempat mengadu setelah terpecah.

Kekhalifan Islam terakhir itu dihancurkan secara sistematis oleh negara-negara Barat yang memupuk dendam dengan Khilafah yang didirikan Ertuğrul Gazi tersebut. Kita mulai dari sultan Kekhalifahan Utsmani terakhir sebelum berganti menjadi Republik Turki, yakni Sultan Abdul Hamid II.

Kejayaan Islam di Eropa ditandai dengan berkembangnya kedaulatan Khalifah Utsmani yang selama berabad-abad berhasil menancapkan pengaruhnya di Eropa Timur, Balkan, dan Mediterania. Namun, pada akhir abad ke-19 M, pengaruh itu berangsur pudar. Menjelang masa-masa kejatuhan kekhilafahan Islam terakhir ini, muncul pemimpin Kesultanan Turki Utsmani yakni Sultan Abdul Hamid II.

Dengan segala daya yang ada, ia mencoba untuk terus mempertahankan tegaknya ajaran Islam di wilayah kekuasaannya dari berbagai macam bahaya yang mengancam, khususnya kekuatan Barat dan Yahudi. Sultan Abdul Hamid II dilahirkan di Istanbul, Turki, pada Rabu, 21 September 1842. Nama lengkapnya adalah Abdul Hamid bin Abdul Majid bin Mahmud bin Abdul Hamid bin Ahmad.

Dia adalah putra Abdul Majid dari istri kedua. Ibunya meninggal dunia saat Abdul Hamid berusia tujuh tahun. Sultan Hamid II menguasai bahasa Turki, Arab, dan Persia. Ia juga dikenal senang membaca dan bersyair. Abdul Hamid menjadi khalifah Turki Utsmani menggantikan pamannya, Abdul Aziz, yang bergelar Murad VI pada 1876. Pamannya yang berkuasa cukup lama ini diturunkan dari jabatannya sebagai khalifah, kemudian dibunuh musuh politik Kesultanan Turki Utsmani.

Sang paman mewariskan negara dalam kondisi yang carut-marut. Tunggakan utang luar negeri, parlemen yang mandul, campur tangan asing di dalam negeri, tarik-menarik antarberbagai kepentingan di dalam tubuh pemerintahan, serta birokrat-birokrat yang korup.

Tak lama setelah naik takhta, dia mendirikan Dewan Majelis Rendah. Anggota dewan ini ada yang dipilih dan ada pula yang anggotanya ditentukan oleh pihak yang berkuasa. Dewan yang anggotanya dipilih dinamakan Dewan Mab'utsan, sedangkan dewan yang anggotanya ditentukan oleh pemerintah namanya A'yan.

Sebagai seorang pemimpin, Sultan Hamid II dikenal dekat dengan ulama dan selalu menaati nasihat-nasihat mereka. Dia menganggap semua rakyat sama di hadapan undang-undang, juga memberikan kebebasan pers. Dia membuat peraturan wajib belajar kepada semua rakyat. Semasa memerintah, ia menghapus peraturan yang memperbolehkan polisi untuk menyiksa tahanan dalam masa investigasi dan menghapuskan peraturan pengambilan paksa tanah milik rakyat dan kerja paksa.

Dia juga menolak untuk memecat seorang hakim tanpa alasan yang benar. Selain itu, dia juga memberantas korupsi dan suap. Dia sangat serius dalam menerapkan hukum yang sesuai dengan syariat Islam.

Dalam hal kemaslahatan umat, Sultan Abdul Hamid II mengajak umat untuk mendirikan sebuah universitas Islam. Ia juga memerintahkan pendirian sekolah-sekolah, rumah-rumah dinas bagi para dosen, akademi politik dan kesenian wanita, museum-museum, perpustakaan-perpustakaan, sekolah kedokteran, rumah sakit spesialis anak, perumahan bagi orang-orang yang tidak mampu, kantor pos pusat, ruang-ruang pertemuan, beberapa organisasi petani dan buruh serta pabrik-pabrik keramik. Selain itu, dia juga memasang pipa-pipa untuk mengalirkan air minum.

Sumber : Republika.co.id

Kemal Attaturk, Yahudi Yang Menyamar Sebagai Muslim

Kemal Attaturk, Yahudi Yang Menyamar Sebagai Muslim

Assalamualaikum Wr Wb,

Setiap buku pelajaan sejarah kita selalu dituliskan bahwa Mustafa Kemal Attaturk adalah bapak dari bangsa turki, tetapi setelah saya membaca eramuslim mustafa kemal adalah salah satu agen yahudi yang dikirim oleh yahudi internasional untuk menjatuhkan pemerintahan sultan Hamid II.


Yang ingin saya tanyakan siapa sebenarnya Mustafa Kemal Attaturk ? apakah dia seorang yahudi atau bukan, lalu apakah dia berjasa bagi bangsa Turki sehingga oleh beberapa buku sejarah ditulis sebagai bapak bangsa Turki ?

Tolong dijawab ya Pak, banyak tulisan di eramuslim ini yang membuat saya jadi mengetahui sejarah dunia yang sebenarnya…?

Terima kasih

Wassalammualaikum Wr Wb

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,

Saudara Rian yang dirahmati Allah Swt, sejarah resmi yang kita kenal dan diajarkan di sekolah-sekolah memang sangat subyektif dan sangat didominasi oleh pandangan sekuler-Barat, yang anyak diantaranya Islamophobia. Kita tentu masih ingat bagaimana ketika duduk di sekolah dasar, buku-buku sejarah menyatakan kepada kita jika Islam baru masuk ke Nusantara di abad ke-14 Masehi lewat para pedagang India dari Gujarat. Padahal pandangan ini berasal dari Snouck Hurgronje dan ternyata salah besar. Bukti-bukti otentik menyatakan jika Islam sudah ditemukan di pesisir barat pulau Sumatera di saat Rasulullah Saw masih hidup! Bahkan Barus, nama kota kecil di pesisir barat Sumatera itu sudah memiliki hubungan dagang dengan Mesir di saat Nabi Musa a..s masih hidup. Ini fakta sejarah yang sengaja dikaburkan tangan-tangan kekuasaan yang anti Islam. Untuk lengkapnya, silakan baca Eramuslim Digest edisi 9 dan 10 (The Untold History) yang membongkar kepalsuan-kepalsuan sejarah Islam di Indonesia ini.

Nah, Mustafa Kemal memang seorang Yahudi dari sebuah kota di Turki bernama Tesalonika (Yahudi Dumamah). Mustafa merupakan seorang agen atau kaki tangan Yahudi Internasional yang disusupkan ke dalam militer Turki sehingga dia menjadi seorang jenderal untuk menghancurkan kekhalifahan Islam Turki Utsmaniyah yang menolak menyerahkan Al-Quds kepada Zionis-Yahudi. Lewat konspirasi Yahui Internasional inilah, Kekhalifahan Turki Utsmaniyah akhirnya hancur pada tanggal 3 Maret 1924, hanya 27 tahun setelah Kongres Zionis Internasional pertama.

Mustafa Kemal naik menjadi penguasa dan menghancurkan seluruh kehidupan beragama di Turki dan menggantinya dengan paham sekuler. Mustafa Kamal Ataturk merupakan seorang Mason dari Lodge Nidana. Selama berkuasa, Mustafa Kamal memperlihatkan watak seorang Yahudi asli yang sangat membenci agama.

Pernah suatu hari saat berkuasa, setelah melarang adzan menggunakan bahasa Arab dan hanya diperbolehkan berbahasa Turki, Mustafa Kamal melewati suatu masjid yang masih mempergunakan adzan dengan bahasa Arab, seketika itu juga dirinya merobohkan masjid itu. Cerita yang lain mengatakan, ketika Mustafa mewajibkan setiap orang Turki memakai topi Barat yang kala itu di Turki lazim dianggap sebagai simbol kekafiran, maka barangsiapa yang tidak mau menuruti perintahnya memakai topi, orang itu akan dihukum gantung. Hasilnya, banyak lelaki Turki yang digantung di tiang-tiang gantungan yang sengaja dibuat di lapangan-lapangan kantor pemerintahannya.

Deislamisasi dan juga terhadap agama lainnya di Turki selama kekuasaan Mustafa Kamal ini benar-benar keterlaluan. Barangsiapa yang ingin mengetahui lebih jauh tentang kejahatan-kejahatan orang yang oleh Barat disebut sebagai ‘Bapak Turki Modern’ ini, ada dua buku karya Dr. Abdullah ‘Azzam yang saya rekomendasikan yakni ‘Al Manaratul Mafqudah’ (Majalah al Jihad, Pakistan, 1987) dan ‘Hidmul Khilafah wa bina-uha’ (Markaz Asy-Syahid Azzam Al-I’laamii, Pakistan).

Di dalam buku pertama yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Abdullah ‘Azam memaparkan kejadian sakitnya Mustafa Kamal menjelang sakaratul mautnya yang sungguh-sungguh mengerikan. Abdullah ‘Azzam menulis, “…Mustafa Kamal terserang penyakit dalam (sirrosis hepatitis) disebabkan alkohol yang terkandung dalam khamr. Cairan berkumpul di perutnya secara kronis. Ingatannya melemah, darah mulai mengalir dari hidungnya tanpa henti. Dia juga terserang penyakit kelamin (GO), akibat amat sering berbuat maksiat. Untuk mengeluarkan cairan yang berkumpul pada bagian dalam perutnya (Ascites), dokter mencoblos perutnya dengan jarum. Perutnya membusung dan kedua kakinya bengkak. Mukanya mengecil. Darahnya berkurang sehingga Mustafa pucat seputih tulang.”

Selama sakit Mustafa berteriak-teriak sedemikian keras sehingga teriakannya menerobos sampai ke teras istana yang ditempatinya. Tubuhnya tinggal tulang berbalut kulit. Beratnya hanya 48 kilogram. Giginya banyak yang tanggal hingga mulutnya hampir bertemu dengan kedua alis matanya. Badannya menderita demam yang sangat sehingga ia tidak bisa tidur. Tubuhnya juga mengeluarkan bau bagaikan bau bangkai. Walau demikian, Mustafa masih saja berwasiat, jika dia meninggal maka jenazahnya tidak perlu dishalati.

“Pada hari Kamis, 10 November 1938 jam sembilan lebih lima menit pagi, pergilah Mustafa Kamal dari alam dunia dalam keadaan dilaknat di langit dan di bumi…,” tulis Abdullah ‘Azzam. Naudzubilahi min dzalik!

Majalah Al Mujtama’ Kuwait pada tanggal 25 Desember 1978 edisi 425-426 memuat sebuah dokumen rahasia tentang peranan dan konspirasi kaum Yahudi di dalam menumbangkan kekhalifahan Turki Utsmaniyyah. Dokumen ini berasal dari sebuah surat yang ditulis Dutabesar Inggris di Konstantinopel, Sir Gebrar Lother, kepada Menteri Luar Negeri Inggris Sir C Harving pada tanggal 29 Mei 1910. Dalam dokumen tersebut dipaparkan secara rinci bagaimana kaum Freemason melakukan penyusupan ke berbagai sektor vital pemerintahan Turki untuk mengakhiri kekuasaan Sultan Abdul Hamid II dan mengangkat Mustafa Kamal Ataturk, untuk menghapuskan kekhalifahan Islam di Turki. Bahkan kaum Mason Turki ini berhasil masuk dalam lingkaran pertama Sultan Abdul Hamid II sehingga banyak kebijakan-kebijakannya yang disabot atau disalahgunakan.

Mungkin demikian dulu paparan soal Mustafa Kamal ini yang oleh sejarah resmi disebut sebagai “Bapak Turki” (Attaturk), padahal seharusnya dia disebut sebagai “Penghancur Turki”. Wallahu’alam bishawab. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sumber : Eramuslim