OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 06 Maret 2018

Elektabilitas di bawah 50 persen, ICW sebut masyarakat tak puas kinerja Jokowi

Elektabilitas di bawah 50 persen, ICW sebut masyarakat tak puas kinerja Jokowi

10Berita, Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz menyebut masyarakat banyak yang tidak puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab itu, kata dia, elektabilitas Jokowi hanya berada pada kisaran 45 persen.

“Tapi yang banyak yang menyebut bahwa hampir empat tahun berkeliling Indonesia dan elektabilitas terkunci di 45 persen menurut sebagian pihak itu membuktikan ada ketidakpuasan lain yang ditunggu dan dinantikan,” kata Donal dalam diskusi bertajuk Pencalonan Pilpres 2019: Menantang Gagasan Antikorupsi dan Demokrasi, di Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Selasa (6/3).

Menurutnya Jokowi hanya fokus pada pembangunan infrastruktur. Serta tidak fokus memperbaiki struktur demokrasi sehingga menyebabkan kesenjangan antar masyarakat dan kelompok.

“Ini yang muncul hari ini bahwa gerakan masyarakat kelompok seperti kelompok Islam memprotes pemerintahan yang tidak adil pada ulama dan seterusnya,” ungkapnya.

“Itu kan bagian yang sebenarnya muncul dari ketidakpuasan masyarakat terhadap sebuah proses hukum, hukum dianggap tidak tegak pada orang tertentu sementara cenderung tajam pada kelompok tertentu,” tandasnya.

Diketahui dalam hasil survei Median, elektabilitas Jokowi dan Prabowo menurun. Jokowi mendapatkan persentase sebesar 35 persen sedangkan Prabowo 21,2 persen. 

Sumber :merdeka.com

Asyari Usman: Kasihan, Penggagas Renas 212 Tidak Sanggup Mikir Lagi

Asyari Usman: Kasihan, Penggagas Renas 212 Tidak Sanggup Mikir Lagi


10Berita, Protes keras dari kalangan alumni “212 Asli” terhadap kemunculan gerakan pendukung penguasa dengan nama Relawan Nasional 212 (Renas 212), sangat bisa dipahami. Sebab, pemakaian simbol 212 yang sudah konotatif dengan aksi damai kaum muslimin itu, dianggap dapat merugikan gerakan bela Islam.

Akan tetapi, menurut hemat saya, para penggagas Renas 212 itu telah menunjukkan sendiri rendahnya kualitas intelektual mereka.

Artinya, para penggagas mengakui bahwa gerakan Islam 212 yang dipimpin oleh para ulama sungguh sangat dahsyat marwah dan wibawanya. Sampai-sampai mereka tak mampu lagi menciptakan nama dan simbol gerakan yang tidak mencatut lambang aksi damai kaum muslimin.

Secara psikologis mereka sudah terkepung oleh gerakan damai 212 sehingga simbol ini menghantui mereka setiap saat. Karena dibantui terus, para penggagas itu akhirnya memberanikan diri untuk membeo dan kemudian mencaplok simbol 212 dengan tafsiran yang sangat mengada-ada dan dipaksakan.

Kasihan para penggagas Renas 212. Mereka terpaksa menghilangkan urat malu mereka demi mencaplok simbol 212. Mereka rela melecehkan intelektualitas mereka ke titik yang terendah demi mendukung junjungannya. Mereka tidak malu-malu lagi mendeklarasikan secara terbuka kebingungan dan kedunguan mereka. Sekali lagi, sungguh kasihan. Dan lebih kasihan lagi seandainya mereka mau juga menyatakan secara terbuka motif pembentukan Renas 212. 

Sumber :eramuslim

Duka Ghouta, Mengapa Dunia Bungkam?

Duka Ghouta, Mengapa Dunia Bungkam?

10Berita, Suriah kembali berdarah. Tempat yang dijelaskan dalam beberapa hadis yang memiliki kemuliaan dan merupakan tanah yang penting bagi kaum muslimin ini kembali bergejolak. Pembantaian kaum muslimin di Ghouta Timur, wilayah Suriah ini sama seperti gejolak Aleppo dan Arab Spring lainnya yang terjadi sebelumnya. 

Korban bombardir serangan yang digencarkan rezim Bashar al-Assad tersebut telah merenggut nyawa lebih dari 1.000 orang, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan lebih dari 3.000 orang terluka.

Dalam melakukan serangannya, dilaporkan bahwa rezim Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia terlarang, hal ini mengakibatkan ratusan orang mengalami sesak nafas, kejang-kejang hingga kematian. Dengan serangan tersebut, Konvensi Jenewa 1925 yang melarang penggunaan senjata kimia dan biologis dan Konvensi Senjata Kimia 1993 jelas-jelas telah dilanggar. Serangan-serangan ini pun tanpa membedakan target militer dan sipil jelas telah melanggar hukum kemanusiaan paling dasar. 

Banyak dari kalangan anak-anak yang menjadi korban. Seperti Husen bayi 9 bulan harus merenggut nyawa dengan kaki dan tangan terpisah dari tubuhnya. Ditambah keterbatasan makanan dan minuman membuat mereka kelaparan. Jeritan dan tangisan anak-anak menjadi pemandangan sehari-hari. Perempuan-perempuan di Suriah dieksploitasi secara seksual, dianiaya dan dibunuh. Warga sipil lainnya yang tak berdosa pun menjadi korban kebiadaban rezim Bashar al-Assad.

Peristiwa ini menjadi sebuah peringatan yang berulang bagi umat Islam saat ini, bahwa ada kewajiban yang dilalaikan terhadap hak-hak saudara muslim yang  seiman dan seaqidah. Sebagimana dalam surat Al-Anfal ayat 72, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَإِنِ اسْتَنصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ ...

“Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian (dalam urusan agama), maka wajib bagi kalian menolong…”

Baginda Rasulullah Shallallahu ' alaihi wa sallam bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]

Sikap tolong menolong dan memberi bantuan adalah bentuk keta’atan muslim pada Allah dan rasul-Nya. Rasulullah Shallallahu ' alaihi wa sallam bersabda:

اَلْـمُسْلِمُ أَخُوْ الْـمُسْلِمِ ، لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ ، وَمَنْ كَانَ فِـيْ حَاجَةِ أَخِيْهِ ، كَانَ اللهُ فِيْ حَاجَتِهِ ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ ، فَرَّجَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًـا ، سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

“Seorang Muslim adalah saudara orang Muslim lainnya. Ia tidak boleh menzhaliminya dan tidak boleh membiarkannya diganggu orang lain (bahkan ia wajib menolong dan membelanya). Barangsiapa membantu kebutuhan saudaranya, maka Allâh Azza wa Jalla senantiasa akan menolongnya. Barangsiapa melapangkan kesulitan orang Muslim, maka Allâh akan melapangkan baginya dari salah satu kesempitan di hari Kiamat dan barangsiapa menutupi (aib) orang Muslim, maka Allâh menutupi (aib)nya pada hari Kiamat.”

Ayat dan hadist diatas menjelaskan bagaimana Allah SWT mewajibkan kaum muslimin untuk tolong menolong terhadap saudaranya. Peristiwa di Ghouta membutuhkan bantuan dan uluran tangan. 

Namun saat ini, kita menyaksikan pembantaian umat Islam untuk ke sekian kalinya, dan dunia kembali bungkam. Para pemimpin dunia terutama para pemimpin muslim banyak yang tak bersuara. Mengapa para pemimpin itu tidak mengirimkan tentaranya? Mengapa bisa terjadi? Seolah mereka buta dan tuli?

Nasionalisme jangan menjadi sekat yang memutuskan ikatan aqidah dan ukhuwah kaum muslimin. Kaum Muslimin khususnya para pemimpin negeri muslim jangan diam dan harus segera bertindak, menolong saudara-saudara seimannya. Wallahua'lam.

Selvi Sri Wahyuni Spdi.
 

Sumber : SI Online

Kivlan Zein: Kebangkitan PKI itu Fakta

Kivlan Zein: Kebangkitan PKI itu Fakta


10Berita, JAKARTA , Bekas petinggi TNI Angkatan Darat, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen mengatakan kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) fakta bukan hoax.

"PKI bangkit itu fakta, PKI berusaha masuk ke semua partai, data-datanya ada sama saya, bukan bohong, baik di dalam atau di luar negeri," kata mantan Kepala Staf Kostrad itu dalam diskusi "Isu Kebangkitan PKI: Realita Atau Propaganda?" di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Bahkan, lanjut Kivlan, anasir PKI terus melakukan konsolidasi dengan menggelar berbagai rapat, di daerah mematangkan isu-isu untuk membangkitkan Partai.

"Nanti di Yogyakarta, mereka rapat untuk menghapus Super Semar (Surat Perintah Sebelas Maret, red), karena menurut mereka dokumennya tidak jelas dan sudah hilang. Kalau Super Semar sudah dihapus, artinya nanti Tap MPRS No 25 tahun 1966 bisa dihapus,"ujarnya.

Lebih dari  itu, imbuh Kivlan, mereka akan menekan Pemerintah bahwa mereka tidak salah. Anasir PKI juga sudah dapat kompensasi. "fakta komnas HAM sudah mengeluarkan surat bahwa PKI adalah korban,"jelasnya.

Kivlan melihat anasir PKI kedepannya akan minta rekonsiliasi kembali, tapi dengan nama Kerukunan Nasional, istilah kerukunan sudah ada zaman Bung Karno tapi akan dihidupkan kembali.

"Mereka ujung-ujungnya akan menuntut negara minta maaf, kalau mereka tidak bersalah, artinya Tap MPRS bersalah, Jenderal-jenderal bersalah, NU bersalah. Kalau mereka menang, kita akan dihabisi juga, seperti tahun 1948 ulama, tentara, pemerintah dibunuh, dan tahun 1965 juga begitu,"lontarnya.

Kivlan mengungkapkan bahwa concern PKI saat ini berusaha mencabut Tap MPRS No 25 agar bisa menghidupkan kembali partai.
Selain itu, Kivlan mengaku kecewa dengan Komnas HAM, karena data-data pembunuhan dari kalangan NU dan Muhammadiyah sudah diberikan kepada Komnas HAM, tapi tidak digubris.

"Hanya data dari mereka (PKI) yang diterima,"ucapnya.

Sambung Kivlan, Gerakan kebangkitan PKI cukup berbahaya karena leader komunisme di dunia adalah RRC. (bilal/)

Sumber :voa-islam

Pahlawan Nasional Indonesia yang Paling Berpengaruh.

Pahlawan Nasional Indonesia yang Paling Berpengaruh.

10Berita  – Pahlawan Nasional – Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan pada tanggal 10 November pada tiap tahunnya. Sayangnya banyak anak Zaman Now yang tidak tahu sosok-sosok pimpinan gerakan perjuangan demi kemerdekaan bangsa, dimana berkat mereka akhirnya kemerdekaan indonesia dapat diraih meskipun harus mengorbankan keringat dan darah.

Pahlawan Nasional adalah gelar yang disematkan kepada seorang warga Negara Indonesia yang telah berjuang melawan penjajahan di wilayah yang saat ini menjadi wilayah Indonesia yang gugur demi membela bangsa dan Negara.

Pahlawan Nasional adalah orang-orang yang sangat berjasa atas kemerdekaan Indonesia dari segala bentuk penjajahan. Mereka yang sudah berjuang dengan sangat berani dan gigih merebut kemerdekaan Indonesia. Cerita kepahlawanan ini harus kita kenang. Oleh karenanya Mari simak kisah beberapa pahlwan pahlawan nasional, ada beberapa yang berasal dari Pondok Pesantren.

Para pahlawan nasional Indonesia Banyak yang pernah duduk di bangku pendidikan. Walaupun mereka hidup serba sulit dengan berbagai macam tekanan dan ancaman penjajahan, tapi tetap mereka semangat untuk terus menuntut ilmu. Bahkan diantara pahlawan nasional Indonesia terdapat beberapa yang berasal dai kalangan pondok pesantren.

Para Pahlawan Nasional itu beberapa merupakan santri yang mondok di berbagai macam pondok pesantren dan merupakan orang-orang yang paham dalam ilmu agama. Mereka berasal dari pesantren dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi terhadap bangsa Indonesia. Penasaran siapa saja mereka? Berikut uraian lengkapnya.

Sukarno

Sukarno / Soekarno / Ir. Soekarno adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945-1966. Sukarno juga merupakan Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Beliau memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia.

Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901. Beliau meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun akibat mengidap gangguan ginjal. Beliau pernah menjalani perawatan di Wina, Austria tahun 1961 dan 1964. Prof. Dr. K. Fellinger dari Fakultas Kedokteran Universitas Wina menyarankan agar ginjal kiri Soekarno diangkat, namun Soekarno menolaknya dan lebih memilih pengobatan tradisional

Presiden Soekarno juga dikenal sebagai pencetus dasar Negara Pancasila, karena ia yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai dasar negara Indonesia. Selain itu, Beliau juga yang menamainya sebagai Pancasila. Beliau juga seorang orator yang handal dan politikus cerdas yang menguasai delapan bahasa. Tokoh bangsa yang dikenal dengan sapaan Bung Karno ini selalu bisa menggetarkan hati para pendengarnya saat berpidato.

Mohammad Hatta

Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau sering dipanggil dengan Bung Hatta, merupakan salah seorang proklamator. Beliau adalah Pria kelahiran Bukittinggi, 12 Agustus 1902 dan lulusan Belanda. Sejak mudah sudah dikenal sebagai aktivis dan organisatoris, hingga jadi seorang negarawan yang sering mendampingi Soekarno dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Bung Hatta punya peranan penting atas kemerdekaan bangsa Indonesia, beliau merupakan salah satu yang memproklamirkannya pada 17 Agustus 1945. Ia juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta II, dan RIS. Kemudian Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956. Selama menjabat sebagai wakil presiden, Hatta aktif menulis dan berbagi ilmu mengenai koperasi. Perannya tersebut membuat beliau dijuluki sebagai Bapak Koperasi.

Beliau lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat. Bung Hatta meninggal di Jakarta, 14 Maret 1980 pada umur 77 tahun. Setelah wafat, Pemerintah memberikan gelar Pahlawan Proklamator kepada Bung Hatta pada 23 Oktober 1986 bersama dengan mendiang Bung Karno. Pada 7 November 2012, Bung Hatta secara resmi bersama dengan Bung Karno ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Pahlawan Nasional.

Jenderal Soedirman


Sumber : suaramuslim.net

Soedirman merupakan Panglima tentara pertama Jenderal Besar TNI. Walaupun menderita sakit tuberkulosis paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya dalam perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dalam sejarah, Jenderal Soedirman dicatat sebagai Panglima dan Jenderal RI yang pertama dan termuda. Saat usia Soedirman 31 tahun ia telah menjadi seorang jenderal. Beliau diangkat sebagai panglima besar pada 18 Desember 1948. Pada 19 Desember 1948, Belanda melancarkan Agresi Militer II untuk menduduki Yogyakarta. Soedirman, beserta sekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya, melakukan perjalanan ke arah selatan dan memulai perlawanan gerilya selama tujuh bulan.

Pada tahun 1950 ia wafat karena penyakit tuberkulosis tersebut dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta. Soedirman lahir di Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah, 24 Januari 1916 dan meninggal di Magelang, Jawa Tengah, 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun.

KH. Ahmad Dahlan

Ahmad Dahlan atau biasa dikenal Darwis lahir di Yogyakarta pada 1 Agustus 1868. Kalangan umat islam di Indonesia sudah pasti sangat mengenal nama beliau. Beliau adalah salah satu pahlawan nasional yang berasal dari kalangan Pondok Pesantren. Ahmad Dahlan dikenal sebagai pendiri dari organisasi Muhammadiyah. Dari kerja kerasnya, KH. Ahmad Dahlan bisa membangkitkan kesadaran dari bangsa Indonesia melalui gerakan pembaharuan islam dan pendidikan. Beliau ditetapkan sebagai Pahlawan nasional Setelah Keluar surat keputusan Presiden no. 657 tahun 1961, Pemerintah Indonesia menetapkan beliau sebagai salah satu pahlawan Nasional.

KH. Hasyim Asyari


Sumber : tirto.id

Pahlawan Nasional ini bernama lengkap Mohammad Hasyim Asy’ari, tetapi lebih dikenal sebagai KH. Hasyim Asyari. Beliau lahir di Desa Gedang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada 10 April 1875. Beliau merupakan pendiri dari organisasi islam terbear di Indonesia, Nahdlatul Ulama. Nahdlatul Ulama berdiri pada tahun 1926.

Banyak yang menjuluki beliau sebagai “Master Plan Pesantren” dengan ilmu agama yang sangat tinggi. Beliau mendirikan pesantren Tebuireng di Jombang sepulang dari Mekah pada tahun 1899. Beliau adalah seorang ulama besar dan juga seorang pemimpin pesantren, beliau selalu mengajar dan membimbing semua santrinya dalam berbagai bidang ilmu, terutama ilmu agama.

KH. Wahid Hasyim

Wahid Hasyim merupakan seorang menteri negeri dalam kabinet pertama Indonesia. Beliau mempunyai banyak gagasan demi melakukan pembaruan dunia pendidikan di Indonesia. Wahid Hasyim lahir pada 1 Juni 1914 di Jombang, Jawa Timur. Beliau adalah anak dari KH. Hasyim Asy’ari dan ayah dari KH. Abdurrahman Wahid, presiden keempat Indonesia. Inilah mengapa, banyak yang ingin menjadikan Abdurrahman Wahid sebagai Pahlawan Nasional juga.

KH. Wahid Hasyim merupakan Pahlawan nasional yang beranggapan bahwa ilmu pengetahuan saja tidak akan cukup, butuh adanya ilmu agama yang dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Karena hal tersebut mulailah adanya kelembagaan pendidikan dan agama islam, seperti pondok pesantren dan Universitas Islam Negeri. Beliau meninggal di usia 38 tahun, dalam sebuah kecelakaan di Cimahi, Jawa Barat pada tahun 19 April 1953.

Sultan Mahmud Riayat Syah


Sumber : jawapos.com

Sultan Mahmud Riayat Syah atau lebih dikenal sebagai Sultan Mahmud baru saja mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Menurut kabar yang berkembang, Beliau lahir pada Agustus 1760 di Sulu Sungai Riau. Pada masa 1782 hingga 1784 Sultan Mahmud berhasil menghalau Belanda untuk memasuki Riau. Pada Perang Riau, ia dan pasukannya berhasil meledakkan Kapal Komando Belanda, Malaka’s Walvaren. Satu tahun sebelum wafatnya pada 12 Januari 1812, Sultan Mahmud masih berperang dengan Belanda di beberapa wilayah seperti Sumatra Timur, Sumatra Selatan dan Banka Belitung.

Tuan Guru Kiai Haji (TGKKH) M. Zainuddin Abdul Madjid


Sumber : nasional.kompas.com

Pahlawan Nasional yang satu ini merupakan seorang pejuang kemerdekaan, da’i, ulama dan tokoh pendidikan yang lahir pada 19 April 1908. Tuan Guru Zainuddin merupakan pendiri organisasi Islam yang sangat terkenal di Lombok yakni Nahdatul Wathan. Organisasi ini bergerak dalam bidang pendidikan dan agama. Beliau Wafat pada 21 Oktober 1997.

Beliau adalah ulama kharismatik kelahiran Kampung Bermi, Desa Pancor, Kecamatan Rarang Timur, Lombok Timur , Nusa Tenggara Barat. Dari bebagai literasi, jasanya terhadap perkembangan nasionalisme dan agama di NTB sangat besar. Mulai dari memoderenisasi lembaga pendidikan Islam di era penjajahan, pelopor penyerangan markas NICA, hingga melakukan propaganda anti Belanda.

Banyak yang tidak tahu bahwa beliau punya julukan santri jenius. Beliau dijuluki jenius karena berhasil menyelesaikan studi di Madrasah al-Shaulatiyah Mekkah, Arab Saudi pada 1933 dengan predikat istimewa. Beliau adalah salah satu orang Lombok yang beruntung dilahirkan di kelurga mampu sehingga bisa mengecap pendidikan ke Mekkah sejak 1923-1934.

Sumber : Ngelmu.co 

Komisi XI; Ketimpangan Ekonomi Kita Berpotensi Sebabkan Disintegrasi Bangsa

Komisi XI; Ketimpangan Ekonomi Kita Berpotensi Sebabkan Disintegrasi Bangsa

10Berita – Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Junaidi Auly memperingatkan ketimpangan ekonomi yang saat ini terjadi di Indonesia berpotensi besar menyebabkan disintegrasi bangsa. Pernyataan ini dilontarkan Ahmad Junaidi dalam sosialisasi 4 pilar berbangsa dan bernegara di Abung Kunang, Lampung Utara, Senin (5/03).

Ahmad yang juga menjadi anggota MPR Fraksi Keadilan sejahtera ini meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret dengan mengeluarkan kebijakan yang benar-benar pro rakyat kecil.

“Jika ketimpangan ini, terus dibiarkan, akan berdampak buruk terhadap integrasi bangsa karena ketimpangan tersebut tak mencerminkan nilai pancasila yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Junaidi dilansir Jejamo.com.

Data LPS menyatakan bahwa pada bulan November 2017, sekitar 64 persen dari total Rp 5.279 triliun simpanan yang ada di perbankan nasional dikuasi oleh 0,2 persen orang terkaya di negeri ini.

Data lain menunjukkan pertumbuhan 40 orang terkaya di Indonesia empat kali lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi nasional selama 2006 – 2016. Begitu juga dengan petani kita yang sebagian besar hanya memiliki lahan kurang dari 2 hektar.

“Ketimpangan yang sangat serius ini membuat Indonesia menempati peringkat keempat sebagai negara dengan tingkat kesenjangan tertinggi di dunia dan jika tidak ditangani dengan serius bisa menghambat pertumbuhan ekonomi kita yang belum juga mencapai target,” jelasnya.

Selain itu, Ahmad Junaidi juga menekankan bahwa pemerintah harus lebih memprioritaskan keberpihakannya pada sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sudah terbukti membangun ekonomi kerakyatan sehingga ekonomi masyarakat bisa tumbuh dan angka kemiskinan bisa berkurang.

“Dibutuhkan peran dan kontribusi yang lebih besar dari pemerintah untuk mampu menggenjot laju pertumbuhan ekonomi dan menekan ketimpangan agar disintegrasi bangsa dapat minimalisir,” katanya. (Jjm/ram)

Sumber :Eramuslim 

Budaya Pura-Pura

Budaya Pura-Pura

Di sinilah integritas dan keberanian seseorang diuji.

10Berita , JAKARTA — Oleh: Abdul Muid Badrun Berkata benar ketika tidak ada tekanan tentu mudah saja. Namun, bagaimana sulitnya berkata benar ketika di bawah tekanan kekuasaan dan atasan? Nabi berpesan, "Katakan yang benar walau pahit rasanya." (HR Ahmad). Itu punya makna bahwa kebenaran itu harus ditegakkan, bagi dan oleh siapa saja! Kebenaran milik se mua orang. Sekali lagi, milik semua orang dan bukan milik mereka yang berkelas, atasan, dan berkuasa saja.

Jika kebenaran di bawah kuasa seseorang, lalu yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar, itu munafik namanya. Orang munafik ancamannya jelas, yaitu keraknya neraka (QS an-Nisa': 145). Maka, berkata benar itu perlu dilatih sejak kecil. Dibiasakan dan dipraktikkan dalam ruang keluarga dan ruang kantor di mana kita bekerja, tidak hanya dinasihatkan atau diceramahkan saja tapi minus praktik di lapangan. Jika hal ini tidak dibiasakan maka saya yakin tidak semua orang berani berkata benar.

Apalagi jika kebenaran itu menyangkut nasib seseorang baik menyangkut ekonomi, pekerjaan, kedudukan, jabatan, dan kekuasaan, sudah pasti orang akan lebih memilih bersikap aman dengan berkata sebaliknya alias membelakangi kebenaran. Inilah yang saat ini sedang kita saksikan marak bermunculan di mana-mana termasuk di media sosial (medsos), terutama jelang pilkadal (pemilihan kepala daerah langsung). Atas nama kebohongan dengan dibungkus kepura-puraan, orang dengan mudahnya merayu dan membujuk agar mengikuti apa yang dijanjikan. Padahal, sejatinya itu hanya "rayuan gombal tanpa nalar". Di sinilah integritas dan keberanian seseorang diuji.

Untuk apa pengetahuan tinggi, pendidikan tinggi, dan punya pengalaman banyak, tetapi tak mampu dan tak berani berkata benar? Untuk apa? Keberanian bagi orang pandai dan berpengalaman adalah mahkota. Jika tak ada keberanian berkata benar maka sejatinya ia hidup tanpa mahkota. Ia berkuasa tanpa kekuasaan, ia memimpin tanpa kepemimpinan, ia memerintah tanpa pemerintahan, dan ia ada tetapi sejatinya tidak ada.

Efek lanjutannya, kebenaran semakin dibuat absurd alias tidak jelas. Akibatnya, kita akan berada pada kondisi serba kepura-puraan, seperti pura-pura patuh, pura-pura bertindak, pura-pura baik, pura-pura taat, pura-pura melakukan, pura-pura senang, pura-pura mendukung, pura-pura semangat, dan pura-pura lainnya. Jadilah peradaban pura-pura (budaya pura-pura). Hasilnya pun juga penuh kepura-puraan. Kebaikannya pun juga penuh kepura-puraan. Kalau sudah begini, untuk menghentikannya perlu sosok berani berkata benar meski harus melawan atasan dan kekuasaan sekalipun.

Adakah sosok itu? Tentu ada. Hanya, jumlahnya semakin berkurang karena orang akan lebih banyak bermain aman untuk keselamatan hidup dan keluarganya. Karena itulah, melalui kolom ini saya menyeru kepada dunia pendidikan dan keluarga agar mendidik anak dan generasi muda menjadi generasi berani berkata benar dan takut berkata salah. Bagaimanapun, bangsa besar Indonesia harus dipimpin orang-orang yang punya mental berani agar mampu mengantarkan menjadi bangsa yang disegani di dunia. Bukan sebaliknya!

Ingat pesan Nelson Mandela, pejuang pemberani yang sampai saat ini harum namanya karena keberaniannya: "I learned that courage was not the absence of fear, but the triumph over it. The brave man is not he who does not feel afraid, but he who conquers that fear," (Saya belajar bahwa keberanian timbul bukan karena tidak adanya rasa takut, tetapi kemenangan atas (rasa takut) itu. Orang pemberani bukanlah orang yang tidak merasa takut, tetapi dia yang mengalahkan ketakutan). ¦

Sumber :Republika.co.id 

Dakwah Islam di Sungai Niger

Dakwah Islam di Sungai Niger

75 Juta Penduduk Nigeria Memeluk Islam.

10Berita , JAKARTA — Nigeria memiliki populasi 140 juta orang. Lebih dari 75 juta orang di antaranya adalah Muslim. Dengan populasi tersebut, Nigeria menempati urutan kelima negara dengan populasi Muslim tertinggi setelah Indonesia, India, Pakistan, dan Bangladesh.

Negeri ini diapit oleh tanah Dahomey yang sekarang menjadi Republik Benin. Ini merupakan ujung timur Kerajaan Songhai kuno di barat dan Kamerun di sebelah timur. Nigeria adalah wilayah dengan luas sekitar 923.768 km persegi.

Nama negara ini berasal dari sungai terpanjang di benua Afrika, Niger. Nigeria berbatasan langsung dengan Samudra Atlantik. Sebelah selatannya berbatasan dengan Republik Niger yang berjalan sejauh 1.497 kilometer. Sedangkan sebelah utara berbatasan dengan Chad.

Negara yang dikenal sebagai Nigeria hari ini adalah bagian dari wilayah yang umumnya dikenal di era Islam dulu sebagai negeri Sudan (Bilad Sudan). Negeri ini memiliki kota-kota seperti Katsina, Kano, dan Sokoto, yang dulu dipengaruhi oleh kerajaan-kerajaan besar Afrika Barat sebelumnya seperti Ashanti [Ghana], Songhai dan Malian.

Ada juga Kerajaan Kanem Bornu yang budaya dan peradabannya melampaui batas Nigeria sekarang. Di sebelah barat dan timur laut Nigeria adalah kerajaan yang luas terkenal, dan mereka memiliki dampak signifikan terhadap peradaban dan pertumbuhan negara-negara bagian Nigeria yang berdampingan.

Sejarah mencatat bahwa perdagangan terjadi antara Afrika Utara dan Afrika Barat. Ada jalur perdagangan yang terkenal dengan asal Maroko, Libya, Tarblus, Tunis, dan Mesir, yang menghubungkan berbagai kota pusat perdagangan dari berbagai kerajaan.

Sementara pedagang dari arah Barat, seperti Afrika Utara membawa sutra, pelana, garam, pedang, bahan tekstil un tuk dijual, dan lainnya. Mereka mem beli emas, kulit, kulit, gading, dan bu dak, dari rekan-rekan Afrika Barat. Rute perdagangan ini menjadi sangat berguna dalam penyebaran Islam di wilayah ini.

Sumber :Republika.co.id 

Komeng: Pak Jokowi dan Pejabat Bekerja Keraslah, Jangan Ikut Melawak, Nanti Saya Gak Dapat Job

Komeng: Pak Jokowi dan Pejabat Bekerja Keraslah, Jangan Ikut Melawak, Nanti Saya Gak Dapat Job


10Berita, Tokoh komedian Indonesia yang boleh dibilang paling terkenal saat ini, Komeng di acara Hitam Putih Deddy Corbuzier Trans7 menyentil kinerja dan kerja Presiden Jokowi dan jajaran menterinya.

“Kepada para semua pejabat… bekerja yang keras. Pak Jokowi kan presiden, jangan pada ikutan melawak, nanti saya gak dapat job.”

“Bekerja yang lebih keras lagi, tinggal setahun lagi Pak. Kalau yang melawak-melawak serahkan kepada komedian,” kata Komeng.


Sumber :Dakwah media 

Peringatan Keras untuk Suami; Selangkah Lagi Masuk Surga, Gagal Karena Istri Lakukan Ini

Peringatan Keras untuk Suami; Selangkah Lagi Masuk Surga, Gagal Karena Istri Lakukan Ini


10Berita, Alangkah malangnya laki-laki yang sudah menjadi suami dan ayah ini. Jarak antara surga dengan dirinya hanyalah satu langkah, tetapi ia dituntut dan berpeluang gagal masuk ke dalam tempat penuh kenikmatan ini.

“Selangkah lagi engkau masuk surga, tapi istrimu kau biarkan tabarruj (berdandan) seperti dandannya orang jahiliyah, membuka aurat, pakai pakaian sempit, tidak berhijab, kau akan dituntut di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” kata Ustadz Abdul Somad dalam rangkaian acara Damai Indonesiaku di Masjid Raya Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara pada Sabtu (3/3/18).

Seorang suami adalah imam bagi diri, istri, dan anak-anaknya. Ia tidak akan dibebani dosa dari para istri dan anak-anaknya, tetapi ia akan dimintai pertanggungjawaban jika mempimpin dengan cara yang keliru.

Selain membiarkan istri berdandan seperti dandanan orang jahiliyah, perilaku tidak memiliki cemburu kepada istri dan anak-anak yang bermaksiat juga menjadi sebab gagalnya seorang suami masuk ke dalam surga.

“Tidak masuk surga orang yang dayyuts. Siapa itu dayyuts, ya Rasulullah? Orang yang tidak ada rasa cemburu kepada anaknya, kepada istrinya, kepada keponakannya. Dalam hadits lain, dayyuts adalah orang yang membiarkan anaknya, membiarkan istrinya.” lanjut dai asal Pekanbaru, Riau ini.

Para suami hendaknya memiliki visi pendidikan yang kuat. Agar ia bisa membimbing diri, istri, dan anak-anaknya menuju kebaikan. Sebab suami adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.

“Maka ini tanggung jawab kita. Kita akan ditanya, hai para suami, hai para laki-laki, jaga dirimu dan istri-anakmu dari api neraka.” pungkas Ustadz Somad.

Sumber: tarbawia