OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 07 Maret 2018

Negara Dalam Bius Narkoba

Negara Dalam Bius Narkoba


Aruum Rumiatun, S.Pd. (Pengajar dan Anggota Komunitas Penulis Perindu Jannah)

Sangat mencengangkan, dalam waktu dua pekan, narkoba dalam jumlah sangat besar coba diselundupkan ke Indonesia. Pada awal Februari 1 ton, selanjutnya 1,6 ton dan temuan yang terakhir pada Jum’at (23/2/2018) diduga tiga ton juga coba diselundupkan melalui perairan Pulau Batam. Hal ini tidak terlepas dari validnya informasinya dari intelijen asal China kepada Badan Narkotika Komjen Pol Budi Waseso. Informasi tersebut menyebutkan, ada sekitar lima ton sabu senilai Rp 10 trilliun menuju perairan Indonesia. Dan diduga masih ada sekitar 600 ton bahan baku sabu berkualitas tinggi senilai Rp 1.200 trilliun atau hampir setengah dari total APBN Indonesia, siap memasuki wilayah indonesia.

Terkuaknya tentang masuknya barang terlarang tersebut ke Indonesia dalam skala besar menjadi bukti bahwa Indonesia telah darurat narkoba. Seperti yang dilansir Antara di Jakarta, Sabtu (24/218), Wakil ketua DPR Fadli Zon pun menyatakan bahwa kondisi Indonesia sangat memprihatinkan dan dapat disebut darurat narkoba. Dari data yang terendus dalam temuan tersebut itu hanya yang tertangkap aparat, bisa dipastikan bahwa banyak barang yang serupa telah lolos melenggang masuk ke Indonesia dengan mudahnya. Pasalnya, kasus pabrik pembuatan narkoba dalam negeri juga telah banyak diketahui oleh semua pihak.

Ditambah lagi pengguna narkoba di Indonesia semakin tahun semakin menggila tajam. Mulai level anak-anak hingga dewasa. Menurut Laporan Kinerja Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2015, terdapat 4.098.029 pengguna narkoba atau 2,2% dari total penduduk Indonesia usia 10-59 tahun. Dinyatakan 50 orang meninggal setiap hari (18.250 orang pertahun) akibat narkoba. Bahkan barang haram ini telah dimanipulasi untuk dijajakan kepada anak-anak dengan dikemas dalam bentuk permen PCC.

Kondisi darurat yang terjadi ini menyadarkan kita bahwa begitu lemahnya keamanan negara. Letak geografis Indonesia yang sangat luas dan memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia membuat Indonesia sangat rawan pada berbagai upaya penyelundupan, termasuk narkoba. Ditambah lagi kurang sigapnya aparat dalam menangani kasus yang ada sehingga menyebabkan pelaku penyelundupan tidak jera. Bahkan, para pelaku yang telah dipidana pun masih bisa mengendalikan pengedaran narkoba dari balik jeruji penjara. Negara kehilangan rasa “bijaksana” dalam melindungi rakyatnya. Benar-benar luar biasa.

Masuknya narkoba ke dalam sebuah negara merupakan upaya untuk merusak generasi bangsa. Sejarah China telah berbicara terkait dengan hal tersebut. Adalah perang candu, sebuah perang dengan cara menyelundupkan narkoba untuk membius masyarakatnya agar menjadi lemah. Dalam perang tersebut Inggris sebagai penyerang dan Cina sebagai negara yang telah tercandu dengan banyaknya narkoba yang diedarkan di tengah-tengah masyarakat. Akibatnya, Cina kalah dalam perang ini, sehingga Perjanjian Nanjing dan Perjanjian Tianjin ditandatangani. Sehingga terpaksa Hong Kong harus diserahkan kepada Britania Raya.
Pun demikian kondisi Indonesia ke depannya, jika hal ini dibiarkan tanpa tindakan yang tegas. Generasi kita akan dirusak dengan dibiuskanya narkoba pada masyarakat. Hal ini akan berakibat pada hilangnya potensi anak negeri yang sebenarnya mampu mengubah wajah Indonesia menajdi lebih baik namun justru hanya berfantasi dengan halusisasi yang tidak pasti. Sehingga, kondisi negara menjadi lemah dan berpeluang untuk dijajah sebagaimana yang terjadi dalam Sejarah Cina. Tentu, kita tidak ingin hal serupa menimpa generasi kita. Oleh karenanya diperlukan langkah sama dalam memerangi narkoba.

Hal ini terjadi tidak terlepas dari ideologi sekuler kapitalistik yang diterapkan di negeri ini. Dalam ideologi sekuler, pemasalahan kehidupan dipisahkan dari peran agama, dipisahkan dari perang Sang Pencipta. Maka, dalam menuntaskan masalah narkobapun tidak akan bisa menyeluruh tuntas. Karena ideologi ini memandang bahwa tujuan kehidupan adalah untuk mencari materi sekaligus standar segala perbuatan berfokus pada materi dan manfaat tanpa melihat halal serta haram. Sehingga, ketika keberadaan narkoba masih dianggap memberikan manfaat dari sisi materi, maka akan tetap dijaga kelangsungannya. Bahkan didukung dengan berbagai kamulfase yang seakan terlihat memeranginya, padahal sebenarnya tidak. Hasilnya, permasalahan narkoba tidak akan pernah tuntas dengan sistem sekuler yang ada saat ini.

Berbeda dengan ideologi yang lahir dari Sang Pencipta alam, ideologi islam. Dalam Islam pengaturan kehidupan harus dijalankan menurut aturan Sang Pembuat hidup. Oleh karenanya. Ideologi Islam dalam memandang narkoba juga akan dituntaskan dari akarnya. Narkoba dalam Islam, dianggap sebagai barang yang haram dikonsumsi oleh masyarakat. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi SAW , dari Ummu Salamah ra., ia berkata “ Rasulullah Saw. Melarang dari segala hal yang memabukkan dan mufattir (yang membuat lemah)” (HR. Abu Daud ). Maka, dalam sistem islam, negara akan sangat menjaga dan memastikan tidak akan yang namanya barang haram ini ada di masyarakat, apalagi beberadar dengan mudahnya. Hal ini didukung dengan sistem hukum dan keamanan islam yang searah untuk memastikan masyarakat dalam kondisi aman dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT (barang haram).

Dengan demikian, dibutuhkan sebuah perubahan pengaturan kebijakan yang mendasar untuk menuntaskan masalah narkoba. Tidak lain dan tidak bukan hanyalah dengan ideologi Islam, ideologi yang yang telah terbukti belasan abad mampu mejaga dan membawa rakyatnya dalam kondisi aman sejahtera. Tentu, itu yang kita impikan bersama bahwa Indonesia bebas dari narkoba.

Sumber :Dakwah media 

Zionis Menyebut Idola Palestina Ini “Shirley Si Pemarah”

Zionis Menyebut Idola Palestina Ini “Shirley Si Pemarah”


10Berita  – Usianya baru 16 tahun. Kaum penjajah Zionis-Israel menyebutnya ‘Shirley si Pemarah’ dan mengatakan dia adalah bagian dari ‘Pallywood’ atau propaganda Palestina untuk menjelekkan Zionis-Israel di media massa. Tapi rakyat Palestina menyebut dia pahlawan karena berani melawan tentara Zionis-Israel yang menjajah wilayah Tepi Barat, tempat dia tinggal.

Nama asli remaja perempuan itu adalah Ahed Bassem al-Tamimi. Video ketika dia memukul dan menampar tentara Zionis-Israel menyebar luas di media sosial.

Tamimi dikenal sebagai aktivis Palestina yang berasal dari keluarga yang juga aktivis. Dia tinggal di Desa Nabi Saleh, Tepi Barat. Di desa ini unjuk rasa sudah jadi pemandangan biasa saban pekan sejak 2010. Penduduk desa melempari tentara Zionis-Israel dengan batu karena tanah mereka dirampas untuk pembangunan pemukiman ilegal warga Yahudi, seperti dilansir the Washington Post, Rabu (20/12).

Jumat lalu, kata militer Israel, pasukan mereka sedang menghadapi kerusuhan dari sekitar 200 warga Palestina, termasuk keluarga Tamimi. Sejumlah pendemo, kata Israel, masuk ke dalam rumah-rumah warga dan terus melempari mereka dengan batu.

Dalam video yang menjadi viral Tamimi terlihat berusaha mengusir kedua tentara Israel sambil memukul, menendang, dan menampar tentara itu. Kedua tentara berpakaian lengkap dan bersenjata itu terlihat tidak membalas perbuatan Tamimi.

Ayah Tamimi mengatakan putrinya bereaksi ketika tentara Israel menembak sepupunya, Muhammad al-Tamimi, pada 15 Desember lalu, ketika ikut berunjuk rasa menentang keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Sepupu Tamimi berusia 14 tahun itu kini dalam keadaan koma karena diterjang peluru karet tentara Israel di bagian kepala.

Dua hari lalu sekitar pukul 04.00 tentara Israel mendatangi rumah Tamimi dan menangkapnya.

“Tentara mendatangi rumah dan menangkap putri saya Ahed Tamimi setelah media Israel menyerang dia karena menghentikan tentara di depan rumah kami ketika si tentara menembak kepala seorang anak,” kata ayah Tamimi di laman Facebook.

Dia juga mengatakan tentara Israel mengambil ponsel, kamera, laptop, menggeledah rumah dan memukuli istri dan anaknya.

Video ketika Tamimi ditangkap juga kemudian menjadi viral.

Nama Tamimi mulai dikenal luas ketika pada 2012 dia juga berani melawan tentara Israel. Video ketika dia sedang berteriak di depan wajah tentara Israel sambil mengacungkan tinjunya juga beredar di Internet. Pada 2015, foto ketika dia sedang menggigit lengan tentara Israel sewaktu ingin meringkus sepupunya, Muhammad Tamimi, juga menjadi simbol perlawanan rakyat Palestina.

Pada 2012 dia mendapat penghargaan Handala Courage dari Turki karena keberaniannya melawan tentara Israel dan Recep Tayyip Erdogan, yang kala itu masih menjabat perdana menteri, menjamunya sarapan dan berfoto. Media sosial menyebut Tamimi sosok yang berani dan cantik.

Ayahnya pernah ditangkap Israel lebih dari sembilan kali, ibunya lima kali, dan kakaknya dua kali. Kedua pamannya gugur sebagai syuhada melawan tentara Zionis-Israel.

“Pelajaran favorit saya di sekolah adalah olah raga. Kalau saja tidak ada pendudukan (Israel) saya ingin jadi pemain sepak bola,” kata Tamimi dalam sebuah film dokumenter pendek.

Berikut video sekilas tentang Ahed Tamimi: [mdk]

Sumber : mdk, Eramuslim

Islam Di Australia; Berawal Dari Indonesia

Islam Di Australia; Berawal Dari Indonesia

Foto: Hotel Management

10Berita, DI BENUA Kangguru, Islam menggeliat pelan namun pasti. Saat ini, Islam masih menjadi kelompok minoritas, mendudukki peringkat keempat setelah Kristen (64%), atheis (18,7%), dan Buddha (2,1%), tidak termasuk 11,2% yang tidak mau menjawab apa gerangan keyakinannya—berdasarkan sensus Australia tahun 2006.

Diperkirakan saat ini, umat Muslim di Australia berjumlah sekitar 340.392 orang, atau hanya 1,71% dari total populasi Australia.

Bermula Dari Pedagang Muslim Makasan Dan Bugis

Meskipun kehadiran Islam di Australia sering dianggap hanya belakangan ini saja oleh penduduk Australia yang non-Muslim, Muslim Indonesia diyakini banyak yang memengaruhi perkembangan Islam di negeri ini.

Selama beberapa abad ini, Muslim dari Indonesia melakukan transaksi jual beli dengan masyarakat Aborigin pesisir utara. Kesalahpahaman umum pada penduduk Australia non-Muslim bahwa Islam baru masuk ke Australia disebabkan oleh pengetahuan tentang Islam dan umat Islamnya sangat terbatas; hanya pada gelombang migrasi dari Timur Tengah dan Afrika Utara, Asia Tenggara, Balkan Eropa, sub benua India , dan terakhir dari Sub-Sahara Afrika.

Sebenarnya, gelombang migrasi itu sendiri tidak sepenuhnya selalu orang Islam. Bahkan, sebagian besar non-Muslim. Misalnya saja, sebagian besar penduduk Australia keturunan Libanon, kenyataannya orang Kristen, dan sebagian besar yang berasal dari benua India adalah Hindu, Kristen, atau Sikh, sementara dari Afrika adalah Kristen.

Kaum Muslim pertama di Australia adalah pedagang dari kelompok-kelompok etnis pribumi dari kepulauan di Indonesia. Pedagang Bugis dan Makasan dari Indonesia diyakini memiliki hubungan yang erat dengan orang-orang utara Australia, dan bahasa mereka memengaruhi suku Aborigin.

Pedagang Bugis dan Makasan dari Sulawesi telah mengunjungi pantai utara Australia selama ratusan tahun sebelum kedatangan orang Eropa di Australia, untuk berburu ikan teripang, yang merupakan obat kuliner dan mempunyai nilai jual tinggi dalam pasar Cina.

Dalam perjalanan mereka, orang Makasan meninggalkan jejak mereka dalam kehidupan orang-orang Australia utara—dalam bahasa, seni, ekonomi dan bahkan genetika keturunan, dan adat nenek moyang Australia yang sekarang ditemukan di kedua sisi Arafura dan Laut Banda.

Islam Di Australia Pada Abad 19 dan 20

Antara 1860 dan 1890-an banyak orang Asia Tengah datang ke Australia untuk bekerja sebagai pengendara unta—yang waktu itu digunakan sebagai kendaraan umum. Unta pertama kali diimpor ke Australia pada 1840, awalnya untuk menjelajahi daratan gersang.

Masjid pertama di Australia dibangun pada tahun 1882 di Marree di Australia selatan. Masjid Agung Adelaide dibangun pada tahun 1890 oleh keturunan para pengendara unta itu.

Pada awal abad kedua puluh, Muslim keturunan non-Eropa mengalami kesulitan untuk beremigrasi ke Australia karena kebijakan. Dikenal sebagai White Policy, politisi era itu mengklaim bahwa imigran non-kulit putih akan menyebabkan ketidakharmonisan sosial.

Namun, beberapa umat Islam masih berhasil datang ke Australia. Pada tahun 1920-an dan 1930-an, Muslim Albania diterima bersama dengan Muslim Bosnia. Muslim Albania membangun masjid pertama di Victoria di Shepparton pada tahun 1960 dan masjid pertama di Melbourne pada tahun 1963. Muslim Bosnia menciptakan umat Islam dari latar belakang yang berbeda. Hal ini terjadi terutama pada tahun 1957 dan 1961.

Setelah Perang Dunia II, eskalasi kedatangan pengungsi Muslim ke Australia makin terbuka lebar. Antara 1967 dan 1971, sekitar 10.000 orang Turki tinggal di Australia di bawah perjanjian antara Australia dan Turki. Ini adalah komunitas Muslim pertama asal Timur Tengah di Australia. Hampir semua orang pergi ke Melbourne dan Sydney ketika itu

Dari tahun 1970-an dan seterusnya, ada pergeseran yang signifikan dalam sikap pemerintah terhadap imigrasi. Pemerintah Australia menjadi lebih akomodatif dan toleran terhadap perbedaan agama dengan mengadopsi kebijakan multikulturalisme.

Pada awal abad kedua puluh satu, Muslim dari lebih dari enam puluh negara telah menetap di Australia. Sementara jumlah yang sangat besar dari mereka berasal dari Turki, Bosnia, Lebanon, Indonesia, Iran, Fiji, Albania, Sudan, Mesir, Palestina, Irak, Afghanistan, Pakistan dan India.

Muslim Australia Saat Ini

Kontak Islam dengan penduduk Aborigin mungkin lebih tua daripada kontak dengan agama Kristen, yang memiliki dampak lebih mendalam. Pada 2003, masyarakat Muslim diperkirakan 1.000 orang. Perkembangan Islam di Australia juga selalu dihubungkan dengan beberapa negara Islam, khususnya Timur Tengah, misalnya melalui ekspor daging halal.

Dari ribuan siswa internasional yang belajar di Australia, banyak Muslim yang berasal dari negara-negara seperti Malaysia, Indonesia, India, Bangladesh dan Pakistan.

Sejak tragedi World Trade Center di New York, dan bom Bali, Islam di dalam masyarakat Australia telah menjadi subyek perdebatan publik. Sejumlah forum dan pertemuan digelar. Politikus dan media mengambil pendekatan yang kuat untuk mengatasi militan Islam di rumah dan di luar negeri.

Sebuah laporan 2004 menunjukkan bahwa banyak Muslim Australia merasa media Australia tidak adil, dan sering memfitnah komunitas mereka karena generalisasi terorisme dan penekanan pada kejahatan. Penggunaan label etnis atau agama dalam laporan berita tentang kejahatan itu diperkirakan menimbulkan ketegangan rasial yang cukup tajam. []

Sumber :Islampos 

Gerindra Buka Peluang Anies Dampingi Prabowo di Pilpres 2019

Gerindra Buka Peluang Anies Dampingi Prabowo di Pilpres 2019

10Berita  -Partai Gerindra akan mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden di 2019. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menolak wacana Prabowo sebagai calon wakil presiden Joko Widodo atau pengusung calon lain atau king maker.

Muncul juga wacana Gubernur DKI Anies Baswedan akan menjadi cawapres Prabowo. Namun Fadli mengungkapkan, banyak pekerjaan yang harus diselesaikan Anies di Jakarta.

“Pak Anies punya tugas di Jakarta. Dan beliau juga baru menjabat sebagai Gubernur. Masih banyak PR di Jakarta,” kata dia ketika ditemuinya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (6/3).

“Saya ga katakan gitu (Anies tak akan maju pilpres). Yang jelas saat ini seperti itu,” jawab Fadli saat ditanya kemungkinan Anies tidak akan maju di Pilpres.

Secara terpisah, Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan tengah melakukan penggodokan nama-nama cawapres yang berpeluang mendampingi Prabowo.

Dia menjelaskan banyak nama yang bisa menjadi cawapres Prabowo mulai dari Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PAN Zulkifli Hasan, mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo, sampai ketua Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

“Pokoknya semua kita inventarisir kita akan dialog ada saatnya kita putuskan yang baik, tidak hanya untuk kepentingan koalisi tapi bangsa dan negara,” kata dia.

Ketika ditanya kemungkinan Anies akan maju, Riza mengatakan saat ini partai menugasi Anies untuk Jakarta. Namun, dia tak menutup jalan untuk Anies apabila rakyat menghendaki maju di Pilpres.

“Politik ini semua mungkin sekalipun partai ktia minta pak Anies pak Sandi bekerja penuh fokus untuk Jakarta tak pernah mereka berpikir untuk pilpres tak pernah Anies Sandi berpikir sejauh itu tapi ini politik nanti kita liat. Kalo rakyat menghendaki kita ga bisa menghalangi. semua punya peluang sama,” jelasnya.  (ma)

Sumber :Eramuslim 

Di ILC, Akhmad Sahal: Logika Perang MCA, Hoax Boleh Untuk Menghabisi Musuh

Di ILC, Akhmad Sahal: Logika Perang MCA, Hoax Boleh Untuk Menghabisi Musuh

10Berita Dilansir oleh Viva, seorang aktivis sosial media, Akhmad Sahal, mengatakan bahwa sindikat pelaku ujaran kebencian dan hoax The Family Muslim Cyber Army atau MCA ditengarai muncul akibat situasi politik yang dibawa kepada logika perang.

“Penyebab fenomena MCA muncul adalah persepsi yang dikembangkan adalah situasi politik, yakni perang antara haq dan bathil, ” kata Akhmad Sahal dalam program Indonesia Lawyers Club tvOne pada Selasa malam, 6 Maret 2018.


Akhmad Sahal

Adapun perang yang dimaksud Sahal, bukanlah perang fisik, tapi merupakan perang paham atau pemikiran. Logika itu lalu memunculkan cerita yang dikembangkan bahwa umat Islam dikesankan pada situasi terancam atau terpojok.

Oleh karena logika hukum perang yang dipakai, menurut Akhmad Sahal, apapun boleh untuk menghabisi musuh. Hoax salah satunya. Hukum perang juga membuat pembunuhan yang diharamkan jadi dibolehkan, juga hukum mencuri atau meretas akun seperti yang dilakukan MCA juga dibolehkan.

Akhmad Sahal memaparkan bahwa sesungguhnya fitnah, hoax, ujaran kebencian itu dilarang dalam agama Islam. Lalu, siapa di balik MCA? Menurut Akhmad Sahal, adalah pihak yang ingin Indonesia dibawa pada situasi perang haq dan bathil, dan umat Islam ditempatkan pada posisi terancam atau terkepun.

Fenomena MCA yang muncul akibat penerapan politik perang di negara demokrasi seperti Indonesia sangat berbahaya. Di negara demokrasi, lawan dianggap bukanlah sebagai musuh, tapi kompetitor, tapi kalau perang, musuh harus dibasmi. Hal tesebut yang menjadi bahaya.

Oleh sebab itu, sangat diperlukan upaya untuk menangkal penghalalan fitnah dengan kebesaran hati. Fenomena MCA yang terkesan mendiskreditkan Islam harus disikapi dengan dewasa. Salah satunya dengan mengakui sebagai penyakit umat yang harus dibasmi.

“Umat Islam mengakui adanya penyakit dalam umat, tetapi langsung diamputasi dan diobati. Jangan langsung menyalahkan pihak luar. Karena, orang Islam bisa juga jahat. Seperti ini harus diakui saja itu penyakit dan kita obati,” ujar Akhmad Sahal.

Sumber :Ngelmu.co 

Paparannya Gak Nyambung, Begini Peringatan Keras Karni Ilyas ke Sekjen PSI Dalam #ILCMCA

Paparannya Gak Nyambung, Begini Peringatan Keras Karni Ilyas ke Sekjen PSI Dalam #ILCMCA


10Berita, Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni mendapatkan peringatan keras berulang kali oleh Presiden ILC Karni Ilyas dalam #ILCMCA pada Selasa (6/3/18).

"Jangan mengajari seseorang secara pribadi." kata Karni Ilyas sembari menunjuk ke arah Raja.

Namun, Raja tetap melanjutkan materi yang tampak sudah disiapkan dalam bentuk tampilan slide dan diyatangkan di layar kaca. Sayangnya, materi yang disampaikan bukan tentang hoax atau MCA, tetapi membahas Fadli Zon secara pribadi.

Hal ini, sontak saja kembali mendapatkan peringatan keras dari Karni Ilyas.

"Anda meneruskan, jangan konteks menyerang pribadi." kata lelaki yang akrab disapa Bang Karni ini.

Merasa diserang pribadinya dan konteks pembicaraan tidak sesuai dengan materi diskusi, Fadli langsung mengambil microphone. Suaranya agak meninggi, tetapi tetap diiringi senyum.

"Yang anda tulis kepada saya itu fitnah atau bukan?" kata Fadli menyanggah.

Raja kemudian meminta tetap melanjutkan pemaparannya. Karni yang menjadi penengah kembali mengingatka.

"Jangan ke Fadli Zon. Saya tidak membahas dia. Saya hanya ingin Anda bicara tentang hoax." tegas Karni meninggi.

Dalam #ILCMCA, Raja menyatakan bahwa salah satu sebab timbulnya maraknya hoax karena partai oposisi tidak kredibel. Tesis Raja itu mendapatkan protes keras dari Fadli dan juga Karni Ilyas, karena arah pemicaraan menjadi melenceng.

"Bersaing saja dulu, dan buktikan dulu. Jangan sok-sokan." tantang Fadli.

Sumber : tarbawia.net

  

Bela Sekjen yang Digertak Karni Ilyas, Netizen ’Serbu’ Ketum PSI

Bela Sekjen yang Digertak Karni Ilyas, Netizen ’Serbu’ Ketum PSI

10Berita, Ketua Umum PSI Grace Natalie mendapatkan serbuan pertanyaan dari netizen terkait unggahannya di twitter. Grace memention Sekjen PSI Raja Juli Antoni yang menjadi pembicara #ILCMCA Selasa (6/3/18).

"Menyimak pemaparan bro sekjen @AntoniRaja di #ILCMCA. Hoaks muncul karena oposisi pemerintah tidak mampu menampilkan alternatif kebijakan yang berkualitas." cuit @grace_nat pada Selasa /3/18) malam.

Umumnya, netizen menyampaikan pertanyaan bernada kebingungan. Menurut netizen, pernyataan Sekjen PSI dalam diskusi #ILCMCA tidak nyambung.

"Hah? Bingung saya maksudnya? Ga nyambung bingit, mana mungkin oposisi buat kebijakan alternatif. Di negeri mana bisa seperti itu? Yg bener dong.. jelas yang berkuasa yang buat kebijakan. Kalaupun ada oposisi itu hanya sekedar mengkritisi, bukan membuat alternatif kebijakan." ujar @arthur_mantara

Netizen lain justru menyarankan agar Grace memilih Sekjen lain yang lebih layak.

"Mbak, mumpung belum telat, pilih sekjen yang lebih qualified deh. Saran aja." tulis @arahluruss

Lainnya juga mendukung Karni Ilyas yang sudah berkali-kali meluruskan Raja yang tidak nyambung dengan tema diskusi.

"Bang @karniilyas dah bener meluruskan supaya fokus ke topik n gak jd debat kusir, lha wong pertanyaan simpel jawabnya ya atau tdk aja dianya mlh ngeles mulu." kata @seiyamoon1111

Sebelumnya, Raja dinilai menyampaikan argumen yang tidak nyambung dengan diskusi. Raja menyampaikan argumen yang dinilai menyerang pribadi Fadli Zon sehingga mendapatkan peringatan keras dari Karni Ilyas berkali-kali.

"Jangan ke Fadli Zon. Saya tidak membahas dia. Saya hanya ingin Anda membahas hoax." tegas Karni.

Sumber : tarbawia.net

 

MCA Ditangkap, Penghina FPI Dibiarkan, Sekjen MUI : Jangan Diskriminatif!

MCA Ditangkap, Penghina FPI Dibiarkan, Sekjen MUI : Jangan Diskriminatif!


Sekjen MUI Pusat, Anwar Abbas

10Berita, JAKARTA —Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengingatkan aparat agar jangan melakukan diskriminasi penegakan hukum terkait kasus penyebaran hoax, apalagi pelakunya dikaitkan dengan Muslim Cyber Army (MCA).

“Pemerintah sekarang bingun karena banyaknya ujaran kebencian di medsos. Itu harus ditindak, tapi penindakannya jangan diskriminatif,” kata Anwar Abbas kepada Jurnalsilam.com di Kantor MUI, Rabu (6/2/2018).

Anwar mencontohkan, apabila sekarang sedang ramai pembicaraan Muslim Cyber Army (MCA), pelakunya dengan segera ditangkap. Tapi, apabila terkait Islam, itu tidak segera ditindak.

“Beberapa hari lalu saya menerima video yang sangat menghina FPI. Apakah ditangkap nggak orang itu?,” tanyanya.

Karenanya, ia berharap polisi dapat bekerja dengan profesional tanpa diskriminasi menindak para pelaku penyebar hoax di masyarakat.

“Kalau orang Islam ditangkap kalau non muslim tidak. Jangan begitu,” pungkasnya.

kontributor : Salman

Sumber :Jurnal Islam 

TERCYDUK! Twit Sekjen PSI Mengumpat KH. Ma'ruf Amin: "Mana tabayunmu? Dasar orang SBY"

TERCYDUK! Twit Sekjen PSI Mengumpat KH. Ma'ruf Amin: "Mana tabayunmu? Dasar orang SBY"


10Berita, Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja J Antoni menjadi salah satu narsum di acara ILC tvOne tadi malam, Selasa (6/3/2018), yang membahas topik "MCA".

Pada kesempatan itu Sekjen PSI ini memuji dan memakai pendapat dari Ketua Umum MUI yang juga Rais 'Aam PBNU K.H. Ma'ruf Amin.

Sontak warganet langsung men-SKAK MAT Raja Antoni karena waktu kasus Ahok, Sekjen PSI ini dengan pongahnya mengumpat K.H. Ma'ruf Amin dengan kata-kata "Mana tabayunmu? Dasar orang SBY" dengan ditambahi tagar #FreeAhok.

Hardikan Sekjen PSI kepada K.H. Ma'ruf Amin ini terkait berita dari Kompas (31/1/2017) berjudul "MUI Nyatakan Ahok Menghina Al Quran dan Ulama Tanpa Minta Klarifikasi"

Berita Kompas ini terkait pernyataan Ketua Umum MUI K.H. Ma'ruf Amin saat menjadi SAKSI dalam sidang kasus penghinaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

MUI menyatakan bahwa Basuki menghina Al Quran dan ulama setelah mereka melakukan penelitian dan pembahasan terhadap pidato Basuki di Kepulauan Seribu.

Saat itu, pria yang akrab disapa Ahok tersebut mengutip surat Al Maidah ayat 51.

"Bapak Basuki ini menghina Al Quran dan ulama, substansinya itu," ujar Ma'ruf. Ma'ruf mengatakan, Ahok menghina dalam bentuk kata-kata, tepatnya dalam ucapan "dibohongi pakai surat Al Maidah 51".

MUI, kata dia, menilai Ahok memosisikan Al Quran sebagai alat untuk melakukan kebohongan. Selain itu, orang yang biasa menyampaikan ayat kepada masyarakat adalah ulama.

"Maka yang melakukan kebohongan itu para ulama, kesimpulannya ini penghinaan ke Al Quran dan ulama," ujar Ma'ruf.

Bukti yang kuat itu lantas MUI menerbitkan pernyataan sikap keagamaan.

"Kami anggap itu tidak perlu (bertanya ke Ahok -red) karena yang kami bahas itu ucapannya dan kami pegang prinsip kami tidak perlu tahu niatnya seperti apa, hatinya (hanya) Allah SWT (yang tahu)," ujar Ma'ruf menjawab pertanyaan tim jaksa penuntut umum.

Link: https://megapolitan.kompas.com/read/2017/01/31/10464631/mui.nyatakan.ahok.menghina.al.quran.dan.ulama.tanpa.klarifikasi

Sesuai "Fatwa" MUI dan Kesaksian K.H. Ma'ruf Amin, Basuki akhirnya dinyatakan secara sah terbukti melakukan penodaan agama dan divonis 2 tahun penjara.

"Menyatakan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan penodaan agama," kata hakim ketua Dwiarso Budi Santiarto membacakan amar putusan dalam sidang Ahok di auditorium Kementan, Jl RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (9/5/2017).

Majelis hakim menyebut penodaan agama dengan penyebutan Surat Al-Maidah dalam sambutan Ahok saat bertemu dengan warga di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Kalimat Ahok yang dinyatakan menodai agama adalah "Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak-Ibu nggak bisa pilih saya ya kan? dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak Bapak-Ibu ya. Jadi kalau Bapak-Ibu perasaan enggak bisa kepilih nih, karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya, nggak apa-apa."

"Dari ucapan tersebut, terdakwa telah menganggap Surat Al-Maidah adalah alat untuk membohongi umat atau masyarakat atau Surat Al-Maidah 51 sebagai sumber kebohongan dan dengan adanya anggapan demikian, maka menurut pengadilan, terdakwa telah merendahkan dan menghina Surat Al-Maidah ayat 51," papar hakim dalam pertimbangan hukum.

Link: https://news.detik.com/berita/d-3496185/ahok-divonis-2-tahun-penjara

***

Oleh Sekjen PSI yang mati-matian bela Ahok ini lantas K.H. Ma'ruf Amin dihardik dengan kata-kata "Mana tabayunmu? Dasar orang SBY" dengan ditambahi tagar #FreeAhok.

Twit Sekjen PSI ini saat itu (31/1/2017) rame ditanggapi warganet.

"Hati2 twitmu ini mas, apalagi anda sekjen @psi_id.  ketua MUI ini Rais Aam PBNU, beliau sangat di hormati di NU," kata akun @bayprio.

"@psi_id catet nih.. Besok ngemis ngemis suara ke ulama, sowan sana sini...," komen akun @YudhiTelsa.

***

Twit Sekjen PSI ini saat ini SUDAH DIHAPUS untuk menghilangkan jejak.

Link: https://twitter.com/AntoniRaja/status/826282439676829697

Tapi netizen sudah banyak yang men-screenshot sebagai BARBUK.

"Mulut berbusa memuji KH. Ma’ruf Amin di ILC malam ini, tapi lupa twit saat Pilkada Jakarta ini???" kata politisi Demokrat @monethamrin yang memposting SS twit Raja Antoni.

"Hari ini @AntoniRaja mengutip peryataan & memuji Ketua MUI KH. Ma'ruf Amin, dia lupa kalau pernah mengumpat KH Ma'ruf Amin dgn mengatakan "Mana tabayunmu? Dasar orang SBY!"

Hai Bro jgn hanya pakai pendapat Ulama yg menguntungkanmu saja. Jejak digital memang perih, simak! #ILCMCA," ujar akun @mkhumaini.

— #MIB (@bayprio) 31 Januari 2017

— Dion (@hardianlucky) 31 Januari 2017

— repvblik🐸 (@imarah091013) 31 Januari 2017

@ZAEffendy @psi_id catet nih.. Besok ngemis ngemis suara ke ulama, sowan sana sini...

— Yudhi (@YudhiTelsa) 31 Januari 2017

— MoneThamrin (@monethamrin) 6 Maret 2018

Hari ini @AntoniRaja mengutip peryataan & memuji Ketua MUI KH. Ma'ruf Amin, dia lupa kalau pernah mengumpat KH Ma'ruf Amin dgn mengatakan "Mana tabayunmu? Dasar orang SBY!"
Hai Bro jgn hanya pakai pendapat Ulama yg menguntungkanmu saja. Jejak digital memang perih, simak!#ILCMCA pic.twitter.com/cSliYvfjvD

— M. KHUMAINI (@mkhumaini) 6 Maret 2018


Sumber :Portal Islam 

Ikut Pemilu 2019, PBB Dapat Nomor Urut 19

Ikut Pemilu 2019, PBB Dapat Nomor Urut 19

10BeritaJakarta- Secara resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Partai Bulan Bintang (PBB) sebagai peserta Pemilu 2019. Penetapan tersebut sebagai tindaklanjut putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI yang mengabulkan permohonan PBB. 

"KPU telah melakukan rapat pleno tanggal 4 Maret 2018, menetapkan PBB sebagai peserta Pemilu 2019," ungkap anggota KPU Evi Novida Ginting Manik dalam rapat pleno di Kantor KPU RI, Jakarta, Selasa malam (6/3/2018). 

Penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia Nomor 80/PL.01.1-Kpt/03/KPU/III/2018 tentang Perubahan Keputusan KPU Nomor 58/PL.01.1-Kpt/03/KPU/II/2018 tentang Penetapan Partai Politik Peserta Pemilihan Umum 2019.

KPU juga menetapkan PBB sebagai partai peserta pemilu mendatang dengan nomor urut 19. Sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia Nomor 81/PL.01.1-Kpt/03/KPU/III/2018 tentang Penetapan Nomor Urut PBB sebagai Peserta Pemilihan Umum 2019. 

"KPU telah melakukan rapat pleno terbuka dan menetapkan nomor 19 sebagai nomor urut PBB dalam pemilu 2019," kata Komisioner KPU RI Hasyim Asyari. 

Atas penetapan ini, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mengaku bersyukur.  "Ini malam yang patut disyukuri, sesuatu yang luar biasa bagi kami. Kami telah berjuang lebih dari seminggu lamanya melalui saluran yang konstitusional melalui Bawaslu," kata dia. 

Yusril juga mengapresiasi sikap KPU RI yang tak lama langsung menindaklanjuti putusan Bawaslu dan tak melayangkan banding ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). 

"Kami hargai jiwa besar KPU yang tidak melanjutkannya perselisihan ke PTUN dan menerima keputusan Bawaslu," kata Yusril.

Nomor Urut 19 juga sesuai dengan harapan Yusril sebelumnya. "Jadi harus ada keputusan yang baru yang mengatakan bahwa PBB ikut dalam Pemilu 2019 dan mudah-mudaahan dikasih nomor 19 juga," kata Yusril usai pembacaan putusan sidang adjudikasi di Gedung Bawaslu, Jakarta, Ahad (4/3/2018). 

Sebab, kata Yusril, PBB memiliki sejarah yang panjang dengan angka 19. Pertama, saat ini PBB berusia 19 tahun. Selain itu, kantor firma hukum Yusril berada di lantai 19.

red: farah abdillah

Sumber : SI Online