OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 13 Maret 2018

GNPF Ulama Desak Aparat Lindungi Ulama

GNPF Ulama Desak Aparat Lindungi Ulama


Konferensi Pers GNPF Ulama di Jakarta

10Berita, JAKARTA  – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama mendesak kepada penegak hukum untuk segera bertindak melindungi ulama dan membongkar jaringan penyerangan ulama.

“Penegak hukum harus memberikan penjagaan kepada ulama untuk menghindari serangan berikutnya,” kata Ketua GNPF Ulama, Yusuf Muhammad Martak saat konferensi pers di Tebet, Jaksel, Senin (12/3/2018).

Yusuf pun meminta seluruh laskar Islam bersiaga dan meningkatkan kewaspadaan mendampingi para ulama agar terhindar dari serangan orang gila yang menargetkan ulama.

“Laskar Islam harus membantu penegak hukum membongkar jaringan sindikat penyerangan terhadap ulama,” pungkasnya.

Pada kesempatan sama, organisasi yang sebelumnya bernama GNPF MUI diubah menjadi GNPF Ulama sekalian memperkenalkan kepengurusan baru. Dengan Ketua GNPF Yusuf Muhammad Martak menggantikan Ustaz Bachtiar Nasir.

Sumber : Jurnalislam.com

Ketua DPR: Semua Pihak Harus Berjihad Melawan Narkoba

Ketua DPR: Semua Pihak Harus Berjihad Melawan Narkoba

Komisi III DPR RI dan BNN diminta serius mengusut tuntas dan menumpas habis jaringan narkotika di Indonesia.

zulkarnain/hidayatullah.com

Tersangka pengedar narkoba memusnahkan barang bukti 40,1 kilogram sabu di halaman gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (26/01/2018).

10Berita – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengajak berbagai elemen bangsa untuk berjihad menghadapi narkotika dan obat-obatan berbahaya lainnya atau narkoba.

Bamsoet, sapaannya, menekankan, bangsa ini tidak boleh setengah hati dalam memberantas peredaran narkoba.

“Semua pihak harus berjihad melawan narkoba,” ungkapnya di Jakarta dalam siaran persnya diterima hidayatullah.com, Ahad (10/03/2018).

Politisi Partai Golkar ini mengungkapkan, berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dari 87 juta populasi anak di Indonesia, 5,9 juta di antaranya menjadi pencandu narkotika, serta 1,6 juta anak dari jumlah tersebut menjadi pengedar.

“Informasi lain yang saya peroleh, terdapat 72 jaringan internasional yang aktif bersaing menjual narkotika di Indonesia.

Jaringan internasional ini akan terus mengalami regenerasi pangsa pasar serta sasarannya ditujukan sampai ke tingkat terendah yaitu anak-anak usia 9 tahun,” tutur Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR ini meminta Komisi III DPR RI dan Badan Narkotika Nasional (BNN) serius mengusut tuntas dan menumpas habis jaringan narkotika di Indonesia.

Bamsoet juga meminta Komisi II DPR mendorong Kementerian Dalam Negeri bersama Pemerintah Daerah memberdayakan perangkat desa guna mencegah masuknya narkotika ke desa-desa.

“Pemerintah daerah bisa menggunakan sebagian dana desa untuk melakukan sosialisasi mengenai bahaya narkoba dan mencegah peredaran narkoba,” ujar Bamsoet.

Ia juga ingin agar ada langkah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk memproteksi siswa sekolah dari makanan serta minuman yang kemungkinan disusupi sindikat narkotika internasional.

Semisal, dengan membuat aturan sekolah wajib menyediakan kantin yang berisi kebutuhan makanan dan minuman agar para siswa tak sembarangan mengkonsumsi makanan di luar sekolah.

“KPAI, Kemendikbud, BNN, dan Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) juga harus melakukan razia makanan dan minuman di warung atau toko yang menjual makanan dan minuman di lingkungan sekolah, agar terjamin makanan dan minuman yang dijual bebas narkoba,” ujar Bamsoet.

Ketua Bela Negara FKPPI ini mengingatkan para orangtua untuk melakukan pengawasan terhadap tumbuh kembang anak, terutama dalam pergaulan di lingkungan sekitar anak. Sebab, benteng pertama dan utama dalam pencegahan narkoba adalah keluarga.

“Saya mengimbau seluruh lapisan masyarakat turut ikut berkomitmen dalam memerangi narkotika, mengingat setiap bulannya muncul narkotika jenis baru dan melalui modus operandi baru pula,” pungkas Bamsoet.*

Sumber :Hidayatullah.com 

Waspadai 4 Hal Ini agar Tak Terjadi Perselingkuhan

Waspadai 4 Hal Ini agar Tak Terjadi Perselingkuhan


Oleh: Siti Rohmah

10Berita, Gerusan kemoderenan zaman menghantam membawa kehancuran. Lika liku kehidupan manusia memang sudah rusak. Kalau sebelumnya kita digegerkan dengan istilah pelakor, kini muncul istilah baru yang tak kalau mengejutkan. Ya istilah senior (senang istri orang). Fenomena ini menjadi hal yang lumrah saat kebebasan menjadi hal yang diagung-agungkan. Setiap manusia seolah bebas berbuat sekendaknya tanpa harus terikat dengan aturan apapun, sekalipun itu aturan agama.

Fenomena lelaki senior ini jika tidak segera diatasi maka akan berujung pada perselingkuhan. Kasus perselingkuhan yang marak terjadi di tengah masyarakat dewasa ini memang semakin meningkat. Bahkan menurut survei yang dilakukan oleh justDating, aplikasi pencarian teman menemukan bahwa 40% laki - laki dan perempuan pernah mengkhianati pasangannya alias berselingkuh (Suara.com).

Masih menurut suara.com, presentase ini membuat Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan kasus perselingkuhan terbanyak. Jika dibandingkan dengan negara Asia tenggara lainnya, Thailand menempati posisi paling banyak kasus perselingkujan alias nomer wahid.

Benih - benih yang diabaikan

Jika ditelisik maraknya kasus perselingkuhan entah itu dilakukan oleh suami yang menyukai istri orang (senior) ataupun dilakukan oleh istri yang menyukai suami orang (pelakor) hal tersebut disebabkan oleh beberapa macam, diantaranya:

1. Jenuh terhadap pasangan

Mungkin selintas ini adalah alasan klise. Diakui atau tidak, kebersamaan yang terus menerus akan melewati satu titik saat pasangan tidak mampu memberikan efek penyegaran terhadap hubungannya. Dalam kondisi inilah perasaan tersebut bertemu di titik jenuh. Tiap hari bertemu dengan orang yang sama, pagi siang bahkan malam, bukan dalam waktu sehari, seminggu, sebulan, setahun tapi bertahun - tahun bahkan sampai puluhan tahun. Wajar adanya jika sesekali merasa bosan, jenuh butuh nuansa baru. Dalam kondisi ini pasangan harus mampu menangkap sinyal kejenuhan tersebut sehingga bisa diatasi sedini mungkin untuk meminimalisir masalah yang lebih besar.

Sehingga perlu kiranya pasangan suami istri melakukan hal - hal yang bisa mengusir kejenuhan tersebut. Misal dengan menyediakan waktu spesial untuk berdua, makan bareng atau bermain bareng. Permainan dipercaya bisa meningkatkan kemesraan dan keromantisan.

2. Kurang Menjaga Pandangan

Dari matamu kumulai jatuh cinta...

Ya sepenggal lagu itu mampu menjabarkan betapa pandangan yang liar tak terjaga akan menjebak pemiliknya sehingga terperosok ke jurang  kesesatan yang lebih dalam. Apalagi laki - laki memang memiliki kecenderungan ketertarikan secara visual. Jadi tidak bisa dipungkiri ketika melihat yang mengasyikan dan menyegarkan pandangan matanya maka dia akan lebih tertarik.

Yang harus di lakukan dalam hal ini terutama untuk para suami, "jagalah pandangan". Sebagaimana yang diserukan oleh Allah dalam surat An Nur ayat 30.

Allah SWT berfirman:

قُلْ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُـضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ  ۗ  ذٰ لِكَ اَزْكٰى لَهُمْ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَـعُوْنَ

"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."

(QS. An-Nur 24: Ayat 30)

Begitupun untuk para Istri maka perhatikanlah penampilanmu, karena sebaik - baik istri adalah wanita sholehah yang menjadi perhiasan paling indah bagi suaminya. Sebagaimana disampaikan oleh Baginda Nabi dalam haditsnya:

"Maukah aku beritahukan kepadamu tentang sebaik - baik perbendaharaan seorang laki - laki? Yaitu istri sholihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila suaminya pergi istri akan menjaga diri dan hartanya". (HR.Abu Dawud)

Ketika suami mampu menjaga pandangan dan istri pun mampu memperhatikan diri maka hal - hal merusak yang berasal dari pandangan ini akan bisa diatasi, insyaAllah.

3. Interaksi yang kebablasan

Di era modernisasi yang begitu mengagungkan kebebasan  dalam segala hal, menjadikan kehidupan tanpa batasan. Begitupun dalam masalah interaksi antara laki - laki dan perempuan seolah tidak ada pemisahan. Begitupun arus peminisme yang begitu deras di suarakan menjadikan kaum hawa berlomba berkejaran untuk bisa menduduki kursi -kursi, jabatan - jabatan di berbagai bidang pekerjaan dan pemerintahan. Hal ini otomatis menjadi pemicu munculnya penyimpangan interaksi, kerusakan bahkan menjadi jlan kemaksiatan.

Misalnya interaksi di tempat kerja yang kadang tanpa batasan dari hal sepele masalah penampilan sampai kesukaan semua menjadi jalan untuk terbentuknya hubungan, tertanamnya benih - benih cinta. Sehingga atas nama cinta tersebut seakan semua hal yang di jalani menjadi sah. Rambu - rambu syara pun di abaikan demi terpuaskannya nafsu syahwat yang memuncak.

Padahal jelas sebagi seorang muslim aturan Islam sudah memberikan batasan dalam pergaulan dan interaksi untuk menjaga kemurnian eksistensi manusia. Karena pada dasarnya kehidupan laki - laki dan perempuan itu terpisah kecuali dalam hal - hal yang di bolehkan syara.

4. Manusia mendambakan apa yang tidak bisa didapatkan

Semakin dilarang semakin menantang, mungkin itulah ungkapan yang cocok bagi orang yang tidak mampu mnjaga hawa nafsunya. Manusia yang tidak pandai bersyukur senantiasa berangan - angan akan kebahagiaannya. Mereka beranggapan rumput tetangga lebih hijau daripada miliknya. Orientasinya selalu ingin mendapatkan apa yang bukan miliknya dan tidak pernah menghargai apa yang ada di sekitarnya. Untuk mengatasi hal ini adalah dengan menancapkan sikap qonaah dan senantiasa bersyukur. Allah berfirman dalam surat Al Baqarah 152

Allah SWT berfirman:

فَاذْكُرُوْنِيْٓ  اَذْكُرْكُمْ وَاشْکُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ

"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku." (QS. Al-Baqarah: 152)

Solusi Haqiqi

Warna - warni kehidupan kadang menyeret kita menuju kenestapaan, menghancurkan kebahagian yang sudah lama kita susun dan memporakporandakan bahtera rumah tangga yang kita bangun. Suami menyukai istri orang atau istri menyukai suami orang yang akhirnya berujung dengan perselingkuhan adalah noktah yang merusak tatanan kehidupan. Sehingga semua ini harus diselesaikan dan dienyahkan tidak boleh ada ruang untuk syetan bertahta dan membuat kerusakan. Karena apabila perselingkuhan atau perzinahan merebak di tengah masyarakat maka sama saja dengan kita menghalalkan azab Allah. Dalam sebuah hadits Rosululloh barsabda;

"Jika zinah dan riba sudah tampak nyata dalam suatu kaum, maka mereka benar - benar telah menghalalkan azab Allah atas mereka". (HR. Al Hakim)

Islam dengan segenap aturannya telah memberikan pedoman dalam menjalani kehidupan pun dalam kehidupan rumah tangga. Berbagai celah yang memungkinkan jalan menuju peselingkuhan ditutup rapat - rapat. Sehingga tidak ada lagi cerita pelakor atau pun senior namun yang ada adalah Sakinah Mawadah Warahmah. Waallahu alam. (rf/)

Sumber : voa-islam.com

TERCYDUK! Usai Hina Lambang PDIP, Guntur Romli Hapus Cuitan

TERCYDUK! Usai Hina Lambang PDIP, Guntur Romli Hapus Cuitan


10Berita,   Lambang banteng bermata merah dan bermoncong putih menjadi ciri khas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) yang diketuai oleh putri proklamator sekaligus presiden RI pertama Soekarno, Megawati Soekarnoputri.

Namun lambang yang telah bertahun-tahun melekat pada PDI P tersebut malah menjadi bulan-bulanan kader Partai Solidaritas Indonesia sekaligus salah satu pentolan Jaringan Islam Liberal (JIL) Guntur Romli.

Melalui akun twitter pribadinya @gunromli Romli mengunggah sebuah gambar mirip lambang PDIP tapi bukan banteng moncong putih, melainkan buaya moncong putih dalam cuitan bertanggal 24 Januari 2015 lalu.

"Logo PDIP yg baru: buaya moncong putih, PDIP : Partai Daulat Ibunya Puan," tulisnya kala itu disertai emoji orang tertawa.


Namun sayang, setelah warganet mengaitkan cuitan tersebut kepada elite PDIP, Romli buru-buru menghapus cuitan lawasnya tersebut. Untungnya cuitan itu sempat discreenshot oleh warganet.

— M. KHUMAINI (@mkhumaini) March 12, 2018


Menanggapi manuver Romli, warganet pun heboh.



Sumber : PORTAL ISLAM

Pengurus GNPF Ulama Diubah, Bachtiar Nasir tak Jabat Ketum

Pengurus GNPF Ulama Diubah, Bachtiar Nasir tak Jabat Ketum


Salah satu alasan pergantian karena kegiatan Bachtiar Nasir sangat padat.

10Berita ,JAKARTA -- Pada tahun ini Gerakan Nasional Penyelamat Fatwa Ulama (GNPF) Ulama merombak kepengurusan. Pergantian kepengurusan ini dilakukan atas dasar kesepakatan musyawarah anggota.

Ketua Umum GNPF Ulama, Ustad Yusuf Muhammad Martak mengatakan perombakan ini semata-mata untuk memaksimalkan kinerja organisasi karena adanya penistaan agama. Sekaligus adanya perubahan sistem kepemimpinan di mana sistem kolektif kolegial akan lebih merangkul semua elemen organisasi.

"Kami ingin siasati efektifitas kerja saja. Tidak ada alasan spesifik Bactiar Nasir (Mantan Ketum GNPF) karena mekanisme kepimpinan sistemnya berubah," ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Senin (12/3).

"Jadi begini kalau bentuknya berbeda seperti biasanya menjadi presidium agar lebih leluasa sifatnya kolektif kolegial jadi pengurus yang lain mempunyai suara dengan hak yang sama," ucapnya.

Ia menjelaskan, salah satu alasan pergantian Bachtiar Nasir sebagai ketua adalah kesibukan. Bachtiar disebut mempunyai agenda yang sangat padat.

"Beliau aktif masalah Palestina dan segala macam. Salah satu dari beliau (faktor pergantian), melihat aktivitas beliau, jadi banyak kesibukan beliau," ucapnya.

Menurutnya, Bachtiar kini menjadi salah satu anggota Dewan Pembina. Saat ini GNPF Ulama masih membutuhkan sosok Bachtiar yang telah berkontribusi di organisasi di bawah Habib Rizieq ini.

"Jadi dia (Bachtiar) menjadi pembina di bawah Habib Rizieq. Kami tidak mau kehilangan Bachtiar juga. Kepengurusan ini periodenya satu sampai dua tahun saja," ungkapnya.

Tak hanya posisi ketua umum, Sekjen GNPF Ulama Munarman juga diganti. Posisi sekjen kini dijabat Muhammad Al Khaththath.

Ia pun kembali menjelaskan, bahwa GNPF didirikan setelah adanya penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, di mana permintaan kepolisian sendiri akan menyatakan ini adalah penistaan jika ada fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) setelah itu dibentuklah GNPF MUI.

"Setelah berjalan waktu dengan berjuang kita mendapat bonus terpilihnya pemimpin muslim di Jakarta. Perjuangan kita belum berakhir dan tidak akan ada henti-hentinya," ucapnya.

"Berkat pertolongan Allah saat ini kita masih diberikan kekuatan, Istiqomah dan kesabaran dengan adanya upaya kriminalisasi dan memojokkan umat Islam," jelasnya.

Sumber : Republika.co.id

Doa Ini Mampu Mengguncang Langit Keempat

Doa Ini Mampu Mengguncang Langit Keempat


10Berita, Doa adalah senjata orang muslim. Seperti kata orang, doa bisa memindahkan gunung. Coba kita baca seksama kisah ini. ini pembuktian betapa dahsyatnya doa.

Diceritakan bahwa Abu Ma‘liq adalah seorang pedagang yang berniaga dengan hartanya. Dia adalah seorang yang ahli ibadah dan wara‘. Suatu saat ia keluar berdagang kemudian bertemu seorang perampok bertopeng dan membawa senjata.

“Letakkan barang-barangmu, sebab aku akan membunuhmu!” perintah si perampok.

“Ambilah hartaku!,” jawabnya.
“Aku hanya menghendaki darahmu,” lanjut si perampok.

“Beri kesempatan aku untuk shalat,” pintanya.

Si perampok pun berkata, “Shalatlah seperlumu.”

Lalu ia pun berwudhu dan shalat. Dalam sujud terakhir pada rekaat keempat, ia berdoa:

يَا وَدُوْدَ يَا ذَا الْعَرْشِ الْمَجِيْدُ يَا فَعَّالاَ لِّمَا يُرِيْدُ أَسْأَلُكَ بِعِزَّتِكَ الَّتِيْ لاَ تُرَامُ وَبِمُلْكِكَ الَّذِيْ لاَ يُضَامُ وَبِنُوْرِكَ الَّذِيْ مَلَأَ أَرْكَانَ عَرْشِكَ أَنْ تَكْفِيْنِيْ شَرَّ هَذَا اللِّصَّ ياَ مُغِيْثُ أَغِثْنِيْ

“Wahai Zat Yang dicintai, wahai Pemilik Arsy yang Maha Terpuji, wahai Yang Mahakuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya, aku memohon-Mu dengan kemuliaan-Mu yang tak tertandingi, dengan kekuasaan-Mu yang takkan dizalimi, dan dengan cahaya-Mu yang memenuhi  rukun-rukun Arsy-Mu, agar Engkau menyelamatkanku dari kejahatan perampok ini. Wahai Yang Maha Memberi pertolongan, tolonglah aku!”

Ia membacanya tiga kali. Tiba-tiba muncul penunggang kuda dari sampingnya dengan membawa tombak pendek yang ditenteng di antara kedua telinga kuda, lalu ia menikam si perampok dan membunuhnya. Ia kemudian mendekati Abu Ma‘liq.

“Siapa engkau wahai orang yang Allah telah menolongku dengan perantaanmu?” tanya Abu Ma‘liq.

Orang itu menjawab, “Aku adalah salah satu malaikat dari malaikat-malaikat langit keempat. Ketika engkau berdoa dengan doa pertama, aku mendengar suara gemuruh pintu-pintu langit yakni terbuka untuk menyambut doamu. Ketika engkau berdoa dengan doa kedua, aku mendengar suara gaduh penduduk langit yakni mereka mengamini doamu. Ketika engkau berdoa dengan doa ketiga, ada yang berkata, ’Ini doa orang yang sedang dalam kesulitan.’ Lalu, aku pun memohon kepada Allah agar memberi kuasa kepadaku untuk membunuh si perampok’.”

Al-Hasan berkata, “Siapa yang berwudhu kemudian shalat empat rakaat dan berdoa dengan doa di atas, maka Allah akan mengabulkan doa tersebut, baik ia sedang dalam kesulitan maupun tidak dalam kesulitan.” (Al-Ishâbah (IV), Al-Jawâbul Kâfi)

Sumber: congkop.com, Islamidia 

Senin, 12 Maret 2018

18 Kata-kata Bijak Ustadz Abdul Somad

18 Kata-kata Bijak Ustadz Abdul Somad

10Berita  Ustadz Abdul Somad adalah ulama yang menyenangkan pembawaannya saat memberikan nasihat. Namun, bukan berarti Ustad Abdul Somad bukan pribadi yang bijak. Kata-kata yang disampaikan Ustadz Abdul Somad penuh dengan kata-kata bijak dan penuh hikmah.

Berikut adalah rangkuman dari kata-kata bijak Ustadz Abdul Somad yang pernah disampaikan.

18 Kata-kata Bijak Ustadz Abdul Somad:

Jika kau masih hidup bersyukurlah masih melakukan amal sholeh. Jika kau mati tetap bersyukurlah, setidaknya dosamu tidak semakin bertambah.Ketika engkau susah di dunia ini. Sabarlah, karena ia hanya sementara. Ketika engkau diberi kesenangan di dunia ini jangan bangga dan sombong karena ia juga hanya sementara.Kita tidak perlu satu organisasi, satu sekolah ataupun satu guru, kita beteman di satu titik, mukhlisinnalahuddin. Mudah-mudahan titik itulah yang mempertemukan kita.Jika mencari kawan tak bercacat, selamanya kita tak kan berkawan. Jika mencari pasangan yang sempurna, selamanya kita tak kan berpasangan.Hari ini kita boleh kalah dalam segala hal, tapi tanamkan pada anak anak kita bahwa 10 atau 20 tahun lagi mereka akan memimpin negeri ini dengan cara yang Allah ridhoi.Kalau dengan memiliki motor dan mobil bertambah ketaatan kita kepada Allah, maka itu adalah rezeki. Tapi kalau dengan kendaraan itu menjauhkan diri dari Allah, dipakai untuk pergi ke tempat maksiat, maka itu adalah laknat dan azab. Hati-hati.Kebahagiaan seorang guru ialah ketika melihat muridnya sukses dunia dan akhirat.Bahagia itu terletak pada syukur. Siapa yang bersyukur kepada Allah, maka dialah orang yang paling bahagia.Apapun yang terjadi, Islam akan tetap ditolong Allah. Yang menjadi masalah adalah, apa yang telah dan akan kita lakukan untuk Islam, demi untuk menolong diri kita di dunia dan akhirat nanti? Jangan jawab dengan lidah, karena lidah terlalu mudah untuk berkata-kata. Tapi, jawablah dengan perbuatan.Hidup ini seperti bahtera di lautan. Di atas ada ombak kencang yang akan menghadang. Dari bawah ada batu karang yang besar. Tak ada yang bisa menguatkan hidup ini, kecuali Allah Ta’ala.Jangan batasi ibadah hanya ketika di Masjid. Ada yang menganggap beramal itu hanya ketika duduk di Masjid, sholat, dzikir dan membaca Al-Quran. Jangan lupa, bekerja dari jam 8 pagi sampai 4 sore, ditambah lagi apabila lembur itu juga adalah amal. Karena, bekerja mencari nafkah yang halal untuk keluarga di rumah adalah ibadah, bernilai pahala di hadapan Allah Ta’ala. Maka, kalau dipahami bahwa bekerja adalah amal ibadah, tidak akan ada pegawai yang main “game on-line” saat jam kantor, tidak akan ada pedagang yang memainkan timbangan, tidak akan ada karyawan yang curang dalam laporan tugasnya.Kalau engkau sudah menikah, maka pandanglah saudaramu yang belum menikah, maka akan timbul rasa syukur. Wujud syukur yang sederhana ialah mengucap syukur “Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin. Segala puji hanya bagi Allah” . Namun sesungguhnya Hakikat dari Rasa Syukur itu adalah memastikan setiap tarikkan nafas kita senantiasa dalam “ketaatan” kepada Allah Ta’ala.Berkawan karena harta, harta akan binasa. Berkawan karena kuasa, kuasa tak akan lama, paling 5 tahun kalau tak di tangkap KPK. Tapi, kalau berkawan karena Allah maka akan kekal abadi.Dunia ini hanya setetes air. Kalau kau tak dapat jangan sedih, karena yang kau tak dapat hanya setetes. Dan kalau kau dapat, jangan bangga, karena yang kau dapat hanya setetes.Ketika terasa diri ini hampa, tak ada apa-apa, bagai butiran debu di tengah samudera keagungan Allah. Saat itulah rahmat Allah turun meyentuh rasa yang dapat diwakili kata.Air selalu mengalir, dia tidak bisa ditahan. Ketika dia ditahan, maka dia akan menjadi sebuah perlawanan yang besar. Air nampak lemah, ketika dia sedikit. tapi, ketika dia sudah berkumpul maka menjadi besar, dia menjadi kekuatan yang luar biasa. Belajarlah dari air.Keberanian tidak mempercepat kematian, dan ketakutan tak dapat mengelakkan dari kematian. Kita pasti mati, tapi mati dalam keadaan apa? Pilihan ada di tangan kita.

Semoga bermanfaat ya.

Sumber : Ngelmu.co

Kuatnya Pengaruh Asing Membuat Indonesia dalam Bahaya, Ini Analisanya

Kuatnya Pengaruh Asing Membuat Indonesia dalam Bahaya, Ini Analisanya


10Berita, JAKARTA - Masih banyaknya sebagian rakyat dengan iming-iming uang 100.000, atau iming-iming jas dan dasi amatiran, atau menduduki jabatan, atau bagi-bagi proyek ini itu, rela menggadaikan haknya dan memilih pemimpin yang sebenarnya dikatakan oleh Haikal Hassan belum punya kemampuan menyelenggerakan negara. “Kegaduhan yang timbul saat ini sudah sangat membuang energi untuk hal remeh temeh yang gak berhubungan dengan peningkatan kedaulatan dan ekonomi kerakyatan.

Pejabat sibuk menjelaskan blunder yang dilakukan presiden. Itulah sekelumit alasan kita perlu #2019GantiPresiden,” katanya, di Twitter pribadi miliknya, Senin (12/3/2018).


Namun dia menyebutkan ada yang lebih perlu perhatian serius, yakni tidak mampunya Indonesia keluar dari kepentingan asing. “Yang lebih bahaya #IndonesiaInDanger karena sudah tidak bisa bergerak dikangkangi dengan taipan.

Mengutip bang Yusril, bang Karni: 0,2 persen orang indonesia keturunan, menguasai 74 persen TANAH di indonesia. Serta 50 persen semua kekayaan kita, dimiliki oleh 1 persen orang indonesia keturunan.”

Peningkatan tarikan uang kepada rakyat yang dirasa oleh sebagian pihak ini sejujurnya menurut dia bukan untuk prioritas membiayai pembangunan. Tapi nomor satu adalah untuk bayar utang. “Baru pendidikan dan infrastruktur. Tahun ini kita harus bayar 640 triliun. Saat ini Negara tergadai. Tak bisa bergerak. Terkunci oleh taipan.

Apapun kata mereka, menjadi undang-undang yang harus dipatuhi pejabat. Di sinilah dibutuhkan presiden yang cerdas, berani, berwibawa, mandiri, tidak hutang budi. Saatnya #2019GantiPresiden.” (Robi/)

Sumber : voa-islam.com

Wibawa Jokowi, Impor, dan Kepentingan Asing

Wibawa Jokowi, Impor, dan Kepentingan Asing



10Berita, JAKARTA - Dikabarkan bahwa Wakil Presiden telah meminta Cina agar tidak lagi membawa tenaga kerja dalam jumlah banyak untuk dipekerjakan pada proyek-proyek investasi mereka di Indonesia. “Bicara impor, silahkan digoogling dengan sangat mudah.

Angka import telah menggerus pendapatan petani. Angka-angka berikut ini ada yang membaik, ada yang memburuk,” kritik Haikal Hassan di akun Twitter pribadi miliknya, Senin (12/3/2018).

Dia mempersilahkan para kaum terkait mengoreksi demi angka valid yang akurat untuk ukur kinerja pemerintah. Nilai impor Indonesia pada Januari 2018 disebutkan olehnya mencapai 15.132,4 juta dolar AS.

“Angka itu meningkat 3.164 juta dolar AS, atau sebesar 26,44 persen. Apakah ini indikator akan terus membumbung tinggi sampai suatu saat negara kehilangan kedaulatan pangannya? Lalu bagaimana urai ini semua?”


Presiden menurutnya harus memiliki wibawa besar atasi itu. “Tak cukup dengan bagi-bagi sepeda atau umbar kartu ini-itu yang justru malah menciptakan rakyat bermental pengemis dan antri untuk pelayanan yang seharusnya jadi haknya. UUD Pasal 34: (3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

Kita semua tahu bahwa BPJS memiliki keterbatasan dan perbedaan perlakuan dengan mereka yang cash dan berduit. Seharusnya Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Bukan terlena dengan pasar bebas yang memaksa bersaing tanpa kemampuan.” Kita paham, lanjutnya, presiden punya keterbatasan untuk tidak melakukan intervensi hukum. Tapi presiden yang hebat berwibawa bisa panggil yang terkait dan meminta semua bekerja dengan serius.

“Contoh bagaimana temuan BPK soal kasus sumber waras dimentahkan oleh KPK dengan hanya berargumentasi tidak ada niat. Begitu seharusnya penyelenggaraan negara, karena ada 2 aspek yaitu aspek prosedural dan aspek personal. Keduanya harus dipadukan. Gak bisa juga mengikuti sebagian besar rakyat yang masih belum rasional sepenuhnya dalam menentukan pemimpin.” (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

Refleksi 53 Tahun, Kilas Balik Teror Kekejaman PKI Kanigoro 1965

Refleksi 53 Tahun, Kilas Balik Teror Kekejaman PKI Kanigoro 1965

10Berita, Kediri – Penggelaran kembali Refleksi 53 Tahun Kanigoro, Ahad (11 Maret 2018) malam di lingkungan sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri, Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tak ubahnya sebagai kilas balik peristiwa terror kekejaman sayap-sayap PKI di tahun 1965 yang membentuk gerombolan yang diperkuat personel Pemuda Rakyat (PR) dan Barisan Tani Indonesia (BTI) terhadap ratusan anggota Pelajar Islam Indonesia (PII) se-Jawa Timur yang sedang mengikuti Mental Training di sebuah Pondok Pesantren di Desa Kanigoro.

Kanigoro di Kemacatan Kras Kabupaten Kabupaten Kediri, di tahun 1960-an merupakan salah satu desa yang menjadi basis kekuatan PKI di wilayah itu. Teror kekejaman yang dilancarkan sayap-sayap PKI Kanigoro terhadap kader-kader  PII, terjadi subuh 13 Januari 1965. Peristiwa tersebut tidak dapat dipungkiri, merupakan prolog (proses awal) pemberontakan G30 S/PKI, kudeta, sebagai upaya pengambil alihan kekuasaan terhadap negeri ini.

Sementara yang terjadi saat ini, sejumlah pihak beranggapan PKI tidak mungkin bangkit kembali.Namun, menurut  H. Moh. Ibrahim Rais, Koordinator Wilayah Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (Korwil KB PII) Kediri, yang juga Ketua Yayasan Kanigoro, tetap kukuh beranggapan PKI sangat mungkin dapat bangkit kembali.

Saat berbicara dalam kesempatan Refleksi 53 tahun ini, secara khusus  H. Moh. Ibrahim Rais mengingatkan; “Kita mesti waspada. Kalau masyarakat Indonesia lengah sedikit saja bahkan kemudian  memberikan ruang, tentu sangat mungkin PKI akan bangkit kembali. Namun sebaliknya,jika masyarakat tidak lengah dan penuh semangat membendung kemungkinan bangkitnya PKI, dapat diyakini  baik dengan ‘perangkat lunak dan perangkat kasar’ PKI tidak akan mampu bangkit kembali."

OTB, Nabok Nyilih Tangan  

Sekarang ini, lanjutnya, PKI tengah berjuang untuk bangkit, diantaranya dilakukan dengan tidak lagi menggunakan nama organisasi PKI, namun dengan segenap cara yang sangat licik. Mereka berada dalam Organisasi Tanpa Bentuk (OTB)  tidak tampak namun mampu berbuat. Mereka kini, orang jawa menyebut “Nabok Nyilih Tangan.” Mereka dapat memukul dengan meminjam tangan orang lain.

Cermati, siapa yang waktu itu menyetujui pencabutan pasal 60 Undang-undang No 12 Tahun 2003, sehingga orang yang terlibat PKI kini dapat mengikuti pemilihan umum, dapat memilih dan dipilih. Kemudian di tahun 2004 lahir Undang-Undang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR). Ini, apa ya mungkin undang-undang itu bisa tiba-tiba ada. Ini, merupakan bukti mereka sekarang ini ada, dan terus berupaya walaupun dengan OTB.  

Sebagai salah seorang saksi mengalami langsung terjadinya kengerian teror Kanigoro, Muh Ibrahim Rais menyebut  peristiwa teror kekejaman dilakukan PKI di awal tahun 1965 sama sekali tidak dapat dilupakan oleh setiap kader PII peserta Mental Training yang datang dari seluruh wilayah Jawa Timur.  Pada kesempatan penyelenggaraan Reflesi 53 tahun kali ini, hadir sejumlah kader-kader sepuh PII yang lain dari sejumlah daerah di Jawa Timur,  mantan peserta Mental Training Kanigoro yang pernah mengalami persitiwa mengerikan tersebut secara langsung.   

Drs. H. Muh. Zain Nasruddin Ansharullah, salah seorang saksi yang kini berdomisili di Semarang Jawa Tengah, dalam kontak telepon melalui sejumlah Short Message System (SMS/pesan pendek),  mengungkap ketika itu ia sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) PII Kotapraja Madiun menjadi salah satu peserta Mental Training di Kanigoro. Bertindak sebagai  Ketua Panitia Mental Training adalah Masyduki Sulaiman, dari PD PII Kediri dan bertindak selaku Koordinator Instruktu adalah Anis Abiyoso----yang kemudian diadili dan di penjara di Kota Keidri dengan tuduhan kontra revolusi----sebuah tuduhan yang tak ubahnya dengan tuduhan  subversive--- dapat memberikan akibat pidana yang berat.

Teror Subuh 

“Mental Training di Kanigoro, Kecamatan Kras Kabupaten Kediri itu, dengan peserta  kader-kader PII yang di kirim dari seluruh Pengurus Daerah se-Jawa Timur. Penyelenggara Mental Training adalah Pengurus Wilayah (PW) PII Jawa Timur; saat itu Ketua Umum PW PII Jawa Timur adalah Yahya Mansyur----yaitu putra menantu Pak Dipo, Ketua Partai Masyumi  Kabupaten Kediri,” ungkap Muh. Zain, sambil mengungkap sebenarnya inginan untuk hadir pada acara refleksi, namun kondisi kesehatannya tidak mendukung untuk sebuah perjalanan jauh antara Semarang hingga Kediri.

Beberapa kali sebelum ini, Suara Islam Onlinemengungkap Teror Kekejaman PKI 1965 terhadap sejumlah kader PII peserta Mental Training  di Kanigoro, disebut juga sebagai teror subuh. Terjadi Rabu, 13 Januari  1965, saat semua peserta Mental Training sedang mengikuti Shalat Subuh berjamaan di Masjid,  yang terletak di dekat  gerbang Pondok Pesantren di desa Kanigoro.

Jamaah Shalat Subuh sedang berlangsung, dibubarkan paksa oleh segerombolan orang terdiri dari anggota Pemuda Rakyat (PR) dan Barisan Tani Indoensia (BTI) ----sayap-sayap PKI yang beringas dan membabi buta.  Mereka memasuki masjid dengan tanpa membuka alas kaki yang kotor oleh tanah becek akibat hujan semalam.  Semua jamaah shalat---putra dan putri, mereka seret keluar ke halaman masjid. Sejumlah kitab Alquran dan kita-kitab lain, mereka bawa keluar dan dirobek-robek kemudian dihinakan dengan diinjak-injak sembil mengatakan sebagai penyebab sakit gatal dan kudisan.

Iki sing nggarahi lara gatel njur dadi gudig-----Ini yang menyebabkan sakit gatal kemudian menjadi kudisan,” kata anggota gerombolan itu sambil merobek-robek kitab Alquran dan membanting berhamburan kitab Al Alquran yang kemudian juga diinjak-injak menghinakan.

Setelah itu, segenap peserta Mental Training di jadikan ikatan pada tangan dan leher berentengan, kemudian diarak melalui jalan-jalan kampung  basis PKI ----dengan keseluruhan warganya adalah anggota PKI atau setidaknya simpatisan PKI. Mereka mengancam hendak membantai, memotong kemaluan sambil terus mengacung-acungkan segala bentuk senjata tajam. Iringan “rentengan pesakitan” ini kemudian diserahkan ke Kantor Polisi Sektor Kras dengan tuduhan sebagai subversi, menghasut untuk kontra revolusi.  

Anis Abiyoso, sebagai Koordinator Instruktur, dituding sebagai pihak yang paling bertanggungjawab. Hingga kemudian menjalani peradilan kilatdi Kota Kediri jauh dari rasa keadilan. Divonis bersalah sebagai telah menghasut yang kontra revolusi, dan dipenjarakan di penjara Kota Kediri. 

Situasi 1965

Dalam kesempatan Refleksi 53 Tahun Teror PKI Kanigoro kali ini diselenggarakan bersama kehadiran Mayjend TNI (Purn) Kivlan Zen dan Prof Dr. H. Zainuddin Maliki, Ketua Pengurus Wilayah Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PW KB-PII)  Jawa Timur.

May Jend TNI (Purn) Kivlan Zen pada saat tampil berbicara, diantaranya  membeberkan situasi saat ini sudah mengarah seperti kondisi saat-saat menjelang terjadinya peristiwa G 30 S/PKI 1965. Umat Islam perlu waspada dan senantiasa siap-siaga dalam menghadapi apapun.

“Jangan sampai kejadian di tahun 1965 terulang. Komunis itu telah melakukan pemberontakan di negeri ini tahun 1926, 1948 dan 1965. Semua gagal, dan jangan ada kesempatan lagi untuk kali yang ke empat,” tegasnya.

Lebih lanjut diungkap, para penerus ideologi komunisme, seperti tiada henti mencari celah kelengahan Umat Islam dengan melakukan aksi dan membangun opini dengan segala cara. Diantaranya berbagi kaos bergambar logo Palu Arit. Merupakan indikasi mereka masih ada. Mereka juga sibuk menebar berita hoax yang seolah dibuat oleh umat Islam.

Di lain sisi, kader-kader PKI ini ini juga aktif mengadu domba Umat Islam dengan Pemerintah, antara Umat Islam dengan Polisi dan antara Umat Islam dengan TNI. Antara lain dengan menggunakan berita-berita hoax itu. Sangat disayangkan ada pihak yang memercayai.  Mereka ingin melumpuhkan lembaga-lembaga Negara. Dengan demikian para penerus ideologi  tersebut akan sangat mudah menerobos ke semua lembaga Negara.

Dipelopori Bedjo Untung,  para penerus Komunis juga tampil, dengan  berani terbuka. Bahkan menekan agar  penguasa sekarang ini meminta maaf dan sekaligus memberikan kompensasi  kepada mereka, dari kalangan yang disebut sebagai keluarga korban 1965.

Sementara itu, Prof Dr. Zainuddin Maliki, yang tampil berbicara selanjutnya mengingatkan bahwa Komunismen dimana saja dan kapan saja menganggap agama itu sebagai candu (opium) bagi masyarakat. Itu merupakan doktrin asli dari Karl Marx yang kemudian dikenal sebagai Marksisme. Ideologi ini sudah dapat dipastikan sangat membenci semua yang berbau agama. Mereka juga sangat membenci Ulama, agamawan dan siapa saja aktivis Islam.

Mereka, para penganut Komunisme terutama PKI, sangat mudah memutar balikkan fakta.

“Dalam tahun 1965, sudah sangat jelas-jelas mereka yang menjadi pelaku kekerasan dan pembunuhan, tapi kemudian diciptakan opini dan fakta yang seolah benar, yang menyebutkan mereka adalah korban. Mereka disebut sebagai korban kekerasan yang dilakukan oleh Negara. Karenanya kemudian Negara harus meminta maaf dan memberikan kompensasi,“ paparnya.

Karenanya, lanjut Zainuddin Maliki, sangat diharapkan generasi muda bersedia belajar dari sejarah masa lalu. Sejarah  yang benar.  Sehingga dapat mengambil hikmah dari peristiwa  tersebut.

“Jangan sampai sejarah berulang hanya karena kebodohan kita. Negara-negara berhaluan komunis memang sudah banyak yang runtuh. Namun tidak berarti  komunis sebagai idiologi itu  sudah mati. Sebab, idiologi, dapat berubah bentuk dalam penampilannya, dengan kemasan baru yang lebih sesuai dengan karakter zamannya. Apalagi mereka mendapat support dari kekuatan jaringan global dengan pendanaan yang luar biasa besar, tanpa batas,” katanya mengingatkan.

Sumber : SI Online