OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 12 Maret 2018

Posting HRS Dihapus IG, Begini Analisa Menggetarkan Netizen

Posting HRS Dihapus IG, Begini Analisa Menggetarkan Netizen


10Berita, Menanggapi dihapusnya postingan Ustadz Salim A Fillah tentang HRS oleh instagram (IG) kembali menjadi perbincangan netizen. Seperti tak takut, banyak analisa netizen yang dinilai tepat dan menggetarkan pihak pemblokir.

"Mereka sudah membabi buta. Padahal postingan ini gak menjelekkan mereka. Kenapa harus dihapus? Kalau gak mau dibilang diktator, lalu apa sebutan yang tepat untuk perbuatan ini?" kata Ibunya Hisyam.

Komentar Ibunya Hisyam ini mendapatkan banyak balasan. Salah satunya dari akun bernama Arav Ramdhani. Ia menegaskan, kebenaran pasti menang.

"Bagaimanapun kebenaran akan senantiasa unggul. Bersabarlah. Karena Allah bersama orang-orang yang sabar." katanya.

Netizen lainnya merasa heran. Pasalnya, postingan Ustadz Salim A Fillah ini tidak mengandung ujaran kebencian.


"Padahal tadi malam sempet saya baca. Tidak ada ujaran kebencian ya Ustadz. Saking hitamnya hati mereka, apapun dihalalkan. Makar Allah lebih dahsyat dari makar manusia." kata Nur Wihdah Umami.

Bukan hanya menyesalkan, ada juga netizen yang mengaku kasihan dengan pihak pemblokir. Menurutnya, pemblokiran tersebut termasuk perbuatan zhalim.

"Saya kadang kasihan dengan pengikut kezhaliman ini. Apakah hati dan pikiran mereka memang sudah ditutup Allah ya? Sehingga cinta yang berlebihan terhadap manusia. Terus menulis, Ustadz Salim. Allah Maha Berkuasa di alam semesta ini." ujar Nova Hariani.

Menurut netizen lainnya, pemblokiran ini merupakan bentuk tolong menolong dalam dosa dan maksiat.

"Mereka satu sama lain saling tolong menolong dalam dosa dan maksiat." tegas akun bernama Said Hawa.

Posting Dihapus

Ustadz Salim A Fillah sudah memprediksi bahwa postingannya akan dihapus. Pasalnya, rekannya sesama dai, Ustadz Felix Siauw juga mengalami penghapusan saat memosting Imam Besar FPI ini.

Dai lain, Ustzd Derry Sulaiman, juga mengakui hal serupa. Ia diblokir selama satu hari karena memosting secara live pertemuan Ustadz Abdul Somad dan HRS saat umrah di Makkah.

Sumber : tarbawia.net

Ini Alasan GNPF-Ulama Rombak Kepengurusannya

Ini Alasan GNPF-Ulama Rombak Kepengurusannya

10Berita , JAKARTA – Gerakan Nasional Penyelamat Fatwa Ulama (GNPF-Ulama) merombak total kepengurusan. Apakah ada perubahan arah kebijakan?

Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama), Habib Rizieq Syihab, menegaskan perombakan struktur kepengurusan bukan indikasi adanya perpecahan internal. Rizieq menilai rotasi kepemimpinan GNPF-Ulama sebuah dinamika organisasi.

“Begitu juga terjadinya perubahan sistem kepengurusan dalam GNPF yang semula menganut sistem kepemimpinan sentralistik yang kemudian berdasarkan hasil dari musyawarah antara para pendiri maupun pengurus GNPF menjadi kepemimpinan kolektif kolegial. Ini juga bukan merupakan indikasi perpecahan, perselisihan yang terjadi di dalam GNPF. Tapi itu suatu yang sangat wajar terjadi dalam sebuah organisasi,” kata Rizieq melalui rekaman yang didengarkan di konferensi pers GNPF-Ulama, Jalan Tebet Barat Dalam, Jakarta Selatan, Senin (12/3/2018).

Rizieq menyebut perubahan pimpinan tersebut telah melalui pertimbangan yang matang. Menurutnya, banyak aspek juga yang menjadi dasar perombakan kepengurusan tersebut.

“Tentu semua itu dilakukan dalam suatu musyawarah, diskusi panjang dengan mempertimbangkan banyak aspek untuk kepentingan perjuangan umat Islam,” ujarnya.

Begitu pula soal perubahan nama GNPF MUI menjadi GNPF-Ulama, Rizieq memandang hal yang sama. Dia menegaskan tak ada sama sekali perselisihan di internal organisasi.

“Perlu saya garisbawahi pada kesempatan ini bahwa adanya perubahan nama dari GNPF MUI menjadi GNPF Ulama sama sekali bukan merupakan indikasi adanya perbedaan apalagi perpecahan di dalam tubuh GNPF. Berubahnya GNPF MUI menjadi GNPF Ulama ini merupakan hasil musyawarah para pendiri maupun pengurus GNPF dengan mempertimbangkan berbagai masukan saran, usul serta juga dengan menimbang berbagai macam aspek,” paparnya.

GNPF-Ulama sebelumnya mengganti kepengurusan dengan menunjuk ketua umum dan sekjen yang baru. Yusuf Muhammad Martak dipilih sebagai ketua umum sedangkan Muhammad Al Khaththath mengisi posisi sekjen.

Pergantian kepengurusan ini dilakukan atas dasar kesepakatan musyawarah anggota. Posisi ketum sebelumnya dijabat Ustaz Bachtiar Nasir. 

Sumber : Ngelmu.co

Videonya Viral Beredar, Ustadz Haikal Hassan: Saya ingin presiden baru 2019, kok dibilang makar, intoleran, anti Pancasila?

Videonya Viral Beredar, Ustadz Haikal Hassan: Saya ingin presiden baru 2019, kok dibilang makar, intoleran, anti Pancasila?


10Berita, Di media sosial beredar video pernyataan ulama yang juga Tokoh Betawi, Ustadz Haikal Hassan Baras yang menyerukan umat untuk ganti Presiden 2019.

Video ini sontak ramai menimbulkan komentar. Bahkan ada yang menuding sebagai makar, intoleran, Anti Pancasila. Padahal yang disampaikan Ustadz Haikal adalah mengganti Presiden secara konstitusional melalui pemilu yang sah.

"Saya ingin presiden baru tahun 2019, kok dibilang makar, intoleran, antiPancasila,... Situ waras? Semua juga demi kehidupan untuk rakyat lebih baik, NKRI lebih kuat. Bukan untuk taipan seperti saat ini," kata Ustadz Haikal melalui akun twitternya, Ahad (11/3/2018), menanggapi tudingan terhadap dirinya terkait video yang beredar.

Dalam video yang viral di medsos, dalam obrolan santai di meja makan, Ustadz Haikal Hassan menyerukan "Dicari Pengganti Jokowi", maka itu "Ganti Presiden di 2019".

Berikut video pernyataan Ustadz Haikal Hassan Baras tentang mengganti Presiden 2019.

[video]

— Wajah Muslimah (@WajahMuslim17) 10 Maret 2018


Saya ingin presiden baru thn 2019, kok dibilang makar, intoleran, antiPancasila,...

Situ waras?
Semua juga demi kehidupan utk rakyat lebih baik, NKRI lebih kuat. Bukan utk taipan spt saat ini.

— Haikal Hassan Baras (@haikal_hassan) 11 Maret 2018


Sumber :Portal Islam

‘Viral’, UGM Terbitkan Etika Menghubungi Dosen Via Medos dan SMS

‘Viral’, UGM Terbitkan Etika Menghubungi Dosen Via Medos dan SMS

10Berita – Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi adat dan sopan santun, warga Indonesia wajib memperhatikan sejumlah hal ketika akan bertemu seseorang. Dimulai dari memperhatikan waktu yang tepat, hingga penggunaan pakaian serta tutur kata.

Termasuk dalam hubungan antara dosen dan mahasiswa. Dimana sang murid akan banyak menghubungi guru terkait tugas-tugas tertentu dan tugas akhir skripsi, tesis, ataupun desertasi S3.

Di Indonesia, etika mahasiswa dalam menghubungi dosen diatur sedemikian rupa oleh kampus-kampus. Salah satunya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, yang dipampang besar-besar dalam bentuk banner.

Foto banner berisi etika mahasiswa menghubungi dosen di UGM ramai beredar di media sosial. Etika itu ditulis secara terperinci hingga contoh-contohnya.

ETIKA MAHASISWA MENGHUBUNGI DOSEN VIA SMS/WA

PERHATIKAN WAKTU

Perhatikan kapan Anda mengirim SMS/WA, tidak pada waktu istirahat atau waktu beribadah

PENGGUNAAN BAHASA

Gunakan bahasa yang sopan, tidak disingkat, misal: sy, jg, kpn, otw, ok, dll

PERKENALKAN DIRI

Contoh: Pak/Bu, nama saya Dewi mahasiswi S1 Teknologi Informasi angkatan 2016

SALAM

Selamat pagi, selamat siang, Assalamu’alaikum wr wb (bukan ass)

PAKAI KATA PERMOHONAN

Gunakan kata: Mohon maaf, jika berkenan. Mohon bantuan (apabila memerlukan bantuan)

TO THE POINT

Tuliskan keperluan Anda dengan singkat, padat, dan jelas (langsung ke inti masalah)

TIDAK MEMAKAI KATA GANTI

Tidak menggunakan kata ganti seperti ‘Kamu atau Anda’

BERPERILAKU BAIK

Tidak memaksa, tidak terburu-buru dan tidak menggurui

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

TERIMA KASIH

Akhiri dengan ucapan “Terima Kasih” setelah selesai pembicaraan

Di banner tersebut tertulis Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Kepala Bidang Humas dan Protokol UGM Iva Ariani membenarkan banner tersebut dipasang di Fakultas Teknik.

Iva mengatakan banner itu dipasang bukan karena ada masalah dengan sopan santun mahasiswa. Banner itu hanya untuk mengingatkan kembali.

“Ini hal yang wajar dan normal untuk mengingatkan kembali agar etiket berkomunikasi selalu terjaga,” kata Iva saat dimintai konfirmasi, Senin (12/3). (dtk/Ram)

Sumber : Eramuslim

Potensi Koalisi Demokrat-Jokowi, Ini Respons DPP Golkar

Potensi Koalisi Demokrat-Jokowi, Ini Respons DPP Golkar

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berjabat tangan dengan Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) disaksikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat 2018 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3).

Golkar berharap Dukungan Demokrat demi memperkuat pemerintahan Jokowi.

10Berita , JAKARTA -- Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Ace Hasan Syadzily berharap dukungan partai kepada Joko Widodo (Jokowi) murni untuk memperkuat pemerintahan, bukan semata-mata hanya untuk politik praktis. Itu berkaitan isyarat bergabungnya Partai Demokrat dalam koalisi partai pendukung Jokowi.

"Kami berharap bahwa dukungan tersebut murni semata mata sebagai upaya kita memperkuat pemerintahan karena salah satu tujuan Partai Golkar mendukung Pak Jokowi agar pembangunan ke depan bisa efektif," ujar Ace di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (12/3).

Ia pun menilai, terkait kepentingan politik praktis sebaiknya diserahkan sepenuhnya kepada Jokowi. Ia pun meyakini Presiden Jokowi akan objektif terkait hal tersebut.

"Sehingga soal tawaran tawaran atau usulan jabatan jabatan politik sebaiknya menurut PG itu diserahkan sepenuhnya pada Jokowi. Saya yakin pak Jokowi akan lebih objektif untuk menilai mana partai partai yg selama ini bekerja keras berjuang untuk Pak Jokowi," ujar Ace

Sementara, Ace juga menilai lumrah terkait adanya dorongan untuk memajukan sosok Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon pendamping Jokowi jika nantinya Demokrat betul-betul bergabung dengan koalisi Jokowi. Namun kata dia, Jokowi tentu akan mempertimbangkan kapasitas, kapabilitas, serta pengalaman cawapresnya.

"Ya itu sah-sah saja. Tapi kan saya kira pak Jokowi akan mempertimbangkan bukan hanya soal kapasitas, kemampuan tapi juga menurut saya harus dipertimbangkan aspek pengalaman," ujarnya.

Menurutnya, sosok cawapres harus bercermin dengan sosok wakil Presiden Jusuf Kalla yang menjadi pendamping Jokowi yang menurutnya kaya akan pengalaman.

"Saya tidak mengatakan demikian (AHY belum berpengalaman) tapi Golkar berpikir bahwa yang mendampingi Pak jokowi seperti Pak JK yang sudah berpengalaman menjadi wapres dan menteri itu, memiliki nilai tambah buat pak jokowi sendiri di 2019," kata Ace.

Dalam Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat kemarin, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo saling memberikan sinyal untuk Pilpres 2019. SBY dalam sambutannya juga membuka dua kemungkinan yakni mengusung calon presiden dan calon wakil presiden sendiri atau bergabung dengan koalisi partai Pemerintah bersama Joko Widodo.

"Pak Presiden, jika Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa menakdirkan, sangat bisa Partai Demokrat berjuang bersama bapak," ujar SBY di pembukaan Rapimnas Partai Demokrat di Sentul International Convention Center, Bogor pada Sabtu (10/3).

Sumber : Republika.co.id

Korek-korek Janji Jokowi: 2019 Ganti Presiden

Korek-korek Janji Jokowi: 2019 Ganti Presiden


10Berita, JAKARTA - Seseorang yang kini menjadi pemimpin dan sebelumnya pernah berjanji di masa kampanyenya dikritik keras oleh salah satu pemerhati. Ia mengkritisi soal janji, yang setidaknya ada banyak janji-janji pemimpin tersebut dan sepertinya tidak sesuai dengan ucapannya.

“Nah alasan mengapa harus #2019GantiPresiden adalah pada awal-awal masa kampanye berjanji tidak akan bagi-bagi kekuasaan, tidak ada politik balas budi. Tetapi lihatlah akhirnya terperangkap dengan kata-kata koalisi. Semakin banyak koalisi, semakin bingung saat jadi presiden,” demikian kata Haikal Hassan, di akun Twitter pribadi miliknya, Senin (12/3/2018)


Apalagi menurut dia saat bentuk kabinet, maka partai yang mendukungnya menuntut bagi-bagi kekuasaan. Akhirnya kabinet pelangi dengan berbagai macam kepentingan terjadi karena bagi-bagi kursi.

“Para partai menyodorkan menteri amatir dan presiden tidak bisa berkutik lagi. Bukan hanya itu, relawan-relawan juga dapat jatah yang jauh dari kualifikasi dan pengalamannya. Menjadi komisaris BUMN yang strategis, berjas dan dasi amatiran memuakkan.”

Lagi-lagi presiden dia lihat terjebak oleh keadaan yang tidak mampu dikendalikannya. “Memang kasihan juga Pak Jokowi, presiden kita ini. Beliau bingung dari manakah memulai perbaikan ini semua.” (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

Elektabilitas Jokowi di Sulsel Anjlok Signifikan, Warganet: Alahmadulillah... 2019 Tenggelam

Elektabilitas Jokowi di Sulsel Anjlok Signifikan, Warganet: Alahmadulillah... 2019 Tenggelam

(foto: google)

10Berita,  Sinergi Data Indonesia (SDI) menggelar jajak pendapat tentang elektabilitas calon presiden di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).

Direktur Eksekutif SDI Barkah Pattimahu dalam jumpa pers hasil survei di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (11/3), mengungkapkan elektabilitas Jokowi saat ini di Sulsel jauh di bawah perolehan suaranya saat Pilpres 2014.

Pada Pilpres 2014, raihan suara Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla mencapai 71,41 persen.

Saat ini berdasar survei terbaru, elektabilitas Jokowi di wilayah Sulsel mengalami penurunan yang signifikan.tinggal 53,8 persen. 

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling terhadap 1.000 responden di 24 kabupaten/kota di Sulsel pada 14-20 Februari 2018. Margin of error dalam survei itu di angka 3,16 persen pada tingkat kepercayaan 95%.

Hasil survei ini disikapi oleh sebagian warganet dengan ucapan syukur.

"Alhamdulillaah.. #2019PresidenBaru  smg di Ijabah Allaah..Aamiin," ujar netizen di twitter akun @begukoya.

"Rakyat udh pintar dan cerdas..! Pilih pemimpin yg benar2 membela rakyat dan dekat dengan ulama..! Perubahan udh di depan mata jgn di sia siakan... #2019GantiPresiden," komen @AzharMatang.

"insyaALLAH 2019 tenggelam," ujar @don_ucin.

— Tenglangtiko (@begukoya) 12 Maret 2018


Rakyat udh pintar dan cerdas..! Pilih pemimpin yg benar2 membela rakyat dan dekat dengan ulama..! Perubahan udh di depan mata jgn di sia siakan...#2019GantiPresiden #2019GantiPresiden

— Azhar Matang (@AzharMatang) 12 Maret 2018


insyaALLAH 2019 tenggelam

— OC (@don_ucin) 12 Maret 2018


Sumber :Portal Islam 

Kartunis Jepang Kembali Sindir Proyek Kereta Cepat, Sulit Mendapatkan Lagi Kepercayaan Ketika Khianat

Kartunis Jepang Kembali Sindir Proyek Kereta Cepat, Sulit Mendapatkan Lagi Kepercayaan Ketika Khianat


10Berita,  Kartunis Jepang, Onan Hiroshi kembali menyindir proyek kereta cepat. Walau tidak seperti kartun-kartun sebelumnya yang gamblang menampilkan gambar Jokowi-Presiden China dan PM Jepang, namun kartun terbaru ini oleh warganet langsung diasosiasikan dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dibangun oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam kartun yang diposting di akun twitternya kemarin (Minggu, 11/3/2018), Hiroshi tetap menyindir proyek kereta cepat.

Hiroshi menggambarkan Jepang sudah terlebih dahulu memberikan penawaran ($99) dan hasil kajian (sample), namun sample tsb malah diberikan ke pihak lain (China) karena tawaran harga murah yang menggiurkan ($39). Namun ternyata sampai sekarang proyek itu mangkrak. Dan ketika balik ingin menjalin kerjasama lagi tentu ditolak.

Dalam 'caption'nya, Hiroshi menyebut sangat sulit mengembalikan kepercayaan ketika kamu telah kehilangan kepercayaan itu karena 'berkhianat'.

"It's hard to get back the trust once you loose it.. in japan business setting. Nobody doesn't really seem to want to trade, for lost trust man. in japan business. come lacerant future..."

Kartun ini ramai mendapat tanggapan netizen.

"Cecebong Baper, lgsg sensi lagi. Wkwkwk,"komen @MJLesmana.

"It was also a reference to imported toys scandal in our country. Shamefulll," ujar @nafiskabsmg.

"Ternyata bapak itu tidak saja kehilangan kepercayaan rakyatnya sendiri tapi juga bangsa lain. #Pemimpin tidak amanah," komen @KartaJaya9.

It's hard to get back the trust once you loose it. in japan business setting.
Nobody doesn't really seem to want to trade, for lost trust man. in japan business.
come lacerant future...
(例example:TOSHIBA SHARP MITSUBISHI MOTERS)decay pic.twitter.com/T1vPCJT5N8

— Onan Hiroshi (@hiroshionan) 11 Maret 2018


Ternyata bapak itu tidak saja kehilangan kepercayaan rakyatnya sendiri tapi juga bangsa lain.#Pemimpin tidak amanah https://t.co/w4vr48LHms

— Karta (@KartaJaya9) 12 Maret 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Republik Hoax; Dusta untuk Berkuasa

Republik Hoax; Dusta untuk Berkuasa


Oleh: Rohandi Awahwah

10Berita, Tersebutlah sebuah negeri yang jauh dimata (namun dekat dihati), yang penduduknya hidup dalam kungkungan rezim anti agama (baca: Islam) serta memiliki pemimpin yang kegemarannya memproduksi hoax (berita bohong kedustaan, dll), negeri tersebut lebih layak dengan sebutan “Republik Hoax”.

Berbagai dan bermacam berita hoax senantiasa diproduksi oleh rezim tersebut. Hampir setiap saat penduduknya disuguhi dagelan kebohongan dan kedustaan yang menjadi-jadi demi meraih simpati dan dukungan (suara) rakyatnya agar rezim dapat kembali berkuasa kemudian mengulangi kejahatannya untuk yang kesekian kali.

Bagi masyarakat yang “mau berfikir” akan sistem/ aturan kehidupan (sistem pemerintahan, misalnya) tentunya mereka tidak akan heran jika senantiasa merasakan kejahatan terstruktural yang dilakukan oleh penguasa. Mengapa? Karena sistem kehidupan di Republik Hoax dan dunia saat ini memang menjamin penguasanya untuk melakukan berbagai kriminalitas terhadap rakyatnya sendiri dan untuk menutupi kejahatannya mereka selalu mencari pembenaran bahkan hoax akan mereka produksi demi menutupi kehoaxan yang lainnya.

Masih segar diingatan kita bagaimana rezim menciptakan berita hoax kepada seorang Ulama (baca: berbagai Ulama) dan hingga kini berita bohong tersebut senantiasa dijadikan alasan untuk menangkap Ulama tersebut yang kini semakin dicintai oleh umat.

Masih dikasus yang sama, suasana hoax kembali diciptakan oleh penguasa demi mengeluarkan sebuah Perppu yang dengannya digunakan untuk menggebuk organisasi Islam bahkan kemudian rezim mencabut BHP organisasi tersebut demi melampiaskan balas dendam politiknya lantaran “jago” mereka tumbang dalam pilkada.

Bahkan disaat Organisasi Islam tersebut menggugat Pemerintah di persidangan PTUN, pihak pemerintah sebagai pihak tergugat melalui kuasa hukumnya, saksi fakta dan ahli yang dihadirkan kerap kali membangun narasi hoax demi membangun opini agar masyarakat dan hakim meyakini hoax yang dibangun oleh pemerintah. Ya Allah, tumbangkanlah rezim ini, permalukan mereka dihadapan seluruh makhlukMu di dunia ini dan akhiratMu kelak. Aamiin.

Fakta lain, munculnya fenomena “orang gila” yang menganiaya beberapa ulama diberbagai daerah pun tentunya muncul oleh karena hoax yang diciptakan penguasa.

Angka-angka statistis, misalnya: kemiskinan, pengangguran, export-impor, jumlah tenaga kerja, pendapatan negara, angka kepuasan terhadap kinerja penguasa, berbagai survey yang mendukung elektabilitas penguasa, dll yang terkesan “baik-baik saja atau bahkan “positif” menurut berbagai sumber yang lebih valid, semuanya adalah hoax yang diciptakan.

Bagi rezim tahun 2018-2019 adalah tahun yang lebih tepat untuk menciptakan hoax demi meraih kembali kekuasan karena ditahun tersebut ada pesta politik yang selalu menghabur-hamburkan uang rakyat demi mencari penguasa yang akan kembali memproduksi hoax.

Rezim berganti rezim, pemimpin berganti pemimpin semuanya demi kekuasaan dan penjajahan, itulah yang senantiasa terjadi dan begitulah jalannya kehidupan di Republik Hoax”.

Wahai rakyat Republik Hoax masih sudikah Anda “hidup dalam kehoaxan”? Masih sudikah Anda memilih para pemimpin hoax yang kemudian mereka akan menjajah Anda kembali? Tidak tergerakah pikiran Anda untuk merubah sistem kehidupan yang rusak ini? Jika Anda masih belum menyadarinya, merenung, berfikir dan beristighfarlah sebelum tidur. Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, menyadarkan kita dan menggerakan kita untuk kembali kepada perintahNya. Aamiin.

Sebagai penutup marilah kita renungkan hadits Rasulullah SAW:

“Di akhir zaman kelak akan datang tahun-tahun penuh dengan tipu daya, pendusta dipercaya sementara yang jujur didustakan.”

Sabda Rasul SAW yang lain:

“Jika suatu urusan diurus oleh yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya.” []

[Kertosari, Lampung Selatan, 11 Maret 2018]

Sumber: Mediasiar

Kajian "Anti-Narkoba & Gaul Bebas" Malah Dihalangi, Ustadz Felix Siauw: Ada Apa Kepolisian?

Kajian "Anti-Narkoba & Gaul Bebas" Malah Dihalangi, Ustadz Felix Siauw: Ada Apa Kepolisian?


Ada Apa Kepolisian?

Oleh: Ustadz Felix Siauw*

Kemarin (Ahad, 11/3/2018), saya dijadwalkan memberi kajian di Sumedang, Jawa Barat. Jadwal ini sudah sedari tahun yang lepas, kajiannya pun untuk anak-anak generasi muda.

Tema kajiannya tentang "Muda, Mulia, Dirindu Surga", sub-tema yang diberikan bagi saya tentang pemuda di masa Islam, sedang pembicara yang lain membahas anti-Narkoba.

Seingat saya 4 kali panitia mengabarkan kepada saya tentang pergantian tempat, yang terakhir saya menanyakan pada mereka, apakah ada permasalahan?

Lantas mereka menjawab, "Pihak yang menyewakan gedung didatangi oleh kepolisan". Saya tidak terlalu jelas maksudnya, mungkin kepolisian yang meminta dibatalkan.

Jadilah acara itu dilaksanakan di sebuah Masjid yang cukup jauh dari kota Sumedang, informasi lanjutan, itupun pihak intel kepolisian tetap memberikan tekanan.

Alhamdulillah pemuda-pemuda Sumedang tetap antusias untuk menghadiri kajian walau tempat berpindah cukup jauh, ratusan dari mereka tak beranjak hingga acara usai.

Di acara-acara kegiatan kajian saya yang lain, tak jarang pula saya mendengar dan mengalami langsung, pihak kepolisian senantiasa mempersulit kegiatan kajian.

Alasannya, "menjaga ketertiban, demi keamanan ustadz sendiri, atau, kami hanya menjaga agar situasi tetap kondusif". Apapun alasannya, banyak kajian yang dibatalkan.

Ada juga Masjid dan kantor yang dijadwalkan saya memberi kajian juga memberikan alasan yang sama, mereka dihubungi oleh pihak kepolisian, agar dibatalkan kajiannya.

Sekarang saya bertanya-tanya, apa alasan kepolisian berbuat begitu? Mengapa malah menyebar fitnah tanpa tabayun dan kroscek pada saya secara pribadi?

Masalahnya muncul anggapan di masyarakat, bahwa polri sekarang sudah tidak netral terutama pada Muslim, padahal mereka juga Muslim, dan acaranya pun kajian.

Saya tidak ingin mempercayai hal ini, tapi kejadiannya terus berulang. Terlalu banyak contoh yang menunjukkan hal ini, sampai kapan kepolisian ingin begini?

Pernah, acara mualaf yang ingin belajar shalat dan baca Al-Quran digagalkan, sekarang kajian anti-narkoba dan gaul bebas pun dipermasalahkan, ada apa ini?

cc Divisi Humas Polri

12-03-2018

___
*Sumber: dari fb Ustadz Felix Siauw
Link: https://www.facebook.com/UstadzFelixSiauw/posts/10155921271521351

Sumber : PORTAL ISLAM