OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Sabtu, 17 Maret 2018

Ada Kegamangan Liberalisme dalam Kasus Pelarangan Cadar

Ada Kegamangan Liberalisme dalam Kasus Pelarangan Cadar


10Berita, Jakarta – Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menyayangkan adanya pelarangan cadar di kampus. Sebab, seharusnya kampus menjadi tempat beradu gagasan dan argumen, bukan represifitas.

“Kampus itu kan universitas, dan universitas itu artinya ada universalitas di situ. Kalu kemudian kita kehilangan nalar universalitas maka ini bukan universitas. Karena universitas adalah tempat pertarungan ide, pertarungan gagasan, bahkan ideologi,” katanya saat ditemui Kiblat.net pada Jumat (16/03/2018).

Terkait larangan cadar di kalangan kampus, Dahnil mengatakan yang seharusnya dilakukan adalah proses dialektika. “Jadi kalau tidak bersepakat dengan cadar, yang dilakukan adalah berdebat, berdialog, ada proses dialektika. Kalau kampus tidak terbiasa dengan cadar kuncinya bukan represifisme, tapi dialog,” tegasnya.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa, itu menegaskan bahwa cadar adalah hal yang sifatnya furu’iyah. Sehingga, boleh ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Menurutnya, hal itu seharusnya menjadi perhatian pihak kampus.

Dahnil kemudian menjelaskan pandangan Muhammadiyah terkait cadar. Dia menjelaskan pemahaman fikih di kalangan Muhammadiyah tidak bersepakat dengan cadar. Tapi organisasi Islam terbesar di Indonesia itu tidak akan melarang kelompok yang punya keyakinan bahwa cadar itu wajib.

Anin, sapaan akrab Dahnil, menyebutkan bahwa pelarangan cadar di kampus adalah bukti kegamangan para penganut liberalisme. Hal itu justeru menunjukkan orang tersebut yang tidak liberal.

“Ada kegamangan liberalisme. Kok ngakuliberal tapi kemudian kehilangan nalar liberal. Ini saya pikir jadi masalah,” tandasnya.

Sumber :Kiblat.

Keutamaan Bulan Rajab dan Amalan Para Ulama

Keutamaan Bulan Rajab dan Amalan Para Ulama

10Berita, Rajab berasal dari kata tarjib yang artinya menghormat, demikian penjelasan Ibnu Katsir rahimahullan dalam tafsirnya. Dari namanya saja dapat diketahui bahwa Rajab adalah bulan yang layak dihormati dan dimuliakan.

Mengapa Rajab menjadi bulan yang terhormat? Setidaknya ada tiga keutamaan bulan tersebut.

Bulan Haram

Rajab merupakan salah satu bulan dari empat bulan haram (arba’atun hurum). Oleh karena itu, Rajab menjadi salah satu bulan istimewa dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengenai keutamaan bulan haram ini:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah itu ada 12 bulan. Seluruhnya dalam ketetapan Allah di hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara (12 bulan) itu terdapat empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu…” (QS. At Taubah : 36)

Ketika menjelaskan tafsir Surat At Taubah ayat 36 ini, Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan bahwa sanksi berbuat dosa di bulan-bulan haram jauh lebih berat dibandingkan bulan-bulan lainnya, selain bulan suci Ramadhan. Sebaliknya, amal shalih di bulan-bulan haram pahalanya lebih besar dibandingkan di bulan lainnya, kecuali Ramadhan.

“Sesungguhnya mengerjakan perbuatan zalim di bulan-bulan haram, maka dosa dan sanksinya jauh lebih besar dibandingkan melakukan perbuatan zalim di bulan-bulan lainnya,” kata Ibnu Abbas yang dikutip Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

“Amal shalih di bulan haram pahalanya lebih besar, dan kezaliman di bulan ini dosanya juga lebih besar dibanding di bulan-bulan lainnya, kendati kezaliman di setiap keadaan tetap besar dosanya.”

Ketika menjelaskan ayat ini dalam Tafsir Al Azhar, Buya Hamka menegaskan bahwa bulan Rajab adalah bulan yang dihormati.

“Enam bulan selepas haji itu, yaitu pada bulan Rajab dijadikan lagi bulan yang dihormati, hentikan berperang, hilangkan dendam kesumat, supaya dapat pula mengerjakan umrah di bulan suci itu,” terang Buya Hamka. “Sampai ke zaman kita sekarang ini buat seluruh Tanah Arab, dipandang bahwa bulan Rajab adalah bulan ziarah besar, mengerjakan umrah, dan penduduk Makkah sendiri mengadakan ziarah besar ke makam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di Madinah.

Bulan yang Dekat dengan Ramadhan

Rajab merupakan bulan yang dekat dengan Ramadhan. Antara Rajab dan Ramadhan hanya dipisahkan dengan Sya’ban. Masuknya bulan Rajab, oleh sebagian ulama dijadikan momentum untuk menyambut bulan Ramadhan dengan segenap persiapan terutama ruhiyah.

Banyak ulama terdahulu yang mempersiapkan diri menyambut Ramadhan sejak bulan Rajab. Karenanya mereka berdoa:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan”

Doa itu juga tercantum dalam riwayat Al-Baihaqi dan Thabrani, tapi derajatnya dhaif menurut Syaikh Al Albani. Namun, ada juga doa sejenis dengan matan berbeda dalam riwayat Ahmad.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan” (HR. Ahmad)

Jika sebuah hadits diketahui dhaif, tidak boleh diyakini sebagai sabda Rasulullah. Namun, boleh saja berdoa dengan doa dalam berbagai bahasa. Dan banyak ulama yang membaca doa tersebut. Sebagai permohonan kepada Allah agar diberkahi di bulan Rajab, Sya’ban dan dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

Bulan Isra’ Mi’raj

Banyak ulama yang menyakini bahwa isra’ mi’raj terjadi pada tanggal 27 Rajab. Khususnya para ulama di Indonesia sehingga 27 Rajab ditetapkan sebagai hari libur isra’ mi’raj Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Isra’ Mi’raj adalah perjalanan luar biasa yang dialami Rasulullah hanya semalam, bahkan kurang, dengan menempuh perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu naik ke Sidratul Muntaha.

Melalui isra’ mi’raj, Rasulullah mendapatkan perintah shalat lima waktu. Jika perintah yang lain diturunkan kepada Rasulullah melalui malaikat Jibril, khusus untuk shalat lima waktu ini, Rasulullah ‘dipanggil’ langsung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Lalu apa saja amalan para ulama di bulan Rajab?

Doa Menyambut Ramadhan

Seperti telah dijelaskan di atas, banyak ulama yang mengamalkan doa memohon dipertemukan bulan Ramadhan. Doa ini dipanjatkan mulai bulan Rajab hingga akhir Sya’ban.

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan” (HR. Baihaqi dan Thabrani)

Derajat hadits tersebut dhaif menurut Syaikh Al Albani. Namun, ada juga doa sejenis dengan matan berbeda dalam riwayat Ahmad.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan” (HR. Ahmad)

Amalan Umum

Amalan-amalan umum yang hukumnya sunnah tetaplah sunnah di bulan Rajab. Sehingga shalat sunnah mulai shalat sunnah rawatib, sholat tahajud, sholat witir, sholat dhuha dan lain-lain tetap sunnah di bulan Rajab. Demikian pula puasa sunnah seperti puasa Senin Kamis, ayamul bidh maupun puasa Daud. Bahkan, amalan-amalan sunnah itu pahalanya lebih besar di bulan Rajab yang merupakan bulan haram.

“Amal shalih di bulan haram pahalanya lebih besar, dan kezaliman di bulan ini dosanya juga lebih besar dibanding di bulan-bulan lainnya, kendati kezaliman di setiap keadaan tetap besar dosanya,” kata Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu seperti dikutip Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

Amalan Khusus

Ada pun amalan khusus di bulan Rajab, mulai dari mandi awal bulan rajab, puasa rajab, dan umrah rajab, tidak ada dalil yang kuat.

1. Mandi Awal Bulan Rajab

Menjelang bulan Rajab, sering beredar pesan WhatsApp bahwa barangsiapa mandi keramas menyambut bulan Rajab dan berpuasa di dalamnya, maka hatinya tidak akan mati dan dibersihkan hatinya bagaikan bayi serta dapat mengangkat 70 orang yang berdosa di akhir zaman.

Mandi awal bulan Rajab ini tidak ada dalilnya sama sekali. Bahkan hadits dhaif sekalipun, tidak ada. Dan mengenai keutamaannya yang disebut bisa mengangkat 70 orang yang berdosa di akhir zaman, hal itu sangat aneh. Bagaimana jika setelah mandi awal rajab lalu ia meninggal, apakah ia akan bangkit kembali untuk mengangkat 70 orang yang berdosa di akhir zaman?

2. Puasa Rajab

Seperti dijelaskan di atas, puasa sunnah (puasa Senin Kamis, ayyamul bidh, maupun puasa Daud) tetaplah sunnah di bulan Rajab. Bahkan pahalanya semakin banyak, seperti kata Ibnu Abbas. Namun, puasa khusus di bulan Rajab, tidak ada tuntunannya.

Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan, “tidak ada riwayat shahih yang bisa dijadikan dalil tentang keutamaan bulan Rajab, baik bentuknya puasa sebulan penuh atau puasa di tanggal tertentu bulan Rajab atau shalat tahajjud di malam tertentu.” Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/]

Sumber :BersamaDakwah

Habis Cadar Terbitlah Gamis, Dilarang Juga?

Habis Cadar Terbitlah Gamis, Dilarang Juga?


Oleh: Selia

10Berita, Setelah kasus larangan bercadar di IAIN Yogja, yang terbaru muncul lagi larangan memakai jilbab/gamis di IAIN Bukittinggi.

Pertanyaannya, mengapa institusi yang  mengusung nama "Islam" justru menjadi garda terdepan dalam menghadang penerapaan syariat Islam?

Dalam kasus cadar, rektor IAIN Yogja akhirnya mencabut surat pembinaan pada mahasiwa bercadar.  Hal itu terjadi setelah ramai pemberitaan di medsos atas peristiwa ini serta gencarnya penyampaian dalil bahwa cadar juga merupakan pendapat islami, yang berhak dipegang pendapatnya oleh seorang muslimah.

Sepertinya hal yang sama harus gencar pula disuarakan terkait dengan pelarangan jilbab/gamis di IAIN Bukittinggi.  Pihak kampus harus membuka kembali perintah Allah yang gamblang disampaikan dalam QS. Al Ahzab : 59 tentang kewajiban berjilbab. 

"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Selain ayat tersebut ada pula hadits yang menggambarkan bagaimana para muslimah melepaskan gorden-gorden rumah mereka untuk dijadikan gamis saat ayat jilbab ini turun. Atau bagaimana Rasulullah memerintahkan saudaranya meminjamkan gamis kepada wanita yang tak memiliki jilbab saat keluar rumah untuk melaksanakan sholat Id.

"Rosulullah SAW memerintahkan agar kami mengeluarkan wanita yakni hamba-hamba sahaya perempuan, wanita-wanita yang sedang haid, dan para gadis yang sedang dipingit, pada hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.  Wanita-wanita yang sedang haid, mereka memisahkan diri tidak ikut menunaikan shalat, tetapi tetap menyaksikan kebaikan dan (mendengarkan) seruan kepada kaum Muslim.  Aku lantas berkata, " Ya Rosulullah, salah seorang di antara kami tidak memiliki jilbab," Rosulullah pun menjawab, "Hendaklah saudaranya memakaikan jilbabnya kepada wanita itu" (HR. Muslim).

Dari dalil-dalik di atas jelas, bahwa jilbab/gamis terkait dengan hukum syara' yang jelas dalilnya di dalam Islam.

Upaya musuh-musuh Islam mendiskreditkan syariat Islam sangat rapi dan terstruktur.  Terlihat dari larangan melaksanakan syariat terjadi di lembaga yang justru membawa label Islam. Hal ini akan membawa opini bahwa kampus Islam saja tak membolehkan gamis, padahal kampus tersebut dianggap berisi pakar-pakar Islam.  Nyatanya kebijakannya justru ditunggangi oleh musuh-musuh Islam karena bertentangan dengan syariat Islam.

Selayaknyalah kaum muslimin menyadari hal ini.  Bahwa sistem demokrasi yang mengusung kebebasan hanya berlaku selama kebebasan tersebut tak terkait dengan menjalankan syariat Islam secara kaffah. Sementara jika hal tersebut terkait dengan aktifitas menjalankan syariat secara kaffah, maka kebebasan tersebut tak akan dapat dilaksanakan.

Artinya, tak ada kata lain untuk kaum muslimin agar dapat menjalankan syariatnya secara kaffah tanpa halangan kecuali dalam sistem yang memang tepat untuknya. Sistem yang diperintahkan Rosulullah yaitu sistem Khilafah 'ala minhajin nubuwwah. Wallahu'alam. (rf/)

Ilustrasi: Google

Sumber : voa-islam.com

BERULAH LAGI! Buat Karikatur Sindir Habib Rizieq, TEMPO Minta Maaf

BERULAH LAGI! Buat Karikatur Sindir Habib Rizieq, TEMPO Minta Maaf


10Berita,   Sebuah karikatur yang diunggah Majalah TEMPO beberapa minggu yang lalu tiba-tiba menjadi viral di media sosial.

Dalam karikatur tersebut nampak seorang pria bersorban dan berjubah putih sedang duduk berhadapan dengan perempuan berbaju merah.

"Maaf saya tidak jadi pulang," ujar pria bersorban dalam karikatur itu.

"Yang kamu lakukan itu JAHAT," jawab perempuan memakai baju merah.

Setelah diselidiki, tanggal unggahan karikatur tersebut ternyata bertepatan dengan batalnya kepulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

Tak terima dengan kelakuan TEMPO, hari ini, Jumat 16 Maret 2018, ratusan massa FPI dan Alumni 212 menggeruduk  kantor Majalah TEMPO di Jalan Palmerah Barat, Grogol Utara.

Setelah beberapa orang delegasi FPI masuk ke redaksi Majalah Tempo untuk menyampaikan keberatannya atas dugaan pelecehan dan penghinaan terhadap Rizieq Shihab, akhirnya pemimpin redaksi Majalah Tempo, Arif Zulkifli menemui massa FPI.

"Persoalan ini seharusnya diselesaikan di dewan pers. Namun, karena akan memakan waktu berminggu-minggu maka kami akan berikan hak jawab dalam edisi Majalah Tempo berikutnya, pada Senin pekan depan." Demikian kata Arif Zulkifli dari atas mobil komando.

Akan tetapi, tindakan Arif Zulkifli yang tidak meminta maaf kepada massa yang beraksi, hal tersebut memancing emosi dan tuntutan dari massa yang hadir.

Massa FPI meminta agar Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Arif Zulkifli untuk segera menyampaikan permintaan maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi pelecehan dan penghinaan ulama.

Setelah sempat terjadi keributan kecil antara massa FPI dan redaksi Majalah Tempo, akhirnya Arif Zulkifli dengan berat hati menyampaikan permintaan maaf.

"Kerja jurnalistik menyimpan dhoif-nya. Kalau kartun majalah Tempo menimbulkan ketersinggungan kami meminta maaf," kata Arif dari atas mobil komando FPI.

Juru Bicara FPI, Novel Bamukmin menyampaikan bahwa FPIdan umat Islam menunggu permintaan maaf Majalah Tempo secara tertulis dalam edisi berikutnya.

"Jika hari ini kita dengar secara lisan maka Senin pekan depan kita lihat secara tulisan," jelasnya.

FPI berjanji akan mengawasi dan mengawal janji atau kesepakatan permintaan maaf Majalah Tempo secara tertulis.

"Jika diulang jangan salahkan kita karena kita akan tempur sampai titik darah penghabisan," teriak Novel Bamukmin dari atas mobil komando.

Sekitar pukul 16.17 WIB, massa FPI mulai meninggalkan kantor Majalah Tempo.

Sumber :Portal Islam 

Infrastruktur belum Berhasil, malah Serap Tenaga Kerja Anjlok Ratusan Ribu

Infrastruktur belum Berhasil, malah Serap Tenaga Kerja Anjlok Ratusan Ribu


10Berita, JAKARTA - Utang yang menggunung, nilai tukar Rupiah yang lemah, dan infrastruktur yang digembar gemborkan tak kunjung menuai hasilnya membuat anjlok ratusan ribu tenaga kerja. “Yang harus segera disadari adalah utang yang digunakan untuk mengejar pembangunan infrastruktur pun ditunggu tiga tahun belum ada hasilnya.

Bahkan penyerapan tenaga kerja di sektor konstruksi 2016 juga anjlok 230 ribu orang. Jadi harus sangat diakui bahwa perlu adanya evaluasi dari bertambahnya utang yang kurang produktif ini,” demikian partai Gerindra menyebut, Jumat (16/3/2018), di akun Twitter resmi miliknya.


Jika kita ingin menghitung menggunakan kurs Rp13.400, maka menurut Gerindra pemerintah wajib membayar Rp121,9 triliun. Sementara, dengan kurs Rp13.700 menjadi Rp124,6 triliun.

“Ada selisih pembengkakan akibat currency missmatch sebesar Rp2,7 triliun. Kewajiban pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo di 2018 mencapai US$9,1 Miliar yang terbagi menjadi US$5,2 miliar pokok dan US$3,8 Miliar bunga.” (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

Apakah Rakyat Menanggung Utang Negara? Ini Kata Ustaz Somad

Apakah Rakyat Menanggung Utang Negara? Ini Kata Ustaz Somad

Utang Indonesia pada akhir Januari 2018 mencapai Rp 3.958,7 triliun.

10Berita , JAKARTA -- Utang Indonesia berdasarkan data Kementerian Keuangan hingga akhir Februari 2018 mencapai Rp 4.035 triliun. Dengan capaian tersebut, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 29,1 persen. Lantas, jika negara yang berutang apakah rakyat Indonesia juga turut ikut menanggung utang tersebut?

Dalam sebuah tanya jawab usai tausyiah, Ustaz Abdul Somad mendapatkan satu pertanyaan terkait utang negara dari salah satu jamaahnya. "Ustaz, Allah tidak akan memasukan orang ke surga orang yang masih punya tanggungan utang. Bagaimana dengan utang Indonesia yang sangat banyak, yang dipakai untuk kesejahteraan rakyat. Apakah nanti di yaumul akhir akan diminta pertanggungjawaban kepada rakyat Indonesia?" tanya seorang jamaah.

"Iya juga ya. Ngeri-ngeri sedap juga kita ini," jawab Ustaz Somad.

Ustaz berusia 40 tahun itu melanjutkan, "Nanti pas di akhirat, Ustaz Somad status pending. Mudah-mudahan kita diselamatkan Allah subhanahu wa ta'ala. Karena yang dimaksud utang itu adalah utang personal, pribadi. Dalam surah al-Baqarah ayat 282. Satu halaman full(menjelaskan soal utang). "Wahai orang-orang yang beriman! Kalau kalian menjalin transaksi utang piutang untuk waktu yang ditentukan, maka tulislah."

Jika sudah sampai waktunya orang yang berutang untuk membayar, kita bisa menagihnya. "Sampai harinya, tagih! Bayar! Mengapa tak bayar?"

Namun, jika orang yang berutang belum mampu membayar, sebaiknya diberikan keringanan. Bisa berupa waktu. Yang paling bagus, menurut Ustaz Somad, jika orang yang meminjami mensedekahkan uangnya kepada orang berutang. "Kalau kau sedekahkan lebih baik," ucap Ustaz Somad.

Sumber : Republika.co.id

Jumat, 16 Maret 2018

Facebook Tutup Akun Kelompok Anti-Islam Inggris

Facebook Tutup Akun Kelompok Anti-Islam Inggris

10Berita, INGGRIS—Raksasa Media Sosial Facebookdikabarkan telah memblokir akun milik kelompok sayap kanan Britain First beserta para pimpinannya. Pasalnya, kelompok tersebut dikenal gemar mengampanyekan isu anti-imigran dan anti-Islam.

Melansir Anadolu Agency, Kamis (15/3/2018), manajemen Facebook menegaskan bahwa aktivitas akun mereka dianggap memicu permusuhan dan menyebarkan kebencian terhadap kelompok minoritas.

“Konten di halaman Facebook Britain First dan pimpinan partai Paul Golding dan Jayda Fransen telah berulang kali melanggar standar Facebook,” jelas Facebook.

Sebelum ditutup, akun Britain First telah mengumpulkan lebih dari 2 juta orang pengikut.

“Baru-baru ini kami mengirimkan peringatan akhir tertulis, namun mereka terus mempublikasikan konten yang tidak sesuai standar kami. Sesuai dengan kebijakan kami, kami telah menghapus halaman resmi Facebook milik Britain First beserta kedua pemimpinnya,” tambah Facebook.

Walikota London Sadiq Khan juga berkomentar soal keputusan Facebook tersebut.

“Britain First adalah kelompok penyebar kebencian yang tujuan utamanya ingin memecah-belah. Niat mereka untuk menghasut masyarakat melalui media sosial adalah perbuatan tercela. Saya menyambut baik keputusan Facebook.”

Sebelumnya pada Desember 2017, Twitter juga telah memblokir akun Britain First beserta pimpinannya karena melanggar standar Twitter.

Awal bulan ini, Golding dan Fransen ditangkap kemudian dipenjara setelah dinyatakan bersalah karena melakukan kejahatan kebencian. []

SUMBER: Anadolu,  Islampos.

GNPF Ulama : Umat Inginkan Capres Selain Jokowi

GNPF Ulama : Umat Inginkan Capres Selain Jokowi

10Berita, Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Muhammad Martak mengklaim umat Islam menginginkan calon presiden selain Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilu 2019.

“Umat Islam berharap muncul calon-calon lain. Calon alternatif seperti Pak Prabowo [Ketua Gerindra, Prabowo Subianto] dan lain sebagainya,” kata dia, usai konferensi pers di Jakarta, Senin (12/3) kemarin.

Yusuf mengatakan GPNF Ulama bakal mengakomodasi nama-nama yang disukai umat Islam untuk menjadi capres. Demi menampung aspirasi dari umat Islam, GNPF Ulama bakal menghelat Kongres Umat Islam pada April mendatang.

Nantinya, sambung dia, Kongres Umat Islam akan melakukan musyawarah untuk menentukan calon presiden yang akan didukung sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi umat.

“Kami ingin mengedukasi umat di tahun politik ini terutama terkait perhelatan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 agar umat memahami dan menentukan calon pemimpin yang layak dipilih sesuai rekam jejak yang bersih dan kompetensinya,” tutur Yusuf.

Soal nama, Yusuf mengatakan telah ada beberapa sosok yang dinilai memiliki elektabilitas cukup tinggi untuk menyaingi Jokowi tahun depan. Beberapa di antaranya adalah mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Namun, dia mengklaim sejauh ini GNPF Ulama belum mendiskusikan nama-nama calon presiden yang akan menjadi topik utama pembahasan dalam Kongres Umat Islam. Terlebih kedua tokoh tersebut juga belum mendeklarasikan diri sebagai calon presiden secara resmi.

“Memang kita dengar Pak Gatot mau maju, Pak Anies juga, tapi belum sampai ke situ. Belum ada nama yang akan didukung. Nanti kita konsolidasi di bulan April,” katanya.

“Yang pasti umat Islam menunggu. Setelah mulai keluar calon barulah mereka menentukan calon presidennya,” lanjut Yusuf.

GNPF Ulama sendiri merupakan kelanjutan dari GNPF Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berganti nama. Susunan kepengurusan pun telah berganti.

Dalam GNPF MUI, Ketua Umum dijabat Bachtiar Nasir. Kini dalam GNPF Ulama, kepemimpinan dipegang Yusuf Muhammad Martak sebagai Ketua Umum. Sementara Posisi sekjen kini dijabat Muhammad Al-Khathath yang menggantikan Munarman.

Sementara itu, untuk Ketua Dewan Pembina diduduki Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, yang hingga kini masih di Mekah, Arab Saudi. 

Sumber: CNN, Dakwah Media

FPI: Karikatur Tempo Hina Ulama dan Cucu Rasulullah

FPI: Karikatur Tempo Hina Ulama dan Cucu Rasulullah

10Berita, Massa dari organisasi masyarakat Front Pembela Islam, akhirnya tiba di Kantor Tempo di Jalan Palmerah Barat, Nomor 8, Jakarta Selatan, untuk berunjuk rasa atas kemunculan kartun yang dinilai telah melecehkan imam besar FPI, Habib Rizieq Shihab.

Pantauan VIVA, massa FPI tiba di depan Kantor Tempo, sejak pukul 14.05 WIB, Jumat, 16 Maret 2018. Mereka datang dengan berbagai jenis kendaraan. Dari atas mobil komando, seorang orator tak henti-henti meneriakkan kalimat-kalimat yang intinya menuntut Tempo untuk meminta maaf atas penerbitan kartun tersebut.

“Hari ini siang ini tuntutan kita adalah mereka minta maaf atas karikatur yang melecehkan ulama, melecehkan cucu rasulullah,” kata orator.

Masa FPI meminta redaksi majalah Tempo untuk segera mengakui kesalahannya. Masa berjanji akan menyelesaikan aksi ini dengan segera setelah Tempo meminta maaf

“Kalau mereka sudah minta maaf, mereka berjanji enggak ulangi lagi, kita semua akan selesaikan aksi ini,” ujarnya.

Meski nantinya Tempo meminta maaf, FPI mengaku tetap akan memantau semua konten berita yang diterbitkan Tempo.

“Kita pantau mereka ke depannya. Kita awasi mereka ke depan. Mengulangi lagi atau tidak, menghina ulama lagi atau tidak, kalau mengulangi lagi, kita tak akan segan-segan menghancurkan gedung di depan,” ujarnya.

Sebelumnya Pemimpin Redaksi Tempo Arif Zulkifli yakin, karikatur yang dimuat di majalah Tempo adalah benar dan tidak menyinggung siapa pun. Sebab, menurut Arif, tidak ada satu atribut pun yang menyinggung atau membawa-bawa nama pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab.

“Kami tidak menampilkan muka, atau tulisan apa pun sama sekali. Itu hanya gambar saja,” ujar Arif.

Sebelumnya diberitakan, ormas Front Pembela Islam (FPI) akan mendatangi kantor Tempo di Jalan Palmerah Barat Nomor 8 Jakarta Selatan. Aksi ini dilakukan menuntut klarifikasi dari Tempo terkait karikatur yang dianggap menyinggung ulama FPI.

Kartun karya Tempo yang membuat FPI tersinggung itu adalah kartun yang terbit di majalah Tempo, edisi 26 Februari 2018.

Berdasarkan penelusuran VIVA, kartun itu juga pernah di unggah Tempo melalui akun Twitter, pada 28 Februari 2018. Pada kartun tertulis bahwa kartun ini hasil karya karyawan Tempo, bernama Yuyun Nurrachman.

Jika dilihat secara seksama, sebenarnya tak ada satu kata pun yang tertulis di kartun menyinggung nama Habib Rizieq dan juga FPI.

Pada kartun hanya terlihat gambar seorang pria berjubah putih sedang berbincang dengan seorang wanita berambut panjang yang memakai baju tanpa lengan.

Digambarkan, keduanya sedang duduk berdua di kursi dengan meja kotak di tengah mereka berdua.

Memang wajah pria di kartun tak terlihat jelas. Sebab digambarkan pria itu duduk dalam posisi membelakangi layar depan kartun. Wajah wanita di kartun juga tidak memiliki kemiripan dengan orang tertentu di FPI.

Kartun itu bergambar seorang pria berjubah putih sedang duduk berdua dengan seorang wanita. Pada kartun itu, pria berjubah itu dituliskan mengucapkan ‘Maaf… Saya tidak jadi PULANG’. Dan wanita itu menjawabnya, ‘yang kamu lakukan itu JAHAT’.

Sumber: Viva


BUKAN HOAX! Tsamara Akhirnya Akui Cuitan Lawas Soal Megawati dan PDI P

BUKAN HOAX! Tsamara Akhirnya Akui Cuitan Lawas Soal Megawati dan PDI P


10Berita,  Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany akhirnya angkat suara dan mengakui cuitan-cuitan lawasnya tentang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang beredar di twitter.

Tsamara mengakui tulisan tersebut kicauannya di Twitter. Saat menulis itu, Tsamara menyebut dirinya masih berusia 18 tahun, ditulis tanpa pertimbangan rasional dan belum mempunyai afiliasi politik apapun.

"Ini sebenarnya tweet lama yang dilontarkan anak 18 tahun, baru bikin twitter, menggebu soal politik dan belum tahu apapun. Tweet-nya hanya didasari pertimbangan emosional," ujar Tsamara, Jumat, 16 Maret 2018, seperti dikutip CNN.

Cuitan-cuitan lawas Tsamara tersebut didokumentasikan warganet dan viral di media sosial.
Menanggapi pengakuan Tsamara, warganet memberikan respon.

Nah...diakuin begini kan lbh baik dek @TsamaraDKI , jd jgn blg hoax. dan publik bukan membenturkan psi sm pdip, cm mengingatkan klo jejak digital itu kejam dek 😃https://t.co/drCmBDRXFs

— P3NI (@AsriPeni3) March 16, 2018

sesal kemudian!
masih ada guna semoga
ayo dek @TsamaraDKI kritik lagi tapi jangan mencela lho yach

— Ki Grinsing (@KiGrinsing) March 16, 2018

— rofi (@rofihehehe) March 16, 2018

— Wijaya (@shiwie6) March 16, 2018

Bruakakakakkkkkk akhirnya keluar jga omongan nya....@TsamaraDKI berarti itu hoax kan?hayooo ngaku manis...hahahahha

— #ranger white (@KJayasantana) March 16, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM