OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Sabtu, 17 Maret 2018

Ketika Pedang Allah Hantarkan Musuhnya kepada Hidayah

Ketika Pedang Allah Hantarkan Musuhnya kepada Hidayah

10Berita, GEORGE BIN TODZIRA adalah panglima pasukan Bizantium. Di perang Yarmuk, ia memimpin pasukan Roma, berperang menghadapi umat Islam yang dipimpin oleh Khalid bin al-Walid radhiallahu ‘anhu.

Sebelum pertempuran terjadi, ada  kejadian yang menarik. George berdialog dengan Khalid.

Melalui dialog itu, Khalid bin al-Walid dan para sahabat Nabi memberikan teladan bahwa berangkat ke medan perang bukanlah semata-mata untuk membunuh orang, tapi tujuan utamanya adalah memberikan hidayah.

Ketika pasukan tengah bertemu, George memanggil Pedang Allah, Khalid bin al-Walid. Khalid pun keluar dari pasukan, dan Abu Ubaidah menggantikan kedudukannya. Di tengah ribuan pasukan, kedua-dua panglima perang itu berdiri berhadap-hadapan. Hingga leher tunggangan mereka bertautan.

“Wahai Khalid, jawablah pertanyaanku dengan jujur. Jangan berbohong, karena orang yang merdeka tidak pantas berbohong. Jangan pula kau tipu aku, karena orang yang mulia tidak akan menipu.” Kata George. Kemudian, ia bertanya, “Apakah Allah menurunkan pedang dari langit kepada Nabi kalian, lalu ia memberikannya kepadamu? Kemudian tidaklah pedang itu berjumpa dengan suatu kaum, kecuali ia berjaya mengalahkannya?”

“Tidak,” jawab Khalid singkat.

“Lalu mengapa engkau disebut dengan saifullah (Pedang Allah)?” Tanya George lagi.

Khalid menjawab, “Sesungguhnya Allah ﷻ mengutus Nabi-Nya ke tengah-tengah kami. Ia berdakwah kepada kami, namun kami semua lari tak mengendahkannya. Lalu sebagian kami ada yang membenarkan dakwahnya dan mengikutinya. Sementara yang lain menjauhi dan mendustakannya. Aku termasuk orang yang menjauhi, mendustakan, dan memeranginya. Setelah itu, Allah memberi hidayah kepada kami. Kami pun mengikuti ajarannya. Ia berkata kepadaku, ‘Engkau adalah pedang di antara pedang-pedang Allah yang ia hunuskan kepada orang-orang musyrik. Ia mendoakanku dengan kemenangan.Lalu melaqobiku dengan saifullah. Dari situlah, aku menjadi orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang musyrik.”

“Engkau telah jujur ​​kepadaku,” kata George.

Lalu ia kembali bertanya kepada Khalid, “Wahai Khalid, beri tahu aku, apa ingin engkau serukan padaku?”

“Kepada persaksian bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Dan meyakini bahawa apa yang ada padanya (wahyu) adalah dari sisi Allah,”  ungkap Khalid.

“Bagaimana jika orang tidak menerima seruan kalian itu?” Tanya George.

“Jizyah memastikan mereka,” jawab Khliad.

“Bagaimana kalau mereka tidak mau menyerahkannya (jizyah)?” tanya George.

“Kami perangi mereka,” jawab Khalid

“Bagaimana kedudukan orang-orang yang menerima seruan kalian?” Tanya George.

“Kedudukan kami sama (setara) dalam kewajiban-kewajiban yang Allah perintahkan kepada kami. Baik orang yang mulia atau orang biasa. Baik yang awal (memeluk Islam) dan yang terakhir,” jawab Khalid.

George kembali mengajukan pertanyaan, “Adakah orang yang hari ini memeluk Islam wahai khalid- sama pahala dan ganjarannya?”

“Iya, bahkan boleh jadi lebih utama,” jawab Khalid.

Dengan nada heran, George kembali bertanya, “Bagaimana bisa ia sama dengan kalian, padahal kalian lebih dulu memeluk Islam?”

“Kami memeluk Islam dan berbaiat kepada nabi kami, di saat kami menjumpainya. Datang padanya kabar-kabar tentang kitab-kitab, lalu ia memperlihatkan tanda-tanda (kebesaran Allah) pada kami. Orang yang melihat apa yang kami lihat dan mendengar apa yang kami dengar membenarkannya, berislam, dan membaiatnya. Adapun kalian, kalian belum pernah menjumpai apa yang kami jumpai. Belum pernah mendengar apa yang kami dengar berupa mukjizat dan hujjah. Kalau kalian memeluk Islam dengan tulus dan sebenar-benarnya. Tentu lebih baik daripada kami.” jawab Khalid meluruskan pemikiran George.

“Demi Allah, apakah engkau berkata jujur, tidak hendak menipuku, dan tidak berpura-pura padaku?” Tanya George berusaha mendapatkan jawapan yang pasti.

Khalid menjwab, “Demi Allah, aku telah berucap jujur ​​padamu. Aku tidak berkepentingan apa-apa  padamu atau salah seorang dari kalian.Sesungguhnya Allah menjadi saksi atas apa yang engkau tanyakan padaku. ”

George berkata, “Engkau telah jujur ​​padaku.”

Pada masa itu, George yang masih dalam persiapan berperang pun menjadi luluh tatkala mendengar penjelasan dan seruan Khalid bin al-Walid radhiallahu ‘anhu. Hatinya bergetar dan cenderung kepada Khalid. Kemudian, di tengah medan perang dan posisi siap berperang, George mengucapkan perkataan yang mengejutkan.

“Ajarkanlah aku tentang Islam,”  pintanya.

Keluar dari Bizantium dengan permusuhan yang memuncak dan memimpin pasukan untuk memerangi Islam dan kaum muslimin, ternyata saat itulah hidayah datang kepada George bin Todzira.

Ia berdiri di sebelah Khalid untuk memerangi tentera Byzantine. Dalam perang itu ia menderita luka parah dan menemui syahidnya di medan Yarmuk. Setelah berislam, ia hanya satu kali melakukan solat, dan sujud dalam dua rakaat. Kemudian ia gugur di medan jihad. []

SUMBER: KISAH HIKAYAT GEORGE TODZIRA KSATRIA MUSLIM DARI KERAJAAN ROMAWI (PDF)| MUHAM SAKURA DRAGON, Islampos.

Papua Darurat Toleransi, Gereja-gereja di Jayapura Persoalkan Azan, Busana Keagamaan, dan Menara Masjid

Papua Darurat Toleransi, Gereja-gereja di Jayapura Persoalkan Azan, Busana Keagamaan, dan Menara Masjid


10Berita, Beredar informasi tertulis dari Persekutuan Gereja-Gereja di Kabupaten Jayapura (PGGJ) yang meminta dihentikannya pembangunan sebuah masjid di kabupaten tersebut.

Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa masjid yang dimaksud adalah Masjid Al-Aqsha yang kini tengah dibangun. Surat itu ditujukan kepada pihak pemerintah dan ditandatangani oleh 15 pendeta dari Gereja-Gereja di Jayapura.

Dalam suratnya mereka tidak meminta pembangunan masjid untuk sepenuhnya dihentikan, namun mereka hanya meminta tinggi masjid yang dibangun harus disesuaikan dengan tinggi gereja sekitar.

Berdasarkan konfirmasi Kumparan kepada Pendeta Robbi Depondoye, Ketua Persekutuan Gereja di Jayapura, informasi tersebut benar adanya.
.
“Iya itu benar dari Persekutuan Gereja-Gereja di Kabupaten Jayapura,” kata Depondoye, Jum’at (16/3/2018)

Pendeta Depondoye mengatakan bahwa agama Kristen merupakan yang pertama datang ke tanah Papua, tepatnya sejak tahun 1916. Kemudian disusul dengan masuknya pemerintah dan agama lain ke Papua. Dengan demikian, sebagai yang pertama masuk sudah seharusnya agama lain menghormati.
.
“Kami tidak melarang, hanya untuk pembangunan Masjid Al-Aqsha ini tolonglah tingginya tidak melebihi bangunan gereja di sekitarnya. Sejajar saja dengan gereja,” lanjutnya.

Menurut Pendeta Depondoye, rancangan bangunan masjid kini untuk tinggi menaranya saja sudah melebihi tinggi dari gereja sekitar.
.
“Di rancangan pembangunannya itu sudah melebihi, menaranya itu sekarang sudah sekitar 30-an meter lebih,” ujarnya.

Menurut Pdt. Depondoye, pembuatan surat edaran itu bertujuan untuk menyampaikan keresahan masyarakat Kristen di Papua. Selain masalah pembangunan Masjid Al-Aqsha, dalam surat itu pun Persekutuan Gereja meminta setiap pembangunan fasilitas ibadah harus ada pemberitahuan kepada pihak gereja.
.
Pernyataan itu disampaikan oleh lebih dari 25 orang yang merupakan perwakilan dari gereja-gereja di Jayapura. Dalam surat edaran itu pun tertulis bahwa mereka memberi waktu kepada pihak terkait untuk merespons paling lambat 14 hari setelah pernyataan sikap. (kumparan.com)

Berikut surat edaran dari Persekutuan Gereja di Jayapura :

Sumber :Dakwah media 

Masjid Dibakar, Muslim di Berlin Shalat Jumat di Jalan

Masjid Dibakar, Muslim di Berlin Shalat Jumat di Jalan

27 masjid di Jerman telah ditargetkan dalam serangan tiga bulan terakhir.

10Berita , BERLIN -- Umat Muslim di Distrik Reinickendorf, Berlin, Jerman, melaksanakan shalat Jumat di ruang terbuka di jalanan setelah masjid mereka dibakar pada Ahad (11/3) lalu. Dilansir di Anadolu Agency, Sabtu (17/3), ratusan Muslim dari berbagai komunitas yang berbeda berkumpul melaksanakan shalat dan menyatakan solidaritas mereka terhadap Masjid Koca Sinan.

Masjid tersebut merupakan masjid milik organisasi Muslim Turki DITIB. Pendukung kelompok PKK telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan pembakaran tersebut. Mereka juga melakukan serangkaian serangan lainnya yang menargetkan tempat-tempat ibadah, institusi budaya dan toko-toko dalam beberapa pekan terakhir.

Meski dengan cuaca yang dingin dan turun salju, hampir ratusan umat Muslim melaksanakan shalat Jumat di tempat terbuka di luar masjid tersebut. Imam masjid, Bayram Turk mengatakan gelombang kekerasan baru-baru ini yang menargetkan tempat-tempat ibadah telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan komunitas Muslim.

Karena itu, dia mendesak otoritas Jerman meningkatkan keamanan di masjid-masjid dan institusi Muslim lainnya. Setidaknya 27 masjid di Jerman telah ditargetkan dalam serangan yang terjadi dalam tiga bulan terakhir. Hal itu setelah kelompok PYD/PKK mengancam melakukan tindakan kekerasan sebagai protes melawan operasi kontraterorisme Turki di barat laut Suriah.

Organisasi PKK telah dilarang di Jerman sejak 1993. Namun, kelompok itu masih aktif. Setidaknya 14 ribu pengikutnya masih ada di antara populasi imigran Kurdi di Jerman.

Terlepas dari PYD/PKK, kelompok sayap-kanan dan geng Neo-Nazi juga melaksanakan serangkaian serangan terhadap organisasi migran dan institusi Muslim. Tahun lalu, kementerian dalam negeri Jerman menyatakan sekitar 950 masyarakat Muslim dan institusi Muslim diserang. Setidaknya 33 Muslim terluka dalam serangan-serangan itu. Termasuk, pelecehan terhadap wanita Muslim yang mengenakan jilbab dan serangan terhadap masjid-masjid.

Sumber :Republika.co.id 

Dirut Dharma Jaya Ancam Undurkan Diri, INI Respon Bijak Anies Baswedan

Dirut Dharma Jaya Ancam Undurkan Diri, INI Respon Bijak Anies Baswedan


10Berita,   Gubernur Jakarta Anies Rasyid Baswedan persilahkan Marina Ratna Dwi Kusumajati mundur sebagai Direktur Utama PD Dharma Jaya. Anies tak senang Ratna mengancam.

"Kalau memang pengin mundur, mundur saja lah, nggak usah pakai ancam-ancaman. Mundur saja," ujar Anies seusai menghadiri acara di Gedung Intiland Tower, Jalan Jenderal Sudirman 32, Jakarta Pusat, Jumat 16 Maret 2018.

Ancaman yang dimaksud Anies karena alasan Marina. Dia beralasan keinginannya untuk mundur karena Dharma Jaya tidak diberikan penyertaan modal (PMD) oleh DKI.

Padahal, Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Salahudin Uno pernah berjanji akan memberikan public service obligation (PSO) sebesar Rp41 miliar agar Dharma Jaya punya uang DP untuk membeli daging untuk subsidi.

Hingga Maret 2018 ini, dana yang dijanjikan Sandiaga tak juga cair. Marina kecewa karena terus-menerus ditagih supplier daging ayam.

Jika memang Marina mundur, Anies akan cepat cari pengganti.

"Tidak ada orang yang tidak bisa diganti. Tidak ada orang yang irreplaceable, everyone is replaceable, oke. Mundur boleh, nggak mundur boleh. Silakan, be profesional, jangan kayak anak-anak," kata Anies.

Terkait PSO untuk PD Dharma Jaya yang belum cair, Anies meminta wartawan langsung bertanya ke Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah DKI Jakarta Michael Rolandi.

"Cek ke Pak Michael. Jadilah profesional yang baik, itu saja pesannya," kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini memastikan subsidi daging untuk warga tidak akan bermasalah dengan mundurnya Marina.

Anies kemudian mengumpamakan dengan pemimpin redaksi di suatu media jika mengajukan surat pengunduran diri.

"Kalau pemred ganti terus berhenti gitu beritanya? Nggak lah. Saya mengatakan, jadilah orang profesional dan kami menghargai profesionalisme," kata dia.

Sumber : PORTAL ISLAM

Ulama Texas Syeikh Yusuf Estes Tiba di Jakarta

Ulama Texas Syeikh Yusuf Estes Tiba di Jakarta

Syeikh Yusuf akan memulai safari dakwah di beberapa kota di Tanah Air.

10Berita , JAKARTA -- Ulama internasional asal Texas, Amerika Serikat, Yusuf Estes telah tiba di Jakarta untuk memulai safari dakwah di beberapa kota di Tanah Air.

Pernyataan dari Sahabat Dakwah Internasional (SDI), penyelenggara safari dakwah Syeikh Yusuf Estes, Sabtu (17/3) menyebutkan Yusuf berangkat dari Los Angeles, AS menuju Incheon, Korea Selatan, kemudian transit di Singapura dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.

Kedatangan Syeikh Yusuf Estes di bandara disambut Ketua Sahabat Dakwah Internasional, Bukhari Wahid dan Pembina SDI, Haji Sahir. Syeikh Yusuf Estes mengapresiasi sambutan dan pelayanan yang telah disiapkan penyelenggara safari dakwah di Indonesia.

"Dia bilang ke kita, wah servisnya kelas keluarga kerajaan," kata Bukhari Wahid, seraya menambahkan Yusuf Estes sangat terkesan dengan sambutan dan pelayanan yang diberikan oleh panitia kepadanya.

Kegiatan safari dakwah Yusuf Estes di Indonesia akan dimulai pada 18 Maret 2018 di Masjid Darussalam Kota Wisata, Cibubur selepas shalat subuh, dan dilanjutkan di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat sesudah shalat zuhur.

Selain melakukan safari dakwah di Jakarta, Surabaya (Jawa Timur) dan Balikpapan (Kalimantan Timur), Yusuf Estes juga akan melakukan beberapa pertemuan dengan berbagai pihak di Indonesia seperti ulama dan pejabat pemerintah. Ceramah Syeikh Yusuf Estes yang dijuluki "funny sheikh" atau "syeikh yang lucu" di beberapa tempat terbuka untuk umum, termasuk bagi umat non-Muslim.

Syeikh Yusuf Estes lahir dan dibesarkan di keluarga penganut agama Kristen yang taat. Setelah melakukan pengkajian yang mendalam tentang Islam, mantan pendeta ini memutuskan memeluk Islam dan menjadi pendakwah. Pada 1994-2000, Yusuf Estes menjabat Delegasi Untuk Konferensi Perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Pemimpin Agama, Ulama Pemerintah AS.

Kedatangan Yusuf Estes di Indonesia difasilitasi Sahabat Dakwah Internasional (SDI) yang sebelumnya menghadirkan Zakir Naik dan Mufti Kerajaan Perlis Malaysia Mohd Asri Zainul Arifin (Dr. Maza) yang melakukan ceramah terbuka di beberapa kota di tanah air.

Sumber :Republika.co.id 

Waspada, Asing Pegang Banyak Utang Pemerintah, Rupiah Bisa Bergejolak

Waspada, Asing Pegang Banyak Utang Pemerintah, Rupiah Bisa Bergejolak


10Berita – Besarnya kepemilikan asing dalam komposisi utang pemerintah dikhawatirkan akan memberikan gejolak terhadap nilai tukar rupiah. Sebab, dana tersebut bersifat ‘hit and run’ atau bisa pergi begitu saja dari Indonesia.

Hal tersebut dikemukakan Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual, merespons posisi utang pemerintah per Februari 2018 yang mencapai Rp 4.034,8 triliun, yang mayoritasnya berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).
“Sekarang [kepemilikan asing] sudah turun jadi 39% karena banyak yang keluar mencari dolar AS. Dia akan ganggu stabilitas [nilai tukar],” kata Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual kepada CNBC Indonesia, Jumat (16/3/2018).

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, kepemilikan asing di SBN per 5 Maret mencapai Rp 836,9 triliun atau turun tipis 0,01% dibandingkan posisi awal tahun.

Menurut David, pendalaman pasar finansial melalui penerbitan instrumen investasi lainnya menjadi solusi agar investor asing tidak begitu saja lari dari Indonesia. Dengan instrumen yang lebih variatif, investor bisa memiliki lebih banyak pilihan untuk berinvestasi di Indonesia.

“Minimal mereka tidak keluar, karena ada opsi lain. Jadi jangan hanya SUN [surat utang negara] tapi juga yang lain, seperti obligasi korporasi. Atau bisa diperkenalkan saving bonds yang bersifat holding period,” jelasnya.

Selain itu, upaya mengundang investasi asing di sektor industri berorientasi ekspor bisa menjadi solusi lainnya agar tidak melulu menambah utang. Selain infrastruktur bisa terbangun, hal ini juga bisa menambah devisa.

“Lebih baik pendorongnya FDI [Foreign Direct Investment/ Penanaman Modal Asing] dibandingkan utang luar negeri karena devisa hasil ekspor bisa meningkatkan cadangan devisa. Intinya, mencari horizon investasi jangka panjang, jangan yang hit and run,” katanya.

Sebagai informasi, total utang pemerintah pada akhir Februari 2018 mencapai 29,24% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Saat ini, PDB Indonesia sudah mencapai angka Rp 13.798,91 triliun.

Mengutip data Kementerian Keuangan melalui APBN Kita yang dirilis Maret 2018, total utang pemerintah tercatat sebesar Rp 4.034,80 triliun. Angka tersebut tumbuh 13,46% dari periode yang sama pada tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 3.556,11 triliun.(kl/kfr)

Sumber :Eramuslim 

Soal Longgarnya Aturan TKA, BKSAP Nilai Akan Singkirkan Pekerja Domestik

Soal Longgarnya Aturan TKA, BKSAP Nilai Akan Singkirkan Pekerja Domestik

10Berita , JAKARTA—Wakil Ketua Badan Kerjasama Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Rofi’ Munawar kecewa dengan langkah Pemerintah yang telah memberikan kelonggaran terhadap proses Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk berkerja di Indonesia. Kelonggaran ini termasuk dari segi waktu, administrasi hingga aksestabilitas.

“Dengan regulasi ini, Pemerintah sedang menciptakan surga baru bagi para pekerja asing dan sebaliknya secara sadar perlahan-perlahan akan menyingkirkan pekerja domestik. Alasan bahwa kebijakan ini akan membuka arus investasi dari luar hanya omong kosong dan isapan jempol semata” disampaikan oleh Rofi’ Munawar dalam keterangan pers yang diterima Islampos.com, Jumat (19/3) di Jakarta.

Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri dalam siaran persnya, Rabu (14/3/2018) bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah memangkas proses perizinan administrasi bagi TKA dari semula enam hari menjadi hanya dua hari saja. Mereka juga menghapus syarat rekomendasi dari instansi terkait. Tak cukup sampai disitu, TKA yang semula hanya 1-2 tahun diwajibkan melakukan perpanjangan, kini jadi bebas sesuai jangka waktu perjanjian kontrak kerja.

Lebih ironis lagi, pekerja asing dengan jabatan direksi atau komisaris yang juga pemegang saham tak lagi harus mengantongi Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Bahkan, pekerja asing yang bekerja terkait kondisi emergency dan maintenance, diperbolehkan masuk ke Tanah Air lebih dulu dan baru mengajukan IMTA paling lambat dua hari setelah bekerja.

“Prinsip dasar keberadaan TKA asing harusnya menjadi pelengkap (complementer) dalam mekanisme industrial kita, bukan sebagai pengganti (subtitution) dari pekerja domestik. Mereka ada di Indonesia harusnya mentransfer skill dan knowledge sesuai dengan kebutuhan periode yang telah ditentukan.” Sesalnya.

Legislator asal Jawa Timur ini menambahkan, harusnya Pemerintah punya proposal yang jelas terkait mekanisme investasi yang masuk, termasuk pengelolaan TKA yang hendak berkerja di Indonesia. Kita mencermati berulang kali, dengan mengatasnamakan investasi, Pemerintah memudahkan dan melegalkan banyak hal, yang sejatinya aturan itu memberikan proteksi terhadap kemampuan dalam negeri.

Berdasarkan UU No. 13 tentang Ketenagakerjaan, telah diatur bahwa Tenaga kerja asing dapat dipekerjakan di Indonesia hanya dalam hubungan kerja untuk jabatan dan waktu tertentu, dan mereka harus memiliki standar kompetensi tertentu. Selain itu, harus ada izin tertulis dari menteri atau pejabat yang ditunjuk sebelum memperkerjakan tenaga kerja asing di Indonesia.

Selain itu, menurut Rofi, kebijakan bebas visa juga dapat mempermudah seorang warga negara asing untuk dapat bekerja di Indonesia. “Tahun lalu ada beberapa kasus warga negara asing bekerja disini hanya mengantongi visa kunjungan” ungkapnya.

Jumlah TKA sudah meningkat hampir dua kali lipat di 2017, dari 74.813 orang (2016) ke 126 ribu (2017). sementara jumlah pengangguran absolut terus meningkat dan pengangguran terbuka stagnan di 7 jutaan jiwa

Argumen alih sumberdaya asing ke lokal tidak bisa terus digunakan tanpa kerangka waktu yang jelas. Belum lagi regulasi yang ada membolehkan pemberi kerja mengganti TKA yang habis masa kerjanya dengan yang lain.

“Jika sebelumnya pengawasan dilakukan oleh beberapa instansi, kini pengawasan dilakukan secara terkoordinasi lintas instansi. Saya tidak yakin ini bisa terlaksana dengan baik, ditengah masih tingginya ego sektoral antar instansi. Pemangkasan birokrasi yang terjadi selama ini sesungguhnya semu, karena prinsipnya lebih banyak memotong dan menghilangkan bukan menyederhanakan.” geram Rofi. []

Sumber :  Islampos.

Video Pidato KH Hasan Abdullah Sahal Viral, Ini Tanggapan Ahmad Syaikhu

Video Pidato KH Hasan Abdullah Sahal Viral, Ini Tanggapan Ahmad Syaikhu


Ahmad Syaikhu bersama KH Hasan Abdullah Sahal (Twitter)

10Berita , Video pidato KH Hasan Abdullah sahal viral di media sosial. Video yang mengingatkan bahaya penjajahan di masa kini itu pun mendapat tanggapan dari Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu.

Video itu, menurut Syaikhu, menjadikan masyarakat mewaspadai penjajah dan penjajahan di negeri ini.

“Viral-nya video “Blue Shoes Can’t” Gurunda KH. Hasan Abdullah Sahal sungguh membuat kita perlu mewaspadai Penjajah dan Penjajahan di Negeri kita. Mari sekuat tenaga, kita berjuang memerangi penjajahan di muka bumi sebagaimana amanah Pembukaan UUD 1945. #bersamaulama #JabarAsyik” kata Syaikhu melalui akun Twitter pribadinya, @syaikhu_ahmad, Sabtu (17/3/2018)

Viral-nya video “Blue Shoes Can’t” Gurunda KH. Hasan Abdullah Sahal sungguh membuat kita perlu mewaspadai Penjajah dan Penjajahan di Negeri kita.

Mari sekuat tenaga, kita berjuang memerangi penjajahan di muka bumi sebagaimana amanah Pembukaan UUD 1945.#bersamaulama #JabarAsyikpic.twitter.com/iGIaCPVTlr

— Ahmad Syaikhu (@syaikhu_ahmad) 17 Maret 2018


Seperti diberitakan sebelumnya, dalam video tersebut KH Hasan Abdullah Sahal mengingatkan bahwa pesantren didirikan untuk melawan penjajahan, sehingga seluruh pesantren harus melawan penjajahan yang saat ini sedang dan akan berlangsung.



“Pesantren berdiri berabad-abad untuk membentengi bangsa Indonesia, membentengi umat Islam dari pengaruh-pengaruh kekafiran dan dari pengaruh-pengaruh penjajah dan penjajahan,” kata KH Hasan Abdullah Sahal dalam pidato yang heroik tersebut.

“Maka, kalau ada Kyai, tidak anti penjajah dan penjajahan, itu Kyai palsu. Kalau santri, ada santri tidak anti penjajahan, itu santri palsu. Kalau pesantren tidak anti penjajahan, itu pesantren?” pertanyaan itu dijawab serempak oleh audien: “palsu!”

KH Hasan Abdullah Sahal kemudian mengingatkan bahwa saat ini sedang ada upaya penjajahan.

“Kita ini akan dijajah, Nak. Sedang dijajah dan akan dijajah kembali! Subhanallah. Dengan caranya masing-masing oleh kaum lan tardho,” tandasnya.

Ia juga menyatakan, dirinya datang untuk silaturahim bukan sekedar blusukan. 

“Saya datang ke sini silaturahim, silatul amal, silatul aro, silatul informasi. Bukan silatul sepatu biru gak bisa apa-apa, blue shoe can’t.”

Sumber :Tarbiyah 

Merkel Tolak Pernyataan Islam Bukan Bagian Jerman

Merkel Tolak Pernyataan Islam Bukan Bagian Jerman

Lebih dari empat juta Muslim kini bermukim di Jerman.

10Berita , BERLIN -- Kanselir Jerman Angela Merkel mengambil sikap keras atas pernyataan Menteri Dalam Negeri Jerman yang baru Horst Seehofer yang menggambarkan Islam bukan bagian dari Jerman dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Jumat (16/3). Pernyataan tersebut telah memicu kegaduhan politik setelah dua hari ia memasuki masa jabatan keempatnya.

Saat ditanya oleh media Jerman apakah masuknya migran Muslim dan para pencari suaka ke dalam puncak ekonomi Eropa selama beberapa dekade terakhir menunjukkan Islam kini termasuk dalam ikatan negara, Seehfer menjawabnya 'tidak'.

"Islam bukan bagian dari Jerman. Agama Kristen telah membentuk Jerman, termasuk Ahad sebagai hari raya gereja dan ritual seperti Paskah, Pentakosta, dan Natal. Muslim yang tinggal di antara kita secara alami adalah bagian dari Jerman. Tapi itu tentu saja tidak berarti kita, karena rasa hormat yang salah, harus mengorbankan tradisi dan kebiasaan kita," kata Seehofer.

Terkait ini, Merkel segera membantah pernyataan menteri tersebut. Ia mengatakan, terlepas dari akar Yahudi Yudeo-Kristen, lebih dari empat juta Muslim kini menciptakan rumah mereka di Jerman.

"Muslim adalah bagian dari Jerman dan dengan mereka, agama mereka, Islam, sama seperti bagian dari Jerman," kata Merkel kepada wartawan setelah mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven, seperti dilansir di Khaleej Times, Sabtu (17/3).

Terlepas dari intervensi Merkel, pernyataan Seehofer kemungkinan akan terbukti memecah belah dalam koalisi besar sayap kiri-kanan. Hal itu hanya akan terjadi ketika para politikus Sosial Demokrat (SPD) yang bertentangan mendapatkan posisi di dewan setelah berbulan-bulan mengalami kelumpuhan politik.

Sumber : Republika.co.id 

Sepi!  Nyepi di Bali Tanpa Internet

Sepi!
Nyepi di Bali Tanpa Internet

10Berita, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mendukung pemutusan sementara layanan internet di Bali selama Hari Raya Nyepi, 17 Maret 2018. Penerapan Nyepi tanpa internet itu pun dikuatkan dengan penerbitan surat edaran ke operator telekomunikasi.

"Sikap pemerintah adalah mendukung, tapi kapasitas teknisnya diserahkan ke masing-masing operator. Intinya, diserahkan pada operator bagaimana menerapkannya," sebut Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kemkominfo Ahmad M Ramli di Jakarta, 14 Maret 2018.

Nyepi tanpa internet ini diusulkan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali. Tujuannya, agar pelaksanaan ibadah Nyepi Saka 1940 berjalan dengan lebih khusyuk.

Ketua PHDI Provinsi Bali I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan, usulan tersebut juga menjadi kesepakatan bersama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali dengan pemerintah.

Selengkapnya seputar Nyepi tanpa internet di Bali dapat dilihat dalam Infografis di bawah ini:

Tata Cara Pelaksanaan

Para operator seluler masih rancu dengan tata cara pelaksanaan Nyepi tanpa internet. Sebab mereka juga harus memantau kualitas layanan di area strategis.

Disampaikan pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kominfo Noor Iza, informasi dari Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) mengungkap kalau operator seluler dipastikan akan menuruti imbauan dari pemerintah.

"Operator akan lakukan sosialisasi dengan kirimkan SMS blast ke masyakarat di Provinsi Bali," kata Noor Iza kepada Tekno Liputan6.com via pesan singkat, 16 Maret 2018.

Langkah Operator

Ketua Umum ATSI Merza Fachys mengatakan, masih belum bisa membeberkan secara detail terkait kesiapan operator menjelang pemadaman internet di Bali.

"Nanti akan kita keluarkan (pernyataan) dari ATSI," ujar Merza.

Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk akan mematikan sementara layanan IndiHome baik untuk internet dan televisi di Bali selama 24 jam. Telkom mulai menonaktifkan layanan tersebut pada Sabtu, 17 Maret 2018, pukul 06.00 Wita hingga Minggu, 18 Maret 2018, pukul 06.00 Wita

Begitu juga PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) yang berkomitmen mengikuti arahan pemerintah terkait pemadaman layanan internet ini. Namun terkait teknis penerapannya masih mereka diskusikan dengan pemerintah.

Sumber : Liputan6.com