OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 26 Maret 2018

Pesan Pak Natsir kepada Umat Islam Indonesia

Pesan Pak Natsir kepada Umat Islam Indonesia

M. Amin Djamaluddin
(Direktur LPPI/ Staf Khusus Pak Natsir dalam Bidang Aliran Sesat)

10Berita, Pada suatu hari, Bapak M. Natsir (Allahu yarham) bercerita di hadapan Pak Sukayat (Allahu yarham) dan saya (M. Amin Djamaluddin) di kantornya, DDII Jl. Kramat Raya No. 45 Jakarta Pusat.

Pak Natsir berkata, “Suatu hari, Presiden Ir. Soekarno datang menemui saya (M. Natsir) dan berkata, “Saudara Natsir, saya serahkan negara ini kepada Saudara!” Kedatangan Presiden Soekarno menemui Pak Natsir itu, disebabkan Indonesia ini sudah tidak ada lagi, dan yang ada adalah negara serikat yang bernama RIS (Republik Indonesia Serikat) yang sudah terbagi menjadi 16 (enam belas) negara bagian.

Setelah didatangi oleh Presiden Soekarno tersebut serta mengatakan perkataannya, “Saya serahkan negara ini pada Sdr. Natsir!” maka Pak Natsir segera menemui gurunya, A. Hassan.

Kepada gurunya A. Hassan, Pak Natsir menceritakan bahwa Presiden Soekarno telah datang menemuinya, dan Bapak Presiden telah menyerahkan negara ini (Republik Indonesia) kepada saya. “Adakah saran dari Tuan Hassan dalam masalah ini?” Pak Natsir meminta petunjuk dari gurunya A. Hassan.

Sejenak kemudian, A. Hassan pun menjawab, “Ingat Sdr. Natsir, waktu dinding Ka’bah roboh terkena banjir, dan Hajar Aswad terbawa banjir, pada waktu itu, seluruh kabilah Quraisy berebut untuk mengembalikan Hajar Aswad tersebut ke tempatnya semula. Pemimpin kabilah yang ini mengatakan bahwa mereka lah yang berhak untuk mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya semula. Sedangkan pemimpin kabilah yang lain mengatakan bahwa mereka lah yang berhak untuk mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya.

Pendeknya, perebutan untuk mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya semula hampir membuat perpecahan di antara kabilah-kabilah Quraisy di Mekkah pada saat itu.

Akhirnya Muhammad bin Abdullah mengadakan rapat dengan semua pemimpin kabilah Quraisy tersebut. Pada saat itu, Muhammad bin Abdullah belum menjadi Nabi dan Rasul, karena baru berusia 25 tahun. Rapat tersebut memutuskan bahwa yang berhak mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya semula adalah orang yang paling dahulu masuk Masjidil Haram nanti Subuh.

Ternyata, orang yang paling dahulu masuk Masjidil Haram adalah beliau sendiri (Muhammad bin Abdullah). Menurut keputusan rapat berarti Muhammad bin Abdullah lah yang berhak mengembalikan Hajar Aswad tersebut ke tempatnya semula.

Akan tetapi, apa yang beliau lakukan? Muhammad bin Abdullah meletakkan Hajar Aswad tersebut di atas sehelai kain tebal, kemudian beliua mengajak semua pimpinan kabilah-kabilah Quraisy itu untuk sama-sama memegang kain yang di atasnya ada Hajar Aswad tersebut, kemudian mengangkatnya bersama-sama dan dengan tangan beliau lah Hajar Aswad tersebut diletakkan di tempatnya semula. Akhirnya terhindar lah perpecahan di antara kabilah-kabilah Quraisy pada saat itu”.

Mendengar kisah ini, akhirnya Pak Natsir menemui semua presiden RIS (Republik Indonesia Serikat) seorang demi seorang. Pak Natsir mengajak seluruh presiden RIS untuk kembali ke RI (Republik Indonesia). Setelah berkali-kali Pak Natsir menemui semua presiden RIS tersebut, akhirnya semuanya sepakat untuk kembali ke RI (Republik Indonesia).

Kemudian, setelah semua presiden RIS setuju untuk kembali ke RI, barulah Pak Natsir membawa masalah tersebut ke Majlis Konstituante, yang menghasilkan keputusan bahwa Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan bukan RIS.

Bagaimana sulitnya mengembalikan RIS tersebut menjadi NKRI, sangat luar biasa, menurut cerita Pak Natsir. Oleh sebab itu, Pak Natsir berpesan kepada seluruh umat Islam Indonesia dengan mengatakan bahwa NKRI itu adalah harga mati, jangan coba-coba diganggu gugat oleh kalian.

Kalau kalian ingin menegakkan hukum Islam di NKRI, maka kalian harus membuat partai politik yang benar-benar islami dan pilihlah calon-calon anggota DPR RI dan MPR RI dari orang-orang yang benar-benar islami. Sehingga, jika partai-partai kalian tersebut menang di Pemilu, maka anggota DPR RI yang telah dipilih oleh rakyat bisa membuat UU yang berdasarkan hukum Islam. Cara inilah yang harus kalian perjuangkan.

Selain itu, Pak Natsir juga berpesan kepada saya (M. Amin Djamaluddin) pada saat beliau sedang berbaring sakit, tepatnya sewaktu saya memijat kaki beliau di atas tempat tidurnya di rumah beliau, “Sdr. Amin, Kramat Raya 45 Pusat Dewan Da’wah itu adalah markas perjuangan umat Islam, jangan Saudara tinggalkan Kramat 45 itu!.”

Sumber : SI Online

Pesan Pak Natsir kepada Umat Islam Indonesia

Pesan Pak Natsir kepada Umat Islam Indonesia

M. Amin Djamaluddin
(Direktur LPPI/ Staf Khusus Pak Natsir dalam Bidang Aliran Sesat)

10Berita, Pada suatu hari, Bapak M. Natsir (Allahu yarham) bercerita di hadapan Pak Sukayat (Allahu yarham) dan saya (M. Amin Djamaluddin) di kantornya, DDII Jl. Kramat Raya No. 45 Jakarta Pusat.

Pak Natsir berkata, “Suatu hari, Presiden Ir. Soekarno datang menemui saya (M. Natsir) dan berkata, “Saudara Natsir, saya serahkan negara ini kepada Saudara!” Kedatangan Presiden Soekarno menemui Pak Natsir itu, disebabkan Indonesia ini sudah tidak ada lagi, dan yang ada adalah negara serikat yang bernama RIS (Republik Indonesia Serikat) yang sudah terbagi menjadi 16 (enam belas) negara bagian.

Setelah didatangi oleh Presiden Soekarno tersebut serta mengatakan perkataannya, “Saya serahkan negara ini pada Sdr. Natsir!” maka Pak Natsir segera menemui gurunya, A. Hassan.

Kepada gurunya A. Hassan, Pak Natsir menceritakan bahwa Presiden Soekarno telah datang menemuinya, dan Bapak Presiden telah menyerahkan negara ini (Republik Indonesia) kepada saya. “Adakah saran dari Tuan Hassan dalam masalah ini?” Pak Natsir meminta petunjuk dari gurunya A. Hassan.

Sejenak kemudian, A. Hassan pun menjawab, “Ingat Sdr. Natsir, waktu dinding Ka’bah roboh terkena banjir, dan Hajar Aswad terbawa banjir, pada waktu itu, seluruh kabilah Quraisy berebut untuk mengembalikan Hajar Aswad tersebut ke tempatnya semula. Pemimpin kabilah yang ini mengatakan bahwa mereka lah yang berhak untuk mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya semula. Sedangkan pemimpin kabilah yang lain mengatakan bahwa mereka lah yang berhak untuk mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya.

Pendeknya, perebutan untuk mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya semula hampir membuat perpecahan di antara kabilah-kabilah Quraisy di Mekkah pada saat itu.

Akhirnya Muhammad bin Abdullah mengadakan rapat dengan semua pemimpin kabilah Quraisy tersebut. Pada saat itu, Muhammad bin Abdullah belum menjadi Nabi dan Rasul, karena baru berusia 25 tahun. Rapat tersebut memutuskan bahwa yang berhak mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya semula adalah orang yang paling dahulu masuk Masjidil Haram nanti Subuh.

Ternyata, orang yang paling dahulu masuk Masjidil Haram adalah beliau sendiri (Muhammad bin Abdullah). Menurut keputusan rapat berarti Muhammad bin Abdullah lah yang berhak mengembalikan Hajar Aswad tersebut ke tempatnya semula.

Akan tetapi, apa yang beliau lakukan? Muhammad bin Abdullah meletakkan Hajar Aswad tersebut di atas sehelai kain tebal, kemudian beliua mengajak semua pimpinan kabilah-kabilah Quraisy itu untuk sama-sama memegang kain yang di atasnya ada Hajar Aswad tersebut, kemudian mengangkatnya bersama-sama dan dengan tangan beliau lah Hajar Aswad tersebut diletakkan di tempatnya semula. Akhirnya terhindar lah perpecahan di antara kabilah-kabilah Quraisy pada saat itu”.

Mendengar kisah ini, akhirnya Pak Natsir menemui semua presiden RIS (Republik Indonesia Serikat) seorang demi seorang. Pak Natsir mengajak seluruh presiden RIS untuk kembali ke RI (Republik Indonesia). Setelah berkali-kali Pak Natsir menemui semua presiden RIS tersebut, akhirnya semuanya sepakat untuk kembali ke RI (Republik Indonesia).

Kemudian, setelah semua presiden RIS setuju untuk kembali ke RI, barulah Pak Natsir membawa masalah tersebut ke Majlis Konstituante, yang menghasilkan keputusan bahwa Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan bukan RIS.

Bagaimana sulitnya mengembalikan RIS tersebut menjadi NKRI, sangat luar biasa, menurut cerita Pak Natsir. Oleh sebab itu, Pak Natsir berpesan kepada seluruh umat Islam Indonesia dengan mengatakan bahwa NKRI itu adalah harga mati, jangan coba-coba diganggu gugat oleh kalian.

Kalau kalian ingin menegakkan hukum Islam di NKRI, maka kalian harus membuat partai politik yang benar-benar islami dan pilihlah calon-calon anggota DPR RI dan MPR RI dari orang-orang yang benar-benar islami. Sehingga, jika partai-partai kalian tersebut menang di Pemilu, maka anggota DPR RI yang telah dipilih oleh rakyat bisa membuat UU yang berdasarkan hukum Islam. Cara inilah yang harus kalian perjuangkan.

Selain itu, Pak Natsir juga berpesan kepada saya (M. Amin Djamaluddin) pada saat beliau sedang berbaring sakit, tepatnya sewaktu saya memijat kaki beliau di atas tempat tidurnya di rumah beliau, “Sdr. Amin, Kramat Raya 45 Pusat Dewan Da’wah itu adalah markas perjuangan umat Islam, jangan Saudara tinggalkan Kramat 45 itu!.”

Sumber : SI Online

Ekonom Senior: Jangan ‘Sewot’, Kami Ekonom Juga Tahu soal Utang

Ekonom Senior: Jangan ‘Sewot’, Kami Ekonom Juga Tahu soal Utang


oleh: Dr. Fuad Bawazier (Ekonom Senior)

10Berita, Utang pemerintah selama 3 (tiga) tahun lebih pemerintahan Jokowi naik sekitar Rp1200Triliun, jauh melebihi kenaikan pendapatan pajak yang stagnan sebagai ukuran kemampuan bayar utang.

Pemerintah selalu berdalih bahwa utang negara yang kini berjumlah Rp4000triliun atau sekitar 29,5% dari PDB adalah masih jauh dibawah ketentuan Undang-undang Keuangan Negara yang batas maksimalnya 60% PDB, dan jauh pula dibawah ratio utang negara-negara lain.

Utang Jepang yang sering dijadikan pembanding ratio utangnya terhadap PDB jauh diatas 200% tetapi Jepang mempunyai ciri-ciri tersendiri yaitu :

1. Utangnya kepada rakyatnya sendiri dan kepada Bank Sentral Jepang dengan ratio masing-masing sekitar 50%.

2. Utangnya dalam mata uangnya sendiri yaitu Yen.

3. Bunganya sangat rendah hanya sedikit diatas 1%. Bandingkan dengan
bunga utang Indonesia yang tertinggi di Asia dan bahkan sebagiannya
masih 2 digit.

4. Kredit rating jepang A+ alias sangat secure sementara rating Indonesia
BBB.

5. Meskipun utang Jepang tinggi tetapi dari kaca mata riil ekonomi Jepang
mempunyai net international investment positions USD2.8Triliun yang berarti memiliki net external assets positif alias bangsa kreditor. Berbeda dengan Indonesia yang net international investment positionnya negatif lebih dari USD400Miliar alias mempunyai net external liabilities atau benar-benar negara dengan neraca sebagai negara debitor.

Pemerintah tidak membandingkan tax ratio Jepang yang 31% PDB sementara tax ratio Indonesia kurang dari 11% atau praktis yang terendah di Dunia.

Pemerintah juga tidak membandingkan dengan ratio APBN terhadap PDB di Indonesia yang amat rendah dibandingkan dengan ratio yang sama dari negara- negara lain yang sering dijadikan pembanding. Begitu pula dengan debt service ratio di Indonesia yang 40% atau tertinggi di Asia Tenggara, sementara batas yang dianggap aman maksimal 25%.

Sementara itu sekitar 41% utang negara dalam valuta asing. Dengan average time to maturity 9 (Sembilan) tahun dan yang bertenor (jatuh tempo) 5 (lima) tahun sebesar 40% nya, akan menjadi beban berat APBN dalam 5 (lima) tahun kedepan.

Kekhawatiran lain adalah membengkaknya utang pemerintah karena kurs rupiah yang cenderung melemah sehingga diperlukan uang dari pendapatan pajak yang lebih banyak lagi untuk pembayaran utang dalam valas. Kekhawatiran lebih lanjut adalah keterbatasan valas untuk membayar utang dalam mata uang asing mengingat 5 (lima) hal, yakni;

1. Neraca perdagangan yang cenderung defisit dalam 3 (tiga) bulan terakhir ini yaitu dari Desember 2017 sampai dengan February 2018 mengalami defisit total USD1,1Miliar atau rata-rata defisit perbulan USD364juta.

2. Kenaikan Cadangan devisa yang bersumber dari utang luar negeri dan hot money yang sewaktu-waktu mudah ditarik keluar negeri.

3. Tax ratio yang rendah tetapi cenderung menurun yang mengindikasikan kedepan kemampuan pemerintah akan menurun dalam memenuhi kewajiban pembayaran utangnya.

4. Sektor industry yang merupakan penyumbang pajak (tax revenue) sebesar 31% cenderung menciut karena terjadinya de-industrialisasi yaitu dari 28% (1997) menjadi 20% PDB (2017).

5. Kenaikan anggaran 2018 untuk subsidi seperti listrik dan BBM yang akan membebani ekstra APBN karena Presiden Jokowi ingin menjaga dukungan politik rakyat dalam menghadapi pemilu 2019 .

Jadi dari segi kajian dengan memperhatikan berbagai variabel yang berkaitan dengan kemampuan membayar kembali utang plus bunganya, utang pemerintah memang mencemaskan. Dengan pertumbuhan ekonomi yang tidak sesuai target dan perdagangan yang lesu, pihak swastapun mulai merasakan kesulitan membayar utangnya. Kredit berma salah di bank-bank cenderung meningkat dan restrukturisasi utang kabarnya semakin banyak untuk mengurangi status kredit macet.

Karena itu atas berbagai kajian ilmiah dan kritik para ekonom, pemerintah tidak perlu sewot apalagi menudingnya sebagai provokasi.

Ingat bahwa krisis ekonomi dahsyat 1997 bermula dari ketakutan pasar bahwa swasta Indonesia akan kesulitan membayar utang utangnya terlebih utang dalam valas. Ketakutan ini mengawali melemahnya kurs rupiah. Padahal saat itu (1997) kondisi keuangan negara amat bagus dan indikator ekonomi makro pada umumnya bagus termasuk pertumbuhan ekonomi, inflasi, neraca perdagangan yang surplus dan cadangan devisa yang memadai. Bahkan saat itu (1997) berkali kali pemerintah menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia kuat.

Tetapi masalah atau issue yang dihadapi / dilihat kreditur berbeda yaitu apakah debitur akan mampu membayar kembali utangnya? Ini adalah issue mikro yang unik yang tidak selalu berkaitan langsung dengan indikasi ekonomi makro. Dari issue pokok inilah krisis yang bersumber dari utang itu seperti tiba tiba saja terjadi dan Indonesia benar benar kalang kabut.

Karena itu kita,- khususnya pemerintah,- sebaiknya tidak menganggap enteng persoalan utang ini. Jangan pula menganggap bahwa para ekonom pengkritik tidak tahu persoalan alias merasa pintar sendiri. Karena cepat atau lambat pasar akan menyadari bahwa pemerintah akan memasuki masa-masa sulit untuk memenuhi kewajiban pembayaran utangnya, dan itulah awal dimulainya krisis.

Sumber: swamedium

Rakyat Makin Makmur, Premium Lenyap, Pertalite Naik

Rakyat Makin Makmur, Premium Lenyap, Pertalite Naik


10Berita – Menyusul kenaikan Pertalite, persediaan Premium mulai langka di beberapa SPBU di Jakarta. Berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU di Jakarta malah tak lagi menyediakan bahan bakar jenis itu.

Hal ini seperti yang terjadi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Dua SPBU di kawasan ini terpantau tidak lagi menjajakan Premium. Keduanya, saat ini terlihat hanya menjual Pertalite hingga bahan bakar dari keluarga Pertamax.

Seorang tenaga penjual mengaku tidak mengetahui pasti mengapa tempatnya kini sudah tidak lagi menjual Premium. Menurut dia, sudah sangat lama SPBUnya tak lagi menjual Premium.

“Aduh kayanya sudah ada dua tahun tidak menjual Premium. Tapi saya tidak tahu juga kenapa ya,” kata dia saat ditemui di Jakarta, Minggu (25/3).

Sementara SPBU di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan terpantau masih menjual Premium. Namun SPBU itu tidak terang-terangan menjualnya. Itu diketahui dari hilangnya nama Premium dalam daftar jualan SPBU tersebut.

Belum diketahui apa alasan para pemilik SPBU perlahan mulai menghilangkan Premium sebagai dagangannya. Saat dikonfirmasi, para tenaga penjual mengaku tidak tahu.

“Aduh kalau soal itu saya tidak tahu. Coba tanya ke manager, tapi sekarang tidak masuk,” lanjutnya.

Premium sendiri sebetulnya bukan tidak memiliki peminat. Dari yang terlihat, masih banyak para pengendara yang memilih antre untuk memperoleh Premium.


Terlebih bahan bakar yang berada satu tingkat di atas Premium, yakni Pertalite harganya semakin mahal.

Mulai Sabtu (24/6), Pertamina kembali menaikan harga Pertalite menjadi Rp7.800 atau naik sebesar Rp200. Itu adalah kenaikan yang kedua harga Pertalite di sepanjang tahun ini.

Sementara Premium tentu memiliki harga lebih murah, yaitu Rp6.550. Dengan selisih harga keduanya, tentunya bagi masyarakat dengan kalangan menengah ke bawah pasti masih banyak yang membutuhkan Premium.

Saat dimintai tanggapan mengenai hal itu Manager Communication & CSR Pertamina Jawa Bagian Barat Dian Hapsari Firasati mengaku pihaknya tetap menyuplai premium di SPBU pada wilayahnya yaitu Jakarta, Banten dan Jawa Barat secara rutin.

Dian pun tidak terlalu menanggapi perihal kelangkaan premium yang terjadi saat ini di wilayahnya. Bagi dia, suplai yang dilakukan oleh Pertamina tergantung dari permintaan SPBU.
Lihat juga: Subsidi Ditambah, Keuangan BUMN Energi Masih ‘Berdarah’

“(Soal suplai Premium) Tergantung permintaan dari SPBU,” ujar dia.

Selain itu Dian menyampaikan pada tiga daerahnya persentase pengguna Premium kian menyusut. Dalam datanya, peminat premium telah turun sebesar 50 persen dari 2016 ke 2017.

“Ini indikasi bahwa masyarakat mulai mencari BBM dengan kualitas lebih bagus,” kata Dian.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran di sejumlah lokasi, sejumlah pembeli juga mengeluhkan mulai kesulitan menemukan bahan bakar jenis premium di sejumlah pompa bensin di Jakarta.(kk/cnn)

Sumber :Eramuslim

12 Indikator Keluarga Sehat yang Wajib Anda Ketahui

12 Indikator Keluarga Sehat yang Wajib Anda Ketahui


10Berita, Sebuah keluarga yang sehat sangat dipengaruhi oleh pola atau perilaku hidup bersih dan sehat para anggotanya. Sehingga nantinya bukan hanya keluarga sehat yang tercapai melainkan juga menjadi sebuah keluarga sejahtera.

Berdasarkan peraturan dari menteri kesehatan No. 39 Tahun 2016 setidaknya ada 12 indikator keluarga sehat. Dari ke 12 indikator keluarga sehat tersebut dapat dikelompokan menjadi 5 kategori yaitu:

Program gizi, kesehatan ibu dan anakPengendalian Penyakit Menular dan Tidak MenularPerilaku sehatRumah atau lingkungan sehatKesehatan jiwa

Dan berikut adalah daftar 12 indikator keluarga sehat selengkapnya :

A. Program Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak

1. Keluarga mengikuti program KB atau keluarga berencana
Yaitu apabila didalam keluarga baik suami atau istri atau bahkan keduanya terdaftar sebagai peserta keluarga berencana (KB) atau memakai alat kontrasepsi.

Faktor pendukung :

Adanya pelayanan KB sampai dengan tingkat desa atau kelurahanAdanya promosi atau penyuluhan KB oleh NAKES atau di fasilitas kesehatanAdanya promosi KB yang dilakukan oleh para pemuka agamaAdanya pendidikan Kespro/KB di SMA dan juga perguruan tinggiAdanya contoh atau panutan ber-KB dari PNS, POLRI, TNI atau para pejabat lainnyaAdanya kampanye KB nasionalAdanya pelayanan KB dan medis hingga ke puskesmas

2. Ibu melakukan proses persalinan di fasilitas kesehatan
Jika di keluarga ada seorang ibu pasca bersalin yaitu usia bayi 0 sampai 12 bulan, maka persalinan ibu tersebut dilakukan di puskesmas, klinik atau rumah sakit.

Faktor pendukung :

Adanya pelayanan bersalin yang berkualitas di puskesmasAdanya rumah tunggu kelahiran serta alat transportasi seperti ambulance disemua tempat yang memerlukanAdanya senam bumil dan pelayanan ANC di puskesmasAdanya promosi dan penyuluhan oleh NAKES atau kader PKK mengenai persalinan di faskes

3. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
Jika di keluarga terdapat anak (usia 1-2 tahun), telah mendapatkan imunisasi HB0, BCG, DPT-HB1, DPT-HB2,DPT-HB3, Polio1, Polio2, Polio3, Polio4 dan Campak.

Faktor pendukung :

Adanya pelayanan imunisasi dasar di pusat kesehatan masyarakat dan FKTP lainAdanya promosi dan pengenalan oleh NAKES atau di faskes mengenai imunisasi dasarAdanya promosi yang dilakukan oleh para pemuka agama, kader PKK atau kader imunisasi dasarAdanya kampanye nasional tentang imunisasi

4. Bayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulan
Jika di keluarga terdapat bayi usia >6-18 bulan, bayi tersebut selama 6 bulan pertama (usia 0-6 bulan) hanya diberi air susu ibu (ASI) saja atau ASI eksklusif.

Faktor pendukung :

Adanya pelayanan konsultasi ASI di puskesmas atau FKTPAdanya ruang khusus menyusui ditempat-tempat umumPromosi yang dilakukan NAKES, kader PKK atau di faskes mengenai ASI eksklusifAdanya kampanye nasional tentang pemberian ASI eksklusif

5. Pertumbuhan balita dipantau tiap bulan
Jika di keluarga ada seorang balita, maka balita tersebut setiap dilakukan penimbangan berat badan untuk dicatat di Posyandu.

Faktor pendukung :

Posyandu yang dapat berfungsi secara baik minimal sebulan sekaliSupervisi serta bimbingan dari puskesmas ke posyanduAdanya pemantauan pertumbuhan anak-anak playgroup dan TKPromosi yang dilakukan oleh NAKES dan kader PKK mengenai pemantauan pertumbuhan balita

B. Pengendalian Penyakit Menular Dan Tidak Menular

6. Penderita tuberkulosis atau TB Paru berobat sesuai standar
Jika di keluarga terdapat anggota keluarga usia >15 tahun menderita batuk sudah 2 (dua) minggu berturut-turut belum sembuh atau didiagnogsis sebagai penderita Tuberkulosis (TB) Paru, penderita tersebut berobat sesuai dengan petunjuk dokter/petugas kesehatan.

Faktor pendukung:

Adanya pelayanan terhadap TB paru baik di puskesmas atau rumah sakitAdanya PMO atau pengawas menelan obat di rumah atau tempat kerjaPromosi oleh NAKES, kader PKK, di faskes atau di tempat-tempat umum mengenai pengobatan TB paru

7. Penderita hipertensi berobat teratur
Jika di keluarga terdapat anggota keluarga usia >15 tahun yang berdasar pengukuran adalah penderita tekanan darah tinggi (hipertensi), ia berobat sesuai dengan petunjuk dokter/petugas kesehatan.

Faktor pendukung :

Adanya pelayanan terpadu PTM di FKTPAdanya posbindu PTM di setiap desa atau kelurahanAda sistem pengawasan menelan obat yang teratur dari kader kesehatanAdanya pelayanan konsultasi berhenti merokok baik di puskesmas atau rumah sakitAdanya kegiatan aktivitas fisik seperti senam atau olahraga di masyarakatAdanya pembatasan bahan tambahan makanan dan kandungan garam dalam makananAdanya pengenalan atau promosi mengenai pengobatan hipertensi

C. Perilaku Sehat

8. Tidak ada anggota keluarga yang merokok
Jika tidak ada seorang pun anggota keluarga yang sering atau kadang-kadang menghisap rokok atau produk lain dari tembakau. Atau bisa juga anggota keluarga yang merokok sudah berhenti merokok.

Faktor pendukung:

Adanya layanan konsultasi berhenti merokok baik di puskesmas atau rumah sakitAdanya pembatasan iklan rokok dalam bentuk apapunAdanya larangan merokok di berbagai kawasan seperti perkantoran, sekolah dan tempat-tempat umumAdanya batasan usia untuk pembeli rokokDilakukan kenaikan cukai rokokSerta adanya kampanye nasional mengenai bahaya merokok

9. Sekeluarga menjadi anggota JKN (jaminan kesehatan nasional) atau asuransi kesehatan
Yaitu apabila seluruh anggota keluarga sudah mempunyai kartu keanggotaan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan dan atau kartu anggota asuransi kesehatan lainnya.

Faktor pendukung :

Adanya kemudahan dalam mengurus JKNAdanya layanan JKN di FKTP atau rumah sakit yang bermutuAda kampanye nasional tentang JKN

D. Rumah Atau Lingkungan Sehat

10. Keluarga mempunyai akses terhadap air bersih
Jika keluarga memiliki akses air leding PDAM atau sumur pompa, atau sumur gali, atau mata air terlindung untuk keperluan sehari-hari.

Faktor pendukung :

Adanya sarana air bersih di pedesaan dan sekolahAdanya promosi mengenai pentingnya air bersih yang dilakukan oleh NAKES, kader PKK/kesehatan atau di faskes

11. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat
Jika keluarga memiliki atau menggunakan sarana untuk membuang air besar (kakus) berupa kloset atau leher angsa atau plengsengan.

Faktor pendukung :

Adanya jamban sehat di setiap rumah atau keluarga, sekolah dan perguruan tinggiAdanya promosi dan pengenalan mengenai pentingnya jamban sehat yang dilakukan oleh NAKES atau kader kesehatan/PKK atau di faskes

E. Kesehatan Jiwa

12. Gangguan jiwa berat tidak ditelantarkan
Jika di keluarga terdapat anggota keluarga yang menderita gangguan jiwa berat, penderita tersebut diobati, tidak ditelantarkan dan atau dipasung.

Faktor pendukung :

Adanya pelayanan terpadu PTM di FKTPAdanya promosi yang dilakukan oleh NAKES mengenai pengobatan dan juga bagaimana memperlakukan penderita gangguan jiwa, baik di faskes atau tempat-tempat kerja

12 indikator keluarga sehat diatas merupakan indikator keluarga sehat untuk tingkat nasional, yang bisa digunakan sekaligus sebagai indikator PHBS tatanan sebuah rumah tangga.

Ke-12 indikator keluarga sehat tersebut juga masih bisa ditambahkan dengan indikator lokal sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Seperti misalnya : Bebas jentik nyamuk untuk daerah endemis DBD atau demam berdarah, untuk daerah endemis malaria tempat tidurnya menggunakan kelambu, stimulasi perkembangan balita atau indikator-indikator yang lainnya.

Dari 12 indikator keluarga sehat yang telah disebutkan, ada 4 indikator yang sasarannya akan terus berganti atau berubah-ubah, yaitu:

Ibu melakukan proses persalinan di fasilitas kesehatanBayi mendapat imunisasi dasar lengkapBayi diberi ASI eksklusif selama 6 bulanPertumbuhan balita dipantau tiap bulan

Sehingga tiap tahunnya akan selalu dimulai dari nol lagi. Walaupun sudah memiliki cangkupan yang tinggi namun ke-4 indikator tersebut akan tetap menjadi prioritas utama.

Itulah 12 indikator keluarga sehat yang wajib anda ketahui, semoga bisa menginspirasi anda untuk menjadikan keluarga anda menjadi sebuah keluarga yang sehat dan sejahtera.

Sumber: Cikimis.com

Contohkan Toleransi Beragama, Pemuda Muslim MUI Siap Amankan Jum’at Agung di NTT

Contohkan Toleransi Beragama, Pemuda Muslim MUI Siap Amankan Jum’at Agung di NTT

10Berita – Para pemuda muslim di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) siap membantu mengamankan prosesi Jumat Agung, yaitu ibadah umat Katolik untuk memperingati wafat Yesus Kristus, yang akan berlangsung pada hari Jumat, 30 Maret besok.

“Setiap tahun umat muslim selalu terlibat, tetapi tahun ini koordinasinya jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Jauh hari sebelumnya Polres sudah minta para pemuda muslim untuk terlibat,” ujar Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Flores Timur, Ahmad Bethan kepada Antara, Senin (26/03), melalui percakapan telepon.

Menurut Ahmad, sejak beberapa hari lalu Polres Flores Timur telah mengundang MUI untuk meminta tambahan jumlah pemuda yang akan terlibat membantu pengamanan selama perayaan Jumat Agung di Larantuka.

“Tahun ini koordinasinya lebih bagus. Dua pekan lalu kami sudah mengirim nama puluhan pemuda untuk bersama aparat kepolisian melakukan pengamanan, tetapi dua hari lalu ada permintaan tambahan,” tambah Ahmad.

Ahmad  menceritakan bahwa selain terlibat dalam membantu pengamanan, semua umat muslim juga diminta untuk memberikan informasi tentang prosesi Jumat Agung ini kepada para peziarah.

“Jadi melalui mesjid-mesjid, umat diberikan pemahaman tentang prosesi Jumat Agung di Larantuka untuk bisa memberikan informasi kepada para pendatang yang membutuhkan informasi,” katanya.

Prosesi Jumat Agung merupakan tradisi sakral dalam agama Katolik untuk memperingati wafatnya Yesus Kristus. Dan di Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, ibadah tersebut telah dilaksanakan sejak 500 tahun lampau mengikuti tradisi Portugis.

Warisan Portugis itu, sudah berlangsung lebih dari lima abad dimulai ketika bangsa Portugis menyebarkan agama Katolik dan berdagang cendana di Kepulauan Nusa Tenggara. Prosesi Jumat Agung itu diawali dari perayaan pada Rabu Trewa.

Prosesi Jumat Agung ini juga menjadi agenda tahunan dari pemerintah daerah Flores Timur sebagai wisata rohani dalam menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara. (Antr)

Sumber : Eramuslim

Gimana Mau Sejahterakan Petani? Pemerintah Saja Tidak Punya Data Valid

Gimana Mau Sejahterakan Petani? Pemerintah Saja Tidak Punya Data Valid

10Berita – Ketika pemerintah Jokowi berbicara tentang kedaulatan pangan, ibarat jauh api dari panggang, apabila masalah data yang berkuatan dengan pertanian kita belum valid. Dengan data tidak valid, maka akan sulit lahir kebijakan yang tepat untuk memajukan pertanian Indonesia.

Pernyataan ini dilontarkan Dewan Penasehat Paguyuban Petani Merbabu, Surame Hadi Sutikno, dalam diskusi bertema Petani Goes To Jakarta, Petani Jaman #NOW  di Jakarta, Minggu (25/3).

“Bagaimana bisa merancang kebijakan yang tepat untuk memajukan, dan mensejahterakan petani kita? Bila datanya saja tidak valid. Dengan data yang tidak valid, maka akan tidak tepat menentukan kapan harus impor dan ekspor. Wong kondisinya surplus kok impor,” ujar Surame.

Surame melanjutkan, “Juga bagaimana pula dengan Peta Cuaca, Peta Kemampuan Air dan Peta Kemampuan Tanah, Ini masih tidak ada. Kondisi belum adanya data yang valid ini sangat disayangkan para petani.”

Menurutnya, permintaan tentang data-data tersebut sudah sering diminta para petani. Namun selalu tidak diberi. Maka muncul dugaan bahwa data yang valid tersebut tidak ada. Maka diminta kapanpun pasti tidak bisa diberikan ke petani.

Surame berharap pemerintah bisa merancang kebijakan yang tepat untuk memajukan dan mensejahterakan petani. Hal ini sangatlah penting, karena bila petani tak juga sejahtera, maka akan mempersulit regenerasi petani, akibat anak petani tidak ingin hidup susah seperti sang ayah.

“Saat ini faktanya regenerasi petani itu sulit. Ya karena petani banyak yang belum sejahtera. Dan disisi lain dengan bertani tidak bisa dapat duit instan. Bekerja dulu, menanam dulu, baru setelah panen bisa dapat uang. Kalau pas penen harga jatuh, ya petani malah merugi. Anak muda banyak yang ingin cepat dapat uang maka tidak tertarik berprofesi menjadi petani,” jelas Surame.

Sementara Ketua Kelompok Tani Traggulasi Kabupaten Semarang, Pitoyo,  mengungkap problem lain para petani adalah harga jual hasil panen ke pengepul yang rendah, namun harga jual di tingkat konsumen tinggi. Kondisi ini jelas merugikan petani sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen.

“Jadi dengan masyarakat membeli produk pertanian dengan harga tinggi pun, bahkan kadang terasa memberatkan, itu juga tidak membuat petaninya lalu sejahtera. Yang paling menikmati ya pedagang perantara. Adanya kesenjangan harga di tingkat petani dan harga di konsumen ini juga harus dicari solusinya oleh pemerintah. Agar petani dan konsumen tidak terus menerus rugi,” kata Pitoyo.

Disisi lain Pitoyo juga menyoroti biaya logistik yang masih mahal, dan berbagai permainan lainnya, yang itu semua membuat harga komoditi pertanian kita menjadi tidak kompetitif. (fj)

Sumber : Eramuslim

Seperti Apa Istana Nabi Sulaiman?

Seperti Apa Istana Nabi Sulaiman?

Saat ini, keberadaan istana Sulaiman sudah tidak ada karena runtuh.

10Berita , JAKARTA — Catatan sejarah mengungkapkan pertemuan Sulaiman dengan ratu Saba berdasarkan penelitian yang dilakukan negeri tua Saba di Yaman Selatan. Penelitian yang dilakukan terhadap reruntuhan mengungkapkan bahwa seorang ratu yang pernah berada di wilayahn ini hidup antara 1000 hingga 950 SM dan melakukan perjalanan ke utara (ke Yerusalem). Menurut sebagian riwayat, Saba adalah julukan yang diberikan kepada raja-raja yang memerintah di Yaman Selatan.

Berdasarkan keterangan Alquran ataupun kisah-kisah yang terdapat dalam versi Yahudi dan Nasrani, Sulaiman (Solomon) memiliki kerajaan yang sangat istimewa. Kerajaannya dibangun dengan menggunakan ilmu teknologi yang sangat maju pada masanya. Di istananya, terdapat berbagai karya seni dan benda-benda berharga yang mengesankan bagi semua yang menyaksikannya. Pintu gerbang istana terbuat dari gelas. Penyebutan Alquran mengenai Ratu Bilqis yang menyingkapkan pakaiannya karena mengira hal itu adalah air dan ternyata kaca menunjukkan hal itu.

Istana Nabi Sulaiman disebut dengan nama Solomon Temple (Istana atau Kuil Sulaiman) dalam literatur bangsa Yahudi. Saat ini, keberadaan istana Sulaiman sudah tidak ada karena runtuh. Kecuali, hanya 'Tembok sebelah Barat' yang tersisa dari bangunan kuil atau istana yang masih berdiri. Oleh orang Yahudi, sisa bangunan kuil itu dinamakan dengan Wailing Wall atau Tembok Ratapan.

Dalam beberapa riwayat, hancurnya istana Sulaiman itu bukan karena runtuh, tetapi diruntuhkan oleh orang-orang Yahudi yang sombong dan angkuh. Hal ini dijelaskan dalam Alquran surah al-Isra ayat 4-7.

Dalam hikayat lain, disebutkan bahwa istana Sulaiman menempati area yang sangat luas dan megah. Konon, pintu istana terbuat dari kayu zaitun dan cemara. Lantainya terbuat dari kaca dan emas. Warna bangunannya berwarna-warni, seperti biru, ungu, hijau, kuning, dan lainnya. Dalam versi Yahudi, disebutkan bahwa warna biru mewakili langit, sedangkan merah mewakili bumi. Ungu, kombinasi dua warna, merupakan pertemuan dari langit dan bumi.

Selain istana Sulaiman, konon di lingkungan istana terdapat bangunan lainnya, seperti gapura yang terletak di sebelah barat daya. Istana Ratu Bilqim dan istana Sulaiman memiliki 32 pilar di pintu gerbangnya. Selain itu, ada pula ruang pengadilan, tempat tinggal para rahib, pintu masuk ke kuil, lapangan atau alun-alun, dan lain sebagainya.

Sumber : Republika.co.id 

Pakai Nama Samaran, Honggo Diduga Sembunyi Di Hong Kong

Pakai Nama Samaran, Honggo Diduga Sembunyi Di Hong Kong

10Berita, Tersangka kasus korupsi penjualan kondensat Rp 35 triliun, Honggo Wendratno diduga kabur ke Hong Kong. Ia meninggalkan Singapura dengan identitas palsu.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Komisaris Besar Daniel TahiMonang Silitonga mengata­kan, berdasarkan data perlintasanantarnegara, Hong Kong keluar Singapura sejak akhir 2017.

“Dari Singapura terus ke Hong Kong. Dari sana kita cek lagi semua data perlintasannya,” kata Daniel. Diduga, Honggo bersembunyi di wilayah otonomi khusus Cina itu.

Sekretaris National Central Bureau (NCB) Interpol Brigadir Jenderal Napoleon Bonaparte mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama sama den­gan imigrasi Singapura untuk melacak keberadaan Honggo.

Berdasarkan data imigrasi Singapura, Honggo meninggal­kan negara itu menggunakan nama samaran. Namun imigrasi Singapura bisa mengenalinya dengan teknologi pemindai wajah.

Bonaparte mengatakan pihaknya telah mengirim surat pengingat kepada negara-negara yang diduga jadi tempat persem­bunyian bekas Presiden Direktur PT Trans Pacific Petrochemical Indotama itu (TPPI).

Dalam suratnya, NCB Interpol menyampaikan red notice atas nama Honggo karena statusnya sebagai tersangka kasus korupsidi Indonesia. Red notice telah dikirim ke Interpol sejak Januari 2018.

Kecurigaan bahwa Honggo telah meninggalkan Singapura muncul setelah Polri mengirim utusan untuk menemuinya.

Senior Liaison Officer (SLO) Polri di Singapura telah mengecek keberadaan Honggo di rumah sakit tempat dia men­jalani perawatan jantung, alamat kantor TPPI, dan kediaman tersangka di negara itu.

“Tidak ditemukan keberadaan­nya,” kata Kepala Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul.

Laporan dari SLO juga me­nyebutkan alamat TPPI di Singapura ternyata bukan kantor perusahaan itu.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setya Wasisto menambahkan, Honggo di­duga menggunakan identitas dan paspor palsu untuk menghindari pelacakan imigrasi.

Setya mencontohkan Djoko Tjandra yang berhasil kabur ke Papua Nugini dengan identitas dan paspor palsu. Jika modus ini juga dipakai Honggo, dia bisa lolos dari pelacakan. “Akan leb­ih sulit pelacakannya,” ujarnya.

Pemerintah Singapura ikut angkat bicara mengenai Honggo setelah tersangka itu tak pulang-pulang ke Indonesia untuk men­jalani proses hukum.

“Honggo Wendratno tidak berada di Singapura,” demikian pengumuman yang dirilis Kementerian Luar Negeri Singapura, Sabtu 13 Januari 2018.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Singapura jugamenegaskan kesediaannya memberikan bantuan penuh padaIndonesia sesuai dengan batas wewenang hukum dan kewajiban internasional untuk melacak ke­beradaan Honggo.

Kilas Balik

Pelimpahan Perkara Ke Kejagung Batal, Bekas Kepala BP Migas Disuruh Pulang

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri batal me­limpahkan tersangka kasus ko­rupsi penjualan kondensat ke Kejaksaan Agung. Salah satu tersangka, Honggo Wendratno, bekas pemilik Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) tak datang.

“Sudah dilakukan pemang­gilan kepada Saudara Honggo melalui pengacara dan keluar­ganya,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim, Brigadir Jenderal Agung Setya, 9 Januari 2018.

Dalam surat panggilan Bareskrim, tiga tersangka yakni Honggo, Raden Priyono (bekas Kepala Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas/BP Migas) dan Djoko Harsono (Deputi Finansial, Ekonomi dan Pemasaran BP Migas), diminta menghadap penyidik pada Senin, 8 Januari 2018.

Raden Priyono dan Djoko Harsono datang. Sedangkan Honggo tak nongol. Lantaran belum bisa menghadirkan semua tersangka, Bareskrim memutus­kan menunda pelimpahan tahap dua perkara kondensat.

Pada 8 Januari 2018, Raden Priyono dan Djoko Harsono datang ke Bareskrim didamp­ingi kuasa hukumnya masing-masing. Namun pelimpahan batal. “Kita disuruh balik,” kata Supriyadi Adi, kuasa hukum Raden Priyono.

Menurut Supriyadi, Bareskrim tak menjelaskan alasan pem­batalan pelimpahan. Hanya disebutkan masih ada masalah teknis. “Belum bisa. Itu saja. Saya enggak tahu. Tanya ke sana (Bareskrim) saja,” ujarnya.

Raden Priyono dan Djoko Harsono sempat ditahan. Namun mendapat penangguhan penah­anan lantaran menderita sakit.

Untuk diketahui, Bareskrim te­lah melakukan pelimpahan tahap pertama atau berkas perkara tersangka ke Kejaksaan Agung pada 18 Desember 2017 lalu. Setelah diteliti, Kejaksaan menyatakan berkas perkara sudah lengkap.

Tahap berikutnya adalah pe­limpahan tahap dua yakni ter­sangka dan barang bukti ke kejaksaan. Agung mengatakan penyidik sudah berkoordinasi dengan kejaksaan mengenai penundaan pelimpahan tahap dua itu.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menambahkan, pelimpahan ter­sangka juga menunggu kesiapan kejaksaan yang akan jadi penun­tut umum perkara ini.

“Jadi gini, tahap dua itu tunggu dari Kejaksaan. Kalau kami serahkan, mereka belum siap kan, jadi harus ditunggu,” kata Setyo di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat.

Menurut Setyo, Polri akan mengirim tim ke Singapura untuk mengecek keberadaan Honggo. Selama ini pria itu bermukim di negara tetangga untuk perawatan sakit jantung. “Informasinya masih sakit. Kami akan cek lagi nanti. Penyidik bisa cek ke sana nanti,” tuturnya, kemarin.

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengimbau agar Honggo pulang ke Tanah Air untuk menjalani proses hukum.

Jika Honggo tak kunjung pulang, Kejaksaan bakal menyidangkan perkaranya secara in absentia. Honggo bakal dike­nakan hukuman lebih berat lantaran dianggap melarikan diri dari proses hukum.

Sumber: rmol

Cordoba, Pusat Ilmu Pengetahuan di Eropa

Cordoba, Pusat Ilmu Pengetahuan di Eropa

Volume kunjungan ke perpustakaan mencapai angka 400.000 kunjungan

10Berita , JAKARTA — Le Mezquita Cordoba bermula ketika Kerajaan Bani Umaiyyah diambil alih oleh Kerajaan Bani Abassiyah pada tahun 750 sehingga pusat peradaban Islam dipindahkan dari Damaskus, Syria, ke Baghdad. Keadaan itu memaksa Abdulrahman I--dikenal sebagai Abdulrahman Al-Dakhil--yang menjadi Khalifah Bani Umaiyyah ketika itu hengkang ke Spanyol. Ia kemudian menjadikan Kerajaan Bani Umaiyah kedua di Spanyol dengan Cordoba sebagai ibu kota.

Bani Umaiyyah kedua ini bertahan selama hampir 800 tahun (756-1492). Perkembangannya pesat, menyaingi Kerajaan Bani Abassiyah yang berpusat di Baghdad ketika itu. Di masa-masa kejayaannya, Cordoba menjadi bandar terkaya di Eropa. Di masa Khalifah Abdul Rahman I itulah, Masjid Cordoba dibangun dan dilanjutkan oleh penerusnya: Abdulrahman II, Al Hakam, dan Al Mansur.

Pada saat pemerintahan Bani Umayyah, Cordoba menjadi ibu kota Spanyol. Cordoba saat itu juga dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan. Volume kunjungan ke perpustakaan mencapai angka 400.000 kunjungan, sementara volume pengunjung perpustakaan-perpustakaan besar di Eropa lainnya jarang mencapai angka seribu.

Cordoba mengalami kemajuan pesat dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan intelektual. Pada masa kekuasaan Abdurhaman III, didirikan Universitas Cordoba yang terkenal dan menjadi kebanggaan umat Islam. Banyak mahasiswa dari berbagai negara, termasuk mahasiswa Kristen dari Eropa, menuntut ilmu di universitas itu. Geliat pendidikan di Cordoba makin bersinar pada era pemerintahan Al Hakam Al Muntasir. Sebanyak 27 sekolah swasta didirikan, bahkan gedung perpustakaan mencapai 70 buah. Anak-anak miskin dan terlantar bisa bersekolah secara gratis di 80 sekolah yang disediakan pemerintah.

Pendek kata, Cordoba masa itu dikenal sebagai the greatest centre of learning di Eropa ketika kota-kota lain di benua itu berada pada masa kegelapan. Cordoba bagai bunga yang menebar harum di Eropa pada abad pertengahan sebagaimana digambarkan oleh seorang penulis Lane-Poole sebagai the wonders of the world.

Cordoba menjadi kota termegah pada masanya. Kejayaannya banyak menginspirasi penulis Barat dan banyak digambarkan oleh para ahli sejarah ataupun politik sebagai cikal bakal pembawa kemajuan bagi Barat di masa sekarang.

Saat Cordoba berada dalam puncak kejayaannya pada abad ke-9 dan ke-10 Masehi, kota ini dipenuhi lebih dari 200.000 rumah, sekitar 600 masjid, dan tak kurang dari 50 rumah sakit serta sejumlah pasar besar yang menjadi pusat perdagangan dan sentra perekonomian. Di antara ratusan masjid yang ada di sana, masjid termegah dan terbesar adalah Le Mezquita atau Masjid Cordoba.

Setelah Pemerintahan Islam jatuh, beberapa bagian dari Masjid Cordoba dirombak menjadi sebuah katedral. Kejatuhan itu diakibatkan adanya perpecahan dalam tubuh umat Islam sendiri karena perebutan kekuasaan antara Dinasti Umayyah dan Dinasti Amiriyah. Perpecahan ini makin tajam oleh segelintir tokoh Islam yang mengundang pihak musuh sebagai sekutunya memerangi sesama raja Islam. Puncaknya, Ratu Isabel dari Castila dan Ferdiand dari Aragon berhasil menaklukkan Grenada dan kemudian mengusir kaum Muslim dari Spanyol.

Kekalahan itu tidak serta-merta meruntuhkan Masjid Cordoba yang kental dengan arsitektur Islam. Beberapa bagian dari masjid tersebut hingga kini masih terpelihara dan telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu tempat peninggalan bersejarah yang penting di dunia. Keberadaan Masjid Cordoba ini menunjukkan jejak sejarah kejayaan Islam di daratan Eropa abad ke-9 dan 10 Masehi. 

Sumber : Republika.co.id