OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Sabtu, 21 April 2018

Andai SBY dan Prabowo Mencalonkan Gatot Nurmantyo

Andai SBY dan Prabowo Mencalonkan Gatot Nurmantyo


10Berita,   Politik yang kompetitif justru akan menguntungkan rakyat banyak. Kubu yang bersaing akan berlomba menarik hati dan pikiran pemilih dengan menawarkan program dan team kerja yang paling memenuhi harapan.

Bagaimana membuat pilpres 2019 menjadi kompetitif? Salah satu jawabnya, itu akan terjadi jika Gatot Nurmantyo dicalonkan oleh Prabowo Subiyanto (Gerindra) dan SBY (Demokrat) menjadi penantang Capres Jokowi. Apalagi jika dalam rombongan Prabowo-SBY, PKS dan PAN, plus PKB ikut serta.

Mungkinkah itu terjadi? Politik adalah seni kemungkinan. Kecuali pohon kelapa tiba tiba berubah menjadi pohon pepaya, segala hal mungkin terjadi dalam politik.

Mungkin menangkah Gatot yang didukung penuh oleh Prabowo dan SBY? Ini harus dijawab dengan data dan preseden yang pernah ada.

Berdasarkan tradisi pemilu langsung presiden di Indonesia, pilpres baru berlangsung tiga kali: 2004, 2009, 2014. Dalam tiga kali pilpres itu, dua kali incumbent, pertahana presiden yang tengah menjabat, bertarung kembali.

Bagaimana hasilnya? Megawati selaku incumbent/pertahana, dikalahkan SBY di 2004. Tapi SBY selaku pertahana di tahun 2009, menang telak. Pilpres 2014 tak melibatkan pertahana. Kini 2019, pertahana kembali terlibat.

Apa hasilnya jika melawan pertahana? Dalam sejarah indonesia, kemungkinan menangnya 50:50. SBY berhasil kalahkan pertahana di 2004. Tapi Mega dan JK gagal kalahkan pertahana di 2009. Statistik mencatat kemungkinan menang atau kalah melawan pertahana presiden 50:50.

Tapi bukankah hasil survei Jokowi vs Gatot Nurmantyo hari ini cukup jauh berjarak? Memang demikianlah jika pemilu masih lama, H- 11 bulan. Pertahana muncul di media setiap hari. Siapapun penantangnya hanya muncul di media, public expose, kadang kadang saja.

Jokowi sudah dikenal oleh di atas 90 persen pemilih. Gatot baru dikenal oleh kurang dari 60 persen pemilih. Jika Gatot dikenal pemilih seluas Jokowi, situasi akan berbeda.

Di tahun 2003, saya banyak menemani SBY. Berdasarkan survei saat itu, jelaslah Megawati jauh melampui SBY. Tapi saya ikut meyakinkan SBY bahwa ia bisa mengalahkan Megawati. Saat itu, Megawati dikenal oleh lebih dari 90 persen. Tapi saat itu, yang mengenal SBY masih di bawah 60 persen. Tapi dari yang mengenal SBY, mereka lebih banyak yang suka SBY.

Sejarah pilpres apalagi pilkada, banyak kasus, pertahana yang pada H-11 bulan unggul telak, tapi di hari pemilu ternyata kalah. Di samping kasus pertahana Megawati di pilpres 2004, juga kasus pertahana Fauzi Bowo di pilkada 2012, Bibit Waluyo di Jawa Tengah 2013. Kasus paling anyar adalah dikalahkannya Ahok di tahun 2017, setelah H-11 bulan ia menang telak di semua survei.

Jokowi kini memang menang telak dalam aneka survei. Namun banyak isu yang mulai menggerogotinya dan emosional bisa mempengaruhi kantong besar pemilih. Kalangan bawah tak nyaman dengan kondisi ekonomi, terutama isu harga sembako, pengangguran, dan kepemilikan rumah.

Isu tenaga kerja asing, suka atau tidak, tak terhindari ataupun tidak, cukup emosional meningkatkan persepsi negatif terhadap Jokowi. Isu soal Islam politik tak kalah emosionalnya.

Meluasnya hastag #2019presidenBaru itu bukan kegenitan pemain soc med belaka. Hastag ini punya akar kuat di benak pemilih. Hanya saja sentimen itu belum menyatu pada satu tokoh, dan belum menemukan para DON pemain politik utama selaku pengusungnya.

-000-

Di Indonesia masa kini banyak politisi. Tapi kualitas DON, atau pusat politik hanya ada pada empat tokoh: Jokowi karena ia presiden. Megawati karena ia pimpinan partai terbesar. SBY karena ia mantan presiden dan ketum partai. Prabowo karena ia tokoh paling populer nomor dua saat ini dan ketum partai.

Jika Jokowi bersama Mega dan SBY melawan Prabowo, pertarungan tak seimbang. Tapi jika Jokowi bersama Mega melawan Prabowo bersama SBY, pertarungan akan kompetitif.

Prabowo ingin mencalonkan dirinya. SBY ingin mencalonkan putranya AHY. Mungkinkah mereka berjumpa berdua dan kompromi: Gatot Nurmantyo!

Segala hal mungkin terjadi. Memang jika akhirnya SBY dan Prabowo bersama mencalonkan Gatot Nurmantyo, pilpres 2019 akan sangat kompetitif. Negara manapun akan diuntungkan jika politiknya kompetitif.

Jika akhirnya Gatot dicalonkan oleh kerjasama Prabowo dan SBY, tentu saja belum pasti pertahana akan dikalahkan. Tapi pilpres 2019 memang akan sangat sangat sangat kompetitif (tiga kali sangat).

Penulis: Denny JA

Sumber :Portal Islam 

KTT Minoritas Muslim Dunia Deklarasikan Islamofobia sebagai Tindakan Kriminal Kemanusiaan

KTT Minoritas Muslim Dunia Deklarasikan Islamofobia sebagai Tindakan Kriminal Kemanusiaan

10Berita, ANKARA—Pertemuan minoritas Muslim dunia yang diadakan di Istanbul, Turki, menghasilkan sebuah deklarasi yang menyatakan  bahwa Islamofobia harus dikategorikan sebagai tindakan kriminal terhadap kemanusiaan. Pertemuan yang berlangsung selama 4 hari itu ditutup pada Kamis (19/4/2018).

KTT Minoritas Muslim dunia itu digelar dengan tujuan membahas masalah-masalah yang dihadapi minoritas Muslim dan memikirkan solusi yang tepat. Acara yang dimulai pada Senin (16/4/2018) itu  dihadiri 211 peserta dari 103 negara.

Acara itu diorganisir oleh Direktorat Urusan Agama Turki dan mengundang akademisi Muslim, aktivis, jurnalis, dan penulis yang bisa menjembatani hubungan antara Turki dan komunitas-komunitas minoritas Muslim dunia.

Pada pertemuan itu, partisipan juga membahas perlunya menggenjot kerja sama dalam hak pendidikan dan layanan agama.

Deklarasi final untuk menutup KTT itu mengatakan semua tindakan diskriminasi terhadap minoritas karena kewarganegaraan, gender, ras, budaya, agama, atau bahasa termasuk sebagai kejahatan kemanusiaan. Islamofobia digambarkan sebagai “masalah HAM” dan melibatkan kepentingan sendiri dan rasisme.

Mereka mengatakan orang yang mengait-ngaitkan Islamofobia dengan hawa politik saat ini ingin memajukan kepentingan sendiri dari perdebatan dan perselisihan yang muncul di antara berbagai budaya, komunitas, dan agama.

Deklarasi itu juga mengatkan Islamofobia bertujuan menabur kebencian di antara warga dari berbagai latar belakang, “maka harus dianggap sebagai kejahatan kemanusiaan”.

Pernyataan itu mengecam keras dan menolak “sikap yang tidak bertanggung jawab” di balik pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Bagi semua umat Muslim, Yerusalem adalah ibu kota Palestina selamanya,” bunyi deklarasi itu.

Deklarasi itu jugamenyinggun tentang organisasi teroris yang menjadi ancaman dunia, sehingga umat Islam perlu melawannya. []

SUMBER: ANADOULU
,  Islampos.

HEBOH.. Pengadaan Tas Sembako Bantuan Presiden Sedot APBN Rp 3 Miliar, Padahal Bawaslu Sudah Tegur

HEBOH.. Pengadaan Tas Sembako Bantuan Presiden Sedot APBN Rp 3 Miliar, Padahal Bawaslu Sudah Tegur


10Berita,  Publik kembali dibikin heboh dengan terkuaknya info Lelang Pengadaan Tas Sembako Bantuan Presiden Tahun Anggaran 2018.

Dalam situs resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Keuangan Republik Indonesia (www.lpse.kemenkeu.go.id), ditemukan suatu fakta bahwa ada lelang Pengadaan Tas Sembako Bantuan Presiden Tahun Anggaran 2018 senilai Rp 3.000.000.000 (tiga miliar rupiah).

Keterangan di situs LSPE:

Nama Lelang:Pengadaan Tas Sembako Bantuan Presiden
Tanggal Pembuatan: 20 April 2018
Instansi: Kementerian Sekretariat Negara
Satuan Kerja: ISTANA KEPRESIDENAN JAKARTA
Tahun Anggaran: APBN 2018 
Nilai Pagu Paket: Rp 3.000.000.000,00
Penetapan Pemenang: 26 April 2018

Link:
https://www.lpse.kemenkeu.go.id/eproc4/lelang/23246011/pengumumanlelang
https://www.lpse.kemenkeu.go.id/eproc4/lelang/23246011/jadwal

***

Padahal, bagi-bagi sembako oleh Presiden mendekati Pilpres 2019 ini menjadi sorotan Bawaslu. Bahkan Bawaslu sudah memperingatkan Jokowi untuk hentikan kegiatan bagi-bagi sembako.

Bawaslu Minta Jokowi Hentikan Kegiatan Bagi-bagi Sembako


Anggota Bawaslu RI, Rahmat Bagja meminta Presiden Joko Widodo menghentikan program bagi-bagi sembako saat kunjungan kerja ke daerah. Hal itu untuk menghindari anggapan bahwa pembagian sembako yang dilakukan merupakan upaya kampanye menjelang Pemilihan Presiden 2019.

"Kami harapkan sekarang tidak bagi-bagi sembako," ujar Bagja ketika ditemui di Kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (10/4/2018).

Apalagi, kata Bagja, saat ini tidak semua masyarakat Indonesia miskin dan butuh bantuan sembako dari Jokowi.

Menurut Bagja, Jokowi cukup menyampaikan program-program yang telah dilakukan pemerintah selama ini.

"Tapi menyampaikan saja apa yang sudah diwujudkan, misal jalan tol, lalu pelabuhan dan lain-lain," kata dia.

Bagja mengakui, Bawaslu telah mendapatkan laporan masyarakat mengenai pembagian sembako yang dilakukan Jokowi.

"Ini temuan masyarakat dan bukan temuan Panwas. Temuan Panwas, kami belum dapat," kata Rahmat Bagja.

Saat ini, Bawaslu tengah mengkaji laporan tersebut. "Prinsipnya kan adil dan setara," ucap dia.

Link: https://nasional.kompas.com/read/2018/04/10/18535821/bawaslu-minta-jokowi-hentikan-kegiatan-bagi-bagi-sembako

***

Publik pun bereaksi atas rencana Pengadaan Tas Sembako Bantuan Presiden senilai Rp 3 Miliar ini.

Berikut diantara tanggapan publik di sosial media...

3 milyar biaya bikin tas sembako sumbangan presiden, dana apbn, gunanya untuk kampanye?

— Afrizal Anoda (@afrizalanoda) 21 April 2018


Gilaaa... Gilaa.... Buat tas sembako aja pake dana apbn sampai 3 miliar..?

— Hidayatmursid (@Hidayatmursid1) 21 April 2018


Kamprettt..dia tipu² rakyat pake duit negara

— Peace of Mind (@Jokcebong) 21 April 2018


Krn ketakutan akan kekalahan..makanya cari cara yg ampuh buat naikkan elektabilitas..#2019GantiPresiden #2019GantiPresiden #2019PresidenBaru #2019PresidenBaru

— Azhar Matang (@AzharMatang) 21 April 2018


YG KLO KEK GINI CEBONG PDA MICEK

— Agus p (@AgusFlyown) 21 April 2018


Sumber :Portal Islam 

Abang Tukang Becak Ditelepon Polisi Sebelum Tenda “Ganti Presiden 2019” Dicopot

Abang Tukang Becak Ditelepon Polisi Sebelum Tenda “Ganti Presiden 2019” Dicopot



10Berita, Abang tukang becak bernama Supriadi menceritakan pencopotan tenda becak yang ada tulisa “Ganti Presiden 2019” oleh polisi.

Supriadi adalah warga jalan Cangkul, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara.

Jelas Supriadi, sebelum tenda becaknya diambil oleh polisi, dia terlebih dahulu ditelepon oleh personel polisi bernama Ari. Sang polisi memberitahukan akan mengambil tenda becaknya.

“Kemarin saya ditelepon polisi, namanya Bang Ari, kebetulan memang saya kenal. Dia (polisi) ngomong akan mengambil tenda becak punya saya, tapi baru tadi pagi diambil tendanya,” beber Supriadi, Jumat (20/4), seperti dilansir dari RMOL Sumut.

Saat ditanya apa alasan polisi mengambil tenda becak milikinya, Supriadi yang juga punya usaha kedai kering mengatakan bahwa alasan polisi mengambil untuk menjaga kekondusifan.

“Dia ngambilnya persuasif kok. Alasan diambil katanya supaya enggak ribut, dan juga belum masa kampanye Presiden. Nanti takutnya kalau dipasang bisa menimbulkan hal hal yang tidak kita inginkan,” kata Supriadi menirukan ucapan polisi itu.

Supriadi menambahkan, diambilnya tenda becaknya itu, menurut pengakuan sang polisi karena dirinya mendapat perintah melalui telepon dari Polda Sumut.

Lebih lanjut Supriadi mengatakan, tidak hanya tenda becak miliknya saja yang dicopot. Sebelumnya, tenda becak milik temannya bernama Alam juga diambil oleh polisi karena bertuliskan “Ganti Presiden 2019”.

“Punya kawan saya juga diambil. Tapi syukurlah diganti uang cetaknya oleh polisi itu Rp 100 ribu untuk dua tenda,” katanya.

“Sebenarnya tenda itu baru saja saya ambil dari percetakan. Kami mencetak dua buah, salah satunya kawan saya yang bernama Alam. Namun saat sampai di rumah, teman saya yang bernama Alam mendatangi saya dan menyarankan agar difoto, biar cantik katanya. Lalu foto itu dikirim Alam di group WhatsApp kami, dan dipasang di Facebook oleh kawam saya yang bernama Sutri. Saya sendiri sebelumnya enggak tahu kalau ada di media sosial,” tutur Supriadi menambahkan.

Adapun alasan Supriadi memasang tenda becak dengan tagar #2019GantiPresiden karena sangat kecewa dengan pemerintahan saat ini.

“Sebagai orang kecil, keinginan saya memang ingin ganti Presiden di tahun 2019. Saya juga kurang cocok dengan kebijakan pemimpin saat ini. Dimasa sekarang ini, hidup kami semakin susah. Bayangkan saja, BBM semakin naik, tenaga asing terus masuk, lapangan kerja semakin sulit, listrik naik,” kata Supriadi.

Sumber: rmol

Semangat Qur’ani dari Kartini

Semangat Qur’ani dari Kartini

10Berita, Tahukah Bunda, istilah yang sering diulang Raden Ajeng Kartini dalam surat-suratnya hingga dipilih Mr Abendanon menjadi judul buku pahlawan perempuan ini?

Door Duisternis Tot Licht. Kata-kata ini kemudian diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Terjemahan itu puitis, namun kurang tepat. Yang lebih tepat adalah Dari Kegelapan Menuju Cahaya.

Kartini memang terinspirasi dari Al Qur’an: من الظلمات الى النور

Di akhir hayatnya, Kartini belajar Islam dengan mempelajari Al-Qur’an. Yakni setelah bertemu Kyai Sholeh Darat dan mendapat hadiah terjemah Al-Qur’an Faizhur Rohman Fit Tafsiril Quran dari ulama itu. Dalam Al-Qur’an kata Minadh Dhulumaati Ilan Nuur disebutkan tujuh kali: QS. Al-Baqarah : 257, QS. Al-Maidah : 16, QS. Ibrahim : 1, QS. Ibrahim : 15, QS. Al-Ahzab : 43, QS. Al-Hadid : 9, dan QS. Ath-Thalaq : 11.

Setelah mempelajari Islam, Kartini mengalami pencerahan. Fikrahnya berubah dari mengagumi Barat menjadi menentang upaya Belanda yang datang ke Indonesia juga dalam misi kristenisasi.

Maka Kartini pun menuangkan fikrahnya dalam surat kepada Abendanon:
“Bagaimana pendapatmu tentang Zending, jika bermaksud berbuat baik kepada rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta kasih, bukan dalam rangka kristenisasi? …. Bagi orang Islam, melepaskan keyakinan sendiri untuk memeluk agama lain, merupakan dosa yang sebesar-besarnya. Pendek kata, boleh melakukan Zending, tetapi jangan mengkristenkan orang. Mungkinkah itu dilakukan?” [Surat Kartini kepada E.E. Abendanon, 31 Januari 1903]

Kartini juga menggariskan cita-cita pendidikannya. Agar kaum wanita menjadi madrasatul ula, sekolah pertama yang mampu mendidik putra-putrinya menjadi generasi yang lebih baik.

“Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.” [Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902]

Hari ini kita memperingati Hari Kartini. Maka, mari hidupkan cita-cita sejati Kartini. Mendidik generasi masa depan yang lebih baik. Menjadi sekolah pertama bagi anak-anak kita. Menjadi perempuan tangguh yang siap menjawab segala tantangan zaman di bawah naungan Al Qur’an. 

Sumber : Ummi Liha/KeluargaCinta

Puji Anies-Sandi, Rizal Ramli: Pemimpin DKI Jakarta Saat Ini Tenang dan Sejuk, Sebelumnya Kita Tahulah...

Puji Anies-Sandi, Rizal Ramli: Pemimpin DKI Jakarta Saat Ini Tenang dan Sejuk, Sebelumnya Kita Tahulah...


10Berita,   JAKARTA - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Dr. Rizal Ramli mengatakan Pemerintah DKI Jakarta dibawah kepemimpinan baru saat ini tenang dan sejuk.

Rizal membandingkan dengan pemerintahan DKI sekarang dengan sebelumnya.

"Kami mengucapkan selamat, setelah beberapa lama gubernur dan wakil gubernur baru, terasa suasana tenang dan sejuk di DKI. Sebelumnya kita tahulah suasananya kayak apa, sekarang ada perasaan tenang dan sejuk," ujar Rizal Ramli di Balai Kota, Jakarta, Jumat (20/4/2018), seperti dikutip Kompas.com.

Ekonom senior ini merasa senang karena pemerintan DKI saat ini fokus pada masalah ekonomi.

Ia menilai ekonomi di Jakarta bisa lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan nasional.

"Gubernur dan Wakil Gubernur fokus di dalam masalah ekonomi bisa saya kira tumbuh di atas rata-rata nasional rata-rata nasional kan mandek 5% Sandi Wakil Gubernur targetnya 7% kalau itu tercapai tentunya luar biasa," katanya.

Terutama dalam soal penciptaan lapangan pekerjaan, Rizal mengatakan ia salut pemerintah DKI fokus dalam penciptaan lapangan kerja.

"Saya salut bahwa pemerintah DKI hari ini fokus di dalam penciptaan lapangan kerja Gubernur dan Wakil Gubernur saya percaya akan mampu menunjukkan lebih hebat dari pada nasional yang hanya 5%," pungkasnya.

Berikut video liputan...

Sumber :Portal Islam 

Helikopter Berisi WN China Jatuh di Morowali Saat Hendak Pulang ke China

Helikopter Berisi WN China Jatuh di Morowali Saat Hendak Pulang ke China


10Berita, Helikopter yang mengangkut WN China milik perusahaan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) jatuh di Morowali, Sulawesi Tengah. Helikopter tersebut jatuh Jumat (20/4/2018) sekitar pukul 09.15 WITA atau 10.15 WIB.

Helikopter ini mengangkut enam warga negara Tiongkok (China).

Keenam orang WN China adalah: Xi Laiwang, Guan Kejiang, Yang Xun, Zhao Yipu, Du Yifei, Du Gui.

Helikopter tersebut diketahui jatuh karena adanya gangguan mesin. Ada korban meninggal dunia akibat peristiwa ini. Namun seluruh awak selamat.

PT IMIP mengelola kawasan industri berbasis nikel di Morowali. Mengutip situs PT IMIP, saham perusahaan tersebut dimiliki oleh perusahaan China Shanghai Decent Investment (Group) 49,69%, PT Sulawesi Mining Investment 25%, PT Bintangdelapan Investama 25,31%.

Banyak buruh Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China (Tiongkok) yang bekerja di PT IMIP Morowali. Mereka datang dan pulang lagi ke Tiongkok melalui Bandara Udara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara.

(Baca: Dibalik Insiden Heli Jatuh, PT IMIP Pekerjakan 3.000 WN China)

Berikut liputan video dari beberapa TV.

[iNewsTV]


[Berita Satu]

[CNN Indonesia]

Sumber : PORTAL ISLAM 

Jaksa Agung Tak Bisa Lanjutkan Kasus Habib Rizieq Syihab

Jaksa Agung Tak Bisa Lanjutkan Kasus Habib Rizieq Syihab

Oleh :Syaefurrahman Al-Banjary

10Berita, Kasus-kasus yang melibatkan Habib Rizieq Syihab sebagai tersangka kemungkinan akan terus mentok selagi upaya kriminalisasi masih berlangsung. Buntutnya adalah nasib seseorang menjadi digantung dan menjadi siksaan bagi yang dikriminalkan.

Makanya pihak Jaksa Agung M. Prasetyo pun tak bisa berbuat banyak terhadap kasus Habib Rizieq karena mandeg alias jalan di tempat. Bahkan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sudah mengembalikan berkas Habib Rizieq ke Polda Metyro Jaya.

Habib Rizieq Syihab (Baguskali.com).

Diberitakan Republika Rabu (28/3/2018), Jaksa Agung ketika Rapat dengan Komisi III DPR menyebut kasus Habib Rizieq yang mandeg adalah kasus dugaan penyebaran percakapan dan foto pornografi oleh pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab bersama Firza Husein.

Menurut Prasetyo, berkas perkara tersebut saat ini kembali berada di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Itu karena Kejaksaan Tinggi DKI telah mengembalikan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) kepada pihak kepolisian.

Hampir setahun kasus ini stagnan, karena Habib Rizieq tidak pernah memenuhi panggilan penyidik dan saat ini diketahui masih berada di Arab Saudi sejak Mei tahun lalu.

Kasus Habib Rizieq menjadi perhatian karena ada yang tidak beres dalam penanganan kasus. Publik melihatnya sebgai upaya kriminalisasi karena Habib memiliki pengaruh besar dalam kasus Ahok yang menista agama Islam. Salah satu caranya adalah dengan mencari kesalahan atau diciptakan kesalahan. Salah satunya adalah kasus chat tersebut.

Polisi tidak atau belum menangkap siapa pembuat chat mesum itu. Banyak kasus yang menyangkut kelompok ini terkena kasus, cepat sekali penanganannya, tetapi yang menyangkut pihak lain sangat lamban. Contohnya kasus Victor Laiskodat yang dilaporkan telah melakukan ujaran kebencian nyatanya sampai sekarang malah dia terus melenggang jadi calon Gubernur NTT. Wallahu a’lam (fur/28/3/2018).

Sumber : UC News 

Syaefurrahman Al-Banjary: Jurnalis, dosen dan penulis produktif


Amien Rais Sebut Jokowi Tokoh Sipil Berwatak Otoriter

Amien Rais Sebut Jokowi Tokoh Sipil Berwatak Otoriter


10Berita, Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto adalah sosok militer yang baik. Sementara, Amien menilai Presiden Joko Widodo sebagai tokoh sipil berwatak otoriter.

“Sipil Mas Jokowi ini, tapi pikirannya otoriter,” kata Amien saat ditemui di kediamannya, Jakarta, Kamis (19/4).

Pernyataan itu menjawab pertanyaan terkait posisinya sebagai tokoh reformasi ’98 yang dekat dengan Prabowo dibandingkan tokoh sipil seperti Jokowi. Prabowo merupakan tokoh militer dan pernah menjadi bagian Keluarga Cendana.

Amien menyebut indikasi Jokowi otoriter dinilai dari wacana calon tunggal pada pilpres 2019.

“Ini bahaya, destruksi demokrasi. Kalau sampai betul-betul terjadi, sudah, innalillahi. Oposisi dibungkam, diberangus, itu berat. Sosok sipil justru lebih militer,” tuturnya.

Sebaliknya, Amien menilai Prabowo yang merupakan mantan Komandan Jenderal Korps Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, adalah figur yang lebih fair. Hal ini ditunjukan Prabowo usai kalah dari Jokowi pada pilpres 2014.

“Lihat orang militer lebih sipil. Seperti [eks Presiden Perancis Charles] de Gaulle, [mantan Presiden AS Dwight] Eisenhower. Kurang militer apa [muasalnya]. Prabowo itu tidak lantas ‘ganyang’. Itu enggak ada. Insyaallah. Dia itu fair. Kalah, ya sudah. Jabat tangan, saling undang,” tuturnya.

Namun demikian, pihaknya masih menghitung kecukupan syarat dukungan bagi Prabowo untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilu 2019.

“To be very honest, saya lihat petanya, kasih masukan. Siapa tahu nanti chemistry capres bisa merebut hati rakyat,” ujarnya.

Untuk posisi cawapres, Amien mengatakan pihaknya sudah berbincang dengan Prabowo tentang sejumlah nama potensial. Di antaranya, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang, hingga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Nama-nama bakal capres-cawapres ini, menurutnya akan dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakrenas) PAN pada pertengahan Mei 2018.

“[Nama-nama kandidat] ini masih dimasak. Mudah-mudahan dalam dua-tiga minggu ini sudah fix,” tandasnya.

Sumber: eramuslim

Rencana Mendikbud Gelar Nobar Film Dilan, Fahri: Pihak Kemendikbud Sudah Kehabisan Ide

Rencana Mendikbud Gelar Nobar Film Dilan, Fahri: Pihak Kemendikbud Sudah Kehabisan Ide



10Berita, JAKARTA - Rencana Mendikbud Muhadjir Effendi yang akan menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Dilan dalam peringatan Hardiknas 2018, tidak hanya dikecam oleh netizen. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah juga mengkritik langkah Mendikbud tersebut. Menurut Fahri, pihak Kemdikbud sedang kehabisan ide untuk menyuguhkan film untuk memperingati hari pendidikan.

"Kayaknya pada lagi nggak punya ide tentang apakah arti pendidikan. Lalu ikut-ikutan nonton film yang lagi terkenal. Padahal Hari pendidikan itu terkait dengan perjuangan mencerdaskan bangsa yang serius," kata Fahri kepada detikcom, Jumat (20/4/2018).

Menurut Fahri, film Dilan sebuah karya bagus. Sayangnya, dikatakan oleh Fahri, adegan yang ada di dalam film tersebut cenderung kepada fiksi romantisme.

"Dilan itu karya bagus tapi bukan film sejarah. Dan perilaku dalam film Dilan itu fiksi romantis, bukan hasil pendidikan karakter," ujarnya.

Ia kemudian menyarankan agar sebaiknya pihak Kemdikbud memutarkan film-film dokumenter yang mengandung syarat sejarah. "Sebaiknya menteri mengajak menonton film dokumenter, bukan fiksi. Ini hari bersejarah jangan disalahartikan," tutupnya.

Seperti diketahui, Mendikbud Muhadjir Effendi menggelar nonton bareng (nobar) film 'Dilan' dan 'Yowis Ben' dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Acara nobar itu diharapkan dapat membuat masyarakat lebih mengapresiasi film nasional.[fq//detik]

Sumber :voa-islam.com