OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 04 Mei 2018

Prabowo: Ini Bukan Lagi Ekonomi Neoliberal, Ini Ekonomi kebodohan

Prabowo: Ini Bukan Lagi Ekonomi Neoliberal, Ini Ekonomi kebodohan


10Berita – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak habis pikir mengamati strategi ekonomi yang dipilih pemerintah untuk mengatasi kesulitan Bangsa.

“Ini bukan ekonomi neoliberalisme, ini lebih buruk lagi, ini ekonomi kebodohan,” kata dia di sela jamuan makan pagi di Hotel Tugu Lestari, Blitar, Jumat (4/5).

“Ekonomi Pancasila kita dirusak ekonomi neolib, dan lebih buruk jadi ekonomi kebodohan. Kita punya sawah, sawah kita dikerjakan orang, dan hasilnya diambil orang,” urai Prabowo mencontohkan.

Pendiri Yayasan Pendidikan Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri yang ikut dalam jamuan makan pagi membenarkan pandangan ini.

“Ekonomi marhaenisme memberi kesempatan pada rakyat untuk memiliki alat produksi dan mendapatkan perlindungan dalam usaha agar tidak digilas oleh kapitalisme,” pungkas wakil ketua umum DPP Partai Gerindra itu. ()

Sumber :rmol

Sejumlah Kota di Jatim Gelar Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden

Sejumlah Kota di Jatim Gelar Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden


10Berita – Sejumlah daerah di Jawa Timur bakal menggelar kegiatan #2019GantiPresiden dalam kegiatan Car Free Day (CFD), Ahad (6/5).

Rencananya kegiatan itu akan berlangsung di Kota Malang, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Sidoarjo, dan Gresik.

Dari informasi yang behasil dihimpun, di Gresik, aksi akan berlangsung di Bunderan GKB McD Kab. Gresik. Akan ada Deklarasi Akbar #2019GantiPresiden dalam bentuk pembagian PIN, stiker dan, pengumpulan donasi bantuan untuk Palestina.

Sedangkan untuk daerah lainnya belum ada informasi yang didapat.

Di Jakarta, di hari yang sama, Deklarasi Akbar Relawan Nasional #2019GantiPresiden juga akan digelar di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Monas, Jakarta Pusat, mulai pukul 09.00 WIB.(kl/)

Sumber :swamedium

Pemerintah Ngutang Lagi Rp.14 Triliun Buat Proyek Kereta Cepat

Pemerintah Ngutang Lagi Rp.14 Triliun Buat Proyek Kereta Cepat

10Berita -Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan menarik pinjaman China Development Bank (CDB) hingga US$1 miliar atau sekitar Rp14 triliun untuk pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

KCIC merupakan perusahaan patungan yang membawahi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, yang terdiri dari empat BUMN, yakni KAI, Wijaya Karya, PTPN VIII dan Jasa Marga, dengan China Railways.

Rini menyebut penarikan dalam jumlah tersebut akan dilakukan dalam waktu dua hingga tiga bulan mendatang. Saat ini, CDB baru saja mencairkan dana pinjaman sebesar US$170 juta.

“Pada dasarnya kami akan terus tarik ya, tapi bertahap supaya belum apa-apa sudah bayar bunga,” papar Rini, Rabu (2/5).


Menurut Rini, sebagian dana pinjaman yang sudah cair digunakan untuk membayar uang muka kepada kontraktor asal China dan kontraktor lokal. Ia berkukuh KCIC enggan menarik dana pinjaman sebelum memang dana itu dibutuhkan.

“Kami memang hati-hati betul kalau pinjaman, kami tidak mau tarik kalau tidak butuh,” terang Rini.

Lebih lanjut, dia mengatakan, pembebasan lahan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung saat ini mencapai 64,2 persen dan akan segera rampung pada bulan ini. Kondisi itu berubah dari rencana awal yang ditargetkan selesai pada akhir April.

“Kan paling utama 22 titik ini 7 mei selesai semua, total 142 km kami harapkan akhir Mei,” sambung Rini.

Beroperasi Maret 2021

Dia menuturkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bakal beroperasi pada Maret 2021 usai dilakukan uji coba terlebih dahulu pada akhir 2020 selama tiga hingga empat bulan.

Bersama dengan PT KCIC, China Railway Corporation juga berencana membangun Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Halim Perdanakusuma dan Walini. Bahkan, Walini didesain untuk menjadi kota baru di Bandung Barat yang memiliki 1.270 hektare (ha).

Hingga 2017, CRC telah menyelesaikan 25.000 km jalur kereta cepat. Kereta dengan kecepatan 350 km per jam ini akan mempersingkat waktu tempuh Jakarta-Bandung dari semula 3-4 jam menjadi sekitar 40 menit.

Kereta ini akan dilengkapi empat stasiun, yakni Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini dan Stasiun Tegalluar.(kl/)

Sumber :swamedium

NAHLOH! Dinilai "Pernyataan Sesat" Soal Korban Sembako Maut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Akan Disomasi

NAHLOH! Dinilai "Pernyataan Sesat" Soal Korban Sembako Maut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Akan Disomasi


10Berita, JAKARTA - Pernyataan yang disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono terkait kejadian tewasnya dua anak saat pembagian sembako Forum Untukmu Indonesia di Monas, Sabtu (284) lalu, dinilai pernyataan yang menyesatkan.

Atas pernyataannya tersebut, LBH Partai Demokrat DKI akan melayangkan gugatan somasi dan langkah hukum.

Langkah hukum ini menjadi bagian dari bantuan hukum yang diberikan Partai Demokrat DKI Jakarta terkait penuntasan dan penyelesaian kasus dua anak yang meninggal saat acara pembagian sembako di Monas.

Hal ini disampaikan H. Ricky Ricardo, SH selaku Ketua LBH Demokrat DKI sekaligus Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Advokasi DPD Demokrat DKI Jakarta.

“Iya benar, kita diminta mengawal kasus hukumnya. Kemarin kita sudah hubungi keluarga korban dan akan dikomunikasikan. Kita juga sudah hubungi kuasa hukum keluarga korban yang terlebih dahulu mendampingi agar nanti kedepan kerjasama dan prosesnya bisa sama-sama enak. Kami juga sudah memetakan tugas bersama Fayyadh, SH untuk pembagian perkara, untuk sementara kami akan diberikan kuasa substitusi agar segera kami dapat menjalankan tugas kami, jika dirasa butuh waktu maka kami akan menjalankan tugas kami sebagai pihak pengintervensi,” dijelaskan H. Ricky Ricardo, SH pada redaksi demokratdki.or.id, di Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Sebagai langkah hukum pertama, Ricky Ricardo, SH menegaskan akan melayangkan somasi kepada pihak kepolisian dalam hal ini Kabid Humas Polda Metro Jaya, Argo Yuwono dan Kapolres Jakarta Pusat, Roma Hutajulu terkait pernyataan dan opini yang menyesatkan kepada publik perihal kematian dua anak bangsa di Monas pada saat pembagian acara sembako berlangsung.

“Langkah hukum pertama kami karena laporan sudah dilayangkan oleh kuasa hukum pertama keluarga korban, maka kami telah bersepakat untuk melayangkan surat somasi dalam 2×24 jam kepada Kapolres Jakpus dan Kadiv Humas Polda Metro Jaya terkait pernyataan diskriminatif dan diluar prosedur yang dilakukan keduanya. Jika tidak ada tanggapan atau klarifikasi terhadap somasi, maka kami akan melaporkan keduanya ke Propam Mabes Polri untuk diproses,” ditegaskan Ricky Ricardo, SH.

Ketika ditanyakan tentang somasi yang akan dilayangkan, Ricky Ricardo menjelaskan mengenai kekeliruan pernyataan Kapolres Metro Jakpus dan Kadiv Humas Polda Metro Jaya kepada publik, tentang kronologis kematian dua anak bangsa tersebut. Ricky menyebut, pihak kepolisian sudah menyebarkan narasi diskriminatif, penyesatan opini dan melakukan pembelaan tanpa ada proses penyelidikan perkara terlebih dahulu.

“Saya baca di berbagai media online, ada pernyataan mengenai justifikasi tentang keterbelakangan mental. Ini yang meninggal ada 2, yang satu dalam kondisi normal. Tapi pernyataan Argo Yuwono itu tidak memisahkan keduanya, sehingga publik beropini keduanya memiliki keterbelakangan mental. Lagipula sebetulnya tidak perlu ada pembahasan seperti itu, karena keduanya sehat secara fisik,” dituturkan Ricky Ricardo, SH.

“Kedua adalah pernyataan yang mengatakan bahwa kedua korban meninggal bukan akibat mengantre sembako dan ditemukan berada di luar kawasan Monas. Pernyataan ini dikeluarkan Kapolres Jakpus, Roma Hutajulu. Kami minta adanya permintaan maaf dan klarifikasi atas pernyataan tersebut kepada keluarga korban dalam 2×24 jam. Karena ternyata berdasar kesaksian ibu korban, Rizki ditarik keluar antrean sehingga ketika ditemukan pingsan memang ada di luar antrean. Dan yang menguatkan adalah, saat kondisi pingsan, korban masih memegang kupon sembako,” ditambahkan olehnya.

“Kapolres ini mencari pembenaran dan mau cuci tangan atas kasus ini. Belum ada proses penyidikan secara resmi tentang kronologis kok Kapolres sudah berani mengeluarkan pernyataan yang akhirnya menyesatkan publik,” dipertegas Ricky Ricardo.

Ricky Ricardo berkilah bahwa kepolisian memiliki Perkapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang ‘Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia’. Keduanya dalam hal ini Kadiv Humas Polda Metro Jaya dan Kapolres Jakpus, terindikasi melanggar Perkapolri 14/2011 Pasal 7 tentang etika kelembagaan dan Pasal 10 tentang etika kemasyarakatan.

“Keduanya terindikasi melanggar Pasal 10 dan 7. Tentang etika kemasyarakatan, di butir a dijelaskan menghormati harkat dan martabat manusia berdasar prinsip HAM. Sementara pernyataan soal keterbelakangan mental adalah pernyataan diskriminatif yang tidak menghormati harkat kemanusiaan. Dan Pasal 7 butir c tentang menjalankan tugas berdasar prosedural, profesional dan proporsional,” tutup Ricky Ricardo, SH.

Sumber: https://demokratdki.or.id/2018/05/04/lbh-demokrat-dki-jakarta-akan-melayangkan-somasi-kepada-kepolisian-terkait-pernyataan-sesat-mengenai-tragedi-sembako-maut-fui/

***

Diantara tanggapan warganet:

Mungkin ini bisa menjawab Knapa pak Argo dari Poda Metro Jaya begitu gigih belain pantia Paskah di Monas yg merenggut nyawa anak Manusia pic.twitter.com/RPVQKlhqrJ

— Negri Seterah (@RestyCayah) 1 Mei 2018


— SpesialTukangPaido (@mBahPaido) 1 Mei 2018


Sy usul pada Pimpinan Polri, terkait statemen Kombes Argo Yuwono sbg KABIDHUMAS Polda Metro yg katakan tewasnya 2 anak di Monas tdk ada kaitan dg acara pembagian Sembako.

Bila terbukti statemen itu salah,hukum dg pemberhentian atau min tunda kenaikan pangkat 5 thn

Setuju pls RT

— Ferry Koto (@ferrykoto) 3 Mei 2018


Gak Sepantasnya seorang Kabid Humas Polri berasumsi, Musibah kemarin jelas2 delik umum seharusnya Polisi langsung melakukan investigasi bukan malah mengeluarkan statement yang berkesan asal2an.

— Iwan Kurus (@Iwankurusin) 4 Mei 2018


Dari ke 2 Orang ini : Mana yg anda Percaya Ucapannya & Mana yg Hoax
1.Ibu Kokom Ibunda Rizki )almarhum) Korban Sembako Monas (RT)
2.Argo Yuwono (Like) boleh beri alasan dg kata” baik & tdk merespon bhs ternak.. pic.twitter.com/Gp9p8FcFZF

— Zepret🆔 (@Neng_Zepret) 3 Mei 2018


Ibu korban (Rizki) :" Saya ada di dalam Monas ya, makanya saya ngantri makan, nggak mungkin saya ngantri makan di luar Monas , saya menyaksikan si Rizki jatuh terinjek.......... "

*anda lebih percaya Pihak kepolisian atau Ibu Korban (Rizki)? #2019GantiPresiden #Asyik_03_Jabar pic.twitter.com/ClAeIFXOkM

— #2019GANTIPRESIDEN (@Al_Fatih1453__) 4 Mei 2018


Jika dengan sengaja memberi keterangan palsu di atas sumpah, baik dengan lisan atau tulisan, secara pribadi maupun oleh kuasanya yang khusus ditunjuk untuk itu, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. pic.twitter.com/IvwIAnvtbu

— HUKUM MILIK PENGUASA (@HukumDan) 4 Mei 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

TEMPO KECYDUK! Sahrianta (Ketua Perindo DKI) Bantah Keluarkan Pernyataan Dave Relawan Ok Oce

TEMPO KECYDUK! Sahrianta (Ketua Perindo DKI) Bantah Keluarkan Pernyataan Dave Relawan Ok Oce


10Berita, Ketua DPW Perindo DKI Jakarta Sahrianta Tarigan mengklarifikasi pemberitaan yang menyatakan dirinya menyebut Dave Revano Santosa, ketua panitia pesta rakyat ”Untukmu Indonesia”, sebagai Relawan Ok Oce. Pemberitaan tersebut tidak benar.

”Ada dua hal perlu saya klarifikasi. Pertama, saya tidak pernah dihubungi oleh wartawan untuk masalah ini,” kata Sahrianta di Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Untuk diketahui, muncul pemberitaan yang menyebutkan ketua panitia pesta rakyat ”Untukmu Indonesia”, Dave Santosa adalah Relawan Oke Oce. Dalam pemberitaan itu juga disebutkan Sahrianta memfasilitasi pertemuan Dave Santosa dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno.

Terkait pertemuan tersebut, Sahrianta tak menyangkalnya. Dia mengakui pernah mengantarkan Dave bertemu Sandiaga. Pertemuan itu atas permintaan Sandi karena Pemprov DKI ingin menggali keterangan dari panitia pesta rakyat yang menewaskan dua bocah.

”Tapi soal isi pertemuan, saya tidak tahu dan saya tidak terlibat sama sekali di dalam kepanitiaan. Saya tidak pernah mengeluarkan statement apapun, apalagi (menyebutkan) Dave sebagai Relawan Ok Oce,” tegas Sahrianta.

Link: https://news.okezone.com/read/2018/05/03/338/1894215/sahrianta-bantah-keluarkan-pernyataan-dave-relawan-ok-oce

***

Sebelumnya TEMPO memberitakan...

Ketua Perindo DKI: Ketua Panitia Sembako Monas Relawan Ok Oce
https://metro.tempo.co/amp/1085447/ketua-perindo-dki-ketua-panitia-sembako-monas-relawan-ok-oce

BERITA YANG SANGAT MENYESATKAN.

Padahal jelas Dave Revano Santosa adalah pendukung Ahok, pernah jadi Koordinator Relawan Jokowi di Pilpres 2014, dan isi twit-twitnya sangat benci dengan Anies-Sandi.

Sandi Bantah Ketua Panitia FUI sebagai Relawan OK OCE
http://www.tribunnews.com/metropolitan/2018/05/03/sandi-bantah-ketua-panitia-fui-sebagai-relawan-ok-oce

Sumber :Portal Islam 

Gawat!!! di PLTU Ini, Apapun Petunjuknya Gunakan Bahasa Cina

Gawat!!! di PLTU Ini, Apapun Petunjuknya Gunakan Bahasa Cina

10Berita – Komisi VII DPR menyoroti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasem di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau yang kebersihannya kurang terjaga.

Namun yang lebih menjadi perhatian adalah banyaknya tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di sana. Ironisnya, mereka sudah bertahun-tahun bekerja di Batam, namun tidak bisa berbahasa Indonesia. TKA ini harus benar-benar diawasi.

“Kami melihat di room control saja keseluruhannya warga negara Tiongkok dan bahkan sudah tiga tahun bekerja di sini tapi tidak bisa berbahasa Indonesia. Bahkan petunjuk apapun di sana juga berbahasa Tiongkok. Padahal dalam Perpres Nomor 20 Tahun 2018 sudah dikatakan bahwa TKA yang bekerja di Indonesia harus bisa berbahasa Indonesia,” kata Wakil Ketua  Komisi VII DPR,Herman Khaeron saat memimpin Kunjungan Kerja  ke Batam, Kepri, Minggu (29/4) lalu.

Politisi Partai Demokrat ini tak bisa membayangkan bagaimana di daerah-daerah terpencil, karena di tengah kota dan wilayah yang sangat banyak dikunjungi oleh masyarakat saja sudah banyak TKA.

Herman pun mempertanyakan untuk apa adanya pembangunan jika tidak memberikan lapangan kerja bagi pekerja lokal. Apalagi dengan kondisi angkatan kerja di Indonesia yang sangat tinggi.

“Kita sedang dalam tahapan bonus demografi. Kita harus cukup mampu menyediakan lapanngan pekerjaan supaya angkatan kerja kita terserap semua. Jangan sampai angkatan kerja kita tinggi, kemudian tuntutan terhadap lapangan pekerjaan tinggi, tetapi kemudian sumber daya kita dieksploitasi. Atau investornya dari asing, kemudian ruang pekerjaannya tertutup karena mereka membawa tenaga kerja dari negara asalnya,” khawatir Herman.

Menurutnya, temuan ini harus menjadi perhatian. Selain secara teknis juga harus menjaga keberlangsungan operasional dari pembangkit listrik yang ada di Kota Batam itu, perlu juga adanya batasan untuk TKA.

“Ruang pekerjaan yang potensial untuk membuka ruang kerja baru maupun ruang kerja yang bisa menampung lebih banyak para pekerja dalam negeri ini harus betul betul disiapkan secara cukup,” dorong politisi dapil Jawa Barat itu. ()

Sumber :rmol

Tanpa Anda Sadari, 9 Ucapan Ini Bisa Menyakiti Hati Orang Tua. Awas Durhaka!

Tanpa Anda Sadari, 9 Ucapan Ini Bisa Menyakiti Hati Orang Tua. Awas Durhaka!

10Berita, Orangtua kita adalah orang yang telah mengenal kita lebih lama sembilan bulan daripada orang lain. Mereka juga pastinya punya rasa cinta yang mencintai kita tulus ikhlas dan tanpa mengharapkan balasan.

Kita tahu bahwa ayah dan ibu kita selalu memaafkan kita ketika kita melakukan kesalahan, bahkan tanpa kita sadar kalau kita bersalah.

Nah kali ini seperti yang brilio.net lansir dari Brightside, Kamis (23/6) bakalan ngasih deretan kalimat-kalimat yang bisa menyakiti hati orangtua.

Dan bagaimana seharusnya kata-kata yang lebih baik dan membuat mereka lebih tenang dan bahagia. Simak di bawah ini yaa…

1. Pas Mereka Khawatir Sama Kamu

2. Ketika Kamu Harus Memilih, dan Mereka Berusaha Ngasih Solusi

3. Ketika Mereka Bertanya Tentang Sesuatu Hal

4. Ketika Kamu Mengambil Keputusan yang Penting Dalam Hidup

5. Ketika Mereka Beliin Kamu Baju, Jangan Ngeluh. Masih Untung Dibelikan!

6. Mereka Selalu Perhatian Sama Kamu, Entah Kamu Masih Kecil Atau Sudah Berkeluarga Sekalipun, Anak Tetaplah Anak

7. Pas Kalian Lagi Jauh, dan Mereka Nelfon Kamu

8. Ketika Mereka Menasehati Kamu, Dengan Bilang “Dulu Ibu Gini…”

9. Ketika Nanti Kalian Sudah Berkeluarga.. Mereka Merindukanmu…

Sumber: brilio.net

Egi Sudjana Sebut Ada Agenda Terselubung di Balik Peristiwa Monas

Egi Sudjana Sebut Ada Agenda Terselubung di Balik Peristiwa Monas

10Berita, JAKARTA—Pengacara Egi Sudjana memiliki pandangan sendiri sehubungan dengan peristiwa pembagian sembako di Monas beberapa waktu lalu, yang menelan korban hingga meninggal dunia.

“Ada tiga hal menurut pandangan saya dari ilmu hukum, yang pertama saya mempersoalkan masalah izin yang dimohonkan oleh pihak panitia forum Untukmu Indonesia yang ditandatangani oleh saudara Dave R Santoso,” kata Egi di Kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP PAN) Jalan Senopati, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kamis (4/5/2018).

Ia menambahkan izin yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta pada tanggal 16 Maret 2018 di dalam perizinan, Egi menilai perlu dicermati karena tertulis sehubungan dengan rencana mengadakan pesta rakyat dan budaya yang di dalamnya meliputi bakti sosial pasar murah parade seni budaya dan ibadah umat Kristiani.

“Sesuai kesepakatan Hukum tidak boleh ada kegiatan lintas agama itu, jadi dengan pendekatan ini sudah menjadi penyimpangan hukum bahkan sampai ada Korban 2 bocah meninggal terinjak injak,” tegasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, publik dikejutkan tentang berita tewasnya dua orang anak, yaitu Muhammad Rizki (10), dan Mahesha Junaedi (12), pada saat acara pembagian sembako yang diselenggarakan oleh Forum Untuk Indonesia di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Sabtu (28/4) lalu.

Muhammad Rizki (10), meninggal diduga karena terinjak-injak saat ikut mengantre Sembako. []

Sumber : Islampos.

Pendukung Jokowi Waspada, Elektabilitasnya Akan Anjlok Jika Hal Ini Beneran Terjadi

Pendukung Jokowi Waspada, Elektabilitasnya Akan Anjlok Jika Hal Ini Beneran Terjadi

(Sumber Gambar : merdeka.com/politik/3-penyebab-elektabilitas-jokowi-meningkat/masih-kaburnya-kepastian-calon-penantang-jokowi.html)

10Berita, Mendekati hari-hari dimana rakyat Indonesia akan menggelar pesta demokrasi alias pemilu 2019. Sejuah ini tercatat baru ada 2 calon capres telah resmi mendeklarasikan dirinya untuk maju memperebutkan kursi panas RI 1. Kedua capres tersebut adalah presiden Jokowi dan juga Prabowo Subianto.

Sebelum pertarungan yang sesungguhnya dimulai, pasti berbagai prediksi akan dilakukan oleh pihak-pihak terkait. Dalam hal ini termasuk survey-survey elektabilitas yang dibuat oleh berbagai lembaga survey yang ada di tanah air.

Jika dilihat hasil dari semua survey yang telah dilakukan oleh lembaga tersebut, ternyata Jokowilah yang memiliki tingkat elektabilitas tertinggi dibandingkan dengan Prabowo Subianto.

Bahkan elektabilitas Jokowi semakin meningkat dari waktu ke waktu dan jauh meninggalkan lawannya itu.

Namun tunggu dulu, walaupun Jokowi saat ini memang memiliki tingkat elektabilitas yang cukup tinggi, bukan tidak mungkin elektabilitas sang petahana akan anjlok.

Seperti yang dikutip dari merdeka.com, Kamis (3/5/2016). Melalui survey elektabilitas yang dilakukan oleh lembaga Litbang Kompas, saat ini elektabilitas Jokowi semakin meningkat dari 46,3 persen ke 55,9 persen.

Lembaga survey tersebut mengatakan bahwa ada dua penyebab elektabilitas Jokowi naik, yang pertama adalah tingkat kepuasan masyarakat terhadap dirinya, dan yang kedua adalah karena belum jelasnya siapa penantang serius Jokowi di pilpres 2019.

Jika kita lihat dari salah satu alasan elektabilitas Jokowi semakin meningkat yaitu karena belum adanya calon penantang yang jelas, bukan tidak mungkin nantinya dengan muncul sosok yang yang akan menjadi saingan kuat untuk Jokowi, maka elektabilitasnya yang tinggi itu harus turun karena calon pesaingnya tersebut. Maka dari itu untuk pendukung Jokowi, waspadala terhadap calon-calon kejutan yang akan bersaing dengan Jokowi nantinya.

Sumber : merdeka.com

Cina Diam-Diam Pasang Rudal di Laut Cina Selatan

Cina Diam-Diam Pasang Rudal di Laut Cina Selatan


10Berita -Cina secara diam-diam telah memasang rudal jelajah antikapal dan sistem rudal darat ke udara di tiga pos di barat Filipina di wilayah Laut Cina Selatan. Hal itu diungkapkan oleh seorang sumber yang memiliki pengetahuan langsung mengenai laporan intelijen Amerika Serikat (AS).

Langkah tersebut memungkinkan Beijing untuk memproyeksikan kekuatannya lebih lanjut di perairan yang disengketakan tersebut. Menurut sumber yang tidak menyebutkan namanya itu, pengkajian intelijen mengatakan bahwa platform rudal dipindahkan ke pos-pos terdepan di Kepulauan Spratly dalam 30 hari terakhir.

Dilaporkan CNBC, Kamis (3/5), penempatan senjata pertahanan juga dilakukan di segi instalasi peralatan gangguan sinyal militer Cina Selatan baru-baru ini, yang mengganggu komunikasi dan sistem radar. Secara keseluruhan, sistem pertahanan pesisir yang baru merupakan tambahan yang signifikan terhadap portfolio militer Beijing di salah satu wilayah yang paling diperebutkan di dunia tersebut.

Intelijen terbaru, menurut sumber, menunjukkan penyebaran rudal jelajah antikapal dan rudal darat-ke-udara di Fiery Cross Reef, Subi Reef, dan Mischief Reef di Kepulauan Spratly. Spratly, yang diklaim oleh enam negara, terletak kira-kira dua pertiga dari arah timur dari Vietnam selatan ke Filipina selatan.

Rudal jelajah antikapal berbasis darat, yang ditetapkan sebagai YJ-12B, memungkinkan Cina menyerang kapal-kapal permukaan dalam 295 mil laut dari terumbu karang. Sementara itu, rudal darat-ke-udara jarak jauh yang ditetapkan sebagai HQ-9B, memiliki kisaran yang diharapkan dari penargetan pesawat, drone, dan rudal jelajah dalam 160 mil laut.

Senjata pertahanan juga muncul dalam citra satelit Woody Island, markas militer Cina di Kepulauan Paracel di dekatnya. “Pulau Woody berfungsi sebagai pusat administrasi dan militer Cina di Laut Cina Selatan,” kata Kepala Pusat Studi Strategis dan Studi Internasional dan Direktur Inisiatif Transparansi Maritim Asia, Gregory Poling, kepada CNBC dalam wawancara sebelumnya.

“Kami berasumsi bahwa apa pun yang kami lihat di Woody pada akhirnya akan menemukan jalan lebih jauh ke selatan untuk lebih langsung mengancam tetangga Cina,” katanya menambahkan.(kl/)

Sumber :Republika.co.id