OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Sabtu, 12 Mei 2018

Pilpres Bersih dari Kecurangan, Amien Rais: Saya Jabat Tangan dan Hentak-hentakan yang Menang

Pilpres Bersih dari Kecurangan, Amien Rais: Saya Jabat Tangan dan Hentak-hentakan yang Menang

Amien Rais meminta di Pilpres 2019 mendatang tidak diwarnai dengan politik uang

Amien RaisIstimewa

10Berita, JAKARTA - Ketua Majelis Kehormatan PAN, Amien Rais meminta di Pilpres 2019 mendatang tidak diwarnai dengan politik uang dan juga tidak menggunakan lembaga hukum untuk menghantam lawan.

"Kedua, jangan menggunakan KPK untuk menghantam lawan politik dicari-cari masalahnya. Yang ketiga, jangan melibatkan kepentingan asing," kata Amien Rais di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (24/4).

Amien menyebut, jika ketiga hal tersebut tidak digunakan dalam memenangkan Pilpres 2109, ia mengaku akan menerima dengan lapang dada.

"Kalau tiga ini tidak ada, siapapun yang menang saya akan jabat tangan. Saya akan hentak-hentakan saking gembiranya saya," ujarnya.

Menurut Amien, di Pilpres 2019 nanti yang akan bertarung adalah Joko Widodo dengan melawan Prabowo Subianto.

"Jadi nanti tinggal head to head. Jadi syaratnya asal nanti pilpres itu tidak main uang, tidak mengacau hasil suara, tidak manipulasi dan segala macam itu hasilnya akan diterima secara gembira, bahagia," kata Amien.

Sumber : JITUNEWS.COM

PKS Nilai Insiden Mako Brimob Janggal

PKS Nilai Insiden Mako Brimob Janggal

10Berita , Jakarta - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengutuk insiden Mako Brimob yang merenggut korban jiwa. Enam orang tewas masing-masing lima anggota polisi dan satu napi teroris.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera - (Foto: istimewa)

"Insiden Mako Brimob adalah tragedi. Kita prihatin dan mengutuk insiden yang menyebabkan korban jiwa," katanya kepada INILAHCOM, Jumat (11/5/2018).

Mardani juga menyayangkan tata kelola penanganan tahanan dan standar keamanan di Mako Brimob.

"Jika ada masalah atau tragedi, akar masalahnya adalah lemahnya kepemimpinan dan lemahnya penegakan aturan," sindirnya.

Mardani menilai, insiden Mako Brimob hanyalah salah satu contoh puncak gunung es lemahnya penegakan aturan.

"Dan lemahnya kepemimpinan di negeri ini," tegasnya.

Selain itu, Mardani juga mendorong adanya penyelidikan yang transparan atas dugaan kejanggalan dalam insiden berdarah kemarin.

"Janggal dan aneh. Makanya perlu penyelidikan yang transparan. Cek SOP dan bagaimanapun napiter (napi teroris) juga manusia yang perlu mendapat haknya," tandasnya. [ton].

Sumber : INILAHCOM

Ferdinand Hutahaean: Info Valid, Ternyata Memang Upaya Pilpres Lawan Kotak Kosong Sedang Diupayakan

Ferdinand Hutahaean: Info Valid, Ternyata Memang Upaya Pilpres Lawan Kotak Kosong Sedang Diupayakan

10Berita, Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean ungkap makna di balik tindakan Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra yang kerap mengkampanyekan kotak kosong.

Ferdinand Hutahaean dan Yusril Ihza Mahendra - kolase/tribunwow/wartakota

10Berita  - Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean ungkap makna di balik tindakan Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra yang kerap mengkampanyekan kotak kosong.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter @LawanPoLitikJKW yang ia tuliskan pada Jumat (11/5/2018).

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, menegaskan posisi PBB sebagai partai oposisi.

Penegasan tersebut disampaikan setelah penetapan PBB sebagai peserta Pemilu 2019.

Menurutnya, PBB tidak merapat ke barisan partai pendukung Joko Widodo yang akan maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang.

PBB merasa lebih baik mengampanyekan kotak kosong.

Meskipun menentukan sikap sebagai partai oposisi, namun, Yusril membuka peluang bagi partai politik lainnya untuk berkomunikasi.

Selama ini, kata dia, PBB sudah memperlihatkan ciri khas sebagai parpol yang tidak tergoda kepada kekuasaan. Dia mengklaim lebih baik menyelamatkan bangsa dan negara untuk waktu mendatang.

"Kami berkomunikasi ke semua partai. Tapi kalau calon tunggal, barangkali PBB akan kampanye mendukung kotak kosong. Dan akan menjadi kekuatan oposisi utama dalam republik ini untuk kedepannya," tutur Yusril, ditemui di Kantor KPU RI, Selasa (6/3/2018).

Apalagi, dia menjelaskan, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu membuka peluang calon presiden tunggal. Untuk penentuan capres menggunakan hasil Presedential Treshold pada Pemilu 2014.

Sehingga, dia memprediksi Pilpres 2019 tak berbeda jauh dengan Pilpres 2014, di mana Joko Widodo akan bersaing dengan Prabowo Subianto memperebutkan kursi RI 1. Kecuali muncul poros ketiga.

"Kami tidak mikir koalisi. Kami pikirkan diri kami sendiri, kenapa kami harus koalisi Gerindra, PKS dll. Kalau memang kami bisa membentuk fraksi sendiri, kalau perlu kami sendirian yang oposisi," ucapnya yang dilansir Tribunnews.com.

Menanggapi tindakan Yusril itu, Ferdinand menilai ada tindakan menjadikan pilpres 1 pasangan lawan kotak kosong.

Cuitan Ferdinand Hutahaean (twitter)

"Yang menarik bg saya mengapa @Yusrilihza_Mhd bicara ttg ini. Tdk mgkn ada asap tanpa api. Ternyata mmg upaya menjadikan Pilpres 1 pasangan lawan kotak kosong itu sedang di upayakan keras. Info valid... Wakwoww Kami pasti akan lawan,"tulisnya. (/Woro Seto)

Sumber :TribunWow.com

Dibalik Kemenangan Mahathir, Warganet: Gue Salut sama orang Malaysia turunan Cina yang Cinta Tanah Airnya

Dibalik Kemenangan Mahathir, Warganet: Gue Salut sama orang Malaysia turunan Cina yang Cinta Tanah Airnya


10Berita,  Hasil Pemilu Malaysia yang digelar 9 Mei 2018 kemarin sangat mengejutkan semua pihak. Tak disangka koalisi oposisi akhirnya berhasil menumbangkan rezim penguasa yang telah berkuasa selama 60 tahun.

Koalisi Oposisi yang tergabung dalam PAKATAN HARAPAN memperoleh 121 kursi parlemen (54,5%) dari total 222 kursi. Sementara koalisi penguasa BARISAN NASIONAL yang terdiri dari 12 partai hanya meraih 79 kursi.

Koalisi oposisi PAKATAN HARAPAN terdiri dari 5 partai: Partai Keadilan Rakyat (PKR) pimpinan Wan Azizah istri Anwar Ibrahim, Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) yang didirikan Mahathir, Partai Amanah, Partai Warisan Sabah, dan Demokratic Action Partay (DAP).

Nah yang menarik adalah bergabungnya DAP dalam koalisi oposisi yang dipimpin Mahathir Mohamad.

DAP adalah partainya warga Malaysia keturunan China tapi mereka malah mendukung Mahathir Mohamad yang sangat tegas terkait investasi China di Malaysia.

(Baca: Menang Pemilu, Mahathir Akan Evaluasi Investasi China di Malaysia)


Pada Pemilu 2018 kemarin DAP meraih 42 kursi.

Seandainya DAP bergabung dengan penguasa (koalisi Barisan Nasional), maka penguasa akan meraih 121 kursi (79+42) dan menang. Oposisi tanpa DAP hanya 79 kursi dan akan kalah.

Inilah posisi pilihan politik DAP yang menarik.

"Gue salut sama orang Malaysia turunan Cina yang cinta sama tanah airnya dan milih Mahathir yang mau berangus investasi dan tenaga kerja China.

Turunan Cina di Indonesia model @yunartowijaya malah terbalik. Dia salah2in Indonesia dan bela tenaga kerja dan investasi China," komen akun @Zumpio.

Demikian pula disampaikan Pak Saididu (mantan Stafsus MenESDM): "Dukungan Partai berbasis etnis China kepada Dr. Mahathir di Malaysia menunjukkan bahwa nasionalisme Malaysia mereka lebih utama daripada mendukung rezim yang lebih dukung “kerjasama” dari China tapi potensial mengancam kedaulatan negaranya."

Dukungan Partai berbasis etnis China kepada Dr. Mahathir di Malaysia menunjukkan bhw nasionalisme Malaysia mereka lbh utama daripada mendukung rezim yg lebih dukung “kerjasama” dari China tapi potensial mengancam kedaulatan negaranya

— Muhammad Said Didu (@saididu) 10 Mei 2018

Gue salut sama orang Malaysia turunan Cina yang cinta sama tanah airnya dan milih Mahathir yang mau berangus investasi dan tenaga kerja China.

Turunan Cina di Indonesia model @yunartowijaya malah terbalik. Dia salah2in Indonesia dan bela tenaga kerja dan investasi China.

— Kang Bari (@Zumpio) 11 Mei 2018


Di Malaysia "dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung" disini "dimana bumi dipijak kalo bisa bawa pulang"

— AndriRachman_PLG (@andrirachman_AR) 11 Mei 2018


Disini malah nyalahin tenaga kerja kita, yg ga punya skillah, pemalaslah, demo Mululah, minta gajinya kegedeanlah.. Ya Allah sedihnya.. bukannya di belain malah di salah2in, dianggap remeh...

— kaprikurt (@kapri124) 11 Mei 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Bayangkan Pagimu dengan Sunrise di 7 Spot Exceptional, Amboy Asyiknya

Bayangkan Pagimu dengan Sunrise di 7 Spot Exceptional, Amboy Asyiknya

10Berita  - Momen matahari terbit (sunrise) selalu jadi daya tarik bagi siapa pun. Semburat warna oranye memberi sensasi hangat sekaligus memicu semangat mengawali hari. Lebih-lebih kalau kamu menikmatinya di alam bebas yang menyuguhkan pesona memikat. Spontan bisa ngusir penat gara-gara kesibukan yang padat. Setuju nggak, guys?

Udah banyak bukti panorama selepas dini hari ini jadi buruan banyak orang di titik-titik wisata terkenal. Salah satu contohnya sunrise di puncak Gunung Bromo, Jawa Timur. Banyak turis dari dalam maupun luar negeri hunting keelokan sunrise di sini.

Nah, ternyata Indonesia nggak cuma punya Bromo untuk nikmatin sunrise. Kira-kira di mana aja kamu bisa dapetin momen sunrise yang breathtaking?

Berikut ulasan brilio.net disarikan dari berbagai sumber, Jumat (11/5), tujuh lokasi yang manjain kamu dengan pesona golden hours pagi.

1. Spot Riyadi, Yogyakarta.

foto: Sad Agus

Nama spot satu ini udah nggak asing lagi kan, buatmu? Tempat wisata yang dikelola pemiliknya bernama Riyadi sejak tahun 2000 ini terletak di Dusun Dawangsari, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Untuk mencapai ke sini, kamu butuh waktu sekitar 45 menit berkendara dari pusat kota, Jalan Malioboro ke Spot Riyadi. Tepatnya menuju ke arah Candi Prambanan lalu belok kanan menuju Dusun Dawangsari yang nggak jauh lagi dari restoran dengan pesona alam, Abhayagiri.

Meski lokasi Spot Riyadi butuh sedikit blusukan ke perbukitan Prambanan, keinginanmu lihat sunrise akan terbayar impas. Selagi sunrise saat cuaca cerah, matamu bakal disuguhi pemandangan Candi Prambanan, Gunung Lawu, Gunung Merapi, dan Gunung Sumbing. Dijamin nggak akan nyesel deh, kalau masukin Spot Riyadi di bucket listmu.

Soal tiket masuk ke Spot Riyadi, nggak usah khawatir. Gratis! Tapi kalau kamu mau wisata kuliner di kedai milik Riyadi, bisa banget. Jangan lupa bayar ya, guys.

2. Bukit Selong, Lombok.

foto: wisnusjourney.blogspot.co.id

Bukit yang terletak di kaki Gunung Rinjani ini menyuguhkan pesona Gunung Rinjani dengan 'karpet' hijau petak-petak sawah yang terhampar luas.

Nuansa tenang dan keasrian Bukit Selong membuatmu betah berlama-lama di sini. Apalagi kamu cukup keluar kocek sekitar Rp 5.000 per orang sebagai biaya retribusi. Sudah termasuk biaya parkir juga lho.

Perjalanan ke bukit yang masuk wilayah Taman Wisata Pusuk Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat ini agaknya butuh effort. Butuh waktu perjalanan sekitar 3 jam dari Kota Mataram. Rute yang dilewati berupa jalan berkelok dengan tikungan tajam berhiaskan rerimbunan pohon. Belum lagi jalanan dengan tanjakan dan turunan tajam.

Selain rute yang bikin deg-degan, pastikan kamu sudah melakukan persiapan mendaki. Minimal kamu kudu pakai alas kaki khusus naik gunung, seperti sandal gunung atau sepatu berkaret keras. Lokasinya yang tinggi, harus melewati anak tangga atau tanjakan yang terjal, dan bisa berisiko terpeleset, membuatmu harus mempersiapkan diri demi keamanan dan keselamatan.

3. Kawah Ijen, Banyuwangi.

foto: shutterstock.com

Kawah Ijen yang terletak di kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa ini nggak cuma menawarkan keajaiban api biru (blue fire), tapi juga sunrise yang aduhai.

Butuh waktu sekitar 1 jam 47 menit berkendara dari pusat Kota Banyuwangi menuju Kawah Ijen yang masuk wilayah Taman Nasional Baluran di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi.

Sebagai persiapan menikmati sunrise di Kawah Ijen, pastikan kamu pakai jaket, kupluk atau penutup kepala, dan sarung tangan karena udaranya sangat dingin. Biasanya persiapan dimulai sekitar pukul 02.00 dini hari.

Untuk sampai ke puncak Ijen, kamu butuh waktu jalan kaki kurang lebih 3 kilometer dari tempat parkir, melalui beberapa pos seperti pos Paltuding dan pos Bunder. Mengingat jalan kaki yang jauh, berpasir, lalu ada kontur jalan menanjak, kamu butuh sesekali istirahat sejenak untuk minum dan melepas lelah.

Semua kelelahanmu bakal nggak berasa lagi saat sampai di puncak. Selain keindahan blue fire di kawah, rona matahari juga mulai menampakkan diri dari balik dinding-dinding kawah. Lama-lama matahari naik dan memaparkan keindahan alam Gunung Ijen yang bikin kamu nggak mau beranjak segera dari sana.

Budget yang perlu kamu keluarkan di tempat wisata yang buka 24 jam ini adalah Rp 5.000 (weekday) dan Rp 7.500 (weekend) untuk wisatawan lokal, sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan biaya Rp 100.000 (weekday) dan Rp 150.000 (weekend).

4. Puncak Sikunir, Dieng.

foto: shutterstock.com

Pengen lihat sunrise terbaik di desa tertinggi di Pulau Jawa? Puncak Sikunir jawabannya. Terletak di Desa Sembungan, kawasan wisata dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, Puncak Sikunir menawarkan pemandangan pagi hari yang membuat mata terbelalak saking takjubnya.

Untuk mencapai Puncak Sikunir, kamu perlu menempuh jarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Wonosobo menuju Desa Sembungan, atau memakan waktu sekitar 1 jam lebih beberapa menit berkendara. Kalau dari Kawasan Wisata Dieng hanya butuh waktu sekitar 15 sampai 30 menit berkendara.

Umumnya, wisatawan terlebih dulu camping di kawasan Telaga Cebong yang nggak jauh dari Puncak Sikunir atau bermalam di penginapan di kawasan Desa Sembungan.

Sebelum lihat golden sunrise di sini, kamu perlu mendaki selama kurang lebih 1 jam. Sesampainya di puncak, kamu bisa nikmatin pesona pegunungan Dieng beserta puncak tujuh gunung sekaligus yakni Gunung Sindoro, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Lawu, Puncak Telomoyo, Gunung Ungaran, dan Gunung Prau. Surga dunia banget, kan?

Kamu nggak perlu takut kelaparan saat menunggu sunrise tiba, karena banyak sekali pedagang makanan dan minuman di kawasan Telaga Cebong. Nggak perlu pusing juga mikirin tarif mendakinya. Menikmati keindahan sunrise di tempat yang terletak di ketinggian 2.263 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini nggak dikenakan tarif alias gratis. Tapi kamu tetap harus bayar biaya parkir sekitar Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 mobil.

5. Punthuk Setumbu, Magelang.

foto: shutterstock.com

Bergeser dari Puncak Sikunir ke arah tenggara, kamu bisa dapetin golden time sunrise di Punthuk Setumbu yang ada di Dusun Kerahan, Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang. Kalau dari Yogyakarta, bisa kamu tempuh sekitar 1 jam perjalanan berkendara menuju Taman Wisata Candi Borobudur.

Sesampainya di Taman Wisata Candi Borobudur, kamu bisa langsung melaju ke arah Hotel Manohara, berlanjut ke arah perbukitan Gunung Menoreh. Saat kamu menemukan petunjuk arah bertuliskan Borobudur Nirvana Sunrise, kamu belok ke kanan mengikuti petunjuk arah untuk sampai ke area Punthuk Setumbu.

Eksotisme sunrise di Punthuk Setumbu menyuguhkan tiga pesona sekaligus, yakni kegagahan Gunung Merapi dan Merbabu dalam siluet menakjubkan dan Candi Borobudur di tengah lautan kabut. Nggak heran dong, banyak turis lokal maupun asing yang berburu sunrise di sini?

Demi dapetin momen terbitnya fajar di bukit ini, kamu perlu trekking sekitar 15 menit dari parkiran menuju puncak. Rute berupa jalan makadam dan tanah semakin menantang untuk ditaklukkan demi pemandangan yang bikin nggak habis pikir menawannya ciptaan Tuhan.

Nggak perlu mahal untuk menikmati sunrise di sini. Cuma butuh Rp 15.000 per orang untuk wisatawan lokal, dan Rp 25.000 sampai Rp 30.000 per orang untuk wisatawan asing. Kamu bisa ke sini hari apa pun. Kalau Senin sampai Jumat dibuka pukul 04.00-17.00, sementara saat Sabtu-Minggu dibuka 24 jam.

6. Danau Toba, Sumatera Utara.

foto: Instagram/@gambaratoba

Puas dengan sunrise di dataran tinggi atau pegunungan, jangan lewatkan golden time pagi hari di kawasan Danau Toba, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Ada beberapa spot menikmati sunrise di kawasan Danau Toba. Salah satunya di Menara Pandang Tele, yang terletak di pertengahan jalan antara Pangururan menuju Sidikalang.

Untuk sampai ke sini, kamu perlu menempuh waktu sekitar 1 jam 56 menit dari Bandar Udara Internasional Silangit di Siborong-borong, Tapanuli Utara atau sekitar 5 jam 29 menit dari Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang.

Dari Menara Pandang Tele kamu bisa menikmati hamparan Danau Toba, sebagian daratan Pulau Samosir, rumah penduduk di kaki Gunung Pusuk Buhit, dan deretan dataran tinggi.

Pemandangan alam Danau Toba nggak cuma menarik ketika langit oranye. Saat matahari mulai menampakkan diri utuh, kamu bakal semakin terpana dengan pesona sekitar. Bisa puas berfoto selfie dan memotret lanskap Danau Toba untuk feed Instagram yang worth it, deh.

7. Gunung Batur, Bali.

foto: shutterstock.com

Belum puas nikmatin alam Bali dengan pantainya? Kamu kudu ke Gunung Batur demi melihat sang surya terbit.

Untuk menikmati sunrise di gunung yang terletak di kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli ini, kamu harus mempersiapkan diri mendaki dengan memakai baju tebal, topi penutup kepala, syal, sarung tangan, dan senter. Nggak lupa juga bekal makanan, minuman, dan obat-obatan pribadi.

Butuh waktu kurang lebih 1,5 hingga 2 jam mendaki. Kamu bisa memanfaatkan jasa guide mendaki atau kalau punya teman profesional mendaki juga lebih untung karena nggak perlu keluar kocek jasa guide yang terbilang mahal, bisa mencapai Rp 300.000 hingga 500.000 bahkan lebih per guide.

Umumnya wisata pendakian di Gunung Batur disuguhkan dalam paket-paket perjalanan. Harganya pun bervariasi. Tapi yang jelas, demi bisa melihat eksotisme sunrise di sini, semua pengorbanan akan dilakukan dong?

Keindahan alam kala sunrise di ketinggian 1.717 mdpl ini bakal bikin pikiranmu fresh dan nggak berhenti takjub karena seakan berada di atas awan. Rekomendasi banget untuk kamu yang mau khidmat menyatu dengan alam ditemani segelas teh hangat yang dijual di puncak gunung.

Nah, gimana, Sobat Brilio? Siap-siap lihat sunrise di mana, nih? Atau kamu punya rekomendasi spot exceptional lihat golden sunrise yang asyik dinikmatin bareng temen se-geng? Bisa nih kamu share spot favorit buat nikmatin sunrise di Together Whatever melalui Brilio Creator. Tulisanmu nantinya bakal nongol di togetherwhatever.id lho. Eits, tak cuma itu aja, dengan ikutan kirim tulisan, kamu juga berkesempatan dapat hadiah menarik. Langsung klik di sini, yuk!

Penasaran apa itu Together Whatever? Kamu bisa langsung cek ke togetherwhatever.id dan temukan konten-konten keren seputar destinasi wisata atau tempat hangout lainnya yang asyik buat quality time bareng sahabat.

Sumber : Brilio.net, BANDARpost 

Mahathir Yang Menang, Kenapa Disini Yang Kejang? 😂

Mahathir Yang Menang, Kenapa Disini Yang Kejang? 😂


10Berita, Mahathir Yang Menang, Kenapa Disini Yang Kejang? 😂 Kenapa hayooo? Mau tau? Atau mau tau bangetttt? Simak paparan wartawan senior Hersubeno Arief berikut...

Mahathir Effect dan #2019GantiPresiden

Oleh: Hersubeno Arief

Apakah kemenangan kubu oposisi (pembangkang) di Malaysia punya dampak terhadap pertarungan politik Indonesia, khususnya Pilpres 2019? Topik tersebut banyak menyita perbincangan publik dalam dua hari terakhir.

Kemenangan koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin oleh mantan Perdana Menteri (PM) Mahathir Muhammad menumbuhkan suatu keyakinan bahwa incumbent sekuat apapun, bisa dikalahkan.

Sampai sehari menjelang pemilu, banyak pengamat yang memperkirakan Barisan Nasional (BN), kubu pemerintah yang dipimpin PM Najib Tun Abdul Radjak akan menang tipis. Kendati diterpa berbagai isu, koalisi yang telah berkuasa selama 60 tahun di Malaysia tersebut akan tetap berjaya.

Fakta menunjukkan hasil yang sebaliknya. Tsunami politik melanda kubu BN. Kubu oposisi yang terdiri dari 4 partai berhasil meraih 113 kursi. Sudah memenuhi syarat untuk membentuk pemerintahan sendiri, yakni 112 kursi. Sementara kubu pemerintah yang terdiri dari 13 partai hanya memperoleh 79 kursi.

Para pengamat menyebutnya bencana yang menimpa Najib dan BN karena adanya faktor Mahathir Effect. Faktor apa saja yang kemudian meyakinkan kalangan kubu penentang Jokowi bahwa Mahathir Effect bisa berimbas secara signifikan dalam Pilpres 2019?

Tiga faktor kesamaan

Setidaknya ada tiga faktor yang bila kita cermati ada kesamaan antara Malaysia dan Indonesia. Ketiga faktor itu adalah isu dalam kampanye, bersatunya kubu koalisi, dan adanya figur pemersatu.

Pertama, soal isu. Di Malaysia isu korupsi, kenaikan harga barang, kenaikan tarif jalan tol, pencabutan subsidi listrik, kenaikan harga bahan bakar, utang negara yang menggunung, nilai ringgit yang terus menurun, dan isu pengaruh Cina yang semakin kuat bersamaan dengan masuknya investasi negeri tirai bambu itu. Yang juga cukup menarik, isu bahwa Najb semakin dekat dengan musuh Islam juga menjadi jualan kubu oposisi.

Isu itu hampir sama persis dengan yang terjadi di Indonesia. Isu korupsi yang melibatkan para pejabat tinggi negara dan elit partai penguasa, subsidi listrik dicabut, harga BBM non subsidi yang dilepas ke mekanisme pasar, kenaikan tarif jalan tol, impor kebutuhan barang pokok, utang negara yang menggunung, nilai rupiah yang terus melemah terhadap dolar, pertumbuhan ekonomi yang tidak memenuhi target, dan banjir tenaga kerja asal Cina yang masuk bersamaan proyek-proyek investasi di Indonesia. Tentu saja yang paling berat adalah tudingan Jokowi memusuhi umat Islam dan para ulama.

Isu-isu tersebut berhasil dikelola oleh kubu pembangkang dengan baik. Khusus korupsi yang melibatkan keluarga Najib, dan pengaruh Cina yang merajalela di Malaysia menjadi isu utama yang menjadi andalan kubu oposisi untuk men-downgrade pemerintah.

Mahathir bahkan sangat serius menangani kedua isu ini. Tak lama setelah terpilih, Mahathir menyebut akan membawa kasus korupsi Najib ke ranah hukum, dan akan melakukan renegosiasi proyek-proyek Cina. Isu ini bahkan diangkat menjadi berita besar di laman media  AS, The New York Times.

Apakah formula dari negeri jiran itu juga manjur di Indonesia, ini yang masih kita tunggu. Namun isu memusuhi umat Islam, dan tenaga kerja Cina belakangan ini sangat merepotkan pemerintahan Jokowi. Isu ekonomi berupa penurunan rupiah, kemungkinan pemerintah terpaksa menaikkan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) , gagalnya pemerintah memenuhi target pertumbuhan ekononomi, juga menjadi ancaman yang serius.

Kedua, bersatunya partai oposisi. Di Malaysia partai-partai oposisi berhasil menyingkirkan perbedaan yang bahkan sangat prinsipil. Mereka membentuk koalisi Pakatan Harapan (Aliansi Harapan) yang terdiri dari empat partai. Yakni Partai Aksi Demokratis (PAD) yang merupakan partai etnis Cina, Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang didirikan Anwar Ibrahim, Partai Amanah Nasional (PAN) pecahan dari PAS dan sejumlah intelektual dari perguruan tinggi, dan Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) pimpinan Mahathir. Hanya PAS yang berbasis partai Islam yang menolak bergabung.

Bergabungnya PKR pimpinan Anwar Ibrahim (70), dan PPBM pimpinan Mahathir ini sangat menarik. Sebagai mantan Deputi PM 1993-1998), Anwar disingkirkan dari kancah politik oleh Mahathir dengan tuduhan korupsi dan sodomi (1998). Dia kemudian menjadi penentang utama pemerintahan Mahathir, dan kemudian berlanjut pada pemerintahan Najib. Dia kini juga sedang menjalani hukuman selama 5 tahun, karena sodomi (lagi).

Nurul Izzah putri Anwar tertua menyatakan bila pertimbangannya personal, maka sangat berat untuk bersekutu dengan Mahathir. Namun untuk masa depan anak-anaknya, untuk masa depan Malaysia yang lebih baik, dia menyingkirkan semua pertimbangan personal.

Bisakah kubu oposisi di Indonesia, Gerindra, PKS, Demokrat, dan PAN bersatu untuk mengalahkan Jokowi?

Ketiga, faktor figur pemersatu. Di Malaysia faktor figur Mahathir dan Anwar menjadi kunci kekuatan oposisi. Keputusan menunjuk Mahathir yang telah berusia lanjut (92) selain karena pertimbangan Anwar sedang di penjara, juga karena faktor reputasi dan pengalaman Mahathir.

Sebagai PM terlama (1981-2003) Mahathir juga dikenal sangat berhasil membawa kemajuan bagi Malaysia. Mahathir yang sering juga disebut sebagai Sukarno kecil, berhasil menjadikan Malaysia sebagai negara yang dihormati tidak hanya di kawasan Asia Tenggara, tapi juga di forum-forum dunia.

Publik di Malaysia tentu tidak akan lupa, ketika Mahathir dengan gagah berani menolak campur tangan IMF ketika Malaysia seperti halnya Indonesia dilanda krisis ekonomi (1997). Indonesia yang bertekuk lutut kepada IMF mengalami keterpurukan ekonomi cukup panjang. Sementara Malaysia bisa segera bangkit. Presiden Soeharto akhirnya jatuh (1998), sementara Mahathir terus memerintah, sampai dia kemudian mengundurkan diri (2003).

Siapakah di Indonesia yang bisa berperan seperti Mahathir, dan Anwar? Bisakah Prabowo, Salim Segaf, Sohibul Iman, Susilo Bambang Yudhoyono, Amien Rais, dan Zulkifli Hasan menyingkirkan ganjalan dan kepentingan pribadi, seperti Anwar dan Mahathir? Masih menjadi pertanyaan besar.

Seperti kata Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, kemenangan Mahathir menjadi inspirasi bagi Indonesia. Masalahnya bagaimana mewujudkan inspirasi itu menjadi sebuah aksi nyata?

Sumber: https://www.hersubenoarief.com/artikel/mahathir-effect-dan-2019gantipresiden/, PI 

Rizal Ramli Tolak Bujukan Istana Jadi Preskom PLN

Rizal Ramli Tolak Bujukan Istana Jadi Preskom PLN


10Berita – Ekonom senior DR Rizal Ramli membenarkan dirinya ditawari jabatan sebagai presiden komisaris PT PLN (persero).

Tawaran jabatan untuk Rizal mengemuka saat dirinya bertemu Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko di kantor Moeldoko, Komplek Istana, siang tadi.

“Ya saya diminta menjadi preskom PLN,” kata Rizal saat ditemui di Hotel Gran Melia, Jakarta, Jumat (11/5).

Tawaran mengurus PLN seperti disampaikan Moeldoko bukan tawaran pertama yang diterima RR, panggilan Rizal Ramli. Sekitar sembilan bulan lalu RR juga dihubungi pihak Istana, diminta tolong untuk membenahi PLN.

“Mas Rizal tolonglah beresin PLN karena Mas Rizal berhasil menyelamatkan PLN 16 tahun lalu,” kata RR menirukan ucapan Moeldoko.

Apa jawaban Rizal ditawari Preskom PLN yang mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 6,49 triliun pada kuartal pertama 2018? Dengan tegas ekonom konstitusi yang sangat menguasai permasalahan makro dan mikro ekonomi itu menolak.

“Saya tolak. Orang saya mau beresin Indonesia kok, bukan cuma PLN,” ucap RR yang belum lama ini mendeklarasikan diri maju sebagai calon presiden di Pilpres 2019.

Rizal membantah kabar yang beredar dirinya ditawari kembali masuk kabinet kerja memperkuat tim ekonomi Jokowi-JK.

“Tidak ada, hanya Preskom PLN,” pungkasnya.[]

Sumber :rakyatmerdeka

Apa Maksud Relawan Jokowi Pakai Nama Relawan Nasional 212? Provokasi?

Apa Maksud Relawan Jokowi Pakai Nama Relawan Nasional 212? Provokasi?

10Berita , JAKARTA – Nama relawan Joko Widodo yang tergabung dalam gerakan Relawan Nasional 212 Jokowi Presiden Republik Indonesia (Renas 212 JPRI) membikin heboh.

Pasalnya, embel-embel ‘212’ yang selama ini identik dengan kelompok yang sangat anti Joko Widodo itu.

Tak heran, Reknas 212 JPRI pun mendapat protes keras dari elemen Alumni 212 dan Presidium 212.

Alasannya, penggunaan ‘212’ menurut elemen Alumni 212 dan Presidium 212 tidak boleh digunakan secara sembarangan.

Terlebih kemudian disangkutkan dengan elemen pendukung mantan Walikota Solo tersebut yang notabene menjadi ‘lawan’ kedua elemen tersebut.

Demikian diungkap Koordinator Nasional Renas 212 JPRI, Muhammad Nasir dalam konferensi pers-nya di Jakarta, Kamis (10/5/2018).

Bukan saja protes dari kubu kontra mantan Gubernur DKI Jakarta saja, resistensi juga datang dari elemen yang pro Joko Widodo.

Bahkan, pihak Istana pun sampai acuh saat pertama kali elemen pendukung calon petahana itu dideklarasikan.

Nasir menjelaskan, meski memakai ‘212’, pihaknya memastikan bahwa pengurus dan anggota Reknas 212 JPRI tak satupun pernah terlibat dalam gerakan Aksi Bela Islam 212.

Ternyata, ada alasan khusus kenapa ‘212’ dipakai dalam gerakan tersebut.

Yakni mengacu pada penggambaran karir politik Jokowi sejak menjadi Walikota Solo sampai kini menjadi Presiden RI.

“Yakni 2 kali sebagai Walikota Solo, 1 kali sebagai Gubernur DKI, dan Insya Allah sebagai Presiden RI yang kedua kalinya. Ini kebetulan mirip dengan Alumni 212,” jelasnya.

Meski begitu, Nasir menegaskan, tak akan menutup pintu untuk menjalin komunikasi dan merangkul elemen yang selama ini dikenal kontra Jokowi.

Sebab, pihaknya menegaskan tetap akan merangkul semua elemen dan kalangan Islam.

Termasuk elemen Alumni 212, Presidium 212, kaum milenial dan lain sebagainya agar mau mendukung Jokowi.

“Hari ini kami menyampaikan bahwa angka 212 itu kami gunakan tidak berhubungan dengan teman-teman Alumni 212 ataupun Presidium 212,” katanya.

“Renas hadir tidak untuk berbenturan dengan Alumni 212 atau Presidium 212,” punkas Nasir.

(rmol/ruh/)

Sumber :pojoksatu

Buka Rahasia, Ketum PKB Sebut Ulama-Ulama Ogah Dukung Jokowi

Buka Rahasia, Ketum PKB Sebut Ulama-Ulama Ogah Dukung Jokowi


10Berita – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB, Muhaimin Iskandar menilai Presiden Joko Widodo bisa didukung oleh ulama di 2018, jika menggandeng dirinya menjadi wakil presiden. Jika tidak, para ulama ogah mendukung Jokowi.

“Begini, ada ulama, ulama-ulama DKI, ulama-ulama Banten, ulama-ulama Jawa Timur yang (sejak) 2014, ini rahasia tak buka, enggak mau Pak Jokowi. Sejak 2016. Nah, mereka yang sekarang mendukung Pak Jokowi, kalau saya wapresnya,” kata Cak Imin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat 11 Mei 2018.

Wakil Ketua MPR ini juga percaya diri calon seperti Prabowo Subianto juga hanya menang, jika berpasangan dengannya. “Prabowo hanya menang kalau sama saya,” ujarnya.

Namun, Cak Imin mengaku telah memutuskan JOIN yakni Jokowi-Cak Imin. Cak Imin sangat yakin, Jokowi memilihnya jadi wapres, bahkan dia berani mengajak taruhan.

“Ayo taruhan, ayo berapa taruh di meja,” kata Cak Imin.

Sebelumnya, Cak Imin sudah mendeklarasikan maju sebagai cawapres 2019. Bahkan, ia terang-terangan memasangkan dirinya dengan calon petahana, Jokowi. (vv)

Sumber :Eramuslim 

Marah, Pedagang Pulsa Ancam Tak Bakal Pilih Jokowi

Marah, Pedagang Pulsa Ancam Tak Bakal Pilih Jokowi

Pedagang seluler KNCI di Garut turun ke jalan.

10Berita  – Drama registrasi kartu prabayar yang dicanangkan Kementrian Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, rupanya terus berlanjut menjadi beberapa episode. Setelah melakukan aksi unjuk rasa pada 2 April 2018, Kesatuan Niaga Celuller Indonesia kembali melakukan aksi pada 8-9 April 2018 di depan kantor Kemkominfo.

Dirasa kurang puas karena tuntutannya enggan dikabulkan oleh pemerintah, KNCI kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan permintaan baru. Para pedagang seluler meminta Presiden RI, Joko Widodo mencopot Rudiantara dari jabatannya sebagai Menkominfo. KNCI merasa sudah dibohongi dan menganggap Rudiantara sudah menjatuhkan ekonomi para pedagang.

Bahkan, baru-baru ini beredar video pernyataan sikap dari persatuan outletSemarang. Pernyataan sikap yang diwakili oleh Ketua Outlet Seluler Semarang, Heri Panser menjadi sebuah ancaman berbau politik.

"Kami outlet Semarang dan sekitarnya menyatakan sikap, bahwa pemerintah melalui Kominfo telah berani membuka konfrontasi dan menginjak harga diri outletseluler di Indonesia," kata Heri.

Selain meminta revisi terhadap aturan registrasi, mereka juga memberi tenggat waktu pada pemerintah sampai hari Senin untuk mencopot Rudiantara dari jabatannya. Jika peraturan tersebut tidak direalisasikan, maka outlet seluler Semarang, akan membuat seluruh gerai yang berada di Indonesia untuk menjadi posko perlawanan terhadap Jokowi.

"Karena itu, sikap kami tegas, jika hari Senin Rudiantara tidak dipecat, aturan registrasi tidak direvisi, maka saat itu juga kami akan mengajak teman-teman outlet di seluruh Indonesia, untuk menjadi posko perlawanan ‘jangan pilih Jokowi’," ujar Heri.

Pemerintah diharapkan bisa menghasilkan solusi terhadap masalah ini. Solusi yang bisa menguntungkan bagi pedagang, juga menguntungkan pemerintah dari segi peraturan.

Sumber : Viva