OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 06 Juni 2018

Paus: Menyamakan Islam Dengan Teroris Adalah Salah dan Bodoh, Teroris Muslim Itu Tidak Ada

Paus: Menyamakan Islam Dengan Teroris Adalah Salah dan Bodoh, Teroris Muslim Itu Tidak Ada


Ilustrasi Pelaku Terorisme (tribunnews.com)

10Berita, Aksi terorisme sepertinya sulit untuk berakhir. Bukan hanya di Indonesia, di negara-negara lain juga banyak terjadi aksi terorisme dengan bom bunuh diri, bom mobil, dan cara-cara lain untuk membenarkan pandangan mereka terhadap agama. Sayangnya terorisme selalu berbau agama, terlebih Islam. Fitnah ini sangat meresahkan dan berbahaya. Dimana dalam ajaran agama Islam dan agama apapun itu, tidak ada yang mengajarkan untuk bunuh diri apapun alasannya. Terlebih lagi membenarkan cara mati konyol tersebut yang jelas merugikan orang banyak.

Menanggapi hal ini, Vatikan angkat bicara melalui Paus. Dilansir dari nahimunkar.org (30/05/18), Paus Francis telah mengecam klaim yang mengaitkan Islam dengan terorisme. Ia mengatakan bahwa itu sepenuhnya salah dan “bodoh.” Keterangan ini ia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan koran lokal Italia.

Paus Francis (antaranews.com)

“Itu mungkin keluar dari mulut banyak orang, namun menyamakan Islam dengan teroris adalah salah dan bodoh,” kata Francis dalam wawancara yang diterbitkan oleh L’Eco di Bergamo pada Kamis, bertepatan dengan peringatan pemindahan jenazah Paus Yohanes XXIII ke wilayah utara Italia, kantor berita ANSA melaporkan.

“Peran paling penting (agama) adalah mempromosikan budaya, kebersamaan dan pendidikan. Semua ini bertujuan untuk membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan mampu beribadah kepada Tuhan,” tambah Paus.

Komentar itu bukan yang pertama oleh Paus. Sebelumnya pada Februari 2017, dia menekankan bahwa tidak ada agama yang mempromosikan teroris. Paus menambahkan bahwa “terorisme Muslim” adalah tidak ada.

Sumber : UC News

Subhanallah! Allah Mengirim Pasukan Misterius Berjubah Putih Di Gaza, Diduga Malaikat

Subhanallah! Allah Mengirim Pasukan Misterius Berjubah Putih Di Gaza, Diduga Malaikat


penulispro.com (ilustrasi)

10Berita, Sebenarnya sudah bertahun-tahun Israel ingin sekali menguasai Palestina. Berbagai penyerangan-penyerangan telah dilakukan, bahkan hingga saat ini. Namun, Israel masih tidak bisa menguasai Palestina sepenuhnya.

Ada salah satu hal yang sangat menarik yang pernah ada di medan pertempuran, jalur Gaza. Apa itu? Ya, hadirnya pasukan misterius yang mengenakan jubah putih. Menariknya, mengapa mereka harus mengenakan jubah putih? Padahal warna putih adalah warna mencolok, sangat mudah sekali diketahui musuh. Bukan begitu?

simomot.com (ilustrasi)

Di sisi lain, kehadiran pasukan berjubah putih ini sangat menakutkan bagi tentara Israel. Bahkan, ada yang berkata bahwa pasukan misterius ini tidak bisa dibumihanguskan. Pasukan ini kebal peluru, peluru-peluru yang ditembakkan kepada mereka seolah seperti mengenai udara kosong saja, seperti yang dilansir di kisahikmah.com (05/06/18).

simomot.com (ilustrasi)

Sungguh mengejutkan, ada tentara Israel yang berseru, ‘inikah malaikat?” Kalau pasukan misterius itu adalah malaikat, tentunya Israel tidak mungkin bisa mengalahkannya, seperti yang dilansir di kisahikmah.com (05/06/18).


Kita boleh percaya atau tidak mengenai hal ini. Akan tetapi, perlu Anda ketahui bahwa pasukan misterius yang mengenakan jubah putih ini benar-benar hadir di Gaza, seperti yang dilansir di kisahikmah.com (05/06/18).

Bagaimana menurut Anda? Semoga artikel ini bisa memberi wawasan baru untuk Anda.

Sumber,: UC News

PSI Dicap Tak Tahu Diri, Partai Beramai-Ramai Beri Nasihat

PSI Dicap Tak Tahu Diri, Partai Beramai-Ramai Beri Nasihat


Ilustrasi Via Indeksnews

Sumber.com - Partai Solidaritas Indonesiakerap jadi sorotan. Selain soal konsep partai yang merangkul kawula muda, partai ini sering dikritik karena elite didalamnya yang sering mengeluarkan pendapat secara berani. Bahkan, kader PSI berani menyerang senior-senior partai lain yang sudah lebih dulu.

Sekjen Raja Juli Antoni adalah salah satu tokoh yang dimaksud. Terakhir, Toni menyebut kalau pertemuan Prabowo Subianto-Amien Rais dengan Habib Rizieq Syihab di Mekah ‘gatot’ alias gagal total. Partai lain pun bersuara.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtara Mardani Ali Sera mengatakan partai PSI yang notabene merupakan muka baru di kancah politik tanah air sering mengeluarkan argumen yang tidak mengukur diri. Mardani menilai, PSI harus banyak belajar sebelum berkomentar.

“Komen keluarnya banyak dan sering tidak mengukur diri. Nampaknya perlu banyak belajar,” katanya Senin (4/6).

Mestinya, menurut Mardani setiap partai harus lebih mengurus kondisi internal partai ketimbang terlalu peduli pada partai lain.

“Dalam politik itu kita sibuk mengurus partai sendiri dan tidak banyak komen tentang gerakan partai lain atau kelompok lain,” tutur Wakil Ketua Komisi II DPR itu.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menilai bahwa dalam menyikapi pertemuan Habib Rizieq, Amien Rais dan Prabowo, PSI dinilai gagal faham. Inas memahami pertemuan tersebut sebagai upaya lobi Prabowo agar Rizieq tidak mengajukan diri sebagai capres.

“Menurut saya, pertemuan itu hanya lobi Prabowo kepada Rizieq agar mundur dari pencalonan presiden di mana Rizieq direkomendasikan Persaudaraan Alumni 212 di nomor 1 dan Prabowo nomor 2. Hal itu yang tidak dibaca oleh PSI,” katanya, Senin (4/6).

Namun, mundurnya Habib Rizieq dari daftar itu disebut Inas disertai syarat koalisi tertentu. Habib Rizieq mendorong Gerindra bersama PKS, PAN, dan PBB membentuk Koalisi Keumatan. Inas mengatakan, pertemuan ini bukan gagal total melainkan justru berbuah manis karena menghasilkan koalisi dari empat partai.

Sebelumnya, sosok di PSI yang menuai perhatian adalah Tsamara Amany, yang protes atas cuitan Waketum Gerindra Fadli Zon yang menyebut Indonesia butuh pemimpin seperti Vladimir Putin yang tidak planga-plongo.

Bagi Tsamara, Putin adalah sosok yang otoriter, mengekang kebebasan pers, dan membiarkan korupsi. Pernyataan itu, dikritik media Rusia berbahasa Indonesia, RBTH, yang menolak anggapan itu.

Tsamara merepons dan menyebut RBTH adalah media sarana kampanye Rusia di dunia Internasional. Sehingga sangat wajar RBTH membela citra pemimpin Rusia, Vladimir Putin. Padahal, komentar Tsamara ditujukan untuk warga Indonesia bukan Rusia.

Sumber :UC News 

Salam dari Madura Teruntuk Prof Mahfud MD

Salam dari Madura Teruntuk Prof Mahfud MD

Oleh : M Siryi Zamil

10Berita, Selamat buat Prof. Mahfud MD yang telah menerima jabatan megah, sebagai bagian dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dengan gaji sekecil Rp.100 juta. Gaji kecil menurut Prof. Mahfud, tapi tidak bagi kami, rakyatmu, yang sedang bingung mencari pekerjaan, bahkan harus mengungsi ke negeri seberang.
.

Prof...

Salam sejahtera buatmu, yang saat ini sedang duduk manis menikmati teduhnya kantor baru, BPIP. Kami yakin kantormu sangat tenang dan nyaman, karena dilengkapi sarana yang mewah meruah. Kursimu empuk, beroda, dapat diputar-putar, pasti nyaman untuk ongkang -ongkang kaki saat mendudukinya. Tapi kami tidak tau bagaimana dan seperti apa kerjaanmu. Dengan gaji setinggi itu, pasti kerjaanmu sangat melelahkan, menguras tenaga dan pikiran. Bayangkan saja, kami yang tiap hari, pergi pagi pulang sore, mencangkul dan membajak sawah di bawah terik Matahari, penghasilan masih kurang memenuhi. Selamat buatmu Prof. Mahfud MD. !
.

Prof...

Aku yang menulis surat ini, asli kelahiran Sampang Madura, tempat kelahiran yang sama denganmu, Prof... Aku sejak kecil, waktu di Bangku SD, sangat mengagumimu, bangga dengan kehebatanmu, dan ingin sekali jadi sepertimu. Kata orang-orang, Prof. Mahfud adalah satu-satunya negarawan yang berasal dari Madura. Ya, kau adalah kebanggaan orang Madura. Tapi kali ini, Prof. Mahfud mulai berubah, tidak seperti dulu lagi. Dulu Prof. Mahfud selalu bersama rakyat atau pro rakyat. Tapi sekarang tidak lagi sesuara dan tidak pula setindak dengan rakyat. Jika dulu kau sering kritik sistem dan pengusa Indonesia, tapi sekarang sebaliknya, kau musuhi rakyat, kau tuduhkan yang tidak baik terhadap rakyat. Apa yang sedang terjadi denganmu, Prof ...
.

Prof ...

Saat ini kau sedang disoroti rakyat tentang jabatan barumu sejak sepekan lalu, terkhusus tentang gajimu yang sedemikian besar, namun kau anggap kecil. Menurut kami gaji anggota BPIP itu di luar kewajaran lantaran jumlahnya terlalu tinggi di tengah-tengah melemahnya ekonomi negara kita, dan itu tak sesuai dengan beban kerja anggota badan. Kami berani mengatakan bahwa praktik kebijakan seperti itu tidak Pancasilais, mengingat kondisi kesenjangan rakyat yang luar biasa pada saat ini. Ayolah berpikir sejenak, Prof, tentang perekonomian negara kita yang semakin krisis...
.

Prof...

Perlu kau tau, bahwa praktik ini dilakukan di berbagai lembaga negara dengan mengalokasikan gaji, honorarium, dan remunerasi yang berlebihan sehingga menguras anggaran negara. Sumber pemborosan negara berasal dari praktik seperti ini. Ini namaya praktik pemborosan birokrasi, dan ini bahkan bisa lebih parah dibanding zaman Orde Baru, dibandingkan dengan kondisi ekonomi dan utang Indonesia yang tengah membengkak. Pada masa orde baru, jumlah APBN hanya sekitar Rp 60-70 triliun tetapi utang terkendali. Jumlah APBN sekarang tidak kurang dari Rp 2.000 triliun tetapi haus utang. Sebabnya tidak lain karena praktik pemborosan di birokrasi semacam BPIP dan lembaga-lembaga negara lainnya...
.

Prof...

Jika kau menjadi anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, untuk membina rakyat menjadi pancasilais, dengan gaji sedemikian tinggi, kami juga bisa mengajarkan anak-anak kami untuk mencintai Indonesia dan berpancasila tanpa mau menerima gaji sepeser pun. Ayolah, cintailah Indonesia. Katakan kepada segenap atasanmu juga teman sejajaranmu untuk mencintai indonesia tanpa pamrih. Gajimu setinggi itu malah dapat membuat Indonesia krisis dan sakit. Itu jelas bukan tindakan cinta tanah air, dan buka pula tindakan pancasilais.

Sekali lagi kami tegaskan bahwa jika praktek pemborosan seperti ini terus dilakukan, maka birokrasi akan memakan negara, pasak memakan tiang. Memang tidak ada hubungan langsung yang signifikan antara gaji Rp 112 juta dan utang yang besar. Tetapi praktik kolektif "empire builders'' seperti ini akan menguras anggaran negara secara boros dan tidak produktif.
.

Terakhir ...

Salam buat Prof. Mahfud MD dari rakyat Madura, Sampaikan kepada atasanmu dan jajaran kerjamu, bahwa di tengah sulitnya lapangan kerja seperti sekarang kami tidak suka dan merasa tersinggung dengan gaji selangitmu...

SEKIAN !

Tulisan Ketigabelas Ramadhan 1439 H
Jember, 31 Mei 2018 ( Kamarku, 18.25)

Sumber : Kumparan, UC News 

Berlomba Jadi Partai Terkorup, Akankah PDIP​ Raih Gelar Juara?

Berlomba Jadi Partai Terkorup, Akankah PDIP​ Raih Gelar Juara?

Sumber: kaskus.co.id

10Berita, Perlombaan menjadi juara partai terkorup kini semakin panas saja, setelah sekian lama akhirnya PDIP harus mengakui keunggulan partai Golkar dalam pencetakan kader yang terlibat skandal korupsi pada tahun 2017. kini rupanya PDIP selangkah lebih maju untuk merebut kembali gelar yang telah lama disandangnya kembali ke pangkuannya.

Sumber: detik.com

Terbaru sebagaimana dilansir dari detik.com (05/06/2018) Bupati Purbalingga, Tasdi, yang juga merupakan kader PDIP terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada senin, 4 Juni 2018 yang diduga menerima uang suap terkait proyek pembangunan Islamic Center.

Bupati Purbalingga, Tasdi via detik.com

“Kami menduga suap terkait dengan proyek pembanguna Islamic Center, indikasinya sempat terjadi pembicaraan mengenai besaran uang komitmen,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah.

Terkait tudingan PDIP sebagai sarang korupsi hal ini tidak dibantah oleh sang ketua umumnya yakni Megawati Soekarnoputri, malahan beliau mengakui sendiri dan berjanji akan melakukan langkah tegas berupa pemecatan kader yang terlibat kasus korupsi.

“Saya mempersilahkan jika pihak berwenang ingin menangkap dan diproses hukum, tapi jangan lantas tuduhan partai korupsi hanya disematkan pada kami, toh partai lain juga saja,” kata Megawati, dilansir dari metrotvnews.com (23/04/2016)

Sumber: pepnews.com

Megawati menduga kenapa banyak kadernya korupsi itu diakibatkan oleh latar belakang anak buahnya yang merupakan masyarakat tidak mampu dan banyak yang berprofesi sebagai preman.

“Kami (PDIP) menerima semua kalangan untuk bergabung baik itu tukang becak bahkan preman sekalipun kami terima, kami ingin hidup mereka jadi lebih baik,” ujar Megawati.

Sumber :UC News 

Jurus "Kabur" Ganjar dari Penyidik KPK

Jurus "Kabur" Ganjar dari Penyidik KPK

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo

10Berita , Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil sejumlah politisi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP. Mereka diagendakan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan pengusaha Made Oka Masagung.

Mereka yang diagendakan diperiksa penyidik hari ini, Selasa (5/6/2018) yakni Ketua Badan Anggaran DPR Aziz Syamsuddin; anggota Komisi I DPR dari Fraksi Demokrat Nurhayati Ali Assegaf ; anggota DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari; Anggota DPR fari Fraksi PAN Teguh Juwarno; mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap. ‎Kemudian mantan anggota DPR dari Fraksi Hanura Miryam S Haryani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Namun, Ganjar, Aziz, dan Nurhayati kompak tak memenuhi pemeriksaan alias mangkir dengan sejumlah alasan. "Saksi Nurhayati tidak datang. Tadi PH mengirimkan surat permintaan jadwal ulang karena yang bersangkutan sedang ada kegiatan dinas ke Lithuania tanggal 4-10 Juni 2018," tutur Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi.
Sementara ‎Ganjar yang merupakan mantan pimpinan Komisi II DPR dari Fraksi PDIP itu mengirimkan surat ketidakhadirannya ke KPK dengan alasan sedang mempersiapkan pencalonan sebagai Gubernur Jawa Tengah.‎
"Ganjar Pranowo pada pokoknya menyampaikan tidak dapat hadir dan meminta penjadwalan ulang dengan pertimbangan sedang mempersiapkan pencalonan sebagai kepala daerah," ungkap Febri.‎
Seperti halnya Ganjar dan Nurhayati, Aziz juga mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik KPK. Dalam surat yang disampaikan ke penyidik, Aziz mengaku sedang mengikuti kegiatan partai di Lampung.‎
"Aziz Syamsudin menyampaikan ada kegiatan partai di Lampung di hari Selasa dan rapat dengan Menko di hari Kamis. Sehingga meminta penjadwalan kembali di tanggal 6 Juni 2018," ujar Febri.
Sedianya penyidik KPK ingin mengonfirmasi dugaan aliran uang dari proyek e-KTP kepada sejumlah pihak. Termasuk terhadap kalangan politikus tersebut. Mengingat ada sejumlah fakta sidang yang mengungkap penyerahan uang yang dilakukan Irvanto kepada sejumlah pihak, termasuk diduga kepada saksi-saksi itu.

Pada persidangan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, Irvanto menyebut sejumlah anggota DPR periode 2009-2014 turut kecipratan uang dari proyek e-KTP. Diakui Irvanto mengaku memiliki bukti rinci aliran uang panas proyek itu.
Mereka yang disebut Irvanto menerima uang panas proyek e-KTP di antaranya, mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap dan Agun Gunandjar Sudarsa, mantan Ketua Banggar Melchias Marcus Mekeng, politikus Demokrat Nurhayati Ali Assegaf. ‎Kemudian politikus Golkar Markus Nari, yang juga telah menjadi tersangka korupsi e-KTP, mantan Ketua Fraksi Demokrat Muhammad Jafar Hafsah, dan mantan Sekretaris Fraksi Golkar Ade Komarudin. ‎
Nama Ganjar sendiri telah berulang kali disebut turut terlibat dan kecipratan aliran dana dari proyek e-KTP. Nama Ganjar setidaknya tercantum dalam surat dakwaan terhadap dua mantan pejabat Kemdagri, Irman dan Sugiharto ssebagai pihak yang menerima uang sebesar USD 520 ribu.
Mantan Ketua DPR, Setya Novanto yang telah mendekam di Lapas Sukamiskin juga menegaskan adanya aliran dana kepada Ganjar dan sejumlah pimpinan Komisi II serta Banggar DPR lainnya yang menjabat saat proyek e-KTP bergulir. Uang kepada Pimpinan Banggar dan Komisi II diberikan oleh Andi Narogong dan keponakannya Irvanto Hendra Pambudi.
Aliran dana kepada Ganjar juga diperkuat pengakuan mantan Bendum Partai Demokrat, M Nazaruddin. Disebutkan Nazaruddin, Ganjar menerima uang sejumlah USD500 ribu. Bahkan, Nazaruddin mengaku melihat langsung adanya pemberian uang kepada Ganjar di ruang kerja mantan anggota Komisi II dari Fraksi Golkar, (alm) Mustokoweni.
Meski berulang kali disebut dalam surat dakwaan maupun fakta persidangan, Ganjar bersikukuh membantah terlibat dan turut menikmati aliran dana dari megakorupsi e-KTP. ‎
Sementara pemeriksaan Aziz diduga terkait dengan kegiatan-kegiatan Partai Golkar. Irvanto merupakan salah satu panitia dalam Rapimnas Golkar di Bogor dan Munas Golkar di Bali. Kaitan kasus ini dengan kegiatan Partai Golkar semskin menguat setelah tim penyidik memanggil dan memeriksa sejumlah politikus Partai Golkar.
Pada Senin (4/6/2018), tim penyidik memeriksa mantan Ketua Banggar DPR, Melchias Markus Mekeng dan mantan pimpinan Komisi II DPR, Agun Gunandjar. KPK juga telah memanggil politikus Golkar lainnya, Bambang Soesatyo. Namun, Ketua DPR itu mangkir dengan alasan adanya kegiatan lain. ‎
Tak hanya soal kegiatan partai, saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Irvanto mengaku kerap bertemu dengan sejumlah politikus Partai Golkar. Beberapa diantaranya, Aziz Syamsuddin yang menjabat Ketua Koordinator Bidang Perekonomian DPP Partai Golkar, dan Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Fayakhun Andriadi. ‎
"Beberapa fakta persidangan tentang penyerahan uang terkait e-KTP pun menjadi salah satu poin yang diperhatikan," tandas Febri.‎

Sumber :Jurnas 

Ini Tanda Malam Lailatul Qadar di Alquran, Bagaimana Cara Mendapatkannya

Ini Tanda Malam Lailatul Qadar di Alquran, Bagaimana Cara Mendapatkannya


10Berita – Salah satu peristiwa penting pada momen bulan suci ramadhan yaitu datangnya malam lailatul qadar. Menurut berbagai riwayat, malam yang digadang-gadang oleh seluruh umat Islam di dunia ini datang pada 10 hari terakhir bulan ramadhan, khususnya di tanggal-tanggal ganjil.

Namun, datangnya malam lailatul qadar tidak seorang pun yang mengetahui tepatnya kapan.

Melansir artikel di laman nu.or.id berjudul ‘Pertanda Malam Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an’ disebutkan selama ini umat Islam hanya membaca tanda-tanda malam yang menurut Al-Qur’an lebih baik dari 1000 bulan ini.

Betapa mulianya malam lailatul qadar karena mampu membawa seorang hamba pada ketakwaan yang hakiki.

Lalu, benarkah pertanda malam lailatul qadar di antaranya membekunya air, heningnya malam, dan menunduknya pepohonan, dan sebagainya? Yang pasti, dan ini harus diimani oleh setiap muslim berdasarkan pernyataan Al-Qur’an, bahwa “Ada suatu malam yang bernama Lailatul Qadar” (QS Al-Qadr: 1) dan malam itu merupakan “malam yang penuh berkah di mana dijelaskan atau ditetapkan segala urusan besar dengan kebijaksanaan” (QS Ad-Dukhan: 3).

Ditegaskan dalam Al-Qur’an, malam tersebut adalah malam mulia, tidak mudah diketahui betapa besar kemuliaannya. Ini diisyaratkan oleh adanya “pertanyaan” dalam bentuk pengagungan, yaitu “Wa ma adraka ma laylatul qadar.”

Untuk memperoleh pemahaman yang jernih terkait malam lailatul qadar, Muhammad Quraish Shihab (1999) memberikan sejumlah keterangan terkait arti kata qadar. Mufassir kenamaan tersebut memaparkan tiga arti pada kata qadar tersebut.

Pertama, qadar berarti penetapan atau pengaturan sehingga lailatul qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia.

Pendapat ini dikuatkan oleh penganutnya dengan Firman Allah pada Surat Ad-Dukhan ayat 3.

Ada ulama yang memahami penetapan itu dalam batas setahun.

Al-Qur’an yang turun pada malam lailatul qadar diartikan bahwa pada malam itu Allah SWT mengatur dan menetapkan khiththah dan strategi bagi Nabi-Nya, Muhammad SAW guna mengajak manusia kepada agama yang benar yang pada akhirnya akan menetapkan perjalanan sejarah umat manusia, baik sebagai individu maupun kelompok.

Kedua, qadar berati kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia yang tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Qur’an serta karena ia menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih.

Kata qadar yang berarti mulia ditemukan dalam ayat ke-91 Surat Al-An’am yang berbicara tentang kaum musyrik: Ma qadaru Allaha haqqa qadrihi idz qalu ma anzala Allahu ‘ala basyarin min syay’i (mereka itu tidak memuliakan Allah sebagaimana kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia).

Ketiga, qadar berati sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam Surat Al-Qadar: Pada malam itu turun malikat-malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

Kata qadar yang berarti sempit digunakan oleh Al-Qur’an antara lain dalam ayat ke-26 Surat Ar-Ra’du: Allah yabsuthu al-rizqa liman yasya’ wa yaqdiru (Allah melapangkan rezeki bagi yang dikehendaki dan mempersempitnya [bagi yang dikehendakinya]).(nu.or.id)

Lalu bagaimana Cara Mendapatkannya

Lailatul Qadar merupakan yang ditunggu-tunggu umat muslim selama bulan Ramadan, terutama memasuki malam ganji di 10 hari terakhir.

Siapakah yang berhak mendapatkan Lailatul Qadar?

Apakah seseorang yang kurang ibadahnya dan bolong-bolong menjalankan ibadah puasanya juga berhak mendapatkan lailatur qadar? jika dia kemudian sungguh di 10 malam terakhir?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari kita kupas satu persatu, apa sayarat mendapatkanya, ciri-ciri orang yang telah mendapatkannya, dan apa tanda-tandanya?

Ustad Atoillah, pengasuh Pesantren Miftahul Huda berpendapat, bahwa malam lailatul qadar itu terjadi sepanjang malam, sejak maghrib hingga subuh.

Jadi 10 malam terakhir itu, mulai dari 21,23,25,27,29 merupakan malam yang dinantikan, dan memang hanya orang tertentu saja yang berhak mendapatkannya.

Berikut Allah berfirman:

“Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.”

(QS. Al-Qadr: 3 – 5)

Dia pun menegaskan, untuk mendapatkannya memang harus diperkuat dengan berbagai ibadah, baik itu yang wajib maupun yang sunnah.

Sehingga kemudian seorang muslim yang taat harus menjalankannya dengan sungguh-sungguh, tidak hanya pada malam ganji, tetapi semuanya sepanjang bulan puasa.

1. Beribadah Sepanjang Malam

Berikut penjelasannya: Rentang dari maghrib sampai subuh itu sangat berguna dan jangan dilewatkan untuk beribadah, dimulai dari wajib seperti shalat maghrib, isya, tarawih, dan subuh.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

“Maka ibadahnya itu merupakan ibadah di malam rahmat dengan bekeradaan malam lailatul qadar.”

2. Beribadah dengan Ikhlas dengan meningkatkan Kualitas

Maka itu, semua ibadah harus dikerjakan dengan tekun, dengan tulus dan ikhlas. Makin banyak ibadah makin baik, makin baik pula yang betul-betul khusyu, iklas dan berpasrah kepada Allah.

3. Tetap Tekun Hingga Akhir Ramadan

Ketekunan akan berbuah pahala, keikhlasan akan berbuah ridho dan ampunan. Namun apapun kita memang tidak boleh bermalas-malasan semakin mendekati akhir Ramadhan, justu harus semakin ditingkatkan.

Karena 10 malam terakhir ini merupakan cobaan paling berat, karena ada kejemuan dan mulai banyaknya aktivitas lain yang menggoda.

Maka itu ketekukan dan berjuang keras demi menjalankan Ibadah ada kunci meraih lailatul qadar.

Orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Ankabut: 69)

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Tanda-tanda Orang yang sudah Mendapatkan Lailatul Qadar

Tidak ada satu pun orang yang tahu kapan waktu terjadinya lailatul qadar, karena peristiwa itu merupakan rahasia Tuhan.

Hanya saja, Nabi Muhammad SAW memberikan saran agar mencari lailatul qadar di malam ganjil sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Karena lailatul qadar berpeluang akan terjadi pada malam-malam tersebut.

Suatu keberuntungan bagi orang yang mendapatkan berkah lailatul qadar yang hanya terjadi setahun sekali.

Ingin tahu tanda-tanda orang yang telah mendapatkan rahmat lailatul qadar? Lihat saja rangkuman di bawah ini.

1. Dia akan senantiasa berusaha menjadi orang yang terbaik di mata Allah SWT begitu pula dengan sesama manusia. Selalu mengerjakan perintah Allah SWT dan melakukannya dengan cara terbaik di mata Allah SWT.

2. Orang yang berhasil mendapatkan Lailatul Qadar akan selalu merasa kurang khususnya dalam soal beribadah.

3. Selain ibadah wajib yakni salat lima waktu, ia juga tidak pernah meninggalkan ibadah sunnah seperti tahajud dan tarawih.

4. Dalam kehidupan sehari-hari baik dengan atasan maupun bawahan, ia selalu menjadi orang yang rendah hati dan bersikap sewajarnya saja. Tidak merasa sombong dan angkuh khususnya kepada sesama manusia.

5. Orang yang mendapatkan lailatul qadar akan terlihat lebih bersinar wajahnya dan enak untuk dipandang. Namun tanda-tanda ini juga hanya bisa dirasakan dan dilihat oleh orang-orang yang senantiasa selalu dekat kepada Allah SWT.

Nah, itu dia ciri-ciri orang yang mendapatkan rahmat malam lailatul qadar. Semoga kita termasuk salah satu orang diantaranya.[]

Sumber : tribunnews, Eramuslim.com

Tidak Ada Pidana di Penggerudukan Radar Bogor, Dahnil Sebut Ketidakadilan Dipertontonkan

Tidak Ada Pidana di Penggerudukan Radar Bogor, Dahnil Sebut Ketidakadilan Dipertontonkan


10Berita, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjutak, turut berkomentar terkait pernyataan kepolisian terkait penggeredukan kantor Radar Bogor yang terjadi beberapa waktu lalu.

Hal tersebut diungkapkan melalui akun Twitter @Dahnilanzar pada Senin (4/6/2018).

Diketahui sebelumnya Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan tak ada unsur pidana dalam penggerudukan kantor Radar Bogor oleh kader PDI Perjuangan pada Rabu (30/5) dan Jumat (1/6/2018).

Pernyataan Setyo merujuk pada informasi yang diterimanya dari Kapolres Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya.

"Info terakhir menurut Kapolres Bogor tidak ada masalah pidana," ujar Setyo, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (3/6/2018).

Ia mengungkap bahwa dari kedua belah pihak telah sepakat untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

Selain itu, Setyo juga mengatakan adanya rencana dalam waktu dekat untuk mengadakan pertemuan lanjutan dengan wartawan dan asosiasi perkumpulan wartawan.

Menanggapi hal tersebut Dahnil pun turut berkomentar. Menurutnya dengan adanya pernyataan tersebut nalar sehat sedang dihinakan.

Dahnil juga menyebut bahwa ketidakadilan sedang dipertontonkan.

"Polri: Tak Ada Unsur Pidana pada Penggerudukan Radar Bogor. Dengan Vulgar nalar sehat kita diperhinakan. Extravaganza Ketidakadilan dipertontonkan." ]

Sumber : b-islam24h.com, tribunnews.com

‘Eneg’ Baca Komentar Kader PSI di Sosmed, Sammy Komik Unfollow Akun-akun Elit PSI!

‘Eneg’ Baca Komentar Kader PSI di Sosmed, Sammy Komik Unfollow Akun-akun Elit PSI!

10Berita, Di balik polemik soal eksistensi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), elit di belakang partai yang dipimpin mantan wartawan Grace Natalie ini sering melontarkan pernyataan kontroversial.

Pelawak tunggal atau komika kondang Sammy Darma Putra Ginting atau Sammy Komik, menumpahkan kekesalannya pada tingkah polah elit PSI di sosial media.

“Supaya hidup tentram.. unfollow orang-orang PSI dulu ahhh… Enegggg bacanya. Bye.. semoga sukses dengan tepung beras rosebrandnya…,” tulis Sammy di akun Twitter @NOTASLIMBOY.

Sebelumnya, juru bicara PSI bidang kepemudaan, Dedek Prayudi atau Uki, menyebut pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mirip knalpot motor dua tak. Penegasan Uki itu menanggapi kecaman Fahri soal penangkapan terduga teroris di kampus Universitas Riau.

Elit PSI juga sempat menyinggung pertemuan Prabowo Subianto, Amien Rais dan Habib Rizieq Shihab. Sekjen PSI Raja Juli Antoni menyebut pertemuan itu pertemuan “gatot” atau gagal total.

“Menurut saya, pertemuan Amien Rais, Prabowo, dan Rizieq di Mekah tidak punya makna signifikan secara politik. Pertemuan itu hanya pertemuan biasa yang tidak punya pengaruh apa pun dalam perkembangan politik Indonesia mutakhir,” ungkap Juli Antoni kepada wartawan (04/06).

Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik menyesalkan pernyataan Juli Antoni itu. Rachland menilai PSI belum berkompeten mengecam parpol lain.

“PSI buktikan saja bisa dapat suara dan lebih besar daripada Gerindra dan PAN. Baru sah kecam kiri-kanan,” tegas Rachland seperti dikutiip detikcom (04/06).

Belakangan, PSI mengeluarkan video tentang dugaan pelanggaran HAM oleh Rezim Soeharto. Sekjen Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso, menentang video PSI tersebut.

Menurut Priyo, video PSI telah merusak simbol-simbol yang dihormati Partai Berkarya, yakni simbol Soeharto dan keluarganya. Video itu dinilainya penuh permusuhan dan hasutan.

“Selama ini kita menenggang rasa terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi. Itu kenapa kami kemaren belum tertarik untuk ikut menggerakkan tagar #2019GantiPresiden dan lebih fokus viralkan #2019gantilegislatif. Tapi tingkah polah sombong dari PSI yang memuja-muja keluarga Jokowi setinggi langit dengan menista keluarga Soeharto telah cukup beri kesimpulan: kami akan kembali berhitung ulang dengan sikap politik yang lebih jelas,” tegas Priyo seperti dikutip detik.com (03/06).

Sumber : intelijen.co.id

BNPT Harus Jelaskan Pernyataan Solidaritas Palestina Picu Terorisme

BNPT Harus Jelaskan Pernyataan Solidaritas Palestina Picu Terorisme

10Berita , Jakarta – Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah Maneger Nasution menyebut pernyataan Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. Hamli tentang solidaritas terhadap Palestina sebagai salah satu penyebab adanya teroris sebagai bentuk disorientasi dan missleading.

“Itu berarti dia tidak memahami teks dan konteks terorisme yang ada di Indonesia. Itu keliru,” kata Maneger saat ditemui di gedung MUI Pusat, Jakarta pada Selasa (05/06/2018).

Oleh karenanya, Maneger mendesak pihak BNPT untuk menjelaskan pernyataan itu kepada publik. “BNPT harus menjelaskan itu. Karena itu kontraproduktif dan hanya akan menimbulkan masalah baru,” ujar Maneger.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut solidaritas terhadap Palestina sebagai salah satu penyebab adanya teroris.

“Penyebab teroris adalah ideologi, paham yang salah, solidaritas komunal karena melihat saudaranya dizalimi seperti Palestina, Rohingya, Maluku Ambon,” ujar Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. Hamli dalam diskusi Pemberitaan dan Penyiaran Tentang Terorisme di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (30/05/2018).

Menurut Hamli, penyebab lainnya adalah sikap balas dendam keluarga yang menjadi korban. Juga, aksi balas dendam akibat kekejaman yang dialami oleh suatu kelompok, seperti pembantaian yang dialami etnis Rohingya.

“Apakah kita akan menyiarkan besar-besaran konflik di sana? Karena motivasi balas dendam sering muncul,” kata dia.

Sumber : Kiblat.