OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 07 Juni 2018

Tong Sampah Jerman: Ternyata Risma Yang Usulkan ke DKI Semasa Jokowi

Tong Sampah Jerman: Ternyata Risma Yang Usulkan ke DKI Semasa Jokowi


10Berita – Gubernur DKI Anies Baswedan menyebut bahwa Jakarta bukanlah satu-satunya daerah yang menggunakan tong sampah buatan Jerman. Daerah lain seperti Surabaya, Probolinggo, Bandung, Medan, Malang sudah menggunakan tong sampah itu sebelumnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bahkan mengaku bahwa dirinyalah yang mengusulkan agar DKI Jakarta menggunakan bak sampah compactor buatan Jerman tersebut. Risma mengusulkan itu saat Jokowi masih menjadi Gubernur DKI.

“Aku dulu yang ngomong DKI harusnya pakai compactor (tong sampah buatan Jerman) karena jarak TPA-nya jauh,” ujar Risma saat ditemui detikcom di sela sidak Jalan Kenari, Rabu (6/6/2018).

“Kalau tidak salah satu atau dua tahun lalu (DKI Jakarta) pakai. Karena kalau buang sampah pakai dump truk tidak efisien,” tandas Risma.

Surabaya sendiri sudah menggunakan tong sampah buatan Jerman itu sejak 2010. Pengadaannya selalu dianggarkan hingga Surabaya sekarang memiliki tong sampah itu lebih dari 1.000 buah.

Pemkot Surabaya memilih tong sampah itu karena kuat dan efisien. Mampu menampung sampah lebih banyak sehingga anggaran BBM untuk truk sampah pun bisa dihemat.[]

Sumber :detik

12 Tahun Disembunyikan, NASA Beberkan Fakta Mengejutkan Malam Lailatul Qadar

12 Tahun Disembunyikan, NASA Beberkan Fakta Mengejutkan Malam Lailatul Qadar

 

www.tribunnews.com

10Berita, Bagi umat muslim, malam lailatul qodar merupakan suatu waktu yang paling dinanti, dimana malam tersebutlah yang paling di muliakan bahkan bisa di bandingkan dengan malam seribu bulan.

Malam lailatur qodar sendiri bagi penganut muslim di tetaokan di malam-malam ganjil 10 malam terakhir bulan suci ramadhan.

Dalam sebuah riwayat yang disabdakan Nabi Muhammad, terdapat beberapa ciri atau tanda-tanda akan datangnya malam mulia ini, diantaranya malam lailatul qadar berada di malam ganjil, dimana langit berhawa sejuk tidak panas juga tidak dingin meski siang hari.

ytimg.com/vi/OaylQPnMPRk/hqdefault.jpg

Namun, sudah tahukah anda jika NASA atau Badan Nasional Antariksa Amerika telah membeberkan fakta mengejutkan tentang malam lailatul qodar. bahkan di bilang sangat mirip dengan apa yang dikatakan Rasulullah.

Hal ini diungkapkan oleh Dr. Abdul Basith yang merupakan kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al Qur'an dan Sunnah Mesir, bahwa NASA selama ini telah menyembunyikan fakta tentang lailatul qodar selama 12 tahun.

ytimg.com/vi/R2fL_bzZDtM/maxresdefault.jpg

Dimana saat NASA diketahui telah meberikan fakta mengejutkan tentang malam lailatul qadar yang mereka sembunyikan selama ini, yakni pada suatu malam-malam saat 10 hari terakhir di bulan ramadhan, terdapat satu malam yang aneh, yakni tidak ada satupun meteor yang jatuh, berbeda dengan hari yang lain, hampir 20 an meteor rutin jatuh ke atmostef bumi.

http://serbaadanews.blogspot.com

Tak hanya itu, NASA juga mengungkapkan bahwa ada satu hari saja dimana radiasi matahari cukup berkurang drastis, meskipun matahari bercahaya sangat terang.

Hal tersebut konon memang sengaja disembunyikan NASA terkait kebesaran Tuhan bagi orang muslim, bahkan beberapa pakar islam pun terus mengkritik NASA ketika menemukan sesuatu tapi disembunyikan.

Referensi :

Www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/nasa-pernah-sembunyikan-temuannya-tentang-malam-lailatul-qadr.htm

Www.tribunnews.com/2015/07/05/fakta-ilmiah-nasa-tentang-lailatul-qadar-itu-seperti-ini

Lagu Ganti Presiden, Mardani Tak Mau Pemimpin Penyiksa Ulama

Lagu Ganti Presiden, Mardani Tak Mau Pemimpin Penyiksa Ulama


10Berita – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera memastikan lagu berjudul 2019 Ganti Presiden tak ada unsur kampanye terselubung sama sekali. Sebaliknya dia menyebut lagu itu bisa dijadikan sebagai edukasi politik untuk masyarakat.

“Oh tidak dong (kampanye) justru itu bisa jadi edukasi, pendidikan politik untuk masyarakat,” kata Mardani saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui telepon, Rabu (6/6).

Pendidikan politik yang dimaksud Mardani agar masyarakat bisa membuka mata ketika kelak dihadapkan pada pemilihan presiden di 2019 mendatang. Jangan sampai, kata dia, rakyat memilih pemimpin yang tidak berpihak pada kepentingan masyarakat dan negara.

“Jadi masyarakat ketika pilih pemimpin cari yang baik, cari yang tidak berbohong, yang memiliki kecintaan terhadap negara, dan tidak menyiksa ulama,” papar dia.

Hal ini kata dia tentu berbeda dengan kampanye, sebab dalam kampanye disebutkan Mardani harus memenuhi empat unsur utama yakni terkait visi, misi, program dan citra diri.

“Kampanye gimana, wong calonnya saja kan tidak ada, belum ada,” katanya.

Lebih lanjut, Mardani juga menceritakan asal muasal lagu berjudul 2019 Ganti Presiden itu bisa tercipta hingga kemudian viral. Lagu itu kata Mardani murni bukan gagasan dirinya, tetapi gagasan seorang penyanyi dan pencipta lagu era 90-an, Sang Alang.

“Bukan (inisiatif) saya, jadi waktu itu kan gerakan 2019 Ganti Presiden sudah mulai sepi, kemudian Sang Alang berpikir untuk menciptakan gebrakan, dibuatlah dia lagu ini,” katanya.

Alang kata Mardani membuat lagu itu di studio milik temannya selama kurang lebih empat jam. Setelah selesai lagu itu pun disebarkan Alang ke rekan-rekannya untuk meminta pendapat.

“Eh malah jadi viral, bagus memang lagunya,” ungkap Mardani.

Pertemuan pertama Mardani dan Alang pun terjadi setelah lagu tersebut viral. Mereka akhirnya memutuskan untuk melakukan kolaborasi bersama beberapa politikus dan artis yang mendukung gerakan 2019 Ganti Presiden.

“Kolaborasi dong, ada Ahmad Dhani, Neno Warisman, Fadli Zon, saya, dan beberapa lagi yah, lagunya sekarang sudah ada di mana-mana,” tutupnya. []

Sumber :cnnindonesia

Persatuan Orang Melayu Kalbar Polisikan Cornelis Atas Pidato Yang Dinilai Memfitnah Melayu Dan Islam

Persatuan Orang Melayu Kalbar Polisikan Cornelis Atas Pidato Yang Dinilai Memfitnah Melayu Dan Islam


10Berita, Hari Rabu (6/6/2018) kemarin, Persatuan Orang Melayu (POM) Provinsi Kalimantan Barat melaporkan Cornelis Gubernur Kalbar dari PDIP kepada Kapolda Kalbar, atas pidato provokatifnya terhadap orang Melayu dan Islam.

Dalam pidato di videonya yang viral di Media Sosial itu, Cornelis yang beragama Katolik ini menyatakan:

"Kita terlalu lama dijajah oleh kerajaan-kerajaan. Mulai raja-raja Majapahit, raja-raja Sriwijaya. Yang paling parah Kerajaan Melayu dan Islam, bersama dengan Belanda menjajah kita berabad-abad, sehingga mental kita adalah mental hamba, bukan mental kuli".

Atas pidatonya tersebut Persatuan Orang Melayu (POM) telah melaporkan ke Kapolda Kalbar.

"Sebagai salah satu ormas Melayu dan bagian dari Ummat Islam, kami sangat terluka dan tersinggung dengan pernyataan Cornelis seperti itu apalagi berkiblat pada sumber yang belum tentu akurat dan tidak populer di kalangan ilmuwan. Kami minta kepada Bapak Kapolda Kalbar untuk mengusut kasus ini hinggga tuntas agar keharmonisan dan kedamaian Kalbar tetap terjaga. Sudah sangat sering Cornelis berpidato provokatif dan meresahkan stablitas Kalbar," demikian bunyi surat laporan yang ditandatangani Ketua POM.

Dalam aduan tersebut juga dilampirkan bukti 1 buah CD rekaman video yang diunggah oleh akun Youtube KALBAR UNIQUE.


Di lain pihak, Cornelis melalui kuasa hukumnya juga melaporkan akun facebook yang mengunggah video pidato Cornelis karena dinilai videonya diedit.

"Video tersebut di upload dan ditransmisikan oleh akun Facebook Ulfa Nilawati dengan judul yang provokatif, seolah Cornelis menghina salah satu suku dan agama," ujar Tim Kuasa Hukum Cornelis, Lipi Asmed dalam konferensi pers di Jalan Tanjungpura, Selasa (5/6/2018), seperti dilansir Kompas.

Video yang diunggah tersebut merupakan potongan pidato Cornelis dalam pertemuan Ketemenggungan Dayak se-Kalbar dalam rangkaian Pekan Gawai Dayak ke-33 pada akhir Mei 2018. 

"Dalam pidato tersebut, tidak ada kata atau kalimat yang menghina salah satu suku maupun agama," kata Lipi Asmed.

Sebelumnya, Wakil Sekjen MUI KH Tengku Zulkarnaen melalui akun twitternya meminta pihak Kepolisian mengusut pidato Cornelis.

"Kepada @DivHumas_Polri dan @Menkopolhukam @jokowi @pdip Apakah Pidato Seperti Bukan Pemecah Belah NKRI? Sejak Kapan Majapahit, Sriwijaya, Kerajaan2 di Nusantara JADI PENJAJAH dan Disebut PENJAJAH? Nampaknya Rakyat Indonesia Perlu Menuntut Orang Ini Jika Pemerintah Tdk Bergerak...," ujar Tengku Zulkarnain yang men-share video pidato Cornelis.

— tengkuzulkarnain (@ustadtengkuzul) 4 Juni 2018

Di Youtube, kemudian muncul video edisi panjang pidato Cornelis. Dalam unggahan di Youtube video pendek Cornelis disebut editan dan hoax.

Setelah menonton dua versi video panjang dan pendek, sepengamatan konteksnya tidak ada perbedaan signifikan. Kalimat pidato Cornelis "Yang paling parah Kerajaan Melayu dan Islam, bersama dengan Belanda menjajah kita berabad-abad, sehingga mental kita adalah mental hamba, bukan mental kuli" ada di masing-masing versi video panjang dan pendek.

Berikut video versi panjang dan pendek...

Silahkan pembaca untuk bandingkan...

[video panjang dan pendek]

Sumber :Portal Islam 

Fakta Baru! Tentara Myanmar Sengaja Target Bunuh Muslim Rohingya Berpendidikan

Fakta Baru! Tentara Myanmar Sengaja Target Bunuh Muslim Rohingya Berpendidikan

10Berita – Pengungsi Rohingya di kamp pengungsian Balukhali di Bangladesh memberikan pengakuan baru yang cukup mengejutkan. Menurut mereka, tentara-tentara Myanmar banyak menargetkan warga Rohingya yang berpendidikan tinggi, seperti guru dan ulama, dalam aksi pembantaian di Negara Bagian Rakhine.

Setelah serangan brutal pada 25 Agustus tahun lalu, tentara Myanmar di desa Maung Nu sempat bertanya kepada penduduk desa, “Di mana para guru?”. Rahim (26 tahun), seorang guru ilmu pengetahuan dan matematika di sekolah menengah batalyon setempat, mengaku segera melarikan diri begitu melihat para tentara itu datang ke desanya.

“Saya tahu saya sudah mati jika tertangkap. Mereka memburu saya. Mereka tahu saya akan selalu berjuang untuk rakyat (Rohingya). Mereka ingin menghancurkan kami (guru) karena mereka tahu tanpa kami, mereka dapat melakukan apapun yang mereka inginkan untuk warga Rohingya lainnya,” ungkap Rahim, yang hanya memiliki satu nama.

Para pengamat kemudian membandingkan genosida yang terjadi di Myanmar dengan peristiwa genosida lainnya, termasuk Holocaust. Mendengarkan kisah-kisah ini, kedengarannya sangat mirip.

Pertama Anda akan membunuh para pemimpin agama atau pemimpin politik, dan kemudian Anda mulai membunuh penduduk sipil, dan Anda mulai membunuh lebih banyak lagi, kata Karen Jungblut, direktur penelitian di USC Shoah Foundation, yang telah melakukan wawancara dengan pengungsi Rohingya di Bangladesh.

“Ini tampaknya bukan kekerasan regional yang terjadi secara acak di sana-sini, hanya karena Myanmar merasa diserang oleh ‘kelompok teroris.’ Rasanya hal ini telah terorganisir,” ungkap Jungblut.

Thomas MacManus, pengamat kejahatan negara internasional di Queen Mary University of London yang telah meneliti Rohingya sejak 2012, juga menyampaikan pendapatnya. “Tujuannya tampaknya untuk menghancurkan Rohingya, dan salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menghancurkan budaya mereka dan menghapus mereka dari sejarah. Itu bagian dari taktik genosida,” papar MacManus.

Kantor Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB juga telah melakukan wawancara dengan 65 pengungsi Rohingya di Bangladesh. Hasil laporannya yang diterbitkan pada September lalu menunjukkan pasukan keamanan Myanmar telah menargetkan guru, pemimpin budaya dan agama, serta orang-orang berpengaruh lainnya di komunitas Rohingya dalam upaya untuk menghapus sejarah, budaya, dan pengetahuan tentang Rohingya.

Penargetan itu terorganisir dengan baik, terkoordinasi, dan dilakukan secara sistematis. Mayoritas umat Buddha telah lama mencela Rohingya dengan menyebutnya sebagai imigran Bengali di Negara Bagian Rakhine utara dan membatasi mereka untuk mempertahankan budaya mereka.

Sebuah laporan Amnesty International pada November lalu mendokumentasikan sistem diskriminasi dan pemisahan bagi Rohingya, yang bertujuan menghapus identitas mereka. Sejak pecahnya kekerasan komunal Buddha-Muslim pada 2012, anak-anak Rohingya telah dicegah untuk bersekolah di sekolah Buddhis.

Guru-guru resmi pemerintah juga sering menolak untuk datang ke desa-desa Rohingya karena khawatir akan keamanan di sana. Dengan demikian, sebagian besar pendidikan anak-anak Rohingya diserahkan kepada sekolah komunitas lokal yang dikelola oleh guru sukarelawan yang tidak terlatih.

Guru Rohingya yang diwawancarai oleh AP mengaku mereka hanya dibayar dari sumbangan masyarakat. Mereka juga dilarang mengajar bahasa, sejarah, dan budaya Rohingya, dan harus berbicara bahasa Burma. Banyak juga yang mengatakan mereka bahkan dilarang menggunakan kata ‘Rohingya’.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

“Guru di sekolah adalah jendela untuk dunia. Mereka mengajari arti dari kata Rohingya. Siapa yang memberi tahu mereka tentang sejarah kami dan tentang berapa lama kami hidup di sana sebagai komunitas? Tentu saja guru,” ujar Arif Hossein (31), seorang mantan guru sekolah dasar Khular Bil di Maungdaw.

Sebelum aksi kekerasan kembali terjadi pada 25 Agustus lalu, ia mengaku selalu diikuti seorang informan ketika mengajar. “Saya tidak bisa berbicara (bahasa Rohingya). Informan akan mengikuti saya setiap hari, setiap kali saya meninggalkan rumah. Polisi pemerintah akan datang pada malam hari dan menuduh saya memberikan ‘makanan’ yang salah kepada para pemberontak dan rumah saya digeledah,” ungkap Hossein.

Hossein juga menuturkan ia pernah dipukuli bersama 18 guru Rohingya lainnya dengan tangan terikat dan wajah menghadap tanah pada 2012. Dia kemudian menghabiskan waktu empat tahun di penjara karena tuduhan membakar rumah, dan dibebaskan pada 2016.

Empat hari sebelum kekerasan yang terjadi pada 25 Agustus, dia mengatakan sekitar 300 tentara mengepung rumahnya. Dia diborgol dengan putranya dan dibawa ke sekolah. Tentara menyita apa pun yang mereka pikir mungkin telah digunakan untuk membantu para pemberontak. Putranya ditendang dan dipukuli. (rol)

Sumber : Eramuslim

Demi Palestina, Tim Sepak Bola Argentina Batalkan Pertandingan Persahabatan dengan Israel

Demi Palestina, Tim Sepak Bola Argentina Batalkan Pertandingan Persahabatan dengan Israel

10Berita, ARGENTINA  – Palestina menyambut keputusan tim sepak bola Argentina untuk keluar dari pertandingan persahabatan dengan Israel, Aljazeeramelaporkan Rabu (6/6/2018).

Kepala Asosiasi Sepakbola Palestina, Jibril Rajoub, mengatakan pada konferensi pers bahwa keputusan itu “di jalur yang benar.”

“Saya pikir ini sesuai dengan undang-undang FIFA dan sesuai dengan prinsip dan misi mereka untuk mempromosikan etika dan nilai-nilai, dan untuk membangun jembatan antar negara daripada menjadi alat untuk tujuan politik,” katanya, menambahkan: “Israel mencoba untuk menggunakan Messi dan bintang-bintang dari Argentina.”

Pertandingan hari Sabtu direncanakan akan dimainkan di Stadion Teddy Kollek di Yerusalem, yang lokasinya terletak di sebuah desa Palestina, al-Malha.

Striker timnas Argentina dan juga klub sepak bola Italia, bintang Juventus Gonzalo Higuain, mengatakan kepada ESPN bahwa tim sepak bola Argentina “akhirnya melakukan hal yang benar.”

Wakil presiden Asosiasi Sepakbola Argentina, Hugo Moyano, sepakat dengan Higuain dan mengatakan bahwa persahabatan melawan Israel “tidak layak.”

“Saya pikir menghentikan pertandingan antara Argentina dan Israel itu hal yang baik,” kata Moyano kepada Radio 10 Argentina.

“Banyak hal terjadi di tempat-tempat itu, di mana mereka membunuh begitu banyak orang, sebagai manusia, kau tidak bisa menerima itu dengan cara apa pun.”

Kampanye Palestina untuk Boikot Akademik dan Budaya Israel (The Palestinian Campaign for the Academic and Cultural Boycott of Israel-PACBI) juga mengucapkan terima kasih kepada tim dan striker Lionel Messi khususnya untuk keputusan tersebut, dan menyerukan agar Israel dikeluarkan dari sepak bola dunia karena pelanggarannya terhadap Palestina.

“Kami menyambut berita bahwa pertandingan sepak bola ‘persahabatan’ Argentina dengan Israel telah dibatalkan!” PACBI menulis di Twitter.

“Tim menanggapi kampanye kreatif dari para penggemar di seluruh dunia yang mengecam keras olahraga Israel karena kejahatannya terhadap warga Palestina.”

Argentina mundur setelah kecaman luas oleh aktivis hak asasi manusia dan Palestina, termasuk pesan seorang pemain sepak bola Palestina yang terluka oleh seorang sniper Israel selama protes.

Mohammed Khalil ditembak di kakinya di Gaza pada 30 Maret saat aksi gelombang protes pertama menuntut hak untuk kembali bagi pengungsi yang tinggal di wilayah yang terkepung.

“Saya memanggil tim Argentina dan terutama kapten Lionel Messi – karena dia sangat populer di Palestina, terutama di Jalur Gaza – untuk berdiri dalam solidaritas dengan Palestina dan memboikot pertandingan yang dijadwalkan dengan Israel, yang menduduki tanah kami,” Khalil mengatakan.

Pengacara Palestina Amerika Noura Erakat mengatakan bahwa keputusan oleh Argentina dan kampanye Palestina tersebut belum pernah terjadi sebelumnya.

“Ini adalah masalah besar. Jika saya tidak salah, ini adalah boikot olahraga yang pertama kali. Sebuah indikasi dukungan mainstream untuk Palestina [dan] penolakan tegas terhadap kekerasan AS / Israel [dan] tampak eksklusif. Terima kasih [Argentina],” dia tweeted.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah memanggil pemimpin Argentina Mauricio Macri dalam upayanya untuk meneruskan pertandingan, namun gagal.

Selain itu, Israel mengatakan akan mengajukan keluhan melawan Palestina kepada FIFA, badan sepakbola global, atas pertandingan yang dibatalkan.

Bintang Argentina Lionel Messi secara luas dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di dunia, bersama bintang Portugal Cristiano Ronaldo, dan memiliki basis penggemar yang kuat di Palestina dan bahkan lebih luas lagi, yaitu di Timur Tengah.

Sumber : Jurnal Islam

Alhamdulillah, Kasus Chat Porno Habib Rizieq Dihentikan Polisi. Terbukti Palsu?

Alhamdulillah, Kasus Chat Porno Habib Rizieq Dihentikan Polisi. Terbukti Palsu?

Referensi pihak ketiga

10Berita, Ada kabar mengejutkan dari Koordinator Tim Advokasi Pembela Agama, Kapitra Ampera. Menurutnya penyidik Polda Metro Jaya telah memutuskan untuk menghentikan kasus dugaan percakapan chat porno antara Habib Rizieq Shihab dan Firza Husain.

Penyidikan tersebut telah dihentikan sejak lama, namun polisi belum juga mengumumkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan).

Referensi pihak ketiga

“Kami minta polisi segera umumkan. Kita sudah tunggu lama dari Februari agar polisi beri kepastian hukum. Polisi harus segera umumkan SP3 kasus chat HRS,” ujarnya (cnnindonesia.com/06/06/2018).

Referensi pihak ketiga

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono enggan menyampaikan kepastian SP3 tersebut. “Silahkan tanya ke Mabes,” perintahnya.

Kabar penghentian penyidikan ini tentu kabar gembira. Sebab kasus dugaan chat yang dituduhkan oleh HRS memang kental aroma amis. Salah seorang ahli IT dari Institut Tekhnologi Bandung, Hermansyah bahkan menyebut chat tersebut palsu dan foto telanjang Firza adalah hasil editan seorang amatir (kumparan.com/09/07/2017).

Ahli IT ITB Hermansyah sebut kasus chat HRS palsu-Referensi pihak ketiga

Meski polisi telah ditantang untuk membuktikan keaslian chat tersebut, namun aparat ketika itu tetap tak bergeming. Sehingga tudingan bahwa kasus tersebut cuma rekayasa pihak tertentu untuk mendiskreditkan HRS makin menguat.

Kini polisi menghentikan kasus chat HRS diam-diam. Apakah ini pertanda polisi tak mampu buktikan kebenaran tuduhan pada HRS? Bisa jadi.

Referensi pihak ketiga

Menurut Pasal 109 (ayat 2) KUHAP ada beberapa alasan hingga penyidik polisi bisa menerbitkan SP3, yakni tidak diperoleh bukti yang cukup, peristiwa yang disangkakan bukan perkara pidana serta penghentian demi hukum, misalnya, meninggal dunia atau perkara kadaluarsa (hukumonline.com/11/10/2010).

Yah, kebenaran pada akhirnya akan selalu menemukan caranya sendiri. Itu sudah hukum alam.

Sumber : UC News 
 

Data CIA Bocor! Sebut Jokowi Kalah di Pilpres 2019

Data CIA Bocor! Sebut Jokowi Kalah di Pilpres 2019

Foto: net

10Berita , JAKARTA – Pilpres 2019 memang masih satu tahun lagi. Tapi ‘kasak-kusuk’ berkenaan dengan pesta demokrasi terbesar di Indonesia itu sudah ramai sejak beberapa bulan terakhir.

Terbaru, dalam data Central Intellegence Agency (CIA) yang sempat ‘bocor’ beberapa waktu lalu, bisa jadi membuat kubu Jokowi was-was.

Sebab, dalam data tesebut, dikatakan bahwa calon petahan itu dipastikan akan kalah jika Pilpres tahun 2019 hanya diikuti oleh dua pasangan calon saja.

Demikian diungkap Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane dalam diskusi bertajuk ‘Tarik Ulur Kekuatan Capres Cawapres 2019. Siapa Berpeluang?’ di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018).

Pane menyebut, data dari badan intelejen milik Amerika Serikat itu sempat bocor beberapa waktu lalu.

“CIA bilang, kalau ada tiga calon, Joko Widodo akan menang. Tapi kalau dua, diperkirakan Joko Widodo akan kalah,” bebernya.

Lebih lanjut, Pane berujar, keyakinan CIA itu didasarkan pada elektabilitas hasil survei atas Joko Widodo yang terbilang cukup rendah untuk ukurang calon petahana.

“Hitung-hitungan CIA, Jokowi tingkat elektabilitasnya tidak lebih dari 35 persen,” ungkapnya.

Data CIA terkait tingkat elektabilitas Joko Widodo itu, sambung Neta, sempat diungkapkan oleh wartawan senior Derek Manangka sebelum dia meninggal dunia.

Akan tetapi, tegas Neta, jika benar Pilpres 2019 diikuti dua pasang calon, menurutnya justru Jokowi yang dipastikan akan menang.

Sebab, ia bekaca pada hasil Pilpres 2014 lalu dimana Jokowi mampu menumbangkan Prabowo.

“Karena kan Pak Prabowo pernah kalah di Pilpres 2014 lalu,” pungkasnya.

(nes/rm/ruh/)

Sumber :pojoksatu

Bambang Subianto ungkap tanda tangan BLBI Rp144 triliun

Bambang Subianto ungkap tanda tangan BLBI Rp144 triliun

 

Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Reformasi Pembangunan yang menjabat pada 23 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999, Bambang Subianto. (ANTARA Foto/Rosa Pangabean)

10Berita, Jakarta - Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam Kabinet Reformasi Pembangunan yang menjabat pada 23 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999, Bambang Subianto, mengungkapkan soal penandatangan surat utang Bantuan Langsung Likuiditas Bank Indonesia(BLBI) seniai Rp144 triliun pada Desember 1998.

"BLBI yang menyalurkan Bank Indonesia, mereka detailnya tahu bank apa dapat berapa. Lalu BI mengajukan kepada pemerintah agar kewajiban bank kepada BI dibayar oleh pemerintah, bukan diselesaikan secara satu satu tapi secara keselurahan, yaitu Rp144 triliun," katanya dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu.

Bambang Subianto bersaksi untuk terdakwa Syafruddin Arsyad Temenggung selaku Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) periode 2002--2004, yang didakwa bersama-sama dengan Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) Dorojatun Kuntjoro-Jakti dan pemilik Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim serta Itjih S. Nursalim telah melakukan penghapusan piutang BDNI kepada petani tambak yang dijamin oleh PT Dipasena Citra Darmadja (DCD) dan PT Wachyuni Mandira (WM) serta menerbitkan Surat Pemenuhan Kewajiban Pemegang Saham sehingga merugikan keuangan negara hingga Rp4,58 triliun.

Baca juga: KPK tahan Syafruddin Arsyad Temenggung

"Saya minta diklarifikasi angka Rp144 triliun itu, saya minta BPKP periksa. Setelah hasil periksaaan dilaporkan pada akhir November memang situasinya berat karena ada beberapa puluh triliun yang menurut BPKP tidak ada data pendukungnya. Ini secara menyeluruh. Saya jadi terjepit dalam sebuah dilema. Kalau saya tidak mengeluarkan surat utang pemerintah untuk mengganti BLBI, maka BI bangkrut dan Republik Indonesia bangkrut," ungkap Bambang.

Ia pun selaku Menteri Keuangan RI akhirnya menandatangani surat tagihan untuk menalangi sementara tagihan BLBI tersebut.

"Ini harus dibuat pencadangan, karena itu saya tanda tangan surat, tapi dengan membuat surat pengantar yang mengatakan angka ini hanya sementara, harus diverifikasi pihak independen. Itu, makanya saya selamat. Kalau tidak, pasti duduk di sini. Saya yakin," kata Bambang Subianto, yang juga Ketua BPPN pertama, namun hanya sebulan.

Ia menimpali, "BPPN tugas prinsipnya untuk membenahi perbankan. Kedua, mengumpulkan aset, kemudian dirawat dan dijual kembali untuk menutup utang karena ada yang ditanggung pemerintah. Maka, BPPN awalnya mengumpulkan para pemegang saham pengendali dan meminta aset mereka. Kalau bank ditutup, hitung jumlah kekayaan dan berapa nilai kewajiban, selisihnya harus dibayar, ditomboki pemerintah."

Meski bank ditutup, menurut dia, uang nasabah di dalam tidak boleh hilang. Pemerintah menjamin uang nasabah dan memerintahkan BPPN memindahkan rekening nasabah ke bank penampung, kemudian mengumumkan uang itu berada di bank penampung.

Ia juga mengakui bahwa BDNI pernah dievaluasi, tapi diakuinya tidak mendapatkan laporannya secara khusus.

"BDNI pernah dievaluasi, kemudian dihitung ada kurang. Penghitungan tidak sekaligus karena aset ada yang bentuknya perusahaan, fisik, tanah bangunan," demikian Bambang Subianto.

Sumber : ANTARA News

4 Alasan MUI Minta Program Pesbukers Ramadan & Brownis Sahur Dihentikan. Nah loh!

4 Alasan MUI Minta Program Pesbukers Ramadan & Brownis Sahur Dihentikan. Nah loh!

1. Beberapa program yang disebutkan di atas tidak menghadirkan suasana religius, sebaliknya, malah banyak joget-joget asyik tapi kurang faedah

Joget-joget pas sahur via media.iyaa.com

2. Bukannya mengedukasi, program Brownis Sahur dan Ngabuburit Happy di TransTV, malah menampilkan drama yang mengeksploitasi privasi rumah tangga orang lain

Tidak mengedukasi via sidomi.com

3. Ramadan di Rumah Uya juga disorot karena lebih banyak mengekspos pertengkaran, saling mencaci dan menuduh, antar pengisi acara

Jauh dari inti Ramadan via medan.tribunnews.com

4. Sekalipun mengundang pendakwah, tapi masih ditemukan beberapa pendakwah yang nggak jelas rekam jejaknya. Kompetensinya jadi diragukan

Harusnya berbenah via poskotanews.com

Sumber : Hipwee