OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 08 Juni 2018

Dua Pukulan Telak. KPK Tangkap (lagi) Kader PDIP Dalam OTT

Dua Pukulan Telak. KPK Tangkap (lagi) Kader PDIP Dalam OTT

10Berita, Belum tuntas pemberitaan terkait tertangkapnya Bupati Purbalingga, Tasdi dalam OTT KPK. Kabar mengejutkan kembali terjadi terkait kasus yang sama.

Walikota Blitar Samanhudi Anwar / pdiperjuanga-jatim.com

Melansir dari kumparan.com (7/6/2018), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjaring kepala daerah dalam OTT di Blitar dan Tulungagung, Rabu malam (6/6). Kali ini dikabarkan lembaga antirasuah itu menangkap tangan Walikota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar bersama sejumlah pihak lainnya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah / (Foto: Iqra Ardini/kumparan.com)

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, sebelumnya menyebut bahwa total yang diamankan dalam OTT pada Rabu malam (6/6) sebanyak 6 orang. Namun ketika itu, Febri menyebut belum ada kepala daerah yang diamankan oleh KPK dalam OTT tersebut. Tim KPK kemudian sempat melakukan pencarian terhadap Anwar. Ruang kerja Bupati Blitar pun sempat disegel oleh KPK. Pada akhirnya, Anwar dikabarkan kemudian memutuskan untuk menyerahkan diri kepada KPK.

(Foto: Arie Dwi/Okezone.com)

Dalam OTT yang dilakukan KPK di Tulungagung dan Blitar tersebut, tim juga mengamankan uang senilai Rp 2 miliar yang tersimpan dalam dua dus. Diduga uang itu merupakan suap terkait proyek infrastruktur

Kabar ini tentunya menjadi pukulan bagi PDIP untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya Tasdi, Bupati Purbalingga. Pasalnya Samanhudi Anwar juga kader partai berlambang banteng moncong putih. Sungguh ironis, karena belum lama digelar peringatan hari lahir Soekarno tanggal 6 Juni kemarin, di Kota Blitar. Peristiwa ini benar-benar mencoreng PDIP dan kota Blitar.

Sumber : UC News

ANEH! Kemendagri Larang Pemda Berikan THR ke Pegawai Honorer

ANEH! Kemendagri Larang Pemda Berikan THR ke Pegawai Honorer

10Berita – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan pemerintah daerah untuk tidak membayarkan tunjangan hari raya (THR) kepada pegawai honorer. Ini karena dasar hukumnya tidak cukup.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah Kemendagri Syarifuddin mengungkapkan bahwa ada beberapa pemda yang meminta izin kementerian untuk memberikan THR pada honorer.

“Saya tidak berani (mengizinkan) walaupun ada daerah yang minta izin bayar honorer. Jadi, di sisi lain ada pemda yang ingin lebih dari itu pengeluarannya. Untuk honorer,” ungkap Syarifuddin kepada Republika.co.id, Selasa (5/6).

Ia menjelaskan, seluruh transaksi keuangan yang terdapat dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) memiliki payung hukum. Hal ini tidak berlaku untuk pemberian THR kepada pegawai honorer daerah sehingga ia menegaskan agar pemda tidak melakukannya.

“Kami Kemendagri selaku pembina keuangan daerah perlu mengembalikan ke normanya. Ada dasar hukumnya? Kalau dasar hukum tidak cukup, ya jangan. Berkaitan dengan honorer ini belum cukup payung hukumnya untuk dilakukan pengeluaran dalam APBD,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan bahwa pegawai honorer dapat menerima THR. Namun, umumnya pegawai honorer yang dimaksudkan adalah yang bekerja di pemerintah pusat.

Apalagi di daerah banyak terdapat lembaga nonstruktural yang menggunakan pegawai honorer. Sementara itu, untuk daerah, kata Syarifuddin, tidak diwajibkan apabila kondisi fiskal tidak memungkinkan atau landasan hukumnya tidak cukup.

“Artinya boleh dianggarkan untuk non-PNS kalau dasar hukumnya cukup. Kemendagri tidak bisa serta-merta perintah bayar THR buat PNS,” tuturnya.

Landasan hukum untuk pembayaran THR honorer ini penting untuk menghindari masalah hukum pada kemudian hari. Sebab, pengelolaan keuangan yang salah dapat berakibat masalah hukum seperti kasus korupsi.

“Walaupun mereka mau harus tunduk pada aturan pengelolaan keuangan. Kalau begitu mentang-mentang pemdanya sanggup, bisa bayar berapa saja. Apa artinya menyenangkan orang di kemudian hari masalah?” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) Robert Endi Jaweng mengatakan, untuk mengeluarkan anggaran harus jelas dasar hukumnya. Tujuannya agar pada kemudian hari tidak menjadi masalah hukum.

“Mengeluarkan dana harus ada dasar hukumnya. Karena ini pengeluaran cukup banyak, satu bulan gaji. Sementara, tidak semua pemda punya kapasitas yang cukup untuk itu,” tutur Robert.

Dia menilai yang terpenting bagi honorer adalah pengakuan status mereka ke depannya. Dengan demikian, hak-hak mereka pun dapat terpenuhi sesuai dengan landasan hukum yang ada. ()

Sumber : rol,

Infrastruktur Dibangun, Tapi Pertumbuhan Ekonomi Papua Menurun ???

Infrastruktur Dibangun, Tapi Pertumbuhan Ekonomi Papua Menurun ???

10Berita – Anggota Komisi V DPR RI John Siffy Mirin mengatakan percepatan pembangunan inftrastruktur secara besar-besaran di Papua belum membawa dampak terhadap kesejahteraan masyarakat Papua. Menurutnya, daya beli masyarakat justru semakin melesu.

“Kalau bicara soal persoalan infrastruktur, Pak Presiden sudah bangun, tetapi pertumbuhan ekonomi menurun, ketimpangan ekonomi di Papua masih kita rasakan,” ungkap John Siffy saat  Rapat Kerja Komisi V  DPR   terkait Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga 2019 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (06/6).

Hadir dalam Raker tersebut Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Desa PDT Eko Sandjojo.

Politisi F-PAN ini menyampaikan, ada beberapa indikator penurunan pertumbuhan ekonomi di Papua, salah satunya ialah kurangnya pelibatan masyarakat daerah dalam sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari APBN maupun APBD.

Anggota Komisi V DPR RI John Siffy Mirin, foto : jaka/hr

Menurutnya, perlu ada kebijakan pemerintah terhadap masyarakat Papua agar ikut serta dalam pembangunan infrastruktur di tanah Papua, sehingga terjadi perputaran ekonomi yang dapat meningkatkan taraf hidup warga lokal.

“Perlu kebijakan pemerintah untuk sungguh-sungguh lebih serius merangkul pelaku jasa konstruksi atau kontraktor daerah, sebab kalau mereka hanya jadi penonton, sama saja angka pengangguran akan tetap tinggi,” papar Politisi Dapil Papua ini.

Ia menambahkan, seyogyanya pembangunan fisik di Papua selaras dengan pembangunan manusianya. “Supaya Indeks Pembangunan Manusianya yang rendah bisa dinaikkan, angka pengangguran yang tinggi bisa diturunkan, kemiskinan bisa diberantas dengan baik. Pembangunan manusianya lebih dibutuhkan,” lanjutnya.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Sementara itu di sisa masa pemerintahan Jokowi yang tinggal satu tahun lagi, dirinya berharap implementasi tol laut dapat berjalan dengan optimal guna menekan biaya angkut dan disparitas logistik.

“Kalau bisa di anggaran tahun 2019 ini, pemerintah berioentasi pada janji-janji Presiden Jokowi agar bisa dituntaskan,” tandasnya. (DPR)

Sumber :Eramuslim 

KEJI! Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China [3]

KEJI! Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China [3]

10Berita, Instruktur dan para tahanan lain kamp re-edukasi mengisahkan cerita yang sama.

Pada pertengahan 2017, seorang etsnis Uighur, mantan reporter untuk TV Xinjiang dikenal sebagai Eldost, direkrut untuk mengajarkan sejarah dan budaya China di sebuah kamp indoktrinasi karena dia sangat fasih berbahasa Mandarin. Dia tidak punya pilihan lain.

Sistem re-edukasi, kata Eldost, menggolongkan para tahanan menjadi tiga tingkat keamanan dan durasi hukuman.

Kelompok pertama biasanya terdiri dari para petani minoritas yang tidak melakukan “kejahatan” nyata selain tidak berbicara bahasa Mandarin. Kelompok kedua terdiri dari orang-orang yang memiliki konten keagamaan atau mereka sebut “materi separatis” di rumah atau di smartphone mereka, seperti ceramah intelektual Uighur Ilham Tohti.

Kelompok terakhir terdiri dari mereka yang telah belajar ilmu agama di luar negeri dan kembali, atau dianggap berhubungan dengan elemen asing. Para tahanan yang digolongkan kelompok terakhir seringkali dijatuhi hukuman 10 hingga 15 tahun, kata Eldost.

Ketika dia mengajar di kamp re-edukasi, Eldost pernah melihat 20 pelajar dibawa ke lapangan. Dua baris penjaga telah menunggu mereka dan memukuli mereka tidak lama setelah mereka keluar dari mobil polisi. Dia kemudian mendengar bahwa para tahanan itu merupakan pendatang baru yang telah mempelajari ilmu agama di Timur Tengah.

Muslim Uighur yang tertindas

Eldost mengatakan instruksi ini bertujuan untuk menunjukkan betapa terbelakangnya budaya Uighur dan betapa represifnya fundamentalis Islam dibandingkan Partai Komunis yang progresif. Pengakuan para tahanan akan keterbelakangan mereka membantu mendorong poin itu.

“Para tahanan diperintahkan untuk mengulang pengakuan tersebut hingga titik, di mana, ketika mereka akhirnya dibebaskan, mereka meyakini bahwa mereka berutang banyak pada negara, bahwa mereka tidak pernah dapat membayar kembali partai,” kata Eldost, yang dapat meninggalkan China pada Agustus setelah membayar uang suap.

Orang-orang Menangis Setiap Malam

Eldost mengatakan dia berusaha dengan hal-hal kecil untuk membantu para tahanannya. Ditugaskan mengajarkan Tiga Karakter Klasik,sebuah standar Konghucu yang diajarkan secara luas di sekolah dasar, dia akan membuat perangkat memonik untuk membantu murid-muridnya – termasuk para orang tua atau petani Uighur buta huruf yang hampir tidak mengetahui bahasa mereka sendiri – melafalkan beberapa kalimat.

Dia juga menyarankan para pelajar untuk menghentikan kebiasaan mereka mengatakan “segala puji bagi Allah” dalam bahasa Arab atau Uighur karena instruktur lain akan menghukum mereka karena itu.

Setiap kali dia tidur di ruangan dengan 80 lainnya, dia mengisahkan, hal terakhir yang dia dengar adalah suara kesedihan.

“Saya mendengar orang-orang menangis setiap malam,” katanya. “Itu adalah pengalaman paling menyedihkan dalam hidup saya.”

Mantan tahanan lain, seorang etnis Uighur dari Hotan di Xinjiang selatan, mengatakan pusat indoktrinasinya yang baru dibangun hanya memiliki 90 orang di dua kelas pada tahun 2015. Di sana, seorang instruktur pemerintah mengatakan bahwa wanita Uighur dulunya tidak menggenakan pakaian dalam, mengepang rambut mereka menandakan ketersediaan seksual mereka, dan memiliki lusinan pasangan seksual.

“Itu membuat saya sangat marah,” kata mantan tahanan itu. “Penggambaran wanita Uighur semacam itu membuat saya terhina. Saya masih teringat cerita ini setiap kali saya memikirkan tentang kamp, Saya merasa sebuah pisau menusuk dada saya.”

Kayrat Samarkan, seorang Kazakh China dari Astana yang ditahan ketika melakukan urusan di kantor polisi Xinjiang utara pada Desember, dikirim ke kamp di Karamagay di Xinjiang utara dengan 5.700 murid.

Mereka yang tidak patuh, terlambat ke kelas atau terlibat pertengkaran, selama 12 jam akan diberi pakaian dengan bahan terbuat dari besi untuk membatasi gerakan mereka, katanya. Mereka yang masih tidak patuh akan dikunci di tiger chair selama 24 jam. Bentuk hukuman lainnya, katanya, ialah para instruktur akan memasukkan dengan paksa kepala para tahanan ke dalam bak es dan air.

Baca: Bulan Ramadhan Tidak Lewat di Turkistan Timur


Setelah tiga bulan, Samarkan tidak kuat lagi menerima pelajaran, jadi dia membenturkan kepalanya ke tembok mencoba untuk bunuh diri. Dia hanya jatuh pingsan.

“Ketika Saya terbangun, staf kamp mengancam saya, dan mengatakan jika saya melakukan itu lagi mereka akan memperpanjang hukumanku hingga 7 tahun,” katanya.

“Bunuh aku atau kirim aku kembali ke penjara.”

Setelah 20 hari, Bekali juga sempat memikirkan untuk bunuh diri. Beberapa hari kemudian, karena sikapnya yang keras dan menolak untuk berbahasa Mandarin, Bekali tidak diperbolehkan pergi ke lapangan. Sebaliknya, dia dikirim ke tingkat pengelolaan yang lebih tinggi, di mana dia menghabiskan 24 jam sehari di dalam sebuah ruangan dengan 8 orang lainnya.

Satu minggu kemudian, dia mendapat tugas pertamanya di sel isolasi. Saat itu dia melihat seorang pejabat peradilan lokal berjalan ke bangunan itu untuk inspeksi dan berteriak dengan sangat keras. Dia berpikir bahkan di bekas pusat penahanan sebelumnya, dengan kekerasan yang dia alami, akan lebih baik dari di tempat itu.

“Bawa aku kembali dan bunuh aku, atau kembalikan aku ke penjara,” teriaknya. “Saya tidak bisa lagi berada di sini.”

Dia lagi-lagi di bawa ke sel isolasi. Itu berlangsung selama 24 jam, berakhir pada sore 24 November.

Itulah ketika Bekali dibebaskan, secara tiba-tiba sama seperti penahanannya delapan bulan sebelumnya.

Seorang polisi Baijiantan yang selalu bersikap baik pada Bekali selama interogasi muncul dan membawanya keluar dari fasilitas itu.

“Kamu terlalu keras kepala, namun apa yang departemen lakukan tidaklah adil,” katanya pada Bekali dalam perjalanan mengantarnya ke Karamay.

Bekali akhirnya dibebaskan.

Baca: Muslim China Bertahan Hidup


Kebebasan, tapi hanya untuk sedikit orang

Pagi selanjutnya, pada Sabtu, kepolisian membuka kantor imigrasi mereka bagi Bekali untuk mengambil sesuatu yang tidak biasa, sebuah visa China 14 hari. Visa miliknya telah lama mati. Bekali meninggalkan China pada 4 Desember.

Mendesak kompensasi dari pemerintah China adalah mustahil. Namun Bekali menyimpan sebuah map plastik di rumahnya sebagai bukti yang mungkin berguna suatu hari nanti: pasposnya dengan stempel dan visa, catatan perjalanan dan dokumen bertanggal polisi China yang ditulis tangan dan dicetak dengan segel merah.

Dokumen itu adalah hal terdekat yang dia punya terhadap pengakuan resmi yang dia alami selama delapan bulan. Dikatakan dia ditahan karena diduga membahayakan keamanan nasional; vonis terakhir menyatakan dia dibebaskan tanpa dakwaan.

Pada awalnya, Bekali tidak ingin APmempublikasikan kesaksiannya karena takut saudara perempuan dan ibunya di China akan ditahan dan dikirim ke kamp re-edukasi.

Namun pada 10 Maret, di China, polisi menahan saudara perempuannya, Adila Bekali. Seminggu kemudian, pada 19 Maret, mereka menahan ibunya, Amina Sadik. Dan pada 24 April, ayahnya, Ebrayem.

Bekali berubah pikiran dan mengatakan dia ingin menceritakan kisahnya, apapun konsekuensinya.

“Semua sudah sampai sejauh ini,” katanya. “Saya tidak punya apa-apa lagi,” ujarnya kepada AP.*/Nashirul Haq AR

Sumber :Eramuslim 

Terbongkar! Ternyata Jokowi Bukan Presiden RI Ketujuh, Simak Daftar Presiden RI Ini

Terbongkar! Ternyata Jokowi Bukan Presiden RI Ketujuh, Simak Daftar Presiden RI Ini



10Berita, Saat ini umat Islam sedang menjalankan ibadah puasa bulan Ramadan. Bulan Ramadan memang terasa istimewa bagi umat Islam. Sebab, pada bulan Ramadan, semua amalan umat Islam akan dilipatgandakan nilainya.

Oleh karena itu, tidak mengherankan saat banyak yang mengatakan bulan Ramadan merupakan bulan penuh kemenangan. Selain itu, bulan Ramadan juga memiliki kaitan erat dengan bangsa Indonesia.

Alasannya, proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia juga dilakukan pada bulan Ramadan.Proklamasi Repulik Indonesia yang dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945, rupanya juga bertepatan dengan tanggal 9 Ramadhan 1364 Hijriyah.

Sehingga, bila dikonversi pada penanggalan Hijriyah, maka pada tahun ini usia bangsa Indonesia sudah mencapai 74 tahun.Dalam sejarah perjalanannya, bangsa Indonesia juga sudah memiliki banyak pemimpin.

Berulang kali Indonesia melakukan suksesi kepemimpinan. Seperti yang diketahui oleh banyak orang, hingga saat ini Republik Indonesia sudah memiliki presiden sebanyak tujuh orang.

Namun, tidak banyak yang tahu sebenarnya Indonesia sudah memiliki presiden lebih dari itu. Tepatnya, Indonesia sebenarnya sudah memiliki presiden sebanyak sembilan orang.Berikut ini adalah daftar nama-nama presiden yang pernah memimpin Indonesia.

1. Soekarno

Referensi pihak ketiga

Bung Karno (IST) Sudah banyak orang yang mengetahui, presiden pertama Republik Indonesia adalah Soekaro. Soekarno dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya. Semasa menjadi presiden, kondisi Indonesia memang belum stabil.

Sebab, selain karena baru seumur jagung, Indonesia juga harus menghadapi gempuran dari Belanda yang ingin kembali berkuasa di Indonesia melalui agresi militer Belanda I dan II.

Tidak hanya itu, Republik Indonesia juga harus dihadapkan pada persoalan sejumlah pemberontakan yang dilakukan berbagai elemen bangsa. Alasannya, tentu mereka tidak puas dengan kepempimpinan Soekarno.

Meski demikian, kiprah Soekarno diangap cukup bersinar di kancah internasional. Itu terbukti dari adanya Konferensi Asia Afrika (KAA), dan Gerakan Non Blok (GNB) yang dipelopori oleh Soekarno.

Namun, karir Soekarno harus berakhir pasca peristiwa pemberontakan PKI pada 30 September 1965.

Sidang Istimewa yang digelar oleh MPRS menolak pidato pertanggungjawaban Soekarno yang berjudul Nawaksara.

Sehinga, Soekarno pun harus lengser dari kursi kepresidenan, dan digantikan oleh Soeharto.

2. Sjafruddin Prawiranegara

Lazimnya masyrakat Indonesia mengetahui, presiden kedua Republik Indonesia adalah Soeharto.

Namun, ternyata presiden kedua Republik Indonesia yang kedua bukan Soeharto.

Presiden kedua Republik Indonesia ternyat adalah Sjafruddin Prawiranegara.

Sjafruddin Prawiranegara pernah menjabat presiden sekaligus merangkap sebagai Menteri Pertahanan dan Luar Negeri ad interim.

Hal itu terjadi pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Tepatnya, pada tanggal 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949.

PDRI dibentuk untuk menyelamatkan Pemerintahan RI pasca agresi militer Belanda II atas Ibukota RI, Yogyakarta, pada tanggal 19 Desember 1948.

Selain melakukan serangan agresi, Belanda juga menahan Soekarno dan Hatta yang saat itu menjabat sebagai presiden dan wakil presiden.

Oleh karena itu, Soekarno pun mengirimkan telegram kepada Sjafruddin yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri Kemakmuran, serta sedang berada di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Dalam telegramnya, Soekarno menyebutkan, saat pemerintah dalam keadaan tidak dapat menjalankan kewajibannya, maka dia meminta Sjafruddin untuk membentuk pemerintahan darurat di Sumatera.

Jabatan Sjafruddin Prawiranegara sebagai presiden berakhir setelah dia kembali menyerahkan mandatnya kepada Soekarno.

Sebab, saat itu Soekarno kembali ke Yogyakarta pada 13 Juli 1949.

Meski demikian Sjafruddin pernah berkonflik dengan Soekarno.

Saat itu dia tengah terlibat dalam aktivitas Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) Semesta, yang memprotes kebijakan Soekarno karena terlalu dianggap Jakarta sentris.

3. Mr Assaat

Mr Assaat menjadi Presiden Republik Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949 hingga 5 Agustus 1950.

Saat itu dia menjabat sebagai pemangku sementara jabatan Presiden RI.

Jabatan itu diberikan kepada Mr Assaat usai Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tanggal 27 Desember 1949.

Ketika itu pemerintah Belanda menyerahkan kedaulatan indonesia pada pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS).

RIS adalah bentuk negara serikat yang terdiri dari 16 negara bagian.

Republik Indonesia ketika itu merupakan bagian dari RIS, dan pemangku jabatan Presiden RI adalah Mr Assaat.

Sedangkan, Soekarno-Hatta menjadi Presiden dan Wakil Presiden RIS.

4. Soeharto

Referensi pihak ketiga

Soeharto (IST)

Soeharto merupakan presiden yang menjabat setelah Soekarno jatuh.

Saat menjabat, Soeharto lebih memfokuskan perhatiannya pada bidang pembangunan fisik, serta ekonomi.

Meski demikian, pada akhir kepemimpinannya pada 1997 hingga 1998, perekonomian Indonesia dilanda krisis hebat.

Hal itu pula yang akhirnya memaksa Soeharto segera lengser dari posisinya sebagai presiden.

5. BJ Habibie

Referensi pihak ketiga

BJ Habibie (IST)

Lengsernya Soeharto sebagai presiden, langsung digantikan oleh BJ Habibie yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden pada era Soeharto.

Habibie dikenal sebagai satu di antara putra terbaik Indonesia.

Dia pula yang mewujudkan mimpin Indonesia untuk bisa membuat pesawat sendiri, yaitu pesawat Gatot Kaca atau yang biasa disebut N-250.

6. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Referensi pihak ketiga

KH Abdurrahman Wahid, atau Gus Dur. (Tribunnews)

Usia kepemimpinan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai Presiden RI memang tidak lama.

Namun, Gus Dur telah meninggalkan pondasi penting bagi bangsa Indonesia.

Sebab, era Gus Dur keberagaman, dan kerukunan hidup umat beragama di Indonesia begitu terasa.

Itu terbukti dari dimasukkannya Konghucu sebagai satu di antara agama yang diakui di Indonesia.

Tidak hanya itu, Gus Dur juga yang menjadikan Imlek sebagai hari libur nasional.

Oleh karena itu, tidak mengherankan Gus Dur mendapatkan sebutan sebagai Bapak Pluralisme.

7. Megawati Soekarnoputri

 Megawai Soekarnoputri merupakan sosok yang menggantikan Gus Dur sebagai presiden.

Sebab, sebelumnya, Megawati menjabat sebagai wakil presiden pada era Gus Dur.

Kepemimpinan Megawati berakhir saat dia kalah dalam Pilpres 2004.

Saat itu, Megawati dikalahkan oleh Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diusung oleh Partai Demokrat.

8. Soesilo Bambang Yudhyono (SBY)

Referensi pihak ketiga

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mantan Presiden RI saat memberikan kuliah umum di Gedung Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Jalan Ir Soekarno, Kota Batu, Selasa (13/10/2015). Dalam kegiatan ini nama SBY juga diabadikan menjadi nama gedung kampus tersebut. (SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo)

Soesilo Bambang Yudhoyono atau yang dikenal SBY menjadi Presiden Republik Indonesia pada tahun 2004.

Dia menjadi presiden usai mengalahkan Megawati dalam Pilpres 2004.

Saat itu, SBY diusung oleh Partai Demokrat, dan sejumlah partai pendukung lainnya.

SBY menjadi presien selama dua periode, yaitu hingga tahun 2014 lalu.

Sebab, pada tahun 2009 SBY terpilih kembali sebagai presiden untuk periode kedua.

9. Joko Widodo (Jokowi)

Referensi pihak ketiga

Presiden Joko Widodo memberikan sambutan dalam peresmian SMAN Taruna Nala di Kelurahan Tlogowaru, Kota Malang, Sabtu (3/6/2017). (SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo)

Joko Widodo menjadi Presiden RI sejak tahun 2014 lalu.

Saat itu dia berpasangan dengan Jusuf Kalla, dan berhasil mengalahkan pasangan Prabwo Subianto dan Hatta Rajasa.

Dalam pilpres tersebut pasangan Jokowi-JK diusung oleh PDIP, serta didukung oleh beberapa parpol lainnya.

Meski demikian, berdasarkan versi resmi pemerintah, Presiden RI hingga saat ini hanya berjumlah sekitar tujuh orang.

Di antaranya Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Joko Widodo atau Jokowi.

Sumber: suararakyat.com

Tak Di Sangka, Bukan Hanya Sebagai Hiasan, Inilah Fungsi Dari Benda Ini

Tak Di Sangka, Bukan Hanya Sebagai Hiasan, Inilah Fungsi Dari Benda Ini

10Berita, Semua benda di dunia ini di ciptakan pasti memiliki fungsi masing masing, Ada yang sangat berguna ada pula yang jarang di gunakan. Dan kali ini admin akan membahas mengenai beberapa fungsi benda yang jarang orang ketahui. Sebelumnya jangan lupa klik ikuti, like dan share artikel ini agar mendapat update artikel terbaru dari saya.

Saku Kecil dan Kancing di Celana Jeans

Referensi pihak ketiga

Mungkin kita selalu memakai celana jeans saat keluar rumah. Cobalah perhatikan di bagian saku mu, mungkin ada saku kecil beserta kancing di sana. Saku kecil itu berfungsi untuk menaruh arloji saku, dan kancing itu berfungsi menjaga ke elastisan dan agar tidak cepat rusak.

2. Pelat Logam Kecil di Bagian Bawah Stapler

Referensi pihak ketiga

Pelat tersebut dapat di putar 180 derajat dan di gunakan untuk melebarkan dan memanjangkan hasilnya.

3. Diamond Patch

Referensi pihak ketiga

Mungkin kamu mengira benda tersebut merupakan sebuah logo dari merk tas tersebut. Tapi kalian salah, di ciptakan benda tersebut untuk menggantung beberaa benda yang tak mungkin di masukkan ke dalam tas. Seperti sepatu, botol minum dan lain-lain.

4. Bagian Timbul Pada Keyboard

Referensi pihak ketiga

Mungkin kalian pernah berfikir tentang sesuatu yang timbul di huruf F dan J di Keyboard. Sebenarnya kedua nya di gunakan sebagai penanda jari telunjuk saat mengetik dengan sepuluh jari.

5. Lubang Kecil Pada Gembok

Referensi pihak ketiga

Saat memperhatikan gembok kamu mungkin melihat sebuah lubang kecil di bawahnya. lubang ini mencegah lembab di dalam gembok dan membuatnya berkarat. Dan saat gembok suli di putar kamu bisa memberi minyak pelumas melalui lubang ini.

Wow, tak di sangka hal itu sangat berguna ya. Sekian dari saya, klik ikuti, like dan share artikel ini agar mendapat update artikel terbaru dari saya.

Sumber :

www.popular-world.com/groove/7-fungsi-benda-yang-jarang-diketahui-oleh-banyak-orang--93315/, UC News

Inilah Peringkat Terbaru Militer Terkuat Di Dunia, Indonesia Mampu Menjadi Yang Terbaik!

Inilah Peringkat Terbaru Militer Terkuat Di Dunia, Indonesia Mampu Menjadi Yang Terbaik!

sindonews.com

10Berita, Bicara mengenai militer, pastinya tidak bisa dipisahkan dengan kekuatan. Oleh karena itu, Global Firepower Index kembali mengeluarkan daftar 25 besar negara-negara yang memiliki militer terkuat.

Penilaian yang dilakukan Global Firepower Index menggunakan 50 indikator. Beberapa indikator tersebut meliputi jumlah tentara yang dimiliki, kendaraan tempur yang dimiliki, anggaran belanja militer dan lain sebagainya, seperti yang dilansir di sindonews.com (07/06/18).

Pertanyaannya, negara mana yang memiliki militer terkuat di dunia? Jawabannya adalah Amerika Serikat. AS mempunyai 8000 tank, 13 jet tempur, 75 kapal selam, lebih dari 2,5 juta tentara yang aktif dan lain sebagainya, seperti yang dilansir di sindonews.com (07/06/18). Kalau kita amati, betapa hebatnya AS dengan memiliki kekuatan militer sehebat itu. Bukan begitu?

batamnews.co.id

Lalu, Indonesia bagaimana? Ternyata Indonesia mampu menjadi yang terbaik di kawasan Asia Tenggara. Indonesia berada di peringkat 14 yang mampu mengalahkan kekuatan militer Vietnam, Thailand, Malaysia, Singapura dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti yang dilansir di sindonews.com (07/06/18).

Indonesia memiliki kurang lebih 400 tank, 400 jet tempur dan dua kapal selam serta 800 ribu tentara aktif, seperti yang dilansir di sindonews.com (07/06/18).

sindonews.com (daftar 25 besar militer terkuat di dunia)

Hal ini bisa memberi kebanggaan tersendiri bagi warga Indonesia. Menjadi 14 besar militer terkuat di dunia tentu bukan pekerjaan yang gampang. Semoga Indonesia terus mencapai peringkat yang lebih tinggi dalam hal kekuatan militer.

Bagaimana menurut Anda? Semoga artikel ini bisa memberi wawasan baru untuk Anda.

Sumber : UC News

Penyegelan Pulau Reklamasi Bukti Pemprov DKI Tidak Kalah Dari Kuasa Modal

Penyegelan Pulau Reklamasi Bukti Pemprov DKI Tidak Kalah Dari Kuasa Modal

10Berita – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hanafi Rais mendukung penuh langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyegel bangunan yang menyalahi ketentuan di Pulau B dan D, pulau hasil reklamasi di Teluk Jakarta. Tindakan ini membuktikan bahwa negara tidak kalah oleh kuasa modal.

Tindakan Anies, menurut Hanafi, harus dilakukan agar para pemilik modal tidak berani dengan negara.

“Pak Anies ingin membuktikan sejak janji politiknya bahwa pembagunan reklamasi itu problem,” kata Hanafi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/6).

Menurut Hanafi, langkah tegas Anies sudah sangat benar karena siapa pun yang melakukan pelanggaran harus ditindak.

“Negara tidak boleh kalah oleh kuasa modal,” katanya.

Ia menegaskan sekali lagi bahwa PAN sangat mendukung langkah tegas Anies tersebut.

“Apa yang dilakukan Pak Anies itu kita dukung mutlak. Itu perlu dilakukan, tidak lagi ada imbauan-imbauan dan peringatan-peringatan, perlu ada tidakan,” tandasnya.(tsc)

Sumber : tsc, Eramuslim.com

DHUUAARR! Anies Segel Pulau Reklamasi, GEPRINDO: Borok Jokowi-Ahok TERBONGKAR

DHUUAARR! Anies Segel Pulau Reklamasi, GEPRINDO: Borok Jokowi-Ahok TERBONGKAR


10Berita, Langkah Gubernur DKI Anies Baswedan menyegel sejumlah bangunan di Pulau D hasil reklamasi teluk Jakarta diapresiasi. Anies terbukti berani menegakkan aturan meskipun harus berhadap-hadapan dengan pengusaha bermodal besar.

Apresiasi kepada Anies antara lain disampaikan Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P. Simanjuntak. Dia menekankan bahwa sejatinya negara harus berwibawa dan tidak tunduk pada kepentingan pengembang besar.

"Mereka para pelanggar hukum itu sebenarnya hanya piece of cake, tidak ada apa-apanya bagi negara. Kalau saja ada pejabat yang takut kepada mereka, pasti ada udang di balik batu," kata Bastian melalui pesan elektronik kepada redaksi, Kamis 7 Juni 2018.

Dia mengatakan penyegelan bangunan di Pulau D reklamasi yang dilakukan Anies adalah bukti bahwa selama ini Jokowi dan Ahok membiarkan pengembang ugal-ugalan melanggar aturan. Mereka berani membangun pulau dan bangunan tanpa izin yang lengkap. Karenanya, kata dia, wajar jika masyarakat mencurigai ada "borok" berupa kolusi  antara pemerintah Jokowi dan Ahok dengan pengembang reklamasi.

"Apalagi pada tahun 2017 lalu kelihatan sekali pemerintah Jokowi membela pengembang reklamasi ketika Gubernur Anies bertindak tegas menghentikan pembangunan Pulau reklamasi," kata Bastian.

Atas kebijakan Anies ini, menurut dia, masyarakat yang selama ini sudah terlalu mengidolakan Jokowi dan Ahok sebagai sosok heroik pembela kepentingan rakyat dan negara, harus mengubah persepsinya.

Hari ini terbukti Jokowi dan Ahok selama ini membiarkan pengembang bebas membangun pulau reklamasi dan ruko-rukonya tanpa izin. Akibatnya negara jadi tidak berwibawa dan seolah-olah takut pada pengembang meskipun melanggar aturan.

"Kepentingan rakyat dan negara harus dikedepankan, tidak boleh dikorbankan," tukas Bastian

Sumber: RMOL

Tentang I’tikaf, Ini Penjelasan dan Seluk-Beluknya

Tentang I’tikaf, Ini Penjelasan dan Seluk-Beluknya

10Berita, I’TIKAF adalah tinggal di masjid dengan niat tertentu dan dengan tata cara tertentu. Secara literal (lughatan), kata “الاعْتِكاف” berarti “الاحتباس” (memenjarakan). Ada juga yang mendefinisikannya dengan:

حَبْسُ النَّفْسِ عَنْ التَّصَرُّفَاتِ الْعَادِيَّةِ

“Menahan diri dari berbagai kegiatan yang rutin dikerjakan”.

Dalam terminologi syar’i (syar’an), para ulama berbeda-beda dalam mendefinisikan i’tikaf dikarenakan perbedaan pandangan dalam penentuan syarat dan rukun i’tikaf. Namun, kita bisa memberikan definisi yang umum bahwa i’tikaf adalah:

الْمُكْث فِي الْمَسْجِد لعبادة الله مِنْ شَخْص مَخْصُوص بِصِفَةٍ مَخْصُوصَة

“Berdiam diri di dalam masjid untuk beribadah kepada Allah yang dilakukan oleh orang tertentu dengan tata cara tertentu”.

Tempat i’tikaf: di masjid yang digunakan untuk shalat berjamaah, meskipun tidak digunakan untuk jum’atan seperti mushalla.

“Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud.” (Al Baqarah: 125).

Allah berfirman, yang artinya, “Janganlah kalian melakukan hubungan suami-istri ketika kalian sedang i’tikaf di masjid ….” (Q.s. Al-Baqarah:187)

Ummu al-Mukminin, ‘Aisyah radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian para istri beliau beri’tikaf sepeninggal beliau.”

Ibnu ‘Umar radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.”

Imam Al-Bukhari membuat judul bab “Bab (anjuran) i’tikaf di sepuluh hari terakhir dan (boleh) i’tikaf di semua masjid“. (Shahih Bukhari, 7:382)

Kapan memulai i’tikaf?

Dianjurkan untuk memulai i’tikaf di malam tanggal 21 setelah magrib, kemudian mulai masuk ke tempat khusus (semacam tenda atau sekat) setelah subuh pagi harinya (tanggal 21 Ramadan).

Dari Aisyah radhiallahu‘anha; beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Aku membuatkan tenda untuk beliau. Lalu beliau shalat subuh kemudian masuk ke tenda i’tikafnya.” (H.r. Al-Bukhari dan Muslim)

Rukun i’tikaf

1. Niat. Letak niat itu di hati dan tidak boleh dilafalkan. Sebatas keinginan untuk itikaf itu sudah dianggap berniat untuk i’tikaf.

2. Dilakukan di masjid, baik masjid untuk jumatan mauapun yang tidak digunakan untuk jumatan.

3. Menetap di masjid.

Pembatal i’tikaf

1. Hubungan biologis dan segala pengantarnya.

2. Keluar masjid tanpa kebutuhan.

3. Haid dan nifas.

4. Gila atau mabuk.

Yang diperbolehkan ketika i’tikaf

1. Keluar masjid karena kebutuhan mendesak, seperti: makan, buang hajat, dan hal lain yang tidak mungkin dilakukan di dalam masjid.

2.Mengeluarkan sebagian anggota badan dari masjid.

3. Makan, minum, tidur, dan berbicara.

4. Wudhu di masjid.

5. Bermuamalah dan melakukan perbuatan (selain ibadah) di masjid, kecuali jual beli.

6. Menggunakan minyak rambut, parfum, dan semacamnya.

Yang dimakruhkan ketika i’tikaf

1. Menyibukkan diri dengan kegiatan yang tidak bermanfaat, baik ucapan maupun perbuatan.

2. Tidak mau berbicara ketika i’tikaf (iktikaf), dengan anggapan itu merupakan bentuk ibadah. Perbuatan ini termasuk perbuatan yang tidak ada tuntunannya.

Mandi ketika i’tikaf

Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengatakan bahwa hukum mandi ketika i’tikaf dibagi menjadi tiga:

1. Wajib, yaitu mandi karena junub.

2. Boleh, yaitu mandi untuk menghilangkan bau badan dan kotoran yang melekat di badan.

3. Terlarang, yaitu mandi sebatas untuk mendinginkan badan. (Majmu’ fatawa wa Rasail Ibnu Utsaimin, 20:178)

I’tikaf bagi wanita

Diperbolehkan bagi wanita untuk melakukan i’tikaf bersama suaminya atau sendirian, dengan syarat: ada izin dari walinya (suami atau orang tuanya) serta aman dari fitnah atau berdua-duaan dengan laki-laki. ‘Aisyah radhiallahu ‘anha mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan sampai Allah merwafatkan beliau. Kemudian para istri beliau beri’tikaf setelah beliau meninggal.” (H.r. Al-Bukhari dan Muslim).

Diperbolehkan bagi wanita mustahadhah untuk melakukan i’tikaf. Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha; beliau mengatakan, “Salah seorang istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sedang istihadhah beri’tikaf bersama beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Terkadang wanita ini melihat darah kekuningan dan darah kemerahan ….” (H.r. Al-Bukhari)

Batasan “dianggap telah keluar masjid”

Orang yang i’tikaf dianggap keluar masjid jika dia keluar dengan seluruh badannya. Jika orang i’tikaf hanya mengeluarkan sebagian badannya maka tidak disebut keluar masjid.

‘Aisyah radhiallahu ‘anha mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memasukkan kepala beliau ke ruanganku ketika aku berada di dalam, kemudian aku menyisir rambut beliau, sedangkan aku dalam kondisi haid.” (H.r. Al-Bukhari dan Muslim)

Catatan: Pintu ruangan Aisyah mepet dengan Masjid Nabawi.

Wallahu a’lam. []

Sumber : Islampos